Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS JURNAL

(Judul Skripsi: Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis


Komputer Pokok Bahasan Zat Aditif dan Zat Adiktif
untuk SMP Kelas VIII)

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Seminar Pendidikan IPA


Yang Dibina Bapak Dr. Munzil M. Si., dan Ibu Vita R. Mustikasari S. Pd, M. Pd.

Oleh:
NOVITA RATNASARI
(140351600729)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
September 2017
1. Judul jurnal : Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis IT Pokok
Bahasan Getaran dan Gelombang pada Pembelajaran IPA di SMP.

Cara merujuk :
Menurut Kurniawati (2014), IPA merupakan suatu pengetahuan sistematis yang
harus memuat tiga aspek hakikat sains yaitu sikap ilmiah, proses dan produk.

Kurniawati, S., Lesmono, A. Djoko, & Wahyuni, S. 2014. Pengembangan Bahan


Ajar Interaktif Berbasis IT Pokok Bahasan Getaran dan Gelombang pada
Pembelajaran IPA di SMP. Jurnal Pendidikan Fisika, 3(3), 301 305.
Darihttp://fisika.fkip.unej.ac.id/wp-content/uploads/sites/11/2015/04/15.-
Sri-301-305.pdf
Analisis jurnal :
Pemilihan judul skripsi pengembangan ini berdasarkan kebutuhan siswa
serta hasil observasi dan wawancara guru IPA di beberapa SMP di Jember.
Pembelajaran IPA kurang dikaitkan dengan produk-produk teknologi terbarukan
(e-learning, e-modul dan bahan ajar interaktif) sehingga peneliti melakukan
kegiatan penelitian pengembangan berjudul Pengembangan Bahan Ajar Interaktif
Berbasis IT Pokok Bahasan Getaran dan Gelombang pada Pembelajaran IPA di
SMP. Sesuai dengan pemikiran tersebut, peneliti bertujuan untuk
mendeskripsikan validitas bahan ajar interaktif berbasis IT, hasil belajar siswa
setelah pembelajaran menggunakan bahan ajar interaktif berbasis IT, dan respon
siswa setelah pembelajaran menggunakan bahan ajar interaktif berbasis IT.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model 4-D.
Pertama, uji validitas bahan ajar dilakukan melalui tahap validasi logic.
Berdasarkan hasil analisis data validasi logic terhadap bahan ajar interaktif
berbasis IT diketahui bahwa bahan ajar tersebut berkategori cukup valid dan dapat
digunakan untuk uji pengembangan. Kedua, sebelum melakukan uji
pengembangan, dilakukan uji homogenitas terhadap hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa kemampuan tiap siswa yang akan
di uji adalah sama. Pengambilan sampel untuk dijadikan kelas uji pengembangan
dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu mengambil satu kelas
secara acak dari seluruh populasi kelas. Hasil perhitungan hasil belajar siswa
setelah menggunakan bahan ajar interaktif berbasis IT yang diukur melalui
indikator kognitif produk, psikomotor, dan afektif menunjukkan persentase
kognitif produk lebih tinggi daripada psikmotor dan afektif. Ketiga, uji respon
siswa setelah pembelajaran menggunakan bahan ajar interaktif berbasis IT.
Respon siswa diperoleh dari lembar angket yang meliputi indikator ketertarikkan,
kemudahan pengoperasian, pemahaman, rasa senang, bosan, minat, bahasa, dan
tampilan bahan ajar interaktif berbasis IT. Hasilnya menunjukkan sebesar 45,71%
siswa kurang setuju jika pembelajaran melalui bahan ajar interaktif berbasis IT
dinyatakan membosankan. Siswa mengaku sennag dan tidak bosan belajar IPA
karena ditampilkan media audiovisual dan dilakukan proses penyelidikan atau
percobaan yang membuat siswa lebih mudah memahami materi.
2. Judul jurnal : Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis
Komputer untuk Siswa SMP Kelas VIII.

Cara merujuk :
Berkaitan dengan perangkat pendukung kegiatan belajar-mengajar, Arda
(2015:69) menyimpulkan sebagai berikut.
Media merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan proses
pembelajaran di sekolah karena dapat membantu proses penyampaian
informasi dari guru kepada siswa ataupun sebaliknya. Penggunaan media
secara kreatif dapat memperlancar dan meningkatkan efesiensi
pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Arda, Saehana, S., & Darsikin. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran


