Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FISIKA DASAR II
WARNA DALAM CAHAYA

Tanggal pengumpulan : 1 April 2017

Tanggal Percobaan : 27 Maret 2017

Waktu percobaan : 11.00 WIB 13.00 WIB

Nama : Norhasanah

NIM : 11160163000040

Kelompok : 10

Nama Anggota : 1. Amrina Rosyada (11160163000057)

2. Jabal Thoriq (11160163000051)

Kelas : 2B

LABORATORIUM OPTIK

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2017
PEMANTULAN CAHAYA

A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Memahami pengertian dan macam-macam warna
2. Menyelidiki warna yang timbul dari pencampuran dua atau lebih warna
cahaya
3. Membuktikan bahwa pencampuran dari tiga warna additiv menghasilkan
cahaya putih

B. DASAR TEORI
Warna dapat didefinisikan sebagai bagian dari pengamatan indera
penglihatan, atau sebagai sifat cahaya yang dipancarkan. Proses terlihatnya
warna adalah karena adanya cahaya yang menimpa suatu benda dan benda
tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita sehingga terlihatlah warna.
Benda berwarna merah karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan
warna merah dan menyerap swarna lainnya. Benda berwarna hitam karena
sifat pigmen benda tersebut menyerap semua warna. Sebaliknya suatu benda
berwarna putih karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan warna (USU,
2016).
Warna cahaya berhubungan dengan panjang gelombang atau frekuensi
cahaya tersebu. Cahaya tampak yaitu cahaya yang sensitif bagi mata kita jatuh
pada kisaran 400nm sampai 700 nm. Kisaran ini dikenal dengan spektrum
tampak dan didalamnya terdapat warna-warna dari ungu sampai merah
(Giancoli, 2001).
Cahaya yang mengandung warna-warna bersifat gelombang oleh
karena itu warna dapat diukur. Satuan ukurannya adalah nanometer.
Pemandangan adalah gelombang cahaya yang masuk kedalam mata kita. Mata
manusia memiliki keterbatasan untuk melihat ini. Hanya yang punya panjang
gelombang 400-700 nm yang bisa manusia lihat, yaitu dari warna merah
sampai warna ungu, seperti pada spektrum pelangi. Dibawah ungu adalah
violet (lebih pendek dari 400 nm) dan diatas warna merah adalah infra merah
(lebih panjang dari 700 nm) (King Gunawan, 2004).
Cahaya yang dipantulkan dari suatu daerah yang diterangi oleh lebih
dari satu komponen disebut campuran warn. Campuran itu ialah penjumlahan
sebab cahaya pantul ditimbulkan oleh bagian komponen a yang dipantulkan
ditambah dengan bagian komponen b yang ditimbulkan, ditambah lagi dengan
komponen c yang dipantulkan (Frans dan Marle, 1962).
Pada tahun 1831, Brewster mengemukakan teori tentang
pengelompokan warna. Teori Brewster membagi warna yang ada dialam
enjadi empat kelompok warna yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan
netral. Sedangkan jika ditinjau dari sudut pandang ilmu fisika , warna terbagi
menjadi dua yaitu warna additive dan warna subtaktif. Warna additive adalah
warna yang berasal dari cahaya dan disebut spektrum. Sedabgkan warna
subtraktif adalah warna yang berasal dari bahan disebut pigmen (Nugraha,
2008).
C. ALAT DAN BAHAN
NO. ALAT DAN BAHAN GAMBAR

1. Kotak Cahaya

2. Power Supply

3. Filter cahaya warna merah

4. Filter cahaya warna hijau


5. Filter cahaya warna biru

D. LANGKAH PERCOBAAN

NO. LANGKAH PERCOBAAN GAMBAR

1. Siapkan alat dan bahan yang


dibutuhkan pada praktikum ini

2. Gabungkan filter cahaya warna


biru dan merah

3. Gabungkan filter cahaya warna


merah dan hijau

4. Gabungkan filter cahaya warna


biru dan hijau

5. Gabungkan filter cahaya warna


biru, merah, dan hijau. Amati
setiap pencapuran warna.

E. DATA PERCOBAAN

NO. Filter GAMBAR

1. Gabungan filter cahaya warna


biru dan merah. Menghasilkan
warna magneta

2. Gabungan filter cahaya warna


merah dan hijau. Menghasilkan
warna jingga.

3. Gabungan filter cahaya warna


biru dan hijau. Menghasilkan
warna cyan.

