Anda di halaman 1dari 2

TONSILITIS

AMANDEL

Tonsilitis adalah pembengkakan, inflasi, dan nyeri yang timbul pada tonsil/amandel dan
tenggorokan/faring. Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan.
Organ ini berfungsi sebagai pencegah infeksi, terutama pada anak-anak. Seiring dengan perkembangan umur,
sistem kekebalan tubuh mereka makin kuat dan perlahan-lahan tugas tonsil sebagai penangkal infeksi mulai
tergantikan. Ketika peran tonsil sudah tidak dibutuhkan lagi, kedua kelenjar ini kemudian berangsur-angsur
menyusut.

Terdapat 3 macam tonsilits :


Tonsilitis Akut
Dimana gejala yang dirasakan muncul selama 3 14 hari
Tonsilitis Recurrent
Jika gejala muncul lebih dari 3 kali dalam 1 tahun
Tonsilitis Kronik
Jika gejala muncul lebih dari 2 minggu

Penyebab radang amandel atau tonsilitis pada umumnya adalah virus dan bakteri. Bakteri yang sering
menyebabkan adalah Jenis Streptokokus (Streptokokus hemolitikus, Streptokokus viridans dan Streptokokus
piogenes). Bakteri penyebab tonsilitis akut lainnya meliputi Stafilokokus Sp., Pneumokokus, dan Hemofilus
influenzae.

Penderita tonsilitis akut awalnya mengeluh rasa kering di tenggorok. Kemudian berubah menjadi rasa nyeri di
tenggorok dan rasa nyeri saat menelan. Makin lama rasa nyeri ini semakin bertambah nyeri sehingga menjadi
tidak mau makan. Nyeri hebat ini dapat menyebar sebagai referred pain ke sendi-sendi dan telinga.

Keluhan lainnya berupa demam yang suhunya dapat sangat tinggi sampai menimbulkan kejang pada bayi dan
anak-anak. Rasa nyeri kepala, badan lesu dan nafsu makan berkurang sering menyertai pasien tonsilitis akut.
Suara pasien terdengar seperti orang yang mulutnya penuh terisi makanan panas. Keadaan ini disebut plummy
voice. Mulut berbau busuk (foetor ex ore) dan ludah menumpuk dalam rongga mulut akibat nyeri telan yang
hebat (ptialismus).

Tonsilitis akut pada dasarnya termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri (self-limiting disease) terutama
pada pasien dengan daya tahan tubuh yang baik. Pasien dianjurkan istirahat dan makan makanan yang lunak.
Berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan simtomatik berupa analgetik, antipiretik, antibiotic, dan obat
kumur yang mengandung desinfektan.

Jika tonsil sudah terlalu besar sehingga mengganggu jalan nafas atau infeksi sering berulang maka dapat
dilakukan operasi tonsilektomi/pembuangan tonsil

Pencegahan

1. minum banyak air putih atau cairan seperti sari buah atau susu
2. makan makanan yang lunak

3. hidari minuman dingin, gorengan, makanan yang di awetkan, makanan atau minuman yang mengandung
penyedap rasa

4. makan makanan tingi anti oksidan (sayur yang berwarna hijau, labu, tomat, wortel, jeruk, jambu biji,
melon, kacang kacangan, telur, atau susu
5. Memakaikan masker pada penderita tonsilitis

6. Rajin mencuci tangan (bisa saja bakteri dan virus bersarang di tangan penderita misalnya pada saat
menutup bersin, sehingga dapat menular ke tangan orang lain pada saat berjabat tangan)

7. Tidak menggunakan benda-benda (seperti alat makan) yang sedang dipakai penderita

8. Tidak mencium pasangan pada saat salah satu sedang terkena tonsilitis