Anda di halaman 1dari 21

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR (PBA)

KERUSAKAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

A. Ciri-ciri Lingkungan Alami dan Tercemar


Lingkungan alami adalah lingkungan atau ekosistem yang keadaannya
seimbang. Artinya, komponen-komponen biotik dan abiotik dalam lingkungan
tersebut dalam keadaan seimbang. Sebaliknya, lingkungan yang tercemar
(terpolusi) adalah lingkungan atau ekosistem yang keadaannya menjadi tidak
murni lagi. Artinya, lingkungan atau ekosistem yang keadaannya tidak
seimbang akibat adanya polutan yang masuk ke dalam lingkungan tersebut.
Untuk memahami dan mengidentifikasi ciri-ciri lingkungan alami dan
tercemar, dapat mengamati lingkungan di sekitar, atau dapat juga berdasarkan
pengalaman sehari-hari di lingkungan sekitar. Beberapa contoh ciri lingkungan
atau ekosistem yang masih alami atau lingkungan yang telah tercemar adalah
sebagai berikut :
Pencemaran air
- Air biasanya digunakan sebagai pendingin untuk mesin-mesin di pabrik.
Air pendingin ini akan menjadi hangat karena menyerap panas dari mesin-
mesin tersebut dan jika dibuang ke sungai, maka air sungai menjadi lebih
hangat. Kondisi ini akan mengurangi kandungan oksigen dalam air yang
sagat dibutuhkan oleh tumbuhan dan hewan di air. Jika demikian yang
terjadi, maka kehidupan tumbuhan dan hewan akan terganggu, bahkan
mati.
- Adanya perubahan warna, bau, dan rasa air
Air yang bersih dengan mudah dapat dilihat dari keadaan fisiknya, yaitu
tidak berwarna, berbau, dan berasa. Limbah dari industri dan sumber
lainnya seringkali berupa bahan organik dan anorganik yang dapat larut
dalam air. Karena itu, warna air berubah dengan adanya bahan-bahan
pencemar tersebut.
- Adanya endapan dan bahan terlarut
Limbah industri dapat pula berupa limbah padat yang tidak larut dalam air.
Limbah tersebut kemudian mengendap di dasar air atau melayang-layang di
dalam air bersama-sama dengan bahan terlarut lainnya. Endapan dan bahan
terlarut tersebut dapat menghalangi masuknya sinar matahari yang sangat
diperlukan oleh mikroorganisme dalam air untuk melakukan fotosintesis.
- Adanya mikroorganisme
Mikroorganisme berperan alam menguraikan bahan-bahan pencemar yang
dibuang ke dalam air. Jika bahan buangan bertambah banyak, maka
mikroorganisme juga berkembangbiak untuk menambah jumlahnya.
Diantara organisme-organisme tersebut dimungkinkan adanya mikroba
patogen, yaitu mikroba pembawa penyakit.
B. Sumber-sumber Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan sifat zat pencemar (polutan), pencemaran lingkungan dapat
dibedakan menjadi tiga keompok, yaitu pencemaran kimiawi, pencemaran
fisik, dan pencemaran biologis.
1. Pencemaran Kimiawi
Pencemaran kimiawi adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat-zat
kimia. Lihat Gambar 1.1. Misalnya, jenis-jenis logam berat yang terdapat
dalam limbah pabrik seperti raksa dan timbal. Limbah adalah sisa proses
produksi.

Gambar 1.1 Limbah sebagai salah satu sumber pencemaran kimiawi

2. Pencemaran Fisik

Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat cair,


padat, atau gas. Zat cair yang menyebabkan pencemaran, misalnya limbah
pabrik dan limbah rumah tangga. Zat padat yang menyebabkan
pencemaran, misalnya sampah (Gambar 1.2). Gas yang menyebabkan
pencemaran, misalnya asap dari pabrik.

