Anda di halaman 1dari 14

Topografi memiliki beberapa manfaat termasuk:

Pertanian Topografi sering digunakan dalam pertanian untuk menentukan


bagaimana tanah dapat dikonservasi dan bagaimana air akan mengalir di
atas tanah.
Lingkungan Data dari topografi dapat membantu konservasi lingkungan.
Dengan memahami kontur tanah, ilmuwan dapat menentukan bagaimana air
dan angin dapat menyebabkan erosi. Mereka dapat membantu untuk
membangun kawasan konservasi seperti DAS dan blok angin.
Cuaca Topografi tanah dapat berdampak pada pola cuaca. Meteorologi
menggunakan informasi di gunung-gunung, lembah, lautan, dan danau untuk
membantu memprediksi cuaca.
Militer Topografi juga penting untuk militer. Tentara sepanjang sejarah telah
menggunakan informasi tentang ketinggian, bukit, air, dan bentang alam
lainnya ketika merencanakan strategi militer mereka.

Peta atau yang lebih dikenal dalam bahasa Inggris disebut map berawal dari kata
Yunani; mappa yang artinya taplak atau kain penutup meja. Bangsa Babilonia sekitar 2300 SM
telah mengenal peta dengan adanya bukti sejarah berupa peta yang terbuat dari lempengan tanah
liat. Peta adalah hasil peradaban manusia sejak 5000 tahun yang lalu, hingga kini masih
tersimpan di museum dalam bentuk lempengan tanah dari zaman Yunani kuno atau digambar
pada daun papyrus di Mesir kuno yang umumnya menggambarkan lingkungan sekitarnya.

Pengertian Peta
Peta merupakan gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi dalam bidang datar dengan
menggunakan skala dan sistem proyeksi tertentu. Peta memberikan informasi mengenai unsur-
unsur alam dan buatan di permukaan bumi, Oleh karena itu peta sangat berguna bagi kehidupan
manusia karena semua aktivitas manusia berhubungan dengan permukaan bumi. Penggunaan
peta bergantung pada jenis petanya sehingga informasi yang didapat berbeda-beda. Banyak yang
mengatakan bahwa A map is worth a thousand words. Mendapatkan informasi dari suatu peta
diperlukan pengetahuan mengenai peta, agar informasi yang didapatkan benar adanya.

Fungsi Peta
Peta memiliki beberapa fungsi di antaranya:
Menunjukkan posisi atau lokasi relatif suatu tempat dari suatu tempat lainnya.
Menunjukkan ukuran dalam pengertian jarak dan arah.
Menunjukkan bentuk dari unsur-unsur permukaan bumi yang disajikan.
Menghimpun unsur-unsur permukaan bumi tertentu dalam suatu bentuk penegasan.

Jenis Peta
Peta dapat digolongkan berdasarkan bentuknya yaitu:
1. Peta timbul, peta jenis ini menggambarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya,
misalnya peta relief.
2. Peta datar (peta biasa), peta umumnya yang dibuat pada bidang datar, misalnya kertas,
kain atau kanvas.
3. Peta digital, peta digital adalah peta yang datanya terdapat pada suatu pita
magnetik atau disket, sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan
komputer. Peta digital dapat ditayangkan melalui monitor komputer atau layar televisi.
Peta digital ini hadir seiring perkembangan teknologi komputer dan perlatan digital
lainnya.

Penyajian gambaran permukaan bumi pada suatu peta datar dapat digolongkan dalam dua jenis
bayangan grafis yaitu:
1. Peta Garis, bayangan permukaan bumi pada peta terdiri atas garis, titik, dan area yang
dilengkapi teks dan simbol sebagai tambahan informasi.
2. Peta Citra/Foto, bayangan permukaan bumi disajikan dalam bentuk citra/foto
yang merupakan informasi berasal dari sensor.

