Anda di halaman 1dari 22

NOMOR DOKUMEN :

SOP
(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013

SISTEM PELAYANAN NOMOR REVISI :


PUSKE
SMAS MALA-MALA UNIT GAWAT DARURAT (UGD) HALAMAN : 1/1
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Prosedur Pelayanan UGD
RUANG LINGKUP Prosedur ini mengatur system pelayanan pasien di UGD
TUJUAN Melayani pasien perlu yang penanganan UGD
URAIAN Proses pelayanan pemeriksaan/penanganan pasien di UGD
KEBIJAKAN Semua pasien kedaruratan memeriksakan diri di UGD
PETUGAS Dokter Umum dan Perawat

1. Status Rekam Medik


2. Buku Register Pemeriksaan Pasien
3. Kertas Resep Pasien
PERALATAN 4. Kursi/meja Instrumen
5. Alat Tulis Kantor
6. Peralatan Pemeriksaan
7. Alat Penunjang Pelayanan

1. Pasien datang
2. Pasien diterima oleh perawat UGD
3. Pasien dibaringkan pada tempat tidur
4. Perawat mempersiapkan alat-alat penanganan
5. Dokter melakukan pemeriksaan
6. Dokter dengan perawat melakukan tindakan kedaruratan sesuai dengan
kondisi/keadaan pasieng :
- Pasang infuse
- Hecting
- Pasang oksigen
PROSEDUR
7. Pasien/keluarga pasien mengambil rekam medic di ruang pendaftaran
8. Petugas menunggu hasil diagnosa dokter untuk tindakan selanjutnya
9. Untuk tindakan rujukan, dokter konsultasikan dengan keluarga pasien

10. Petugas mempersilahkan pasien untuk mengambil obat pada ruang apotik
11. Petugas mencatat hasil tindakan ke buku register tindakan.
12. Pasien dikenakan pembayaran berdasar pada beasaran tindakan yang dilakukan
petugas.
13. Petugas memberikanlembar rincian pembayaran kepada pasien/keluarga.
14. Pasien membayar berdasar pada jumlah yang tertera pada lembar pembayaran.
15. Pasien dipersilahkan pulang .

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :
PEMENUHAN KEBUTUHAN
KEAMANAN DAN
PUSK HALAMAN : 1/1
ESMAS MALA-MALA
KESELAMATAN
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Mencuci Tangan
Prosedur awal dan penutup yang dilakukan perawat dalam memberikan tindakan
RUANG LINGKUP
keperawatan dalam gedung.
TUJUAN 1. Mencegah terjadi infeksi silang melalui tangan.
2. Membantu menghilangkan mikroorganisme yang ada di kulit/tangan.
Prosedur ini merupakan tindakan sangat penting karena mencuci tangan adalah teknik
URAIAN
yang sangat mendasar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Air mengalir
2. Handuk
3. Sabun
PERALATAN
4. Sikat
5. Larutan desinfektan (lisol atau savlon)

1. Lepaskan semua aksesori di tangan (seperti cicin atau jam tangan).


2. Basahi jari tangan , lengan bawah hingga siku dengan air, kemudian lakukan
PROSEDUR
penyabunan dan di sikat bila perlu.
3. Setelah disabun bilas dengan air bersih yang mengalir dan keringkan dengan
handuk atau lap kering yang bersih.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
NOMOR REVISI :
PEMENUHAN KEBUTUHAN
KEAMANAN DAN
HALAMAN : 1/1
KESELAMATAN
PUSKE
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Menggunakan sarung Tangan
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN Mencegah terjadinya penularan kuman.
Tindakan ini sangat diperlukan karena penggunaan sarung tangan adalah salah satu cara
URAIAN untuk mengurangi resiko transmisi pathogen yang dapat ditularkan melalui darah. Dengan
menggunakan sarung tangan akan melindungi pemakai sarung tangan dari resiko tersebut.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Sarung tangan steril bila digunakan untuk prosedur steril.


PERALATAN 2. Sarung tangan tidak steril bila digunakan untuk tindakan tidak steril.
3. Bedak untuk ditaburkan ke tangan.