Gambar 1.2 Sampah merupakan salah satu sumber pencemaran fisik

3. Pencemaran Biologis

Pencemaran biologis adalah pencemaran yang disebabkan oleh


berbagai macam mikroorganisme penyebab penyakit. Misalnya, sumur atau
sumber air yang digunakan sehari-hari tercemar kuman penyebab penyakit.
C. Macam-Macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan lingkungan yang terkena pencemaran maka pencemaran
lingkungan dibedakan menjadi tiga, yaitu pencemaran air, pencemaran udara,
dan pencemaran tanah.
1. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat atau komponen lainnya
ke dalam lingkungan perairan sehingga kualitas (mutu) air terganggu. Air
merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup. Oleh karena itu, kualitas
air di suatu ekosistem sangat penting artinya bagi kehidupan makhluk
hidup. Bahkan makhluk hidup yang hidup di perairan atau di laut, kualitas
air sangat menentukan kehidupannya. Jika perairan atau laut tercemar maka
kehidupan di dalamnya akan terganggu.
Sumber-sumber pencemaran air terutama berasal dari limbah industri,
limbah pertanian, dan limbah rumah tangga.
Limbah industri. Limbah industri (limbah pabrik) yang mengandung
logam berat sering kali dialirkan atau dibuang ke sungai. Akibat dari
pembuangan limbah tersebut, sungai menjadi tercemar. Jenis-jenis logam
berat yang terdapat dalam limbah industri antara lain raksa, timbal, dan
kadmium. Logam berat tersebut merupakan bahan pencemar yang sangat
berbahaya bagi manusia.
Air sungai yang tercemar akan bermuara ke laut. Dengan demikian air
laut juga menjadi tercemar. Logam berat yang masuk ke dalam hewan laut
(ikan, udang, kerang) akan terkumpul di dalam tubuhnya. Jika hewan laut
yang telah tercemar logam berat dikonsumsi manusia, akibatnya sangat
berbahaya. Misalnya, pencemaran raksa yang pernah terjadi di teluk
Minamata di Jepang. Para nelayan di sekitar teluk Minamata memakan ikan
yang telah tercemar raksa. Akibat yang ditimbulkan yaitu mereka
mengalami kerusakan sistem syaraf. Penyakit yang dialami para nelayan
tersebut dikenal dengan penyakit Minamata.
Pencemaran air yang berat dapat menyebabkan bahan pencemar
meresap ke dalam air tanah yang menjadi sumber air untuk minum, cuci,
dan mandi. Biasnya air tanah yang tercemar sukar sekali dikembalikan
menjadi air bersih. Pencemaran tersebut sering menjadi akibat pembuangan
limbah pabrik.
Limbah pertanian. Penggunaan pupuk buatan yang berlebihan di lahan
pertanian dapat menyebabkan suburnya ekosistem perairan seperti kolam,
danau, waduk, atau sungai. Hal tersebut terjadi karena sebagian pupuk
yang tidak diserap oleh tumbuhan terbuang bersama aliran air ke perairan
tersebut. Akibatnya, perairan ditumbuhi ganggang dengan subur atau
dikenal dengan blooming algae. Bahkan ganggang dapat menutupi
sebagian besar permukaan air. Tertutupnya permukaan air oleh ganggang
akan mengurangi sinar matahari yang menembus air. Hal tersebut
menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis fitoplankton di dalam air.
Bila proses fotosintesis terhambat maka kadar oksigen yang terlarut dalam
air menurun. Keadaan demikian sangat merugikan makhluk hidup yang
hidup di perairan tersebut. Lihat proses terjadinya blooming algae pada
Gambar 1.3.
Penggunaan insektisida (racun serangga) yang berlebihan dan
digunakan terus-menerus dapat menggangu keseimbangan ekosistem lahan
pertanian (Gambar 1.4).

Selain membunuh serangga hama pertanian, insektisida juga


membunuh makhluk hidup lain yang sebenarnya bermanfaat. Misalnya,
berbagai jenis lebah yang membantu penyerbukan atau serangga lain yang
menjadi predator serangga hama. Selain itu, penggunaan insektisida yang
terus-menerus dan tanpa ukuran yang tepat dapat menyebabkan kekebalan
hama terhadap insektisida. Akibatnya, pada suatu saat dapat terjadi
ledakan hama sehingga menurunkan hasil pertanian.

Insektisida yang tidak terurai di alam akan terakumulasi (terkumpul)


di perairan. Insektisida yang tidak terurai di alam misalnya DDT. Bila zat
tersebut termakan oleh biota (makhluk hidup yang hidup di perairan) maka
akan tertimbun tubuhnya. Melalui rantai makanan, insektisida DDT dapat
berpindah ke makhluk hidup lain. Hal ini sangat membahayakan makhluk
hidup tersebut. Insektisida DDT larut dalam lemak dan jaringan lemak
sehingga mudah sekali berpindah dari lingkungan ke makhluk hidup.

Gambar 1.3 Proses terjadinya blooming algae


Gambar 1.4 Insektisida yang berlebihan dan
digunakan terus-menerus dapat mengganggu
keseimbangan ekosistem.

