Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kandang merupakan salah satu komponen penting dalam usaha ternak
burung ayam. Kandang merupakan tempat tinggal, tempat beraktivitas burung
ayam setiap hari, yang sekaligus juga sebagai tempat bertelur. Kondisi kandang
sangat mempengaruhi terhadap produktivitas burung ayam. Kandang yang
berbau menyengat utamanya bersumber dari gas amonia (NH 3) yang dihasilkan
kotoran ayam. Gas amonia ini banyak menimbulkan masalah bagi kesehatan
dan produktivitas ayam, serta bagi masyarakat pemukiman sekitar kandang.
Faktor yang dapat meningkatkan akumulasi gas amonia di dalam
kandang antara lain sirkulasi udara dalam kandang yang tidak lancar, populasi
ayam yang terlalu padat, serta manajemen pemeliharaan pada kandang postal
dengan manajemen litter yang kurang baik, sehingga menyebabkan
penumpukan konsentrasi gas amonia. Tingginya produksi gas amonia yang
berasal dari kotoran selama ini juga menjadi indikator bahwa proses
pencernaan nutrisi di dalam tubuh ayam kurang optimal atau adanya pemberian
protein ransum berlebih, sehingga tidak semua nitrogen diserap sebagai asam
amino, tetapi dikeluarkan sebagai asam urat lewat ekskreta (Pauzenga, 1991).
Jika menelisik lebih jauh, ternyata masalah amonia di peternakan ini
telah menjadi isu dunia sejak lama. Laporan yang dirilis oleh Watch
Magazine (2009) menyatakan bahwa sektor peternakan bertanggung jawab atas
51% kejadian pemanasan global (global warming) dunia, di mana salah
satunya disebabkan oleh cemaran gas amonia. Selain itu, sektor peternakan
juga dilaporkan ikut menyumbang sekitar 64% gas amonia dari total amonia
yang ada di atmosfer. Dan dari sekian banyak usaha peternakan, ternyata
peternakan unggas berada di peringkat kedua terbesar penyumbang gas
amonia. Di atmosfer, amonia menyebabkan semakin menipisnya lapisan ozon.
Gas tersebut juga dioksidasi menjadi nitrit secara terus menerus hingga bisa
mengakibatkan hujan asam dan salju asam, merusak hutan, danau, mata air,
ekosistem pesisir pantai dan tanah, serta membantu terjadinya pelepasan logam
berat ke dalam air tanah. Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kadar
amonia yang ada yaitu dengan manajemen litter yang baik, menjaga kebersihan
kandang dan menumbuhkan bakteri pengikat amonia (NH3).
2. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui dampak penumbuhan
bakteri pengikat amonia terhadap berkurangnya kadar amonia di udara,
sehingga mampu menjadikan peternakan yang sebelumnya sebagai
penyumbang pemanasan global menjadi peternakan yang ramah lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN