Anda di halaman 1dari 43

Menuju Kantin Sehat

di Sekolah
Edisi Tahun 2011

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar


Kementerian Pendidikan Nasional
Pengarah :
Prof. Dr. Ir. Dodi Nandika, MS.
Dr. Bambang Indriyanto
Prof. Dr. Ir Dedi Fardiaz, M,Sc.

TIM PENYUSUN

Dr. Lilis Nuraida


Dr. Harsi Kusumaningrum
Dr. Nurheni Sri Palupi
Ir. Sutrisno Koswara, MS
Dr. Siti Madanijah
Zulaikhah, SP.
Drs. A. Syukur Madjid
dr. Ariani, Sp.KO
Drs. Agung Triwahyunto

Editor:
dr. Widaninggar Widjajanti
Drs Negus Siregar, Msi
Drs Jintan Hutapea

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 2


KATA PENGANTAR

Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, pada pasal 1 butir 23 disebutkan bahwa sumberdaya pendidikan adalah
segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga
kependidikan, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Selain itu dalam Peraturan Pemerintah
RI nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 42 ayat 2 menyatakan
bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana dan prasarana antara lain ruang kantin.
Namun, pada kenyataannya berdasarkan hasil penelitian tentang sekolah sehat yang dilakukan
oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas Tahun 2007 pada 640 SD di provinsi
yang diteliti, sebanyak 40% belum memiliki kantin. Sementara dari yang telah memiliki kantin
(60%) sebanyak 84.30% kantinnya belum memenuhi syarat kesehatan.

Dilain pihak siswa yang tidak sarapan dan tidak membawa bekal makanan dari rumah, padahal
masa makan aktif anak lebih banyak dihabiskan pada saat jam sekolah (pagi sampai dengan
siang hari), mempunyai kecenderungan sangat tinggi untuk membeli pangan jajanan. Mereka
memilih makanan jajanan berdasarkan penampilan, rasa, dan kesegaran serta nilai makanan
(harga yang terjangkau), tanpa memperdulikan syarat kesehatan. Keberadaan kantin sekolah
memberikan peranan penting karena mampu menyediakan konsumsi makanan keluarga
karena keberadaan peserta didik di sekolah yang cukup lama. Disinilah pentingnya tersedia
pangan yang sehat dan aman dikonsumsi di kantin sekolah. Kantin sekolah sehat yang
memenuhi standar kesehatan telah ditetapkan sebagai salah satu indikator sekolah sehat.

Buku ini disusun untuk memberikan pedoman dalam rangka mewujudkan kantin sehat di sekolah.
Materi yang disampaikan pada buku ini meliputi pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak, keamanan pangan, peranan kantin dalam penyediaan pangan yang aman
dan bergizi, praktek sanitasi dan higiene, serta persyaratan sarana dan prasanara untuk
mewujudkan kantin sehat. Pada edisi tahun 2011 ditambahkan lembar pengecekan untuk menilai
sarana dan prasarana kantin sekolah. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Southeast
Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center Institut Pertanian Bogor
dan semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat
bagi sekolah dalam menata kantin yang sehat di sekolah.

Jakarta, Juni 2011


Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar

Dr. Bambang Indriyanto


NIP : 19580910 1983031001

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 3


Daftar Isi
A. Pangan Sehat dan Aman untuk Anak Sekolah .... 5

B. Pangan Beragam dan Bergizi Seimbang . 6

C. Peranan Kantin Sekolah . 10

D. Keamanan Pangan dan Pengendaliannya .. 14

E. Penyediaan Pangan Sehat dan Aman


di Kantin Sekolah . 24

F. Sarana dan Prasarana Kantin Sehat . 28

G. Mewujudkan Kantin Sehat di Sekolah . 36

H. Pengawasan Kantin Sekolah . 38

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 4


A. PANGAN SEHAT DAN AMAN UNTUK ANAK
SEKOLAH
Makanan yang sehat, aman dan bergizi adalah makanan yang mengandung zat gizi yang
diperlukan seorang anak untuk dapat hidup sehat dan produktif. Makanan tersebut harus
bersih, tidak kadaluarsa, dan tidak mengandung bahan kimia maupun mikroba berbahaya
bagi kesehatan.
Gizi yang baik dan cukup akan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara
optimal, dan akan meningkatkan kemampuan kecerdasan seorang anak. Sebaliknya, jika
anak kurang gizi maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat.
Selain masalah gizi, keamanan pangan juga merupakan masalah yang tidak kalah penting
bagi anak-anak sekolah. Makanan yang tidak bersih dan tidak aman dapat menimbulkan
keracunan dengan gejala seperti diare, mual, pusing dan dalam jangka panjang dapat
menimbulkan penyakit.
Kondisi sanitasi dan higiene yang masih rendah, penggunaan bahan kimia berbahaya secara
ilegal dalam proses pengolahan pangan, adanya kandungan cemaran mikroba dan kimia,
dan penambahan bahan tambahan pangan yang melebihi ambang batas pada makanan
jajanan anak sekolah akan sangat membahayakan kesehatan jutaan anak-anak sekolah.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melaporkan bahwa sumber terbesar
keracunan makanan yang terjadi di Indonesia adalah makanan olahan rumah tangga, jasa
boga dan makanan jajanan anak sekolah.
Penyediaan makanan yang sehat, aman dan bergizi di sekolah penting untuk mendukung
kebutuhan gizi dan kesehatan anak sekolah

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 5


B. PANGAN BERAGAM DAN BERGIZI SEIMBANG
Apa yang disebut dengan pangan yang beragam dan bergizi seimbang
?

Pangan beragam dan bergizi seimbang merupakan pangan yang mengandung zat
tenaga, pembangun dan pengatur. Pangan sumber tenaga adalah pangan yang banyak
mengandung karbohidrat, protein dan lemak. Pangan sumber zat pembangun terdapat
pada kelompok pangan hewani dan kacang-kacangan sedangkan pangan sumber zat
pengatur adalah semua jenis sayur-sayuran dan buah-buahan.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuh sesuai dengan usia, jenis kelamin dan aktivitas
anak, maka pangan harus diberikan dalam jumlah yang cukup, dan berimbang antar
kelompok pangan.