1. Cuci tangan secara menyeluruh.


2. Taburkan bedak ke tangan sebelum memasang sarung tangan.
PROSEDUR 3. Pegang tepi sarung tangan dan masukkan jari tangan yang sesuai, pastikan ibu jari
dan jari-jari lain tepat pada posisinya.
4. Ulangi pada tangan kiri
5. Setelah terpasang kedua tangan cakupkan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
NOMOR REVISI :

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
VITAL HALAMAN : 1/1
PUSKE
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pengukuran Suhu Tubuh Secara Oral
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN Pengukuran suhu tubuh dilakukan untuk mengetahui rentang suhu tubuh.
Nilai hasil pemeriksaan suhu merupakan indicator untuk menilai keseimbangan antara
URAIAN
pembentukan dan pengeluaran panas.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan
1. Thermometer
2. Tiga buah botol
Botol pertama berisi larutan sabun
Botol kedua berisi larutan desinfektan
Botol ketiga berisi air bersih.
PERALATAN
3. Bengkok
4. Kertas/tisu
5. Buku catatan suhu
6. Sarung tangan

1. Jelaskan prosedur pada klien


2. Cuci tangan
3. Gunakan sarung tangan
4. Atur posisi pasien (manusia coba).
5. Tentukan letak bawah lidah.
6. Turungkan suhu thermometer di bawah 34 - 35oC
PROSEDUR 7. Letakkan thermometer di bawah lidah sejajar dengan gusi.
8. Anjurkan mulut dikatupkan sekama 3-5 menit
9. Angkat thermometer dan baca hasilnya.
10. Catat hasil.
11. Bersihkan thermometer dengan kertas tisu.
12. Cuci dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih, dan keringkan.
13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
NOMOR REVISI :

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
VITAL HALAMAN : 1/1
PUSKE
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pengukuran Suhu Tubuh Secara Rektal
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN Pengukuran suhu tubuh dilakukan untuk mengetahui rentang suhu tubuh.
Nilai hasil pemeriksaan suhu merupakan indicator untuk menilai keseimbangan antara
URAIAN
pembentukan dan pengeluaran panas.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan
1. Thermometer
2. Tiga buah botol
Botol pertama berisi larutan sabun
Botol kedua berisi larutan desinfektan
Botol ketiga berisi air bersih.
PERALATAN
3. Bengkok
4. Kertas/tisu
5. Vaselin
6. Buku catatan suhu
7. Sarung tangan

1. Jelaskan prosedur pada klien


2. Cuci tangan
3. Gunakan sarung tangan
4. Atur posisi pasien (manusia coba) dengan posisi miring.
5. Pakaian di turungkan sampai di bawah glutea
6. Tentukan thermometer dan atur pada nilai nol lalu oleskan Vaselin.
7. Letakkan telapak tangan pada sisi glutea pasien dan masukkan thermometer ke
PROSEDUR dalam rectal jangan sampai berubah tempatnya dan ukur suhu.
8. Setelah 3-5 menit angkat thermometer.
9. Catat hasil.
10. Bersihkan thermometer dengan kertas tisu.
11. Cuci dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih, dan keringkan.
12. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :
PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
PUSKE VITAL HALAMAN : 1/1
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pengukuran Suhu Tubuh Secara Aksila
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN Pengukuran suhu tubuh dilakukan untuk mengetahui rentang suhu tubuh.
Nilai hasil pemeriksaan suhu merupakan indicator untuk menilai keseimbangan antara
URAIAN
pembentukan dan pengeluaran panas.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan
1. Thermometer
2. Tiga buah botol
Botol pertama berisi larutan sabun
Botol kedua berisi larutan desinfektan
Botol ketiga berisi air bersih.
PERALATAN
3. Bengkok
4. Kertas/tisu
5. Buku catatan suhu
6. Sarung tangan

1. Jelaskan prosedur pada klien


2. Cuci tangan
3. Gunakan sarung tangan
4. Atur posisi pasien (manusia coba).
5. Tentukan letak aksila dan bersihkan daerah aksila dengan menggunakan tisu.
6. Turungkan suhu thermometer di bawah 34 - 35oC
PROSEDUR 7. Letakkan thermometer di bawah aksila dan lengan pasien fleksi di atas dada.
8. Setelah 3-10 menit thermometer diangkat dan dibaca hasilnya
9. Catat hasil.
10. Bersihkan thermometer dengan kertas tisu.
11. Cuci dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih, dan keringkan.
12. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
NOMOR REVISI :

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
VITAL HALAMAN : 1/1
PUSKE
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pemeriksaan Denyut Nadi
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindak lanjut keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Mengetahui denyut nadi (irama, frekuensi, dan kekuatan).
2. Menilai kemampuan fungsi kardiovaskular.
Niali denyut nadi merupakan indicator untuk menilai system kardiovaskular. Pemeriksaan
denyut nadi dapat dilakukan pada daerah arteri radialis pada pergelangan tangan, arteri
URAIAN
brakhialis pada siku bagian dalam, arteri karotis pada leher, arteri temporalis, arteri
femoralis, arteri dorsalis pedis, dan pada arteri frontalis pada bayi.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Arloji (jam) atau stop-watch


