Anda di halaman 1dari 4

2.

3 Pola dan Unsur-unsur Resensi

Dalam menulis berbagai jenis karangan kita harus mengenal pola serta unsur-unsur
tulisannya. Begitu juga dengan resensi. Dalam resensi kita juga mengenal pola dan unsur-unsur
tulisan yang menjadi pembeda dengan jenis karangan lainnya.

Terdapat 3 pola tulisan dalam resensi, yaitu :

a. Meringkas (sinopsis), yakni menyajikan semua persoalan buku secara padat dan jelas.
b. Menjabarkan (deskripsi), yakni mengungkapkan hal-hal yang menonjol dari sinopsis
yang sudah dibuat.
c. Mengulas, yakni menyajikan uraian sebagai berikut;

materi buku yang sudah dipadatkan dan dijabarkan, yang kemudian diinterpretasikan;

organisasi atau kerangka buku;

bahasa;

kesalahan cetak;

membandingkan (komparasi) dengan buku-buku sejenis, baik karya pengarang


sendiri maupun karya pengarang lain;

menilai buku yang mencakup kesan peresensi terhadap buku, terutama yang berkaitan
dengan keunggulan dan kelemahan buku.

Pola-pola di atas tidak harus ditulis berurutan. Penulis bisa langsung mengulas,
menjabarkan dan meringkas. Misalnya, dimulai dari kesan terhadap buku, membandingkan, lalu
masuk ke bagian meringkas. Kemudian kita padatkan persoalan pertama atau bagian terpenting
buku dalam uraian singkat dan jelas. Dan terakhir, menjabarkan bagian-bagian terpenting dari
synopsis. Namun hal terpenting lainnya adalah kita harus benar-benar memahami semua
pernyataan dalam buku.

Selain pola-pola resensi, kita juga harus mengetahui berbagai unsur yang ada dalam
resensi. Dengan kita memahaminya, maka akan lebih mudah untuk kita membuat resensi pada
akhirnya.
Daniel Samad (1997 : 7-8) mengungkapkan beberapa unsur resensi yang harus diketahui
adalah sebagai berikut ;

1. Membuat judul resensi


Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan,
tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat ditentukan jika resensi telah
selesai.
2. Menyusun data buku
Data-data buku yang biasanya diperlukan adalah sebagai berikut:
a. Judul buku;
b. Pengarang;
c. Penerbit;
d. Tahun terbit beserta cetakannya;
e. Tebal buku;
f. Harga buku;
3. Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal seperti di bawah ini:
a. Memperkenalkan pengarangnya, karyanta berbentuk apa saja, dan prestasi
yang telah diraih;
b. Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik ditulis
pengarang itu sendiri maupun oleh pengarang lain;
c. Mamaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
d. Memaparkan keunikan buku;
e. Merumuskan tema buku;
f. Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
g. Mengungkapkan kesan terhadap buku;
h. Memperkenalkan penerbit;
i. Mengajukan pertanyaan;
j. Membuka dialog.
4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan dalam resensi memuat hal-hal di bawah ini:
a. Sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b. Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. Keunggulan buku;
d. Kelemahan buku;
e. Rumusan kerangka buku;
f. Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. Adanya kesalahan cetak.
5. Penutup resensi buku

Untuk bagian penutup diisi dengan pengungkapan sasaran buku serta alsannya.
Menulis resensi tidaklah semudah yang dibangkan. Karena, banyak hal-hal yang harus
diperhatikan dalam menulisnya. Selain itu, tidak semua orang bisa menuliskan resensi sebuah
buku dengan benar. Maka dari itu, ada beberapa syarat utama seorang penulis agar mampu
menulis resensi dengan baik dan benar.

Brotowojoyo (1985, 125), mengungkapkan terdapat tiga syarat utama seorang penulis
agar mampu menulis resensi, antara lain:

a. Penulis harus menguasai benar bidangnya. Artinya, jika seorang penulis akan
meresensi sebuah buku novel, maka ia harus memiliki pengetahuan tentang teori
novel dan perkembangannya. Hal ini diperlukan agar penulis dapat memberikan
perbandingan terhadap karya lain yang sejenis. Kepekaan dalam menganalisa juga
sangat dipengaruhi unsur tersebut.
b. Penulis harus memiliki kemampuan analisis yang baik. Sebuah buku novel terdiri atas
unsur internal dan eksternal. Seorang penulis resensi harus mampu menggali unsur-
unsur tersebut. Unsur tersebut dianalisa untuk dinilai kelayakannya. Kemampuan
menganalisa ini akan mengantarkan penulis kepada kemampuan menilai apakah
sebuah buku layak dibaca masyarakat atau tidak.

c. Seorang penulis juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding.
Artinya, penulis akan membandingkan sebuah karya dengan karya lain yang sejenis.
Dengan demikian, ia akan mampu menemukan kelemahan dan kekurangan sebuah
karya.

Di samping hal-hal di atas, sebelum menulis resensi harus mengetahui bagaimana sistematika
resensi yang benar. Menurut Daniel Samad (1997 : 7-8) terdapat sistematika resensi, yaitu:

a) Judul Resensi

Judul resensi harus menggambarkan isi resensi. Penulisan judul resensi harus jelas,
singkat, dan tidak menimbulkan kesalahan penafsiran. Judul resensi juga harus menarik sehingga
menimbulkan minat membaca bagi calon pembaca. Namun perlu diingat bahwa judul yang
menarik pun harus sesuai dengan isinya. Artinya, jangan sampai hanya menulis judulnya saja
yang menarik, sedangkan isi tulisannya tidak sesuai, maka tentu saja hal ini akan mengecewakan
pembaca.

b) Data Buku

Secara umum ada dua cara penulisan data buku yang biasa ditemukan dalam penulisan
resensi di media cetak antara lain:

Judul buku, pengarang (editor, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar), penerbit,
tahun terbit, tebal buku, dan harga buku.
Pengarang (editor, penyunting, penerjemah, atau kata pengantar, penerbit, tahun terbit,
tebal buku, dan harga buku.

c) Pendahuluan

Bagian pendahuluan dapat dimulai dengan memaparkan tentang pengarang buku, seperti
namanya, atau prestasinya. Ada juga resensi novel yang pada bagian pendahuluan ini
memperkenalkan secara garis besar apa isi buku novel tersebut. Dapat pula diberikan berupa
sinopsis novel tersebut.

d) Tubuh Resensi

Pada bagian tubuh resensi ini penulis resensi (peresensi) boleh mengawali dengan
sinopsis novel. Biasanya yang dikemukakan pokok isi novel secara ringkas. Tujuan penulisan
sinopsis pada bagian ini adalah untuk memberi gambaran secara keseluruhan tentang apa yang
ingin disampaikan dalam tubuh resensi. Jika sinopsisnya telah diperkenalkan peresensi
selanjutnya mengemukakan kelebihan dan kekurangan isi novel tersebut ditinjau dari berbagai
sudut pandang, tergantung kepada kepekaan peresensi.

e) Penutup

Bagian akhir resensi biasanya diakhiri dengan sasaran yang dituju oleh buku itu.
Kemudian diberikan penjelasan juga apakah memang buku itu cocok dibaca oleh sasaran yang
ingin dituju oleh pengarang atau tidak. Berikan pula alasan-alasan yang logis.