Karbohidrat
Aktivitas
Protein
Lemak Pertumbuhan
Vitamin
Mineral Pemeliharaan

Mengapa kita disarankan untuk mengkonsumsi pangan yang


beragam dan bergizi seimbang ?

Tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi secara lengkap.
Apabila terjadi kekurangan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan maka akan
dilengkapi dari makanan yang lain.
Pangan yang dikonsumsi harus dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara fisiologis dan
psikologis. Untuk itu pangan yang disediakan harus mengandung zat-zat gizi yang
berfungsi sebagai: (1) sumber energi; (2) pertumbuhan; (3) memelihara dan menggantikan
sel-sel tubuh yang rusak serta mengatur metabolisme dan pertahanan tubuh terhadap
berbagai penyakit.
Konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang serta aman dapat meningkatkan
pertumbuhan fisik dan kecerdasan, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas
sumberdaya manusia.
Menuju Kantin Sehat di Sekolah 6
Bagaimana susunan pangan yang beragam dan bergizi
seimbang ?
Pangan yang beragam dan bergizi seimbang dalam hidangan sehari-hari, minimal harus
terdiri dari satu jenis makanan sumber zat tenaga, satu jenis sumber zat pembangun dan
satu jenis sumber zat pengatur sehingga terdiri dari 3 kelompok pangan (pangan pokok,
lauk pauk, sayur dan buah).

Sumber zat pembangun yaitu


kacang-kacangan, pangan hewani
dan hasil olahannya digambarkan di bagian
atas kerucut yang dikonsumsi dalam jumlah
cukup. Kerucut paling atas adalah lemak, minyak,
susu, dan gula yang dikonsumsi seperlunya.

Sumber zat pengatur yaitu sayur dan buah

Sumber zat tenaga yaitu padi-padian, umbi-


umbian dan tepung-tepungan digambarkan
di dasar kerucut yang menunjukkan
konsumsi lebih banyak

Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk Anak Sekolah


dan Remaja :
1. Mengonsumsi aneka ragam makanan
2. Mengonsumsi makanan untuk memenuhi kecukupan energi
3. Mengonsumsi makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi
4. Membatasi konsumsi lemak dan minyak (1/4 kecukupan energi)
5. Menggunakan garam beryodium
6. Mengonsumsi makanan sumber zat besi
7. Membiasakan makan pagi
8. Minum air bersih yang aman dan dalam jumlah yang cukup
9. Melakukan aktivitas fisik secara teratur
10. Mengonsumsi makanan yang aman
11. Membaca label pada makanan yang dikemas

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 7


Pentingkah makan pagi bagi anak sekolah ?
Makan pagi/sarapan penting karena lambung kosong selama 8 jam sejak malam hari
Makan pagi adalah kegiatan makan yang dilakukan di pagi hari sebelum anak melakukan
aktivitas seperti belajar dan bermain
Makan pagi dapat membuat anak lebih berkonsentrasi dan dapat menerima pelajaran
dengan baik.
Apabila anak tidak sempat makan pagi di rumah, anak dapat membawa bekal atau dapat
makan pagi di kantin sekolah. Oleh karena itu, kantin sekolah seyogyanya dapat
menyediakan makanan yang sehat, aman dan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan
anak

Bagaimana jika anak tidak makan pagi ?


Badan lemas, mengantuk dan pusing sehingga tidak dapat mengikuti pelajaran dengan
baik dan akibatnya prestasi belajar menurun
Kebiasaan tidak makan pagi yang berlanjut akan menimbulkan masalah gizi, seperti gizi
kurang, anemia, dan lain-lain

Bagaimana makan pagi yang sehat dan bergizi ?


Makan pagi dapat menyumbang seperempat dari kebutuhan gizi sehari anak yaitu
sekitar 450-500 kilokalori (kkal). Makan pagi seyogyanya mengandung makanan
pokok, lauk pauk, sayur, buah dan dilengkapi dengan segelas susu
Contoh menu makan pagi yang dapat menyumbangkan 467 kkal terdiri dari:
Bubur Ayam 1 porsi (175 gr)
Susu 1 gelas (200 ml)

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 8


Berapa kebutuhan gizi sehari anak sekolah dan remaja ?

Anak sekolah membutuhkan gizi yang lebih banyak seiring dengan pertambahan
usia dan aktivitas fisik anak.
Perbedaan jenis kelamin juga menunjukkan perbedaan kebutuhan gizi seorang
anak, dimana anak laki-laki cenderung membutuhkan gizi lebih banyak dibanding
dengan perempuan.
Gizi diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Kebutuhan gizi anak usia sekolah dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Kelompok Umur
Anak SD SMP (12-15 tahun) SMA (15-18 tahun)
AKG
7-9 (10-12 tahun)
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
tahun Laki-laki Perempuan
Energi
1800 2050 2050 2400 2350 2600 2200
(kkal)
Protein (g) 45 50 50 60 57 65 55
Vitamin A
500 600 600 600 600 600 600
(RE)
Vitamin C
45 50 50 75 65 90 75
(mg)
Kalsium
600 1000 1000 1000 1000 1000 1000
(mg)
Zat Besi
10 13 14 19 26 13 26
(mg)
Yodium
120 120 120 150 150 150 150
(g)

Sumber : WKNPG (2004)

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 9


C. PERANAN KANTIN SEKOLAH

Apa peranan kantin sekolah dalam penyediaan pangan


sehat dan aman?

Kantin atau warung sekolah merupakan salah satu tempat jajan anak sekolah
selain penjaja makanan jajanan di luar sekolah.
Kantin sekolah mempunyai peranan yang penting dalam mewujudkan pesan-pesan
kesehatan dan dapat menentukan perilaku makan siswa sehari-hari melalui
penyediaan makanan jajanan di sekolah.
Kantin sekolah dapat menyediakan makanan sebagai pengganti makan pagi dan
makan siang di rumah serta camilan dan minuman yang sehat, aman dan bergizi.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 10


Makanan apa saja yang dijual di kantin sekolah?

