Anda di halaman 1dari 39

VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

MODUL -4
SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Kode : IKK.365
Materi Belajar -5, dan 6

Pendidikan S1
Pemintan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri
Program Studi Imu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan
Universitas Esa Unggul

Disusun oleh,
Ir . LATAR MUHAMMAD ARIF, MSc

UNIVERSITAS ESA UNGGUL


Tahun 2013

Halaman 4-1
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Judul Materi : SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

I. PENDAHULUAN

1. Pengantar

Dalam study ini mahasiswa akan diberikan pengetahuan mengenai prinsip pengenceran udara ;
dengan persamaan pengenceran udara, serta menghitung kosentrasi pengenceran udara,dan
perubahan Kosentrasi Kontaminan, NAB Campuran yang mempunyai dampak kesehatan tenaga
kerja, serta sistim ventilasi pengenceran udara untuk bahaya kebakaran dan ledakan, sistim
pertukaram panas/heatt Balance and Exchang disertai dengan pengendalian sismtim ventilasi
pengenceran udara

2. Ruang Lingkup materi; meliputi ;

4.1. Pengenalan
4.2. Prinsip pengenceran udara
4.2.1. Persamaan pengenceran udara
4.2.2. Menghitung kosentrasi pengenceran udara
4.2.3. Perubahan kosentasi kontaminan
4.3. Nilai ambang batas campuran- dampak kesehatan
4.4 Ventilasi pengenceran udara untuk ledakan bahaya kebakaran dan ledakan
4.5. Pertukaran panas/heat balance an exchange
4.6. Monotoring lingkungan kerja
4.7 Sistim pengendalian
4.8. Perencanaan sistim ventilasi pengenceran udara, dengan metode
ASHARE.stadard

II. KOPETENSI DASAR

Untuk meyakinkan serta memberikan dasar pengetahuan mahasiswa untuk mendesain atau
redesain Sistim ventilasi pengenceran udara dari satu bahan kimia berbahaya yang bereaksi
terhadap sistim atau organ yang sama, di suatu lingkungan kerja, dengan standard ACGIH atau
ASHARE

IV. KEMAMPUAN YANG DIHARAPKAN


Diharapan mahasiswa dapat memahami prinsip kerja Sistim ventilasi pengenceran udara, yaitu
dengan cara mengencerkan udara yang terkontaminasi atau mengandung gas yang mudah
terbakar dengan meniupkan udara ketempat kerja dan mengeluarkan kembali lewat saluran
buang, serta dapat menghitung besarnya kosentarsi gas, atau uap yang diperkenakan dalan
suatu ruang harus sesuai dengan peraturan atau, norma, yang berunjuk pada rekomendasi
teknis ; Nilai Ambang Batas (NAB Permenakertrans No.PER.13/MEN/X/2011 tahun 2011,
tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di tempat kerja), atau TLV- American
Conference of Governmental Industrial Hygienists ACGIH, serta dapat meng kombinasi
pengaruhnya, Nilai Ambang Batas (NAB) campuran dari bahan kimia tersebut, dapat diketahui
dengan menghitung dari jumlah perbandingan diantara kadar Nilai Ambang Batas (NAB) masing-
masing dengan rumus- rumus

Halaman 4-2
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

V. KEGIATAN BELAJAR

halaman
4.1. Pengenalan .........................................4.4
4.2. Prinsip pengenceran udara .................................4-5
4.2.1. Persamaan pengenceran udara .........................................4-5
4.2.2. Menghitung kosentrasi pengenceran udara ............................................4-7
4.2.3. Perubahan kosentasi kontaminan .............................................4-9
4.3. Nilai ambang batas campuran- dampak kesehatan ........................................4-13
4.4 Ventilasi pengenceran udara untuk ledakan bahaya ........................................4-15
kebakaran dan ledakan
4.5. Pertukaran panas/heat balance an exchange ........................................4-15
4.6. Monotoring lingkungan kerja ..........................................4-17
4.7 Sistim pengendalian ............................................4-22
4.8. Perencanaan sistim ventilasi pengenceran udara, dengan .........................................4-24
metode ASHARE.stadard
Daftr pustaka .....................................4-39

Halaman 4-3
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Modul - 4
SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

4.1. PENDAHULUAN

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian pertama bahwa Sistim ventilasi pengenceran udara, dicapai
dengan cara mengencerkan udara yang terkontaminasi atau mengandung gas yang mudah terbakar
dengan meniupkan udara ketempat kerja dan mengeluarkan kembali lewat saluran buang, dan lebih
efektif jika exhaust/fan terletak dekat dengan pekerja yang terpapar dan udara yang di makeup terletak di
belakang pekerja sehingga udara yang tercemar akan jauh dari zona pernapasan pekerja
Perancangan sistim ventilasi pengenceran udara didasarkan pada hipotesis bahwa konsentrasi polutan
adalah sama di seluruh ruang, dengan anggapan bahwa udara yang disuplai ke dalam ruang tersebut
bebas dari polutan, dan waktu awal konsentrasi dalam ruang adalah nol, dan perlu mengetahui dua fakta
untuk menghitung laju tingkat volume dari aliran udara diperlukan, yaitu :
(i) jumlah dari bahan pencemar yang dihasilkan dalam ruang, dan
(ii) tingkat konsentrasi lingkungan yang dicari (yang diduga akan sama di seluruh area).

Sistim Ventilasi Pengencran Udara, adalah pengenceran terhadap udara yang terkontaminasi di dalam
bangunan atau ruangan, dengan meniup udara bersih (tidak tercemar), tujuannya untuk mengendalikan
bahaya di tempat kerja.
Pemasukan dan pengeluaran udara dalam ruang terjadi disebabkan adanya perbedaan tekanan udara
luar dan dalam. Udara akan mengalir dari udara bertekanan tinggi ke udara bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan dapat terjadi karena adanya perbedaan suhu udara dan mengakibatkan terjadinya
perbedaan kerapatan udara atau berat jenis udara. Udara panas dengan berat jenis rendah mengalir
keatas, sedang udara dingin dengan berat jenis tinggi akan mengalir kebawah (proses turbelensi)

Diprediksi arus aliran ini, pada umumnya membutuhkan dosis penyuplaian yang besar (gambar, 4.1).
Adanya kontaminasi kimia, di sisi lain, tidak mengubah secara terukur kepadatan udara. Sementara
dalam keadaan murni polutan mungkin memiliki kepadatan yang sangat berbeda dari udara (biasanya
jauh lebih besar), mengingat, konsentrasi nyata yang ada di tempat kerja, campuran udara dan polutan
tidak memiliki kepadatan signifikan berbeda dari densitas udara murni.
Selain itu, harus ditunjukkan bahwa salah satu kesalahan paling umum yang dibuat dalam menerapkan
jenis ini adalah menyediakan ruang ventilasi hanya dengan extractors udara, tanpa pemikiran yang
memadai diberikan kepada intake udara.

Dalam kasus ini, efektivitas ventilator ekstraksi berkurang dan, oleh karena itu, kurs aktual ekstraksi
udara jauh lebih sedikit dari yang direncanakan.
Hasilnya adalah konsentrasi ambien polutan yang lebih besar dalam ruang yang diberikan daripada yang
awalnya dihitung. Untuk menghindari masalah ini beberapa pemikiran harus diberikan kepada bagaimana
udara akan dimasukkan ke dalam ruang.
Adalah dengan menggunakan ventilator immission serta ventilator ekstraksi.
Biasanya, laju ekstraksi harus lebih besar dari tingkat immission untuk memungkinkan untuk infiltrasi
melalui jendela dan bukaan lainnya.
Selain itu, disarankan untuk menjaga ruang di bawah tekanan sedikit negatif untuk mencegah
kontaminasi yang dihasilkan hanyut ke daerah-daerah yang tidak terkontaminasi.

Halaman 4-4
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

4.2. PRINSIP PENGENCERAN UDARA

4.2.1. Persamaan Pengenceran Udara

Untuk mempertahankan kosentari udara pada sistim ventilasi pengenceran udara, yang sifat
kosentrasinya konstan, yang terjadinya adanya keseimbangan antara udara tersuplay dengan besarnya
udara yang terkontaminan, maka persamaan tersebut akan terbentuk sebagai berikut :

Tingkat akumulasi = tingkat generatioan - tingkat penghapusan


Atau, dalam persamaan,

VdC = G.dt Q.C.dt ------------------- (4.1)

dimana :
V = volume ruang
G = generation rate
Q = efektif volumetric, flow rate
C = kosentrasi gas atau uap
t = waktu

untuk : dC = 0, maka ----- G.dt = Q.C.dt, dari persamaan integrasi dapat ditulis,

t2 t2
'
G. dt= Q .C . dt
t1 t1

Untuk kosentrasi (C) konstan, dan generation rate (G), dideferensialkan sebagai berikut ,

G(t2 - t1) = Q.C (t2 - t1)

G
Q= C ----------------- (4.2)

Dalam hal apapun, penggunaan rumus di atas membutuhkan pengetahuan yang cukup dan tepat untuk
menentukkan nilai-nilai dan K yang harus digunakan,

Q
Q = ----------------------- ( 4.3)
K
dimana ,
Q = efektif laju alir, dalam cfm
Q = aktual vintilation rate, dalam cfm
K = faktor keamanan (K = 1- 10)

Dari persamaan 4.2,dapat ditulis persamaan sbagai berikut ;

G
Q =( )K ------------------------- . (4.4)
C

Halaman 4-5
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Sumber, ACGIH, 1992

Gambar.4.1 K, factor untuk menentukan letak lokasi inlet dan exhaust

Faktor keamanan - K, di mana dan memiliki makna :

