Anda di halaman 1dari 4

Osiloskop

Siti Sholihah Cahaya Rizki (140310150018)*, M. Octamar W. (140310150066), Ria


Nurjanah (140310150009)
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran

Kamis, 1 Juni 2017

Asisten : Bunga Farida

Abstrak

Pada percobaan yang berjudul Osiloskop ini bertujuan untuk menentukan besar tegangan power supply,
menghitung frekuensi power supply, mengetahui beda sudut fase sinyal input dan output pada rangkaian RC,
menghitung frekuensi resonansi pada rangkaian RLC, dan mengetahui sejauh mana pengaruh resistor
terhadap peredaman tegangan pada rangkaian RLC. Prinsip kerja dari osiloskop adalah tabung sinar katode.
Dapat diketahui dari tujuan percobaan ini yaitu menentukan besar tegangan powersupply dan diperoleh
bahwa saat tegangan masukan 6 volt maka tegangan power supply yang terukur adalah 7 8 volt, saat v
masukan = 10 volt v yg terukur 11 volt, dan saat v masukan 4 volt v yang terukur adalah 5 6 volt. Lalu,
menghitung frekuensi powersupply dan diperoleh bahwa frekuensinya berkisar pada 50 Hz sesuia dengan
besar frekuensi PLN. Kemudian, mengetahui beda fase antara sinyal input dan output pada rangkaian RC
diketahui bahwa semakin besar frekuensi maka semakin besar beda sudut fase yang dihasilkan., Menghitung
frekuensi resonansi pada rangkaian RLC, dan mengetahui sejauh mana pengaruh resistor terhadap peredaman
tegangan pada rangkaian RLC atau disebut pengaruh peredaman oleh resistor diketahui bahwa semakin besar
resistansi maka semakin kecil amplitudo sinyal yang dihasilkan.

