Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Mikrobiologi

UJI KUALITAS AIR

Laporan Praktikum Mikrobiologi UJI KUALITAS AIR Agung Guffron Alie 1141520020 PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA INSTITUT

Agung Guffron Alie

1141520020

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

SERPONG

2017

A. Tujuan Praktikum

Mengetahui banyaknya total bakteri Coliform yang terdapat dalam sampel air.

B. Tinjauan Pustaka

Air merupakan bahan esensial bagi kehidupan organisme, oleh karena itu air selalu penuh dengan benda-benda hidup. Manusia dan makhluk-makhluk lain yang tidak hidup di dalam air senantiasa mencari tempat-tempat tinggal dekat air supaya mudah mengambil air untuk keperluan hidupnya, maka desa atau kota zaman dulu tumbuh di sekitar sumber air, di tepi sungai, atau di tepi danau. Sesudah manusia lebih maju, tempat tinggalnya tidak perlu dekat air dengan sumber jauh yang disalurkan dengan pipa dan didistribusikan (Prawiro, 1989). Pentingnya air di dalam tubuh manusia, berkisar antara 50%70% dari seluruh total berat badan. Pentingnya air bagi kesehatan dapat dilihat dari jumlah air yang ada di dalam organ, 80% dari darah terdiri atas air, dalam tulang mengandung 25%, sedangkan dalam urat syaraf terdapat 75% air, dalam ginjal mengandung 80% air, dalam hati 70% air, dan otot 75% air. Kekurangan air menyebabkan penyakit batu ginjal dan kandung kemih, karena terjadi kristalisasi unsur-unsur yang ada di dalam cairan tubuh. Kehilangan air sebanyak 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian. Kebutuhan minum orang dewasa adalah minimum 1,52 liter air sehari (Slamet, 2004). Selain pentingnya air bagi tubuh manusia, air dibutuhkan bagi kehidupan lainnya, baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari yaitu keperluan untuk kebutuhan domestik rumah tangga maupun kebutuhan dalam pertanian, industri, perikanan, pembangkit listrik tenaga air, dan navigasi, serta rekreasi (Soerjani, 1997). Air tawar bersih yang layak minum, demikian langka di perkotaan. Sungai-sungai yang menjadi sumbernya sudah tercemar berbagai macam limbah, mulai dari buangan sampah organik, rumah tangga hingga limbah beracun dari industri. Air tanah sudah tidak aman dijadikan bahan air minum karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septik maupun air permukaan (Pudjarwoto, 1993). Air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi dapat juga merupakan suatu substansi yang membawa malapetaka, karena air dapat membawa mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Gause, 1946). Banyaknya kontaminan dalam air memerlukan standar tertentu untuk menjamin kebersihannya. Air yang terkontaminasi oleh bakteri patogen saluran cerna sangat berbahaya untuk diminum. Hal ini dapat dipastikan dengan penemuan organisme yang ada dalam tinja

manusia atau hewan dan yang tidak pernah terdapat bebas di alam. Ada beberapa organisme yang termasuk kategori ini, yaitu bakteri Coliform (Escherichia coli), Enterococcus faecalis, dan Clostridium. Di Indonesia, bakteri indikator air terkontaminasi adalah bakteri Escherichia coli (Gause, 1946). Bakteri Coliform adalah jenis bakteri yang umum digunakan sebagai indikator penetuan kualitas sanitasi makanan dan air. Coliform sendiri sebenarnya bukan penyebab dari penyakit- penyakit bawaan air, namun bakteri jenis ini mudah untuk dikultur dan keberadaannya dapat digunakan sebagai indikator keberadaan organisme patogen seperti bakteri lain, virus atau protozoa yang banyak merupakan parasit yang hidup dalam sistem pencernaan manusia serta terkandung dalam feses. Organisme indikator digunakan karena ketika seseorang terinfeksi oleh bakteri patogen, orang tersebut akan mengekskresi organisme indikator jutaan kali lebih banyak dari pada organisme patogen. Hal inilah yang menjadi alasan untuk menyimpulkan bila tingkat keberadaan organisme indikator rendah maka organisme patogen akan jauh lebih rendah atau bahkan tidak ada sama sekali (Servais, 2007). Bakteri Coliform dijadikan sebagai bakteri indikator karena tidak patogen, mudah serta cepat dikenal dalam tes laboratorium serta dapat dikuantifikasikan, tidak berkembang biak saat bakteri patogen tidak berkembang biak, jumlahnya dapat dikorelasikan dengan probabilitas adanya bakteri patogen, serta dapat bertahan lebih lama daripada bakteri patogen dalam lingkungan yang tidak menguntungkan (Slamet, 2004). Bakteri Coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri Coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan Coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi Coliform jauh lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi bakteri patogenik lain. Contoh bakteri Coliform adalah Esherichia coli dan Entereobacter aerogenes. Jadi, Coliform adalah indikator kualitas air. Makin sedikit kandungan Coliform, artinya, kualitas air semakin baik. (Friedheim, 2001). Eschericia coli, merupakan anggota Coliform yang dapat dibedakan dari bakteri Coliform lain karena kemampuannya memfermentasikan laktosa pada suhu 44°C. Pengidentifikasian dapat dilihat dari pertumbuhan dan reaksi yang memberikan warna berbeda pada media kultur khusus. Saat dikulutur pada media Endo Agar, hasil positif E. coli adalah koloni berwarna merah. Tidak seperti golongan Coliform pada umumnya, E. coli merupakan bakteri yang berasal dari feses dan kehadirannya efektif mengkonfirmasi adanya kontaminasi fekal pada badan air. Umumnya, pada feses, E. coli ada sebanyak 11% dari Coliform (Slamet, 2004).