Data dan informasi yang disajikan pada suatu peta tergantung maksud dan tujuan pembuatannya,
sehingga peta dapat dibedakan atas:
1. Peta Topografi, peta yang menyajikan berbagai jenis informasi unsur-unsur alam dan
buatan permukaan bumi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan pekerjaan. Peta
topografi dikenal juga sebagai peta dasar, karena dapat digunakan untuk pembuatan peta-peta
lainnya.
Contoh peta yang digolongkan sebagai peta topografi:
Peta planimetrik, peta yang menyajikan beberapa jenis unsur permukaan bumi tanpa penyajian
informasi ketinggian.
Peta kadaster/pendaftaran tanah, peta yang menyajikan data mengenai kepemilikan tanah,
ukuran, dan bentuk lahan serta beberapa informasi lainnya.
Peta bathimetrik, peta yang menyajikan informasi kedalaman dan bentuk dasar laut.
2. Peta Tematik, peta yang menyajikan unsur/tema tertentu permukaan bumi sesuai dengan
keperluan
penggunaan peta tersebut. Data tematik yang disajikan dapat dalam bentuk kualitatif dan
kuantitatif.

Contoh peta yang digolongkan sebagai peta tematik


Peta diagram, pada peta ini subyek tematik yang berelasi disajikan dalam bentuk diagram yang
proporsional.
Peta distribusi, pada peta ini menggunakan simbol titik untuk menyajikan suatu informasi yang
spesifik dan memiliki kuantitas yang pasti.
Peta isoline, pada peta ini menyajikan harga numerik untuk distribusi yang kontinu dalam bentuk
garis yang terhubung pada suatu nilai yang sama.

Jenis peta berdasarkan skalanya


1. Peta skala besar, berskala antara 1 : 5000 s.d 1 : 25.000. Digunakan untuk
menggambarkan wilayah-wilayah yang relatif tidak luas seperti wilayah suatu kelurahan atau
kecamatan. Peta teknik termasuk dalam peta skala besar dengan skala antara 1 : 100 s.d 1 :
5.000.
2. Peta skala menengah, berskala antara 1 : 25.000 s.d 1 : 100.000. Digunakan untuk
menggambarkan daerah-daerah yang agak luas seperti wilayah suatu propinsi.
3. Peta skala kecil, berskala antara 1 : 100.000 s.d 1 : 1.000.000. Digunakan untuk
menggambarkan daerah-daerah yang cukup luas biasanya berupa wilayah propinsi dan negara.

Komponen Peta
1. Judul peta.

Peta harus diberi judul yang mencerminkan isi dan jenis peta yang akan ditunjukkan. Judul peta biasanya
diletakkan di bagian tengah atas peta.

2. Penunjuk arah.
Penunjuk arah atau mata angin digunakan sebagai petunjuk arah atau orientasi peta. Tanda ini biasanya
diletakkan di sebelah kiri atas atau di tempat kosong agar tidak mengganggu induk petanya.

3. Garis kerangka dan garis tepi peta.

Pada setiap peta umumnya disajikan garis-garis kerangka dan garis tepi peta. Garis
kerangka merupakan garis-garis yang terdapat pada muka peta. Garis tepi peta merupakan garis yang
membatasi wilayah yang dipetakan, pada umumnya dibuat rangkap dua, kolom tengahnya digunakan
untuk penulisan koordinat dan waktu pada wilayah peta tersebut. Penyajian garis kerangka dan garis
tepi peta biasanya dalam bentuk garis gratikuldan atau garis grid.

Penggunaan garis gratikul biasanya untuk peta skala kecil dan peta skala besar biasanya
menggunakan garis grid. Perpotongan dua garis gratikul merupakan pernyataan posisi lintang
dan bujur suatu titik di permukaan bumi

4. Sumber data dan tahun pembuatan peta.

Sumber data diperlukan untuk mengetahui sumber peta tersebut diperoleh dan tahun pembuatan
peta berguna untuk mengetahui waktu pembuatan peta, terutama pada peta-peta yang
menggambarkan keadaan wilayah yang cepat berubah.
5. Inset.

Inset ialah gambar peta yang berada di luar peta pokok tetapi masih berada dalam garis tepi dengan
ukuran yang lebih kecil. Inset berfungsi sebagai petunjuk lokasi suatu daerah terhadap daerah sekitarnya
yang lebih luas.