Kata Kunci : Osiloskop, resonansi, CRT, Lissayous

I. Pendahuluan listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop


terdapat dua macam yaitu osiloskop analog dan
Osiloskop merupakan alat ukur listrik yang osiloskop digital. Osiloskop analog merupakan
memberikan informasi berupa sinyal. Dalam osiloskop yang dapat menampilkan bentuk sinyal
percobaan ini digunakan osiloskop analog agar data dengan besaran gelombang tertentu, dan agar dapat
yang diperoleh dari sinyal yang ditampilkan pada mengetahui besaran listrik maka
osiloskop tidak ada yang hilang dan dapat pengkonversiannya dilakukan secara manual
mengkonversi suatu besaran sinyal gelombang dengan meninjau volt/div dan time/div. Sedangkan
listrik menjadi besaran listrik. Sebagai fisikawan , osiloskop digital merupakan osiloskop yang
sudah selayaknya dapat menggunakan alat alat menampilkan sinyal dengan besaran besaran
ukur termasuk osiloskop ini. Dengan melakukan sinyal tersebut telah dikonversi secara langsung dan
percobaan ini kita dapat mengetahui bagian ditampilkan secara digital, sehingga proses
bagian osiloskop beserta fungsinya, memahami pengamatan terhadap besaran listrik dapat
prinsip kerjanya, bagaimana cara menggunakan, dilakukan dengan mudah.
dan mengambil data dari osiloskop tersebut. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar
Terdapat beberapa macam gelombang yang dapat katoda, yaitu sebuah alat pemancar elektron yang
dibentuk oleh osiloskop yaitu sinyal sinusoida, memproyeksikan sorotan ke bagian layar tabung.
persegi, segitiga, dan gigi gergaji. Besaran Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop
besaran gelombang yang digunakan untuk menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dan
menyatakan besaran listrik adlah amplitudo, menghasilkan bentuk sinyal yang kontinu.
periode, dan frekuensi.
Tujuan dari percobaan ini ialah menentukan besar
tegangan powersupply, menghitung frekuensi
powersupply, mengetahui beda fase antara sinyal
input dan output pada rangkaian RC, menghitung
frekuensi resonansipada rangkaian RLC, dan
mengetahui sejauh mana pengaruh resistor terhadap Gambar 1. Tabung Sinar Katoda
peredaman tegangan pada rangkaian RLC.
Komponen utama osiloskop adalah tabung
II. Teori Dasar sinar katoda ( CRT ), sehingga prinsip kerjanya pun
berdasarkan prinsip dari CRT ini. Pada tabung sinar
Osiloskop merupakan alat ukur elektronika katoda itu terdapat pemanas / filamen, katoda, kisi
yang berfungsi untuk menampilkan bentuk sinyal pengatur, anoda pemusat, anoda pemercepat, pelat
untuk simpangan horisontal, anoda untuk
simpangan vertikal, lapisan logam, berkas sinar III. Metode Penelitian
elektron, dan layar fluorosensi.
Elektron dipancarkan dari katoda akan Pada percobaan ini digunakan beberapa
menumbuk bidang gambar (layar) yang dilapisi alat yaitu osiloskop sebagai alat percobaan utama
oleh zat yang bersifat flourecent. Bidang gambar ini sekaligus objek percobaan, powersupply sebagai
berfungsi sebagai anoda. Umumnya osiloskop sinar sumber tegangan listrik, frekuensi counter sebagai
katoda mengandung medan gaya listrik untuk sumber frekuensi, rangakaian RC sebagai objek
mempengaruhi gerak elektron kearah anoda. Medan percobaan, induktor sebagai komponen rangakaian
listrik dihasilkan oleh lempeng kapasitor yang RLC, dan Resistor sebagai peredam rangakaian
dipasang secara vertikal, maka akan terbentuk garis RLC.
lurus vertikal dinding gambar. Selanjutnya jika Pada percobaan ini terdapat tujuh
pada lempeng horizontal dipasang tegangan percobaan yaitu, percobaan pertama adalah
periodik, maka elektron yang pada mulanya mempelajari tombol-tombol yang terdapat pada
bergerak secara vertikal, kini juga bergerak secara osiloskop. Yang kedua adalah mempelajari
horizontal dengan laju tetap. Sehingga pada gambar bagaimana cara mengkalibrasi osiloskop.
terbentuk grafik sinusoidal. Percobaan ketiga, mengukur tegangan dan
frekuensi. Percobaan ini dilakukan dengan
menghubungkan sinyal lisrik keluaran dari trafo
dengan osiloskop. Selanjutnya amplitudo serta
perioda diukur. Percobaan dilakukan dengan
memvariasikan besar tegangan keluaran trafo (6 V,
10 V, dan 20 V). Dengan variasi pada masing
masing tegangan keluaran adalah variasi nilai
volt/div dan atau time/div sebanyak 5 kali. Data
yang kita dapatkan adalah amplitudo (div), T (div),
v/div, dan T/div.
Gambar 2. Bagian bagian Osiloskop Lalu, percobaan keempat adalah
menentukan nilai frekuensi dengan lissayous.
Bagian bagian osiloskop ini memiliki Percobaan ini dilakukan dengan dua buah input
fungsi masing masing. Namun, saling sinyal listrik, yang berasal dari osilator dan trafo.
berhubungan dalam membuat sinyal yang Dengan menggabungkan kedua sinyal ini dengan
ditampilkan semakin baik dan jelas untuk diamati. metode lissayous, maka terbentuklah pola
Dalam menggunakan osiloskop sebagai alat ukur lissayous. Dari pola yang terbentuk kita dapat
listrik, misalnya dalam menentukan tegangan dan mengetahui perbandingan nx dan ny serta frekuensi
frekuensi aturlah volt/div dan time/div. osilator (fy). Percobaan kelima adalah mengukur
beda fasa dari dua sinyal. Rangkaian yang
Digunakan untuk mengetahui suatu digunakan adalah rangkaian RC. Nilai frekuensi
frekuensi dengan melihat perbandingan sinyal yang yang digunakan divariasikan mulai 150 Hz hingga
terbentuk setelah kedua sinyal digabung. Dlam 1000 Hz. Dengan membandingkan ketinggian elips
menentukan suatu frekuensi tersebut dapat di pusat (b) dengan ketinggian maksimumnya (a)
menggunakan persamaan : maka beda fasa kedua sinyal dapat dihitung.

= ............. (1) Percobaan keenam adalah mengenai resonansi

listrik. Rangkaian yang digunakan adalah rangkaian
Selain itu, metode ini juga dapat digunakan untuk RLC seri. Dari hasil penggabungan sinyal,
menghitung beda fase dari dua sinyal gelombang resonansi ditentukan dengan membandingkan b dan
dengan persamaan sebagai a pula.Variasi yang digunakan dalam percobaan ini
adalah 150, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, dan
1000 dalam satuan Hz Untuk percobaan terakhir
a adalah mengenai tahanan sebagai peredam.
Rangkaian yang digunakan adalah rangkaian RLC.
Percobaan dilakukan dengan memvariasikan nilai
b Rbox yang digunakan yaitu 100 ohm, 200 ohm,
dan 500 ohm.

