Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam menulis pentingnya mengenai khalayak sasaran, tidak hanya cukup dengan
mengenal khalayak tersebut, terdapat faktor-faktor yang juga mempengaruhi
khalayak. Selain itu, mengenal dan memahami perilaku konsumen juga diperlukan,
karena terdapat studi perilaku konsumen dan juga manfaat dari hasil perilaku
konsumen. Memahami perilaku konsumen untuk menetapkan segmentasi dan
positionin juga diperlukan karena ada beberapa hal yang harus diketahui untuk
melakukan segmentasi pasar dalam konsep pemasaran modern. Terakhir,
mengetahui pentingnya mengenal khalayak sasaran dalam periklanan juga
diperlukan. Semua itu saling berhubungan untuk mempelajari Khalayak Sasaran.

Rumusan Masalah

Apa yang dimaksud khalayak sasaran?


Hal-hal apa saja yang diperlukan untuk mempelajari khalayak sasaran?
Apa saja yang mendasari dalam hal mempelajari khalayak sasaran?

Tujuan

Mengetahui dan mengenal khalayak sasaran


Mengetahui apa saja yang diperlukan untuk mempelajari khalayak sasaran
BAB II

ISI

A. Penjelasan Mengenai Khalayak Sasaran

Khalayak menurut KBBI adalah kelompok tertentu dalam masyarakat yang


menjadi sasaran komunikasi.

Konsep khalayak (Audience) dalam konteks komunikasi telah dikenal


sejak jaman Yunani Kuno. Pada masa itu pengertian khalayak menunjuk pada
sekumpulan orang yang menonton suatu pertunjukan, misalnya drama, konser,
pertandingan, dll. Dengan demikian, pengertian khalayak adalah sekumpulan orang
yang datang ke suatu tempat secara sukarela dan bersifat terorganisir pada waktu
dan tempat tertentu karena memiliki perhatian dan tujuan yang sama, yaitu ingin
memperoleh hiburan.

Seiring perkembangan zaman, pengertian khalayak di atas sudah tidak bisa


menggambarkan kondisi nyata dari khalayak. Perubahan yang terjadi dalam
masyarakat, khususnya dalam hal teknologi komunikasi telah mengubah konsep
khalayak dari rumusan awalnya. Pada masa sekarang ini, khalayak lebih menunjuk
pada sekumpulan orang dalam jumlah besar (bahkan tidak terbatas) yang terbentuk
sebagai akibat atau hasil dari kegiatan komunikasi yang dilakukan, tersebar secara
luas, banyak di antaranya tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya, dan
heterogen dalam hal ciri-ciri sosial, ekonomi, dan demografinya.

Dengan begitu, dapat di simpulkan bahwa khalayak sasasaran adalam sekumpulan


besar massa dalam masyarakat yang menjadi tujuan untuk menggapai harapan yang
diingingkan. Sedangkan dalam konsep periklanan dan pemasaran, khalayak sasaran
dapat berupa sekumpulan massa yang menjadi target pemasaran dan diharapkan
menjadi konsumen tetap dari penyedia pasar (barang maupun jasa).

Know your audience merupakan ketentuan utama dalam komunikasi, karena


penting sekali untuk mengetahui :
- Timing tepat untuk suatu pesan.

Jika mengetahui siapa audience, meskipun tidak mengenal nya, setidak nya tahu
dari kalangan apa audience yang akan menerima pesan yang akan disampaikan.
Sehingga timing ketika akan memberikan pesan bisa tepat dan sesuai karena
sudah lebih dulu mengetahui siapa audience nya. Misal nya akan menyampaikan
pesan kepada mahasiswa (audience), ketika mengetahui audience adalah dari
kalangan mahasiswa, dapat ditentukan timing serta cara yang tepat untuk
menyampaikan pesan kepada audience (mahasiswa)

- Bahasa yang harus dipergunakan agar pesan dapat dimengerti.

Bahasa yang digunakan dalam menyampaikan pesan juga berpengaruh jika


mengetahui siapa audience, bisa menentukan kosa kata apa yang akan lebih
mudah dimengerti dan di pahami oleh audience. Sebagai contoh jika yang menjadi
audience adalah dari kalangan anak sekolah, SMA misalnya, setelah mengetahui
audience adalah kalangan pelajar tingkatan SMA, memilih kosa kata yang ringan
dan tidak terlalu berat bisa menjadi pilihan untuk menyampaikan pesan. Tidak
mungkin kalau audience adalah pelajar tingkat SMA tapi menggunakan bahasa
yang sulit atau tidak mudah dipahami audience, jika seperti itu pesan jadi akan
sulit untuk tersampaikan.

- Sikap dan nilai yang harus ditampilkan agar efektif.