Makanan Sepinggan
Makanan sepinggan merupakan kelompok
makanan utama, yang dapat disiapkan di rumah GANTI
terlebih dahulu atau disiapkan di kantin
Contoh makanan sepinggan seperti gado-gado,
nasi uduk, siomay, bakso, mie ayam, lontong
sayur dan lain-lain
Makanan camilan
Makanan camilan adalah makanan yang
dikonsumsi di antara dua waktu makan.
Makanan camilan terdiri dari:
Makanan camilan basah, seperti pisang
goreng, lemper, lumpia, risoles, dan lain-lain.
Makanan camilan ini dapat disiapkan di
rumah terlebih dahulu atau disiapkan di
kantin.
Makanan camilan kering, seperti produk
ekstrusi (brondong), keripik, biskuit, kue
kering, dan lain-lain. Makanan camilan ini
umumnya diproduksi oleh industri pangan
baik industri besar, industri kecil, dan industri
rumah tangga.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 11


Makanan apa saja yang dijual di kantin sekolah?

Minuman
Kelompok minuman yang biasanya dijual
di kantin meliputi:
Air putih, baik dalam kemasan
maupun yang disiapkan sendiri
Minuman ringan:

Dalam kemasan, misalnya teh,


minuman sari buah, minuman
berkarbonasi, dan lain-lain
Disiapkan sendiri oleh kantin,
misalnya es sirup, teh
Minuman campur, seperti es buah, es
campur, es cendol, es doger, dan
lain-lain

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 12


Makanan apa saja yang dijual di kantin sekolah?

Buah

Buah merupakan salah satu jenis


makanan sumber vitamin dan mineral
yang penting untuk anak usia sekolah.
Buah-buahan sebaiknya dikonsumsi
setiap hari. Buah-buahan dapat dijual
dalam bentuk :
Utuh, misalnya pisang, jambu, jeruk,
dan lain-lain
Kupas dan potong, misalnya
pepaya, nanas, melon, mangga,
dan lain-lain

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 13


D. KEAMANAN PANGAN DAN PENGENDALIANNYA
Amankah pangan anda?
BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA KIMIA

Pangan aman adalah pangan


yang tidak mengandung bahaya
keamanan pangan, yang terdiri
atas bahaya biologis/mikrobiologis,
kimia dan fisik.

BAHAYA FISIK BEBAS BAHAYA

Bahaya mikrobiologis
Bahaya biologis/mikrobiologis adalah mikroba yang
dapat menyebabkan penyakit seperti Salmonella,
E. coli, virus, parasit dan kapang penghasil mikotoksin
Bakteri

Bahaya kimia
Bahaya kimia adalah bahan kimia yang tidak diperbolehkan
digunakan untuk pangan, misalnya logam dan polutan lingkungan,
Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang tidak digunakan semestinya,
pestisida, bahan kimia pembersih, racun/ toksin asal tumbuhan/
hewan, dan sejenisnya.

Bahaya fisik
Bahaya fisik adalah benda-benda yang dapat tertelan dan dapat
menyebabkan luka misalnya pecahan gelas, kawat stapler, potongan
tulang, potongan kayu, kerikil, rambut, kuku, sisik dan sebagainya.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 14


Pangan berisiko tinggi terhadap cemaran mikroba

Bahan pangan berikut ini berpeluang


mengandung bakteri yang dapat Daging
menyebabkan penyakit sehingga Ikan
risiko keamanan pangannya tinggi Telur
Susu
Bakterinya Sayuran mentah
mana?? Produk-produk pangan yang
terbuat atau mengandung
daging, ikan, telur dan susu

Pangan berwarna
terang/cerah
berpeluang
mengandung
bahan kimia yang
berbahaya

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 15


Jagalah Kebersihan
Pisahkan Pangan Mentah dari Pangan Matang
Masaklah Pangan dengan Benar
Simpan Pangan pada Suhu yang Aman
Gunakan Air dan Bahan Baku yang Aman

Sumber : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 16


Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan?

Mencuci tangan dengan seksama menggunakan


sabun dan air bersih:
sebelum memasak atau menyiapkan
pangan,
sebelum atau setelah menyentuh pangan,
setelah menyentuh bahan mentah
setelah dari toilet dan
setelah memegang benda yang kotor
(uang, piring kotor dan lain-lain)
(lihat 10 langkah cara mencuci tangan yang
benar)

Merawat kuku tetap pendek dan menjaga kuku


tetap bersih. Penggunaan sabun yang baik
membantu membersihkan kuku.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 17


Langkah
Cara Mencuci Tangan

1 2 3 4 5

Basahi tangan Tuangkan sabun Gosok telapak Gosok punggung Gosok


ke telapak tangan tangan tangan sela-sela jari

6 7 8 9 10

Gosok ujung jari Gosok ibu jari & Bersihkan kuku Bilas sampai Keringkan tangan
pergelangan tangan bersih dengan tisu atau
lap kering bersih

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 18


Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan?

Membersihkan dan mensanitasi permukaan tempat / meja dimana


bahan pangan akan diletakkan dan dimasak (meja dapur, lantai, dan
sebagainya) dengan menggunakan deterjen/sabun dan air bersih
dengan benar.

Membersihkan dan mensanitasi semua peralatan termasuk pisau, sendok, panci,


piring setelah dipakai dengan menggunakan deterjen/sabun dan air.
Meletakkan peralatan yang tidak dipakai dengan menghadap ke bawah
Membilas kembali peralatan dengan air sebelum mulai memasak.
Menjaga kebersihan ketika memasak sehingga tidak ada peluang untuk
pertumbuhan mikroba.

Bakteri Virus

Menjaga dapur dan kantin agar bebas dari


tikus, kecoa, lalat, serangga dan hewan
lain.
Membuang sampah secara teratur.
Membersihkan lantai dan dinding secara
teratur
Menjaga pangan dalam keadaan tertutup.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 19


Apa yang harus dipenuhi pekerja yang langsung menangani
pangan?