PERALATAN 2. Buku catatan nadi
3. Pena

1. Jelaskan prosedur pada klien


2. Cuci tangan
3. Atur posisi pasien (manusia coba).
4. Letakkan kedua lengan telentang di sisi tubuh.
PROSEDUR 5. Tentukan letak arteri (denyut nadi yang akan dihitung).
6. Periksa denyut nadi (arteri) dengan menggunakan ujung jari telunjuk,jari tengah,dan
jari manis. Tentukan frekuensi permenit dan keteraturan irama, dan kekuatan
denyutan.
7. Catat hasil.
8. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
NOMOR REVISI :

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
VITAL HALAMAN : 1/1
PUSKE
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pemeriksaan Pernapasan
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Mengetahui frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan.
2. Menilai kemampuan funsi pernapasan.
Nilai pemeriksaan pernapasan merupakan salah satu indicator untuk mengetahui fungsi
URAIAN system pernapasan yang terdiri dari mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon
dioksida dalam paru dan pengaturan keseimbangan asm basa.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Arloji (jam) atau stop-watch


PERALATAN 2. Buku catatan nadi
3. Pena

1. Jelaskan prosedur pada klien


2. Cuci tangan
PROSEDUR 3. Atur posisi pasien (manusia coba).
4. Hitung frekuensi dan irama pernapasan.
5. Catat hasil.
6. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :
PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
PUSKE VITAL HALAMAN : 1/2
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pemeriksaan Tekanan Darah
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN Mengetahui nilai tekanan darah
Niali tekanan darah merupakan indicator untuk menilai system kardiovasikular bersamaan
dengan pemeriksaan nadi dengan menggunakan dua cara yaitu palpasi yang mengukur
URAIAN
tekanan sistolik dan austulkasi yang dapat mengukur tekanan sistolik dan diastolic dan cara
ini menggunakan alat steteskop.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Sfigmomanometer (tesnsimeter) yang terdiri dari :


Manometer air raksa + klep penutup dan pembuka
Manset udara
Slang karet
PERALATAN
Pompa udara dari karet + sekrup pembuka dan penutup.
2. Steteskop.
3. Buku catatan tanda vital
4. Pena

Cara Palpasi
1. Jelaskan prosedur pada klien
2. Cuci tangan
3. Atur posisi pasien (manusia coba).
4. Letakkan lengan yang hendak diukur pada posisi telentang.
5. Lengan baju dibuka
6. Pasang manset pada lengan kanan/ kiri atas sekitar 3 cm di atas fossa cubiti (jangan
terlalu ketat maupun terlalu longgar).
7. Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra/sinistra.
8. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri radialis tidak teraba.
9. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mm Hg lebih tinggi dari titik radialis
tidak teraba.
10. Letakkan diagfragma stetoskop diatas nadi brakhialis dan kempeskan balon udara
manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan memutar sekrup pada
PROSEDUR
pompa udara berlawanan arah jarum jam.
11. Catat mm Hg manometer saat pertama kali denyut nadi teraba kembali. Nilai ini
menunjukkan tekanan sistolik secara palpasi.
12. Catat hasil
13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
Cara Aulkultasi
1. Jelaskan prosedur pada klien
2. Cuci tangan
3. Atur posisi pasien (manusia coba).
4. Letakkan lengan yang hendak diukur pada posisi telentang.
5. Lengan baju dibuka
6. Pasang manset pada lengan kanan/ kiri atas sekitar 3 cm di atas fossa cubiti (jangan
terlalu ketat maupun terlalu longgar).
7. Tentukan denyut nadi arteri radialis dekstra/sinistra.
8. Pompa balon udara manset sampai denyut nadi arteri radialis tidak teraba.
SOP NOMOR DOKUMEN :
(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
NOMOR REVISI :

PEMERIKSAAN TANDA-TANDA
VITAL HALAMAN : 2/2
PUSKE
SMAS MALA-MALA
9. Pompa terus sampai manometer setinggi 20 mm Hg lebih tinggi dari titik radialis
tidak teraba.
10. Letakkan diagfragma stetoskop diatas nadi brakhialis dan dengarkan
11. Kempeskan balon udara manset secara perlahan dan berkesinambungan dengan
memutar sekrup pada pompa udara berlawanan arah jarum jam
12. Catat tinggi air raksa manometer saat pertama kali terdengar kembali denyut.
PROSEDUR
13. Catat tinggi air raksa pada manometer:
Suara korotkoff I : menunjukkan besarnya tekanan sistolik secara auskultasi.
Suara korotkoff IV / V : menunjukkan besarnya tekanan diastolic secara
auskultasi.