Ketika melakukan komunikasi kepada audience, tidak hanya tujuan


(menyampaikan pesan) yang akan dilakukan. Tapi juga harus memperlihatkan
sikap yang pantas didepan audience, sehingga audience bisa menilai baik
penyampai pesan. Selain sikap, memberikan nilai-nilai yang dapat pahami dan
mungkin juga dipelajari oleh audience juga memberikan penilaian tersendiri dari
audience kepada penyampai pesan. Misalnya, dalam menyampaikan pesan juga
memberikan contoh atau kata-kata yang memiliki nilai-nilai yang bisa diterima
serta mungkin bisa dijadikan pelajaran oleh audience.

- Jenis kelompok di mana komunikasi akan dilaksanakan.


Komunikasi dilakukan tentunya dengan kelompok yang tidak sama di satu tempat
dengan tempat yang lain, karena itu mengetahui jenis kelompok apa yang akan
melakukan komunikasi atau yang akan menjadi audience dari pesan yang akan di
sampaikan, akan sangan membantu dalam lancer nya komunikasi dan
penyampaian pesan. Misalnya seperti pada contoh yang sudah dibahas, jika
kelompok yang menjadi rekan komunikasi adalah pelajar tingkat SMA, pemberi
pesan bisa tau dan menentukan apa-apa saja yang akan dilakukan agar komunikasi
bisa berjalan lancar.

Dalam menerima pesan, khalayak juga dipengaruhi oleh sejumlah factor (Rubben
dan Stewart), antara lain

1. Kebutuhan atau motivasi mereka terhadap pesan


Pesan yang di terima khalayak dalam point 1 ini dipengaruhi kebutuhan
atau motivasi mereka terhadap pesan yang akan mereka terima. Karena
jika pesan yang akan disampaikan tidak sesuai dengan kebutuhan atau
motivasi mereka, pesan akan sulit tersampaikan atau bahkan tidak
tersampaikan.
2. Sikap, kepercayaan dan nilai yang dimiliki khalayak.
Kepercayaan khalayak terhadap penyampai pesan dan pesan yang akan
disampaikan juga berpengaruh, sikap juga, tiap khalayak berbeda-beda
dalam menyikapi pesan yang disampaikan pada mereka.
3. Tujuan khalayak menerima pesan.
Khalayak memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam menerima pesan,
tergantung dari masing-masing pribadi yang menjadi penerima pesan. Oleh
karena itu, tujuan khalayak dalam menerima pesan juga menjadi faktor yang
mempengaruhi khalayak menurut Rubben dan Stewart.
4. Kemampuan khalayak dalam mengolah pesan yang banyak terkait dengan
pengalaman sebelumnya dan bahasa yang dipakai.
TIap khalayak yang menerima dan mengolah pesan, hal tersebut juga
dipengaruhi oleh bahasa yang digunakan oleh penyampai pesan. Ada
khalayak yang akan dengan mudah menerima pesan dengan bahasa yang
sulit, namun ada juga yang akan mengerti jika menggunaka bahasa yang
mudah dimengerti oleh orang awam.
5. Kegunaan pesan bagi khalayak.
Bagi sebagian khalayak, pesan yang disampaikan memiliki kegunaan
tersendiri bagi mereka, tiap individu akan berbeda dalam pandangan
kegunaan pesan yang mereka terima. Karena itu, kegunaan pesan juga
merupakan faktor yang mempengaruhi khalayak.
6. Gaya komunikasi atau cara pesan disampaikan.
Gaya komunikasi atau cara pesan disampaikan turut mempengaruhi
khalayak. Karena tiap khalayak berbeda-beda dalam menyikapi pesan
ataupun menerima pesan.
7. Pengalaman dan kebiasaan khalayak terhadap objek yang dibicarakan.
Kebiasaan dan pengalaman khalayak tiap individu berbeda terhadap objek
yang dibicarakan. Karena itu, poin ini juga menjadi faktor yang
mempengaruhi khalayak.

Jika untuk perencana komunikasi (dalam hal ini pengiklan), ada 3 faktor yang saling
berhubungan dan dapat dijadikan pertimbangan dalam menetapkan suatu khalayak
sasaran;

1. Dari segi materi kampanye


Pesan yang akan menimbulkan efek yang berbeda bila disampaikan pada
seseorang atau sekelompok kecil orang. Namun bila disampaikan pada
sejumlah besar orang yang tidak terorganisir atau kerumunan, maka efeknya
sama.
2. Berdasarkan jenis media yang digunakan oleh khalayak tertentu.
Akan muncul efek perambatan, reaksi yang muncul sifatnya saling
menguatkan dan merambat secara cepat. Memunculkan reaksi yang kuat
dan seragam.
3. Berdasarkan efek kampanye yang hendak dipakai.
Jika terjadi sesuatu yang mengancam tercapainya keinginan bersama, maka
kemungkinan besar akan terjadi kekacauan, huru hara atau kerusuhan.
B. Mengenal dan Memahami Perilaku Konsumen.

Schiffman dan Kanuk : Istilah perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang
diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi,
dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan
kebutuhan mereka.

