Anda di halaman 1dari 9

6 Februari 2008

FLUIDA
DINAMIS

PENDAHULUAN
Secara sederhana gerak fluida dapat dibedakan ke
dalam 2 jenis :

Aliran laminer
Setiap partikel di dalam zat cair
mengikuti lintasan yang mulus, dan
lintasan ini tidak saling berseberangan

Aliran turbulen
Ditandai dengan lingkaran-lingkaran
tak menentu, kecil dan menyerupai
pusaran

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 1
6 Februari 2008

ALIRAN FLUIDA
Laju aliran massa didefinisikan sebagai massa m
dari fluida yang melewati titik tertentu per satuan
waktu t

Volume fluida yang melewati luasan A1 adalah A1l1

HUKUM KONTINUITAS

tidak ada aliran fluida yang


laju aliran A1 dan A2 harus sama masuk atau keluar melalui
sisi-sisi.

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 2
6 Februari 2008

HUKUM BERNOULLI

Kerja yang dilakukan pada satu satuan volume fluida


oleh fluida sekitarnya adalah sama dengan jumlah
perubahan energi kinetik dan energi potensial tiap satu
satuan volume yang terjadi selama aliran.

Hukum tersebut:
Berlaku untuk Fluida ideal
- Fluida yang mengalir harus laminer
- Fluida tidak dapat ditekan
- Viskositas cukup kecil sehingga dapat diabaikan

PERSAMAAN BERNAULLI

Pada titik 1 akan


Melakukan kerja
terhadap fluida sebesar

Pada titik 2 akan Melakukan


kerja terhadap fluida
sebesar

Kerja yang dilakukan


berlawanan dengan arah
gerak fluida

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 3
6 Februari 2008

PERSAMAAN BERNAULLI

Kerja yang dilakukan oleh gravitasi :

Kerja total yang dilakukan pada fluida:

Prinsip kerja Energi:


Kerja total = perubahan energi kinetiknya

Massa m mempunyai volume


m V Al

Subtitusikan !
1 1
A2 l2v22 A1l1v12 P1 A1l1 P2 A2 l2 A2 l2 gy2 A1l1 gy1
2 2
Dibagi dengan

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 4
6 Februari 2008

PERSAMAAN TORRICELLI
Diameter bejana >>
diameter kran

A1 v1 = A2 v2
v2 0

Tekanan di P1 = P2

PERSAMAAN TORRICELLI

Pada permukaan datar


(y1 = y2)

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 5
6 Februari 2008

PIPA VENTURIMETER
Digunakan sebagai alat
pengukur laju aliran
fluida dalam pipa

Ketinggian pada titik 1


dan titik 2 adalah sama,
y1 = y2

Mensubstitusikan
persamaan kontinuitas,
v2 = (A1/A2)v1 , didapat :

PIPA VENTURIMETER

Karena A1 lebih besar dari A2, v2 lebih besar dari v1


dan tekanan p2 dalam leher lebih kecil dari p1.

Selisih tekanan p1 p2 sama dengan gh

sehingga di dapat :

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 6
6 Februari 2008

Viskositas
Didefinisikan sebagai gesekan internal dalam fluida
Gaya gesekan antara lapisan-lapisan yang bersisian
pada waktu lapisan-lapisan tersebut bergerak.

Viskositas akan mencegah fluida untuk mengalir bebas

Perbedaan karakter antar fluida dinotasikan sebagai


koefisien viskositas,

Fluida yang dibatasi


Bila lempeng bagianoleh
ataspipa yang terbuat dari lempeng bebas
digerakkan

Terjadi regangan geser


pada fluida

v
Gradien kec.: perubahan kec per satuan jarak
l
Gaya yang dibutuhkan untuk menggerakkan lempeng
di atas fluida sebanding dengan luas fluida yang
bersentuhan dengan lempeng, A
v
F A
l

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 7
6 Februari 2008

Viscositas didefinisikan sebagai rasio


tegangan geser terhadap F
laju regangan: v
A

Fl
Ns / m 2
vA
dyne.s / cm 2 poise

1 poise 1 dyne. s / cm2 101 N . s / m 2

Tabel koefisien viskositas berbagai


fluida:

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 8
6 Februari 2008

Laju pada setiap titik sebanding dengan perubahan tekanan per


satuan panjang, (p2 p1)/L

Aliran selalu menuju penurunan tekanan

Total aliran Volume :

dV R 4 P1 P2
Persamaan Poisseuille
dt 8 L

Dr. Eng. Udi Harmoko _ Lab Geofisika,


Universitas Diponegoro 9