Anda di halaman 1dari 21

HAK CIPTA

DILINDUNGI UNDANG UNDANG

JAWABAN UJIAN
OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014
SELEKSI KABUPATEN / KOTA

Kimia
UjianTeori

Waktu: 120 menit

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
Petunjuk

1. Isilah Biodata anda dengan lengkap di lembar yang tersedia

2. Soal Teori ini terdiri dari dua bagian:

A. 25 soal pilihan Ganda = 50 poin

B. 5 Nomor soal essay = poin

TOTAL = poin

3. Waktu yang disediakan: 120 menit.

4. Semua jawaban harus ditulis di lembar jawaban yang tersedia

5. Diperkenankan menggunakan kalkulator.

6. Diberikan Tabel periodik Unsur.

7. Anda dapat mulai bekerja bila sudah ada tanda mulai dari pengawas.

8. Anda harus segera berhenti bekerja bila ada tanda berhenti dari Pengawas.

9. Letakkan jawaban anda di meja sebelah kanan dan segera meninggalkan ruangan.

10. Anda dapat membawa pulang soal ujian !!

OSK 2014 2
LEMBAR JAWABAN

Bagian A

Beri Tanda Silang (X) pada Jawaban Yang Anda Pilih

No Jawaban No Jawaban

1 A B C D E 16 A B C D E

2 A B C D E 17 A B C D E

3 A B C D E 18 A B C D E

4 A B C D E 19 A B C D E

5 A B C D E 20 A B C D E

6 A B C D E 21 A B C D E

7 A B C D E 22 A B C D E

8 A B C D E 23 A B C D E

9 A B C D E 24 A B C D E

10 A B C D E 25 A B C D E

11 A B C D E

12 A B C D E

13 A B C D E

14 A B C D E

15 A B C D E

OSK 2014 3
OSK 2014 4
Tetapan dan Rumus

Bilangan Avogadro NA = 6.0221023 partikel.mol1


R = 0,08205 Latm/molK
= 8,3145 LkPa/molK
= 8,3145 x107 erg/molK
Tetapan gas universal, R
= 8,3145 J/molK
= 1,987 kal/molK
= 62,364 Ltorr/molK
1 atm = 101,32 kPa
1 atm =760 mmHg = 760 torr
= 101325 Pa = 1,01325 bar
Tekanan gas
1 torr = 133,322 Pa
1 bar = 105 Pa
1 Pa = 1 N/m2= 1 kg/(m.s2)
Volume gas ideal (S,T,P) 22,4 liter/mol = 22,4 dm3/mol
1 kal = 4,182 J
Energi
1 J = 1 LkPa
Persamaan gas Ideal PV= nRT
Tekanan Osmosis pada larutan = M RT
o
Tetapan Kesetimbangan air (Kw) pada 25 C Kw= 1,0x1014
Tetapan kesetimbangan dan tekanan parsial
Kp = Kc(RT)n
gas
o
H
Temperatur dan Tetapan kesetimbangan ln K=
R ( T1 )+tetapan
Tetapan Faraday F = 96500 C/mol elektron
Muatan elektron 1,6022 x 1019 C
Ampere (A) dan Coulomb (C) A =C/det

Reaksi orde pertama: AB

Reaksi orde kedua: AB

OSK 2014 5
A. Pilih jawaban yang paling tepat ( 25 soal @ 2 poin)

1. Analisis unsur suatu asam menunjukkan bahwa persen massa unsur penyusun
molekul asam tersebut adalah 5,89% H, 70,6% C, and 23,5% O. Bila berat
molekul asam tersebut adalah 136 g/mol, bagaimana formula molekulnya?

A. C6H16O3
B. C7H4O3
C. C8H8O2
D. C9H12O
E. C9H16O

70.6 g C/12.011 g/mol = 5.88 mol C/1.47 = 4.00 C


5.89 g H/1.00794 g/mol = 5.84 mol H/1.47 = 3.98 H
23.5 g O/15.9994 g/mol = 1.47 mol O/1.47 = 1 O
FW(C4H4O) = 68.075 g/mol; (136 g/mol/(68.075 g/mol) = 2
Molecular formula: C8H8O2

2. Untuk mendapatkan gas nitrogen dioksida (NO2), anda mereaksikan dua gas tak-
dikenal (gas A dan B). Dengan menggunakan data yang anda peroleh, anda dapat
menuliskan persamaan reaksi setara sbb:

2A(g) + B(g) 2NO2(g)

Bila anda mulai dengan 8 L gas A dan 3 L gas B, Berapa liter gas NO2 yang akan
anda peroleh ? (anggaplah semuanya dalam keadaan s.t.p.)