Ujang Sumarwan : Semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang


mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli,
menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal diatas
atau kegiatan mengevaluasi.

Setelah membaca pengertian istilah dari perilaku konsumen menurut Schiffman


dan Kanuk, dan Ujang Sumarwan. Dapat dipahami bahwa, istilah perilaku
konsumen adalah siapapun, kapanpun, dan dimanapun yang menginginkan,
mencari, aktifitas membeli, serta menggunakan produk dan jasa yang diinginkan
untuk kepuasan kebutuhan mereka sendiri atau ada yang dijual lagi untuk
mendapatkan keuntungan. Apapun itu, tentunya ada bermacam-macam tipe
perilaku konsumen. Ada mereka yang membeli untuk digunakan memenuhi
kebutuhan umum mereka, ada mereka yang membeli hanya untuk sekadar
memuaskan keinginan mereka, ada mereka yang membeli untuk mereka jual
kembali untuk mendapatkan keuntungan, dan ada mereka yang membeli namun
produk yang mereka beli tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan umum
mereka namun hanya untuk koleksi.

Studi Perilaku Konsumen.

Merupakan studi mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan


untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha dan energi)
Schiffman dan Kanuk ;1994

Penjelasan tentang studi perilaku konsumen menurut Schiffman dan Kanuk sudah
sangat jelas menggambarkan pemahaman umum tentang apa itu stud perilaku
konsumen.
Namun, jika di perjelas lagi, studi perilaku konsumen akan di jabarkan atau
meliputi 4W, 2H.

Studi perilaku konsumen melitputi

4W, 2H :

What the buy?

Apa yang dibeli? Studi perilaku konsumen dalam hal ini menanyakan produk apa
yang dibeli, namun tentunya sebelum membeli produk nya, kita pun juga harus
menyesuaikan dengan kebutuhan serta uang yang akan kita keluarkan untuk
membeli produk.

Why the buy it?

Kenapa membeli itu? Studi perilaku konsumen dalam hal ini menanyakan alasan
konsumen dalam mengeluarkan uangnya untuk membeli suatu produk. Ada
bermacam-macam alasan konsumen membeli produk tersebut, misalnya, ada
konsumen yang membeli produk tersebut karena produk tersebut bisa memenuhi
kebutuhan utama mereka, ada konsumen yang membeli produk diluar karena
kebutuhan utama, untuk hal ini bisa dibedakan menjadi 2 macam, yang pertama
konsumen yang membeli produk diluar kebutuhan utama karena kebutuhan utama
suda terpenuhi, yang kedua konsumen yang membeli produk diluar kebutuhan
utama karena tidak terlalu mementingkan kebutuhan utama, dengan kata lain,
baginya membeli produk tersebut dirasa lebih penting dari membeli kebutuhan
utama. Dan ada juga konsumen yang membeli produk tersebut hanya untuk
memenuhi nafsu saja, baik itu nafsu sesaat saja yang tidak beberapa lama
kemudian merasa menyesal karena telah membeli, atau nafsu ingin menjadikan
produk yang dibeli itu sebagai koleksi, bukan untuk digunakan sebagai keperluan
ataupun kebutuhan yang menunjang kehidupan konsumen tersebut.

When they buy it?


Kapan mereka membeli itu? Studi perilaku konsumen dalam hal ini bisa menjadi
2 persepsi, yang pertama kapan mereka (penjual) membeli produk ini untuk dijual
kepaada konsumen, dan yang kedua, kapan mereka (pembeli) membeli produk ini
untuk mereka gunakan, konsumsi, atau hanya sekadar ingin memuaskan nafsu
membeli. 2 hal tersebut berbeda, jika dari sudut pandang kapan penjual membeli
produk tersebut untuk dijual ke konsumen, sangat mempengaruhi pilihan yang
akan dijatuhkan konsumen. Konsumen cenderung lebih memilih produk yang
tanggal pembelian (dari penjual) masih tergolong baru, karena jika produk
tersebut untuk di konsumsi, itu masih memiliki kualitas yang bagus, masih lama
untuk tidak layak dimakan atau pun kadaluarsa.

Where they buy it?

Dimana mereka mebeli itu? Studi perilaku konsumen dalam hal ini menanyakan
dimana produk yang dibeli suatu konsumen. Tempat membeli juga berpengaruh
terhadap produk yang akan dibeli konsumen, sebagai contoh jika produk yang
dimaksud adalah produk yang untuk memenuhi kebutuhan utama konsumen atau
produk yang dikonsumsi. Konsumen yang membeli suatu produk di supermarket
dan pasar tradisional memiliki kesan yang berbeda satu sama lain. ada yang
beranggapan kalau membeli di supermarket mahal, tidak bisa ditawar dan lain
sebagai nya. ada juga yang beranggapan kalau membeli di supermarket kualitas
produk nya lebih terjamin karena ditunjang dengan tempat yang bersih dan
memiliki kesan kalau produk yang dijual disitu memang merupakan produk
dengan kualitas yang bagus. Ada yang beranggapan kalau produk yang dijual di
pasar tradisional tidak sebagus kualitas produk yang dijual di supermarket. Ada
yang beranggapan kalau membeli di pasar tradisional harga nya bisa lebih murah
karena juga bisa ditawar, dan juga untuk kualitas nya bisa dibilang cukup untuk
memenuhi kebutuhan ataupun dikonsumsi.

