Anda di halaman 1dari 4

30

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
menggunakan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui
hubungan aktivitas fungsional sendi dengan derajat nyeri pada pasien
osteoarthritis lutut di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara Purposive Sampling
dengan sampel minimal berjumlah 35 pasien. Data yang diperoleh pada penelitian
ini adalah data primer pasien periode Oktober - November 2016 yang terdiagnosis
osteoarthritis lutut oleh dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit
Muhammadiyah Palembang dan dicatat berdasarkan kuesioner yang telah dibuat.
Setelah dilakukan penelitian didapatkan pasien osteoarthritis lebih banyak
ditemukan pada perempuan dibanding laki-laki, dengan usia terbanyak pada
kelompok usia 50-59 tahun dan memiliki Indeks Massa Tubuh dikaterogikan
obesitas.

4.1.1 Analisis Univariat


4.1.1.1 Aktivitas Fungsional Sendi
Aktivitas fungsional sendi pada penelitian ini ditentukan berdasarkan
WOMAC yang dikategorikan menjadi 3 yaitu ringan, sedang dan berat..
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan pasien osteoarthritis
dengan aktivitas fungsinonal sedang paling banyak yaitu berjumlah 13 orang
dengan persentase 37,1%.
Tabel 4.1 Distribusi Pasien Osteoarthritis berdasar aktivitas fungsional sendi.

No Aktivitas Fungsional Frekuensi (n) Persentase (%)


1 Ringan (0-40%) 10 28,6
2 Sedang (40-70%) 13 37,1
3 Berat (70-100%) 12 34,3
Total 35 100,0
31

4.1.1.2 Derajat Nyeri


Derajat nyeri pada penelitian ini berdasarkan Visual Analog Scale dibagi
menjadi 3 kategori yaitu ringan, sedang dan berat. Pasien osteoarthritis yang
mengalami derajat nyeri sedang paling banyak berjumlah 13 orang dengan
persentase 37,1%.

Tabel 4.2 Distribusi Pasien Osteoarthritis berdasarkan derajat nyeri.

No Aktivitas Fungsional Frekuensi (n) Persentase (%)


1 Ringan (0-40%) 11 31,4
2 Sedang (40-70%) 13 37.1
3 Berat (70-100%) 11 31,4
Total 35 100,0

4.1.1.3 Jenis Kelamin


Pada penelitian ini jumlah pasien osteoarthirits yang datang ke Poli
Penyakit Dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang lebih banyak
didominasi perempuan dibandingkan laki-laki. Pasien Osteoarthritis lutut
perempuan berjumlah 30 orang (85,7%).

Tabel 4.3 Distribusi Pasien osteoarthritis berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi (n) Persentase (%)


1 Laki laki 5 14,3
2 Perempuan 30 85,7
Total 35 100,0

4.1.1.4 Indeks Massa Tubuh (IMT)


Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penelitian ini dikategorikan menjadi 5
yaitu berat badan kurang, normal, beresiko, obesitas 1, dan obesitas 2.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pasien osteoarthritis, paling
banyak mengalami obesitas 1 dengan jumlah 20 orang, dan persentase 57,1%.
Tabel 4.4 Distribusi Osteoarthritis berdasarkan indeks massa tubuh.
No Indeks Massa Tubuh (IMT) Frekuensi Persentase (%)
32

(n)
1 BB Kurang 1 2,9
2 BB Normal 1 2,9
3 BB Beresiko 10 28,6
4 Obesitas 1 20 57,1
5 Obesitas 2 3 8,6
Total 35 100,0

4.1.1.5 Kelompok Usia


Pada penelitian ini diperoleh 35 sampel yang dikategorikan menjadi 4
kelompok usia. Kelompok usia 50-59 yang paling banyak ditemukan dengan
jumlah 15 orang dan persentase 42,9%.

Tabel 4.5 Distribusi Pasien Osteoarthritis berdasarkan Kelompok Usia

No Kelompok Usia Frekuensi (n) Persentase (%)


1 < 40 tahun 2 5,7
2 40 49 tahun 8 22,9
3 50 59 tahun 15 42,9
4 > 59 tahun 10 28,6
Total 35 100,0
4.1.2 Analisis Bivariat
4.1.2.1 Uji Normalitas Data
Uji normalitas data dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
apakah populasi rata-ratanya berdistribusi normal atau tidak. Hasil pengujian
normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hubungan antara aktivitas
fungsional sendi dan derajat nyeri pada pasien osteoarthritis, berdasarkan hasil
didapatkan pada pada derajat nyeri dengan nilai p = 0,259 dan aktivitas fungsional
sendi dengan nilai p = 0,737. Oleh karena nilai p > 0,05 maka data berdistribusi
normal. Sehingga uji statistik dilakukan uji-person.

Tabel 4.6 Uji Normalitas Data


N p-value
Derajat Nyeri (VAS) 35 0,259
33

N p-value
Fungsional Sendi 35 0,737
(SKOR WOMAC)

4.1.2.2 Hubungan Derajat Nyeri dengan Aktivitas Fungsional Sendi


Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji person dan
mendapatkan nilai signifikan 0,002 (p < 0,005) yang menunjukan bahwa korelasi
antara derajat nyeri dan aktivitas fungsional sendi adalah bermakna. Dimana nilai
korelasinya 0,515 (r = 0,515) menunjukan bahwa arah korelasi positif dengan
kekuatan sedang.
Tabel 4.7 hubungan derajat nyeri dengan aktivitas fungsional sendi

N p-value r
VAS 35 0,002 0,515
WOMAC

4.2 Pembahasan
4.2.1 Pembahasan Analisis Univariat.
Penelitian ini melibatkan 35 pasien yang terdiagnosis osteoarthriris di
Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Setelah dilakukan penelitian
didapatkan hasil bahwa