6. Skala peta.

Skala peta adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal sebenarnya di lapangan

Berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu :


1. Skala angka atau numeris, yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat atau
pecahan. Contoh: 1: 25.000 berarti 1 cm jarak peta = 25.000 cm (250m) jarak yang sebenarnya
di lapangan.
2. Skala grafis. Contoh: berarti tiap bagian sepanjang blok garis mewakili 1 km jarak
sebenarnya.
7. Legenda

Legenda adalah kolom keterangan yang berisi tentang simbol-simbol pada peta yang digunakan agar
lebih mudah dipahami pembaca. Pada umumnya diletakkan di sudut kiri bawah peta.
8. Simbol peta

Simbol peta merupakan tanda-tanda khusus yang umum digunakan untuk mewakili keadaan sebenarnya.
Simbol peta dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :
Simbol titik, dapat dibedakan atas 3 yaitu :
1. Simbol piktoral (simbol gambar), yaitu simbol yang berupa gambar seperti keadaan
sebenarnya.
2. Simbol geometrik, yaitu simbol yang berupa bangun matematika.
3. Simbol huruf, yaitu simbol yang dibuat dalam bentuk huruf yang diambil huruf pertama
atau kedua dengan nama unsur yang digambarkan.
Simbol Garis. Simbol pada peta yang menggunakan garis untuk menunjukkan suatu objek di
permukaan bumi. Garis juga digunakan untuk menunjukkan perbedaan tingkat kualitas, yang dikenal
dengan isolines. Berikut ini macam-macam isolines:
1. Kontur yaitu garis yang menunjukkan ketinggian yang sama.
2. Isohyet yaitu garis dengan jumlah curah hujan sama.
3. Isobar yaitu garis dengan tekanan udara sama
4. Isogon yaitu garis dengan deklinasi magnet yang sama.
5. Isoterm yaitu garis dengan angka suhu sama.
6. Isopleth yaitu garis yang menunjukkan angka kuantitas yang bersamaan.
Simbol Wilayah. Simbol dalam peta yang digunakan untuk menunjukkan objek di permukaan
bumi dalam bentuk area atau luasan tertentu. Simbol ini umumnya melambangkan unsur-unsur
permukaan bumi seperti permukiman, areal pertanian, perkebunan, dan lain sebagainya.
Simbol Warna. Biru: simbol perairan , misalnya sungai, danau, dan laut. Hijau:simbol vegetasi,
dataran rendah, dan hutan. Cokelat: simbol untuk kontur, daerah pegunungan.. Kuning: simbol untuk
daerah kering, daerah dataran tinggi.Merah: simbol untuk daerah yang panas dan unsur peta yang
penting lainnya, misalnya jalan,kota. Hitam: simbol untuk penamaan objek pada peta, misalnya judul
peta, nama kota, gunung laut, dan semua unsur-unsur geografi.Simbol warna biasanya digunakan
untuk mempertegas informasi suatu daerah, umumnya digunakan pada peta berwarna.

Manfaat Pekerjaan Survey Pemetaan Topografi


Manfaat Pekerjaan Survey Topografi

1. Peran Seorang Surveyor

Seorang surveyor profesional memiliki satu atau lebih kegiatan yang dilakukan di atas atau di bawah
permukaan tanah/ laut dan dapat dilakukan dalam hubungan dengan para profesional lainnya. Berikut
fungsi dari seorang surveyor di lapangan;
a. Penentuan ukuran dan bentuk bumi, pengukuran dari semua data yang diperlukan untuk menentukan
ukuran, posisi, bentuk, dan kontur pada setiap bagian bumi dan memantau setiap perubahan.

b. Penentuan posisi objek/titik pada sebuah ruang dan waktu serta posisi dan pemantauan bentuk fisik,
struktur dan pekerjaan yang berada di atas atau di bawah permukaan bumi

c. Pengembangan, pengujian dan kalibrasi sensor, peralatan dan sistem untuk pekerjaan Survei

d. Perolehan dan penggunaan informasi tata ruang dari jarak dekat, udara dan citra satelit dan proses-
proses yang dapat dilakukan secara otomatis.