How often they buy it?

Seberapa sering mereka membeli itu? Studi perilaku konsumen dalam hal ini
menanyakan seberapa sering konsumen membeli itu atau membeli produk itu?
Jika mengetahui latar belakang konsumen dalam seberapa sering mereka
membelinya, bisa dijadikan bahan studi atau mempelajari perilaku konsumen
sebelum memasarkan suatu produk. Misalnya, dalam bentuk makanan atau
minuman, beberapa konsumen sering membeli suatu produk minuman bersoda
karena minuman tersebut sudah disukai sejak lama. Dengan mengetahui hal
tersebut, akan menambah informasi dalam studi perilaku konsumen.

How often they use it?

Kurang lebih tidak jauh berbeda dengan yang dibahas diatas, studi perilaku
konsumen dalam hal ini mengetahui seberapa sering konsumen menggunakan
barang,produk yang dibeli atau jasa yang digunakannya. Dengan mengetahui
seberapa sering konsumen menggunakan produk yang dibeli atau jasa yang
digunakan, itu secara tidak langsung menjadi simbil kepercayaan konsumen
terhadap kualitas produk yang dibeli ataupun jasa yang digunakan. Hal ini juga
menjadi penting karena dengan mempelajari hal tersebut dalam studi perilaku
konsumen, dapat ditentukan produk atau layanan jasa apa yang kelak akan lebih
sering dibeli dan digunakan oleh konsumen dan penyedia atau produsen dapat
menentukan hal-hal apa saja yang bisa mendapatkan kepercayaan konsumen
sehingga, konsumen lebih sering menggunakan produk atau jasa nya. Misalnya,
beberapa konsumen menggunakan jasa pengiriman A, beberapa konsumen
tersebut memilih jasa pengiriman tersebut karena selama dalam penggunaan jasa
nya, pelayanan nya memuaskan, sedikit masalah yang disebabkan, sehingga
beberapa konsumen tersebut lebih memilih menggunakan jasa pengiriman A
karena mereka sudah percaya dengan jasa pengiriman tersebut. dan penyedia jasa
pengiriman tersebut akan berusaha meningkatkan lagi pelayanannya agar
pengguna jasa mereka tidak dikecewakan.

Setelah mengetahui apa saja yang diperlukan untuk studi perilaku konsumen, ada
juga manfaat hasil studi perilaku konsumen.

Manfaat hasil studi perilaku konsumen:

A) Merancang bauran pemasaran


Sebelum melakukan pemasaran, sebelum nya kita harus merancang segala
macam hal untuk melakukan pemaasaran sehingga hasil nya bisa seperti
yang kita inginkan atau sesuai dengan ekspetasi.
B) Menetapkan segmentasi
Menetapkan segmentasi penting karena agar calon produk yang dijual
tidak salah tempat untuk di beli konsumen. Maksudnya, tiap konsumen
memiliki kebutuhan, tingkat ekonomi yang berbeda-beda, jadi,
menetapkan segmentasi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan serta
tingkat ekonomi diperlukan agar para konsumen bisa mendapatkan produk
atau jasa yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan
daya beli nya.
C) Merumuskan positioning dan pembedaan produk
Merumuskan positioning atau penempatan dan pembedaan produk
dilakukan agar produk yang dijual sesuai dengan pilihan kebutuhan yang
akan dibeli konsumen dan melakukan pembedaan dimaksudkan agar
produk yang dipasarkan terlihat lebih menarik dari produk sejenis yang
dijual dan ditempatkan di tempat yang sama. Yang dimaksudkan dari
merumuskan positioning dan pembedaan produk adalah agar konsumen
lebih banyak membeli produk yang dijual yang sebelumnya sudah
dirumuskan penempatan dan dilakukan pembedaan agar menarik lebih
banyak konsumen.
D) Memformulasikan analisis lingkunan bisnisnya
Dilakukan dengan tujuan memperhitungkan keuntungan yang akan
didapatkan jika lingkungan penjualan nya tepat dengan minat dan
ketertarikan serta kebutuhan konsumen yang tempatnya berada di
lingkungan tersebut ataupun tidak jauh dari lingkungan tersebut. karena itu
diperlukananalisis mengenai lingkungan bisnis, jika sudah melakukan
analisis, diformulasikan lah analisis tersebut sehingga bisa bisa
menentukan lingkungan mana yang bisa mendapatkan keuntungan dengan
persentase yang tinggi.
E) Mengembangkan riset pemasaran.
Sebelum melakukan pemasaran atau memasarkan produk yang dijual,
melakukan riset sangatlah diperlukan agar tidak mendapatkan kerugian
karena salah melakukan strategi dalam melakukan pemasaran produk atau
memasarkan produk. Riset dilakukan dengan meng observasi minat dan
ketertarikan apa yang sedang tinggi dikalangan konsumen, dengan
melakukan observasi terhadap hal tersebut, bisa menentukan strategi
pemasaran apa yang cocok dilakukan dan dengan rasio keuntungan yang
cukup tinggi. Sehingga bisa menghindari kesalahan strategi dalam
pemasaran serta menghindari dari kerugian.

