Anda di halaman 1dari 7

BAB V

ANALISA HASIL KINERJA

A Perbandingan Hasil Kinerja Pelayanan Kesehatan Tahun 2014 dengan


Tahun 2015

Hasil Kinerja Kegiatan Upaya Kesehatan Wajib

Tabel 10. Trend Pencapaian Kinerja Pelayanan Kesehatan Puskesmas Rawat


Inap Adi Luhur
Pencapaian
NO Jenis Kegiatan Trend
Tahun Tahun
2014 2015

Upaya Promosi Kesehatan - 63


1

2 Upaya Kesehatan Lingkungan - 78

Upaya Kesehatan Ibu dan anak termasuk - 61


3
keluarga berencana

4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat - 78,47

Upaya pencegahan dan pemberantasan - 78


5
penyakit menular

A. TB Paru - 65,38

B. Malaria - -

C. Kusta - 100

D. Pelayanan Imunisasi - 100

E. Diare - 71,7

F. ISPA - 55,3

G. Demam Berdarah Dengue - -

H. Pencegahan dan penanggulangan - -


PMS dan HIV/AIDS

6 Upaya pengobatan - 92

A. Pengobatan - 100

B. Pemeriksaan Laboratorium - 85

191
9
Hasil Kinerja Kegiatan Upaya Kesehatan Pengembangan

Tabel 11. Trend Pencapaian Kinerja Pelayanan Kesehatan Puskesmas Rawat


Inap Adi Luhur tahun 2015

Pencapaian
NO Jenis Kegiatan Trend
Tahun Tahun
2014 2015
1 Puskesmas Dengan Rawat Inap - 21,84

2 Upaya Kesehatan Usia Lanjut - 64,44

3 Pencegahan dan penanggulangan - 91,67


penyakitb gigi
4 Upaya Kesehatan Mata / Pencegahan -
Kebutaan
5 Upaya kesehatan telinga/ penccegahan -
Gangguan Pendengaran
6 Kesehatan Jiwa -

7 Kesehatan Olahraga -

8 Bina Kesehatan Tradisional -

9 Bina Kesehatan Tradisional -

10 Bina Kesehatan Kerja -

Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen Puskesmas Rawat Inap

Tabel 12. Hasil Pencapaian Kinerja Manajemen Puskesmas Rawat Inap Adi
Luhu tahun 2015
NO. KOMPONEN MANAJEMEN Pencapaian Trend
PUSKESMAS RAWAT INAP ADI
Tahun Tahun
LUHUR 2014 2015
1 MANAJEMEN OPERASIONAL -
5,29
PUSKESMAS RAWAT INAP
2 MANAJEMEN ALAT DAN OBAT - 7,6

3 MANAJEMEN KEUANGAN - 8,3

4 MANAJEMEN KETENAGAAN - 5,5

Rata-rata - 6,72

202
0
Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan

Tabel 13. Trend Pencapaian Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas


Rawat Inap Adi Luhur
Pencapaian
NO Jenis Kegiatan Trend
Tahun Tahun
2014 2015

1 Drop out K1 K4 7

2 Persalinan Nakes 10

3 Penanganan komplikasi obstetric / resti 10

4 Error rate pemeriksaan BTA 4

5 Error rate pemeriksaan darah malaria 4

6 Kepatuhan terhadap standar ANC 7

7 Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan 10


TB Paru
8 Tingkat kepuasan pasien terhadap 10
yankes puskesmas
9 Kepatuhan terhadap standar Diare 10

10 Kepatuhan terhadap standar ISPA 10

11 Kepatuhan terhadap standar 10


penyeliaan
Kebersihan.Motivasi dll.
12 Kepatuhan terhadap standar Imunisasi 10

13 Penderita yang terdeteksi Malaria Berat di 10


Puskesmas yang dirujuk ke RS* ) ( <5% )

14 Balita Garis Bawah < 5 % 10

15 Drop Out DPT3-Campak 10

Rata-rata nilai 8,8


Hasil Kinerja Puskesmas Rawat Inap Adi Luhur tahun 2015

Tabel 14. Trend Pencapaian Kinerja Puskesmas Rawat Inap Adi Luhur tahun 2015
Pencapaian
NO Jenis Kegiatan Trend
Tahun Tahun
2014 2015
1 Cakupan Pelayanan Kesehatan - 67,16

2 Manajemen Puskesmas - 6,72

3 Mutu Pelayanan Kesehatan - 8,8

B. Identifikasi Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah

Dengan melihat gambaran diatas hasil kinerja Puskesmas Rawat Inap Adi

Luhur dapat dikategorikan perjenis kegiatan sebagai berikut :

1. Kategori kinerja baik

a. Upaya Pengobatan

b. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi

c. Kegiatan Mutu Pelayanan Puskesmas

2. Kategori kinerja cukup

a. Manajemen Puskesmas
3. Kategori kinerja kurang

a. Upaya Promosi Kesehatan

b. Upaya Kesehatan Lingkungan

c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB

d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

e. Upaya Pencegahan Penyakit Menular

f. Puskesmas Dengan Rawat Inap

g. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

Selanjutkan akan dibahas jenis kegiatan yang termasuk kategori kinerja cukup

dan kurang, dengan menentukan penyebab dan menelusuri variable dan sub

variablenya.

