Anda di halaman 1dari 14

Nama : Ardhi Nurwijaya

Mata Kuliah : Teknologi Motor Diesel

NIM

: 12504241041

Dosen

: Dr. Sukoco, M.P.d

Kelas

: C1

Tanggal

: 14 April 2014

Sistem Injeksi Mobil Panther 2500 cc

Mobil Isuzu Panther 2500 cc menggunakan mesin diesel dengan kode 4JA1, berdasarkan data spesifikasi mesin kendaraan diketahui bahwa pada sistem injeksinya memakai injector tipe lubang dengan lima lubang (multihole with 5 orifices) dan injector membuka pada tekanan 185 kgf/cm 2 atau 2630 psi. Dari data spesifikasi pula diketahui bahwa Mobil Isuzu Panther menerapkan sistem injeksi langsung (direct injection). Selanjutnya akan dibahas mengenai sistem injeksi langsung dan injector dari mobil Isuzu Panther 2500 cc.

A. Sistem Injeksi Langsung

Sistem injeksi langsung menyemprotkan bahan bakar langsung ke dalam ruang bakar utama yang terdapat diantara kepala silinder dan piston. Injeksi langsung mendukung konsumsi bahan bakar lebih ekonomis, namun pusaran/turbulensi yang dihasilkan tidak cukup kuat untuk mendapatkan campuran ideal bahan bakar dan udara. Kelemahan ini dapat diatasi dengan mendesain ruang bakar khusus dan saluran masuk udara, dan dengan menggunakan tekanan injeksi bahan bakar yang tinggi. Mesin diesel injeksi langsung sekarang digunakan di hampir semua truk dengan muatan dari empat ton atau lebih dan juga cukup banyak pada mobil penumpang. Bentuk yang paling sering dari sistem injeksi langsung memberikan pusaran kuat dari udara di ruang bakar untuk membantu proses pencampuran udara-bahan bakar, dengan bahan bakar yang diinjeksikan dengan tekanan tinggi dari banyak lubang nosel.

Gambar 1. Sistem Injeksi Langsung Keuntungan - Meminimalkan luas area dapat menghasilkan efisiensi termal dan

Gambar 1. Sistem Injeksi Langsung

Keuntungan

- Meminimalkan luas area dapat menghasilkan efisiensi termal dan mengurangi kehilangan panas, sehingga mampu membuat konsumsi bahan bakar ekonomis.

- Desain sederhana kepala silinder tahan lama dan dapat diandalkan, sebagian besar karena tidak terpengaruh oleh panas dan distorsi tekanan.

- Mesin hidup dengan mudah, dan pemanasan awal dengan glow plug tidak begitu dibutuhkan.

- Karena kerugian panasnya kecil maka perbandingan kompresi dapat diturunkan.

Kekurangan

- Desain terkini menghasilkan emisi NOx lebih daripada sistem injeksi tidak langsung.

- Tidak cocok dengan kendaraan dengan putaran tinggi (mobil penumpang) karena kesulitan dalam menghasilkan pusaran ideal.

- Pompa injeksi harus mampu menghasilkan tekana tinggi yang diperlukan untuk mengatomisasi bahan bakar dengan memaksanya keluar melalui nozzel tipe berlubang banyak.

- Mesin sangat peka terhadap kualitas bahan bahan bakar, biasanya perlu yang bermutu tinggi.

B. Injektor

B. Injektor Gambar 2. Injektor Dengan Nosel Lima Lubang Seperti yang telah diketahui bahwa mobil Isuzu

Gambar 2. Injektor Dengan Nosel Lima Lubang

Seperti yang telah diketahui bahwa mobil Isuzu Panther menggunakan nosel injector tipe lubang dengan 5 lubang. Keuntungan yang dihasilkan adalah penyebaran dari bahan bakar lebih merata ke seluruh ruang bakar, karena bahan bakar disemprotkan dari lima lubang nosel.

Bagian-bagian nozel tipe lubang:

1. Badan nosel

2. Jarum nosel

3. Lubang penyemprot

4. Lubang kantong

5. Sudut lubang penyemprot

penyemprot 4. Lubang kantong 5. Sudut lubang penyemprot G am b ar 3 . B ag

Gambar 3. Bagian-Bagian Nosel

Selain itu, mesin diesel panther 2500 cc sudah menggunakan teknologi nosel injeksi dua tahap (two-stage injection nozzle) yang menyebabkan volume injeksi bertambah sesuai naiknya tekanan bahan bakar. Penggunaan nosel injeksi dua tahap bertujuan untuk menurunkan tekanan membukanya katup, dengan cara memperbaiki stabilitas injeksi dalam daerah beban yang rendah dan juga memperbaiki stabilitas saat

idling. Juga dengan menurunkan volume injeksi awal, knocking mesin diesel berkurang dan akan menyempurnakan kenyamanan berkendaraan.

berkurang dan akan menyempurnakan kenyamanan berkendaraan. Gambar 4. Injektor Dengan Nosel Dua Tahap Konstruksi

Gambar 4. Injektor Dengan Nosel Dua Tahap

Konstruksi Injektor

Dua tekanan pegas (No.1 dan No.2) dan dua pin tekanan (No.1 dan No.2) dipasangkan di dalam body penahan nosel. Sebuah celah diberikan antara lift piece dan spring seat second spring untuk injeksi bahan bakar dalam dua tahap. Celah ini disebut "pre lift". Pre lift, daya dari tegangan pegas No. 1 (tahap pertama tekanan bahan bakar) dan tegangan dari pegas No. 2 (tahap kedua tekanan bahan bakar) disetel dengan mengganti masing-masing adjusting shim.