Perilaku konsumen adalah dinamis, yang berarti konsumen sertah masyarakat luas
selalu berubah dan bergerak dalam hal ketertarikan serta kebutuhan yang
diperlukan, tidak mungkin kebutuhannya hanya itu-itu saja. Sebagai contoh,
kebutuhan manusia dari mulai kecil, anak-anak, sampai dewasa memerlukan
kebutuhan yang berbeda. Tidak mungkin ketika mereka sudah dewasa mereka
memerlukan kebutuhan yang diperlukan anak-anak kecil pada umum nya karena
tidak cocok dan kurang sesuai dengan kehidupan yang mereka jalani pada saat
mereka dewasa. Kecuali jika hal-hal tersebut atau kebutuhan tersebut bersifat atau
memiliki unsur sebagai hobi, hal tersebut bisa saja menjadi kebutuhan manusia
yang sudah dewasa karena niat mereka membeli hanya untuk memuaskan hasrat
sebagai orang yang memiliki hobi atau membeli untuk dijadikan koleksi.

Hal tersebut memiliki kesamaan atau bisa termasuk dalam studi perilaku
konsumen, demikian pula pada pengembangan strategi pemasaran.

Dalam studi perilaku konsumen, salah satu yang terdapat adalah generalisasi
perilaku konsumen, atau penyamarataan terhadap perilaku konsumen, namun hal
ini hanyalah bersifat sementara atau dalam jangka waktu yang pendek, atau
mungkin bisa dibilang hal ini terjadi ketika sedang ada tren untuk suatu produk.
Misalnya belum lama ada tren menggunakan brand dari PSD, banyak konsumen
yang membeli dan menggunakan produk dari brand tersebut karena sedang tren,
namun kalau sekarang, konsumen sedang banyak yang menggunakan produk dari
kenamaan dream birds. Itulah alasan kenapa generalisasi perilaku konsumen
biasanya terbatas dan hanya dalam jangka waktu tertentu. Jadi tidak seharusnya
terlalu menyamaratakan teori ataupun temuan riset.

Perusahaan perlu memahami bagaimana konsumen merespon gambaran produk,


harga, pesan-pesan iklan yang berbeda, dan lain sebagainya yang nantinya akan
memiliki euntungan dibandingkan pesaingnya. Tugas pemasar adalah untuk
memahami pertanyaan tentang apa yang terjadi pada pembeli yang dipengaruhi
oleh baik stimuli luar maupun seputusannya sendiri, seperti yang sudah dibahas
pada bagian manfaat hasil studi perilaku konsumen. Tugas pemasar agar bisa
memenuhi hal tersebut dengan mencari tahu hal-hal,

1. Bagaimana latar belakang pembeli budaya sosial, pribadi dan psikologi


mempengaruhi perilaku membelinya.
Sebagai bagian tugas dari pemasar melakukan observasi atau riset
terhadap latar belakang pembeli, budaya sosial dan psikologi serta
mempengaruhi bagaimana konsumen agar membeli produknya sangat
berpengaruh terhadap keuntungan yang akan didapatkan setelah
melakukan strategi pemasaran dan menjualnya.
2. Bagaimana pembeli bergerak mulai dari proses keputusan menuju pilihan
pembelian.
Melakukan riset atau observasi terhadap hal ini juga diperlukan,
mengetahui bagaimana dan apa saja yang mempengaruhi keputusan
konsumen sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian bisa
meningkatkan persentase dalam melakukan strategi pemasaran yang tepat,
dan agar dapat produk yang dijual laku banyak serta mendapatkan lebih
banyak keuntungan.
C. Memahami perilaku konsumen untuk menetapkan Segmentasi dan
Positioning.

Segmentasi adalah suatu proses mengotak-kotakkan pasar yang berbagai macam


ke dalam kelompok potensial customers yang memiliki kesamaan kebutuhan
karakter yang memiliki respons yang berbeda.

Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:

1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti


kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.

2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan


variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani
kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

3. mengetahui siapa yang menjadi konsumen nya

4. mengetahui apa yang ada di kepala konsumen nya

5. mengetahui dimana konsumen tersebut dapat di jangkau

6.. mengetahui apa yang mereka beli

Tujuan segmentasi.

