Anda di halaman 1dari 34

Program Studi D-III Analis Kesehatan

STIKES Bina Mandiri Gorontalo

LAPORAN MAGANG MANDIRI


INSTALASI LABORATORIUM
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TOTO KABILA
GORONTALO

NURMALA BALUENA (85AK16022)


NI WAYAN EKA TIFANI (85AK16016)
NURMILA BALUENA (85AK16020)
NI KOMANG SUKANINGSIH (85AK16015)
DINDA LAUBANA (85AK16006)
NURAIN MUSTAFA (85AK16021)
ANGGRAINI DJIBRAN (85AK16002)
MOH. FAJRIN PARIS (85AK16013)
AINUN MIFTAHUL ZANAH BIYA (85AK16001)
HENDRAWANTO KOBIS (85AK16008)

PROGRAM STUDI D-III ANALIS KESEHATAN


STIKES BINA MANDIRI GORONTALO
GORONTALO
2015

Laporan Magang
Mandiri 1
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu kebutuhan dasar
yang diperlukan setiap orang. Hal ini telah didasari sejak berabad abad
yang lalu sampai saat ini para ahli kedokteran dan kesehatan senantiasa
berusaha meningkatkan mutu diri, profesi maupun peralatan kedokteran,
demikian pula kemampuan manajerial kesehatan.
Sesuai dengan tugas dan fungsinya pendidikan tenaga kesehatan mempunyai
visi antara lain meningkatkan kemitraan mutu lulusan D-III Analis
Kesehatan Stikes Bina Mandiri Gorontalo, mutu institusi dan meningkatkan
kemitraan serta kemandirian institusi Stikes Bina Mandiri Gorontalo dalam
melaksanakan pendidikan tenaga kesehatan.
Sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) 60, Tahun 1999 tentang pendidikan
tinggi, maka tujuan pendidikan dimaksud adalah menyiapkan peserta didik
menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan
professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan memperkaya
khasanah ilmu pengetahuan, tekhnologi dan kesenian.
Dalam melaksanakan pendidikan, proses pembelajaran yang tidak terbatas
didalam kelas saja tetapi pembelajaran yang berlangsung pada pendidikan
lebih ditekankan pada pengajaran yang menerobos diluar kelas, bahkan
diluar institusi pendidikan seperti lingkungan kerja, alam atau kehidupan
masyarakat. Dalam hal ini praktek belajar lapangan merupakan wadah yang
tepat untuk mengaplikasikan pengetahuan sikap dan keterampilan yang
diperoleh pada proses belajar mengajar. Lahan praktek sebagai lahan belajar
mengajar utama dan juga sebagai wahana untuk meningkatkan keterampilan
secara utuh dari seorang mahasiswa yang telah mendapat pelajaran teori di
kelas atau praktek di laboratorium.
Organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit pada dasarnya adalah
organisasi jasa pelayanan umum. Oleh karenanya rumah sakit dan organisasi
pelayanan kesehatan lainnya sebagai pelayanan masyarakat perlu memiliki
karakter mutu pelayanan prima yang sesuai dengan harapan pasien, selain
diharapkan memberikan pelayanan medis yang bermutu. Hal tersebut
seharusnya didasari oleh para manajer kedokteran dan kesehatan di segala
lapisan dan kedudukan termaksud tenaga medis, paramedis perawatan, para

Laporan Magang
Mandiri 2
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

medis non perawatan, dan tenaga administrasi yang ada dirumah sakit. TANI
dan NELAYAN (RSTN) merupakan bagian dari Sumber Daya Kesehatan
yang berada di Provinsi Gorontalo.
Dengan demikian, TANI dan NELAYAN (RSTN) akan senantiasa
melaksanakan fungsinya semaksimal mungkin dengan terus berusaha
mengadakan perubahan dan peningkatan jumlah kunjungan baik rawat inap
dan rawat jalan merupakan indikator yang dapat dijadikan acuan bahwa
TANI dan NELAYAN (RSTN) masih sangat membutuhkan pengembangan
guna menjangkau tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang optimal.

B. Tujuan Magang Mandiri


Adapun tujuan magang semester ini yaitu :
1. Mengukur daya serap mahasiswa terhadap kompetensi yang menjadi
muatan pembelajaran
2. Mengukur dan mengevaluasi kehandalan kurikulum yang diterapkan
selama ini
3. Mengukur dan mengevaluasi kehandalan proses pembelajaran yang telah
dilakukan dan diikuti oleh mahasiswa dan dosen
4. Mengukur dan mengevaluasi kehandalan daya dukung sarana dan
prasarana yang dimiliki oleh institusi kampus
5. Mengukur dan mengevaluasi kehandalan relevansi aademik dan proses
akademik terhadap kemajuan dan kebutuhan lapangan kerja yang
dibutuhkan
6. Bagian dari koreksi, perubahan dan peninjauan kurikulum
Mengukur dan mengevaluasi kehandalan tenaga pengajar (dosen) dalam
rangka pengembangan wawasan akademik
C. Manfaat Praktek Kerja Lapangan
Adapun manfaat magang mandiri yaitu :
1. Melatih kerjasama dengan tenaga kesehatan lain.
2. Melatih dan mengembangkan sikap dan keterampilan Mahasiswadalam
pemberian pelayanan laboratorium.
3. Untuk meningkatkan keterampilan dalam merencanakan, mempersiapkan,
pengambilan sampel serta pemeriksaan.

