Anda di halaman 1dari 30

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat dan perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah yang kami buat ini berisikan tentang Organel Sel Hewan dan
Perbedaan antara Organel Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Makalah ini disusun
dengan maksud untuk memenuhi tugas Biologi Sel guna mendapat nilai tugas
harian. Adapun makalah ini disusun secara sistematis dan merupakan referensi
dari beberapa sumber yang telah menjadi acuan kami dalam proses penyusunan
tugas.

Kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat yang berarti dalam
proses kegiatan belajar dan dapat menjadi sumber pengetahuan kepada para
pembaca dan mendapatkan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa .

Kami selaku penyusun tugas makalah ini sangatlah sadar bahwa makalah
yang kami buat masih dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
para pembaca dan Dosen pembimbing sangat kami harapkan agar tugas
berikutnya yang kami buat akan jauh lebih baik.

Samarinda, 05 Maret 2017

Tim Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari seluruh aspek kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari biologi mengambil peran yang sangat penting.
Untuk itulah kita mempelajari biologi khususnya mengenai sel. Hal ini
dikarenakan sel merupakan dasar dari sebuah kehidupan. Sel-sel tersebut
membentuk suatu kesatuan untuk membentuk kehidupan. Kita bisa melihat
bahwa alam semesta ini begitu luas, namun apabila kita selidiki lebih dalam
lagi ternyata terdapat kehidupan yang lebih kecil dan lebih sederhana dari
yang kita bayangkan.
Dari masa ke masa dilakukan penelitian dan penemuan mengenai sel
dimulai dari penemuan Robert Hook dengan sel gabusnya pada tahun 1665
sampai sekarang pun masih dilakukan penelitian yang bahkan sudah
mencapai pada tahap genetik.
Berangkat dari perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat di
segala bidang aspek keilmuan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru
dengan teori-teori baru yang dihasilkan, dan mampu menjawab serta
menutupi pendapat atau teori-teori sebelumnya. Ini menunjukkan sifat ilmu
pengetahuan yang selalu dinamis dengan perubahan-perubahannya. Ilmu
pengetahuan zaman era global ini sudah semakin canggih, dengan penemuan-
penemuan baru yang dihasilkan dapat digunakan untuk menutupi hal-hal kecil
dalam diri manusia. Meski demikian, dengan semakin merambatnya ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sekarang ini, ternyata masih belum bisa
menyaingi apa yang ada dalam tubuh kita.
Semua tubuh organisme terusun atas sel-sel. Mulai dari sayap kupu-kupu
hingga mahkkota bunga yang berwarna-warni. Sel memiliki ukuran yang
sangat kecil dan tak bisa dilihat dengan kasat mata. Untuk ukuran sekecil itu,
sel tergolong sangat luar biasa. Sel seperti sebuah pabrik yang senantiasa
bekerja agar proses kehidupan terus berlangsung. Sebagai suatu pabrik
kehidupan, sel memiliki karakteristik yang dapat membedakan dimana ia
tumbuh dan berkembang. Dengan mengetahui komponen sel, kita akan dapat
memahami fungsi sel bagi kehidupan itu sendiri.
Dalam makalah ini, pembahasan mengenai sel hanya akan lebih
menekankan pada struktur dan fungsi sel hewan. Seperti yang telah diketahui,
susunan sel hewan merupakan susunan sel yang dimiliki oleh manusia,
sehingga pembahasan tersebut akan dapat mengaacu pada diri kita sendiri dan
sekitarnya.

B. Rumusan masalah
1. Apa saja organel-organel sel hewan?
2. Bagaimana bentuk organel-organel sel hewan?
3. Bagaimana fungsi organel-organel sel hewan?
4. Apa saja perbedaan organel-organel sel hewan dan sel tumbuhan?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui organel-organel sel hewan
2. Untuk mengetahui bentuk organel-organel sel hewan
3. Untuk mengetahui fungsi organel-organel sel hewan
4. Untuk mengetahui perbedaan organel-organel sel hewan dan sel
tumbuhan

D. Manfaat
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui organel-organel sel hewan
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui bentuk organel-organel sel hewan
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi organel-organel sel hewan
4. Agar mahasiswa dapat mengetahui perbedaan sel hewan dan sel
tumbuhan
BAB II
PEMBAHASAN
Organel-organel sel hewan sebagian besar organel sel diselubungi oleh
lapisan membran dengan struktur yang sama dengan lapisan membran sel. Di
dalam sel terdapat struktur kecil yang disebut organel. Organel-organel sel
terdapat dalam sitoplasma. Macam-macam organel penyusun sel hewan sebagai
berikut:
A. Organel sel hewan
1. Membran plasma
Teori tentang membran plasma telah banyak dikemukan oleh para
pakar, dan teori yang masih berlaku hingga saat ini adalah teori membran
plasma yang diajukan oleh Singer dan Nocolson tah 1972 dengan nama
teori switch mozaic model. Menurut teori ini membran plasma terdiri dari
lapisan lemak bimokuler, yang disana sini terputus oleh adanya molekul
protein. Beberapa molekul protein berada dipermukaan membran, terikat
pada permukan lemak yang berkutub, diberi nama protein perifer atau
protein extrinsik.
Lipid penyusun membran plasma terutama terdiri dari fosfolipid,
meskipun lemak netral juga ada. Pada permukaan luar membran plasma,
baik molekul lipid ataupun protein dapat berikatan dengan senyawa
karbonhidrat. Molekul lipid yang mengikat karbonhidrat disebut glikolipid
dan molekul protein yang mengikat karbonhidrat disebut glikoprotein.
Dengan adanya lipid, protein dan karbonhidrat membran plasma memiliki
sifat hidrofobik maupun hidrofilik. Sifat-sifat hidrofilik terdapatdibagian
luar maupun bagian dalam. Sedangkan sifa-sifat hidrofobik berada
dibagian tengah.
Komponen-komponen penyusun membran plasma terdiri dari 3 jenis,
yaitu:
1. Fosfolipid
2. Kolestrol
3. Glikolipid
Ketiga jenis lipid tersebut amfifatik, yang berarti molekulnya memiliki
ujung hidrofobik atau nonpolar (menjauhi air) dari ujung hidrofilik atau
polar (menyengangi air). Seperti halnya molekul lipid, molekul protein
juga sebagai penyusun membran plasma. Mlekul protein penyusun
membran plasma terdiri dari protein ferifer (extrinsik) dan protein integral
(intrinsik).
Fungsi Membran Sel:
Sebagai pelindung sel
Mengatur keluar masuk nutrisi dan mineral
Menerima rangsangan dari luar
Tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia

Sumber:www.yuksinau.com/2016/03/organel-sel-hewan.html
diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 18:42

2. Nukleus

Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel dengan


diameter sekitar 10 m. Nukleus berfungsi sebagai pengatur
pembelahan sel, pengendali seluruh kegiatan sel dan pembawa informasi
genetik. Inti el terdiri dari atas beberapa bagian yaitu membran, kromatin,
anak inti (nukleous), dan cairan inti (nuklearsap). Cairan ini yang
merupakan cairan yang di dalamnya terdapat nukleous dan kromatin.
Kromatn mengandung materi genetik berupa DNA serta protein. Ketika sel
membelah, kromosom dapat terlihat sebagai bentuk tebal dan memanjang.
Kromosom adalah cetak biru (blue print) sel. Kromosom mengatur kapan
dan bagaimana sel membelah diri, menghasilkan protein-protein tertentu,
serta berdiferensiasi. Inti sel adalah pusat pengendali sel, dalam
menyediakan informasi kepada sitoplasma untuk menyimpannya dan
berfungsi untuk waktu yang tidak terbatas. Nukleus merupakan struktur
yang jelas terlihat pada saat sel belum membelah diri. Nukleus terliat
dalam pembentukan ribosom, yaitu suatu organel sel yang berperan dalam
pembentukan protein. Nukleus mengatur sintesis protein dalam sitoplasma
dengan mengirimkan pesan genetik dalam bentuk RNA. RNA ini disebut
dengan mRNA. Pembentukan mRNA terjadi di nukleus berdasarkan
intruksi yang diberikan DNA. Setelah itu, mRNA membawa pesan genetik
ke sitoplasma melalui pori membran inti untuk diterjemahkan di ribosom
menjadi protein.
Bentuk nukleus pada umumnya ekuivalen dengan bentuk sel. Bila sel
berbentuk bulat atau kubus maka bentuk nukleus juga akan bulat. Jika sel
berbentuk silindris atau prisma maka nukleusnya akan berbentuk lonjong.
Sedangkan jika bentuk selnya pipih (squamosa) maka nukleusnya
berbentuk dischoidal. Sedangkan ukuran nukleus tergantung pada volume
sel, jumlah ADN dan protein, serta berkaitan dengan perkembangan
metabolisme sel.
Didalam nukleus terdaat cairan matriks yang disebut nukeloplasma,
nukleolus, dan kromosom. Nukleuplasma atau plasma inti merupakan
cairan kolonoid yang terdiri atas campuran air dan molekul-molekul
pembangun struktur ribosom, asam inti, dan material inti lainnya nukleolus
atau anak inti merupakan tempat pembentukan ribosom. Nukleolus terdiri
atas granula-granula khusus dan benang-benang yang berhubungan dengan
ADN. Kromatin merupakan serat-serat halus seperti benang yang berpilin.
Kromatin terdiri atas ADN dan protein. Ketika sel membelah, struktur
kromatin memendek membentuk struktur seperti benang kusut. Struktur
demikian biasa disebut kromosom. Di dalam kromosom terdapat informasi
genetika yang disebu gen.

Fungsi Nukleus:

a. Pengendali Metabolisme Seluler


Fungsi inti sel dalam mengendalikan metabolisme yang terjadi dalam sel
dapat terjadi dikarenakan adanya proses menghasilkan protein yang
dilakukan melalui proses transkripsi dan translasi.

Setiap gen akan menjadi protein yang dihasilkan melalui cetakan DNA.
Protein tersebut setelah melalui proses packing oleh protein caperon akan
menjadi protein fungsional.

Protein yang dihasilkan nantinya akan menjadi enzim yang berperan


dalam metabolisme sel atau metabolisme individu (multiseluler).
b. Penyimpan Informasi Genetik
Fungsi inti sel dalam menyimpan informasi genetik dapat terjadi karena
adanya membran inti yang mempertahankan DNA dalam wadah nya
(nukleus).

Rangkaian DNA seperti kita ketahui, tersusun atas banyak gen yang
mewakili spesies tersebut. DNA kemudian terangkai menjadi kromosom
yang terbagi bagi sesuai dengan jumlah kromosom spesies tersebut.

Fungsi inti sel yang satu ini sangat esensial dalam kelestarian sebuah
makhluk hidup. Dengan adanya DNA (spesifik ke gen), sifat sifat suatu
makhluk dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

c. Pengatur Siklus Sel

Fungsi inti sel dalam mengatur siklus sel seperti apakah sel tersebut harus
membelah, tidak membelah atau membesar saja.