e. Penentuan dari posisi batas-batas tanah masyarakat atau pribadi, termasuk batas-batas nasional dan
internasional, dan pendaftaran lahan tersebut dengan pihak yang berwenang

f. Perencanaan dan pembentukan system informasi geografis (GIS) suatu daerah dan mengumpulkan,
menyimpan, menganalisis, mengelola, menampilkan dan menyebarkan data.

g. Menganalisis, menyajikan dan menggabungkan objek tata ruang dan fenomena pada GIS, termasuk
visualisasi dan komunikasi seperti data dalam peta, model dan perangkat mobile digital

h. Studi tentang lingkungan alam dan sosial, pengukuran tanah dan sumber daya alam laut. Penggunaan
data tersebut berguna untuk perencanaan pembangunan di perkotaan, daerah pedesaan dan regional.

i. Perencanaan, pengembangan dan pembangunan kembali sebuah kawasan seperti; perkotaan, pedesaa,
maupun perumahan.

j. Pengkajian nilai dan pengelolaan sebuah kawasan seperti; perkotaan, pedesaa, maupun perumahan.

k. Perencanaan, pengukuran dan pengelolaan pada pekerjaan konstruksi, termasuk rencana anggaran
biaya.

Dalam melaksanakan tugas diatas, surveyor harus mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi,
lingkungan, dan sosial yang relevan sehingga proyek tetap berjalan secara normal. Pekerjaan mengukur
tanah dan pemetaan (Survei dan pemetaan) meliputi pengambilan/ pemindahan data-data dari
lapangan ke peta atau sebaliknya.

Pengukuran yang akan dipelajari dibagi bagi dalam pengukuran mendatar dari titik titik yang terletak
diatas permukaaan bumi , dan pengukuran tegak guna mendapatkan beda tinggi antara titik titik yang
diukur diatas permukaan bumi yang tidak beraturan ,yang pada akhirnya dapat digambar diatas bidang
datar (Peta). Ilmu ukur tanah merupakan ilmu sebagai dasar dalam melaksanakan pekerjaan survey atau
ukur mengukur tanah.Dalam bidang teknik sipil, meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk semua proyek
pembangunan, seperti perencanaan dan pembuatan gedung, jembatan, jalan, saluran irigasi. Sedangkan
dalam bidang pertanian untuk perncanaan proyek seperti : pembukaan lahan baru, saluran irigasi dll.
2. Tujuan Pekerjaan Survei

Secara umum tujuan pekerjaan survey adalah untuk :

a. Menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda diatas permukaan bumi

b. Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda diatas atau dibawah suatu bidang
yang berpedoman pada bidang permukaan air laut tenang

c. Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah beserta luasnya

d. Menentukan panjang, arah dan posisi dari suatu garisyang terdapat diatas permukaan bumi yang
merupakan batas dari suatu arealtertentu.

3. Manfaat pekerjaan survei dan pemetaan yang ditemui dalam kehidupan

a. Pengukuran untuk mencari luas tanah

Luas tanah sangat diperlukan untuk keperluan jual beli, penentuan pajak, dan untuk perencanaan
pengembangan daerah, rencana jalan, rencana pengairan dan rencana transmigrasi

b. Pengukuran untuk mengetahui beda tinggi tanah

Sebelum suatu bangunan didirikan , maka terlebih dahulu harus diketahui tinggi permukaan tanah dan
rencana meratakan tanahnya sehingga dapat dihitung seberapa tanah yang gigali dan berapa banyak
urugan yang diperlukan serta untuk menentukan peil suatu bangunan yang akan dibangunan untuk
pedoman ketinggian lantai dan sebagainya.

c. Pengukuran untuk pembuatan peta

Untuk memberi petunjuk berapa jauh antara tempat A ke tempat B maka kita harus membuat sket jalan
dari tempat A ke tempat B. Gambar sket tersebut walaupun tidak sempurna dinamakan peta.