Tidak sedang sakit (batuk, pilek, muntaber, diare) dan tidak berpenyakit menular
Memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan serta
mempraktekkannya
Mengetahui dan mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar
Mengenakan pakaian bersih dan berwarna terang
Mengenakan celemek berwarna terang dan topi kerja
Menggunakan alas kaki

Apa yang harus dihindari oleh pekerja selama menangani


pangan dan menyajikan makanan?
Menggaruk-garuk badan, mengorek hidung dan meludah
Makan, merokok sambil menangani makanan
Memiliki luka yang terbuka, tidak ditutup perban
Mengambil makanan dengan tangan langsung.
Mengambil makanan harus menggunakan sendok atau
penjepit

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 20


Mengapa harus memisahkan pangan mentah dari pangan
matang ?

Pangan mentah terutama daging, unggas, dan pangan asal laut, serta cairannya,
mengandung mikroba berbahaya yang mungkin berpindah ke pangan lain
selama persiapan dan penyimpanan pangan (terjadi pencemaran atau
kontaminasi silang).

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah kontaminasi silang ?


Mencuci tangan setelah menangani pangan mentah.
Menggunakan peralatan yang terpisah, seperti pisau, talenan, dan cobek, untuk menangani
pangan mentah dan pangan matang. Jika digunakan peralatan yang sama, maka peralatan
yang telah digunakan untuk pangan mentah harus segera dibersihkan dan dikeringkan
sebelum digunakan untuk pangan siap santap/matang.
Menggunakan lap yang berbeda untuk mengeringkan peralatan masak dan makan, dan untuk
membersihkan meja dan mengeringkan tangan
Menyimpan pangan dalam wadah yang terpisah untuk menghindari kontak antara pangan
mentah dan pangan yang sedang disiapkan.
Memisahkan daging, unggas, pangan asal laut mentah dari pangan lain.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 21


Bagaimana cara memasak dengan benar
?
Memasak pangan dengan seksama sampai seluruhnya
terpapar panas. Pemasakan yang tepat dapat membunuh
hampir semua mikroba berbahaya

Bagaimana cara menyimpan pangan yang aman ?


Menjaga semua pangan dalam keadaan tertutup untuk
menghindari hinggapnya lalat. Lalat dapat menyebarkan
penyakit menular.
Jika pangan matang dibuat dari pangan berisiko tinggi seperti
daging dan ikan, maka jangan menyimpan makanan tersebut
pada suhu ruang lebih dari dua jam karena pada kondisi ini
mikroba dapat memperbanyak diri sampai pada jumlah yang
menyebabkan pangan tidak aman dikonsumsi.
Menyimpan semua pangan matang dan yang mudah rusak pada
suhu dingin (lebih baik <5oC)
Menjaga makanan tetap panas pada suhu lebih tinggi dari
60oC, jika makanan yang disajikan panas. Sebagian besar
mikroba penyebab penyakit tidak dapat bertahan pada suhu
tinggi.
Menuju Kantin Sehat di Sekolah 22
Bagaimana cara menggunakan air dan bahan yang aman?

Menggunakan air yang tidak berwarna dan tidak berbau. Air harus
bebas dari mikroba dan bahan kimia yang dapat membahayakan
kesehatan seseorang.
Memilih pangan segar dan utuh
Jangan menggunakan bahan pangan setelah tanggal kadaluarsanya
Mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum disajikan atau digunakan,
serta membuang bagian yang busuk atau memar

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 23


E. PENYEDIAAN PANGAN SEHAT DAN AMAN DI
KANTIN SEKOLAH
Penyediaan Makanan Sepinggan
1 dan Camilan Basah

Bagaimana cara menyiapkan bahan pangan yang baik


Pilih pangan segar dalam kondisi yang baik atau bahan
baku belum melewati batas tanggal kadaluarsa
Pangan beku
Pencairan pangan beku dilakukan di dalam
refrigerator atau dengan menggunakan air
mengalir
Pangan yang sudah tidak beku harus segera
dimasak, tidak boleh dibekukan kembali, karena
pembekuan berulang akan menyebabkan pangan
mudah ditumbuhi oleh mikroba
Sayuran harus dicuci sebelum digunakan atau disajikan
Jika menggunakan bahan tambahan pangan (BTP), gunakan
jenis dan takaran BTP yang diperkenankan
Bagaimana cara memasak dengan benar
Masak pangan terutama daging, unggas, telur dan pangan asal laut dengan
seksama sampai seluruhnya terpapar panas. Untuk daging dan unggas, pastikan
bahwa semua bagian daging tidak berwarna merah muda lagi.
Masak pangan seperti sup dan pangan lain yang direbus sampai mendidih selama
sedikitnya satu menit.
Jika harus memanaskan kembali, panaskan kembali pangan matang sampai
panasnya menyeluruh.
Menuju Kantin Sehat di Sekolah 24
2 Penyediaan Makanan Camilan Kering

Apa persyaratan makanan camilan kering


yang dijual di kantin sekolah
Makanan camilan kering dalam kemasan yang dijual di kantin sekolah harus memenuhi
persyaratan berikut:
Kemasan tidak bocor
Tanggal kadaluarsa belum terlewati
Memiliki ijin edar dari Badan POM atau Dinas Kesehatan dan/atau diketahui
dengan jelas produsennya atau pemasoknya

3 Penyediaan Minuman
Apa persyaratan minuman yang dijual di kantin sekolah
Air putih
Air putih harus dibuat dari air bersih dan harus didihkan terlebih dahulu
Untuk air dalam kemasan, sediakan air kemasan yang belum melewati tanggal kadaluarsa
Minuman ringan dalam kemasan:
Minuman ringan dalam kemasan yang dijual di kantin harus memenuhi persyaratan berikut:
Kemasan utuh, tidak bocor, tidak gembung
Belum melewati tanggal kadaluarsa
Memiliki ijin edar dari Badan POM atau Dinas Kesehatan dan/atau diketahui dengan
jelas pemasoknya
Minuman ringan dan minuman campur yang disiapkan sendiri
oleh kantin, harus memenuhi persyaratan berikut:
Menggunakan air yang telah dimasak/dididihkan
Menggunakan es yang dibuat dari air matang
Tidak menggunakan bahan tambahan pangan (BTP)
misalnya pewarna dan pemanis yang dilarang dan melebihi
takaran yang diperkenankan
Jika menggunakan buah, maka buah harus dicuci bersih
sebelum digunakan
Menyajikannya dalam gelas yang bersih
Menuju Kantin Sehat di Sekolah 25
4 Penyiapan Buah