Hal ini sebenarnya untuk sel pada umumnya kecuali sel kanker telah
terkode kan dalam gen yang berada di inti sel. Dengan adanya gen
tersebut, pembelahan ataupun tidak membelah nya suatu sel dapat diatur
sesuai dengan kebutuhan.

d. Wadah Replikasi dan Transkripsi

Fungsi inti sel yang satu ini, sudah sangat jelas. DNA melaksanakan
replikasi dalam inti sel. Replikasi DNA dalam siklus sel terjadi pada fase
G1. Dengan adanya replikasi DNA, artinya akan terjadi proses mitosis
setelahnya.

Fungsi inti sel sebagai tempat terjadinya transkripsi atau penerjemahan


kode kode yang ada pada rantai DNA menjadi RNA muda atau RNA
primer. Proses transkripsi merupakan rangkaian dari ekspresi genetik.

Sumber:www.yuksinau.com/2016/03/organel-sel-hewan.html
diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 18:42

3. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma merupakan jaringan yang tersusun oleh
membran yang seperti jala. Terdapat dua tipe retikulum endoplasma, yaitu
RE kasar dan RE halus. RE kasar adalah ReE yang ditempeli ribosom dan
tampak berbinti-bintil. RE halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom.
Dilihat secara tiga dimensi, sistem membran pada retikulum endoplasma
bersatu dengan membran sel dan membran inti. RE kasar berperan dalam
pembentukan membran dan protein. Adapun RE halus berperan dalam
pembentukan lemak, menetralisir racun, dan penyimpanan kalsium yang
berguna pada kontraksi sel otot. RE memiliki beberapa fungsi, yaitu:
a. Mensintesis lemak dan kolestrol (RE kasar dan RE halus)
b. Menampung protein yang disintesis oleh ribosom (RE kasar)
c. Transportasi molekul-molekul (RE kasar dan RE halus)
d. Menetralkan racun (detoksifikasi)

Sumber:www.yuksinau.com/2016/03/organel-sel-hewan.html
diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 18:42

4. Ribosom
Ribosom merupakan organel yang padat serta kecil dengan ukuran
diameter 20 nm yang terdiri dari 65% RNA ribosom (rNA) dan 35%
protein ribosom (RNP). Terdiri dari dua sub unit yaitu sub unit besar dan
sub unit kecil. Ribosom ditunjuk sebagai 30S (dalam bakteri) dan 40S
(pada hewan) untuk unit lebih kecil dan masing-masing 70S dan 80S untuk
sub unit besar. S disebut unit Sverdberg dan merupakan fungsi ribosom
pada tingkat sedimentasi.
Pada permukaan dalam membran retikulum endoplasma sel eukariotik
tersebar organel-organel. Salah satu organel tersebuta adalah ribosom.
Ribosom berpen penting dalam proses pembentukan protein. Pada sel
aktif, terdapat ribosom dalam yang banyak. Selain di RE, ribosom banyak
terdapat juga di anak inti (nukleolus).
Ribosom berbentuk globular dengan diameter sekitar 250 sampai 350
nm. Ribosom mampu menyebarkan maupun menyerap elektron dengan
sangat kuat. Ribosom ditemukan baik pada sel prokariota maupun
eukariota. Pada sel prokariota, ribosom terdapat bebas di sitosol,
sedangkan pada sel eukariota selain terdapat bebas di sitosol juga terdapat
di matriks mitokondria, stroma kloroplas atau menempel pada permukaan
membran RE kasar. Fungsi ribosom yaitu sebagai tempat terjadinya
sintesis protein.

Sumber:https://artikelbermutu.com/2014/09/organel-sel-ribosom-dan-
fungsi-ribosom.html
diakses tanggal 01 maret 2017 pukul 23:22

5. Badan Golgi (Aparatus Golgi)


Badan golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan.
Aparatus golgi terdiri dari tumpukan kantong pipih tersusun membran
yang serupa dengan membran sel. Kantong pipih ini disebut dengan
sisterna. Tumpukan kantong pipih ini disebut diktiosom. Berbeda dengan
RE pada membran aparatus golgi, ribosom tidak dijumpai di ruangan
antara dan diseputar membran, baik membran dalam maupun luar.
Aparatus golgi tersebar dalam sitoplasma dan merupakan salah satu
komponen terbesar dalam sel. Aparatus golgi mempunyai hubungan yang
erat dengan RE dalam sintesis protein. Beberapa aparatus golgi sering
terlhat berdekatan dan membentuk kantong-kantong yang bertumpuk.
Fungsi badan golgi terutama dalam pengolahan protein yang baru
disintesis. Badan golgi memotong protein berukuran besar yang dihasilkan
ribosom menjadi protein-protein berukuran kecil seperti hormon dan
neurotransmiter (bahan penerus informasi pada sistem saraf). Badan golgi
juga berfungsi menambahkan molekul glukosa ketika proses sintesis
glikoprotein. Pada sel-sel kelenjar, jumlah badan golgi lebih melimpah
dibandingkan sel-sel lain. Hal ini berhubungan dengan pembentukan
sekresi mukus berupa mukopolisakarida yang melibatkan badan golgi.
Fungsi badan golgi (aparatus golgi), yaitu:
a. Tempat sintesis polisakarida seperti mukus, selulosa, henioselulosa
dan pektin
b. Membentuk membran plasma
c. Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan
dikeluarkan sel
d. Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur dan
lisosom

Sumber: http://www.biologi-sel.com/2012/06/struktur-sel-hewan-dan-sel-
tumbuhan.html