A. Penilaian Kinerja Kurang

1. Upaya Promosi Kesehatan.

Hasil kinerja upaya promosi kesehatan tergolong kinerja kurang, baru

mencapai 63 %. Hal ini disebabkan kurang pencapaian pada :

- Variable Penyuluhan PHBS

a. Rumah Tangga ( 50 % )
b. Institusi Pendidikan ( 79 % )
c. Institusi Sarana Kesehatan ( 42 % )
d. Institusi TTU ( 0 % )
e. Institusi Tempat Kerja ( 67 % )
- Variable Mendorong terbentuknya upaya kesehatan bersumber
masyarakat ( 67 % )
a. Posyandu Madya ( 50 % )
b. Posyandu Purnama ( 50 % )

2. Upaya Kesehatan Lingkungan


Hasil kinerja upaya kesehatan lingkungan tergolong kinerja kurang,
baru mencapai 78 %. Hal ini disebabkan kurang pencapaian pada :
- Variable Penyehatan Air ( 48,6 % )
- Variable Hygiene dan Sanitasi Makanan dan Minuman ( 24 % )

3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak Termasu KB


Hasil kinerja upaya kesehatan upaya kesehatan ibu dan anak termasuk KB
tergolong kinerja kurang, baru mencapai 61 %. Hal ini disebabkan kurang
pencapaian pada :
- Variable Kesehatan Ibu ( 77 % )
- Variable Kesehatan Bayi ( 50,4 % )
- Variable Upaya Kesehatan Balita, Anak Usia Sekolah dan Remaja
( 59 % )
- Variable Pelayanan Keluarga Berencana ( 71,7 )

4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat


Hasil kinerja upaya kesehatan upaya perbaikan gizi masyarakat tergolong
kinerja kurang, baru mencapai 78,47 %. Hal ini disebabkan kurang
pencapaian pada :
- Variable Balita BGM < 5 % dari ditimbang ( 14 % )

5 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular


Hasil kinerja upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
tergolong kinerja kurang, baru mencapai 78 %. Hal ini disebabkan kurang
pencapaian pada :
- TB paru
a. Pengobatan penderita TB Paru ( DOTS ) BTA positif ( 31 % )
- Diare
a. Penemuan Kasus diare di Puskesmas dan Kader ( 10 %
jumlah penduduk ) ( 15 % )
- ISPA
a. Penemuan Kasus pnemonia dan pnemonia berat oleh
Puskesmas dan Kader (10% dari Jumlah Balita) ( 11 % )

6. Puskesmas Dengan Rawat Inap


Hasil kinerja puskesmas dengan rawat inap tergolong kinerja kurang, baru
mencapai 21,8 %. Hal ini disebabkan kurang pencapaian pada :
-. BOR Puskesmas tempat tidur ( 28 % )
- Asuhan Keperawatan individu pada pasien rawat inap ( 4 % )
- Hari rawat rata-rata (ALOS) di Puskesmas tempat tidur ( 33 % )

7. Upaya Kesehatan Usia Lanjut


Hasil kinerja upaya kesehatan usia lanjut tergolong kinerja kurang, baru
mencapai 64,44 %. Hal ini disebabkan kurang pencapaian pada :
- Pemantauan Kesehatan pada anggota kelompok Usia Lanjut yang
dibina sesuai standar ( 43 % )

B. Penilaian Kinerja Cukup

1. Manajemen Puskesmas

Hasil kinerja upaya promosi kesehatan tergolong kinerja cukup ( 6,72 ).

Hal ini disebabkan kurang pencapaian pada :

- manajemen operasional pusesmas ( 5,29 )

a. Membuat data pencapaian / cakupan kegiatan pokok tahun

lalu < 50 %

b. Menyusun RUK melalui analisa dan perumusan masalah

berdasarkan prioritas hanya beberapa saja yang ada analisa

perumusan.

c. Menyusun RPK secara terperinci dan lengkap hanya sebagian

kecil

d. Melaksanakan lokakarya mini bulanan < 5 kali dalam setahun

e. Membuat dan laporan bulanan ke kabupaten tepat waktu < 6

kali setahun

- Manajemen Alat ( 7,6 )

a. Membuat kartu inventaris dan menempatkan di masing -

masing ruangan < 60 % ruang

b. Melaksanakan updating daftar inventaris alat < 3 kali setahun

- Manajemen Ketenagaan

a. Membuat uaraian tugas dan tanggung jawab setiap petugas

hanya beberapa petugas

b. Membuat rencana kerja bulanan bagi setiap petugas sesuai

dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab hanya

beberapa petugas