Anda di halaman 1dari 5

APLIKASI TEKNIK KIMIA I

PENGADUKAN (AGITATION)

I. Tujuan
1. Mahasiswa dapat memahami konsep fenomena pengadukan dalam tangki
berpengaduk (stirred vessel).
2. Mahasiswa dapat
3. Mahasiswa dapat menerapkan konsep fenomena perpindahan untuk operasi tangki
berpengaduk.

II. Diskusi Pendahuluan


1. Apa itu agitasi ? Apakah perbedaan antara agitasi dengan pencampuran (mixing) ?
2. Jelaskan bagian bagian dalam sistem tangki berpengaduk !
3. Jelaskan tipe tipe impeller serta karakteristik pola aliran dalam sistem tangki
berpengaduk !
4. Jelaskan pengaruh positif dan negatif baffle di dalam tangki terhadap proses
pengadukan !
5. Jelaskan fenomena aliran dalam sistem tangki berpengaduk : vortex, swirling, eddy
current, death zone dan stagnation !
6. Jelaskan karakteristik bilangan tak berdimensi dalam sistem tangki berpengaduk !
Berikan model perhitungan yang digunakan baik pada baffle dan unbaffled tank !

III. Metodologi
Dalam eksperimen tangki berpengaduk (agitation) ini, akan dilakukan eksperimen
operasi tangki berpengaduk dengan berbagai macam variasi untuk mempelajari fenomena
fluida di dalam tangki.
1. Perangkat dan alat ukur yang akan digunakan :
a. Overhead Motor
b. Impeller (4 pitched blade 45o turbine) dan impeller shaft
c. Bejana
d. Baffle

2. Bahan yang digunakan :


a. Air
b. Glitter / Manik - manik
3. Sketsa alat eksperimen :

4. Variabel eksperimen :
a. Jumlah baffle (0 Baffle, 2 baffle dan 4 baffle)
b. Skala pengatur kecepatan putar impeller (500rpm, 600rpm, 700rpm dan
1000rpm).
c. Letak impeller (center dan off center)
d. Kedalaman impeller dalam bejana (1; 2,5 dan 5 cm dari dasar tangki).

5. Garis besar prosedur kerja :


a. Susun alat kerja eksperimen pengadukan (agitation) dalam suatu tangki
berpengaduk.
b. Lakukan pengamatan terhadap kelakuan fluida yang teraduk pada tiap variabel
yang diberikan (data kualitatif).
c. Catat data yang diperlukan guna menyelesaikan tugas yang diberikan.

6. Tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa agar tujuan eksperimen ini
tercapai antara lain :
a. Mendapatkan pengaruh jumlah baffle, kecepatan pengadukan, letak dan
kedalaman impeller terhadap kelakuan fluida yang teraduk.
b. Menghitung bilangan Reynolds, Froude dan Power baik pada sistem baffled
maupun unbaffled tank pada setiap variabel kecepatan pengadukan.
c. Menghitung power consumption untuk menggerakkan impeller pada sistem
baffled dan unbaffled tank.

IV. Pengolahan Data


1. Data Literatur
Densitas dan viskositas fluida pada kondisi operasi.
Suhu Tekanan
Operasi Operasi
(oC) (atm)

Densitas Viskositas
(kg/m3) (Pa.s)
2. Data Eksperimen
Spesifikasi alat
Dimensi Tangki
Diameter Tangki
Tinggi Tangki
Tinggi Fluida
Dimensi Baffle
Tinggi Baffle
Lebar Baffle
Tebal Baffle
Dimensi Impeller
Jenis Impeller
Jumlah Blade
Diameter Impeller
Panjang Blade
Lebar Blade
Tebal Blade
Sudut Blade

Hasil pengamatan
Jumlah Baffle
Kedalaman Baffle
Letak Impeller
Tinggi
Dead Flow Arus
N (rpm) Vortex Vortex
Zone Pattern (mA)
(cm)
500
600
700
1000

Hasil perhitungan
Jumlah Baffle
Kedalaman Baffle
Letak Impeller
N (rpm)
500
600
700
1000

Jumlah Power
Kedalaman Reynolds Froude
N (rpm) Baffle / Un- Number
Impeller Number (NRe) Number (NFr)
baffled (NPo)
500
600
700
1000