Diakses tanggal 03 Maret 2017 pukul 11:32

6. Mitokondria
Nama mitokondria diberikan oleh seorang pakar bernama Benda (1897-
1898), dibangun oleh dua suku kata dari bahasa Yunani, mito = benang,
dan chondrion = granula. Jadi mitokondria adalah organela yang
bentuknya memanjang atau granula. Membran mitokondria disusun oleh
lipoprotein, lebih tipis dari membran plasma. Di dalam matrik terdapat
enzim-enzim dan koenzim yang diperlukan untuk metabolisme energia. Di
dalam mitokondria juga terdapat adanya ADN khusus dan ribosom.
Mitokondria memiliki dua jenis membran yaitu membran luar dan
membran dalam. Kedua membran ini bersifat kuat, fleksibel, stabil, dan
tersusun dari lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolan-tonjolan
yang disebut kista. Tonjolan-tonjolan tersebut berfungsi untuk memperluas
permukaan agar penyerapan oksigen lebih efektif. Ruangan dalam
mitokondria berisi cairan yang disebut matriks mitokondria. Di dalam
matriks mitokondria terdapat enzim pernafasan, DNA, RNA, dan protein.
Fungsi mitokondria sudah jelas, benda ini mengandung enzim-enzim
yang melakukan oksidasi makanan dan mensintesis ATP. Jadi mitokondria
mengubah energi potensial berbagai bahan makanan menjadi energi
potensial yang di simpan di dalam ATP. Energi ATP itu digunakan oleh sel
untuk melakukan berbagai kegiatan. Mitokndria juga berfungsi dalam
oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilasi oksidatif, dan
sistem transfor elektron.

Sumber:www.yuksinau.com/2016/03/organel-sel-hewan.html
diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 18:42

7. Lisosom
Lisosom merupakan organel berbentuk kantung terikat di membran
yang berisi enzim hidrolitik yang diperlukan untuk memecah bagian yang
tidak diperlukan dari sel untuk digunakan kembali (mengontrol
pencernaan instraseluler) dalam keadaan apapun. Lisosom terletak pada sel
eukariotik.
Lisosom adalah struktur yang agak bulat yang dibatasi membran
tunggal. Diameternya biasanya sekitar 1,5 m, walaupun kadang-
kadang ditemukan pula lisosom sekecil 0,05 m. Lisosom dihasilkan
oleh aparatus golgi yang penuh dengan ptotein. Berisikan kira-kira tiga
lusin maca enzim hidrolitik. Enzim yang mencernakan polisakarida, lipid,
fosfolipid, asam nukleat, dan protein semuanya tersedia. Mungkin, dengan
terkurung di dalam lisosom, mak enzim-enzim tersebut terhalangi untuk
mencernakan komponen-komponen dalam sel.
Proses penernaan yang terjadi secara enzimatis di lisosom terdiri dari
berbagai macam tergantung dari jenis dan asal bahan yang akan dicerna.
Bila bahan yang dicerna berasal dari luar sel proses pencernaannya disebut
heterofagi, sedangkan bila bahannya berasal dari dalam disebut autofagi.
Kedua proses pencernaan ini banyak dijumpai misalnya pada mekanisme
pertahan tubuh, nutrisi dan pengaturan nutrisi dan pengaturan sekresi.

Lisosom berperan penting dalam matinya sel-sel. Bila sel luka atau
mati, lisosomnya membantu dalam menghacurkannya. Hal ini bermanfaat
sekali sehingga selsekat dapat menggantikan yang rusak tadi. Kematian sel
merupakan tingkatan yang penting dalam daur hidup beberapa organisme.
Sebagai contoh pada waktu kecebong berubah menjadi katak, ekornya
secara bertahap diserap. Sel-sel ekornya, yang kaya akan lisosom, mati dan
hasil penghancurannya digunakan dalam pertumbuhan sel-sel baru katak
yang berkembang. Lisosom terutama ditemukan dalam segala macam sel
hewan. Sampai kini belum ada bukti konklusif bahwa pada sel-sel
tumbuhan juga ada.

Fungsi Lisosom:
o Mencerna materi menggunakan fagositosis

o Mengontrol pencernaan intraseluler

o Penghancur organel sel yang tidak diperlukan / telah rusak


(autofagi)

o Memasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel


menggunakan mekanisme endositosis
Sumber:www.yuksinau.com/2016/03/organel-sel-hewan.html
diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 18:43

8. Sentriol
Sentriol adalah partikel sitoplasma yang lebih dominan sebagai
karakteristik dari sel hewan ketimbang dari sel tumbuhan. Sentriol terletak
di luar inti dan berfungsi dalam pembelahan sel. Sentriol memiliki
organisasi internal tingkat tinggi. Sentriol adalah struktur silinder dengan
struktur rinci yang mirip dengan yang ada pada silia dan flagella, dimana
sebenarnya terlibat dalam pembentukan silia dan flagella pada sel-sel
tertentu. Sentriol ini memiliki 2 + 9 tubular, seperti struktur ditemukan di
silia dan flagella.

Sumber:www.yuksinau.com/2016/03/organel-sel-hewan.html
diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 18:43
9. Sentrosom
Sentrosom ditemukan oleh seorang ilmuwan Belgia bernama Edouard
Van Beneden pada tahun 1883 dan diberi nama oleh Theodor Boveri pada
tahun 1888. organel ini pada dasarnya merupakan bagian dari sel-sel
hewan. Karena dalam sel tumbuhan, fungsi mereka dilakukan oleh organel
sel lainnya.