Bagaimana cara menyiapkan buah segar

Buah-buahan harus dicuci sebelum disajikan, baik untuk buah potong maupun untuk buah
utuh.
Mencuci buah dilakukan dengan air mengalir
Buah-buahan yang permukaannya kasar, sebaiknya buah dicuci menggunakan sikat
Membuang bagian buah yang busuk atau memar
Menggunakan pisau yang bersih untuk mengupas buah. Jangan menggunakan pisau
yang telah digunakan untuk memotong daging.

Bagaimana cara mendinginkan buah potong

Buah potong dengan ukuran satu porsi dibungkus dengan kantong plastik bersih
Untuk mendinginkan buah, simpan buah potong di lemari pendingin/kulkas.
Jika tidak tersedia lemari pendingin/kulkas, buah potong dapat didinginkan dengan es
yang dibuat dari air matang
Jika tidak memungkinkan mendapatkan es yang dibuat dari air matang, dapat
digunakan es yang dibuat dari air yang telah diklorinasi, tetapi buah potong harus
dibungkus dengan kantong plastik yang tidak bocor untuk menghindari kontak langsung
antara es dengan buah.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 26


5 Penyimpanan dan Penyajian

Bagaimana cara menyimpan pangan dalam lemari


pendingin
Jika menyimpan makanan mentah dan matang pada lemari
pendingin yang sama, maka simpanlah
daging yang tidak beku dan akan segera dimasak pada
rak paling bawah dan dikemas dalam wadah tertutup
atau kantung plastik
telur pada rak yang telah disediakan. Telur dicuci
terlebih dahulu sebelum disimpan
sayuran dan buah di rak tengah
makanan matang pada rak paling atas

Apa yang harus dilakukan jika kantin menjual


makanan matang siap konsumsi dan
disajikan selama lebih dari 3 jam

Semua pangan matang dan yang mudah rusak


disimpan pada suhu dingin (lebih baik <5oC)
Jangan menyimpan pangan terlalu lama meskipun
di dalam lemari pendingin
Memanaskan kembali pangan yang akan disajikan
setelah disimpan di dalam lemari pendingin
Menyajikan makanan panas dengan suhu di atas 60oC
Menghindari terlalu sering membuka lemari pendingin.
Jika lemari pendingin sering dibuka, suhu di dalamnya
tidak terjaga dengan baik, terutama di daerah beriklim
panas.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 27


F. SARANA DAN PRASARANA KANTIN SEHAT
Kantin sekolah dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu kantin dengan ruangan
tertutup dan kantin dengan ruangan terbuka seperti di koridor atau di halaman sekolah.
Meskipun kantin berada di ruang terbuka, namun ruang pengolahan dan tempat
penyajian makanan harus dalam keadaan tertutup.
Kedua jenis kantin di atas harus memiliki sarana dan prasana sebagai berikut:
sumber air bersih, tempat penyimpanan, tempat pengolahan, tempat
penyajian dan ruang makan, fasilitas sanitasi, perlengkapan kerja dan tempat
pembuangan limbah.

Apa persyaratan bangunan untuk kantin sehat?


Kantin dengan ruang tertutup harus mempunyai bangunan tetap dengan persyaratan
tertentu, sedangkan kantin dengan ruang terbuka (koridor atau halaman) harus mempunyai
tempat tertutup untuk persiapan dan pengolahan serta penyajian makanan dan minuman.
Persyaratan bangunan untuk kantin dengan ruangan tertutup adalah sebagai berikut:
Lantai kedap air, rata, halus tetapi tidak licin, kuat, dibuat miring sehingga mudah
dibersihkan.
Dinding kedap air, rata, halus, berwarna terang, tahan lama, tidak mudah mengelupas,
dan kuat sehingga mudah dibersihkan.
Langit-langit terbuat dari bahan tahan lama, tidak bocor, tidak berlubang-lubang, dan
tidak mudah mengelupas serta mudah dibersihkan.
Pintu, jendela dan ventilasi kantin dibuat dari bahan tahan lama, tidak mudah pecah,
rata, halus, berwarna terang, dapat dibuka-tutup dengan baik, dilengkapi kasa yang
dapat dilepas sehingga mudah dibersihkan.
Untuk ruang pengolahan dan penyajian serta tempat makan di ruangan, lubang
angin/ventilasi minimal 2 buah dengan luas keseluruhan lubang ventilasi 20% terhadap
luas lantai harus tersedia.
Lantai, dinding, langit-langit kantin, pintu, jendela, dan lubang angin/ventilasi selalu
dalam keadaan bersih.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 28


Bagaimana kantin mendapatkan air bersih?

Kantin dengan ruangan tertutup maupun kantin dengan


ruangan terbuka harus mempunyai suplai air bersih yang
cukup, baik untuk kebutuhan pengolahan maupun untuk
kebutuhan pencucian dan pembersihan.
Air dapat diperoleh dari PAM maupun dari sumur
Untuk air yang akan digunakan memasak dan disimpan
dalam ember, jangan kotori air dengan mencelupkan
tangan. Gunakan gayung bertangkai panjang untuk
mengeluarkan air dari ember/wadah air. Ember/wadah air
harus selalu tertutup

Apa persyaratan air untuk kantin?


Air harus bebas dari mikroba dan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan
seseorang, tidak berwarna dan berbau.
Air yang digunakan harus memenuhi persyaratan kualitas air bersih dan atau air
minum. Air yang akan digunakan untuk memasak atau mencuci bahan pangan harus
memenuhi persyaratan bahan baku air minum.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 29


Bagaimana sebaiknya kondisi tempat pengolahan atau
tempat persiapan makanan di kantin?