Interaktif Berbasis Komputer untuk Siswa SMP Kelas VIII. e-Journal
Mitra Sains, 3(1), 69 77. Dari
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/MitraSains/article/download/41
56/3092
Analisis jurnal :
Media merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan proses
pembelajaran di sekolah karena dapat membantu proses penyampaian informasi
dari guru kepada siswa ataupun sebaliknya. Penggunaan media secara kreatif
dapat memperlancar dan meningkatkan efesiensi pembelajaran sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bertujuan
menghasilkan media pembelajaran berbasis komputer untuk siswa SMP kelas
VIII. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi media pembelajaran
mandiri bagi siswa dan penunjang dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall
yang dibagi menjadi lima langkah utama yaitu: menganalisis produk yang akan
dikembangkan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba
lapangan skala kecil dan revisi produk, uji coba lapangan skala besar dan produk
akhir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan tes.
Angket yang digunakan berupa angket ahli materi, ahli media dan angket siswa.
Tes digunakan untuk melihat konsep awal dan konsep akhir siswa terhadap materi
yang disajikan dalam media pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan
adalah analisis deskriptif.
Pengembangan media pembelajaran interaktif ini dikemas dalam bentuk
compact disc (CD) dengan menggunakan program macromedia flash 8. Media
pembelajaran tersebut terdiri dari beberapa komponen, yaitu: (1) petunjuk
penggunaan, (2) materi, (3) evaluasi interaktif. Setiap materi dilengkapi dengan
video peristiwa kehidupan sehari-hari sebagai pendahuluan. Penyajian uraian
materi juga selalu dilengkapi dengan gambar-gambar yang relevan. Soal ini
penyajiannya berbeda dengan apa yang ada di buku cetak. Siswa langsung
mengetahui pilihan jawabannya benar atau salah serta nilai yang diperoleh. Media
ini juga dilengkapi musik instrumental agar siswa lebih bersemangat dan
termotivasi untuk belajar. Media pembelajaran yang telah dikembangkan
divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Validasi tersebut bertujuan untuk
mengetahui kualitas serta kelayakan media pembelajaran. Validasi dilakukan
dengan menggunakan tabel penilaian hasil validasi ahli materi dan ahli media
terhadap seluruh aspek yaitu termasuk kategori baik.
3. Judul jurnal : Pengembangan Multimedia Interaktif Model 4D pada
Pembelajaran IPA di SMP Negeri 3 Singaraja.

Cara merujuk :
Arywiantari (2015:1) menyatakan, Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi telah membawa perubahan hampir pada semua aspek kehidupan
manusia. Berbagai permasalahan yang muncul dapat dipecahkan dengan upaya
penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Arywiantari, D., Agung, A. A. G., & Tastra, D. K. 2015. Pengembangan


Multimedia Interaktif Model 4D pada Pembelajaran IPA di SMP Negeri
3 Singaraja. e-Journal Edutech Universitas Pendiidkan Ganesha Jurusan
Teknologi Pendidikan, 3(1), 1 12. Dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=346009&val=1343
&title=PENGEMBANGAN%20MULTIMEDIA%20INTERAKTIF%20
MODEL%204D%20PADA%20PEMBELAJARAN%20IPA%20DI%20
SMP%20NEGERI%203%20SINGARAJA
Analisis jurnal :
Permasalahan yang ditemukan di SMP Negeri 3 Singaraja adalah
minimnya media pembelajaran yang memfasilitasi guru dalam proses
pembelajaran IPA pada kelas VII semester II, sehingga dilaksanakanlah penelitian
yang bertujuan menghasilkan produk multimedia interaktif. Secara operasional
tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu
mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia interaktif,
mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada
pembelajaran IPA, dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia
interaktif terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model
pengembangan 4D. Subjek uji coba terdiri dari uji ahli isi, ahli desain, ahli media,
uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan
menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif
kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial uji-t.
Hasil penelitian menunjukkan rancang bangun multimedia interaktif
dengan model 4D meliputi empat tahap sebagai berikut: (a) pendefinisian, (b)
perancangan, (c) pengimplementasian, dan (d) penyebaran. Uji ahli isi mata
pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 94,28%; uji ahli desain
pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,77%; uji ahli media
pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90%; uji coba perorangan
berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 93,07%; uji coba kelompok kecil berada
pada kualifikasi sangat baik yaitu 92,64% dan uji coba lapangan berada pada
kualifikasi sangat baik yaitu 97,65%. Penghitungan hasil belajar secara manual
diperoleh hasil t hitung sebesar 27,746. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah
2,021. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak
dan H1 diterima. Berarti nilai rerata atau mean posttest yang lebih besar dari nilai
rerata atau mean pretest, dapat dikatakan bahwa multimedia interaktif pada mata
pelajaran IPA secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA.
4. Judul jurnal : Rancang Bangun Media Pembelajaran Berbasis
Multimedia Interaktif Konsep Gaya pada Mata Pelajaran Fisika SMP Kelas
VIII.

Cara merujuk :
Kebutuhan akan tersedianya program pengajaran berbasis komputer saat ini
semakin meningkat. .... Maka dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun suatu pembelajaran yang diharapkan dapat mengatasi
kendala-kendala yang ada (Marianda, 2014:112).