Sentrosom membantu dalam mengatur siklus sel dan merupakan bagian


integral dari pembelahan sel secara mitosis. Sentrosom terbuat dari sentriol
dan bahan perisentriolar. Bahan perisentriolar ini terdiri dari protein seperti
tubulin, perisentrin dan ninein. Kedua sentriol terletak orthogonal satu
sama lain.

Fungsi Sentrosom, selama pembelahan sel, adalah untuk


mempertahankan jumlah kromosom. Replikasi DNA selama pembelahan
sel disertai dengan pemisahan Sentrosom menjadi dua, masing-masing
memiliki satu sentriol. Kedua sentrosom menempel pada kutub yang
berlawanan dari inti. Setelah larut dalam membran inti, mereka
membentuk spindle, terhubung satu sama lain dengan pembentukan serat
gelendong antara mereka.
Setelah pemisahan masing-masing kromosom menjadi dua kromatid,
satu kromatid dari masing-masing pasangan akan berhubungan dengan
kutub utara, sementara yang lain bergerak ke arah kutub selatan inti. Pada
tahap akhir pembelahan sel mitosis, dua sel anak yang terbentuk dari setiap
sel induk, dan masing-masing sentrosom dari sel induk menjadi inti dari
sel anak.
Selain itu, sentrosom yang melakukan banyak fungsi lainnya, seperti di
bawah ini.
Sentrosom adalah pusat produksi mikrotubulus, struktur filamen tipis
dalam sel. Sentrosom dan mikrotubulus berperan dalam menentukan arah
pertumbuhan dari beberapa jenis sel seperti neuron, di mana arah dan titik
pertumbuhan akson ditentukan oleh sel-sel ini. Mereka dikenal sebagai
kepala pusat pengorganisasian mikrotubulus dari sel-sel hewan.
Sentrosom bertanggung jawab untuk inisiasi sitokinesis, atau
pemisahan dari sel induk menjadi dua. Dengan tidak adanya sentrosom,
telah diamati bahwa sitokinesis tidak memulai bahkan setelah selesainya
mitosis.

Sentrosom mengatur silia primer yang hadir pada sel-sel epitel ginjal,
reseptor penciuman, lapisan perut, dan sel-sel batang di mata.
Fungsi utama dari sentrosom dan sentriol adalah untuk membantu
selama proses pembelahan sel secara mitosis. Selama pembelahan sel
mitosis, juga disebut sebagai kariokinesis, jumlah kromosom
dipertahankan, yaitu jumlah kromosom dalam setiap sel anak (sel yang
dibentuk oleh pembelahan sel) adalah sama dengan sel induk (sel yang
mengalami pembelahan sel). Pembelahan sel secara mitosis terjadi di
semua sel tubuh, kecuali sel-sel reproduksi, yang diproduksi oleh meiosis.
Sementara hasil mitosis pada sel diploid, meiosis terjadi dalam dua tahap
yang mengarah pada pembentukan gamet haploid.

Sumber: http://budisma.net/2015/03/fungsi-sentrosom.html
Diakses pada tanggal 01 Maret 2017 pukul 23:22

10. Peroksisom
Peroksisom merupakan salah satu organel sel yang memiliki fungsi yang
berkaitan erat dengan penyaluran hidrogen peroksida. Peroksisom lebih
sering ditemui dalam kondisi terbungkus oleh sebuah membran tunggal
dan terdiri atas lipid. Peroksisom memang bisa dijumpai pada hewan
maupun tumbuhan, namun berbeda jumlahnya. Pada hewan ditemukan
peroksisom tunggal atau hanya satu saja, sementara pada tumbuhan adalah
kebalikannya yakni sepasang.

Peroksisom bisa ditemukan baik pada tumbuhan maupun pada hewan.


Peroksisom umumnya memiliki ukuran yang sangat kecil, bahkan dalam
satu tubuh makhluk hidup terdapat beragam ukuran. Secara umum
peroksisom lebih sering dijumpai dengan ukuran antara 0,1 hingga 1 mm.
peroksisom memiliki fungsi sebagai pemecah molekul organik yang ada di
dalam tubuh makhluk hidup. Maka, aktivitas peroksisom sangat berkaitan
dengan proses penyaluran hodrogen peroksida ke seluruh bagian sel tubuh.
Peroksisom memiliki peran penting dalam proses oksidasi di dalam sel,
yakni mengubah dan memecah lemak secara menyeluruh. Pada peristiwa
pemecahan lemak memang akan melalui beberapa tahapan yang terbilang
cukup panjang. Dari peristiwa pemecahan lemak inilah akan dihasilkan
berbagai jenis zat dalam bentuk lain, salah satunya zat sitotostik hodrogen
peroksida. Karena hidrogen peroksida yang jumlahnya berlebihan akan
menjadi racun bagi tubuh.
Peroksisom memiliki fungsi lain, yakni memecah kembali hidrogen
peroksida tersebut menjadi molekul atau zat yang dibutuhkan tubuh.
Adalah oksigen dan juga air yang merupakan produk hasil olah hidrogen
peroksida yang sangat dibutuhkan metabolisme sel. Energi dan juga air
menjadi salah satu kebutuhan bagi membran sel untuk bisa berfungsi lebih
optimal. Peran inilah yang menjadikan peroksisom sangat bermanfaat bagi
siklus sel dan kondisi tubuh tumbuhan maupun hewan.
Pada tumbuhan peroksisom berfungsi mengolah karbondioksida yang
berhasil diperoleh oleh bagian daun. Karbondioksida ini akan diolah
menjadi bentuk energi yang berfungsi sebagai bahan bakar pengolah
makanan bagi tumbuhan. Adanya peroksisom pada tubuh tumbuhan
membuat sebatang tanaman bisa mensuplai kebutuhan nutrisinya dengan
baik. Sehingga bisa tumbuh lebih subur, bahkan di kondisi lingkungan
yang kurang menguntungkan tanaman.
Sementara untuk tubuh hewan, peroksisom akan mengolah lemak yang
masuk ke dalam tubuh untuk diolah kembali. Hasilnya akan menjadi
bentuk cadangan energi, dan disalurkan ke organel membran sel dan
metokondria. Sehingga sel-sel di dalam tubuh akan lebih seimbang dan
menunjang kebutuhan energi tubuh hewan tersebut. Lemak yang
menumpuk akan diolah menjadi bentuk cadangan energi yang bisa
dimanfaatkan organel-organel sel lainnya.
Dilihat dari fungsi peroksisom tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
organel satu ini memberikan manfaat untuk organel lain. Terutama untuk
mitokondria bisa menjalankan fungsinya dengan baik, sebab mensuplai
kebutuhan energi.