Ruang pengolahan atau persiapan makanan mempunyai persyaratan yang sama, baik
untuk kantin ruang tertutup maupun kantin ruang terbuka.
Ruang pengolahan selalu dalam keadaan bersih dan terpisah dari ruang penyajian dan
ruang makan. Ruang pengolahan atau persiapan makanan harus tertutup.
Terdapat tempat/meja yang permanen dengan permukaan halus, tidak bercelah dan
mudah dibersihkan untuk pengolahan atau penyiapan makanan.
Ruang pengolahan tidak berdesakan sehingga setiap karyawan yang sedang bekerja
dapat leluasa bergerak.
Terdapat lampu penerangan yang cukup terang sehingga karyawan dapat mengerjakan
tugasnya dengan baik, teliti dan nyaman. Lampu penerangan tidak berada langsung di
atas meja pengolahan pangan. Jika lampu berada langsung di atas tempat pengolahan,
lampu tersebut harus diberi penutup.
Terdapat ventilasi yang cukup agar udara panas dan lembab di dalam ruangan
pengolahan dapat dibuang keluar dan diganti dengan udara segar.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 30


Bagaimana sebaiknya kondisi tempat penyajian dan tempat
makan di kantin ?

Tempat Penyajian atau Display


Makanan

Kantin ruang tertutup maupun kantin ruang terbuka


harus mempunyai tempat penyajian makanan seperti
lemari display, etalase atau lemari kaca yang
memungkinkan konsumen dapat melihat makanan
yang disajikan dengan jelas. Tempat penyajian atau
display makanan ini harus selalu tertutup untuk
melindungi makanan dari debu, serangga dan hama
lainnya.

Makanan camilan harus mempunyai tempat


penyajian yang terpisah dari tempat penyajian
makanan sepinggan. Makanan camilan yang
dikemas dapat digantung atau ditempatkan dalam
wadah dan disajikan pada tempat yang terlindung
dari sinar matahari langsung atau debu.

Buah potong harus mempunyai tempat display


tersendiri dan dijaga kebersihannya, terhindar dari
kontaminasi debu, serta sedapat mungkin dalam
keadaan dingin/didinginkan.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 31


Bagaimana sebaiknya kondisi tempat penyajian dan tempat
makan di kantin ?

Tempat Makan

Kantin harus menyediakan meja dan kursi dalam


jumlah yang cukup dan nyaman. Meja dan kursi
harus selalu dalam keadaan bersih, tidak
berdesakan sehingga setiap konsumen dapat
leluasa bergerak. Permukaan meja harus mudah
dibersihkan.

Untuk kantin dalam ruang tertutup, ruang makan


harus mempunyai ventilasi yang cukup agar udara
panas dan lembab di dalam ruangan pengolahan
dapat dibuang keluar dan diganti dengan udara
segar

Untuk kantin yang menggunakan koridor, taman


atau halaman sekolah sebagai tempat makan,
tempat tersebut harus selalu dijaga kebersihannya,
rindang (tidak terkena matahari langsung jika tidak
ada atap), ada pertukaran udara, serta jauh dari
tempat penampungan sampah, WC dan
pembuangan limbah (jarak minimal 20 m).

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 32


Apa persyaratan tempat penyimpanan di kantin?

Tempat penyimpanan untuk kantin yang tertutup maupun kantin di ruang terbuka
mempunyai persyaratan yang sama.
Kantin harus mempunyai tempat penyimpanan bahan baku, tempat penyimpanan
makanan jadi yang akan disajikan, tempat penyimpanan bahan bukan pangan dan
tempat penyimpanan peralatan.
Mempunyai tempat penyimpanan peralatan makan yang bebas pencemaran (lemari).
Peralatan yang telah dibersihkan dan disanitasi harus disimpan pada rak/lemari yang
bersih. Sebaiknya permukaan peralatan menghadap ke bawah, supaya terlindung dari
debu, kotoran atau pencemaran lainnya.
Tempat penyimpanan bahan mentah termasuk bumbu dan bahan tambahan pangan
(BTP) harus terpisah dengan produk atau makanan yang siap disajikan.
Tempat penyimpanan khusus harus tersedia untuk menyimpan bahan-bahan bukan
pangan seperti bahan pencuci, minyak tanah. Bahan berbahaya seperti pemberantas
serangga, tikus, kecoa, bakteri dan bahan berbahaya lainnya tidak boleh disimpan di
kantin.
Tempat penyimpanan harus mudah dibersihkan dan bebas dari hama seperti serangga,
binatang pengerat seperti tikus, burung, atau mikroba dan ada sirkulasi udara.
Penyimpanan bahan baku dan produk pangan harus sesuai dengan suhu penyimpanan
yang dianjurkan.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 33


Bagaimana sebaiknya kondisi peralatan untuk
pengolahan/persiapan makanan di kantin?

Peralatan harus mudah dibersihkan, kuat dan tidak


mudah berkarat, misalnya peralatan dari baja tahan
karat.
Permukaan peralatan yang kontak langsung dengan
pangan harus halus, tidak bercelah, tidak mengelupas,
dan tidak menyerap air.
Peralatan bermotor seperti pengaduk dan blender
hendaknya dapat dibongkar agar bagian-bagiannya
mudah dibersihkan.

Apa dan bagaimana kondisi fasilitas sanitasi dalam kantin ?


Fasilitas sanitasi dalam kantin mempunyai persyaratan
yang sama, baik untuk kantin yang tertutup maupun
kantin di ruang terbuka, yaitu :
Tersedia bak cuci piring dan peralatan dengan air
mengalir serta rak pengering.
Tersedia wastafel dengan sabun/detergen dan lap
bersih atau tisue di tempat makan dan di tempat
pengolahan/persiapan makanan.
Tersedia suplai air bersih yang cukup, baik untuk
kebutuhan pengolahan maupun untuk kebutuhan
pencucian dan pembersihan.
Tersedia alat cuci/pembersih yang terawat baik
seperti sapu lidi, sapu ijuk, selang air, kain lap,
sikat, kain pel, dan bahan pembersih seperti
sabun/deterjen dan bahan sanitasi.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 34


Apa perlengkapan kerja karyawan kantin?