A. 2 L

B. 3 L

C. 4 L

D. 6 L

E. 8 L

3. 10 g parafin, C20H42, suatu zat terlarut yang tak mudah menguap, dilarutkan dalam 50
g benzen, C6H6. Pada suhu 53oC, tekanan uap murni benzen adalah 300 torr.
Tekanan uap larutan pada suhu tersebut adalah
A. 298 torr
B. 292 torr
C. 284 torr
D. 275 torr
E. 267 torr

4. Larutan pekat asam klorida, HCl, adalah larutan 36% w/w HCl dalam air. Larutan ini
memiliki rapat massa 1,18 g/cm3. Konsentrasi larutan tersebut adalah
A. 1,2 M
B. 12 M
C. 24 M
D. 30 M

OSK 2014 1
E. 7 M

OSK 2014 2
5. Molalitas senyawa para-diklorobenzena (C6H4Cl2) dalam suatu larutan yang dibuat
dengan cara melarutkan 2,65 g C6H4Cl2 dalam 50 mL benzena (kerapatan = 0,879
g/mL) adalah:
A. 0,018 m
B. 0,041 m
C. 0,180 m
D. 0,410 m
E. 1,810 m

6. Dengan menggunakan data berikut ini:

N2(g) + 3O2(g) + H2(g) 2HNO3(aq) H = -414.8 kJ

N2O5(g) + H2O(g) 2HNO3(aq) H = 218.4 kJ

2H2O(g) 2H2(g) + O2(g) H = 483.6 kJ

Tentukan H untuk reaksi:


2N2O5(g) 2N2(g) + 5O2(g)

A. 149.6 kJ

B. 90.8 kJ

C. -876.4 kJ

D. 782.8 kJ

E. 1750 kJ

7. Suatu isotop atom 23Mg mempunyai muatan +2. Jumlah proton, neutron dan
elektron yang dimilikinya adalah:

Jumlah Proton Jumlah neutron Jumlah elektron 8.

A. 12 13 10 9.

B. 12 11 11 10.

C. 12 11 10 11.

D. 10 13 11 12.

E. 10 11 12 13.

OSK 2014 3
8. Berikut ini pereaksi manakah bila dicampur dan dipanaskan dengan ammonium
sulfat, membebaskan ammonia?

A. Akua bromin

B. asam hidroklorida encer

C. air kapur

D. asam nitrit

E. kalium dikromat(VI) diasamkan.

Jawab : C.

Dibutuhkan suatu alkali; Ca(OH)2 + 2NH4+ Ca2+ + 2NH3 + 2H2O.

9. Mengenai ion Fe+3 , manakah konfigurasi elektron boks dari sub-kulit 3d yang benar.

A.

B.

C
.

Fe : [Ar] 3d6 4s2 Fe3+ : [Ar] 3d5.

10. Atom D atom berikut ini, manakah yang mempunyai


.

energi ionisasi kedua yang paling besar?

A. E. Al

B. Mg

C. Ca

D. Ti

E. Na

11. Jumlah elektron valensi yang terdapat dalam ion oksalat, C2O42-, adalah:

OSK 2014 4
A. 2

B. 10

C. 32

D. 34

E. 44

12. Dari persamaan berikut ini, manakah yang merupakan reaksi oksidasi-reduksi?

A. 2HCl(aq) + Mg(s) MgCl2(aq) + H2(g)

B. Na2O(s) + H2O(l) 2NaOH(aq)

C. CO2(g) + H2O(l) H2CO3(aq)

D. CaO(s) + SO3(g) CaSO4(s)

E. NH3(g) + HCl(g) NH4Cl(s)

13. Dari pernyataan berikut ini, manakah pernyataan yang benar untuk menjelaskan
sifat-sifat yang dikaitkan dengan ikatan ionik dan kovalen?