1. Untuk mencapai posisi yang kuat dalam penjualan barang dan jasa.

2. Untuk meningkatkan laba atau keuntungan yang diharapkan.

3. Untuk memudahkan di dalam melaksanakan analisis pasar.

4. Agar perusahaan dapat membedakan pasarnya.

5. Agar perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap para


konsumen.

6. Agar tujuan pemasaran produk yang dibuat perusahaan jauh lebih efektif dan
efisien.
Positioning

menurut Kasali, Renald (2007) positioning adalah suatu proses atau upaya untuk
menempatkan suatu produk, merek, perusahaan, individu atau apa saja dalam
alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumen nya , upaya
ini dianggap perlu karena situasi masyarakat atau pasar konsumen sudah over
communicated.

positioning ini adalah tindakan untuk merancang produk pemasaran agar dapat
tercipta kesan tertentu di ingatan konsumen. Sehingga dengan demikian
konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan
dalam kaitan menciptakan suatu produk untuk di pasarkan.

positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada


konsumen yang dituju, antara lain:

1. Penentuan posisi menurut atribut


Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan
atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran,
lama keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya Disneyland dapat
mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.
2. Penentuan posisi menurut manfaat
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu
manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai
taman hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi,
seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West.
3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan
Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan
sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, misal: Japanese
Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin
memperoleh hiburan singkat.
4. Penentuan posisi menurut pemakai
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah
kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada
sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti
luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman
hiburan untuk pencari tantangan.
5. Penentuan posisi menurut pesaing
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara
utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country
Safari dapat beriklan memilk lebih banyak macam binatang jika
dibandingkan dengan Japanese Deer Park.
6. Penentuan posisi menurut kategori produk
Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk.
Misalnya:
Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai taman
rekreasi tapi sebagai lembaga pendidikan.
7. Penentuan posisi harga atau kualitas.
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya
Busch Gardens dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga
(dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau
harga termurah.

D. Pentingnya Mengenal Khalayak Sasaran dalam Periklanan

Khalayak (audience) merupakan factor penentu keberhasilan komunikasi. Dengan


mengerti pentingnya mengenal khalayak sebagai sasaran dalam periklanan akan
mendapat kemudahan untuk merancang iklan dan menentukan seleksi media yang
akan digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak apabila pesan-pesan
yang disampaikan melalui media yang diterima sampai pada khalayak sasaran,
dipahami, dan mendapatkan tanggapan positif, dalam arti sesuai dengan harapan
komunikator.
Agar periklanan dapat menarik dan berkomunikasi dengan khalayaknya dalam
cara tertentu sehingga membuahkan hasil yang diinginkan, para pengiklan
pertama tama harus memahami khalayak mereka. Mereka harus mengakrabkan
diri dengan cara berpikir konsumen dengan faktor-faktor yang memotivasi
mereka dengan lingkungan dimana mereka hidup
Kesimpulannya adalah dengan mengenal khalayak yang dituju maka akan dapat
membanatu seorang desainer dalam merancang iklan untuk menentukan tematik
kreatif iklan yang digunakan dalam peyampaian pesan agar efesien sesuan dengan
tujuan periklanan yang di rencanakan
Khalayak Sasaran Menurut DKV

A. Pentingnya Mengenal Khalayak Menurut DKV

Bagi DKV atau seorang desainer mengenal khalayak sasaran merupakan


hal yang sangat penting, karena dengan mengenal khalayak sasarannya, seorang
desainer dapat mengenali karakteristik klien yang akan dilayani atau mengetahui
karakteristik khalayak audiens pada saat presentasi produk. Dengan mengenal
khalayak sasaran atau karakteristik klien, seorang desainer dapat membantu
memilih materi yang sesuai dengan tingkatan khalayak, menjadi acuan dalam
menyusun tujuan realistis, dasar keputusan mengenai isi, gaya penyampaian, dan
bentuk penyajian produk. Seorang desainer juga dapat memilih materi yang akan
disampaikan secara tepat berdasarkan kebutuhan dan merancang penyajian produk
sesuai dengan minat khalayak. Berdasarkan fakta empirik, pilihan materi yang
tepat dan perencanaan desain produk yang baik dapat meningkatkan efektivitas
komunikasi. Bagaimanapun komunikasi yang baik dan efektif hanya mungkin
terwujud ketika ada saling pengertian dan kesetaraan antara komunikator dan
komunikan. Dalam kaitan dengan seorang desainer, figur komunikator
kebanyakan muncul pada saat presentasi sebuah produk yang akan dikenalkan
kepada klien dan klien tersebut berperan sebagai komunikan.