Limbah rumah tangga. Rumah tangga menghasilkan limbah, misalnya


sampah dan air buangan yang mengandung detergen. Limbah rumah
tangga dalam jumlah banyak yang masuk ke dalam perairan akan
menyebabkan ekosistem perairan tersebut tercemar. (Gambar 1.5)

Gambar 1.5 Air buangan dan sampah rumah tangga


dapat mencemari lingkungan.

Di perairan, sampah mengalami proses penguraian oleh


mikroorganisme. Akibat proses penguraian tersebut kandungan oksigen
dalam air akan menurun. Menurunnya kandungan oksigen akan merugikan
biota, misalnya berbagai jenis ikan yang hidup di perairan itu.

Limbah minyak. Limbah minyak dapat menyebabkan pencemaran laut.


Laut merupakan alur lalu lintas kapal yang ramai. Oleh karena itu, sering
kali bahan bakar minyak dan pelumas dari kapal tumpah ke laut.
Kecelakaan kapal tangker yang membawa minyak merupakan penyebab
utama pencemaran minyak di laut. Lihat Gambar 1.6

Gambar 1.6 Pencemaran minyak yang terjadi di laut


dapat mematikan biota laut maupun organisme darat.

Pencemaran minyak di laut berpengaruh langsung terhadap biota laut


dan berpengaruh tidak langsung terhadap organisme yang hidup di darat.
Berpengaruh langsung, misalnya mematikan biota laut itu sendiri.
Sedangkan pengaruh tidak langsung yaitu dapat menyebabkan gangguan
terhadap organisme yang memakan biota laut tersebut. Misalnya, burung
yang ikan yang tercemar dapat mati atau manusia akan terganggu
kesehatannya akan terganggu jika memakan ikan atau kerang yang sudah
tercemar.

Selain itu, adanya limbah minyak akan menutupi permukaan laut


sehingga fitoplankton terlapisi minyak. Pencemaran minyak ini juga
menyebabkan cahaya matahari tidak dapat menembus permukaan laut.
Akibat dari itu semua, fotosintesis fitoplankton terhenti. Fitoplankton
merupakan produsen utama dari ekosistem laut. Jika jumlah fitolankton
menurun maka populasi ikan, udang, dan kerang juga menurun. Padahal
hewan-hewan tersebut dibutuhkan manusia karena memiliki nilai ekonomi
yang tinggi dan mengandung kandungan protein yang tinggi pula.

2. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya zat, energi, atau
komponen lainnya ke dalam lingkungan udara. Akibatnya, kualitas udara
menurun sehingga mengganggu kehidupan manusia atau makhluk hidup
lainnya.
Pencemaran udara umumnya terjadi di kota-kota besar dan daerah
industri (pabrik). Pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran
bahan bakar dari kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik. Partikel-
partikel halus dalam asap gas buangan pabrik yang merupakan polutan
berpengaruh buruk terhadap lingkungan. Bahan-bahan pencemar udara
yang merugikan kesehatan manusia antara lain adalah karbon dioksida,
karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, CFC
(chlorofluorocarbon), dan asap.
Karbon dioksida (CO2). Karbon dioksida dilepaskan oleh hasil
pembakaran bahan bakar fosil, misalnya minyak bumi. Karbon dioksida
juga dihasilkan oleh pembakaran mesin kendaraan bermotor dan kebakaran
hutan. (Gambar 1.7). Pembakaran bahan bakar fosil ini menjadi
penyumbang terbesar terjadinya pencemaran udara.

Gambar 1.7 Kebakaran hutan dapat menjadi sumber


pencemaran udara.
Dalam tubuh manusia, karbon dioksida dapat memacu pernapasan.
Sedangkan adanya karbon dioksida yang berlebih di atmosfer (udara) dapat
menimbulkan terjadinya kenaikan suhu di bumi.
Karbon monoksida (CO). Karbon monoksida dilepaskan oleh hasil
pembakaran mesin kendaraan bermotor (Gambar 1.8). Kendaraan
bermotor yang dihidupkan di suatu ruangan tertutup dapat menyebabkan
udara tercemar hanya dalam beberapa menit.
Gambar 1.8 Kendaraan bermotor mengeluarkan karbon
dioksida dan karbon monoksida jika sedang dihidupkan
mesinnya.
Karbon monoksida bersifat racun jika terhidup manusia. Misalnya,
dapat menyebabkan sakit kepala, rasa mual, atau kelelahan yang diikuti
dengan tidak sadarkan diri.

Sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NO2). Sulfur dioksida dan
nitrogen oksida dilepaskan oleh hasil pembakaran bahan bakar fosil. Kedua
gas ini larut dalam air dan menyebabkan terjadinya hujan asam.
Hujan asam menyebabkan tanah menjadi asam. Akibatnya, zat-zat
mineral dalam tanah akan hilang. Hujan asam yang jatuh di perairan dapat
menyebabkan ikan dan tumbuhan air mati.