Laporan Magang
Mandiri 3
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Laporan Magang
Mandiri 4
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

BAB II
GAMBARAN UMUM RSUD TANI DAN NELAYAN

A. Latar Belakang Sejarah RSUD TANI DAN NELAYAN


Rumah sakit tani dan nelayan dibangun pada tanggal 12 oktober 2002
yang di tandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung RSTN
Kab. Boalemo oleh Gubernur gorontalo saat itu Ir. Fadel Mohamad bersama
unsure muspida Provinsi Gorontalo. Bulan april 2004 di bentuk Tim Sepuluh
yang di kenal dengan nama Tim Pengelola Persiapan Operasional Rumah
Sakit, yang bertugas mengelola asset rumah sakit dan mempersiapkan
operasional rumah sakit antara lain dalam hal merencanakan kebutuhan
sumber daya, kebutuhan sarana dan prasarana penunjang operasional rumah
sakit.
Pada tanggal 2 Mei 2005 dilaksanakan peresmian operasional RSTN
Kab. Boalemo oleh Gubernur Gorontalo (Ir. Fadel Mohamad). Setahun
kemudian yaitu pada tanggal 1 Mei 2006 dengan di terbitkannya Perda
Organisasi dan Tata Kerja RSTN, Rumah Sakit ini menjadi Instansi Badan
Pemerintah Daerah dan berubah nama menjadi Badan Pengelolah RSTN
Kabupaten Boalemo.
Tanggal 20 Juli 2007 RSTN telah teregristrasi di Departemen
Kesehatan RI, untuk memperoleh izin operasional yang menjadi landasan
hukum operasional rumah sakit dengan klasifikasi kelas C.
RSTN Kab. Boalemo dari tahun ke tahun terus tumbuh dan
berkembang. Kepemimpinan RSTN telah mengalami beberapa kali
penggantian yaitu :

Dr. Tito EM. Bastisan (ketua Tim pengelola Persiapan Pengoperasional


RSTN, Maret 2004 s/d Desember 2004)
Dr.H. Muh. Jamal, MPH, AAAK (Ketua Tim Pengelola RSTN, Januari
2005 s/d april 2006)
Dr. Aniek Hartiwi, Sp.A (Kepala Badan Pengelola RSTN Kabupaten
Boalemo (Mei 2006 s/d Oktober 2007)
Dr. Sukri Djakatara Sp.A (Kepala Badan Pengelola RSTN Kabupaten
Boalemo Oktober 2007 s/d Februari 2012)
Dr.H. Muh. Jamal, MPH, AAAK (Kepala Badan Pengelola RSTN
Kabupaten Boalemo Februari 2012 s/d sekarang).

Laporan Magang
Mandiri 5
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Pada tahun 2008 RSTN mendapat penghargaan Citra Pelayanan Prima


dari MENPAN sebagai supremasi tertinggi mutu pelayanan publik.
Permasalaha umum yag sering di alami oleh rumah sakit di Indonesia
terutama ruma sakit pemerintah adalah menejemen sumber dana dan sumbe
daya manusia terutama tenaga medis dan paramedis sangat tergantung pada
rekrutmen pegawai negeri, sehingga tidak memenuhi kebutuhan SDM rumah
sakit yang terus berkembang. Sumber dana yang terikat pada berbagai aturan
keunagan tidak memungkinkan bagi rumah sakit menyelesaikan
permasalahan keuangan yang sangat urgen seperti penyediaan obat-obat dan
bahan habis pakai. Untuk memperoleh fleksibilitas menejemen terutama
menejemen sumber daya uang da manusia, Badan Layanan Umum
merupakan bentuk yang paling pas untuk sebuah rumah sakit. Undang
Undang Republik Indonesia No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pada
pasal 20 ayat 3 menyebutkan ahwa Rmah Sakit Publik yang di kelolah
Pemerintah dan Pemerintah daerah Daerah diselenggarakan berdasarkan
pengelolaan Badan Pelayanan Umum atau Badan Layanan Umum Daerah
sesuai dengan ketentuan peraturan perudang undangan.
Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit,
RSTN mengupayakan memperoleh status sebagai BLUD, sehinnga pada
awal tahun 2011 membentuk sebuah tim yang bertugas untuk
mempersiapkan RSTN beralih status dari SKPD biasa menjadi Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Pada Tanggal 9
November 2011, Tim Penilai BLUD yang diktuai Ibu Sekda saat itu, Dra.Hj.
Olis Monoarfa, MM merekomendasikan kepada Bupati Boalemo bahwa
RSTN Kab. Boalemo layak memperoleh status sebagai BLUD penuh.
Pada tanggal 21 November 2011 Bupati Boalemo, DR.Ir.H. Iwan
Bokings, MM, meresmikan RSTN sebagai PPK-BLUD melalui keputusan
Bupati Boalemo Nomor 186 tahun 2011 tentang penetapan status Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Tani dan Nelayan.
Undang-undang Rumah Sakit nomor 44 tahun 2009 juga mewajibkan
rumah sakit melakukan akreditasi secara berkala minimal 3 tahun sekali
sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit. RSTN
membentuk tim akreditasi di awal tahun 2012. Tim ini bekerja untuk
mempersiapkan segala hal yang menjadi persyaratan akreditas. Setelah

Laporan Magang
Mandiri 6
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

melalui tahapan pembimbingan dan survey, tanggal 15 Juni 2012 komisi


Akreditasi Rumah Sakit (KARS) memberikan sertifikat Akreditasi Rumah
Sakit Kepada RSTN Boalemo untuk 4 pelayanan dasar yaitu Administrasi
dan Menajmen, pelayanan medis, pelayana gawat darurat, pelayanan
keperawatan dan rekam medis. Sertifikat tersebut berlaku sampai tanggal 15
Juni 2015. Saat ini RSTN telah membentuk tim akreditasi untuk memperoleh
akreditasi KARS versi 2012 yang di targetkan tahun 2015.
B. Visi, Misi dan Motto