Contohnya :

Saya sebagai seorang desainer diberi kesempatan untuk mendesain


kemasan makanan ringan. Sebelumnya saya mencari tahu terlebih dahulu seperti
apa klien saya. Ternyata klien saya orang Jepang, maka saya dapat memilih materi
kemasan produk yang tepat sesuai dengan apa yang klien inginkan. Selain itu saya
dapat dengan mudah menyajikan sebuah presentasi karena saya tahu bagaimana
klien saya. Misalnya dengan memberi hormat menunduk seperti adat orang
Jepang. Dengan begitu ada kemungkinan yang cukup besar jika hasil desain saya
akan diterima dan dibeli oleh klien tersebut.
B. Mengenal dan Memahami Perilaku Konsumen Menurut DKV

Mengetahui dan memahami bagaimana perilaku konsumen merupakan hal


yang penting bagi DKV atau seorang desainer, karena dengan mengetahui
perilaku konsumen atau pelanggan, tentu saja akan meningkatkan bisnis dan
keuntungan untuk seorang desainer. Dengan melakukan riset pasar secara teratur,
seorang desainer dapat dengan mudah memantau bagaimana perilaku konsumen.
Jika seorang desainer sudah paham bagaimana pelanggan membedakan dan
memilih sebuah produk, seorang desainer dapat memanfaat peluang yang ada dan
mengubahnya menjadi sebuah keuntungan.

Contohnya :

Saya bekerja disebuah perusahaan yang menyediakan kebutuhan mode


pakaian. Saya melakukan survei terlebih dahulu untuk mengenal perilaku
konsumen, ternyata mode pakaian saat ini banyak mengambil gambar dari
binatang misalnya. Dengan begitu saya sudah punya gambaran untuk mendesain
bagaimana produk yang akan saya buat selanjutnya.

C. Memahami Perilaku Konsumen untuk Menetapkan Segmentasi dan


Positioning menurut DKV

Sebagai seorang desain grafis, kami berpendapat bahwa sangat penting


untuk menerapkan segmentasi agar ide gagasan tidak terbuang percuma.
Maksudnya disini adalah bagaimana kita memilih dan memilah cara periklanan
agar sesuai dengan apa, siapa, dan bagaimana iklan tersebut bisa sampai kepada
konsumen.

Semisalnya kita melakukan iklan kebutuhan rumah tangga, maka sudah semestinya
kita tahu bahwa konsumen dewasa ini telah cerdas memilih kebutuhan tersebut dari
manfaatnya.

Dan bagi desainer sendiri, ide gagasan yang dianjurkan dan di targetkan kepada
khayalak tidak jadi mubazir dan terabaikan hanya karena masalah ketidaksesuaian
dengan pola pikir konsumen. serta produk yang di hasilkan tidak kelebihan
ataupun kekurangan dengan melihat data penjualan (retail).

Selain menentukan iklan yang cocok, keuntungan lainnya mengkotak kotakkan


potensial customers juga termasuk menemukan pelanggan dari segi geografis dan
kebutuhannya. Misalnya, iklan sirup di Indonesia menjadi sangat dominan saat
Ramdhan dan lebaran. Itu karena masyarakatnya selalu mengawali berbukan
dengan yang manis dan sirup menjadi pilihan yang tepat untuk itu. Dengan
mengetahui hal tersebut, pengeluaran untuk membuat sebuah iklan besar besaran
tidak akan mengakibatkan kerugian karena telah mengetahui keadaan dan
kebutuhan masyarakatnya.

Positioning

Sebagai seorang desainer, tentunya sangat diperlukan adanya penanaman suatu


persepsi sebuah iklan produk kedalam pikiran target pemasaran. Karena jika hanya
melakukan komunikasi tanpa adanya penanaman faham kedalam pikiran mereka,
akan sangat sia sia suatu iklan tanpa mampu mengajak konsumen untuk membeli
sebuah produk.

Untuk medapatkan sistem positioning yang baik, bukan dilihat dari banyaknya iklan
yang mendominasi dan banyak mengeluarkan biaya untuk iklan yang memonopoli
media, tetapi dilihat dari seberapa meyakinkannya sebuah iklan yang kita produksi
bagi konsumen sehingga bias dibilang nantinya membuat konsumen menjadi
berlangganan dari produk produk yang kita iklankan.

Selain itu pula, hal tersebut dapat berpengaruh dalam menyebarluaskan informasi
suatu produk yang kita iklankan secara mouth to mouth. Karena seorang konsumen
yang telah yakin pada produk yang iklankan, biasanya akan merekomendasikan hal
tersebut pada konsumen atau khalayak lainnya.

D. Pentingnya Mengenal Khalayak Sasaran dalam Periklanan menurut DKV

Untuk seorang pelaku yang juga akan bekerja di bidang periklanan, tentunya
mengenal khalayak sasaran untuk target periklanan juga menjadi hal yang wajib
dilakukan. Selain yang telah disebutkan diatas, yakni gagasan ide menjadi mubazir,
juga menentukan seleksi media yang biasa di gunakan oleh khalayak satu dengan
yang lainnya.