14. Catat hasilnya pada catatan pasien.


15. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional Prosedur) TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
NOMOR REVISI :

PEMBERIAN CAIRAN MELALUI


INFUS HALAMAN : 1/1
PUSKE
SMAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pemasangan Infus
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Memenuhi kebutuhan caiiran dan elektrolit
2. Infus pengobatan dan pemberian nutrisi
Tindakan keperawatan ini dilakukan pada klien yang memerlukan masukan cairan
URAIAN melalui intravena (infus). Pemberian cairan infuse dapat diberikan pada pasien yang
mengalami pengeluaran cairan atau nutrisi yang berat.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan
1. Standar infuse
2. Set infuse
3. Cairan sesuai dengan program medic
4. Jarum infuse dengan ukuran yang sesuai
5. Pengalas
6. Torniket
PERALATAN
7. Kapas alcohol
8. Plester
9. Gunting
10. Kasa steril
11. Betadin
12. Sarung tangan
1. Jelaskan prosedur yang dilakukan
2. Cuci tangan
3. Hubungkan cairan dan infuse set dengan menusukkan ke bagian karet atau
akses selang ke botol infuse.
4. Isi cairan ke dalam set infuse dengan menekan ruang tetesan hingga terisi
sebagian dan buka klem slang hingga cairan memenuhi slang dan udara slang
keluar.
5. Letakkan pengalas di bawah tempat (vena) yang akan dilakukan penginfusan.
6. Lakukan pembendungan dengan torniket (karet pembendung) 10-12 cm di atas
tempat penusukan dan anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan
sirkular (bila sadar).
7. Gunakan sarungtangan steril
PROSEDUR 8. Desinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alcohol.
9. Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah vena
dan posisi jarum (abocath) mengarah ke atas.
10. Perhatikan keluarnya darah melalui jarum (abocath/surflo). Apabila saat
penusukan terjadi pengeluaran darah melalui jarum (abocath/surflo) maka tarik
keluar bagian dalam (jarum) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena.
11. Setelah jarum infuse bagian dalam dilepaskan/keluarkan, tahan bagian atas
vena dengan menekan dengan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar.
Kemudian bagian infuse dihubungkan/disambungkan dengan slang infuse.
12. Buka pengatur tetesan dan atur kecepatan sesuai dengan dosis yang diberikan.
13. Lakukan fiksasi dengan kasa steril.
14. Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan infuse serta catat ukuran jarum.
15. lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.
16. Catat jenis cairan, letak infuse, kecepatan aliran, ukuran, dan tipe jarum infuse.

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

PUS
KATETERISASI PERKEMIHAN
HALAMAN : 1/1
KESMAS MALA-
MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pemasangan Kateter Perkemihan Pria
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Menghilangkan ketidak nyamanan karena distensi kandung kemih
2. Mendapatkan urine steril untuk specimen.
3. Pengkajian residu urine.
4. Penatalaksanaan pasien yang dirawat karena trauma medulla spinalis, gangguan
neuromuscular, atau inkompeten kandung kemih, serta pasca oprasi besar.
5. Mengatasi obstruksi aliran urine.
6. Mengatasi retensi perkemihan.
Kateterisasi perkemihan adalah tindakan memasukkan slang karet atau plastic melalui
URAIAN uretra dan masuk kedalam kandung kemih. Terdapat dua jenis kateterisasi perkemihan,
yaitu menetap dan intermiten.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan
1. Sarung tangan steril
2. Kateter steril (sesuai dengan ukuran dan jenis)
3. Duk steril
4. Minyak pelumas/jeli
5. Larutan pembersih anti septic (kapas sublimat)
PERALATAN 6. Spuit yang berisi cairan atau udara.
7. Perlak
8. Pinset anatomi
9. Bengkok
10. Kantung penampung urine
11. sampiran
1. Jelaskan prosedur pada klien
2. Cuci tangan
3. Pasang sampiran
4. Pasang perlak
5. Gunakan sarung tangan steril
6. Pasang duk steril
7. Tangan kiri memegang penis lalu prepusium ditarik sedikit ke pangkalnya dan
bersihkan dengan kapas sublimat.
8. Kateter diberi minyak pelumas atau jeli pada ujungnya ( 12,5 17,5 cm)lalu
masukkan perlahan (( 17,5 - 20 cm) dan sambil anjurkan pasien menarik nafas
PROSEDUR
dalam.
9. Jika tertahan jangan dipaksa.
10. Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquades atau sejenisnya untuk kateter
menetap, dan bila intermiten tarik kembali sambil pasien diminta menarik nafas
dalam.
11. Sambung kateter dengan kantung penampung dan fiksasi ke arah atas
paha/abdomen.
12. Rapikan alat
13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
14. Catat prosedur dan respons pasien.