1. Visi : Menjadi Rumah Sakit Umum dengan Mutu pelayanan


Terbaik, setelah 5 Tahun di Provinsi Gorontalo, 10 Tahun di Sulawesi
(Sulut, Sulteng, dan gorontalo), 15 tahun di Indonesia timur (5 G, 10
S, 15 IT)
2. Misi :
a. Melakukan pelayanan sesuai standar pelayanan minimal rmah
sakit
b. Menjadikan Rumah Sakit Tani dan Nelayan terakreditasi
c. Mengutamakan pelayanan ang berasas pada patient safety
3. Motto : kami melayani dengan senyum, salam dan sapa

C. Kondisi Umum

1. Letak geografis
Kabupaten Boalemo merupakan salah satu kabupaten pemekaran dari
kabupaten Gorontalo pada tahun 1999, sesui Undang-undang No 50 tahun
1999 tentang pembentukan kabupate Boalemo. Kemudian pada tahun
2003 kabupaten boalemo bagian barat yang terdiri dari beberapa
kecamatan memisahkan diri dan mendirikan satu kabupaten dengan nama
kabupaten Pohuato. Maka Kabupatem Boalemo sampai saat ini
mempunyai 7 kecamatan, yaitu Kecamatan Paguyaman, Kecamatan
Wonosari, Kecamatan Paguyaman pantai, Kecamatan Dulupi, kecamatan
Tilamuta, Kecamatan Botumoito dan Kecamatan Mananggu.

D. Struktur Organisasi RSUD TANI DAN NELAYAN


Berdasarkan Perda Nomor 8 tahun 2008 tentang pembentukan
organisasi dan tata kerja lembaga teknis Daerah Kab. Boalemo, susunan
organisasi dan tata cara kerja Badan Pengelola RSTN Kabupaten Boalemo
adalah sebaga berikut :

Laporan Magang
Mandiri 7
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

1. Direktur
2. Bagian tata usaha yang membawahi :
a. Subag adminitrasi umum, perlengkapan dan kepegawaian
b. Subeg keuangan
3. Bidang pelayanan medic
4. Yang membawahi :
a. Seksi rawat jalan
b. Seksi rawat inap
4. bidang penunjang medik, yang membawahi seksi :
a. Seksi penuunjang diagnostik
b. Seksi penunjang keperawatan
5. bidang penyusun program da informasi yang membawahi seksi :
a. Seksi perencanaan dan litbang
b. Seksi system pencatatan dan pelaporan rumah sakit dan sitem
informasi manajemen (SP2RS dan SIM RS)
6. Instalasi Pelayanan Fungsional
7. Kelompok Jabatan Fungsional
8. Komite Medis
9. Komite Perawatan
10. Dewan Penyantun
Struktur organisasi ini di dukung pula oleh satuan Pengawas Internal
yang berfungs sebagai internal auditor yaitu melakukan pemeriksaan atau
pengawasan teknis secara internal dan Dewan Pengawas Rumah Sakit
yang berfungsi sebagai governing body rumah sakit dalam melakukan
pembinaan dan pengawasan nonteknis perumahsakitan secara internal
rumah sakit.

STRUKTUR ORGANISASI RSUD............


(Lampiran SK. Yayasan No.Skep. 02 A/YARSIF/XI/2008)

E. Struktur Organisasi Instalasi Laboratorium RSUD .......

STRUKTUR ORGANISASI
INSTALASI LABORATORIUM RSUD.........

F. Sarana Pelayanan
1. Rawat Jalan
2. Rawat Inap
3. Sarana Penunjang Medis
4. Sarana Penunjang Non Medis
G. Sumber Daya Manusia
1. Kuantitas SDM
Sampai dengan Oktober 2010 di RSUD TANI DAN NELAYAN
memperkerjakan :
a. Tenaga Medis : Dokter Spesialis = 14 Orang

Laporan Magang
Mandiri 8
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Dokter Umum = 10 Orang


Dokter Gigi = 1 Orang
Apoteker = 2 Orang
b. Tenaga Paramedis :
1) Paramedis (perawat) = 92 Orang
2) Paramedis Non Perawatan :
- Laboran = 7 Orang
- Asisten Apoteker = 6 Orang
- Operator RO = 4 Orang
- Ahli Madya Gizi = 2 Orang
c. Tenaga Non Medis = 88 Orang
2. Status Ketenagaan :
1. Tenaga Tetap = 111 Orang
2. Tenaga Kontrak = 25 Orang
3. Tenaga Honorer = 73 Orang
3. Kualitas SDM
H. Kerjasama Pelayanan
I. Program Pembangunan dan Penambahan Sarana

BAB III
KEGIATAN MAGANG MANDIRI

A. Sampling
Sampeling adalah suatu proses pengambilan benda, zat atau sesuatu yang
berhubungan dengan suatu proses keingintahuan terhadap suatu masalah.
B. Pemeriksaan Hematologi :

1. Pemeriksaan Darah Rutin


Pemeriksaan darah rutin adalah jenis pemeriksan yang memberikan
informasi tentang sel-sel darah pasien yang terdiri dari beberapa panel
pemeriksaan, yaitu: Mean corpuscular volume (MCV), Hematokrit
(Hct/Hmt), Kadar hemoglobin (Hb), Hitung eritrosit/red blood cell count
(RBC), Hitung jenis lekosit/differential cell count, Hitung lekosit/white
blood cell count (WBC), Mean corpuscular hemoglobin (MCH), Mean
corpuscular hemoglobin concentration (MCHC), dan Hitung
trombosit/platelet count.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan dua alat yaitu
Analyzer Dirui BCC-3000B.
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien
Identifikasi pasien sesuai surat permintaan pemeriksaan
laboratorium dari dokter

Laporan Magang
Mandiri 9
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Pasien tidak sedang dalam proses transfuse darah