Halaman 4-6
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

1. Sebuah nilai K antara 1 dan 10 (gambar, 4.1) harus dipilih sebagai fungsi dari kemanjuran
campuran udara di ruang yang diberikan, dari toksisitas pelarut (semakin kecil, semakin besar
nilai K akan), dan setiap keadaan lain yang dianggap relevan oleh American Conference of
Governmental Industrial Hygienists (ACGIH), antara lain, mengutip lamanya proses, siklus dari
operasi dan lokasi yang biasa para pekerja sehubungan dengan sumber-sumber emisi polutan,
jumlah sumber-sumber dan lokasi mereka di ruang diberikan, musiman perubahan jumlah
ventilasi alami dan pengurangan diantisipasi dalam keberhasilan fungsional dari peralatan
ventilasi sebagai kriteria menentukan lain.
2. Jumlah polutan yang dihasilkan mungkin cukup sering diperkirakan dengan jumlah bahan
tertentu yang dikonsumsi dalam proses yang menghasilkan polutan. Jadi, dalam kasus pelarut,
jumlah yang digunakan akan menjadi indikasi yang baik dari jumlah maksimum yang dapat
ditemukan di lingkungan.
3. Sebagaimana ditunjukkan di atas, nilai K harus ditentukan sebagai fungsi dari kemanjuran
campuran udara di ruang yang diberikan. Nilai ini akan, oleh karena itu, lebih kecil berbanding
lurus dengan seberapa baik estimasi adalah menemukan konsentrasi polutan yang sama pada
setiap titik dalam ruang yang diberikan. Hal ini, pada gilirannya, akan tergantung pada
bagaimana udara didistribusikan dalam ruang yang sedang ventilasi.

4. Menurut kriteria ini, nilai minimum K harus digunakan bila udara disuntikkan ke ruang dalam
mode didistribusikan (dengan menggunakan sidang pleno, misalnya), dan ketika injeksi dan
ekstraksi udara di ujung berlawanan dari ruang yang diberikan.
5. Toxit solvent ;
Rendah : TLV > 500 ppm
Sedang : TLV 100 = 500 ppm
Tinggi : TLV < 100 ppm

4.2.2. Menghitung Kosentrasi Pengenceran Udara.

Konsentrasi gas atau uap pada kondisi mapan dapat dinyatakan oleh persamaan material sebagai
berikut,
G
Q =
C
Untuk perhitungan konsentrasi awal tidak nol, (ACGIH -1992). Biasanya udara yang akan diinjeksikan ke
dalam suatu ruang untuk mengencerkan kontaminan tidak sepenuhnya kontaminan tersebut dihilangkan,
untuk diketahui bahwa jumlah polutan bervariasi .
Besarnya kosentrasi gas, atau uap yang diperkenakan dalan suatu ruang harus sesuai dengan peraturan
atau, norma, yang berunjuk pada rekomendasi teknis (i) Nilai Ambang Batas (NAB Permenakertrans
No.PER.13/MEN/X/2011 tahun 2011, tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di tempat
kerja), atau (TLV- American Conference of Governmental Industrial Hygienists - ACGIH)
Perhitungan kosentasi pengenceran udara dihitung dengan rumus, sebagai berikut

G = 403 x SG x ER
MW
dimana ;
G = generation rate
SG = berat jenis
ER = tingkat emisi, dalam liter/menit
MW = berat melekul
C = kosentari gas atau uap, dalam ppm atau bds
403 = nilai yang ditetapkan, cairan gas STP
G
Untuk, Q =
C

Halaman 4-7
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Q = 403 x 106 x SG x ER --------------------- (4.5)


MW x C

Contoh Masalah-1 :

Methyl Chlorofom berevaporasi dari tangki pada tingkat 1,5 per 60 menit. Temukan aliran udara ; Q
efektif aliran udara dan aktual ventilation rate Q yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat
pemaparan di bawah TLV/NAB?.
Solusi:
Q = 403 x 106 x SG x ER
MW x C

TLV = 350 ppm, (ACGIH)


SG = 1,32 ,
MW = 133,4,
K - diasumsikan ( K = 5)
Mengingat tingkat emisi : ER = 1,5/60 liter /menit, maka efektif laju aliran udara (Q), adalah sebagai
berikut :

Q' = (403)(106)(1,32)(1,5/60) = 285 cfm


(133,4)(350)

Untuk aktual ventilasi rate (Q), adalah,------------- Q = Q'x K


Q = (285)(5)
= 1425 cfm

Dari kasus diatas maka besar aliran udara untuk setiap menit disuplay sebesar 1425 cubik udara
kedalam ruang untuk mempertahan tingkat pemparan (TLV 350 ppm), sehinga penghuni tidak
menerimah dampak kesehatan .

Contoh Masalah- 2 :

Metil Klorida menguap dari tangki pada tingkat 0,24 cfm. Tentukan besarnya aliran udara (Q ) yang
diperlukan untuk mempertahankan tingkat pemaparan di bawah 50 bds.
bds= bagian dalam sejuta (bagian uap atau gas perjuta volume dari udara yang terkontaminan)

Penyelesaian ,

Q = 403 x 106 x SG x ER
MW x C
Actual flow rate Q = Q' x K ,

dimana ,
Q = efektif laju alir, dalam cfm
Q = aktual vintilation rate, dalam cfm
K = faktor keamanan (K = 1- 10)
SG = berat jenis
ER = tingkat emisi, dalam liter/menit
MW = berat melekul
C = kosentari gas atau uap, dalam ppm atau bds
Untuk Metil Klorida, no.Gas ; Metil Klorida (74-87-3)
Dampak, gannguan sistim saraf pusat, kerusakan di hati dan ginjal, kerusakan di saluran tentis,efek
teratogenik
NAB = 50 bds (NAB Permennakertrans No.Per 13./MEN/X/2011 tahun 2011)

Halaman 4-8
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

MW = berat melekul = 50,49


SG = berat jenis =1,785
Mengingat: ER = 0,24 cfm = 0,24 x 59,85 liter / menit = 14,36 liter / min

Q '= (403 x 10 6 x 1,785 x 14,36) = 4,092 x 10 6 cfm


(50,49 x 50)
K- diamsusikan sebesar 5
Q = 4,092 x 10 6 x 5 = 20,46 x 10 6 cfm

4.2.3. Perubahan Kosentrasi Kontaminan

Kosentrasi kontaminan lihat grafik gambar, 4.2 dengan selang waktu t 1 ke t2 (t1 = awal waktu, dalam
menit, t2 = waktu akhir, dalam menit) terjadi perubahan kosentasi C 1 ke C2 ( C2 = akhir konsentrasi
dalam ppm , C1= awal konsentrasi dalam ppm) dihitung secara deferensial sebagai berikut :

dC dt
=
GQ C V
'

Mengatur kembali persyaratan dan diintegrasikan


dari waktu t1 ke t2 dan kosentrasi C1 ke C2 ,
didapatkan persamaan dibawah ini :

ln
[
GQ ' C 1
=
V ]
Q' ( t 1t 2 )
GQ ' C 2
. ------ (4.6)

Gambar. 4.2

Untuk menghitung total waktu untuk mencapai tingkat konsentrasi tertentu yang diberikan oleh atau t =t2
t1, dilihat persamaan 4.7

V
t= ' ln
Q [(
GQ' C 2
GQ' C 1
.(4.7)
)]
Untuk C 1= 0, persamaan 4.7,menjadi persamaan 4.8

[( )]
'
V GQ C 2
t= ' ln (4.8)
Q G

Untuk selang waktu t2 t1, atau t dan C1 = 0, maka kosentrasi pada titik C2, dihitung dengan persamaan
4.9, sebgai berikut :

[ 1e (QV. t )]
'

---------------- (4.9)
C2 =G
Q'

Halaman 4-9
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

C2, adalah penumpukan konsentrasi dalam ppm atau parts/10 6 (misalnya jika ppm y, gunakan y/106)
Untuk nilai-nilai faktor K, digunakan persamaan selang waktu t2 t1= t, persamaan 4.10

t = K * (V / Q) * ln [G / {G (Q / K) * C 2 }] ------------. (4.10.a)

Atau,

[( )]
'
KV GQ C 2
t= ln (4.10 . b)
Q
'
G

Contoh Masalah-3

Methyl Chlorofom menguap pada kosentrasi dengan kondisi,ditentukan sebagai berikut ;


K = 3 adalah faktor untuk pencampuran tidak lengkap,
V =100.000 ft3 adalah volume di kaki
Q= 2.000 cfm adalah efektif laju alir
G = 1,2 cfm adalah tingkat generasi rate
C1= 0 adalah awal konsentrasi
C2 = adalah penumpukan konsentrasi dalam 200 bds atau 200/10 6

Penyelesaian,

V
t= ' ln
Q [(
GQ' C 2
G
=
100.000
2.000 )]
ln
1,22.000200
1,2 [( )]
t=20,3 menit

Untuk selang waktu t2 t1= t = 60 menit kosentrasi ?

[ 1e (QV. t )]
'

C2 =G x 10 6=419 bds
Q'
Contoh Masalah 4 :

Konsentrasi awal adalah nol di ruang volume 4.500 m 3.. Sebuah sumber toluena dioperasikan selama
setengah jam dengan laju aliran udara 1,0 cfm. Temukan laju alir sehingga konsentrasi tidak melebihi
NAB= 50 bds. Gunakan rasio pencampuran K= 4.