A. Senyawa kovalen tidak dapat mebentuk suatu elektrolit.

B. Senyawa kovalen dengan titik leleh tinggi hanya terjadi bila terdapat ikatan
hidrogen.

C. Beberapa senyawa kovalen yang mengandung oksigen dan hidrogen


dalam molekulnya dapat membentuk ikatan hidrogen.

D. Ikatan ionik dan ikatan kovalen keduanya tidak dapat terjadi dalam suatu
senyawa yang sama.

E. Senyawa ionik berbeda dari logam dimana senyawa ionik tidak


menghantar listrik dalam keadaan padat.

Jawab : E

Dalam senyawa ionik padat, ion-ion ini terlokalisasi dan sehingga ia tidak dapat
menghantar listrik. Dalam logam, elektrok terdelokalisasi akibatnya ia dapat menghantar
listrik.

14. Suatu reaksi kimia eksotermik berlangsung dalam dua tahap reaksi,

OSK 2014 5
Energi aktivasi tahap 1 adalah 50 kJ.mol-1, sedangkan perubahan entalpi reaksi
keseluruhan adalah -100 kJ.mol-1. Bedasarkan data tersebut, manakah diagram yang
menggambarkan diagram tingkat energi untuk reaksi ini?

Jawab: D

Karena reaksi ini melalui dua tahap/step, dua tekukan diharapkan dalam diagram level
energi. Tahap energi aktivasi 1 adl 50 kJ.mol-1 menunjukkan bahwa puncak tekukan
pertama berada pada ketinggian 50 unit (relative pada pereaksi). Perubahan entalpi
reaksi adalah -100 kJ.mol-1, menunjukkan bahwa produk harus berada pad 100 unit lbh
rendah dp pereaksi.

15. Arus listrik 0,0965 A dialirkan ke dalam 50 mL larutan NaCl 0,1 M selama 1000 detik,
maka konsentrasi OH dalam larutan adalah
A. 0,0005 M
B. 0,0010 M
C. 0,0020 M
D. 0,0100 M

OSK 2014 6
E. 0,0200 M

16. Elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda platina menggunakan arus 1 A selama
965 detik. Berat Cu yang mengendap pada katoda adalah
A. 3,175 g
B. 0,03175 g
C. 0,0635 g
D. 0,3175 g
E. 31,75 g

17. Suatu gas senyawa organik, X, dibakar dengan oksigen berlebih. Sebanyak
sebanyak 0,112 dm3 sampel X diukur pada s.t.p., menghasilkan 0,88 g karbon
dioksida. Berapa banyak atom karbon yang terdapat dalam satu molekul senyawa X
ini?
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 8
Jawab : D.
Karena 1 mol X akan member hasil x mol CO2 dlm pembakaran sempurna dgn O2;
jumlah X yg dipakai = 0,112/22,4 = 5,00x0-3 mol; Jumlh CO2 yg dihaslkan = 0,88/
(12+2(16)) = 2,0x10-2 mol. Jadi (5,00x10-3).x = 2,0x10-2 x = 4.

18. Senyawa berikut ini, manakah yang mempunyai titik didih paling tinggi:
A. CH3CH2CH2CH2CH2CH3
B. CH3CH2OH
C. CH3CH2CH(OH)CH3
D. CH3CH2(CH2)2CHO
E. CH3 (CH2)5OH

Jawab: ( E )

19. Dari kelima senyawa organik tersebut di bawah ini, manakah yang paling benar
tatanamanya?

A. 2-kloro-5-metil-5-heksena

B. 2-metil-1-pentena-4-ol

C. 3-etil-2-metil-2-pentena

D. 2-metil-2-heksana-4-ol

E. 2,3-dimetilsikloheksena

Jawab : (C)

Nama A seharusnya adalah 2-metil-5-kloro-2-heksana

OSK 2014 7
B seharusnya 2-hidroksi-4-metil-1-pentena

D seharusnya 3-hidroksi-5-metil-4-heksena

E seharusnya 2,3-dimetil-1-sikloheksena

20. Senyawa radikal bebas di bawah ini, manakah yang paling stabil?

Jawab: ( C ).