2) Persiapan sampel
- Volume sampel sebanding dengan volume antikoagulans
- Sampel tidak lisis dan atau membeku
3) Metode: Automatic hematologi analyser
4) Prinsip: sampel didalam alat BCC-3000B akan dibagi menjadi 2
bagian:
o Bagian pertama untuk pemeriksaan Hemoglobin, darah
akan bereaksi dengan reagen membentuk senyawa
kompleks dan terbaca sebagai nilai Hb
o Bagian kedua untuk pemeriksaan jumlah Eritrosit,
leukosit, trombosit, dll, darah akan melewati suatu tube
dengan ukuran tertentu kemudian terdeteksi sebagai
nilai.
5) Alat dan bahan
a) Alat :
b) Bahan :
EDTA 10%
Reagensia BCC-3000B
b. Analitik
c. Pasca Analitik
Nilai rujukan :

Nilai rujukan Satuan


Jenis pemeriksaan
Hemoglobin : 13 17
g/dl
: 12 15
Leukosit 4.000 10.000 /mm3
Eritrosit : 4,5 5,5
Juta/mm3
: 3,8 4,8
Hematokrit : 40 50
%
: 36 46
MCV 83 101 fL
MCH 27 32 pg
MCHC 31,5 34,5 g/dl
Trombosit 150.000 400.000 /mm3
Segmen 20 40 %
Limfosit 2 10 %
Monosit 16 %
(Sumber : Hardjoeno dkk. 2003. Interpretasi hasil tes laboratorium
diagnostik, hal. 20)
2. Penetapan Laju Endap Darah
Tes laju endap darah adalah pengukuran kecepatan pengendapan
eritrosit dalam suatu tabung dari sediaan darah yang mengandung

Laporan Magang
Mandiri 10
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

antikoagulan. Tujuan dilakukannya pemeriksaan laju endap darah adalah


penetapan nilai koagulan untuk mengikuti perjalanan suatu penyakit
kronik.
a. Pra analitik
o Volume darah minimal 1,5 ml
o Volume darah sebanding dengan volume EDTA
o Darah tidak boleh lisis ataupun ada bekuan
b. Analitik
c. Pasca Analitik
Nilai normal :
Laki-laki : 0 10 mm/jam.
Perempuan : 0 15 mm/jam.
(Sumber : Ganda Soebrata. Penuntun Laboratorium Klinik. 2008,
hal. 38).
3. Pemeriksaan Clothing Time (Masa Pembekuan)
Dalam keadaan normal terdapat keseimbangan dalam sistem
pembekuan darah dan sistem fibrinolisis, kecenderungan trombosit
timbul bila aktivitas sistem pembekuan darah memanjang.
Tujuan tes ini yaitu menentukan lamanya waktu yang diperlukan
darah untuk membeku, yang menjadi ukuran aktivitas faktor-faktor
koagulasi darah, terutama faktor-faktor yang membentuk tromboplastin
dan faktor yang berasal dari trombosit.
a. Pra analitik
o Darah tidak tercampur antikoagulan
b. Analitik
c. Pasca Analitik
Nilai normal :
4 10 menit.
(Sumber : Hardjoeno dkk. 2003. Interpretasi hasil tes laboratorium
diagnostik, hal. 109)
4. Pemeriksaan blooding time (masa pendarahan)

C. Pemeriksaan Kimia Darah

1. Pemeriksaan Protein Total


Penetapan protein dalam serum dilakukan dengan mengukur protein
total, albumin dan globulin secara tes kimia.Protein serum termasuk dalam
panel tes diagnostik penyakit hati, ginjal, paratiroid, tulang dan sendi.
a. Pra Analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

Laporan Magang
Mandiri 11
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman mungkin


dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan membengkok siku,
pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas dan letakkan tangan
diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap keatas
dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yakni
metode spuit 3 ml.
4) Prinsip
Protein dalam serum akan berekasi dengan ion cupri dalam
suasana alkalis dan membentuk senyawa kompleks berwarna ungu.
Intensitas warna sebanding dengan kadar protein dalam darah.
5) Alat dan bahan
a) Alat : disposible 3 ml, tabung reaksi, timer, dan spektofotometer.
b) Bahan : reagen protein, kapas alkohol, kapas kering, dan serum.
b. Analitik
1) Memipet reagen sebanyak 1000 uL dan memasukkan dalam tabung
reaksi
2) Memipet serum yang telah di sentrifuge sebelumnya sebanyak 20 uL
3) Menghomogenkan keduanya.
4) Melakukan inkubasi selama 10 menit pada suhu kamar.
5) Baca hasil pada spektrofotometer
c. Pasca Analitik
Nilai normal : 6,2-8,5 g/L
2. Pemeriksaan Albumin
a. Pra Analitik

Laporan Magang
Mandiri 12
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman mungkin
dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan membengkok siku,
pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas dan letakkan tangan
diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap keatas
dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam pemeriksaan albumin dalah
yakni metode BCG (Brom cresol Green).
4) Prinsip
Albumin dalam serum berkaitan dengan kompleks zat warna
BCG sehingga terjadi pergeseran spektrum absorbs larutan yang
sebanding dengan kadar albumin dalam serum dan dibaca pada
panjang gelombang 630 nm.
b. Analitik
1) memipet serum darah sebanyak 10 uL dan di masukkan dalam
tabung reaksi
2) menambahkan reagen albumin sebanyak 1000 uL
3) melakukan inkubasi selama 1 menit dalam suhu kamar
4) membaca hasil
c. Pasca Analitik
Nilai normal : 3,5 - 5,3 g/L
3. Pemeriksaan SGOT dan SGPT
Glutamat Oksaloasetat Transaminase merupakan enzim yang
dijumpai dalam konsentrasi yang tinggi di sel hati dan miokard serta dalam