CFC (Chlorofluorocarbon). CFC sering digunakan untuk AC, aerosol


(misalnya penyemprot rambut, obat nyamuk semprot), dan lemari es. CFC
menyebabkan kerusakan ozon. Ozon adalah lapisan udara di atmosfer
bumi. Ozon berguna melindungi kehidupan di bumi terhadap radiasi
ultraviolet dari matahari.
Lapisan ozon yang mengalami kerusakan menimbulkan terjadinya
penipisan lapisan ozon atau lubang ozon (Gambar 1.9). Jika ozon
berlubang, radiasi ultraviolet akan ke bumi. Radiasi ultraviolet akan sampai
ke bumi. Radiasi ultraviolet dapat menimbulkan penyakit melanoma
(kangker kulit) dan kulit terbakar. Lihat Gambar 1.10

Asap. Asap dapat ditimbulkan oleh kebakaran hutan, pembakaran hutan


untuk lahan pertanian, atau kebakaran ladang minyak. Asap dapat
terkumpul di atmosfer dan menyebabkan berkurangnya cahaya matahari ke
bumi. Selain itu, asap dapat menyebabkan mata pedih dan gangguan
pernapasan. Asap yang ditimbulkan oleh pembakaran plastik sangat
beracun jika terhirup manusia.

3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah adalah peristiwa masuknya zat atau komponen lain
ke dalam suatu areal tanah. Akibatnya, dapat mengubah atau
mempengaruhi keseimbangan ekologis di areal tersebut.
Tanah mengandung air, udara, dan berbagai sumber zat mineral bagi
tumbuhan. Tanah juga mengandung bahan organik sehingga dapat
menunjang kehidupan mikrooraganisme dalam tanah.
Pencemaran tanah dalam daerah yang sempit belum menimbulkan
dampak yang lebih luas seperti pencemaran di ekosistem perairan, namun
demikian, bila pencemaran telah meliputi wilayah yang luas, dampaknya
dapat mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologis. Pencemaran
tanah antara lain diakibatkan oleh pemakaian pestisida (Gambar 1.11),
buangan bahan kimia limbah industri, penambangan, dan hujan asam.

Gambar 1.11 Pestisida dapat mengakibatkan pencemaran tanah.


Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain sebagai
berikut:

Terganggunya kehidupan mikroorganisme tanah. Telah diketahui bahwa


berbagai mikroorganisme dalam tanah sangat berperan dalam
penguraian. Dapat dibayangkan bagaimana bila penguraian di alam ini
terganggu.
Berubahnya sifat kimiawi atau sifat fisik tanah, sehingga tanah tidak
baik (tidak subur) untuk pertumbuhan tanaman.

Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologis dalam suatu


ekosistem.

4. Pencemaran suara
Suara atau bunyi apabila sudah mengganggu lingkungan pemukiman
penduduk dapat dikatakan mencemari lingkungan. Suara-suara yang sangat
keras dan memekakkan telinga manusia dapat menimbulkan gangguan.
Lihat Gambar (1.12).

Gambar 1.12 Beberapa sumber pencemaran suara

(a) Pesawat yang lepas landas atau mendarat

(b) Mesin pabrik


Pencemaran suara adalah masuknya suara atau bunyi yang tidak
diinginkan ke pemukiman penduduk. Pencemaran suara dapat mengganggu
aktivitas manusia. Pencemaran suara yang berat dapat merusak telinga.
Sumber-sumber pencemaran suara antara lain suara lalu lintas jalan
raya, pesawat yang lepas landas atau mendarat, pesawat jet, mesin pabrik,
dan lingkungan sosial (televisi atau radio yang terlalu keras). Menurut
WHO (Wordl Health Organization), batas suara yang tidak menimbulkan
pencemaran yaitu 55 dB (desibel). Desibel adalah satuan yang menyatakan
kuat lemahnya suara.

