Anda di halaman 1dari 1

Amphibi sendiri dapat diartikan Hewan yang menjalani dua fase ditempat berbeda dalam

kehidupan mereka.
-Fase Satu
Telur katak di letakkan oleh induknya di dalam air, dan setelah menetas akan menjadi berudu.
Berudu menjalani fase hidup di air. Ketika berada di air berudu memiliki morfologi (bentuk
tubuh) yang disesuaikan dengan kondisi tempat tinggalnya di air, yaitu memiliki insang untuk
bernafas dan memiliki sirip untuk berenang. Dengan morfologi yang demikian, tentu air
adalah tempat tinggal yang cocok untu berudu. Lama kelamaan berudu tersebut akan
berkembang menjadi katak.
-Fase Dua
Ketika telah menjadi katak, air bukan lagi tempat yang ideal untuk hidup, karena insang yang
tadinya merupakan alat pernafasan yang memudahkan ketika hidup dia air, kini telah diambil
alih tugasnya oleh paru-paru dan kulit luar. Sirip yang tadinya ada untuk memudahkan
berenang di air tereduksi dan alat gerak yang ada adalah kaki yang juga dapat digunakan di
darat selain di air. Secara logika, tentu akan lebih melelahkan berenang dengan morfologi
katak ketimbang berenang dengan morfologi berudu menggunakan sirip.

Sedangkan pada buaya, hidup di air dapat terjadi di seluruh fase hidupnya. Buaya naik ke
darat biasanya untuk berjemur pada waktu tertentu dan untuk meletakkan telur-telur, dan
tidak hidup di darat dalam jangka waktu yang cukup lama seperti katak. Buaya berjemur
untuk mengoptimalkan proses metabolisme dalam tubuhnya, lalu setelah itu ia akan kembali
lagi ke air.
Buaya memiliki sistem pernafasan dan sistem metabolisme yang unik sehingga dapat
bertahan lebih lama di air dibandingkan katak. Walaupun sama-sama memiliki paru-paru,
tetapi sistem pernafasan buaya didesain untuk lebih mampu bertahan di air lebih lama
ketimbang katak. (CMIIW)

Sumber:

*buku zoology
*logika