Untuk praktisnya pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten , propinsi bahkan setiap
Negara mempunyai ganbar daerahnya yang disebut peta. Peta tersebut harus digambar berdasarkan
hasil pengukuran tanah, baik pengukuran secara teoritis maupun secara fotogrametrik.

d. Pengukuran untuk merencanakan bangunan


Bila akan mendirikan rumah , maka harus ada ijin bangunan dari dinas pertanahan atau dinas pekerjaan
umum. Pada setiap rencana pembangunan daerah , pembuatan jalan, rencana irigasi terlebih dahulu
tanah yang akan dibangunan harus diukur dan disahkan oleh pemerintah daerah. Disamping hal
tersebut pekerjaan ukur tanah merupakan hal sangat penting dalam merencana bangunan karena
dapat memudahkan menghitung rencana biaya.

APLIKASI PERPETAAN DALAM BIDANG PERTAMBANGANGAN


APLIKASI PERPETAAN DALAM BIDANG PERTAMBANGANGAN

1. Definisi Perpetaan

Perpetaan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan peta. Segala sesuatu yang
berhubungan dengan peta banyak sekali, antara lain : arti peta itu sendiri,fungsi peta, jenis jenis peta,
prosedur pembuatan, manfaat peta dan sebagainya.

A. Definisi Peta

Peta adalah adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui
suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta
konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari
bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta
adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan
menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi.
Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang
menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa
peta disebut atlas. Peta juga merupakan sarana informasi umum, informasi yang dapat diperoleh
diantaranya :

Letak suatu objek geografis di suatu wilayah.

Mengetahui luas dan jarak wilayah di lapangan.

Menggambarkan bentuk suatu wilayah yang sebenarnya.

Menghimpun data geografis yang diperlukan suatu wilayah tersebut.


menunjukkan berbagai bentang alam pada suatu wilayah, seperti relief, pegunungan, gurun pasir,
sungai, tanah, dan lain-lain

menunjukkan kenampakan sosial budaya berupa jumlah dan persebaran, seperti jumlah dan persebaran
tanah pertanian, persebaran permukiman, persebaran flora dan fauna, perkotaan, dan lain-lain.

B. Jenis jenis Peta

Secara umum peta dikelompokkan berdasarkan isi peta, skala peta, nilai data, dan sifat data
yang ditampilka pada peta.

Berdasarkan isinya, peta dikelompokkan kedalam dua jenis, yaitu peta umum dan peta khusus

Berdasarkan skala petanya, yaitu peta skala besar, sedang, dan kecil.

Berdasarkan nilai datanya, yaitu peta kuantitatif dan peta kualitatif.

Berdasarkan sifat datanya, yaitu peta stasioner dan peta dinamis.

Berdasarkan isinya, peta bisa dikelomokkan ke dalam 2 jenis yaitu :

1) Peta umum

peta umum merupakan peta yang berisikan semua kenampakan bumi secara umum, baik
kenampakan alami maupun kenampakan buatan manusia. jenis-jenis peta umum yaitu:

Peta topografi : merupakan peta yang hanya menggambarkan suatu

wilayah tertentu di permukaan bumi. Contoh :

Sumber : http://pengayaangeografi.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-peta.html

Peta kartografi: merupakan peta yang menggambarkan sebagian


permukaan bumi. Contoh:

Sumber : http://pengayaangeografi.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-peta.html

Peta Dunia: merupakan peta yang menggambarkan seluruh

permukaan bola bumi. Contoh:

Sumber : http://pengayaangeografi.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-peta.html

2) Peta khusus

peta khusus adalah peta yang dibuat untuk tujuan tertentu disebut juga peta tematik.

berdasarkan skala peta dapat dibedakan menjadi :


a) Peta skala besar memiliki skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000

b) Peta skala sedang memiliki skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000

c) Peta skala kecil memiliki skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000

berdasarkan sifat nilai datanya dibedakan menjadi 2 yaitu :

a) Peta kuantitatif : merupakan peta yang akan menjawab lokasi

keberadaan suatu objek beserta nilai objek tersebut. Contoh:

Sumber : http://pengayaangeografi.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-peta.html

b) Peta Kualitatif : merupakan peta yang menunjukkan keberadaan

suatu objek di lokasi tertentu. contohnya: peta lokasi perkebunan teh di puncak, Jawa Barat.