Laporan Magang
Mandiri 13
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

jumlah kecil di musculoskeletal, ginjal, pancreas, otak dan eritrosit.Tujuan


tes ini yaitu mendiagnosis dan mengevaluasi penyakit hati dan penyakit
jantung serta memantau efek obat yang hepatotoksik dan nefrotoksik.
a. Pra Analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman mungkin
dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan membengkok siku,
pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas dan letakkan tangan
diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap keatas
dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL
4) Prinsip
a) SGOT : AST mengkatalis transfer gugus amino dari L-Aspartate ke
-Ketoglutarat menjadi Oxalacetate dan L-Glutamate. Oxalacetate
selanjutnya mengalami reduksi dan terjadi oksidasi NADH menjadi
NAD+ dengan bantuan enzim malate dehidrogenase (MDT). Hasil
penurunan serapan pada panjang gelambang 340 nm sesuai dengan
aktifitas AST. Lactate Dehydrogenase (LD) ditambahkan untuk
mencegah gangguan dari piruvat endogen yang berasal dari serum.
b) SGPT : ALT mengkatalis transfer gugus amino dari L-Alanine ke
-Ketoglutarat menjadi Pyruvate dan L-Glutamate. Pyruvat

Laporan Magang
Mandiri 14
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

selanjutnya mengalami reduksi dan terjadi oksidasi NADH menjadi


NAD+ dengan bantuan enzim Lactate Dehidrogenase. Hasil
penurunan serapan pada panjang gelombang 340 nm sesuai dengan
aktifitas ALT.
b. Analitik
Pemeriksaan SGOT dan SGPT di RSUD Toto Kabila
menggunakan alat Erba XL-200 yang merupakan spektrofotometer
automatic untuk pemeriksaan kimia darah.
c. Pasca Analitik
Nilai normal SGOT : <28 IU/L
Nilai normal SGPT : <26 IU/L
4. Pemeriksaan Kolestrol
Kolesterol ditentukan secara enzimatik menggunakan kolesterol esterase
dan kolesterol oksidase.Hidrogen peroksida membentuk warna merah bila
bereaksi dengan 4-aminopenazone dan fenol dibawah pengaruh peroksidase.
Intensitas warna sebanding dengan kosentrasi kolesterol dan dapat ditentukan
secara fotometrik..
a. Pra Analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.

Laporan Magang
Mandiri 15
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan


cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip
Intensitas warna yang terbentuk sebanding dengan cholesterol total
dalam sampel. Cholesterol esterCholesterol esterase
Cholesterol + fatty acid
cholesterol + O2Cholesterol oxidase cholesterol-3-one + 2H2O2 + p-HBS + 4-
Aminoantipyrine peroksidase Quinoneimine + 2H2O2
(Warna Merah)

b. Analitik
1) Disiapkan tabung reaksi
2) Pipet masing-masing ke dalam tabung
3) Dicampur dengan baik, lalu diinkubasi selama 5 menit pada suhu
37C kemudian dibaca pada fotometer 5010 dengan menekan
Cholesterol
c. Pasca Analitik
Nilai normal : 125 200 mg/dl
5. Pemeriksaan Trigliserida
Trigliserida (atau triglycerides) merupakan salah satu jenis lemak
yang diperiksa dalam uji profil lipid. Trigliserida berasal dari dua sumber
utama; yaitu makanan dan produksi dari dalam tubuh kita sendiri. Makan
dalam jumlah besar menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan kalori yang
masuk sebagai trigliserida. Adapun trigliserida ini merupakan bentuk
cadangan makanan yang berperan sebagai sumber energi endogen
terpenting.Istilah medis untuk tingginya trigliserida dalam darah adalah
hipertrigliseridemia.Kadar trigliserida diperiksa dari sampel darah
intravena seseorang.
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan

Laporan Magang
Mandiri 16
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas


dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip
Trigliseride mengalami hidrolisis dengan bantuan lipase
menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol akan mengalami
fosforilasi dengan ATP menjadi gliserol-3-phosphat dan ADP oleh
bantuan gliserolkinase (GK). Gliserol-3-phosphat diubah oleh GPO
menjadi dihidroxy acetone phospate (DAP) dan H2O2H2O2 dengan
TBHB, dikatalis menjadi Quinoneimine berwarna merah.
b. Analitik
Pemeriksaan trigliserida darah di RSUD Toto Kabila
menggunakan alat fotometer automatic yaitu Erba XL-200.
c. Pasca Analitik
Nilai normal : 36 165 mg/dl
(Sumber : Gandasoebrata, R. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik.
Dian rakyat : Bandung)
6. Pemeriksaan HDL-Cholesterol dan LDL-Cholesterol
Lipoprotein merupakan partikel (kompleks molekul) yang
mengangkut kolesterol-trigliserida, tersusun oleh fosfolipid dan
protein.Yang termasuk lipoprotein adalah kilomikron, VLDL (very low
density lipoprotein), IDL (Intermediate Density), LDL (low density

Laporan Magang
Mandiri 17
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein).Kolesterol-LDL adalah


yang paling banyak mengangkut kolesterol.
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip
Bila kadar kolesterol total atau trigliserida dalam plasma
darah tidak normal, keadaan ini disebuat sebagai kelainan profil
lemak atau dalam istilah medik disebut juga sebagai dislipidemia.
b. Analitik
Pemeriksaan Profil lipid darah di RSUD Toto Kabila
menggunakan alat fotometer automatic yaitu Erba XL-200.
c. Pasca Analitik
Nilai normal Cholesterol-LDL : 100mg/dl
Nilai normal Cholesterol-HDL : > 60mg/dl

Laporan Magang
Mandiri 18
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

(Sumber : http://familiamedika.net/referensi-diagnostik/pemeriksaan-
profil-lemak-darah)
7. Pemeriksaan Ureum
Urea dihidrolisis dengan adanya air dan urease membentuk
ammonia dan karbondioksida, pada metode ini modifikasi bartheolin,
ammonia bereaksi dengan hipoklorit dan salicilat membrntuk zat warna
hijau.Peningkatan absorbans pada 578 proporsional dengan konsentrasi
urea dalam sampel.
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip
Urea + H2O urease 2NH3 + CO2
NH3 + -KG + NADH + H+GLDH L-Glutamate + NAD+ + H2O
b. Analitik