Marianda, G., Johar, A., & Risdianto, E. 2014. Rancang Bangun Media
Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Konsep Gaya pada Mata
Pelajaran Fisika SMP Kelas VIII. Jurnal Rekursif, 2(2), 112 120. Dari
http://repository.unib.ac.id/id/eprint/11561
Analisis jurnal :
Di era globalisasi ini, kebutuhan program pengajaran berbasis komputer
semakin meningkat. Hal ini karena kemajuan teknologi yang semakin pesat serta
pembelajaran di sekolah terkadang kurang menarik minat belajar siswa. Salah satu
media yang sangat menarik dan konkrit adalah media pembelajaran berbasis
multimedia interaktif. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada guru mata
pelajaran Fisika pada beberapa Sekolah Menengah Pertama di Kota Bengkulu,
dapat disimpulkan bahwa guru masih banyak mengalami kesulitan dalam
penyampaian materi Fisika. Hal ini disebabkan banyaknya materi dan kurangnya
alat bantu guru dalam penyampaian materi sehingga diperlukan pembuktian
dengan visualisasi dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini
bertujuan untuk merancang dan membangun suatu pembelajaran yang diharapkan
dapat mengatasi kendala-kendala yang ada. Dengan menggunakan platform
Adobe Flash Professional CS5 dan Action Scripst sebagai bahasa
pemrogramannya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan sekuensial
linieryang sistematis dan berurutan serta melakukan uji kelayakan dengan teknik
likert scale.
Media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini menghasilkan
media pembelajaran dengan mengintegrasikan teks, gambar, suara, animasi dan
video ke dalam penyajian informasi. Dari hasil uji kelayakan menggunakan
angket pada 3 Sekolah Menengah Pertama diketahui bahwa pada media
pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini aspek tampilan media termasuk
dalam kategori baik, aspek keterbacaan materi termasuk dalam kategori sangat
baik, aspek kesesuaian komponen termasuk dalam kategori sangat baik,
kemudahan guru dalam penyampaian materi termasuk dalam kategori sangat baik
dan aspek kemudahan guru dalam pengoperasian media juga termasuk dalam
kategori sangat baik. Sehingga disimpulkan media pembelajaran berbasis
multimedia interaktif ini sudah layak untuk diimplementasikan dan dapat
digunakan sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan materi, dibuktikan dari
hasil uji kelayakan yang telah diperoleh dengan rata-rata tingkat kelayakan media
pembelajaran ini sebesar 4,34 yang apabila dikonversi ke tabel kategori penilaian
maka nilai tersebut berada pada interval 4,2-5,0 dengan kategori sangat baik.
5. Judul jurnal : Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Seni Musik
untuk Siswa SMP.

Cara merujuk :
Diperlukan media pembelajaran berupa produk multimedia pembelajaran ... yang
dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, memfo-kuskan perhatian
siswa, menjadikan siswa aktif dalam proses pembelajaran dan men-ciptakan
suasana belajar yang menyenang-kan bagi siswa sehingga pembelajaran dapat
berlangsung secara efektif, efisien, dan menarik untuk membantu siswa da-lam
mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan (Rusdewanti, 2014:155).

Rusdewanti, P. P., & Gafur, A. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran


Interaktif Seni Musik untuk Siswa SMP. Jurnal Inovasi Teknologi
Pendidikan, 1(2), 153 164. sDari
https://journal.uny.ac.id/index.php/jitp/article/download/2526/2084
Analisis jurnal :
Pelajaran Seni Budaya diberikan di sekolah karena keunikan,
kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan siswa.
Berdasarkan observasi di lapangan diketahui masalah dalam pembelajaran yaitu:
padatnya kurikulum, sehingga tatap muka mata pelajaran seni sangat terbatas,
pembelajaran seni musik yang kurang menarik, masih banyaknya guru yang tidak
berlatar belakang pendidikan seni mengajar mata pelajaran seni, kurangnya sarana
dan prasarana, serta minimnya alat dan media pembelajaran. Walaupun banyak
guru yang menyadari pentingnya media sebagai alat untuk menyampaikan materi
pembelajaran, tetapi belum banyak guru yang memanfaatkan media yang ada
disekitarnya karena persiapan mengajar menjadi lebih lama. Berdasarkan paparan
tersebut, peneliti bertujuan untuk menghasilkan produk software multimedia
pembelajaran yang layak untuk mendukung pembelajaran seni musik. Jenis
penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development).
Pelaksanaan penelitian meliputi empat tahap yaitu: studi pendahuluan,
perencanaan, desain, dan pengembangan. Teknik sampling yang digunakan adalah
purposive sampling. Teknik analisis data meliputi analisis secara kualitatif dan
kuantitatif. Data kualitatif berupa kritik, saran, dan masukan dari ahli materi, ahli
media, dan siswa yang dihimpun untuk memperbaiki produk yang dikembangkan.
Data kuantitatif berupa data ordinal dianalisis menggunakan modus. Produk yang
dihasilkan berupa compact disc (CD) pembelajaran interaktif yang terdiri dari
kompetensi, materi, evaluasi, dan referensi.
Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut. (1) Ahli materi
menilai aspek pembelajaran dan aspek materi dengan kategori sangat baik, (2)
Ahli media menilai aspek media dengan kategori baik, (3) Hasil uji coba lapangan
menunjukkan bahwa aspek pembelajaran masuk kategori baik (skala 4 sebanyak
158 atau 47,45%), aspek materi masuk kategori baik (skala 4 sebanyak 113 atau
50,90%), dan aspek media masuk kategri sangat baik (skala 5 sebanyak 161 atau
48,35%). Hasil penilaian ini menunjukkan bahwa software multimedia
pembelajaran interaktif seni musik layak digunakan siswa SMP.