Berdasarkan sifat datanya :

a) Peta Stasioner : merupakan peta dengan sifat data yang

menggambarkan permukaan bumi yang memiliki sifat tetap atau stabil. contohnya peta jalur pegunungan.

b) Peta Dinamis : merupakan peta yang menggambarkan keadaan

permukaan bumi yang selalu berubah-ubah atau tidak stabil. contohnya peta jaringan jalan atau peta
kepadatan penduduk.
C. Prosedur Pembuatan Peta

Ada beberapa tahap prosedur pembuatan peta, yaitu :

Tahap pencarian dan pengumpulan data

Ada beberapa cara dalam mencari dan mengumpulkan data, yaitu:

a) Secara langsung

Cara pencarian data secara langsung dapat melalui metode konvensional yaitu meninjau secara
langsung ke lapangan dimana daerah tersebut akan dijadikan objek dari peta yang dibuat. Cara ini
disebut dengan teristris. Dengan cara ini dilakukan pengukuran medan menggunakan theodolit, GPS,
dan alat lain yang diperlukan serta pengamatan informasi ataupun wawancara dengan penduduk
setempat secara langsung sehingga didapat data yang nantinya akan diolah.

Dapat pula dilakukan secara fotogrameti, yaitu dengan metode foto udara yang dilakukan dengan
memotret kenampakan alam dari atas dengan bantuan pesawat dengan jalur khusus menurut bidang
objek. Atau dapat pula menggunakan citra dari satelit serta cara-cara lain yang dapat digunakan

b) Secara tak langsung

Melalui cara ini tentu saja kita tidak usah repot-repot meninjau langsung ke lapangan melainkan
kita hanya mencari data dari peta atau data-data yang sudah ada sebelumnya. misalnya dalam membuat
peta kepemilikan tanah di daerah Semarang, kita cukup mencari peta administrasi lengkap kota
Semarang, kemudian dapat diperoleh data pemilikan tanah di Lembaga Pertanahan daerah atau nasional
(BPN).

Data yang diperoleh dari pencarian data secara tak langsung ini disebut dengan data sekunder,
sedangkan peta yang digunakan sebagai dasar pembuatan peta lain disebut sebagai peta dasar.

Tahap pengolahan data

Data yang telah dikumpulkan merupakan data spasial yang tersebar dalam keruangan. Data yang
telah diperoleh tersebut kemudian dikelompokkan misalnya data kualitatif dan data kuantitatif, kemudian
data kuantitatif dilakukan perhitungan yang lebih rinci. Langkah selanjutnya yaitu pemberian simbol atau
simbolisasi terhadap data-data yang ada.

Dalam tahap pengolahan data akan mudah dengan menggunakan sistem digital komputing karena
data yang masuk akan langsung diolah dengan software atau aplikasi tertentu sehingga data tersebut
akan langsung jadi dan siap untuk disajikan.

Tahap penyajian dan penggambaran data


Tahap ini merupakan tahap pembuatan peta dari data yang telah diolah dan dilukiskan pada media.
Dalam tahap ini dapat digunakan cara manual dengan menggunakan alat-alat yang fungsional, namun
cara ini sangat membutuhkan perhitungan dan ketelitian yang tinggi agar didapat hasil yang baik.

Akan lebih baik jika digunakan teknik digital melalui komputer, penggambaran peta dapat
digunakan aplikasi-aplikasi pembuatan peta yang mendukung, misalnya ARC View, ARC Info, AutoCAD
Map, Map Info, dan software lain. Setelah peta tergambar pada komputer, kemudian data yang telah
disimbolisasi dalam bentuk digital dimasukkan dalam peta yang telah di gambar pada komputer,
pemberian informasi tepi, yang kemudian dilakukan proses printing atau pencetakan peta

Tahap penggunaan data

Tahap ini sangatlah penting dalam pembuatan sebuah peta, karena dalam tahap ini menentukan
baik atau tidaknya sebuah peta, berhasil atau tidaknya pembuatan sebuah peta. Dalam tahap ini
pembuat peta diuji apakah petanya dapat dimengerti oleh pengguna atau malah susah dalam dimaknai.
Peta yang baik tentunya peta yang dapat dengan mudah dimengerti dan dicerna maksud peta oleh
pengguna. Selain itu, pengguna dapat memberikan respon misalnya tanggapan, kritik, dan saran agar
peta tersebut dapat disempurnakan sehingga terjadi timbal balik antara pembuat peta (map maker)
dengan pengguna peta (map user).