D. Akibat Pencemaran Terhadap Makhluk Hidup Secara Global


Pencemaran akan menurunkan kualitas lingkungan atau ekosistem.
Akibatnya, timbul berbagai gangguan terhadap makhluk hidup yang ada dalam
lingkungan itu, termasuk manusia. Bahan-bahan pencemar biasanya
menunjukan bermacam-macam tingkat peracunan (toksisitas). Beberapa bahan
pencemar dapat bersifat racun dan mematikan berbagai makhluk hidup dalam
waktu yang relative cepat. Akan tetapi, beberapa bahan pencemar bersifat lebih
ringan dan hanya menyebabkan gangguan terhadap makhluk hidup.
Pembakaran bahan bakar minyak bumi, batubara dan kebakaran hutan baik
karena perbuatan manusia atau secara alami menyebabkan kenaikan kadar
karbon dioksida dalam atmosfer. Gas ini juga dihasilkan dari bermacam-
macam pembakaran. Semakin banyak pembakaran, semakin banyak terbentuk
karbon dioksida. Kemudian karbon dioksida akan terkumpul di atmosfer bumi.
Dalam jumlah yang banyak di atmosfer, karbon dioksida menghalangi pantulan
panas dari bumi ke atmosfer. Jadi, panas akan dipantulkan kembali ke bumi
sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Peristiwa ini disebut efek
rumah kaca (green house effect). Lihat Gambar 1.13