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

PUS
KATETERISASI PERKEMIHAN
HALAMAN : 1/1
KESMAS MALA-
MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pemasangan Kateter Perkemihan Wanita
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Menghilangkan ketidak nyamanan karena distensi kandung kemih
2. Mendapatkan urine steril untuk specimen.
3. Pengkajian residu urine.
4. Penatalaksanaan pasien yang dirawat karena trauma medulla spinalis, gangguan
neuromuscular, atau inkompeten kandung kemih, serta pasca oprasi besar.
5. Mengatasi obstruksi aliran urine.
6. Mengatasi retensi perkemihan.
Kateterisasi perkemihan adalah tindakan memasukkan slang karet atau plastic melalui
URAIAN uretra dan masuk kedalam kandung kemih. Terdapat dua jenis kateterisasi perkemihan,
yaitu menetap dan intermiten.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan
1. Sarung tangan steril
2. Kateter steril (sesuai dengan ukuran dan jenis)
3. Duk steril
4. Minyak pelumas/jeli
5. Larutan pembersih anti septic (kapas sublimat)
PERALATAN 6. Spuit yang berisi cairan atau udara.
7. Perlak
8. Pinset anatomi
9. Bengkok
10. Kantung penampung urine
11. sampiran
1. Jelaskan prosedur
2. Cuci tangan
3. Pasang sampiran
4. Pasang perlak
5. Gunakan sarung tangan steril
6. Pasang duk steril di sekitar alat genital.
7. Bersihkan vulva dengan kapas sublimat dengan arah dari atas ke bawah ( 3 kali
hingga bersih).
8. Buka labia mayora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri dan bersihkan bagian
dalam.
PROSEDUR
9. Kateter diberi minyak pelumas atau jeli pada ujungnya ( 2,5 5 cm) lalu masukkan
perlahan dan minta pasien menarik nafas dalam, masukkan ( 2,5 - 5 cm) atau hingga
urine keluar.
10. Setelah kateter masuk, isi balon dengan cairan aquades atau sejenisnya untuk kateter
menetap, dan bila intermiten tarik kembali sambil pasien diminta menarik nafas
dalam.
11. Sambung kateter dengan kantung penampung dan fiksasi ke arah samping.
12. Rapikan alat
13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
14. Catat prosedur dan respons pasien.

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

PUS
PEMBERIAN OKSIGEN
HALAMAN : 1/1
KESMAS MALA-
MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Pemasangan Oksigen Kateter Nasal
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Memenuhi kebutuhan oksigen
2. Mencegah terjadinya hipoksia.
Pemberian oksigen berupa pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran
URAIAN pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen pada klien dapat
melalui 3 cara, yaitu kateter nasal, kanula nasal, dan masker oksigen.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter dan humidifier


2. Kateter nasal, kanula nasal, atau masker.
PERALATAN
3. vaselin/jeli.
4. Spatel

1. Jelaskan prosedur yang dilakukan


2. Cuci tangan
3. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 1-6
liter/menit. Kemudian observasi humidifier dengan melihat air bergelembung.
4. Atur posisi dengan semi Fowler.
5. Ukur kateter nasal dimulai dari lubang telinga sampai ke hidung dan berikan tanda.
6. Buka saluran udra dari tabung oksigen
7. Berikan minyak pelumas (vaselin /jeli)
PROSEDUR
8. Masukkan ke dalam hidung sampai batas yang ditentukan
9. Lakukan pengecekan kateter apakah sudah masuk atau belum dengan menekan lidah
pasien menggunakan spatel (akan terlihat posisinya di belakang uvula).
10. Fiksasi pada daerah hidung.
11. Periksa kateter nasal tiap 6-8 jam
12. Kaji cuping, septum, dan mukos hidung serta periksa kecepatan aliran oksigen setiap
6-8 jam
13. Catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian dan respons klien.
14. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

PU
PEMBERIAN OKSIGEN
HALAMAN : 1/1
SKESMAS MALA-
MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA Pemasangan Oksigen Kanula Nasal
PEKERJAAN
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Memenuhi kebutuhan oksigen
2. Mencegah terjadinya hipoksia.
Pemberian oksigen berupa pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran
URAIAN pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen pada klien dapat
melalui 3 cara, yaitu kateter nasal, kanula nasal, dan masker oksigen.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter dan humidifier


PERALATAN 2. Kateter nasal, kanula nasal, atau masker.
3. vaselin/jeli.