21. Tentukan urutan kereaktifan dari senyawa turunan asam karboksilat berikut;

1. Asetamida
2. Asetil klorida
3. Etil asetat
4. Anhidrida asam asetat

A. 1 > 2 > 3 > 4


B. 2 > 1 > 3 > 4
C. 3 > 4 > 2 > 1
D. 2 > 4 > 3 > 1
E. 4 > 3 > 2 > 1
Jawab; ( D )

22. Semua senyawa berikut adalah merupakan isomer dari butanon, kecuali?
A. t-butil eter
B. Tetrahidro furan
C. 2,3-epoksibutan
D. Etil vinyl eter
E. 1,2-butenol

Jawab: ( A )

OSK 2014 8
23. Manakah dari senyawa berikut yang tidak menunjukkan isomer cis-trans ?

Jawab: ( B )

24. Dengan menggunakan pereaksi Grignard, di bawah ini senyawa manakha yang
dapat menghasilkan CH3CH2CH(OH)CH2CH3 ?
A. Metil etilketon dan metil Grignard
B. Propanon dan metil Grignard
C. Butil Grignard dan asetal dehida
D. Etil Grignard dan propionaldehida
E. Krotonaldehida dan etil Grignard

Jawab: ( D )

25. Reaksi esterifikasi asam karboksilat dengan alkilhalida dalam suasana basa akan
menghasilkan produk akhir adalah:

Jawab: ( E )

OSK 2014 9
B. Jawablah dengan singkat dan jelas

Soal 1. Formula gas (20 poin)

Ada dua senyawa wujudnya gas, terbuat dari unsur X dan Y. Senyawa A mengandung
30,43% X dan 69,57% Y(% massa). Pada keadaan standar unsur X dan Y memiliki
wujud gas namun anda harus memperkirakan apakah gas-gas tersebut mono-atomic, di-
atomik atau tri-atomik. Pada suhu tertentu 1 volume gas X dapat bereaksi dengan 2
volume gas Y membentuk 2 volume senyawa A. Jika 2 volume gas X bereaksi dengan 1
volume gas Y membentuk 2 volume senyawa B.

a. Hitung perbandingan massa atom X terhadap Y [6]


b. Perkirakan rumus sesungguhnya gas X dan Y [6]
c. Tuliskan persamaan reaksi yang mungkin untuk terbentuknya senyawa A dan B
[8]

Jawaban
a. X/Y = 0,877 atau Y/X = 1,14
b. Gas X = N2 dan gas Y = O2
c. N2 + 2O2 2NO2
2N2 + O2 2N2O

Soal 2. Kesetimbangan gas (21 poin)


Suatu wadah bervolume 2,125 L berisi gas belerang dioksida, dengan tekanan 0,75
atm pada 80oC dihubungkan dengan pipa berkeran ke wadah lain berukuran 1,5L
berisi gas oksigen, bertekanan 0,5 atm pada suhu yang sama.

a. Hitung fraksimol gas belerang dioksida ketika kedua gas dicampurkan dengan
membuka keran pipa penghubung kedua wadah (asumsikan kedua gas itu tidak
bereaksi dan volume pipa penghubung kedua wadah tersebut dapat diabaikan)
[3]
b. Tentukan tekanan total setelah pencampuran gas dalam wadah tersebut [3]
c. Hitung tekanan parsial gas belerang dioksida, setelah pencampuran tersebut [3]
d. Jika dalam wadah tersebut terdapat katalis sehingga campuran gas bereaksi
membentuk gas belerang trioksida, hitunglah fraksimol gas belerang dioksida
yang masih tersisa setelah terjadi reaksi sempurna [3]
e. Hitung pula tekanan total setelah reaksi berlangsung sempurna. [3]
f. Menurut Teori Kinetik Gas, tekanan gas secara molekuler sebanding dengan akar
kecepatan kuadrat rata-rata (rms= rootmean square). Kecepatan rms, vrms,
diberikan oleh persamaan berikut:
v rms =
.
3 RT
M
Tentukan vrmsdalam m/s molekul gas belerang dioksida pada suhu 80oC [3]
g. Tentukan volume gas belerang dioksida, SO 2, yang berefusi pada saat 0,50 cm 3
belerang trioksida, telah berefusi keluar dari wadah tersebut [3]