Gambar 1.13 Efek rumah kaca. Dengan semakin


meningkatnya kandungan CO2, permukaan bumi
semakin panas karena panas tidak dapat dipantulkan ke
ruang angkasa.
Selain karbon dioksida, gas lain yang juga menimbulkan efek rumah kaca
adalah metana dan CFC. Metana antara lain dikeluarkan oleh hewan memamah
biak sebagai hasil metabolisme.
Efek rumah kaca dapat menaikan suhu udara secara global sehingga dapat
merubah pola iklim di seluruh dunia. Bila peristiwa ini terjadi, akibat yang
ditimbulkan dapat mencairkan es di kutub. Bila es mencair maka permukaan
laut akan naik. Keadaan ini mempengaruhi keseimbangan ekologis sehingga
membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Akibat pencemaran udara yang disebabkan oleh oksigen nitrogen dan
oksida belerang dalam jumlah banyak menyebabkan terjadinya hujan asam.
Kemudian bila hujan atau salju turun ke bumi maka terjadilah hujan atau salju
yang bersifat asam terjadi terus menerus (dalam waktu yang lama)
menyebabkan tanah, sungai, danau dan perairan tawar menjadi asam.
Akibatnya, akan merusak tumbuh-tumbuhan, mematikan mikroorganisme
tanah, dan biota yang hidup di air tawar. Bila hal ini terjadi secara terus
menerus akhirnya akan mempengaruhi kehidupan manusia sendiri. Lihat
Gambar 1.14
Gambar 1.14 Akibat yang ditimbulkan oleh hujan asam,
tumbuhan rusak dan mematikan mikrooraganisme tanah.
E. Kerugian Akibat Penebangan Hutan
1. Kegunaan Hutan Hujan Tropis
Hutan dibagi menjadi beberapa tipe berdaasarkan jenis tumbuhan yang
mendominasinya. Tipe hutan tersebut antara lain hutan konifer (didominasi
oleh tumbuhan konifer), hutan savana (didominasi oleh rumput), dan hutan
hujan tropis. Hutan hujan tropis banyak terdapat di daerah beriklim tropis
seperti banyak dijumpai di Amerika Tengah, Afrika dan Asia Tenggara
termasuk Indonesia. Hutan hujan tropis memiliki curah hujan yang tinggi
dan merata di sepanjang tahun.
Hutan hujan tropis memiliki beberapa manfaat yang sangat penting.
Manfaat hutan hujan tropis adalah sebagai berikut.
a. Mencegah Erosi
Erosi dapat dicegah dengan adanya hutan. Erosi adalah pengikisan
tanah yang diakibatkan antara lain oleh air. Tanah hutan dilindungi oleh
mantel tumbuhan. Ketika air hujan menganai daun-daun pada
tumbuhan, air akan menguap sebelum mencapai tanah sehingga dapat
mencegah erosi tanah. Akar-akar tumbuhan berfungsi menahan tanah
dari erosi.
b. Mempengaruhi kesuburan tanah
Hutan mempengaruhi kesuburan tanah. Pepohonan di hutan hujan
tropis mempengaruhi keadaan (struktur) tanah. Sisa-sisa tumbuhan dan
daun-daun (serasah) yang jatuh di lantai hutan akan menjadi humus.
Humus merupakan lapisan tanah yang sangat subur sehingga sangat
baik untuk pertumbuhan tumbuhan. Tajuk dan serasah dapat pula
mencegah cucuran air hujan yang jatuh secara langsung ke permukaan
tanah sehingga dapat mencegah erosi. Selain itu juga pepohonan di
hutan juga mampu mengurangi kecepatan angin sehingga dapat
mengurangi penguapan air dari tumbuhan yang dilindungi olehnya.
Akibatnya, tumbuhan yang terlindung itu akan memiliki persediaan air
yang lebih banyak sehingga tumbuhnya lebih baik.
c. Mempengaruhi persediaan air
Hutan pun dapat mempengaruhi persediaan air. Air mengalami
daur, air yang jatuh dari langit sebagai hujan. Air hujan sebagian
mengalir di atas permukaan tanah dan sebagian masuk kedalam tanah.
Air menguap karena panas matahari. Dari uap air terbentuklah awan
dan dari awan terjadilah hujan.
Hutan memiliki peranan yang penting dalam daur air. Dengan
adanya hutan, lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah. Sebagian
lagi air terserap oleh serasah yang ada di atas lantai hutan. Karena lebih
banyak air yang meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi terserap oleh
serasah maka air yang mengalir di atas permukaan tanah menjadi
sedikit. Air yang masuk ke dalam tanah, sebagian akan keluar lagi
sebagai mata air di tempat lain. air yang terserap di dalam serasah
perlahan-lahan akan terlepas lagi. Dengan demikian, air tanah dan air
yang terserap dalam serasah merupakan simpanan air yang lama setelah
terjadi hujan. Dengan adanya hutan, maka banjir dimusim hujan dan
berkurangnya air pada musim kemarau dapat dikurangi. Dengan
demikian, hujan juga berperan penting dalam pengaturan air.
d. Sebagai sumber keanekaragaman hayati
Hutan hujan tropis memilik berbagai jenis tubuhan. Selain terdapat
pohon-pohon yang tinggi, terdapat tumbuhan merambat berkayu yaitu
liana (misalnya rotan) dan epifit (misalnya anggrek dan tumbuhan
paku). Cabang-cabang pohon yang berdaun lebat membentuk suatu
tajuk hutan (canopy).
Hutan hujan tropis dihuni oleh berbagai jenis hewan invertebrate
dan vertebrata. Hewan-hewan yang banyak dijumpai di hutan ini adalah
berbagai jenis serangga, katak, ular, burung, dan hewan mamalia.
Indonesia merupakan salah satu Negara di dunia yang kaya berbagai
jenis tumbuhan, hewan dan miroorganisme. Diperkirakan ada 30 ribu
jenis tumbuhan berbunga, 350 ribu jenis hewan, dan 10 ribu jenis
mikroorganisme terdapat di Indonesia. Keanekaragaman hayati tersebut
sebagian besar terdapat di dalam ekosistem hutan hujan tropis. Hutan
hujan tropis merupakan kekayaan alam yang merupakan sumber daya
alam hayati. Pohon-pohon di hutan sebagai penghasil kayu dan rotan
memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga meningkatkan pendapatan
Negara. Dengan demikian hutan hujan tropis merupakan kekayaan alam