Penyelesaian ,

Untuk awal konsentrasi awal nol, selama setengah jam atau 30 menit, dihitung sebagai berikut ,

t = K * (V / Q) * ln [G / {G (Q / K) * C 2 }]

Dimana
K- adalah faktor untuk pencampuran tidak lengkap,
V- adalah volume dalam kaki atau ft,
Q- adalah laju alir aktual dalam cfm,
G- adalah tingkat generasi dalam cfm

Halaman 4-10
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

C2 - adalah penumpukan konsentrasi dalam ppm atau parts/10 6 (misalnya jika ppm y, gunakan
y/10 6)

Tingkat generasi (G), dihitung dengan persamaan ;

G = (403 * 10 6 * SG * ER) / (MW * C 2 )

Untuk toluena,
Dampak iritasi pada kulit
berat jenis ---- SG = 0,866,
bearat molekul ------ MW = 92,13
NAB = 50 bds (NAB Permennakertrans No.Per13./MEN/X/2011 tahun 2011)

Mengingat :
V = 4500 m = 158916 ft
C 2 = 50 bds,
ER = 1 cfm = 59,85 liter / min
K=4
t = 30 menit

G = (403 x 10 6 x 0.866 x 59.85)


(92.13 x500)
= 4,534 x 106 cfm
Oleh karena itu,

t = K * (V / Q) * ln [G / {G (Q / K) * C 2 }]

30 = 4 * (158916 / Q) * ln [ 4,534 * 10 6 / { 4,534 * 10 6 (Q / 4) * 50 ) } ]


30 =635664/Q * ln [ 4,534 * 10 6 / (4,534 * 10 6 1,25 Q * 10-5 )
Q - trial and error

4.2.4.. Rate Purging (lihat gambar 4.3)

Untuk kasus ini, tingkat generasi kontaminan


G=0
VdC = -QCdt
dC/ C = (-Q/V)dt
Integratsi waktu t1ke t2 , dan kosentrasi C1 ke C2 ,
Persamaan menjadi

ln(C2 / C1) = -Q/V(t2-t1)..

t2 - t1 = -(V/Q) ln(C2 / C1) ----------- (4.11)

Gambar.4.3

Untuk waktu t1=0 , maka


t2 = -(V/Q) ln(C2 / C1) = -(V/Q) ln(C1 / C2)

Q= Q/K

Halaman 4-11
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

t2 = K(V/Q) ln(C1 / C2 ) ---------------------- (4.12)


dimana
t2 = waktu, minit
C1 dan C2,, adalah awal dan akhir kosentrasi dalam ppm atau bds

Contoh Masalah 5 :

Hitunglah waktu yang dibutuhkan untuk pemurnian yang aman, untuk memasuki sebuah ruangan dengan
volume 750 ft3 . Konsentrasi kontaminan awal 2500 bds. Laju alir aktual ventilasi sebesar 500 cfm.
Menggunakannya factor K=i 2. Konsentrasi yang aman untuk kontaminan adalah 150 bds.

Solusi:

Waktu yang dibutukhan untuk pemurnian atau pembersihan, dalam menit dihitung dengan rumus
persamaan (4.12) sebagai berikut :
t = K * (V / Q) * ln (C 1 / C 2 )

Mengingat,
C 1 dan C 2 adalah awal dan akhir konsentrasi dalam bds
K = 2,
V = 750 ft ,
Q = 500 cfm,
C 1 = 2500 ppm,
C 2 = 150 ppm.

t = 2 * (750 / 500) * ln (2500/150)


= 8,44 menit
maka waktu yang diizinkan untuk membersikan ruang tersebut dalam selang waktu 8,44 menit.

Ulangi masalah di atas untuk ruang dengan volume 200 m3.

Solusi:

t = K * (V / Q) * ln (C 1 / C 2 )
Mengingat:
K = 2,
V = 200 m = 7.062,93 ft ,
Q = 500 cfm,
C 1 = 2500 bds,
C 2 = 150 bds.

t = 2 * (7062.93 / 500) * ln (2500 / 150)


= 79.48 min

Ulangi masalah di atas untuk konsentrasi awal 900 bds. Komentar pada hasil Anda.

Halaman 4-12
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Solusi:

t = K * (V / Q) * ln (C 1 / C 2 )

Mengingat:
K = 2,
V = 200 m = 7.062,93 ft ,
Q = 500 cfm,
C 1 = 900 bds,
C 2 = 150 bds.

t = 2 * (7062.93 / 500) * ln (900 / 150)


= 50.62 min

4.3. NILAI AMBANG BATAS CAMPURAN DAMPAK KESEHATAN

Apabila terdapat lebih dari satu bahan kimia berbahaya yang bereaksi terhadap sistim atau organ yang
sama, di suatu lingkungan kerja, maka kombinasi pengaruhnya perlu diperhatikan, efek gabungan
mereka dikenal sebagai efek aditif harus diberikan pertimbangan utama.
Nilai Ambang Batas (NAB) campuran dari bahan kimia tersebut, dapat diketahui dengan menghitung dari
jumlah perbandingan diantara kadar Nilai Ambang Batas (NAB) masing- masing dengan rumus- rumus
sebagai berikut :

(C1/TLV1) + (C2/TLV2) + (Cn/TLVn) > 1


atau,

(C1/NAB1) + (C2/NAB2) + (Cn/NABn) > 1 ------------- (4.13)

Kalu jumlahnya lebih dari 1 (satu), berarti Nilai Ambang Batas Campuran dilampaui, atau dengan
perkataan lain Nilai Ambang Batas Campuran dari hasil rumus lebih besar dari 1 (satu).

a. Efek saling menambah

Keadaan umum, (Permennakertrans Nomor PER.13/MEN/X/2011 TAHUN 2011, tentang Nilai Ambang
Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja)

(C1/NAB1) + (C2/NAB2) + (Cn/NABn) > 1

Contoh 1.a
Udara mengandung 400 bds Aseton (NAB=750 bds), 150 bds Butil asetat sekunder (NAB=200 bds), dan
100 bds Metil etil keton (NAB=200 bds).

(C1/NAB1) + (C2/NAB2) + (Cn/NABn) > 1

= (400/750) + (150/200) + (100/200)


= 0,53 + 0,75 + 0,5 = 1,78 =(> 1, maka terlampaui)

Dengan demikian kadar bahan kimia campuran tersebut diatas telah melampaui NAB campuran, karena
hasil dari rumus lebih besar dari 1 (satu).

b. Kasus Khusus

Halaman 4-13
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Yang dimaksudkan dengan kasus khusus, yaitu sumber kontaminan adalah suatu zat cair dan komposisi
bahan-bahan kimia diudara dianggap sama degan komposisi campuran diketahui dalam % (persen)
berat, sdangkan NAB campuran dinyatakan dalam milligram per meter kubik (mg/m 3)

NABcampuran = [{1/ (fa/NABa) + (fb/NABb) + ..(fn/NABn)}]

Contoh 1.b
Zat cair mengandung 50 % heptan (NAB= 400 bds atau 1640 mg/m 3), 30 % metil kloroform (NAB=350
bds atau 1910 mg/m3), 20 % perkloroetelin (NAB= 25 bds atau 170 mg/m3).

NABcampuran = [{1/ (0,5/1640) + (0,3/1910) + (0,2/170)}]


= [{1/ (0,00030) + (0,00016) + (0,00018)}]
={1/ (0,00164)}
= 610 mg/m3

50 % atau (610)(0,5) mg/m3 = 305 mg/m3 heptan = 73 bds


30 % atau (610)(0,3) mg/m3 = 183 mg/m3 metil kloroform = 33 bds
20 % atau (610)(0,2) mg/m3 = 122 mg/m3 Perkloroetelin = 18 bds
NABcampuran ; 73 + 33 + 18 = 124 bds atau 610 mg/m3 .

c. Berefek sendiri-sendiri

NABcampuran

(C1/NAB1 = 1) : (C2/NAB2 = 1) : (Cn/NABn = 1) > 1

Contoh 1.c

Udara mengandung 0,15 mg/m3 Pb (NAB = 0,15 mg/m3) dan 0,07 mg /m3 H2SO4 (NAB = 1 mg.m3).
Apakah melebihi Nilai Ambang Batas untuk campuran?

NAB campuran = {(0.15 / 0.15) = 1} : {(0.07 / 1) = 1} = 0,7


Dengan demikian NAB campuran belum dilampui

Nilai Ambang Batas (NAB) ini akan digunkan sebagai (pedoman) rekomendasi pada praktek hygiene
perusahaan dalam melakukan penatalaksanaan lingkungan kerja sebagai upaya untuk menegah
dampaknya terhadap kesehatan. Dengan demikian Nilai Ambang Batas (NAB) anatara lain dapat
digunakan ;
Sebagai kadar standar untuk perbandingan.
Sebagai pedoman untuk perencanaan proses produksi dan perencanaan teknolgi pengendalian
system ventilasi industri terhadap bahaya-bahaya di lingkungan kerja.
Menentukan pengendalian bahan proses produksi terhadap bahan yang lebih beracun dengan
bahan yang sangat beracun.
Membantu menentukkan diagnosis gangguan kesehatan, timbulnya penyakit dan hambatan-
hambatan efesiensi kerja akibat faktor kimiawi dengan bantuan pemeriksaan biologik

4.4. VENTILASI PENGENCERAN UDARA UNTUK LEDAKAN BAHAYA KEBAKARAN DAN


LEDAKAN

Halaman 4-14
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Dari persamaan 4.5 dimodifasikan untuk mencairkan sejumlah udara dibawah batas ledakan lebih rendah
LEL, ditulis dengan persamaan berikut :

Q = (403 * 100 * sp.gr * ER*Sf) , --------------------- (4.14)


(MW * LEL * B)
dimana :
Q = laju alir aktual, dalam cfm
ER = tingkat emisi dalam liter / menit,
MW = adalah berat molekul,
LEL = (lower explosive limit) adalah batas ledakan lebih rendah dalam %
B = adalah konstanta, B=1 untuk upto suhu 250 0F, B=0,7 untuk F.> suhu 250 0F
Sf = faktor keselamatan/safety factor, adalah 10

Masalah:

Hitung pengenceran ventilasi untuk ledakan bahaya kebakaran 350 0F untuk 60 menit, untuk 2 liter xylene
di berikan :
LEL = 1%;
MW = 106;
B = 0,7;
sp.gr. = 0,88 ;
Sf = 10 .

