Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN HASIL PENGUJIAN

GERAK MELINGKAR

Tim Penguji :

1. Putri Nur Khoirunnisa


2. Nana Puspita Sari
3. Rifalda Agustin
4. Desi Tri Lestari
5. Tiara Maharani
6. Ahmad Zukri

Kelas : X MIPA 1

Guru Pembimbing : Pordinand Siregar, S.Pd

SMA NEGERI 2 BATANGHARI


TAHUN PELAJARAN 2016/2017
BESARAN-BESARAN PADA GERAK
MELINGKAR
TUJUAN
Menunjukkan gerak melingkar beraturan
ALAT DAN BAHAN
- Pena
- Benang wol
- Neraca
- Stopwatch
- Beban (Balok kayu, tipex0

TEORI :
Gerak Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar
kecepatan sudut tetap. Besar Kecepatan sudut diperolah dengan membagi
kecepatan tangensial dengan jari-jari lintasan
Arah kecepatan linier dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang
berarti arahnya sama dengan arah kecepatan tangensial . Tetapnya nilai kecepatan
akibat konsekuensi dar tetapnya nilai . Selain itu terdapat pula percepatan radial
yang besarnya tetap dengan arah yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai
percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu menunjuk ke pusat lingkaran.
Bila adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh
dalam lintasan lingkaran , maka dapat pula dituliskan
Kinematika gerak melingkar beraturan adalah
dengan adalah sudut yang dilalui pada suatu saat , adalah sudut mula-mula
dan adalah kecepatan sudut (yang tetap nilainya).
Ketika sebuah benda bergerak membentuk suatu lingkaran dengan laju tetap
maka benda tersebut dikatakan melakukan gerak melingkar beraturan alias GMB.
Dapatkah kita mengatakan bahwa GMB merupakan gerakan yang memiliki
kecepatan linear tetap ? Misalnya sebuah benda melakukan Gerak Melingkar
Beraturan, seperti yang tampak pada gambar di bawah. Arah putaran benda searah
dengan putaran jarum jam. bagaimana dengan vektor kecepatannya ? seperti yang
terlihat pada gambar, arah kecepatan linear/tangensial di titik A, B dan C berbeda.
Dengan demikian kecepatan pada GMB selalu berubah (ingat perbedaan antara
kelajuan dan kecepatan, kelajuan adalah besaran skalar sedangkan kecepatan
adalah besaran vektor yang memiliki besar/nilai dan arah) sehingga kita tidak
dapat mengatakan kecepatan linear pada GMB tetap.
Pada gerak melingkar beraturan, besar kecepatan linear v tetap, karenanya
besar kecepatan sudut juga tetap.
Jika arah kecepatan linear alias kecepatan tangensial selalu berubah,
bagaimana dengan arah kecepatan sudut ? arah kecepatan sudut sama dengan arah
putaran partikel, untuk contoh di atas arah kecepatan sudut searah dengan arah
putaran jarum jam. Karena besar maupun arah kecepatan sudut tetap maka besaran
vektor yang tetap pada GMB adalah kecepatan sudut. Dengan demikian, kita bisa
menyatakan bahwa GMB merupakan gerak benda yang memiliki kecepatan sudut
tetap.
Pada GMB, kecepatan sudut selalu tetap (baik besar maupun arahnya).
Karena kecepatan sudut tetap, maka perubahan kecepatan sudut atau percepatan
sudut bernilai nol. Percepatan sudut memiliki hubungan dengan percepatan
tangensial, sesuai dengan persamaan.Karena percepatan sudut dalam GMB
bernilai nol, maka percepatan linear juga bernilai nol. Jika demikian, apakah tidak
ada percepatan dalam Gerak Melingkar Beraturan (GMB) ?
Pada GMB tidak ada komponen percepatan linear terhadap lintasan, karena
jika ada maka lajunya akan berubah. Karena percepatan linear alias tangensial
memiliki hubungan dengan percepatan sudut, maka percepatan sudut juga tidak
ada dalam GMB. Yang ada hanya percepatan yang tegak lurus terhadap lintasan,
yang menyebabkan arah kecepatan linear berubah-ubah. Sekarang mari kita tinjau
percepatan ini.

PROSEDUR / LANGKAH KERJA


- Siapkan alat dan bahan di atas meja
- Timbang beban kemudian catat hasil pengamatan pengukuran tersebut
- Susun alat dan bahan seperti gambar
- Ukur panjang benang dari pusat putaran ke beban untuk menjadi jari-jari
- Putarlah alat percobaan diatas kepala sehingga mencapai kecepatan tertentu
agar beban tidak turun
- Setelah putaran stabil, catat waktu untuk 10 putaran
- Lakukan percobaan tersebut sebanyak 3 kali pada setiap beban

GAMBAR PERCOBAAN
DATA PERCOBAAN
No Nama Beban Massa Beban Panjang Benang Waktu 10 Putaran
1. Kayu Balok 11.2 gram 25 cm 9 8 7
2. Batu 42.6 gram 35 cm 7 7 6
3. Kayu Segi Tiga 11.6 gram 20 cm 8 5 5

ANALISA DATA
1 2 R 2
4 R
N Waktu 1 putaran V= a s=
T T T
2

o
1 0,8 1 62,5 m/s 156,25 2m/s2
0,8
2 0,66 1 106,06 m/s 321,39 2m/s2
0,66
3 0,6 1 66,67 m/s 222,22 2m/s2
0,6

PERTANYAAN
1. Tentukanlah periode dan frekuensi percobaan tersebut untuk masing-masing
beban!
2. Berapa kecepatan sudut dan kecepatan linearnya?
3. Dalam waktu 2 sekon memutar gabus, berapa sudut yang telah ditempuhnya ?
berapa percepatan sentripentalnya?
4. Jelaskan fungsi beban dan percobaan diatas ? jika tidak ada beban pada
percobaan tersebut, apa yang akan terjadi?
5. Buatlah grafik hubungan jari-jari (R) dengan kecepatan gabus berputar ?
JAWAB
1. Balok kayu T = 0,8 s
F = 1,25 Hz
Batu T = 0,66 s
F =1,51 Hz
Kayu Segitiga T = 0,6
F = 1,67 Hz

2. Balok Kayu m
V = 62,5
s
= 2,5 rad/s
Batu m
V = 106,06
s
= 3,03 rad/s
Kayu Segitigas m
V = 66,67
s
= 3,33 rad/s

3.

4. Beban berfungsi untuk diikatkan pada benang dan sebagai pemberat agar peralatan
percobaan dapat berputar. Jika tidak ada beban maka benang pada peralatan
percobaan tersebut ttdak dapat berputar dengan sempurna sehingga kita tidak bisa
mengetahu besaran-besaran pada gerak melingkar.

m
5. V =( )
s
m
6. V =( )
s

KESIMPULAN
Dari analisis maka eksperimen ini dapat disimpulkan bahwa gaya sentripetal ini
dapat disimpulkan bahwa gaya sentripetal merupakan besaran vektor yang
memiliki besar dan arah. Arah gaya sentripetal selalu menuju pusat dan selalu tegak
lurus dengan kecepatan benda.
Besar gaya sentripental dipengaruhi oleh massa, kecepatan dan jari-jari lintasannya.
Dari hasil percobaan dapat diperoleh bahwa besar gaya sentripetal (Fs) akan
sebanding dengan massa benda (m), kuadrat kecepatan sudutnya ( 2) dan jari-jari
lintasan (r).

DAFTAR PUSTAKA

Buku Fisika Kelas X SMA/MA