Perlengkapan kerja karyawan kantin yang harus


disediakan antara lain baju kerja, tutup kepala, dan
celemek berwarna terang, serta lap yang bersih. Jika tidak
memungkinkan menggunakan tutup kepala, rambut harus
tertata rapi dengan dipotong pendek atau diikat

Apakah ada persyaratan khusus untuk tempat penyimpanan


uang di kasir ?

Ya, karena uang merupakan sumber kontaminasi mikroba yang sering tidak kita sadari.
Tempat penyimpanan uang harus berada jauh dari etalase atau display pangan siap saji.
Sebaiknya orang yang menerima pembayaran/kasir tidak merangkap sebagai pengolah
dan/atau penyaji makanan, agar tidak terjadi pemindahan mikroba melalui uang.

Apa persyaratan pembuangan limbah (cair, padat dan gas)


yang harus ada di kantin ?

Baik kantin yang tertutup maupun kantin di ruang terbuka mempunyai persyaratan
pembuangan limbah yang sama, antara lain :
Tempat sampah atau limbah padat di kantin harus tersedia dan jumlahnya cukup serta
selalu tertutup.
Di dalam maupun di luar kantin harus bebas dari sampah. Jarak kantin dengan tempat
penampungan sampah sementara minimal 20 meter.
Ada selokan atau saluran pembuangan air, termasuk air limbah dan berfungsi dengan
baik serta mudah dibersihkan bila terjadi penyumbatan.
Terdapat lubang angin yang berfungsi untuk mengalirkan udara segar dan membuang
limbah gas hasil pemasakan makanan.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 35


G. MEWUJUDKAN KANTIN SEHAT DI SEKOLAH
Langkah-langkah berikut dapat membantu dalam mewujudkan kantin sehat di sekolah:

Sekolah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan


Dinas Kesehatan/Puskesmas

Sekolah melakukan sosialisasi kepada orang tua murid,


pengelola kantin atau penjual makanan di sekolah

Sekolah menunjuk pembina dan pengawas kantin sekolah

Sekolah mengirimkan pembina dan pengawas kantin sekolah


untuk mengikuti pelatihan kantin sehat yang dilaksanakan oleh
instansi terkait

Sekolah melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap pengelola


kantin dan penjual makanan di sekolah

Melakukan perbaikan dan penyediaan sarana kantin sehat

Melakukan monitoring internal terhadap pelaksanaan kantin sehat di sekolah

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 36


Persyaratan apa yang harus dipenuhi untuk menjadi
pengelola dan pelaksana kantin sehat ?
Pengelola dan pelaksana kantin sehat harus memiliki pengetahuan mengenai
gizi seimbang, cara pengolahan pangan yang baik, keamanan pangan dan
praktek sanitasi dan higiene.
Pengetahuan tentang gizi seimbang dan beragam diperlukan dalam
menyusun menu sehari-hari yang diperlukan oleh masing-masing kelompok
umur anak sekolah, sehingga anak-anak tercukupi kebutuhan gizinya dan
tidak bosan mengonsumsinya
Pengetahuan cara pengolahan pangan yang baik diperlukan dalam memilih
cara-cara pengolahan yang tepat, pemilihan bahan baku dan bahan
tambahan untuk menghasilkan makanan yang bergizi dan aman.
Pengetahuan tentang keamanan pangan diperlukan untuk mengenali
bahaya-bahaya dalam pangan dan menentukan cara pencegahannya.
Pengetahuan tentang sanitasi dan higiene diperlukan untuk mencegah
masuknya bakteri dan bahan kimia berbahaya ke dalam pangan.
Pengetahuan mengenai sarana dan prasarana minimum yang harus
dipenuhi oleh kantin sehat diperlukan untuk mewujudkan sarana kantin
sehat

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 37


H. PENGAWASAN KANTIN SEKOLAH
Kepala sekolah dan para guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam
mengarahkan kantin sekolah untuk dapat menyediakan makanan yang sesuai dengan
PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang).
Selain kepala sekolah dan guru, kelompok orang tua siswa juga dapat berperan agar kantin
dapat menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan aman bagi kesehatan.

Siapa yang melakukan pengawasan terhadap kantin sekolah


?
Secara informal, seluruh pihak termasuk orang tua dan murid dapat menjadi pengawas
kantin sekolah.
Secara formal sekolah dapat menunjuk guru atau petugas UKS sebagai pembina dan
pengawas internal kantin sehat di sekolah.
Petugas Dinas Kesehatan/ Puskesmas dapat dilibatkan sebagai pengawas eksternal.

Persyaratan apa yang harus dimiliki seorang pengawas


kantin sekolah ?
Untuk dapat melaksanakan fungsinya sebagai pembina dan pengawas kantin sehat di
sekolah, maka seorang pengawas kantin sehat harus:
mendapat tugas dari sekolah sebagai pembina dan pengawas kantin sekolah.
telah mengikuti pelatihan Pembinaan Pengawas Kantin Sekolah
memiliki pengetahuan mengenai Gizi Seimbang dan Beragam, Keamanan
Pangan, Cara Pengolahan Pangan yang Baik, Sanitasi dan Higiene.serta
Persyaratan Sarana dan Prasarana Kantin Sehat