Solusi:

Q = (403 * 100 * sp.gr * ER* Sf)


(MW * LEL * B)

Q = (403)(100)( 0.88)(2/60)(10) = 159 cfm


(106)(1)(0.7)

70 0F 350 0F (kondisi operasi)


(cfmSTP) = Q
QA = (cfmSTP)(ratio of absolute temperature)
= (cfmSTP) {(460F+350F)/(460F+70F)}
= 159 (810/530)
= 243 cfm

4.5. PERTUKARAN PANAS/HEAT BALANCE AND EXCHANGE

Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau
berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi
suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui
kulit.
Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah
dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung
banyak otot. Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30%
total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien.
Dengan demikian, kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh.

Rumus dasar dari sisa- sisa pertukaran panas sebagai berikut

s = (M W) + C + R E. ------------- (4.15)

Halaman 4-15
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Dimana :
s = perubahan konten panas tubuh
(M-W) = total panas dari metabolisme
C = pertukaran panas secara konveksi
R = pertukaran panas secara radiasi
E = panas oleh evaporasi

Sedangakan cuaca kerja dalah kombinasi dari : (1) suhu udara, (2) kelembaban udara , (3)kecepatan
gerakan dan (4) suhu radiasi, dan kombinasi dari keempat faktor diatas dihubungkan dengan produksi
panas , disebut tekanan panas.
Suhu udara diukur dengan termometer dan disebut suhu kering. Sedangkan suhu dan
kelembaban dapat diukur bersama- sama dengan sling psychrometer atau arsmann psychrometer

4.5.1. Konveksi

Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul-molekul, gas atau cairan.


Konveksi tak dapat terjadi pada benda padat, karena tidak ada difusi yang dapat terjadi pada benda
padat Konveksi merupakan salah satu cara perpindahan panas dan massa utama. Perpindahan panas
dan massa terjadi melalui difusi dan adveksi.
Perlu diketahui bahwa istilah konveksi biasanya digunakan untuk perpindahan panas melalui konveksi.

Misalnya pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat pada tubuh akan dipanaskan (dengan
melalui konduksi dan radiasi) menjadi kurang padat, naik dan diganti udara yang lebih dingin. Biasanya
ini kurang berperan dalam pertukaran panas.

C = 0,65 Va 0.6 (ta - tak) -------------------------- (4.16)

Dimana,
C = pertukaran panas secara konveksi, Btu/h
Va = kecepatan udara, fpm
ta = suhu udara, 0F
tak = suhu rata-rata pada kulit, diasumsikan 95 0F

Kondisi panas Suhu tubuh normal (36-37.5C /96.8-99.5F), Kondisi Dingin Suhu tubuh normal (36-
37.5C /96.8-99.5F)

4.5.2. Radiasi (R)

Radiasi adalah mekanisme kehilangan panas tubuh dalam bentuk gelombang panas inframerah.
Gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh memiliki panjang gelombang 5 20 mikrometer.
Tubuh manusia memancarkan gelombang panas ke segala penjuru tubuh. Radiasi merupakan
mekanisme kehilangan panas paling besar pada kulit (60%) atau 15% seluruh mekanisme kehilangan
panas.
Panas adalah energi kinetic pada gerakan molekul. Sebagian besar energi pada gerakan ini dapat di
pindahkan ke udara bila suhu udara lebih dingin dari kulit. Sekali suhu udara bersentuhan dengan kulit,
suhu udara menjadi sama dan tidak terjadi lagi pertukaran panas, yang terjadi hanya proses pergerakan
udara sehingga udara baru yang suhunya lebih dingin dari suhu tubuh.

R = 15,0 (tw - tsk) ------------------------- (4.17)

Dimana,
R = pertukaran panas secara radiasi, Btu/h
tw = suhu rata-rata radiasi, F
tsk = suhu rata-rata di kulit

Halaman 4-16
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

4.5.3. Evaporasi (E)

Evaporasi ( penguapan air dari kulit ) dapat memfasilitasi perpindahan panas tubuh. Setiap satu gram air
yang mengalami evaporasi akan menyebabkan kehilangan panas tubuh sebesar 0,58 kilokalori. Pada
kondisi individu tidak berkeringat, mekanisme evaporasi berlangsung sekitar 450 600 ml/hari.
Hal ini menyebabkan kehilangan panas terus menerus dengan kecepatan 12 16 kalori per jam.
Evaporasi ini tidak dapat dikendalikan karena evaporasi terjadi akibat difusi molekul air secara terus
menerus melalui kulit dan system pernafasan.
Selama suhu kulit lebih tinggi dari pada suhu lingkungan, panas hilang melalui radiasi dan konduksi.
Namun ketika suuhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, tubuh memperoleh suhu dari lingkungan
melalui radiasi dan konduksi. Pada keadaan ini, satu-satunya cara tubuh melepaskan panas adalah
melalui evaporasi.
Memperhatikan pengaruh lingkungan terhadap suhu tubuh, sebenarnya suhu tubuh aktual ( yang dapat
diukur ) merupakan suhu yang dihasilkan dari keseimbangan antara produksi panas oleh tubuh dan
proses kehilangan panas tubuh dari lingkungan.

E = 2,4 Va 0.6 (pa - pak) --------------------- (4.18)


Dimana ,
E = panas oleh evaporasi, Btu/h
Va = kecepatan udara, fpm
pa = tekanan peguapan air dalam udara ambien, mmHg
psk = tekanan penuapan air dari kulit, diasumsikan 42 mmHg, untuk suhu kuli 95 oF

4.6. MONITORING LINGKUNGAN KERJA

Monitoring lingkungan kerja panas dilakukan dengan metode penilaian parameter ISBB (Indeks Suhu
Basa dan Bola), dengan tujuan pengujian iklim kerja Indeks Suhu Basa dan Bola dimaksud untuk
mengetahui tingkat tekanan panas yang diterima tenaga kerja yang terpapar, agar segera dapat dilakukn
langkah-langkah pengendalian, dengan teknologi pengendalian .

4.6.1. Metode Pengujian

Beberapa parameter yang ada, maka dipilih Indeks Suhu Basa atau Wet Bulb Globe Temprature (WBGT)
dan Bola (ISBB), adapaun pertimbangan tersebut adalah sebagai berikut :
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER. 13/MEN/X/2011, tentang NAB (Nilai
Ambang Batas) Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja , yang mana NAB ini membatasi
pemaparan panas lingkungan kerja 8 jam per-hari terhadap tenaga kerja dengan
mempertimbangkan katagori beban kerja dan pembagian waktu kerja istirahat .
Semua factor yang mempengaruhi sudah diperhitungkan didalamnya termasuk (suhu udara,
kelembaban, kecepatan gerakan udara, radiasi dan tingkat metabolisme)
Sesuai dengan faktor-faktor yang memepengaruhi maka diperlukan suatu unit peralatan secara manual,
seperti pada gambar.4.4, yang terdiri dari :

Halaman 4-17
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Gambar.4.4 Peralatan Pengujian iklim kerja tekanan panas

a. Psikometer

Psikometer adalah alat pengukuran kelembaban yang terdiri dari sebuah termometer, kering dan
termometer basah yang terangkai dengan suatu kipas yang dapat diatur secara manual atau diputar dan
digrakan oleh baterai (motor driven psychometer)

Cara penggunaan ;
Thermometer basah yang dibalut katun pada lambungnya dibasahi dengan air suling (aquades)
kemudian kipas diputar, air raksa pada kolom termometer basah akan turun.
Pada saat penurunan air raksa mencapai posisi terendah yang menandahkan terjadinya keseimbangan
antara tekanan parsial uap air pada permukaan katun dan tekanan uap air lingkungan, suhu basa dibaca,
kemudian diikuti dengan pembacaan suhu kering pada thermometer kering .
Pengukuran tersebut diulang 3 5 kali, nilai suhu basah (S B) dan suhu kering (SK) masing-masing adalah
nilai rata-rata
Selanjutnya kelembaban relative (RH) dapat diperoleh dengan bantuan monogram, atau dengan
menggunakan psychorometric chart berdasarkan suhu basa dan suhu kering ( grafik gambar 4.5)

b. Thermometer Basah Alami

Thermometer basah alami, adalah alat pengukur suhu basa alami yang terdiri dari thermometer gelas
yang lambungnya dibalut dengan kantun yang bagian bawahnya selalu terendam air suling yang
ditempatkan didalam tabung yang mempunyai isi 125 ml

Cara penggunannya ;
Peralatan yang sudah dirangkai dipaparkan pada lingkungan yang akan diukur selama 30 -60 menit,
kemudian air raksa pada kolom dibaca sebagai suhu basah alami (S BA)

Halaman 4-18
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Gambar.4.5 Psychorometric Chart

C. Kata thermometer

Untuk mengukur kecepatan udara di lingkungan kerja digunakan grafik kata thermometer chart, standard
BSI (Britis Standard, BS 3276, 1960, atau mnggunkan garafik effective temperature, seperti terlihat pada
grafik gambar.4.6

Halaman 4-19
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Gambar.4.6 . Effective temperature chart showing normal scale of effective temperature, applicable to inhabitants
of the United States under the following conditions

4.6.2. Pendekatan Cara Penilaian

Ada beberapa parameter yang digunakan untuk menilai tingkat tekanan panas, setiap parameter
mempunyai kelebihan dan kekurangan untuk memilih parameter yang sesuai, disamping harus
mempelajari teori terutama faktor-faktor yang sudah diperhitungkan didalamnya, juga perlu pengalaman
dalam penerapan dilapangan berdasarkan hal tersebut di pilih Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB).
Perhitungan Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) menggunakan rumus atau dengan membaca
monogram yang tersedia, namun kebanyakan para praktisi menggunakan rumus.