Dalam buku Desain dan Komposisi Peta Tematik karangan Juhadi dan Dewi Liesnoor, disebutkan
bahwa tahapan pembuatan peta secara sistematis yang dianjurkan adalah:

a) Menentukan daerah dan tema peta yang akan dibuat

b) Mencari dan mengumpulkan data

c) Menentukan data yang akan digunakan

d) Mendesain simbol data dan simbol peta

e) Membuat peta dasar

f) Mendesain komposisi peta (lay out peta), unsur peta dan kertas

g) Pencetakan peta

h) Lettering dan pemberian simbol

i) Reviewing

j) Editing

k) Finishing

2. Perpetaan Untuk Pertambangan


Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka

penelitian, pengolahan, dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum,
eksplorasi, studi kelayakan, kontruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan
penjualan, serta kegiatan pasca tambang.

Manfaat perpetaan dalam bidang pertambangan :

A. Sebagai alat bantu untuk mengetahui gambaran kawasan yang akan disurvei atau diteliti serta membantu
menentukan lokasi-lokasi yang mungkin akan ditempatkan petak percobaan, lokasi penelitian, rute jalan,
base camp dan lain-lain.

B. Membantu untuk menuju lokasi atau letak tempat-tempat yang akan dituju.

C. Sebagai alat untuk memasukan data yang dijumpai di lapangan. Untuk data-data yang terkait dengan
keruangan,

D. seperti lokasi temuan spesies, lokasi kawasan yang terganggu sangat membantu apabila datanya langsung
dimasukan kedalam peta.

E. Sebagai alat untuk melaporkan hasil penelitian atau survey.

KESIMPULAN

Perpetaan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan peta. Segala sesuatu yang
berhubungan dengan peta banyak sekali, antara lain : arti peta itu sendiri,fungsi peta, jenis jenis peta,
prosedur pembuatan, manfaat peta dan sebagainya.

Peta merupakan alat bantu yang utama untuk menjelaskan keadaan suatu wilayah dan mencari
informasi geografis yang dapat berbentuk 2 dimensional maupun berbentuk 3 dimensional. Peta dapat
dibuat sendiri ataupun menggunakan peta yang sudah dibuat orang lain. Dengan demikian isi pada peta
merupakan saringan atau hasil pilihan (bagian), bukan merupakan hasil jiplakan dari peta lain. Pada
dasarnya peta berguna sebagai alat peraga (presentasi) untuk menyajikan atau memperoleh informasi
yang terkandung dalam suatu wilayah.

Manfaat perpetaan dalam bidang pertambangan :

Sebagai alat bantu untuk mengetahui gambaran kawasan yang akan disurvei atau diteliti serta
membantu menentukan lokasi-lokasi yang mungkin akan ditempatkan petak percobaan, lokasi penelitian,
rute jalan, base camp dan lain-lain.
Membantu untuk menuju lokasi atau letak tempat-tempat yang akan dituju.

Sebagai alat untuk memasukan data yang dijumpai di lapangan.

Untuk data-data yang terkait dengan keruangan, seperti lokasi temuan spesies, lokasi kawasan yang
terganggu sangat membantu apabila datanya langsung dimasukan kedalam peta.

Sebagai alat untuk melaporkan hasil penelitian atau survey.

DAFTAR PUSTAKA

Iqbal, Resume Perpetaan. http://www.scribd.com/doc/208712384/Resume-Perpetaan. Diakses pada


27 September 2014. Pukul 8.03 WIB.

Ipan, Membuat Peta. https://ipankreview.wordpress.com/tag/membuat-peta/. Diakses pada 27


September 2014. Pukul 10.10 WIB.

Firdaus66, Aplikasi Perpetaan. http//www.scribd.com/doc/107151173/04-aplikasi-pemetaan. Diakses


pada 27 September 2014. Pukul 11.10 WIB.