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan


2. Cuci tangan
3. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 1-6
liter/menit. Kemudian observasi humidifier dengan melihat bergelembung air.
PROSEDUR 4. Pasang kanula nasal pada hidung dan atur pengikat untuk kenyamanan pasien.
5. Periksa kanula tiap 6-8 jam.
6. Kaji cuping, septum, dan mukosa hidung serta periksa kecepatan aliran oksigen tiap
6-8 jam.
7. Catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian, dan respons klien.
8. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


TANGGAL TERBIT :
(Standar Operasional Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

PU
PEMBERIAN OKSIGEN
HALAMAN : 1/1
SKESMAS MALA-
MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA
Pemasangan Masker Oksigen
PEKERJAAN
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Memenuhi kebutuhan oksigen
2. Mencegah terjadinya hipoksia.
Pemberian oksigen berupa pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran
URAIAN pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen pada klien dapat
melalui 3 cara, yaitu kateter nasal, kanula nasal, dan masker oksigen.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter dan humidifier


PERALATAN 2. Kateter nasal, kanula nasal, atau masker.

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan


2. Cuci tangan
3. Atur posisi dengan semi-Fowler.
4. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 6 - 10
liter/menit. Kemudian observasi humidifier pada tabung air yang menunjukkan
PROSEDUR
adanya gelembung.
5. Tempatkan masker oksigen di atas mulut dan hidung pasien dan atur pengikat untuk
kenyamanan pasien.
6. Periksa kecepatan aliran tiap 6-8 jam.
7. Catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian, dan respons klien.
8. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional TANGGAL TERBIT :
Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

PEMASANGAN SLANG
NASOGASTRIK (NGT) HALAMAN : 1/2
PUSKES
MAS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Memasang Slang NGT
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Memasukkan makanan cair atau obat-obatan cair atau padat yang dicairkan.
2. Mengeluarkan cairan/isi lambung dan gas yang ada dalam lambung.
3. Mengirigasi karena perdarahan/keracunan dalam lambung.
4. Mencegah atau mengurangi mual dan muntah setelah pembedahan atau
trauma.
5. Mengambil specimen pada lambung untuk studi laboratorium.
URAIAN Melakukan pemasangan dari rongga hidung ke lambung.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter dan Perawat

1. NGT No.14 atau 16 (untuk anak lebih kecil)


2. Jeli
3. Sudip lidah
4. Sarung tangan
5. Senter
PERALATAN
6. Spuit/alat suntik ukuran 50-100 cc
7. Plester
8. Stetoskop
9. Handuk
10. Tisu
11. Bengkok
1. Dekatkan alat ke samping klien
2. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dengan tujuannya.
3. Cuci tangan
4. Bantu pasien pada posisi high fowler
5. Pasang handuk pada dada klien, letakkan tisu wajah dalam jangkauan klien.
6. Memakai sarung tangan.
7. Untuk menentukan insersi NGT, minta klien untuk rileks dan bernapas normal
dengan menutup satu hidung kemudian mengulanginya dengan menutup
hidung yang lain.
8. Mengukur panjang slang yang akan dimasukkan dengan menggunakan:
Metode Tradisional
Ukur jarak dari puncak lubang hidung ke daun telinga bawah dan ke
PROSEDUR
prosesus xifoideus di sternum.
Metode Hanson
Mula-mula tandai 50 cm pada slang kemudian lakukan pengukuran
dengan metode tradisional. Slang yang akan dimasukkan pertengahan
antara 50cm dan tanda tradisional.
9. Beri tanda pada panjang slang yang sudah diukur dengan menggunakan
plester.
10. Oleskan jeli pada NGT sepanjang 10-20 cm.
11. Ingatkan klien bahwa slang akan segera dimasukkan dan instruksikan klien
untuk mengatur posisi kepala ekstensi, masukkan slang melalui lubang hidung
yang telah ditentukan.
12. Lanjutkan memasukkan slang sepanjang rongga hidung. Jika terasa agak
tertahan, putarlah slang dan jangan dipaksakan untuk dimasukkan.
SOP NOMOR DOKUMEN :
(Standar Operasional TANGGAL TERBIT :
Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :
PEMASANGAN SLANG
PUSKES NASOGASTRIK (NGT) HALAMAN : 2/2
MAS MALA-MALA
13. Lanjutkan memasang slang sampai melewati nasofaring. Setelah melewati
nasofaring (3-4 cm) anjurkan klien untuk menekuk leher dan menelan.
14. Dorong klien untuk menelan dengan memberikan sedikit air minum (jika
perlu). Tekankan pentingnya bernapas lewat mulut.
15. Jangan memaksakan slang untuk masuk. Jika ada hambatan atau klien
tersedak, sianosis, hentikan mendorong slang. Periksa posisi slang di
belakangtenggorok dengan menggunakan sulip lidah dan senter.
16. Jika telah selesai memasang NGT sampai ujung yang telah dintentukan,
anjurkan klien rileks dan bernapas normal
17. Periksa letak slang dengan:
Memasang spuit pada ujung NGT, memasang bagian diafragma
stetoskop pada perut di kuadran kiri atas klien (lambung) kemudian
suntikkan 10-20cc udara bersamaan dengan auskultasi abdomen.
Mengaspirasi pelan-pelan untuk mendapatkan isi lambung.
PROSEDUR Memasukkan ujung bagian luar slang NGT ke dalam mangkuk yang
berisi air. Jika terdapat gelembung udara, slang masuk ke dalam paru-
paru. Jika tidak terdapat gelembung udara , slang masuk ke dalam
lambung.
18. Oleskan alcohol pada ujung hidung klien dan biarkan sampai kering.
19. Fiksasi slang dengan plester dan hindari penekanan pada hidung.
Potong 10 cm plester, belah menjadi dua sepanjang 5 cm pada salah satu
ujungnya. Memasang ujung yang tidak dibelah pada batang hidung klien
dan silang kan plester pada slang yang keluar dari hidung.
Tempelkan ujung NGT pada baju klien dengan memasang plester pada
ujungnya dan penitikan pada baju.
20. Evaluasi klien setelah terpasang NGT.
21. Rapikan alat-alat
22. Cuci tangan
23. Dokumentasikan hasil tindakan pada catatan perawatan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional TANGGAL TERBIT :
Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