C.

Alat dan Bahan

Alat:

1. Filter holder

2. Kertas saring 0.05

3. Cawan petri

4. Inkubator

Bahan:

1. Air sampel

2. Alkohol

3. Aquadest

4. Media Endo Agar

D.

Cara Kerja

a. Uji Coliform pada air

Dibersihkan filter holder base dengan alcohol.

Diletakkan kertas saring 0.05. Dituang 100 ml aquadest.
Diletakkan kertas saring 0.05. Dituang 100 ml
aquadest.
Diletakkan kertas saring 0.05. Dituang 100 ml aquadest. Dipompa sampai habis. Ditambahkan 100 ml air sampel.
Diletakkan kertas saring 0.05. Dituang 100 ml aquadest. Dipompa sampai habis. Ditambahkan 100 ml air sampel.

Dipompa sampai habis. Ditambahkan 100 ml air sampel.

Dipompa sampai habis. Ditambahkan 100 ml air sampel. Dipompa kembali sampai habis. Kertas saring dimasukkan ke

Dipompa kembali sampai habis.

Ditambahkan 100 ml air sampel. Dipompa kembali sampai habis. Kertas saring dimasukkan ke dalam cawan petri

Kertas saring dimasukkan ke dalam cawan petri kecil.

habis. Kertas saring dimasukkan ke dalam cawan petri kecil. Media Endo Agar dituang ke dalam cawan

Media Endo Agar dituang ke dalam cawan petri.

cawan petri kecil. Media Endo Agar dituang ke dalam cawan petri. Diinkubasi pada inkubator pada suhu

Diinkubasi pada inkubator pada suhu 35°C & 50°C.

E. Pengamatan

1. Data Pengamatan

 

Cawan

 

Suhu ( o C)

Ʃ Koloni

 

1

 

35

550

 

2

 

50

0

2. Perhitungan

 
 

Pada suhu 35 o C

Total bakteri

=

Total koloni

 

100

ml

100 ml

 

=

550

 

100

ml

 

=

5,5x10 2 cfu/100 ml

 
 

Pada suhu 50 o C

 

Total bakteri

=

Total koloni

 

100

ml

100 ml

 

=

0

 

100

ml

 

=

0 cfu/100 ml

 

F. Pembahasan

.

Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin.

Endo agar (juga disebut media Endo) adalah medium pertumbuhan mikrobiologi dengan warna merah muda pucat. Awalnya dikembangkan untuk isolasi Salmonella typhi, sekarang banyak digunakan sebagai media coliform. Kebanyakan organisme gram-negatif tumbuh baik di media ini, sementara pertumbuhan organisme gram positif dihambat. Organisme Coliform

memfermentasi laktosa dalam media ini, menghasilkan warna merah (yaitu Escherichia coli), sedangkan organisme non-laktosa-fermentasi memproduksi koloni tak berwarna dan bening contohnya yaitu Salmonella sp.

Pengujian secara kuantitatif jumlah bakteri secara tradisional dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) metode penghitungan cawan (plate count) dan 2) Most Probable Number (MPN). Pada praktikum kali ini, pengujian kandungan bakteri E. coli pada sampel air akan dilakukan dengan metode plate count. Prinsip metode tersebut adalah menumbuhkan sel mikroba yang masih hidup pada media agar padat dalam cawan petri, sehingga sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa mikroskop.

Jumlah koloni mikroba yang tumbuh dan dapat dihitung berkisar antara 30-300 koloni. Apabila jumlah koloni yang tumbuh terlalu tinggi (>300), maka akan sulit untuk dihitung sehingga kemungkinan kesalahan perhitungan sangat besar. Jumlah koloni >300 dikategorikan sebagai sample TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Tidak Bisa Untuk Dihitung) sehingga sampel tersebut tidak dapat dimasukkan dalam data perhitungan. Pengenceran sampel membantu untuk memperoleh perhitungan jumlah yang benar, namun pengenceran yang terlalu tinggi dapat mengahasilkan jumlah koloni yang terlalu rendah sehingga kemungkinan tumbuhnya sangat kecil.

Metode plate count merupakan cara yang cukup sensitif untuk menghitung jumlah mikroba. Kelebihan dari pengujian dengan metode tersebut adalah:

Hanya sel yang hidup yang dapat dihitung.

Beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus.

Digunakan untuk isolasi & identifikasi mikroba.

Sedangkan kekurangan dari metode plate count yaitu:

Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel mikroba yang sebenarnya karena beberapa sel yang berdekatan membentuk satu koloni.

Media dan kondisi yang berbeda menghasilkan nilai yang berbeda pula.

Mikroba yang tumbuh kompak, jelas serta tidak menyebar.

Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi beberapa hari sehingga pertumbuhan koloni baru dapat dihitung.

koloni yang

harus

pada

media

padat

dan

membentuk

Pelaksanaan metode plate count dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu dengan teknik tuang (pour plate) dan teknik sebar permukaan (spread plate). Pada kegiatan kali ini, pelaksanaan metode plate count akan dilakukan dengan teknik pour plate. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam teknik ini adalah proses pengenceran sampel dan homogenisasi larutan hasil pengenceran tersebut.

G. Simpulan

Dari hasil praktikum pemeriksaan air, jumlah bakteri pada sampel air adalah 5,5x10 2 cfu/100 ml. Jenis bakteri yang mencemari sampel air adalah berasal dari bakteri coliform, Sumber bakteri coliform pada inkubasi suhu 35 o C berasal dari tanah.

H. Daftar Pustaka

Ani Murniati, 2002. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi.Bogor: IPB Press.

Dwidjoseputro, D. 1992. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Imagraph.