Anda di halaman 1dari 9

TAKWA

Oleh:

RAIHAAN

KELOMPOK 13

PAI 19

141910101097
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha esa karena atas rahmat
dan karunia-Nya, sehingga makalah yang berkaitan dengan tugas agama islam dapat
kami selesaikan tepat pada waktunya meski dalam bentuk yang jauh dari
kesempurnaan.

Kami menyadari, bahwa penulisan tugas ini masih terdapat banyak


kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bisa membangun sangat kami
harapkan dalam penyempurnaan penulisan tugas makalah selanjutnya.

Selain itu, penulisan tugas ini tidak akan mungkin selesai tepat pada waktunya
apabila penulis tidak mendapat dukungan dari semua pihak.

Kami berharap laporan ini dapat diterima oleh semua pihak, utamanya oleh
dosen mata kuliah agama islam yaitu Mochammad Zaka Ardiansyah, M.Pd.I sebagai
salah satu bukti penyelesaian tugas yang diberikan kepada kami.

Akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian tugas ini dan semoga dapat bermanfaat dalam
proses pembelajaran.

Jember, September 2014

Penulis
DAFTAR ISI

Kata pengantar ..............................................

Daftar isi ......

Bab 1: Pendahuluan ......................................

1.1 Latar Belakang ..

1.2 Tujuan ..

1.3 Manfaat ..

Bab 2: Pembahasan ..

A. Pengertian dan ruang lingkup takwa


B. Hubungan dengan Allah
C. Hubungan dengan sesama manusia

Bab 3: Penutup ..

3.1 Kesimpulan ..
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Takwa adalah melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhkan
segala larangannya. Definisi tersebut mengisyaratkan seluruh perilaku seorang
muslim yang taat dan patuh terhadap peraturan yang ditetapkan Allah SWT atas
manusia. Karena itu dalam pandangan islam, tingkat yang paling tinggi adalah tingkat
takwa.

1.2 Tujuan
A. Mampu menerapkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dalam kehidupan sehari-
hari.
B. Mampu menjelaskan dan mengerti definisi dan ruang lingkup takwa, serta
mengimplementasikan takwa.
1.3 Manfaat

Dapat memahami dan mengerti makna dan cirri ciri orang yang bertakwa,
serta dapat menerapkan perilaku takwa tersebut dalam kehidupan sehari- hari.

BAB 2
PEMBAHASAN

A Pengertian dan Ruang Lingkup Takwa


Ciri manusia yang telah mencapai takwa dikemukakan dalam Al-Quran (Al-
Baqarah, 2:3-4):

Artinya :

3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan
menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka.

4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan
kepadamu dan kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin
akan adanya (kehidupan) akhirat.

Dan dalam Al-Quran surat Ali-Imran,3:134-135 :

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang


maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan
(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap
dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?
dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui.

B Hubungan dengan Allah

Hubungan dengan Allah SWT agar menjadi manusia yang bertakwa adalah
dengan menjalankan segala perintahnya. Salah satu perintah Allah yaitu menjalankan
shalat 5 waktu agar kita bisa lebih dekat dengan Allah SWT, dengan melakukan shalat
tersebut sangat berdampak pada cara berpikir yang terkondisi dengan baik. Ia akan
hidup disiplin terhadap segalanya. Semua itu dilakukan karena untuk mencari makna
kehidupan di dunia sebagai bekal di akhirat.

Hubungan tersebut diaktualisasikan pula terhadap manusia dengan rasulullah


SAW dengan cara member salawat, mengunjungi makamnya serta memuliakan
namanya dengan menjaga dari sikap- sikap yang dapat menjatuhkan. Semua itu
dilakukan karena rasulullah SAW adalah utusan yang diberi amanat oleh Allah SWT
untuk mengajarkan ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran- ajaran islam.

C. Hubungan dengan Sesama Manusia


1. Hubungan dengan keluarga
a. Berbakti kepada orang tua
Hubungan anak dengan orang tua adalah hubungan yang sangat istimewa karena kita
terlahir di dunia ini karena mereka. Mereka yang merawat kita sejak kecil hingga
dewasa. Semua itu dilakukan dengan pengorbanan kedua orang tua, sebagaimana
firman Allah dalam surat Al-Lukman ayat 14 :




14. Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-
bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-
tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua
orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.
Cara kita membalas semua kasih sayang orang tua adalah dengan cara
menghormati dan menyantuni mereka dengan sepenuh hati, serta merawat mereka
saat sakit dan kita berbuat baik pada mereka tidak hanya saat mereka hidup tetapi saat
mereka telah meninggal dunia, kita harus mendoakannya.
b. Menyayangi keluarga
Salah satu hal yang diperintahkan Allah SWT agar kita tergolong orang yang
takwa adalah dengan cara menyayangi keluarga kita dengan penuh rasa tulus. Kasih
sayang tidak selalu bisa disampaikan dengan materi akan tetapi kita juga bisa
memberikan kasih sayang itu dangan cara perhatian antar anggota keluarga dan
menerima mereka dengan apa adanya.

2. Hubungan dengan Masyarakat


a. Menegakkan keadilan
Adil adalah kebutuhan azasi setiap manusia . hak tersebut bisa di dapat jika
setiap orang berpihak kepada keadilan dan berusaha menegakkan keadilan di
masyarakat.
Ayat Al- Quran yang menjelaskan tentang keadilan adalah surat An-Nahl ayat 90:




90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,
memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran
dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil
pelajaran.

b. Amar makruf nahyi Munkar


Kata kata ini merupakan aktualisasi islam di tengah masyarakat dengan cara
menegakkan kebenaran dan membenci keburukan dari kemungkinan yang ada di
masyarakat.
Amar makruf ialah keberpihakan seorang muslim pada kebenaran walaupun
itu dapat merugikan dirinya sendiri. Sedangkan, Nahyi munkar adalah membenci
kemungkinan yang ada walaupun itu menguntungkan baginya.

c. Menyebarkan Rahmat dan Kasih Sayang


Cara agar menjadi takwa yang terakhir yaitu dengan cara silaturahmi supaya
ikatan tali persaudaraan di masyarakat terjalin dengan baik. Hubungan yang baik ini
merupakan ciri umat islam yang takwa, karena rahmat yang dibawa nabi harus kita
teruskan untuk sesama dan seluruh alam (Rahmatan lil alamin)
Jika kita telah melakukan hal baik itu, maka secara tidak langsung sifat baik
kita akan tembuh dengan sendirinya dan sifat buruk seperti sombong,angkuh fitnah
dan suudzon akan menghilang.
Cara menyebarkan rahmat dan kasih sayang ini contohnya membantu orang
tidak mampu, saling memaafkan dan lainnya.
BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Jika kita melakukan atau menerapkan perilaku yang ada di dalam Al-
Quran, Hadist maupun perbuatan nabi maka kita telah tergolong orang yang
takwa secara vertikal (Allah SWT) dan horizontal (Manusia) dan hasil dari
menerapkan sifat tersebut adalah secara tidak sadar kita telah berusaha untuk
menjauh dari segala sifat yang dilarang dan dibenci oleh Allah SWT. Serta
tidak sadar pula, kita akan menjadi pribadi yang diinginkan oleh Allah SWT.