Sumber: kliksma.com/2014/09/pengertian-dan-fungsi-peroksisom.html
Diakses tanggal 01 maret 2017 pukul 23:22

11. Sitosol

Sitosol merupakan gel di mana sebagian besar metabolisme sel


berlangsung. Sekitar 70% dari volume sel hewan terdiri dari sitosol,
sehingga juga dikenal sebagai cairan intraseluler. Cairan intraseluler
awalnya dikenal sebagai protoplasma sebelum banyak yang diketahui
tentang isi sel. Sitoplasma adalah istilah yang lebih spesifik untuk isi sel
dalam membran sel, tidak termasuk inti. Matriks sitoplasma adalah istilah
lain untuk sitosol.
Sebagian besar matriks selular ini terdiri dari air, tetapi ada banyak hal
yang terlarut di dalamnya. Ada ion, molekul organik kecil, dan molekul
yang lebih besar, seperti protein yang larut dalam air. Filamen yang terdiri
dari sitoskeleton juga ditemukan dalam matriks sitoplasma.
Konsentrasi ion di dalam sitosol dapat berbeda jauh dari mereka yang di
luar sel. Hal ini dapat memiliki implikasi fisiologis bagi organisme.
Misalnya, konsentrasi ion kalium positif jauh lebih tinggi, sedangkan
konsentrasi ion natrium negatif jauh lebih rendah. Sel pompa ion natrium
dan klorida negatif keluar dari sel untuk mencegah mereka dari mengambil
sejumlah air yang berlebihan.
Ada sangat sedikit kalsium dalam sitosol. Kalsium adalah pembawa pesan
sekunder umum, menyampaikan sinyal dari di luar sel target intraseluler
yang sendiri menyampaikan sinyal molekul, untuk memulai atau
mengakhiri reaksi. Pengikatan hormon pada reseptor membran sel adalah
salah satu cara di mana sinyal kalsium dapat diaktifkan.
Metabolisme sel penting terjadi di dalam membran sel, dalam organel
seperti mitokondria atau retikulum endoplasma (RE). Studi dengan ragi,
bagaimanapun, menunjukkan bahwa sebagian besar metabolisme sel
berlangsung di sitosol. Di dalamnya, molekul kecil yang terdegradasi atau
disintesis untuk menyediakan blok bangunan untuk molekul yang lebih
besar, yang dikenal sebagai makromolekul. Sebuah protein adalah contoh
dari makromolekul, dan sintesis protein terjadi dalam matriks sitoplasma.
Tampaknya bahwa konsentrasi molekul sangat tinggi di dalam sitosol,
yang mengarah ke fenomena yang dikenal sebagai crowding
makromolekul. Ini berarti bahwa molekul individu memiliki sedikit ruang
untuk melaksanakan reaksinya, sehingga meningkatkan konsentrasi relatif
dari molekul lain. Perkiraan tingkat protein yang mengikat, dan reaksi
kimia dilakukan dalam tes biokimia eksperimental, mungkin tidak berlaku
untuk apa yang sebenarnya terjadi dalam sel karena efek crowding ini.
Ada beberapa kompleks besar dalam matriks sitoplasma. Misalnya, ada
proteasome. Ini adalah perakitan besar kompleks protein yang
mendegradasi protein yang ditemukan dalam sitosol. Selain itu, protein
lain dengan fungsi yang sama bergabung bersama dalam kompleks,
sehingga mereka dapat melewati produk mereka langsung dari satu enzim
ke yang berikutnya. Hal ini membuat reaksi secara keseluruhan lebih
efisien, dan dikenal sebagai channeling.
Adapun fungsi sitosol adalah sebagai berikut:
a. Sitosol merupakan tempat terjadinya reaksi metabolisme, seperti
sintesis protein, sitensis asam lemak, dan glikosis. Protein dalam
sitosol berperan penting dalam jalur transduksi sinyal dan glikolisis.
b. Sitosol merupakan sumber bahan kimia penting bagi sel karena di
dalamnya terdapat asam lemak, senyawa-senyawa organik terlaruk,
asam amino, molekul kecil seperti garam, gas, ion-ion, nukleotida,
dan molekul besar seperti protein ARN yang membentuk koloid

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Sitosol
Diakses tanggal 01 maret 2017 pukul 23:22