4. Gabungan filter cahaya warna


biru, merah, dan hijau.
Menghasilkan warna putih.
F. PEMBAHASAN

Praktikum kali ini kami membahas tentang optik yaitu warna dalam
cahaya. Pada percobaan ini kami akan memadukan warna primer additive
yaitu warna merah, hijau, dan biru. Ketika warna cahaya yang satu dan yang
lainnya digabungkan maka warna ini akan bertambah intensitasnya,
sedangkan pada pencampuran warna subtraktive cenderung mengurangi
intensitas warnanya.

Pertama, kami menggabungkan filter cahaya warna biru dan merah.


Setelah diberi cahaya dari kotak cahaya maka terlihat perpaduan warna cahaya
biru dan merah yaitu warna magenta. Warna magenta ini lebih tepatnya
berwarna merah keunguan. Hasil percobaan ini sesuai dengan diagram
percobaan maxwell dimana jika warna cahaya nerah dan biru digabung akan
mengasilkan warna magenta.

Kedua, kami menggabungkan filter cahaya berwarna hijau dan merah.


Kemudian kami padukan dalam kotak cahaya yang bersinar, sehingga
menghasilkan warna jingga orange. Hasil percobaan ini sedikit berbeda
dengan diagram karena percobaan maxwell hasil pencampuran warna cahaya
hijau dan merah adalah kuning.

Ketiga, kami menggabungkan filter cahaya warna hijau dan biru, lalu
kami letakan kedalam kotak cahaya yang bersinar. Sehingga, mengahasikan
warna biru muda (Cyan). Hasil ini sesuai dengan percobaan Maxwell.

Terakhir, kami ingin membuktikan bahwa pencampuran dari ketiga


warna primer additive akan menghasilkan warna putih. Alhasil, setelah kami
padukan ketiga warna tersebut dalam kotak cahaya maka terbentuk warna
putih pada irisan dari ketiga warna cahaya itu. Telah kita ketahui bahwa pada
hakikatnya tujuh spektrum warna pelangi berasal dari warna cahaya putih.
Ketika warna cahaya putih dipecah akan menghasilkan spektrum warna dari
merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Untuk mengasilkan warna
cahaya putih tidak harus menggabungkan tujuh warna tersebut, namun dapat
dilakukan dengan menggabungkan tiga warna primer additive.
Kesalahan yang mungkin terjadi pada praktikum kali ini adalah pada
saat menggabungkan filter warna cahaya yang tidak sama kemiringannya
filter satu dengan yang lainnya sehingga perpaduan dua warnanya kurang
sebanding dan irisan kedua warna tersebut menjadi tidak jelas.

G. TUGAS PASCA
1. Tentukan hasil pencampuran wrna-warna tersebut diatas dengan tunjukan
hasil gambar yang direkam!
2. Berilah komentar terhadap hasil percobaan yang dilakukan !

Jawaban:
1. Biru + Merah
Menghasilkan warna magenta

Biru + Hijau
Menghasilkan warna cyan

Hijau + Merah
Menghasilkan warna jingga
Merah + Biru + Hijau
Menghasilkan warna putih

2. Berdasarkan hasil warna yang kami padukan, terlihat bahwa perpaduan


warna additif cenderung lebih cerah. Hasil dari praktikum ini juga mirip
dengan diagram Maxwall. Hanya sajapada perpaduan cahaya warna
merah dan hijau kurang tepat yaitu menghasilkan warna jingga sedangkan
pada percobaan maxwell berwarna kuning.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan maka didapatkan kesimpulan berikut :
1. Dari sudut pandang fisika dan bahan warna terbagi atas dua macam yaitu
warna additif dan warna subtraktif.
2. Jika warna cahaya yaitu :
Biru + Merah = Magenta
Biru + Hijau = Cyan
Hijau + Merah = Jingga
Merah + Biru + Hijau = Putih
3. Pencampuran tiga warna primer additif menghasilkan warna putih.

I. KRITIK DAN SARAN


1. Praktikan harus benar-benar menguasai materi praktikum sebelum
praktikum dimulai agar praktikum dapat berjalan dengan lancar.
2. Jangan menyepelekan hal-hal kecil pada saat praktikum karena boleh jadi
hal kecil tersebut mempengaruni data yang didapat pada saat praktikum.
3. Sebaiknya praktikum ini dilakukan ditempat yang redup karena jika
praktikum ini dilakukan ditempat yang terang akan menyulitkan praktikan
dalam nganalisis hasil pencampuran warna.
DAFTAR PUSTAKA

Frans dan Mark. 1962. Fisika untuk Universitas III. Bandung : Bina Cipta.
Gunawan, King. 2004. Foto Aurora dan Kristal. Jakarta:
Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA DASAR II . Jakarta: Erlangga.
USU. Landasan Teori. Repository.USU.ac.id/lartsream/123456789/25178/
chapter%2016pdf. Diakses pada Tanggal 30 Maret 2017 pukul 07.34
WIB.

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai