Anda di halaman 1dari 2

1.

Pilar Pancasila

Pilar tegak dan kokohnya berdirinya negara dan bangsa Indonesia ialah Pancasila. Timbul pertanyaan,
mengapa Pancasila diangkat sebagai pilar bangsa Indonesia? Perlu dasar pemikiran yang kuat dan dapat
dipertanggung jawabkan sehingga dapat diterima oleh seluruh warga bangsa, mengapa bangsa Dalam
negeri ini menetapkan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara? Berikut ialah
alasannya.

Pilar ataupun tiang penyangga suatu bangunan harus memenuhi syarat, yaitu disamping kokoh dan
mantap, juga mesti sesuai dengan bangunan yang disangganya. Tiang yang diperlukan disesuaikan
dengan jenis dan kondisi bangunan tersebut.

Jika bangunan itu sederhana tak perlu memerlukan tiang yang terlampau kuat, namun jika bangunan itu
merupakan bangunan permanen dan menggunakan bahan-bahan yang berat, maka jenis penyangganya
mesti disesuaikan dengan kondisi bangunan dimaksud. Sama juga halnya yaitu dengan pilar atau tiang
penyangga salah satu negara, mesti sesuai dengan kondisi negara yang disangganya pula.

Kita sadar bahwa negara Indonesia ialah negara yang besar, wilayahnya cukup besar, bahkan hampir
seluas daratan Eropa yang terdiri atas berpuluh negara, membentang dari barat ke timur dari Sabang
sampai Merauke, dari utara ke selatan dari pulau Miangas hingga pulau Rote, dan meliputi ribuan
kilometer.

Indonesia ialah negara kepulauan paling besar yang ada di dunia yaitu mencapai 19.000 pulau lebih,
terdiri dari beragam suku dan bangsa yang beraneka adat serta budaya, dan memeluk seluruh agama
dan keyakinan, jadi pilar harus sesuai dengan kondisi negara bangsa ini.

2. Pilar Undang-Undang Dasar 1945

Pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia ialah Undang-Undang
Dasar 1945. Dalam rangka memahami dan juga mendalami UUD 1945, dibutuhkan pemahaman lebih
dulu akan makna undang-undang dasar teruntuk kehidupan berbangsa dan bernegara serta prinsip-
prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut.

Tanpa memahami prinsip yang terdapat dalam Pembukaan tersebut tidak mungkin adanya evaluasi
terhadap pasal-pasal yang terdapat dalam batang tubuhnya serta baragam undang-undang.

3. Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sebagai salah satu prinsip dasar dan pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. NKRI merupakan
salah satu pilar kebangsaan.
4. Pilar Bhineka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dicetuskan pertama kali oleh mPu Tantular, seorang pujangga agung
kerajaan Majapahit yang hidup di masa pemerintahan Raja Hayam wuruk, di abad ke-14 (1350-1389).
Semboyan tersebut berasal dari karyanya dalam bahasa Sutasoma yang berbunyi Bhinna ika tunggal ika,
tan hana dharma mangrwa, yang artinya Berbeda-beda itu tetap itu, tak ada pengabdian yang
mendua.