OSK 2014 10
Jawaban

PSO 2 V ( 0, 75 atm ) ( 2,125 L )


n SO2 = = =0, 055 mol
RT ( 0, 082 L. atmK 1 mol1 ) ( 353 K )
PO V ( 0,5 atm )( 1,5 L )
nO = 2
= =0, 0259 mol
2RT ( 0, 082 L. atmK 1 mol1 ) ( 353 K )
n SO 0,055 mol
X SO = 2 = =0,68
2 n SO +nO ( 0,055+ 0,0259 ) mol
a. 2 2

b.

ntotal RT ( 0, 0809 mol ) ( 0, 082 L. atmK 1 mol1 ) ( 353 K ) 2,342 L . atm


Ptotal= = = =0,647 atm0, 65 atm
V total ( 2, 125+1,5 ) L 3, 625 L
PSO =P total X SO2 =0,647 atm0, 68=0, 44 atm
c. 2

d. Reaksi: SO2(g) + O2(g) SO3(g)


n SO =0, 055 mol ; nO =0,0259 mol pereaksi pembatas adalah oksigen, maka n SO =( 20,0259 ) mol=0, 0518 mol
2 2 3

n SO sisa=n SO awaln SO bereaksi= ( 0,0550, 0518 ) mol=0, 0032mol


2 2 2

n SO sisa 0, 0032 mol 0, 0032mol


X SO sisa= 2
= = =0,058
2 n SO sisa+ nSO ( 0, 0032+0, 0518 ) mol 0, 055 mol
2 3

ntotal RT ( 0, 055 mol ) ( 0,082 L. atmK 1 mol1 ) ( 353 K ) 1, 592 L . atm


Ptotal= = = =0, 44 atm
e. V total (2, 125+1,5 ) L 3, 625 L

Tekanan total = 0,44 atm sama dengan tekanan parsial belerang dioksida karena pada akhir
reaksi semua oksigen habis bereaksi yang ada hanya sisa gas belerang dioksida dan produk
belerang trioksida

f.


1 1 2 2 1 1
3 ( 8,314 J . K mol ) (353 K ) 3 ( 8,314 kgm s . K mol ) (353 K )
v rms =
3 RT
M
=
64 ,07103 kgmol1
=
64 ,07103 kgmol1
= 137420 , 4 m2 s2 =370 ,7 ms1

g. Karena MSO2 < MSO3, maka logis bila laju efusi SO2 > SO3,

laju efusiSO2 MSO 80


= 3
= = 1,18
laju efusiSO3 MSO 64
2
, (1 poin)
laju efusi SO2=1,18 x laju efusi SO3
volume SO2 yang telah berefusi = 1,18 x 0,50 cm 3= 0,59 cm3 (2 poin)

OSK 2014 11
Soal 3. Barium peroksida dari barium oksida (23 poin)

Barium peroksida dapat dibuat dari reaksi kesetimbangan barium oksida dengan
oksigen pada tekanan dan temperatur tertentu. Sebanyak 1 g sampel yang
mengandung campuran barium oksida dan barium peroksida direaksikan dengan
asam sulfat, terbentuk 1,49 g endapan putih yang dipisahkan dari filtratnya. Filtrat
tersebut dapat bereaksi dengan Kalium iodida dalam asam menghasilkan 1,18x10 -3
mol iodin.
a. Tuliskan persamaan reaksi pembuatan barium peroksida. [2]
b. Tuliskan persamaan reaksi-reaksi yang mungkin terjadi antara sampel di atas
dengan asam sulfat [4]
c. Tuliskan pula persamaan reaksi filtrat dengan kalium iodida dalam asam [4]
d. Bagaimana cara praktis mengetahui jumlah iodin yang dihasilkan pada reaksi
tersebut?
Tuliskan persamaan reaksi selengkapnya [5]

e. Hitung persen massa oksida-oksida yang terkandung dalam sampel tsb [8]