Komponen-komponen:

1. Retaining nut

2. Nozzle & pin

3. Spacer & pin

4. Lift Piece

5. Spring seat

6. Push rod

7. Shim (Second nozzle opening pressure)

8. Second spring

9. Collar

10. Spring seat

11. First spring

12. Shim (First nozzle opening pressure)

13. Nozzle holder body

14. Eye bolt

15. Gasket

Cara Kerja Injektor 2 Tahap

Cara Kerja Pada Tahap Pertama

Cara Kerja Injektor 2 Tahap Cara Kerja Pada Tahap Pertama Gambar 5. Komponen-Komponen Injektor Naiknya tekanan

Gambar 5. Komponen-Komponen Injektor

Naiknya tekanan bahan bakar sesuai dengan kerjanya pompa injeksi dan mencapai 194 kg/cm 2 , tegangan yang berlebihan dari tegangan pegas no.1 menyebabkan jarum nosel terdorong ke atas dan bahan bakar mulai diinjeksikan. Setelah liff piece menyentuh dengan spring seat second spring besarnya pengangkatan jarum belum berubah hingga tekanan bahan bakar naik ± 260 kg/cm 2 .

Cara Kerja Pada Tahap Kedua

Bila tekanan bahan bakar mencapai 260 kg/cm 2 , tegangan akan berlebihan dari masing-masing tegangan pegas no.1 dan no.2 menyebabkan jarum nosel naik semakin

tinggi. Saat jarum nosel berhubungan dengan jarak tertentu. Besarnya jarum nosel terangkat, perubahannya tidak akan lama apabila tekanan bahan bakar berubah. Untuk alasan ini, ketika ada beban ringan pada mesin hanya sedikit jumlah bahan bakar yang diinjeksikan dan pengangkatan sedikit pada beban sedang, dengan kata lain jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sedikit dalam daerah bebas. Kemudian jumlah yang besar diinjeksikan dalam daerah pengangkatannya yang tinggi.

besar diinjeksikan dalam daerah pengangkatannya yang tinggi. Penyetelan Injektor Tekanan membukanya nosel injeksi berbeda

Penyetelan Injektor

Tekanan membukanya nosel injeksi berbeda tergantung pada mesin, dan disetel untuk memastikan bahwa bahan bakar diinjeksi oleh nosel injeksi dan akan bercampur dengan udara dalam silinder dan terbakar dalam waktu yang sesingkat mungkin. Apabila tekanan membukanya nosel tidak tepat, ini akan mengganggu pada saat injeksi dan volume injeksi. Dengan demikian tekanan membukanya nosel harus selalu tepat.

Berikut adalah hubungan antara tekanan pembukaan injektor dengan saat injeksi dan volume injeksi:

Tekanan Pembukaan

Sangat Rendah

Sangat Tinggi

Saat Injeksi

Maju

Mundur

Volume Injeksi

Sangat Besar

Terlalu Kecil

Tekanan membukanya nosel disetel dengan pengganti ketebalan dari penyetelan shim (adjusting shim). Apabila adjusting shim

Tekanan membukanya nosel disetel dengan pengganti ketebalan dari penyetelan shim (adjusting shim). Apabila adjusting shim diganti dengan shim yang tebal tekanan membukanya menjadi besar. Sebaliknya apabila penyetelan shim diganti dengan shim yang tipis membukanya tekanan akan menjadi kecil. Untuk mensuplai macam-macam mesin tersedia shim penyetel ketebalannya terdiri dari beberapa macam.

Sumber Referensi:

http://www.isuzu-astra.com/product.php?model=NDQ=&GoToSpec

Sumber Referensi: http://www.isuzu-astra.com/product.php?model=NDQ=&GoToSpec
Sumber Referensi: http://www.isuzu-astra.com/product.php?model=NDQ=&GoToSpec

Workshop Manual Industrial Diesel Engine A-4JA1 Model

Workshop Manual – Industrial Diesel Engine A-4JA1 Model http://www.isuzu.co.jp/world/technology/clean/cleaner01.html

http://www.isuzu.co.jp/world/technology/clean/cleaner01.html

Isuzu Training Manual – Intermediate 1

Workshop Manual Industrial Diesel Engine A-4JA1 Model

Workshop Manual – Industrial Diesel Engine A-4JA1 Model