Laporan Magang
Mandiri 19
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Pemeriksaan Ureum darah di RSUD Toto Kabila menggunakan


alat fotometer automatic yaitu Erba XL-200.
c. Pasca Analitik
Nilai normal Ureum darah : 20-40mg/dl
(Sumber : Gandasoebrata, R. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik.
Dian rakyat : Bandung)
8. Pemeriksaan Creatinin
Kreatinin merupakan produk penguraian keratin.Kreatin disintesis
di hati dan terdapat dalam hampir semua otot rangka yang berikatan
dengan dalam bentuk kreatin fosfat (creatin phosphate, CP), suatu
senyawa penyimpan energi.Dalam sintesis ATP (adenosine triphosphate)
dari ADP (adenosine diphosphate), kreatin fosfat diubah menjadi kreatin
dengan katalisasi enzim kreatin kinase (creatin kinase, CK).Seiring dengan
pemakaian energi, sejumlah kecil diubah secara ireversibel menjadi
kreatinin, yang selanjutnya difiltrasi oleh glomerulus dan diekskresikan
dalam urin.
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.

Laporan Magang
Mandiri 20
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan


cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip
Kreatinin bereaksi dengan larutan pikrat alkalis membentuk
warna kemerahan (reasi jaffe). Warna merah yang terbentuk
berbanding lurus dengan kadar kreatinin dan diukur dengan
photometer pada panjang gelombang 210 (500-520) nm.
b. Analitik
Pemeriksaan Creatinin darah di RSUD Toto Kabila
menggunakan alat fotometer automatic yaitu Erba XL-200.
c. Pasca Analitik
Nilai normal kreatinin darah : 0,5-1,5mg/dl
(Sumber : Gandasoebrata, R. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik.
Dian rakyat : Bandung)
9. Pemeriksaan Asam Urat
Asam urat (uric acid) adalah produk akhir metabolisme purin
(adenine dan guanine) yang merupakan konstituen asam nukleat.Asam urat
terutama disintesis dalam hati yang dikatalisis oleh enzim xantin
oksidase.Asam urat diangkut ke ginjal oleh darah untuk difiltrasi,
direabsorbsi sebagain, dan dieksresi sebagian sebelum akhirnya
diekskresikan melalui urin. Peningkatan kadar asam urat dalam urin dan
serum (hiperuresemia) bergantung kepada fungsi ginjal, kecepatan
metabolisme purin, dan asupan diet makanan yang mengandung purin.
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.

Laporan Magang
Mandiri 21
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien


diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip
Asam urat dioksidasi oleh uricase menjadi allatoin dan H2O2
dengan adanya peroksidase menghasilkan chromogen berwarna yang
diukur pada panjang gelombang 520 nm yang sebanding dengan
kadar asam urat dalam sampel.
b. Analitik
Pemeriksaan Asam Urat darah di RSUD Toto Kabila
menggunakan alat fotometer automatic yaitu Erba XL-200.
c. Pasca Analitik
Nilai normal perempuan :2,4 5,7 mg/dl
Nilai normal Laki-laki :3,4 -7,0 mg/dl
(Sumber : Gandasoebrata, R. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik.
Dian rakyat : Bandung)
10. Pemeriksaan Glukosa Darah
Kadar glukosa ditentukan setelah pengoksidasian enzim
dihadapkan dari oksidasi glukosa. Terbentuknya hydrogen peroksida
bereaksi dibawah katalis dari peroksidasi dengan fenol dan 4-
aminofenazon menjadi merah keunguan, quinoneimine tua sebagai
indikator
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.

Laporan Magang
Mandiri 22
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip
Glukosa dioksidasi oleh enzim glukosa oksidase (GOD)
membentuk asam glukonat dan hydrogen peroksida. Hidrogen
peroksida berekasi dengan phenol dan 4-aminoantypirin dengan
bantuan enzim peroksidase menghasilkan quinoneimine yang
berwarna merah. Intensitas warna ssebanding dengan kadar glukosa
dalam serum.
b. Analitik
Pemeriksaan Glukosa darah di RSUD Toto Kabila menggunakan
alat fotometer automatic yaitu Erba XL-200.
c. Pasca Analitik
Nilai normal :
Gula Darah Sewaktu : 140 mg/dl
Gula Darah Puasa : 110 mg/dl

Laporan Magang
Mandiri 23
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Gula Darah 2 jam PP : <200 mg/dl


(Sumber : Gandasoebrata, R. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik.
Dian rakyat : Bandung)
11. Pemeriksaan Elektrolit (Na+, K+ dan Cl-)
Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuh akan berada dalam
bentuk ion bebas (free ions). Secara umum elektrolit dapat
diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu kation dan anion. Jika elektrolit
mempunyai muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut sebagai
kation sedangkan jika elektrolit tersebut mempunyai muatan negatif (-)
maka elektrolit tersebut disebut sebagai anion. Contoh dari kation adalah
natrium (Na+) dan nalium (K+) & contoh dari anion adalah klorida (Cl-).
a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.
4) Prinsip