Jawaban
a. 2BaO(s) + O2(g) 2BaO2 (s)
b. BaO + H2SO4 BaSO4 + H2O
BaO2 + H2SO4 BaSO4 + H2O2

c. H2O2 + 2I- + 2H- I2 + 2H2O


d. Direaksikan dengan larutan Natrium tiosulfat, indikator amylum
I2 + 2S2O3 2- 2I- + S4O62-

e. BaO = 80 %, BaO2 = 20 %

Soal 4. Karbon disulfida (23 poin)

Karbon disulfida, CS2, pada suhu 46oC merupakan pelarut yang sangat baik untuk
melarutkan belerang dan senyawa lainnya. Namun penggunaan senyawa ini di
laboratorium sudah mulai dikurangi karena beracun dan sangat mudah terbakar.
a. Gambar berikut menunjukkan cara untuk membuat salah satu alotrop dari
belerang.

OSK 2014 12
i. Gambarkan struktur Lewis karbon disulfida dan tuliskan bentuk
geometrinya. (3)
ii. Tuliskan rumus molekul dan gambarkan struktur suatu alotrop molekul
belerang. (3)

iii. Jelaskan mengapa belerang dapat larut dalam karbon disulfida. (2)
b. Salah satu bahaya dalam penggunaan karbon disulfida adalah bahwa
senyawa tersebut sangat cepat menyala dan terbakar ketika berkontak
dengan udara sesuai reaksi berikut (belum setara): CS2(l) + O2(g) CO2(g) +
SO2(g)
i. Setarakan persamaan reaksi di atas. (1)
ii. Hitung volume total gas yang dihasilkan (pada 20 oC dan 1 atm) jika
sebanyak 25 mL karbon disulfida cair dibakar sempurna. Diketahui
kerapatan karbon disulfida adalah 1,26 g/mL pada 20 oC. (4)

iii. Hitung massa gas CO2 dan SO2 (dalam gram) yang dihasilkan pada
reaksi dalam soal (b.ii). (3)
c. Dalam proses ekstraksi dikenal suatu tetapan yang disebut koefisien partisi,
Kd, yaitu perbandingan antara konsentrasi zat terlarut dalam pelarut pada
fasa bagian atas terhadap konsentrasi zat terlarut dalam pelarut pada fasa
bagian bawah. Satuan konsentrasi yang laim digunakan adalah g zat
terlarut/mL pelarut. Koefisien partisi, Kd, untuk iod (I2) dalam pelarut air dan
karbon disulfida pada 20 oC adalah 2,4 x 103. Diketahui kerapatan air adalah
1,00 g/mL dan kerapatan karbon disulfida adalah 1,26 g/mL pada 20 oC.
Sebanyak 100 mL sampel larutan iod dalam air dengan konsentrasi 5,0 x 104
M diekstraksi dengan 20 mL karbon disulfida.
i. Tuliskan ungkapan Kd untuk iod dalam soal di atas. (2)
ii. Hitung massa iod yang dapat diekstraksi oleh karbon disulfida. (3)
iii. Jelaskan mana kelarutan iod yang lebih besar, apakah dalam air atau
dalam karbon disulfida. (2)

Jawaban:

1. a. i. Struktur Lewis: (2 poin)


Geometri molekul: linier (1 poin)

a.ii. Rumus molekul: S8 (1 poin)

OSK 2014 13
Struktur molekul: (2 poin)

a. iii. Belerang adalah molekul yang bersifat non polar sehingga dapat larut dalam
karbon disulfida yang bersifat non polar juga. (2 poin)

b.i. CS2(l) + 3O2(g) CO2(g)+ 2SO2(g) (1 poin)

b.ii. CS2(l) + 3O2(g) CO2(g)+ 2SO2(g)