Bukan hanya dengan bertanya untuk dapat menentukan rancangan iklan yang akan
dibuat, namun juga dengan mengalami, bahkan memperhatikan sikap dan pola pikir
kahalayak serta kebiasaan membeli. Sebelumnya sudah di jelaskan tentang
bagaimana kita harus melihat data penjualan untuk melihat kebiasaan membeli
khalayak. Dan tentunya motivasi dalam mengkonsumsi suatu produk juga
medianya yang akan menciptakan ide periklanan yang cocok untuk target yang
dituju.

Pada akhirnya, prinsip dari massa, untuk massa juga harus diterapkan mengingat
target periklanan kita yang pastinya mencangkup semua lapisan masyarakat.
Karena bagaimanapun, kita tentunya tidak ingin menjadi produksi periklanan yang
kehadiran marketingnya di abaikan hanya karena berbeda pola pikir kebiasaan
(tren) target khalayak, kan?

Sebagai contoh dalam pemilihan media dari hasil mengenali khalayak sasaran
dalam periklanan adalah, orang Indonesia biasanya lebih banyak menonton televise.
Itu sebabnya televisi kita saat ini sudah kelebihan muatan dalam mencangkup iklan
karena pelaku periklanan menyadari hal tersebut. Namun orang orang yang
berada di daerah pedalaman atau pegunungan biasanya tidak memiliki jaringan TV
antena tersebut. Maka biasanya para pelaku iklan menyebar luaskan iklan tersebut
lewat pamphlet yang ditempel, baliho yang di gantung, atau bahkan melakukan
iklan pada dinding bus antar kota.

Masih banyak lagi contoh media yang digunakan dan harus tepat untuk dilakukan.
Seperti misalnya pemasangan reklame sebesar gaban di tempat ramai seperti
misalnya pasar, ataupun jalanan yan biasanya di lalui banyak mobil. Bayangkan
jika kita menempatkan media tersebut di tempat yang jarang dikunjungi orang.

Contoh lainnya adalah pemasangan iklan di media media sosial. Awal 2008
adalah dimana awal sosial media mulai ramai di Indonesia. Maka tak jarang pelaku
iklan memasang iklan iklan mereka di media sosial seperti facebook yang sering
kita jumpai, atau twitter dan instagram yang dimana iklan iklan sudah mulai
menjamur. Dan yang paling sering menawarkan jasa pemasangan iklan adalah blog
dan forum yang situsnya sering dikunjungi oleh netizen. Dengan begitu,
pemanfaatan iklan di media massa seperti internet juga menjadi target sasaran
khalayak.

Menurut kami sebagai desainer, peranan media tentunya sangatlah penting


mengingat media menjadi salah satu penghubung antara produsen dengan
konsumennya. Oleh sebab itu, sangat penting memilih media yang akan digunakan
dan tergantung di tempat mana media tersebut akan menyebarluaskan iklan. Kami
mengamati, bahsawannya media yang sampai dengan cepat oleh khalayak
penduduk Indonesia biasanya adalah televisi. Karena dari televisi lah biasanya kita
bisa memperkenalkan produk baru dengan cepat, atau bahkan mengenalkan tren
baru lewat sebuah iklan.

Dari contoh diatas, dapat disimpulkan oleh kami bahwa menurut kami, media massa
yang paling banyak di gandrungi oleh khalayak adalah sarana iklan paling mumpuni
dan paling cepat sampai kepada khalayak. Namun meski begitu, tidak hanya satu
media massa yang kami pertimbangkan, tetapi juga semua media yang biasa
digunakan oleh khalayak. Tapi tentunya, dana yang dikeluarkan akan berbeda
beda tergantung media mana yang sampai kepada khalayak secara cepat, hingga
media yang kurang diminati oleh khalayak.

Selain itu pula, tentunya kami juga harus mengamati tiap tiap daerah yang menjadi
tujuan target periklanan yang biasanya berbeda dalam penggunaan media massa.
Itu berarti kami juga harus mempertimbangkan periklanan tergantung dari media
daerah lainnya yang menjadi target periklanan. Karena setiap keadaan dan geografis
tiap daerah menentukan media massa yang paling banyak diminati. Namun hal itu
dapat berlaku jika produk yang kami iklankan bersedia memasarkan produknya
keluar daerah atau ke luar negeri.
KESIMPULAN

Khalayak Sasaran tidak hanya sebatas mengetahui apa itu khalayak, namun juga
harus mengetahui hal-hal apa saja yang berhubungan dengan khalayak sasaran.
Mengetahui ketentuan utama dalam komunikasi, faktor yang mempengaruhi
khalayak, mengenal dan memahami perilaku konsumen, studi perilaku konsumen,
memahami perilaku konsumen untuk menetapkan segmentasi dan positioning, dan
mengenal khalayak dalam periklanan juga diperlukan. Karena hal-hal tersebut
turut menjadi faktor penentu yang akan mempengaruhi sudut pandang kita
terhadap khalayak sasaran.
Daftar Pustaka

Winarni, Rina Wahyu dan Nurhablisyah. 2016. Bahan Kuliah Komunikasi


Periklanan. Jakarta: DKV Unindra PGRI