INJEKSI INTRAMUSKULER
PUSKESM HALAMAN : 1/1
AS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Injeksi Intramuskuler
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN Memasukkan sejumlah obat pada jaringan otot untuk diabsorbsi.
Injeksi intramuskuler adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke
URAIAN
dalam jaringan otot dengan menggunakan spuit.
KEBIJAKAN Semua dokter,perawat atau bidan yang memberikan tindakan keperawatan
PETUGAS Dokter, Perawat atau Bidan

1. Buku catatan pemberian obat atau kartu obat


2. Kapas alcohol
3. Sarung tangan sekali pakai
4. Obat yang sesuai
5. Spuit 2-5 ml dengan ukuran 21-25, panjang jarum 1-2 inci (atau bergantung
PERALATAN pada kebutuhan dan ketebalan otot, jenis obat, dan usia klien)
6. Bak spuit
7. Baki obat
8. Plester
9. Kasa steril (jika perlu)
10. Bengkok

9. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan


10. Cuci tangan
11. Atur posisi dengan semi-Fowler.
12. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 6 -
10 liter/menit. Kemudian observasi humidifier pada tabung air yang
PROSEDUR menunjukkan adanya gelembung.
13. Tempatkan masker oksigen di atas mulut dan hidung pasien dan atur
pengikat untuk kenyamanan pasien.
14. Periksa kecepatan aliran tiap 6-8 jam.
15. Catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian, dan respons klien.
16. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional TANGGAL TERBIT :
Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :

PENYUNTIKAN DI RUANG
TINDAKAN HALAMAN : 1/1
PUSKESM
AS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Penyuntikan
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Sebagai tindakan pengobatan
2. Sebagai tindakan penanganan emergensi
Memasukkan obat dengan cara memasukkan jarum ke bagian tubuh tertentu yang
dilakukan di ruang tindakan
Injeksi Sub Cutan (SC) : penyuntikan di bawah kulit
URAIAN Injeksi Intra Muskular (IM) : penyuntikan ke dalam otot
Injeksi Intra Vena (IV) : penyuntikan Ke dalam pembuluh darah vena
Piatalaksanaan syok anafilaktik : penyuntikan adrenalin 0,3 cc SC/IM bila pasien
syok syok setelah penyuntikan
KEBIJAKAN Pasien yang memerlukan tindakan injeksi
PETUGAS Tenaga medis dan paramedic yang terampil

1. Buku catatan pemberian obat atau kartu obat


2. Kapas alcohol
3. Sarung tangan sekali pakai
4. Obat yang sesuai
5. Spuit 2-5 ml dengan ukuran 21-25, panjang jarum 1-2 inci (atau bergantung
PERALATAN pada kebutuhan dan ketebalan otot, jenis obat, dan usia klien)
6. Bak spuit
7. Baki obat
8. Plester
9. Kasa steril (jika perlu)
10. Bengkok