12. Sitoskeleton
Sitoskeleton adalah rangka sel. Sitoskleleton terdiri dari 3 macam
yaitu : mikrotubul, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Mikrotubul
tersusun atas dua molekul Protein tubulin yang bergabung membentuk
tabung. Fungsi mirkotubul memberikan ketahanan terhadap tekanan pada
sel, perpindahan sel (pada silia dan flagella), pergerakan kromosom saat
pembelahan sel (anafase), pergerakan organel, membentuk sentriol pada
sel hewan.
Mikrofilamen merupakan filament protein kecil yang tersusun atas dua
rantai protein aktin yang terpilin menjadi satu. Mikrofilamen memiliki
fungsi memberi tegangan pada sel, mengubah bentuk sel, kontraksi otot,
aliran sitoplasma, perpindahan sel (misalnya psudopodia) dan pembelahan
sel.
Sitoskeleton atau kerangka sel adalah jaring berkas-berkas protein yang
menyusun sitoplasma dalam sel. Setelah lama dianggap hanya terdapat di
sel eukariota, sitoskeleton ternyata juga dapat ditemukan pada sel
prokariota. Dengan adanya sitoskeleton, sel dapat memiliki bentuk yang
kokoh, berubah bentuk, mampu mengatur posisi organel, berenang, serta
merayap di permukaan.

Fungsi Sitoskeleton adalah sebagai berikut:

1 Memberikan kekuatan mekanik pada sel


2 Menjadi kerangka sel
3 Membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang lain.

Struktur Sitoskeleton
Sitoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda,
yaitu: mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen intermediet.
1. Mikrofilamen atau filamen aktin
Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang saling bertaut dan tipis,
terdiri dari protein yang disebut aktin. Mikrofilamen berdiameter antara 5-
6 nm. Karena kecilnya sehingga pengamatannya harus menggunakan
mikroskop elektron.
Mikrofilamen seperti mikrotubulus (pengertian mikrotubulus dibawah),
tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin
dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan
sel k. dan peroksisom (Badan Mikro). Organel ini senantiasa berasosiasi
dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase
(banyak disimpan dalam sel-sel hati).
2. Mikrotubulus
Mikrotubulus berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk
mempertahankan bentuk sel dan sebagai rangka sel. Contoh organel ini
antara lain benang-benang gelembung pembelahan. Selain itu
mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol, flagela dan silia.
Sentriol berbentuk silindris dan disusun oleh mikrotubulus yang sangat
teratur. Pada saat membelah, sentriol akan membentuk benang-benang
gelendong inti. Silia dan flagella merupakan tonjolan yang dapat bergerak
bebas dan dijulurkan.
3. filamen intermediet
filamen intermediet adalah rantai molekul protein yang berbentuk
untaian yang saling melilit. Filamen ini berdiameter 8-10 nm.
Disebut filamen intermediet atau filamen antara karena berukuran diantara
ukuran mikrotubulus dan mikrofilamen. Serabut ini tersusun atas protein
yang disebut fimetin. Akan tetapi, tidak semua sel tersusun atas fimetin,
contohnya sel kulit tersusun oleh protein keratin.

Sumber:http://www.diwarta.com/2012/04/22/pengertian-dan-fungsi-
sitoskeleton.html
Diakses pada tanggal 03 maret 2017 pukul 13:53
13. Vakuola
Vakuola merupakan salah satu bagian organel yang terdapat dalam sel
tumbuhan dan juga sel hewan. Organel yang satu ini memiliki banyak
fungsi yang beragam sehingga menjadi salah satu bagian penting yang
membentuk suatu kesatuan sel yang cukup fatal. Vakuola selalu ada pada
tumbuhan namun tidak semua hewan memiliki vakuola. Vakuola hanya
terdapat pada hewan uniseluler tingkat rendah, salah satu hewan yang
memiliki vakuola di dalam selnya yaitu protozoa.
Vakuola merupakan suatu organel sitoplasmik yang berisi cairan.
Organel yang satu ini dibatasi dengan selaput tipis yang disebut dengan
tonoplas. Cairan yang membentuk vakuola mengandung berbagai macam
zat terlarut yang sangat bermanfaat. Zat-zat terlarut yang membentuk
vakuola diantaranya yaitu alkaloid, garam mineral, enzim, asam, basa dan
lainnya. Masing-masing mempunyai fungsi dalam pembentukan sel
makhluk hidup, baik tumbuhan ataupun hewan dan berkaitan satu sama
lain untuk membentuk kesatuan sel yang sempurna.
Seperti yang sudah disebutkan, tidak semua hewan memiliki vakuola.
Hanya hewan uniseluler tingkat rendah saja yang memilikinya. Salah satu
contoh hewan yang dimaksud yaitu protozoa. Pada hewan yang satu ini,
terdapat 2 jenis vakuola, yaitu vakuola makanan dan vakuola berdenyut.
Berikut ini fungsi masing-masing vakuola tersebut, yaitu:
Vakuola makanan berfungsi untuk menyimpan dan mencerna makanan
guna diedarkan ke seluruh bagian sel.

Vakuola berdenyut bertugas untuk mengumpulkan dan membuang ampas


hasil metabolisme berbentuk cair seperti mengatur kadar air dan juga garam di
dalam tubuh.

Lain halnya dengan tumbuhan pada umumnya ataupun protozoa,


vakuola pada jamur memiliki fungsi dalam proses homeostasis, misalnya
pH sel, menyimpan asam amino, osmoregulasi dan lainnya. Jumlah
vakuola dalam jamur juga lebih besar dari satu sehingga cukup berbeda
dibandingkan dengan vakuola dalam sel organisme yang lain.