1. Rumus dasar Indeks Suhu Basa dan Bola (ISBB) atau Wet Bulb Globe Temprature (WBGT)

Tekanan panas dipengaruhi oleh tingkat radiasi, sehingga dalam perhitungan ada dua jenis rumus
Indeks Suhu Basa dan Bola (ISBB) atau Wet Bulb Globe Temprature (WBGT), yaitu :

a. Rumus Yang di Gunakan Dalam Outdoor

Yaitu dengan memperhitungkan radiasi sinar matahari (outdoor), umumnya pengukuran


dilakukan diluar gedung, rumus tersebut adalah sebagai berikut :

ISBB = 0,7 SBA + 0,2 SG + 0,1 SK -------------------------------- 4.19

Halaman 4-20
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

b. Rumus Yang di Gunakan Dalam Gedung (indoor)

Rumusnya adalah sebagai berikut :

ISBB = 0,7 SBA + 0,3 SG -------------------------------------- 4.20


Keterangan :

ISBB = Indeks Suhu Basa dan Bola, dalam 0C (derajat celcius)


SBA = Suhu Basa Alami, dalam 0C (derajat celcius)
SG = Suhu Globe/Bola, dalam 0C (derajat celcius)
SK = Suhu Kering, dalam 0C (derajat celcius)

2. Rumus Yang di Kembangan Berdasarkan Perpindahan Lokasi Kerja

Adanya pekerja selamabekerja terpapar pada tingkat tekanan panas yang berbeda-beda, karena
harus berpindah lokasi kerja selama jam kerja. Maka ditetapkan tingkat tekana panas rata-rata
yang diterima pekerja selama jamkerja (ISBB, rata-rata), rumusnya sebagai berikut :

ISBB rata-rata= (ISBB1)(t1) + (ISBB2)(t2)+ (ISBBn)(tn)


t1 + t2 + tn
Keterangan,
ISBB rata-rata = tingkat tekanan panas yang diterima rata-rata selama waktu tertentu .
ISBB1 = tingkat tekanan panas pada lokasi - 1
ISBB2 = tingkat tekanan panas pada lokasi - 2
ISBBn = tingkat tekanan panas pada lokasi - n
t1 = lama waktu pemaparan pada lokasi - 1
t2 = lama waktu pemaparan pada lokasi - 2
tn = lama waktu pemaparan pada lokasi - n

2. Pengukuran Tingkat Aktivitas

Penilain beban kerja berdasarkan ,


jenis kerja , dan
posisi kerja dan pergerakan

Untuk melihat penilan beban kerja dan posisi kerja lihat pada tabel.4.1, dan untuk penilaian beban kerja
dan jenis kerja lihat tabel. 4.2.

Tabel. 4.1. Penilaian beban kerja berdasarkan posisi kerja dan pergerakan

Posisi Kerja Kkal/menit


Duduk 0,3
Berdiri 0,6
Berjalan 2,0 3,0
Berjalan mendaki + 0,8 permeter setiap kenaikan

Halaman 4-21
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Tabel. 4.2. Penilaian beban kerja dengan jenis kerja

Jenis Kerja Beban kerja Rata-rata Kisaran


Kkal/menit Kkal/menit
Pekerjaan dengan tangan Ringan 0,4 0,2 1,2
Berat 0,9
Pekerjaan dengan lengan Ringan 1,0 0,7 2,5
Berat 1,8
Pekerjaan dengan dua lengan Ringan 1,5 1,0 - 3,5
Berat 2,5
Pekerjaan dengan tubuh Ringan 3,5
Sedang 5,0
Berat 7,0
sangat berat 9,0 2,5 15,0

4.7. SISTIM PENGENDALIAN

a. Pengendalian sismtim ventilasi

Metode pengendalian sisstim ventilasi industri sama dengan metode pengendalian pada hgiene industri,
yaitu meliputi antisipasi, pengenalan/rekoknisi, evaluasi dan mengontrol faktor-faktor lingkungan yang
timbul di/dari tempat kerja. Sedangkan program sistim pengendalian ventilasi di industri terdiri dari :
Pengenalan bahaya beresiko (Hazard regenition )
Idenfikasi bahaya (Hazard identification)
Penilaian resiko (Risk assessment)
Evaluasi bahaya (Hazard evaluation )
Pengendalian bahaya (Hazard control), dan

b. Prinsip Sistem Ventilasi

Prinsip sistem ventilasi yang digunakan dalam suatu industri adalah membuat suatu proses pertukaran
udara di dalam ruang kerja. Pertukaran udara dicapai dengan cara memindahkan udara dari tempat kerja
dan mengganti dengan udara segar yang dilakukan secara bersama-sama.

Pertukaran udara secara mekanik dilakukan


dengan cara memasang sistem pengeluaran udara
(exhaust system) dan pemasukan udara (supply
system) dengan menggunakan fan. Exhaust
system dipasang untuk mengeluarkan udara,
beserta kontaminan yang ada di sekitar ruang
kerja, biasanya ditempatkan di sekitar ruang kerja
atau dekat dengan sumber kontaminan
dikeluarkan. Supply system dipasang untuk
memasukkan udara ke dalam ruangan, umumnya
digunakan untuk menurunkan tingkat konsentrasi
kontaminan di dalam lingkungan kerja

Halaman 4-22
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Volumetric flow diestimasikan dengan persamaan sebagai berikut :

Btu
Total sensibleheat
hr ------------------- (4.16)
Q=
1.08 x tem rise
atau

Btu
Total sensible heat
hr
Q= ------------------ (4.17)
Grains
0.67 x diference
lb

Pounds
116,7 water released as vapor
hr
Q= -------------- (4.18)
Grains
diference x
lb

Halaman 4-23
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Tabel 4..3. Kenyamanan kerja yang diterima oleh pekerja

Kecepatan udara, fpm *


Paparan secara kontinu
Kondisdi ruang udara 50 - 75
Stasiun kerja tetap, general ventilasi
Spot cooling : kerja duduk 75 - 125
Kerja berdiri 100 2000
Intermitent exposure, Spot cooling or Relient Station
Light heat loads and activity (beban kerja panas) 1000 2000
Moderate heat loads and activity (beban kerja 2000 - 3000
panas/sedang)
High heat loads and activity(beban kerja panas/tinggi) 3000 - 4000

4.8. PERENCANAAN SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN


ASHARE SATANDAR

American Society of Heating, Refrigerating, dan Air Conditioning Engineers (ASHRAE), banyak
membahas tentang ventilasi umum, yang digunakan rancangan ventilasi rumah/banguan hunian, dan
pelayanan-pelayanan public, yang mana fungsinya adalah proses "mengubah" atau mengganti udara
dalam ruang apapun untuk memberikan kualitas udara yang tinggi dalam ruangan (misalnya untuk
mengontrol suhu, mengisi oksigen, atau menghilangkan kelembaban, bau, asap, panas, debu, bakteri di
udara, dan karbon dioksida).

Pada Juni 2000 Komite Standar ASHRAE tentang "Ventilasi udara dalam ruangan Kualitas Rendah-
Bangunan Hunian ", SPC 62.2P, direkomendasikan dan Dewan Direksi menyetujui standar pertama
lengkap ASHRAE pada ventilasi perumahan dan layanan publik. Standar ini memiliki persyaratan untuk
mengontrol seluruh ventilasi rumah/banguan hunian, ventilasi pembuangan lokal, dan sumber
kontaminan, karena berdampak pada ; kesehatan, kenyamanan, dan keaman, kualitas udara dalam
ruangan di rumah kita adalah menjadi perhatian yang sangat serius, menurut American Lung Association,
bagian-bagian dalam rumah kita telah sebagai ancaman terhadap kesehatan pernapasan kita. Asma
adalah penyakit kronis yang serius memapar anak-anak dalam kelembaban yang berhubungan dengan
cacat konstruksi di Amerika Serikat dan kerusakan berada pada peningkatan rumah baru. Ventilasi
perumahan minimal dapat meningkatkan banyak dari masalah kualitas udara dalam ruangan.

Halaman 4-24
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

4.8.1. Desain Sistim Ventilasi

Suatu prosedur desain sistim ventilasi, dengan laju aliran udara, panas dan beban pendinginan,
pergeseran udara menurut penghuni, pasokan prinsip udara
Sebuah sistem ventilasi dapat dirancang lebih atau kurang sesuai prosedur berikut:
1. Menghitung panas atau beban pendinginan, termasuk panas sensibel dan laten
2. Hitung pergeseran udara yang diperlukan sesuai jumlah penghuni dan aktivitas mereka, atau
dengan proses khusus lainnya
3. Hitung suhu udara suplai
4. Hitung beredar massa udara
5. Hitung temperatur kerugian pada saluran
6. Hitung output dari komponen -, pendingin pemanas, mesin cuci, humidifier
7. Hitung boiler atau ukuran pemanas
8. Desain dan menghitung sistem saluran

Menurut dokumen induk saat ASHRAE 62-2001, Prosedur Tingkat Ventilasi mengatur:
kualitas udara luar untuk ventilasi diterima
di luar ruangan udara pengobatan bila diperlukan
santasr ventilasi untuk perumahan, komersial, ruang institusional, kendaraan, dan industri
kriteria untuk pengurangan jumlah udara luar saat diresirkulasi udara diperlakukan oleh
kontaminan-penghapusan peralatan
Kriteria untuk ventilasi variabel ketika volume udara di ruang dapat digunakan sebagai reservoir
untuk mencairkan kontaminan.