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan


2. Cuci tangan
3. Pasien resep suntik ke ruang tindakan setelah pemeriksaan.
4. Petugas membaca resep suntik
5. Petugas mempersiapkan alat suntik dan obat suntik sesuai dengan resep.
6. Petugas mengaspirasi obat suntik ke dalam spuit.
7. Petugas melakukan skin test untuk obat-obat tertentu
8. Petugas melakukan asepsis / antisepsis daerah penyuntikan
9. Petugas menusuk jarum di daerah suntik
10. Petugas melakukan aspirasi bila :
PROSEDUR
Darah (+) : daerah suntik diperdalam atau dipindahkan lalu
disuntikkan
Darah (-) : obat suntik disuntikkan
11. Petugas mencabut jarum suntik
12. Petugas mengatasi bila terjadi syok anafilaktif dengan adrenalin 0,3 cc SC/IM
sambil mengawasi tanda vital sampai syok teratasi
13. Petugas melakukan asepsi daerah bekas suntik
14. Petugas membersihkan dan membuang alat suntik
15. Petugas memberikan resep kembali kepada pasien untuk mengambil obat di
apotik.
SOP NOMOR DOKUMEN :
(Standar Operasional TANGGAL TERBIT :
Prosedur) 03-01-2013
NOMOR REVISI :
PELAYANAN TINDAKAN
PUSKESM
AS MALA-MALA HECTING (JAHIT LUKA) HALAMAN : 1/1
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Menjahit Luka Terbuka
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN 1. Mencegah terjadinya infeksi pada luka
2. Mempercepat proses penyembuhan luka terbuka
URAIAN
KEBIJAKAN 1. Luka terbuka dan dalam
2. Luka pasca operasi kecil
PETUGAS Tenaga Medis dan Paramedis yang terampil

1. Hecting Set
2. Sarung Tangan
PERALATAN 3. H2O2
4. Betadin
5. Kasa Steril
6. plester

1. Pasien luka di bawah ke Ruang Tindakan


2. Petugas menyiapkan anestesi local dan alat hecting steril
3. Petugas mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan steril
4. Petugas melakukan antiseptis pada daerah luka dan menutupnya dengan
kain steril
5. Petugas melakukan anestesi dengan lidocain pada sekitar tepi luka.
6. Petugas membersihkan luka dengan betadin pada luka yang bersih dan
dengan H2O2, cairan steril serta betadin pada luka yang kotor.
PROSEDUR
7. Petugas menjahit luka dengan alat hecting yang telah disterilkan.
8. Petugas merapikan jahitan dengan pinset cirurgis.
9. Petugas membersihkan jahitan dengan betadin.
10. Petugas menutup luka dengan kasa steril dan rekatkan dengan plester.
11. Petugas memberikan ATS bila diperlukan tergantung dari sifat luka, kondisi
luka dan status imunisasi sebelumnya.
12. Petugas menganjurkan pada pasien agar control kembali setelah 2 hari lagi.
13. Petugas memberikan resep antibiotika dan analgetik untuk diambil di apotik.
14. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

SOP NOMOR DOKUMEN :


(Standar Operasional TANGGAL TERBIT :
03-01-2013
Prosedur)

NOMOR REVISI :
PELAYANAN TINDAKAN
PUSKESM LUKA KULIT KEPALA HALAMAN : 1/1
AS MALA-MALA
Dibuat Oleh Disetujui Oleh Disahkan Oleh
Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Ka. Pusk
Unit Gawat Darurat Masyarakat, DINKES Mala-Mala

Nama:Hasrawati, S.Kep.Ns Nama: Nama:Zakaria Amir, SKM


Nip : 198405082009032009 Nip : Nip :
196009121984121002
NAMA PEKERJAAN Penanganan Luka Di Daerah Kulit
Kepala
RUANG LINGKUP Prosedur ini dilakukan dalam menangani tindakan keperawatan di ruang UGD
TUJUAN Sebagai pedoman kerja bagi petugas medis/paramedic dalam mennangani luka
pada kulit kepala
URAIAN
KEBIJAKAN Didilakukan pada luka di daerah kulit kepala
PETUGAS Tenaga Medis dan Paramedis yang terampil

1. Pisau cukur
2. Gaas steril
3. Lidokain 2%
4. Adrenalin
PERALATAN 5. Aquabidest
6. Spuit
7. NaCl 0,9%
8. Chromoc/vieril/dexon
9. Silk/nylon

1. Cukur rambut 3 cm di sekitarnya


2. Desinfektan kulit di sekitarnya.
3. Local anestesi (dewasa : lidokain 1%, adrenalin 1 : 100.000). cara
membuatnya 1 ml adrenalin (1/1000) ditambahkan 9 ml aqua kemudian
buang 9 ml, sisanya 1 ml ditambahkan 5 ml lidokain 2% dan 4 ml aquabidest.
4. Eksplorasi cari adanya likuor, jaringan otak, deformitas tilang ( bila ada maka
cuci dengan NaCl 0,9 % steril secukupnya tampa merangsang perdarahan
PROSEDUR
baru, tutup kasa steril, bebat lalu rujuk).
5. Cuci dengan larutan NaCl 0,9% steril sebersih-bersihnya.
6. Rawat perdarahan
7. Jahit luka 2 lapis:
Galea dijahit dengan chromic/vicril/dexon
Kutis dan subkutis dengan silk/nylon
8. Jahitan diangkat hari ke_ 5