Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam dunia industri, cooling tower merupakan salah satu peralatan yang harus dijaga
operasionalnya dengan perawatan yang rutin agar bisa bekerja secara optimal.
Penanggulangan kualitas air pendingin yang kurang memadai menyebabkan mesin seperti
unit heat exchanger akan mengalami korosi atau terbentuk kerak. Heat exchanger yang
mengalami korosi menyebabkan tingkat efisiensi sistem alih panas yang rendah dan
menyebabkan konsumsi energi yang cukup besar (Musalam, 2006). Pada sistem air pendingin
tertutup maupun sistem air pendingin terbuka, kedua sistem tersebut sama akan menimbulkan
masalah seperti korosi. Pada sistem air pendingin terbuka, akan selalu ditambahkan air baru,

sehingga memungkinkan jumlah padatan terlarut, O 2, CO2, dan mineral biologi lain akan
bertambah dan terbawa pada sistem pendingin.

1.2. Tujuan Percobaan


1) Menentukan efisiensi cooling tower
2) Mengetahui massa yang teruapkan
3) Mengevaluasi kinerja cooling tower melalui massa yang teruapkan dan efisiensi
cooling tower

BAB II

DASAR TEORI

2.1. Menara Pendingin (Cooling tower)


Cooling tower adalah suatu alat yang digunakan untuk mendinginkan air proses
(cooling water) dengan cara mengontakkan air tersebut dengan udara. Fungsi cooling tower
adalah merubah cooling water panas menjadi cooling water dingin sehingga dapat digunakan
kembali dan tidak menjadi polusi lingkungan. Cooling tower ini beroperasi menurut prinsip
difusi, dimana adanya perubahan temperatur dapat mengakibatkan perbedaan besarnya
laju perpindahan massa dan panas yang terjadi.

Di dalam sistem cooling towerterdapat cooling tower, distribution system, spray nozzle
(springkel), cooling tower(packing), basin dan pump. Air panas yang masuk ke cooling
towerdialirkan dengan cara spray melalui nozzle (springkel). Air mengalami perubahan
temperatur dari panas ke dingin melalui cooling toweratau ruang pengisi. Di dalam cooling
tower udara panas ditarik dan dibuang ke atmosfer dengan bantuan cooling tower. Air yang
telah berubah temperaturnya dari keluaran cooling tower masuk ke basin (kolam air dingin
sementara). Air penambahan (make up water) pada cooling towerditambahkan dalam basin.
Air penambahan dari PDAM ini untuk menambahkan volume air dalam kolam yang terjadi
karena sebagian air hilang akibat penguapan. Air dingin yang telah ditampung di dalam basin.
Blok diagram untuk kerja pendinginan di dalam cooling tower yaitu :
2.2. Akumulasi Entalpi pada Cooling tower
Akumulasi Enthalpi pada cooling tower= Entalphi input - entalphi output - laju kalor
total

qi= qsensibel,i+qlaten,i

Cooling tower
ini beroperasi
menurut prinsip difusi, dimana adanya perubahan temperatur dapat mengakibatkan perbedaan
besarnya laju perpindahan massa dan panas yang terjadi. Besarnya laju perpindahan massa
dan panas dipengaruhi oleh luas daerah kontak antara fluida panas dengan fluida dingin,
waktu kontak, kecepatan fluida dan temperatur fluida. Sedangkan cooling water adalah air
pendingin yang digunakan untuk mendinginkan peralatan. Pendinginannya air terjadi didalam
cooling tower.
Pada cooling tower sebagian air menguap ke udara dan kalor sensibel berpindah dari air
panas ke udara yang lebih dingin. Kedua proses itulah yang mengakibatkan turunnya
temperatur air dan untuk menjaga keseimbangan air, kita hanya perlu menambahkan air
(make up water) untuk menggantikan air yang hilang karena penguapan atau terbawa oleh
udara.

2.3. TujuanPenggunaan Cooling Water


Cooling water sangat penting gunanya untuk pabrik, karena apabila ada gangguan
cooling waterakan menyebabkan terjadinya pengurangan produksi atau akan menyebabkan
kerusakan alat baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu Cooling Water System
harus dikontrol dengan sebaik-baiknya, minimal mampu beroperasi tanpa gangguan selama
1-2 tahun. Adapun tujuan digunakannya cooling water adalah:
1. Korosi yang terjadi dalam peralatan dapat dihindari sekecil mungkin.
2. Deposit yang terjadi didalam peralatan dapat dihindari sekecil mungkin.
3. Pertumbuhan bakteri, jamur, lumut terkendali.
4. Menaikkan efisiensi alat pendingin.
5. Tidak merusak lingkungan.
2.4. Faktor Yang MempengaruhiKerja Cooling Water
Beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap cooling water adalah sebagai
berikut:
1) Make Up Air Pendingin
Sebagai make up adalah filter water. Hal ini mempunyai pengaruh yang besar
karena filter water membawa beberapa komponen yang dapat mengakibatkan
timbulnya deposit maupun korosif.
2) Lingkungan Sekitar
Karena sebagai media pendingin dari air pendingin di cooling water adalah udara
yang diambil dari sekitarnya, maka tidak lepas dari kotoran atau benda asing
lainnya yang dibawa udara masuk kesistem air pendingin, akibatnya
terkontaminasi.
3) Proses yang terkait
Yang dimaksud proses terkait adalah bentuk atau macam fluida yang didinginkan,
Hal ini biasanya terjadi karena kebocoran dari peralatan. Misalnya Heat Exchanger
untuk pelumas gas ammoniak atau gas sintesa apabila terjadi kebocoran akan
mengakibatkan kontaminasi air pendingin.
4) Bahan Kimia
Penggunaan bahan kimia melalui injeksi tidak terkontrol menimbulkan efek
samping, pengaruh ini lebih dominan bilamana jumlahnya semakin besar.

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Bahan
Air proses dalam suhu panas dari penggunaan praktikum di Laboratorium Pilot
Plant.
3.1.2 Alat
Satu unit peralatan cooling tower
Gelas kimia 1000 mL 1 buah
Ember 1 buah
L
jc
m
o
b
h
,P
w
t
s
ilp
d
a
r
k
u
g
n
e
)
(
6
0
3

Termometer bola basah bola kering 1 buah
Termometer alkohol 1 buah

3.2 Langkah Kerja

BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1. Data Penampung Cooling Water


Diameter= 1,63 m
Kedalaman Penampung= 0,3 m

4.2. Data Pengamatan

LajuMassa Air Suhu Air Suhu


Suhu Bola
Waktu Kelua Masuk Keluar LajuAlirUdar Bola
Masuk Kering
(menit) r (Twin) (Twout) a (m/s) Basah
(kg/s) (oC)
(kg/s) (oC) (oC) (oC)

0 1.60 2.00 26 21 1.7 24 20

30 1.66 2.52 24 22 1.7 23 21

60 1.74 2.00 23 22 1.7 23 21


DAFTAR PUSTAKA

Fauzan, Akhmad Faqih. 2014. Modifikasi Cooling Tower Tipe Incuded Draft Aliran
Counterflow. Semarang: Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Nikardo, Arie Rahman dan Dewi Fitriani S. Yunan. 2015. Cooling Tower. Yogyakarta:
Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran

Nurcahyo. 2008. Cooling Tower. Bandung: Laboratorium Pilot Plant Jurusan Teknik
Kimia Polban