2. 1. Hitung Panas dan Beban Pendinginan


Menghitung panas dan beban pendinginan oleh
Menghitung panas dalam ruangan atau beban pendinginan
Menghitung panas sekitar atau beban pendinginan

2. 2. Hitung Udara Pergeseran sesuai dengan Penghuni atau Proses

Hitung polusi yang diciptakan oleh orang-orang dan aktivitas mereka dan proses.

2. 3. Hitung suhu udara Suplai

Hitung suhu udara suplai.Pedoman umum:


Untuk pemanasan, 38-50 oC (100-120 oF) mungkin tidak cocok
Untuk pendinginan dimana lubang berada dekat zona yang diduduki 6 - 8 oC (10-15 oF) di bawah
suhu kamar
Untuk pendinginan di mana menyebarkan kecepatan jet tinggi digunakan - 17 oC (30 oF) di bawah
suhu kamar

2. 4. Hitung Kuantitas Udara

Pemanas Udara
Jika udara digunakan untuk pemanasan, laju aliran udara yang diperlukan dapat dinyatakan sebagai

qh=Hh/qh
H = h / c p (t s - t r )
dimana
q h = volume udara untuk pemanasan (m 3 / s)
H h = panas beban (W)
c p = kapasitas panas spesifik udara (J / kg K)
t s = pasokan suhu (o C)

Halaman 4-25
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

t r = ruang suhu (o C)
= densitas udara (kg / m 3)

Pendingin udara
Jika udara digunakan untuk pendinginan, laju aliran udara yang diperlukan dapat dinyatakan sebagai

q c = H c / c p (t o - t r ) (2) q c
dimana
q c = volume untuk pedingin/cooling (m 3 /s)
H c = beban pendinginan (W)
t o = outlet temperatur ( oC) dimana t o = t r , jika udara di dalam ruangan dicampur

2.5. Desain Indoor Air Quality

suhu dan kelembaban dalam ruangan untuk beberapa produk industri umum dan proses produksi

kondisi desain yang disarankan harus menyediakan karyawan dengan lingkungan kerja yang sehat
dalam ruangan dan nyaman bersama-sama dengan kondisi yang optimal untuk proses produksi.
Sayangnya hal ini jelas tidak selalu memungkinkan. Seringkali mungkin perlu untuk membuat pengaturan
khusus melindungi karyawan dari lingkungan produksi.

Tabel-1 di bawah ini dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi desain - suhu dan kelembaban - untuk
beberapa proses produksi yang umum.

Suhu Kelembaba
Industri Proses o
C o
F n relatif
min max min max %
Abrasives Manufaktur 26 26 79 79 50
Amunisi 21 21 70 70 40
Toko roti Tepung 16 26 61 79 55-65
penyimpanan
Produksi 23 26 73 79 40-70
Billiard Room 23 24 73 75 40-50
Bowling Bowling gang 23 24 73 75 50- 55
Center Billiard kamar 23 24 73 75
Roti Tepung dan 21 27 70 80 60
penyimpanan
bubuk
Fermentasi 27 27 80 80 75
Perlambatan dari 0 4 32 40 85
Adonan
Bukti Final 35 49 95 120 85-90
Counter aliran 24 24 75 75 80-85
Pendingin
Pembuatan bir penyimpanan -2 0 29 32 50-60
Ragi budaya 80
kamar
Permen Pan suplai udara 13 17 55 62 55-45
Enrobed kamar 27 29 80 85 30-25
Cooling Tunnel 4 7 40 45 85-70
suplai udara
Tangan Dippers 17 17 62 62 45

Halaman 4-26
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Barang cetakan 4 7 40 45 85-70


pendinginan
Chocolate Packing 18 18 65 65 50
kamar
Cokelat selesai 18 18 65 65 50
penyimpanan stok
Pusat temper 24 27 75 80 35-30
kamar
Marshmallow 24 26 75 78 45-40
setting ruangan
Grained 43 43 110 110 40
marshmallow
pengeringan
Gum pengeringan 52 66 125 150 25-15
Diampelas Gum 38 38 100 100 25-40
pengeringan
Gum selesai 10 18 50 65 65
penyimpanan stok
Gula pan suplai 29 41 85 105 30-20
udara
Polishing pan 21 27 70 80 50-40
suplai udara
Pan kamar 24 27 75 80 35-30
Pan nonpareil 38 49 100 120 20
suplai udara
Hard permen 16 16 21 21 60 60 70 70 55-40 55-40
pendingin udara
terowongan
permen kemasan 21 21 24 24 70 70 75 75 40-35 40-35
Hard permen 10 10 21 21 50 50 70 70 40 40
penyimpanan
Carmel kamar 21 21 27 27 70 70 80 80 40 40
Keramik Refractory Tahan 43 43 66 66 110 110 150 150 50-90 50-90
panas
Molding kamar 27 27 27 27 80 80 80 80 60-70 60-70
Clay penyimpanan 16 16 27 27 60 60 80 80 35-65 35-65
Decalcomania 24 24 27 27 75 75 80 80 50 50
produksi
Dekorasi kamar 24 24 27 27 75 75 80 80 50 50
Cereal Pengemasan 24 24 27 27 75 75 80 80 45-50 45-50
Keju Curing Keju Cheddar 77 13 13 45 45 55 55 85-90 85-90
Swis 16 16 16 16 60 60 60 60 80-85 80-85
Blue 99 10 10 48 48 50 50 95 95
Bata 16 16 18 18 60 60 65 65 90 90
Limburger 16 16 18 18 60 60 65 65 95 95
Keju Camembert 12 12 15 15 53 53 59 59 90 90
Membersihkan 21 21 27 27 70 70 80 80 40-60 40-60
kamar
Penyulingan Penyimpanan 16 16 16 16 60 60 60 60 35-40 35-40
Umum Manufaktur 16 16 24 24 60 60 75 75 45-60 45-60
Aging 18 18 22 22 65 65 72 72 50-60 50-60
Penyimpanan Apel -1 -1 44 30 30 40 40 90 90
Buah Aprikot -1 -1 00 31 31 32 32 90-95 90-95
Grapefruits 14 14 16 16 58 58 60 60 85-90 85-90

Halaman 4-27
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

(California)
Grapefruits 10 10 10 10 50 50 50 50 85-90 85-90
(Florida)
Anggur (Timur) -1 -1 00 31 31 32 32 85 85
Anggur (Barat) -1 -1 -1 -1 30 30 31 31 90-95 90-95
Jeruk nipis 14 14 16 16 58 58 60 60 86-88 86-88
Jeruk (California) 44 77 40 40 44 44 85-90 85-90
Jeruk (Florida) 00 11 32 32 34 34 85-90 85-90
Persik dan -1 -1 -1 -1 31 31 31 31 90 90
nektarin
Plum -1 -1 00 30 30 32 32 90-95 90-95
Buah jeruk 33 44 38 38 40 40 90-95 90-95
Bulu Penyimpanan -2 -2 44 28 28 39 39 25-40 25-40
Pengeringan 43 43 43 43 109 109 109 109
Permen karet Manufaktur 25 25 25 25 77 77 77 77 33 33
Rolling 20 20 20 20 68 68 68 68 63 63
Stripping 22 22 22 22 72 72 72 72 53 53
Pemecahan 23 23 23 23 74 74 74 74 47 47
Pembungkus 23 23 23 23 74 74 74 74 58 58
Rumah Sakit Operasi, 20 20 24 24 68 68 76 76 50 50
Cystoscopic dan
kamar fraktur
Pasien kamar 24 24 24 24 75 75 75 75 40-50 40-50
Unit perawatan 24 24 24 24 75 75 75 75 40 40
intensif
Administrasi dan 21 21 27 27 70 70 80 80 30-50 30-50
area layanan
Kulit Pengeringan 21 21 49 49 70 70 120 120 75 75
Penyimpanan, 10 10 16 16 50 50 60 60 40-60 40-60
musim dingin suhu
kamar
Lensa (optik) Sekering 24 24 24 24 75 75 75 75 45 45
Penggilingan 27 27 27 27 80 80 80 80 80 80
Perpustakaan Normal membaca 21 21 23 23 70 70 74 74 40-50 40-50
dan Museum dan melihat kamar
Langka naskah 21 21 22 22 70 70 72 72 45 45
dan Vault Storage
Seni Penyimpanan 18 18 22 22 65 65 72 72 50 50
Daerah
Korek api Pembuatan 22 22 23 23 72 72 74 74 50 50
Pengeringan 21 21 24 24 70 70 75 75 60 60
Penyimpanan 16 16 17 17 60 60 62 62 50-55 50-55
Daging dan Daging sapi 00 11 32 32 34 34 88-92 88-92
ikan (segar)
Daging sapi (beku) -23 -23 -18 -18 -10 -10 90-95 90-95
Ikan (segar) 11 22 33 33 35 35 90-95 90-95
Ikan (Beku) -23 -23 -18 -18 -10 -10 90-95 90-95
Domba dan Pork 00 11 32 32 34 34 85-90 85-90
(Segar)
Domba dan Pork -23 -23 -18 -18 -10 -10 90-95 90-95
(Beku)
Jamur Berkeringat keluar 49 49 60 60 120 120 140 140
periode
Spawn 16 16 24 24 60 60 75 75 100 100