yang banyak memberikan kesejahteraan terhadap kehidupan manusia.
2. Kerugian Akibat Penebangan Hutan
Penebangan hutan tanpa perhitungan atau secara liar menyebabkan
perubahan lingkungan dengan berbagai dampak yang buruk. Penggundulan
hutan untuk berbagai kepentingan seperti untuk pemukiman, lahan
pertanian dan alasan ekonomi akan menyebabkan erosi, menurunkan
kesuburan tanah, menurunkan persediaan air tanah, menyebabkan banjir,
dan menurunkan ketersediaan sumber daya alam hayati.
Apabila pohon-pohon di hutan dan di lereng-lereng gunung ditebang
akan menyebabkan air hujan mengalir deras. Air hujan yang mengalir deras
menimbulkan erosi tanah karena sudah tidak ada akar tumbuhan yang
menahan aliran air.
Erosi tanah dapat mempengaruhi kesuburan tanah. Erosi tanah yang
diakibatkan oleh air hujan yang mengalir deras akan membawa tanah
permukaan. Tanah permukaan banyak mengandung humus. Akibatnya,
tanah sudah tidak mengandung humus lagi. Tanah yang tidak berhumus
sama artinya dengan tanah yang tidak subur. Air dan tanah yang terbawa
oleh aliran air hujan akan bercampur dengan lumpur. Lumpur tersebut akan
menutup pori-pori tanah di permukaan. Akibatnya, daya serap tanah
terhadap air hujan akan berkurang. Hal ini akan mnyebabkan simpanan air
dalam tanah juga menjadi berkurang. Bila terjadi hujan yang terus-menerus
dan air yang mengalir secara deras tanpa mengalami rintangan dari akar-
akar pohon, dapat menyebabkan banjir. Erosi menaikan kandungan lumpur
dalam air. Lumpur yang terbawa oleh air menyebabkan pendangkalan
sungai, waduk, dan saluran perairan. Akibatnya, bila terjadi hujan, sungai,
waduk dan saluran perairan kurang menampung air sehingga dapat
menyebabkan banjir.
Penggundulan hutan juga menyebabkan habitat dan berbagai jenis
hewan, tumbuhan dan mikroorganisme yang merupakan sumber daya alam
hayati menjadi rusak. Dengan ditebangnya pohon-pohon besar dan rindang
menyebabkan terbukanya hutan. Lantai hutan yang biasanya teduh, lembab
dan sebagai habitat berbagai jenis hewan, tumbuhan dan mikroorganisme
menjadi rusak. Akibatnya, sebagian makhluk hidup yang menghuninya
akan mati. Dengan demikian, ketiga fungsi yang mendukung kehidupan di
suatu ekosistem yaitu arus energy daur materi, dan pengurai akan terhenti.
Bila keadaan tersebut terjadi maka berakhirlah kehidupan berbagai jenis
hewan dan tumbuhan dalam ekosistem tersebut. Akibatnya berbagai hewan
dan tumbuhan menjadi berkurang, bahkan punah. Padahal hewan dan
tumbuhan merupakan kekayaan alam atau sumber daya alam hayati yang
tidak ternilai harganya.
F. Usaha-Usaha Mencegah dan Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan
Lingkungan
Usaha untuk mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan serta kerusakan
lingkungan akibat penebangan hutan antara lain sebagai berikut:
1. Pencemaran Air
Pencemaran air antara lain disebabkan oleh limbah industry, limbah
pertanian, limbah rumah tangga, dan limbah minyak.
a. Limbah Industri
Pencemaran air oleh limbah industry dapat dicegah dan ditanggulangi
dengan cara berikut:
Pembuangan limbah industry diatur sedemikian rupa sehingga tidak
mencemari lingkungan atau ekosistem. Setiap pabrik harus memiliki
penampungan limbah. Limbah pabrik kemudian di proses atau di
olah. Dengan demikian bahan dari limbah berupa zat-zat beracun
dapat dihilangkan.
Pencemaran air dari logam yang berasal dari industry dapat dicegah
atau diatasi dengan cara menanam tumbuhan sejenis alang-alang di
sekitar perairan tempat pembuangan limbah. Tumbuhan ini dapat
menyerap zat-zat beracun dari air tanpa mempengaruhi pertumbuhan
tumbuhan itu sendiri.
b. Limbah Pertanian
Pencemaran air oleh limbah pertanian dapat dicegah dengan cara
berikut.
Mencegah limbah pertanian agar tidak mengalir kesungai atau ke
danau.
Pengaturan terhadap penggunaan pupuk buatan, yaitu menggunakan
pupuk hanya pada saat tanaman pertanian tumbuh, tidak memupuk
lahan kosong. Tidak mempuk tanaman ketika hujan, dan tidak
membuang pupuk ke sungai atau danau.
Menggunakan pestisida yang mudah diuraikan oleh alam.
Menggunakan metode (cara) lain selain menggunakan pestisida,
misalnya dengan menggunakan biological control Biological control
yaitu pemberantasan hama dengan menggunakan makhluk hidup
pemakan hama tersebut.
Menanam tanaman pertanian yang kebal terhadap serangga hama.
c. Limbah Rumah Tangga
Pencemaran air oleh limbah rumah tangga berupa sampah dan air
buangan dapat dicegah dengan cara berikut.
Membuat tempat pembuangan sampah
Membuat lubang untuk membuang sampah selanjutnya ditimbun
dengan tanah.
Memanfaatkan sampah untuk dibuat pupuk (kompos).
Membuat tempat penampungan limbah yang berupa air buangan.
Tempat penampungan limbah harus jauh dari sumber air.
d. Limbah Limbah Minyak
Pencemaran air oleh limbah minyak dapat dicegah atau ditanggulangi
dengan cara berikut.
Hindarkan kebocoran minyak di laut baik oleh kapal tanker maupun
pengeboran minyak lepas pantai.
Harus ada sanksi yang tegas bagi pelaku pencemaran limbah
minyak.
Membersihkan minyak dengan cara bioremidiasi. Bioremidiasi
adalah menggunakan mikroorganisme untuk membersihkan
pencemaran. Sebagai contoh, beberapa jenis bakteri (salah satu
mikroorganisme) dapat mengkonsumsi minyak jika diberi makan
dengan sumber gula.
Bila ada tumpahan minyak di laut hendaknya dibuat penghalang
mekanik sehingga air laut yang tercemar minyak tidak mencapai
pantai. Kemudian dilakukan penyedotan terhadap tumpahan minyak
tersebut. Lihat Gambar 1.15