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 38


Sarana dan Kondisi Saat Ini Keterangan &
No Prasarana Persyaratan Kurang Perbaikan yang
Ya Tidak akan dilakukan
memenuhi
1 Bangunan

a. Lantai Rata, halus, mudah dibersihkan

Tidak licin

Agak miring agar mudah dibersihkan

b. Dinding Rata, halus, mudah dibersihkan

Bahan kuat, tahan lama, tidak mudah


mengelupas

Warna terang

c. Langit-langit Berplafon, mudah dibersihkan

Tidak bocor

Tidak berlubang

Tidak mengelupas

d. Pintu, jendela Dibuat dari bahan tahan lama


dan ventilasi

Tidak mudah pecah

Rata, halus, bersih

Warna terang

Dapat dibuka-tutup dengan baik

Dilengkapi kasa yang dapat dilepas


e. Ruang Bersih
pengolahan

Total ventilasi minimum 20%


terhadap luas lantai

2. Suplai air Tersedia suplai air bersih yang


cukup, baik untuk kebutuhan
pengolahan maupun untuk kebutuhan
pencucian dan pembersihan

Air bersih, tidak berwarna dan tidak


berbau

3. Tempat Bersih
pengolahan
atau tempat
persiapan
makanan

Luasan yang cukup (tidak


berdesakan & leluasa bergerak)

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 39


Sarana dan Kondisi Saat Ini Keterangan &
No Prasarana Persyaratan Kurang Perbaikan yang
Ya Tidak akan dilakukan
memenuhi
Terpisah dari ruang penyajian dan
ruang makan

Tempat/meja yang permenan untuk


persiapan dengan permukaan halus

Lampu penerangan yang cukup


terang dan tidak berada langsung di
atas meja pengolahan pangan.

Ventilasi yang cukup agar udara


panas dan lembab di dalam ruangan
pengolahan dapat dibuang keluar dan
diganti dengan udara segar

4. Penyajian atau Mempunyai tempat penyajian


Display makanan seperti lemari display,
Makanan etalase atau lemari kaca yang
memungkinkan konsumen dapat
melihat makanan yang disajikan
dengan jelas.

Makanan camilan harus mempunyai


tempat penyajian yang terpisah dari
tempat penyajian makanan
sepinggan.

Makanan camilan yang dikemas


dapat digantung atau ditempatkan
dalam wadah dan disajikan pada
tempat yang terlindung dari sinar
matahari langsung atau debu.

Buah potong mempunyai tempat


display tersendiri dan dijaga
kebersihannya, terhindar dari
kontaminasi debu, serta dalam
keadaan dingin/didinginkan

5. Tempat Makan Meja dan kursi dalam jumlah yang


cukup dan nyaman.

Permukaan meja harus mudah


dibersihkan.

Untuk kantin dalam ruang tertutup,


ruang makan harus mempunyai
ventilasi yang cukup.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 40


Sarana dan Kondisi Saat Ini Keterangan &
No Prasarana Persyaratan Kurang Perbaikan yang
Ya Tidak akan dilakukan
memenuhi
Untuk kantin yang menggunakan
koridor, taman atau halaman sekolah
sebagai tempat makan, tempat
tersebut harus selalu dijaga
kebersihannya, rindang (tidak terkena
matahari langsung jika tidak ada
atap)

Jauh dari tempat sampah, WC dan


pembuangan limbah.

6. Tempat Ada tempat penyimpanan bahan


penyimpanan baku

Ada tempat penyimpanan makanan


jadi yang akan disajikan

Ada tempat penyimpanan bahan


bukan pangan

Ada tempat penyimpanan peralatan


yang bersih

Tempat penyimpanan bahan mentah


termasuk bumbu dan bahan
tambahan pangan (BTP) terpisah
dengan produk atau makanan yang
siap disajikan.

Tempat penyimpanan khusus untuk


menyimpan bahan-bahan bukan
pangan seperti bahan pencuci,
minyak tanah

Mudah dibersihkan dan bebas dari


hama seperti serangga, binatang
pengerat seperti tikus, burung, atau
mikroba dan ada sirkulasi udara

Penyimpanan bahan baku dan


produk pangan harus sesuai dengan
suhu penyimpanan yang dianjurkan.

7. Peralatan Peralatan harus mudah dibersihkan,


untuk kuat dan tidak mudah berkarat,
pengolahan/pe misalnya peralatan dari baja tahan
rsiapan karat
makanan

Permukaan peralatan yang kontak


langsung dengan pangan harus
halus, tidak bercelah, tidak
mengelupas, dan tidak menyerap air.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 41


Sarana dan Kondisi Saat Ini Keterangan &
No Prasarana Persyaratan Kurang Perbaikan yang
Ya Tidak akan dilakukan
memenuhi
Peralatan bermotor seperti pengaduk
dan blender hendaknya dapat
dibongkar agar bagian-bagiannya
mudah dibersihkan.

8. Fasilitas Tersedia bak cuci piring dan


Sanitasi peralatan dengan air mengalir serta.
Tersedia rak pengering

Tersedia wastafel dengan


sabun/detergen dan lap bersih atau
tisue di tempat makan

Tersedia wastafel dengan


sabun/detergen dan lap bersih atau
tisue di tempat
pengolahan/persiapan makanan.

Tersedia alat cuci/pembersih yang


terawat baik seperti sapu lidi, sapu
ijuk, selang air, kain lap, sikat, kain
pel, dan bahan pembersih seperti
sabun/deterjen dan bahan sanitasi.

9. Perlengkapan Perlengkapan kerja karyawan kantin


kerja karyawan (baju kerja, tutup kepala, dan
celemek berwarna terang, serta lap
yang bersih).

10. Tempat Tempat penyimpanan uang berada


penyimpanan jauh dari etalase atau display pangan
uang siap saji.

11. Pembuangan Tempat sampah atau limbah padat di


limbah kantin kantin harus tersedia dan jumlahnya
cukup serta selalu tertutup
Di dalam maupun di luar kantin bebas
dari sampah

Jarak kantin dengan tempat


penampungan sampah sementara
minimal 20 meter.

Selokan atau saluran pembuangan


air dan berfungsi dengan baik serta
mudah dibersihkan bila terjadi
penyumbatan
Terdapat lubang angin yang
berfungsi untuk mengalirkan udara
segar dan membuang limbah gas
hasil pemasakan makanan.

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 42


Pangan sehat dan
aman berperan dalam
mencerdaskan bangsa

Marilah kita sediakan pangan


beragam, bergizi seimbang dan aman

Menuju Kantin Sehat di Sekolah 43