Halaman 4-28
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

ditambahkan
Tumbuh periode 99 16 16 48 48 60 60 80 80
Penyimpanan 00 22 32 32 35 35 80-85 80-85
Aplikasi Paint Minyak cat 16 16 32 32 60 60 90 90 80 80
penyemprotan
Pengeringan cat 15 15 32 32 59 59 90 90 25-50 25-50
minyak
Sikat dan lukisan 15 15 27 27 59 59 81 81 25-50 25-50
semprot
Farmasi Diproduksi bubuk 24 24 24 24 75 75 75 75 35 35
penyimpanan dan
daerah kemasan
Penggilingan 24 24 24 24 75 75 75 75 35 35
kamar
Tablet kompresi 24 24 24 24 75 75 75 75 35 35
dan pelapisan
Effervescent tablet 24 24 24 24 75 75 75 75 20 20
dan bubuk
Suntik tablet 24 24 24 24 75 75 75 75 30 30
Koloid 21 21 21 21 70 70 70 70 30-50 30-50
Terperangkap 27 27 27 27 80 80 80 80 40 40
tetes
Kelenjar produk 24 24 24 24 76 76 76 76 5-10 5-10
Ampul manufaktur 24 24 24 24 75 75 75 75 35-50 35-50
Gelatin Kapsul 24 24 24 24 76 76 76 76 35 35
Kapsul 24 24 24 24 76 76 76 76 35 35
penyimpanan
Mikroanalisis 24 24 24 24 76 76 76 76 50 50
Biologi manufaktur 24 24 24 24 76 76 76 76 35 35
Hati ekstrak 24 24 24 24 76 76 76 76 35 35
Serums 24 24 24 24 76 76 76 76 50 50
Hewan kamar 24 24 27 27 75 75 80 80 50 50
Binatang kecil 24 24 26 26 75 75 78 78 50 50
kamar
Kertas Binding, cutting, 15 15 27 27 59 59 81 81 25-50 25-50
drying, folding,
gluing Binding,
pemotongan,
pengeringan, lipat,
lem
Storage of paper 15 15 27 27 59 59 81 81 34-45 34-45
Penyimpanan
kertas
Storage of books 18 18 21 21 64 64 70 70 38-50 38-50
Penyimpanan
buku
Plastik Manufacturing 27 27 27 27 80 80 80 80 25-30 25-30
areas
thermosetting
molding
compounds
daerah Manufaktur
thermosetting
senyawa molding
Cellophane 24 24 27 27 75 75 80 80 45-65 45-65

Halaman 4-29
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

wrapping Plastik
pembungkus
Fotografi Development of 21 21 24 24 70 70 75 75 60 60
film
Pengembangan
film
Drying 24 24 27 27 75 75 81 81 50 50
Pengeringan
Printing 21 21 21 21 70 70 70 70 70 70
Pencetakan
Cutting 22 22 22 22 72 72 72 72 65 65
Pemotongan
Kayu lapis Hot pressing, resin 32 32 32 32 90 90 90 90 60-70 60-70
Hot menekan,
resin
Cold pressing 32 32 32 32 90 90 90 90 15-25 15-25
Dingin menekan
Pencetakan Binding Mengikat 21 21 21 21 70 70 70 70 45 45
Folding Lipat 25 25 25 25 77 77 77 77 65 65
Pressing, general 24 24 24 24 75 75 75 75 60-78 60-78
Menekan, umum
Plate making Plate 24 24 27 27 75 75 80 80 max 45
membuat maks 45
Lithographic press 24 24 27 27 76 76 80 80 43-47 43-47
room Litograf
tekan kamar
Letterpress and 21 21 27 27 70 70 80 80 50 50
web offset rooms
Letterpress dan
kamar web offset
Paper storage, 21 21 27 27 70 70 80 80 43-47 43-47
letterpress Kertas
penyimpanan,
letterpress
Paper storage, 24 24 27 27 76 76 80 80 50-55 50-55
multicolor sheet
feed lithography
Kertas
penyimpanan,
multicolor lembar
litografi feed
Penyimpanan Nuts, insect 77 77 45 45 45 45 65-75 65-75
Bahan Baku Kacang, serangga
Nuts, rancidity 11 33 34 34 38 38 65-75 65-75
Kacang, tengik
Eggs Telur -1 -1 -1 -1 30 30 30 30 85-90 85-90
Chocolate, flats 18 18 18 18 65 65 65 65 50 50
Chocolate, flat
Butter Mentega -7 -7 -7 -7 20 20 20 20
Dates, figs Korma, 44 77 40 40 45 45 75-65 75-65
buah ara
Corn Syrup Sirup 90-100 90-
Jagung 100
Liquid sugar Gula 24 24 27 27 75 75 80 80 60-50 60-50
cair

Halaman 4-30
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Barang karet Cementing 27 27 27 27 80 80 80 80 25-30 25-30


dicelup Penyemenan
Dipping surgical 24 24 32 32 75 75 90 90 25-30 25-30
articles Dipping
artikel bedah
Storage prior to 16 16 24 24 60 60 75 75 40-50 40-50
manufacture
Penyimpanan
sebelum
pembuatan
Laboratory, ASTM 24 24 24 24 75 75 75 75 50-55 50-55
standard
Laboratorium,
ASTM standar
Textile Tekstil Cotton, carding 24 24 27 27 75 75 81 81 50 50
Katun, carding
Cotton, spinning 15 15 27 27 59 59 81 81 60-70 60-70
Katun, berputar
Cotton, weaving 20 20 24 24 68 68 75 75 70-80 70-80
Katun, tenun
Nylon, production 27 27 27 27 81 81 81 81 50-60 50-60
Nylon, produksi
Rayon, spinning 21 21 21 21 70 70 70 70 85 85
Rayon, berputar
Rayon, twisting 21 21 21 21 70 70 70 70 65 65
Rayon, memutar
Silk, spinning 24 24 27 27 75 75 81 81 65-70 65-70
Sutra, pemintalan
Silk, weaving 24 24 27 27 75 75 81 81 60-70 60-70
Sutra, tenun
Wol, carding 24 24 27 27 75 75 81 81 65-70 65-70
Wol, berputar 24 24 27 27 75 75 81 81 55-60 55-60
Wol, tenun 24 27 75 81 50-55
Tembakau Cerutu dan rokok 21 24 70 75 55-65
membuat

Pelembutan 32 32 90 90 85
Stemming dan 24 30 75 86 70
strigging
Filler tembakau 24 24 75 75 75
casing
pengkondisian
Filler tembakau 26 26 78 78 70
penyimpanan dan
persiapan
Wrapper tembakau 24 24 75 75 75
penyimpanan dan
pengkondisian

III. AMERICAN SOCIEY of HEATING, REFRIGERATING, AND AIR CONDITIONING ENGINEERS


(ASHRAE), STANDAR

Halaman 4-31
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

American Society of Heating, Refrigerating, dan Air Conditioning Engineers (ASHRAE), memiliki lebih dari
175 standar (ASHRAE-handbook, 1977), ditulis bersama-sama dengan ANSI dan IES. ASHRAE (standar
seragam) menjelaskan metode pengujian, menentukan persyaratan desain, dan merekomendasikan
praktek standar. Standar 2.004 menggabungkan Tingkat Prosedur baru (VRP) Ventilation Rate
Procedure, untuk menghitung tingkat ventilasi minimum yang memenuhi kualitas udara dalam ruangan,
biaya pertama, dan kekhawatiran biaya energi dan telah digunakan untuk mengembangkan preskriptif
baru ventilasi tingkat. Berbeda dengan versi sebelumnya Standard 62,1, yang menyumbang hanya untuk
hunian, VPR = Ventilation Rate Procedure ditingkatkan mempertimbangkan efek tambahan polutan yang
dihasilkan oleh orang-orang dan isi bangunan. Baru persyaratan tidak akan mempengaruhi tingkat
asupan udara luar untuk ruang kebanyakan, mereka memiliki pengaruh terbesar pada ventilasi
persyaratan untuk daerah tinggi hunian, seperti auditorium. Saat ini, 2003-2006 International Mechanical
Code (IMC) Kriteria didasarkan pada ANSI sebelumnya/ASHRAE Standar (lihat Tabel 2).
Banyak negara menggunakan tingkat ventilasi IMC, dan melaksanakan nilai-nilai baru dalam komersial
bangunan dapat menurunkan biaya energi, dengan tetap menjaga kualitas udara dalam ruanga

Rencanakan Ulasan:
Lakukan pemeriksaan ventilasi, selama review perencanaanya mengikuti prosedur IMC saat ini, dan
menentukan apa? Tingkat ventilasi digunakan untuk perhitungan peralatan. Jika ASHRAE baru tingkat
ventilasi tidak digunakan dalam desain, pertimbangkan membahas tingkat diperbarui dengan perancang
sistem mekanik.

Bidang Inspeksi:
Lakukan pemeriksaan ventilasi standar berdasarkan persyaratan IMC saat ini di lokasi
bangunan. Konfirmasikan bahwa
peralatan ventilasi yang tepat adalah di tempat dan terpasang.

Kutipan Kode *
Tabel 1 memberikan perbandingan kriteria IMC saat ini dan diperbarui ASHRAE persyaratan untuk
ventilasi minimal tingkat di ruang yang dipilih. Perhatikan bahwa data tabel tidak
komprehensif. Tambahan, khusus
ASHRAE dan IMC persyaratan harus ditangani oleh perancang sistem.