Massa CS2 = kerapatan x volume = 1,26 g/mL x 25 mL = 31,5 g (1 poin)
Jumlah mol CS2 = massa CS2/Mr CS2 = 31,5 g/76 g/mol = 0,414 mol CS2 (1 poin)
1 mol CS2 ~ 3 mol O2 ~ 1 mol CO2 ~ 2 mol SO2
Karena bereaksi sempurna, maka pereaksi pembatas adalah CS2 sehingga jumlah
mol total produk yang dihasilkan adalah 3 mol total gas (1 mol CO2 dan 2 mol SO2) ~
3 x 0,414 mol = 1,242 mol total gas.
Menurut persamaan gas ideal: pV = ntotalRT
V = ntotalRT/p = (1,242 mol x 0,0821 atm.L.mol-1K-1 x 293 K)/1 atm = 29,9 L (2 poin)

b.iii. Dari penyelesaian soal (b.ii) diperoleh: 0,414 mol CO2 dan 0,828 mol SO2,
sehingga:
massa CO2 = jumlah mol x Mr CO2 = 0,414 mol x 44 g/mol = 18,216 g CO2 (1,5 poin)
massa SO2 = jumlah mol x Mr SO2 = 0,828 mol x 64 g/mol = 52,992 g SO2 (1,5 poin)

c.i. Kd = [I2]atas/[I2]bawah (2 poin)

c.ii. Konsentrasi I2 dalam air = [I2]air = 5,0 x 10-4 M = (5,0 x 10-4 mol x 254 g/mol)/L =
0,127 g/L
Dalam 100 mL sampel terdapat massa I2 dalam air = 0,127 g/L x 0,1 L = 0,0127 g (1
poin)
Kd = [I2]atas/[I2]bawah, karena kerapatan air < kerapatan CS2, maka air ada pada fasa
atas dan CS2 ada pada fasa bawah, sehingga:
Kd = 2,4 x 10-3 = [I2]air/[I2]CS2
Jika massa I2 yang terektraksi ke fasa bawah (ke dalam CS2) adalah x g dan massa
I2 dalam fasa air yang terekstraksi adalah (0,0127 x) g, maka koefisien
distribusinya menjadi:
( 0, 0127 x ) g

K d = 2, 4 103 =
100mL = 0,0127 x
xg 5x

20mL
0,012 x = 0, 0127 x
1,012 x = 0,0127
x = 0, 0125 (2 poin)
Maka massa I2 yang terekstraksi ke dalam 20 mL CS2 = 0,0125 g (1 poin)

c.iii. Kelarutan iod dalam CS2 lebih besar daripada dalam air karena iod adalah
senyawa non polar yang dapat larut dalam CS2 yang juga bersifat non polar. (2 poin)

OSK 2014 14
Soal 5. Proses pelapisan plastik dengan krom. ( poin)

Bahan plastik dapat dilapisi oleh krom dengan cara:

i. Pertama, melapiskan lapisan tipis pasta grafit pada plastik,

ii. kemudian plastik yang dilapisi pasta grafit ditempatkannya dalam bath dari
akua krom(III) sulfat

iii. kemudian dilakukan elektroplating (proses pelapisan logam).


Berdasarkan proses tersebut:

a. Berikan alasan mengapa sebelum dilapisi krom, bahan plastik ini harus dilapisi
dengan pasta grafit. [2]

b. Untuk dapat dilapisi krom, zat apakah yang dapat digunakan untuk elektroda lain
dalam sel elektroplating? [3]

c. Gambarkan suatu diagram sirkuit listrik untuk proses elektroplating. [6]

d. Jika suatu arus 0,50 A dilewatkan melalui sel selama 300 detik, berapa
bertambahnya massa karena pelapisan krom ini? [4]

e. Dengan metoda ini, mengapa tidak mungkin melapisi bahan plastik dengan Zn bila
digunakan larutan Zn2+ sebagai elektrolit? [4]

Jawaban:

a. Untuk membuat elektroda menjadi suatu konduktor listrik.

b. Kromium

c.

d. Cr3+(aq) + 3e- Cr(s) ; Q = i.t = 0,5 x 300 = 50 Coulomb

Jumlah e- yg dilewatkan = Q/F = 150/9,65.104 = 5,18.10-4 mol.

Massa Cr terlapiskan = 52 x 5,18.10-4 = 0,0269 g.

OSK 2014 15
e. Juga terbentuk gas hidrogen sebagai hasil, dan juga terbentuk Zn.

rsl

OSK 2014 16