IV. Data dan Analisa

4.1 Tabel Data


Gambar 3. Pola Lissayous

Tabel 1. Mengukur Tegangan dan Frekuensi
sin = ............................ (2)

Grafik 2. Grafik beda sudut fasa terhadap frekuensi

Tabel 5. Tahanan sebagai Peredam

Tabel 2. Menentukan Frekuensi dengan Lissayous

4.2 Analisa

Pada percobaan pertama yaitu mengukur


tegangan dan frekuensi dilakukan pengukuran div
untuk satu gelombang dengan tegangan trafo yang
divariasikan. Arah horizontal didapatkan perioda
Tabel 3. Mengukur Beda Sudut Fasa Input dan dan arah vertikal didapatkan tegangan. Untuk
Output tegangan didapatkan nilai yang berbeda-beda antara
tegangan trafo. Tegangan yang terukur pada
osiloskop dan tegangan yang terukur pada
multimeter. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh
ketidakakuratan dalam menghitung div yang
terlihat serta kondisi alat yang tidak berfungsi
dengan baik. Perbedaan yang terjadi pada tegangan
4 volt, 10 volt, dan 20 volt tidak terlalu besar.
Untuk perbedaan pengukuran nilai tegangan
multimeter dapat disebabkan karena adanya
hambatan dalam pada setiap komponen elektronika.
Kemudian untuk frekuensi didapatkan dari perioda
yang terbaca pada osiloskop, dan frekuensi
terbaiknya adalah 65,2 Hz.
Pada prosedur kedua, yaitu menentukan
frekuensi dengan lissayous, kita menentukan
frekuensi power supply dengan lissayous berupa
Grafik 1. Grafik beda sudut fasa terhadap frekuensi frekuensi sinyal masuk (Fx). Jumlah loop pada arah
vertikal (m) dan jumlah loop pada arah horizontal
Tabel 4. Resonansi Listrik (n). Kemudian frekuensi power supply didapat dari
perbandingan banyak loop vertikal terhadap banyak
loop horizontal. Dimana sebanding dengan
perbandingan frekuensi sinyal input x dan frekuensi
input x. Maka didapatlah frekuensi terbaiknya
sebesar 105,12 Hz. Frekuensi power supply antara
prosedur 1 dan 2 terdapat perbedaan cukup jauh.
Nilai frekuensi pada percobaan 1 mendekati nilai
60 Hz dimana mendekati nilai frekuensi PLN (50-
60) Hz sedangkan untuk prosedur 2, frekuensi
berbeda jauh.
Pada percobaan ketiga dan keempat dilakukan
penentuan beda sudut fasa menggunakan
persamaan = arc sin b/B. Beda sudut fasa dapat
dihitung karena arus bolak-balik yang masuk
kedalam rangkaian. Grafik yang dihasilkan adalah
linear yang menurun yang menandakan bahwa
frekuensi berbanding terbalik dengan beda fasa.
Pada praktikum ini, seluruh data percobaan
menggunakan data sekunder sehingga kita tidak
mengetahui letak kesalahan dengan pasti.

V. Simpulan

1. Besar tegangan power supply dapat diukur


melalui osiloskop yaitu besar amplitudo
(div) dan skala v/div. Tegangan yang
diperoleh yaitu sekitar 7,23 volt.
2. Besar frekuensi power supply yang didapat
yaitu 65,23 Hz. Hal ini mendekati nilai
frekuensi PLN.
3. Beda sudut fasa yang dihasilkan pada
percobaan ini yaitu 89,5o.
4. Frekuensi resonansi yang dihasilkan yaitu
berbeda-beda disetiap b/B yang
dimasukkan.
5. Semakin besar resistor maka redaman
yang dihasilkan semakin besar.

Daftar Pustaka

[1] Sutrisno. 1987. Elektronika Teori dan


Penerapannya. Bandung : ITB
[2] Arianto, Ivan. 2012. Osiloskop.
https://scribd.com (diakses pada tanggal 30 Mei
2017 pukul 12.00 WIB)
[3] Attariks. 2003. Prinsip Kerja Osiloskop.
https://attariks.com (diakses pada tanggal 30 Mei
2017 pukul 12.00 WIB)