Gambar 1.15 Pembersihan minyak dan pembersihan


burung di pantai dari tumpahan minyak.
2. Pencemaran Udara
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh beberapa polutan, antara lain
CO2, CO, NO2 dan SO2, CFC, dan asap. Oleh karena itu, pencegahan dan
penanggulangannya dapat dilakukan berdasarkan sumber polutan.
Karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO). pencemaran oleh
karbon dioksida dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara berikut.
Mengurangi bahan bakar minyak, misalnya dengan mencari sumber
alternative pengganti bahan bakar minyak
Mencegah penebangan hutan untuk lahan pertanian
Memperluas daerah penghijauan dan reboisasi. Melalui penghijauan
dan reboisasi maka proses fotosintesis oleh tumbuhan akan menurunkan
kadar karbon dioksida dan menambah kadar oksigen di udara.
Nitrogen oksida (NO2) dan sulphur dioksida (SO2). Pencemaran yang
ditimbulkan oleh nitrogen dioksida dapat dicegah dengan cara berikut.
Mengurangi pembakaran bahan bakar minyak dan mencari sumber
energy alternative
Membersihkan gas sisa pembakaran bahan bakar minyak pada
kendaraan bermotor dengan converter katalitik. Converter katalitik
yaitu alat untuk membersihkan gas buangan kendaraan bermotor
dengan cara mereaksikan beberapa polutan untuk menghasilkan gas
yang tidak berbahaya.
CFC. Agar kehancuran lapisan ozon dapat dikurangi, manusia harus
mengurangi penggunaan CFC. CFC dapat berada di atmosfer dalam jangka
wakru yang sangat lama. CFC membutuhkan waktu sekitar seratus tahun
agar bisa hilang.
Asap. Pencemaran udara oleh asap yang ditimbulkan oleh kegiatan
manusia dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara berikut.
Mencegah terjadi kebakaran hutan
Menggunakan bahan bakar yang sedikit mengeluarkan asap
Mencegah pembakaran bahan-bahan beracun di udara terbuka.
3. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah ditimbulkan oleh pestisida dan limbah industry.
Pencegahan dan penanggulanganya sebagai berikut. Penggunaan pestisida
harus diawasi dan ada peraturan yang tegas. Penggunaan pestisida harus
sesuai dengan aturannya. Serta penanggulangan pencemaran tanah oleh
limbah industry yaitu pabrik harus memiliki tempat penampungan dan
pengolahan limbah.
4. Pencemaran Suara
Pencemaran suara dapat dicegah atau ditanggulangi antara lain dengan cara
berikut.
Tidak membangun pabrik di dekat pemukiman penduduk.
Tidak membangun bandara di dekat pemukiman penduduk.
Para tenaga kerja pabrik yang berada pada lingkungan suara yang keras,
dianjurkan menggunakan perendam suara di telinga.
Tidak membunyikan televise, tape, atau radio terlalu keras.
Yang tidak kalah penting artinya untuk mencegah pencemaran
lingkungan adalah memberian penyuluhan dan kesadaran terhadap
masyarakat tentang arti lingkungan hidup. Dengan demikian, manusia
lebih mencintai lingkungannya sehingga dapat menghindari perbuatan
yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
5. Kerusakan Lingkungan Akibat Penebangan Hutan
Kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh penebangan hutan secara liar
dan tidak bertanggung jawab. Untuk mencegah dan mengatasinya, usaha
yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.
System tebang pilih, yaitu memilih pohon pohon tertentu di hutan yang
akan ditebang harus memiliki umur dan ukuran batang tertentu saja.
Jadi, tidak semua pohon yang ada di hutan harus ditebang. Pemanfaatan
berbagai hasil hutan harus diperhitungkan dengan baik. Pemanfaatan
hasil hutan yang berlebihan dapat menyebabkan kepunahan berbagai
tumbuhan dan hewan yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi
keseimbangan ekosistem.
Penanaman kembali hutan bekas penebangan, baik di hutan yang sudah
gundul maupun di hutan yang pohon-pohonnya baru saja ditebang
dengan system tebang pilih. Penanaman kembali ini bertujuan untuk
mengganti pohon yang hilang karena ditebang dan tumbuhan yang
rusak akibat tertimbun pohon-pohon yang ditebang. Dengan demikian,
hutan-hutan bekas penebangan tersebut dapat ditata kembali menjadi
hutan yang lebih baik.