Laporan Magang
Mandiri 24
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Natrium (Na+) Di dalam produk pangan atau di dalam


tubuh, natrium biasanya berada dalam bentuk garam seperti natrium
klorida (NaCl). Di dalam molekul ini, natrium berada dalam bentuk
ion sebagai Na. Diperkirakan hampir 100 gram dari ion natrium
(Na+ ) atau ekivalen dengan 250 gr NaCl terkandung di dalam tubuh
manusia. Garam natrium merupakan garam yang dapat secara cepat
diserap oleh tubuh dengan minimum kebutuhan untuk orang dewasa
berkisar antara 1.3-1.6 gr/hari (ekivalen dengan 3.3-4.0 gr
NaCl/hari). Setiap kelebihan natrium yang terjadi di dalam tubuh
dapat dikeluarkan melalui urin & keringat. Merupakan ion
bermuatan positif (kation) utama yang terdapat di dalam cairan
intrasellular (ICF) dengan konsentrasi 150 mmol/L. Sekitar 90%
dari total kalium tubuh akan berada di dalam kompartemen ini.
Sekitar 0.4% dari total kalium tubuh akan terdistribusi ke dalam
ruangan vascular yang terdapat pada cairan ekstraselular dengan
konsentrasi antara 3.5-5.0 mmol/L. Konsentrasi total kalium di
dalam tubuh diperkirakan sebanyak 2g/kg berat badan.
Elektrolit utama yang berada di dalam cairan ekstraselular
(ECF) adalah elektrolit bermuatan negatif yaitu klorida (Cl- ).
Jumlah ion klorida (Cl- ) yang terdapat di dalam jaringan tubuh
diperkirakan sebanyak 1.1 g/Kg berat badan dengan konsentrasi
antara 98-106 mmol/L. Konsentrasi ion klorida tertinggi terdapat
pada cairan serebrospinal seperti otak atau sumsum tulang belakang,
lambung dan juga pankreas.
b. Analitik
Pemeriksaan elektrolit (Na+, K+, Cl- darah di RSUD Toto Kabila
menggunakan alat fotometer automatic yaitu Erba XL-200.
c. Pasca Analitik
Nilai normal dalam serum :
Na+ :
Dewasa 135 145 mEq/L
Anak 135 145 mEq/L
Bayi 134 150 mEq/L
K+ :

Laporan Magang
Mandiri 25
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Dewasa 3,5 5,0 mEq/L


Anak 3,6 5,8 mEq/L
Bayi 3,6 5,8 mEq/L
(Sumber : Gandasoebrata, R. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik.
Dian rakyat : Bandung)

D. Pemeriksaan Imunoserologi
1. Pemeriksaan Widal
Demam tifoid adalah gejala yang ditimbulkan oleh beberapa
salmonella, khususnya salmonella typhi. Setelah masa inkubasi 10 14
hari, timbul demam, lemah, sakit kepala, konstipasi, bradikardia dan
mialgia. Demam sangat tinggi, dan limpa serta hati membesar.

a. Pra analitik
1) Persiapan pasien.
2) Persiapan sampel
a) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b) menyiapkan posisi pasien dalam keadaan yang senyaman
mungkin dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkok siku, pilih lengan yang banyak melakuan aktifitas
dan letakkan tangan diatas meja.
c) Melakukan perabaan pada lokasi vena yang akan ditusuk, pasien
diminta untuk mengepalkan tangan.
d) Memasang tourniquet lebih kurang 3 jari di atas liat siku.
e) Membilas dengan kapas alkohol pada lokasi penusukkan.
f) Menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap
keatas dengan kemiringan antara jarum dan kulit 15-30 derajat.
g) Setelah volume darah cukup, dilepaskan tourniquet dan pasien
diminta membuka kepalan tangannya.
h) Melepaskan jarum dan segera letakkan apas alkohol 70% di atas
bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut dan ditutup dengan
plester.
i) Memindahkan sampel darah dari spuit ke tabung vacum dengan
cara melepaskan jarum dan mengalirkan melalui dinding tabung
vacum.
3) Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan sampling darah yaitu
menggunakan metode disposible 3 mL.

Laporan Magang
Mandiri 26
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

4) Prinsip
Antibodi salmonella dalam serum penderita bereaksi
dengan antigen salmonella membentuk kompleks yang dapat dilihat
berupa adanya aglutinasi.
b. Analitik
1) Memipet masing-masing 50 ul antigen salmonella sampel di 8
lingkaran pada slide, satu jenis antigen untuk satu lingkaran serum
sampel.
2) Menambahkan 50 ul serum ke masing-masing lingkaran
3) Mencampur dengan menggunakan batang pengaduk plastik
4) Menggoyang dan melihat adanya aglutinasi dalam waktu satu menit.
c. Pasca Analitik
Titer widal biasanya angka kelipatan 1/32 , 1/64 , 1/160 , 1/320 ,
1/640.
Peningkatan titer uji Widal 4 x (selama 2-3 minggu) : dinyatakan (+).
Titer 1/160 : masih dilihat dulu dalam 1 minggu kedepan, apakah ada
kenaikan titer. Jika ada, maka dinyatakan (+).
Jika 1 x pemeriksaan langsung 1/320 atau 1/640, langsung dinyatakan
(+) pada pasien dengan gejala klinis khas.(Sumber : Gandasoebrata,
R. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik. Dian rakyat : Bandung)
2. Pemeriksaan Kehamilan/Planotest

Pemeriksaan planotest adalah pemeriksaan yang menggunakan bahan


yang mengandung anti HCG (Human Chorionic Gonadotropic) untuk
mendeteksi adanya HCG dalam urine. Pra analitik
1) Persiapan sampel
Sampel urin ditempatkan pada pot urin yang bersih
2) Metode
Metode yang digunakan dalam pemeriksaan HCG yaitu
menggunakan metode celup.
3) Prinsip
Kadar HCG kurang dari 5mIU/ml dinyatakan tidak hamil
(negatif) jika kadarnya diatas 25mIU/ml kemungkinan positif suatu
kehamilan. Kadar HCG diukur / dinyatakan dalam ukuran: milli-
international unit per milliliter (mIU/ml).
b. Analitik
1) Menyiapkan sampel urin yang akan diperiksa