Sumber:http://www.biomagz.com/2015/08/fungsi-vakuola-dan-struktur-
vakuola-sel.html
Diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 23:22

B. Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan


20 Perbedaan Lengkap Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
No Perbedaan Sel Tumbuhan Sel Hewan
1 Dinding Sel Ada Tidak Ada
2 Plastida Ada (kromoplas, Tidak Ada
kloroplas, dan
leukoplas)
3 Sentriol Tidak Ada Ada
4 Vakuola Ada, vakuola Ada, vakuola
berukuran besar berukuran kecil
5 Sambungan antar sel Plasmodesmata Desmosome, Tight
junction
6 Tingkat Totipotensi Sangat Tinggi Rendah
7 Ketahanan Tekanan Kuat karena dinding Lemah tanpa
sel vakuola kontraktil
8 Sitokinesis sel Membentuk lempeng Membentuk
mitosis furrowing
9 Pembentukan Spindle Secara anastral Secara Amphiastral
10 Flagela Jarang, hanya pada Sering ditemukan
sperma tumbuhan
tertentu
11 Silia Sangat jarang Sering ditemukan
12 Ukuran Sel Besar Kecil
13 Organel Respirasi Kloroplast (plastida) Mitokondria
dan mitokondria
14 Sentrosom/Sentriol Tidak ada / Jarang Ada
ditemukan
15 Letak Inti Sel Berada di pheriperal Berada di tengah sel
sitoplasma
16 Elastisitas jaringan Rendah, karena Tinggi, tidak
adanya dinding sel adanya dinding sel
17 Bentuk Sel Bentuk sel tumbuhan Berbagai macam,
kaku, jarang berubah dapat berubah ubah
bentuk kecuali derivat bentuk dan tidak
sel kaku
18 Glioksisom Ada Tidak ada/Jarang
19 Lisosom Jarang ditemukan Umumnya banyak
terdapat dalam sel
hewan
20 Matriks Ekstraselular Tidak ada Ada
BAB III
PENUTUP

a. Kesimpulan
Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil penyusun
makhluk hidup. Hewan termasuk organisme multiseluler yang terdiri dari
berbagai jenis sel yang terspesialisasi dan bekerja sama melakukan
fungsinya. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.
Sel hewan meliputi berbagai organel dan penyusun-penyusun lainnya
seperti membran plasma, inti sel, retikulum endoplasma, ribosom, badan
golgi, mitokondria, lisosom, setriol, sentrosom, peroksisom, sitosol,
sitoskeleton dan vakuola. Perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan
yaitu sel hewan tidak memiliki dinding sel, plastida, dan klorofil tetapi sel
hewan memiliki sentriol, sentrosom, lisosom sedangkan sel tumbuhan
memiliki dinding sel, plastida dan klorofil tetapi tidak memiliki sentriol,
sentrosom dan lisosom. Pada sel hewan vakuola cenderung kecil
sedangkan pada sel tumbuhan vakuola cenderung besar.

b. Saran
Semoga makalah yang kami susun dapat bermanfaat bagi para pembaca
dan dapat memberikan pengetahuan tentang organel-organel sel hewan
serta perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Kami mengetahui
bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan
baik dari segi penulisan, bahasa dan materi yang terdapat didalamnya.
Untuk itu saran pembaca yang bersifat membangun sangat kami harapkan
agar dapat terciptanya makalah yang baik yang dapat memberi
pengetahuan yang benar kepada pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Marianti, Aditya dan Sumadi. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta. Graha Ilmu

Lumowa, Sonja V. T. 2015. Biologi Sel. Malang. UMM Press

www.yuksinau.com/2016/03/organel-sel-hewan.html Diakses pada tanggal 01


Maret 2017 pukul 18:42

http://www.biomagz.com/2015/08/fungsi-vakuola-dan-struktur-vakuola-sel.html
Diakses pada tanggal 01 maret 2017 pukul 23:22

http://www.diwarta.com/2012/04/22/pengertian-dan-fungsi-sitoskeleton.html
Diakses pada tanggal 03 maret 2017 pukul 13:53

https://id.wikipedia.org/wiki/Sitosol Diakses tanggal 01 maret 2017 pukul 23:22

kliksma.com/2014/09/pengertian-dan-fungsi-peroksisom.html Diakses tanggal 01


maret 2017 pukul 23:22

http://budisma.net/2015/03/fungsi-sentrosom.html Diakses pada tanggal 01 Maret


2017 pukul 23:22
http://www.biologi-sel.com/2012/06/struktur-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan.html
Diakses tanggal 03 Maret 2017 pukul 11:32

https://artikelbermutu.com/2014/09/organel-sel-ribosom-dan-fungsi-ribosom.html
diakses tanggal 01 maret 2017 pukul 23:22

http://www.markijar.com/2016/09/20-perbedaan-sel-hewan-dan-sel-
tumbuhan.html diakses tanggal 03 maret 2017 pukul 21:08

http://www.yuksinau.com/2016/03/perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan.html
diakses tanggal 03 maret 2017 pukul 21:58

https://id.wikipedia.org/wiki/Sitosol diakses pada tanggal 03 maret 2017 pukul


13:26

http://kliksma.com/2014/10/perbedaan-sitosol-dan-sitoplasma.html diakses pada


tanggal 03 maret 2017 pukul 13:27
http://fungsi.web.id/2015/06/pengertian-sitosol.html diakses pada tanggal 03
maret 2017 pukul 13:27
http://tatangsma.com/2015/09/sebutkan-fungsi-sitosol.html diakses pada tanggal
03 maret 2017 pukul 13:37

http://www.biologi-sel.com/2013/02/sitoskeleton-pengertian-fungsi-dan.html
diakses pada tanggal 03 maret 2017 pukul 13:44

http://www.diwarta.com/2012/04/22/pengertian-dan-fungsi-sitoskeleton.html
diakses pada tanggal 03 maret 2017 pukul 13:54