Laporan Magang
Mandiri 27
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

2) Merendam strip pemeriksaan HCG selama 2 menit


3) Membaca hasil
c. Pasca Analitik
Hasil pengamatan :
Strip 2 garis : positif (+)
Strip 1 Garis : Negatif (-)
3. Pemeriksaan HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Pemeriksaan HIV dengan rapid test merupakan pemeriksaan
penyaring untuk mendeteksi adanya antibody terhadap HIV-1 dan HIV-2
didalam serum dan plasma pasien. Pemeriksaan ini bertujuan untuk
mendeteksi antibody HIV-1 dan HIV-2 dalam serum dan plasma darah.
4. Pemeriksaan HBsAg
Hepatitis adalah suatu proses peradangan pada jaringan hati yang
memberikan gejala lemah badan, mual, kencing seperti air teh disusul
dengan mata dan badan yang menjadi kuning. Salah satu parameter
diagnosis laboratorium untuk hepatitis A adalah HBsAg rapid tes.
5. Pemeriksaan Hepatitis C Virus (HCV)
Pemeriksaan Anti-HCV adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan
untuk mendeteksi adanya virus hepatitis C dalam serum atau plasma.
Perjalanan HCV akut 50 % akan mengarah ke kronik dan 20 % akan
mengarah ke sirosis.
E. Pemeriksaan Parasitologi
1. Pemeriksaan Feses
Pemeriksaan feses sebaiknya yang berasal dari defekasi spontan.
Feses hendaknya diperiksa dalam keadaan segar, kalau dibiarkan
kemungkinan unsur-unsur feses menjadi rusak. Pemeriksaan penting
dalam feses yaitu pemeriksaan parasit dan telur cacing.
2. Pemeriksaan Plasmodium
Pemeriksaan plasmodium adalah pemeriksaan penentuan jenis
plasmodium yang terdapat di dalam tubuh pasien yang dapat
menyebabkan penyakit malaria.
Dst..................................

F. Pemeriksaan Bakteriologi
1. Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA)
Basil tahan asam (BTA) adalah bakteri yang mempertahankan zat
warna karbol fuchsin meskipun dicuci dengan asam alkohol, yang
menyebabkan penyakit TBC (mycobacterium tuberculosis). Pewarnaan
BTA adalah pengecatan dengan Ziehl-Nelseen yang tetap mengikat warna

Laporan Magang
Mandiri 28
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

pertama, tidak luntur oleh asam dan alcohol, sehingga tidak mampu
mengikat zat warna kedua. Tujuannya yaitu identifikasi adanya
mycobacterium tuberculosis.
Dst.............................

G. Pemeriksaan Urine
1. Pemeriksaan Urine Rutin
Urinalisis merupakan tes saring yang paling sering diminta oleh
dokter karena persiapannya tidak membebani pasien, lagi pula dengan
perkembangan tes carik celup ditambah peralatan seperti Clinitek,
pemeriksaan urine menjadi tes saring ganda.

2. Pemeriksaan Sedimen Urine

Laporan Magang
Mandiri 29
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

BAB IV
PEMBAHASAN

Laporan Magang
Mandiri 30
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

BAB V
HASIL PRAKTIK LABORATORIUM KLINIK

NO JENIS JUMLAH PASIEN TOTAL


I II III IV
PEMERIKSAA
N
1. GDS 160 148 220 183 711
2. Cholesterol 104 102 95 78 379
3. Uric Acid 100 101 82 68 351
4. Urea 98 105 85 90 378
5. Kreatinin 101 120 95 105 421
6. SGOT 112 120 100 98 430
7. SGPT 133 110 102 94 441
8. Bilirubin 57 64 62 43 226
9. HDL 102 112 99 87 400
10. Hb Sag 15 10 12 8 45
11. HIV - 4 10 1 15
12. LED 238 272 171 168 849
13. Widal 48 52 21 19 140
14. Darah Rutin 268 806 401 351 1826
15. DDR 64 85 50 82 281
16. Urine 75 482 205 165 927
17. Feases 15 42 20 18 95
18. Trigliseride 57 98 56 73 284
19. Glukosa 2 Jpp 70 43 68 30 211
20. LDL 102 112 99 87 400

Laporan Magang
Mandiri 31
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan Magang Mandiri ini sangat penting untuk mahasiswa karena
selain menambah ilmu pengetahuan mengenai laboratorium klinik,
mahasiswa dapat juga belajar memahami dunia kerja laboratorium dunia kerja
laboratorium secara khusus dan administrasi perkantoran secara umumnya,
selain itu mahasiswa juga mampu melakukan perbandingan antara prosedur
kerja yang digunakan di laboratorium klinik yang ditempati dengan berbagai
teori yang telah dipelajari sebelumnya di kampus.
B. Saran
Setelah menyelesaikan kegiatan Magang Mandiri ini ada beberapa hal
yang perlu untuk diperhatikan,diantaranya:

DAFTAR PUSTAKA

Laporan Magang
Mandiri 32
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

Gandasoebrata,R.2008.Penuntun Laboratorium Klinik.Jakarta;Dian Rakyat

Suparno.1986. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Erlangga

Tim Pengajar D-III Anakes Poltekkes Makassar.2006.Homeostatis.Makassar

Tim Pengajar D-III Anakes Poltekkes Makassar .2008.Penuntun Praktikum


Hematologi.Makassar

Tim Pengajar Kimia Klinik D-III Anakes Poltekkes Makassar.2008.Penuntun


Praktikum Kimia Klinik.Makassar

LAMPIRAN LAMPIRAN

A. Kegiatan Peserta Magang Mandiri


.......................................
B. Gambaran RSUD ......................

Laporan Magang
Mandiri 33
Program Studi D-III Analis Kesehatan
STIKES Bina Mandiri Gorontalo

........................................
C. Alat-alat Pemeriksaan Di Laboratorium RSUD ................

Laporan Magang
Mandiri 34