Tabel 2. Diperlukan tingkat ventilasi minimum dalam kaki kubik per menit (cfm) per orang untuk 2006 IMC
dan 62,1-2004 ASHRAE

International
Hunian Kategori Mechanical Code ASHRAE (cfm / orang)
(IMC) (cfm / orang)
Lembaga Pemasyarakatan, untuk 20 10
fasilitas ruang tahanan
Ruang kelas (Pendidikan) 15 15 (siswa usia 5-8); 13
(Siswa usia 9 +)
Ruang publik atau theater auditorium 15 5
Ruang umum atau kantor, ruang 20 6
konferensi

Kantor gedung ruang perkantoran 20 17


ruang
Hotel, motel, restoran, lobi asrama 15 1

Halaman 4-32
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Perencanaan sistim ventilasi pengenceran udara, menggunakan standard Desain ASHARE SATANDAR,

Gambar.1 Satndar desain sistim ventilasi pengenceran uadara, menurut ASHARE SATANDAR,

ASHARE SATANDAR, yang telah ditetapkan ,

Flowrate = 0.25 0.5 m/s atau (50 100) fpm


Flowrate difusser : (50- 100) fpm ;
Temperatur udara = 800F atau (24 26) 0C
Kelembaban nisbi/relative humaddity = 30 50 %
Ruang kerja = 4 m2/person
Flowrate (Q) = 20 cfm/person
Dimensi Diffuser (40 cm x 40 cm ) x 20 %
Standar exhaust : (20 cm x 20 cm ) x 50 %

Halaman 4-33
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Jam kerja : 8 jam /hari


Perbandingan Luas ruang kerja : luas lantai : 1: 4
Oksigen di ruang kerja = (15 20) % udara
Inhalasi manusia = 30 m3/hari atau = 44,14 ft3/jam
Kecepatan aliran udara = 1 : 3,28 m/jam per-person

Catatan,

1 cfm = 59,85 liter/menit


1 M3 = 35,314 ft3

Contoh
DISAIN SISTIM VENTILASI PENGENNCERAN UDARA

Diketahui :
Suatu ruagan, dengan dimensi ruang (P X L X T ) = 40 x 30 x 3,5 m ;

Hitung :
1) Berapa jumlah orang yang ideal bekerja dalam ruangan ?
2) Berapa kebutuhan udara segar/fresh air bagi karyawan (M3/jam)
3) Berapa jumlah diffuser diperlukan ?
4) Berapa jumlah Exhaust dibutuhkan ?
5) Berapa % tase exhaust uadara yang ideal diperlukan ?

Jawab :

Volume ruang = 40x30x3.5= 4200 M3


Luas = 40 x 30 = 1200 M2
Luas tempat kerja : x 1200 M2 = 300 M2 .

1) Jumlah karyawan yang ideal pada ruang tersebuat adalah


300: 4 = 75 orang

2) Kebutuhan udara segar yang dibutuhkan pada ruang terbut adalah,


Q = 20 cfm/person, untuk 75 orang

75 x 20 x 60 min = 90.000 cfm -------------------1 M3 = 35,314 ft3

Halaman 4-34
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

= 90.000/35,314 = 2548,56 M3/jam


Maka kebutuhan udara segar yang dibutuhkan pada ruang tersebut sebesar 2.548,56 m 3/jam

3) Kebutuhan jumlah diffuser :


Dimensi diffuser (A) : ( 0.4 x 0.4 ) M2 x 0.2 = 0.032 M2 ;
o Kecepatan aliran udara = 1 : 3,28 m/jam per-person
Untuk 75 orang, maka

Kecepatan diffuser (V)diffuser : ----- V = 75/3.28=22.86 m/min ;


flow rate difusser (Q)

Qdiffuser = A x Vdiffuser
Dimana ;
A = 0,032 M2
V = 22,86 m/min
Qdiffuser = 0.032 x 22.86
= 0.73 M3 x 60 min
= 43.89 M3 /jam
Maka jumlah diffuser , adalah perbandingan antara kebutuhan udara segar (Q) dengan flowrate
diffuse (Qdiffuser)
Jumlah difuuser = Q/(Qdiffuser)
Jumlah diffuser : 2548.5/43.89 = 58 buah.
Dimana:
kebutuhan udara segar (Q) = 2548,56 M3/jam
Qdiffuser =43.89 M3 /jam
Maka jumlah diffuser yang dibutuhkan pada ruang ini sebanyak 58 buah

4) Kebutuhan exhaust : 30 % dari jumlah diffuser


Maka ;
Kebutuhan exhaust : 30 % = 0.3 x 58 = 18 buah

5) Flowrate exhaust` = kebutuhan udara segar/Jumlah exhaust


Flowrate exhaust : 2548.5/18 = 141.58 m 3/jam;
Dimensi exhaust (A) = (0.2 x 0.2 ) x50% = 0.02 M2 .

Kecepatan (V)exhaust = Q exhaust /Aexhaust


Kecepatan (V)exhaust = 141.58/0.02 = 7079 m/jam = 118 m/min.

6). Pertukaran udara = Volume ruang/kebutuhan udara segar


Pertukaran udara : 4200: 2548.5 = 1.65 jam
( satu kali pertukaran udara)

7) Exhaust Air :
Exhange rate : 2548.5/4200 x 100 % = 60 %

Halaman 4-35
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

IV. STUDI KASUS

Problem 1 :

Jumlah tenaga kerja 40 orang


Standar flowrate (Q) = 20 cfm/person
Standar flow rate ( 50-100) fpm pada diffuser.
Dimensi diffuser (0.4 x0.4)m2 x 20%
Standar exhaust : (0.20 X 0.20 ) M2 x 50 %
Standar ruang kerja : 4 M2/person
Standar perbandingan ruang kerja : luas ruang : 1: 4
Jumlah Exhaust : 40 % jumlah diffuser

Buat Disain Ventilasi Umum


1) Berapa kebutuhan total ruang kerja ?
2) Berapa area ruang yang ideal ? Berapa tinggi ruang ?
3) Berapa jumlah diffuser yg diperlukan dan dimensinya ?
4) Berapa jumlah exhaust yg diperlukan dan dimensinya?
5) Berapa % tase exhaust air yg ideal ?

Problrm 2 ;

Jumlah Karyawan = 50 orang


Luas lantai 1000 M3 ; tinggi ruang kerja : 3.25 m
Standar flowrate (Q) = 20 cfm/person
Standar flow rate ( 50-100) fpm pada diffuser.
Dimensi (0.4 x0.4) M2 x 20%
Standar exhaust : (0.20 X 0.20 ) M2 x 50 %
Standar ruang kerja : 4 M2/person
Jumlah Exhaust : 30 % jumlah diffuser
Standar Air supply : 20 cfm/person

1. Berapa jumlah diffuser ?


2. Berapa jumlah exhaust ?
3 .Disain Berapa % -tase exhaust air rate actual ?

Problrm 3 ;

Halaman 4-36
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

Dalam kuliah online ke-2 saat ini diskusikan sistem ventilasi pengenceran udara, Seperti Anda dapat
melihat gambar -2 desain struktur sistem pengkondisian yang menunjukkan bagian dari sebuah
bangunan.
Diskusikan bentuk desain sistim ventilasi pengenceran pada gambar -2, garis merah udara panas yang
ditarik, sengkan garis kunig adalah udara yang disuplay, misalnya,Jumlah Karyawan = 60 orang, Lantai
I = 28 orang, Lantai-II = 32 orang

Gambar-2, sistem ventilasi pengenceran udara

Berapa jumlah orang yang ideal bekerja dalam ruangan ?


1. Berapa kebutuhan udara segar/fresh air bagi karyawan (M3/jam)
2. Berapa jumlah diffuser yg diperlukan dan dimensinya ?
3. Berapa jumlah exhaust yg diperlukan dan dimensinya
4. Berapa % tase exhaust uadara yang ideal diperlukan

4.7. STUDI KASUS

1. Metil Klorida menguap dari tangki pada tingkat 0,24 cfm. Temukan aliran udara Q yang diperlukan
untuk mempertahankan tingkat pemaparan di bawahTLV- 200 ppm.
Q '= (403 * 10 6 * SG * ER) / (MW * C)

2. Konsentrasi awal adalah nol di ruang volume 4.500 m 3.. Sebuah sumber toluena dioperasikan
selama setengah jam dengan laju 1,0 cfm. Temukan laju alir sehingga konsentrasi tidak melebihi
100 ppm. Gunakan rasio pencampuran
t = K * (V / Q) * ln [G / {G (Q / K) * C 2 }]

Halaman 4-37
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

3. Cari waktu yang diperlukan untuk pembersihan aman memasuki ruang volume 750 ft 3 dengan
konsentrasi kontaminan awal 2500 ppm. Laju ventilasi adalah 500 cfm. Gunakan faktor
pencampuran dari 2. Konsentrasi yang aman bagi kontaminan adalah 150 ppm.
t = K * (V / Q) * ln (C 1 / C 2 )

4. Menghitung waktu dalam menit untuk mencapai keseimbangan konsentrasi dalam tes ruang 150
liter. Asumsikan tingkat pengiriman seragam dari 2,0 galon per menit dan pencampuran yang
sempurna.
T = K * (V / Q

5. Pengiriman udara menghitung tingkat di LPM untuk mencapai keseimbangan galon kamar 200
dalam waktu 15 menit interval yang dikehendaki pencampuran. Memanfaatkan 2,5 konstan non-
seragam.
Q = K * (V / T

6. Jika 6 liter metanol yang tumpah, apa tingkat pengenceran dalam cfm diperlukan untuk mengurangi
tingkat pemaparan kepada NAB? Asumsikan K = 4, Sp.Gr. = 0.792, dan NAB = 220 ppm.

Q' = (403 * 10 6 * SG * ER) / (MW * C)

Halaman 4-38
VENTILASI INDUSTRI Modul-4, SISTIM VENTILASI PENGENCERAN UDARA

DAFTAR PUSTAKA

ACGIH 1995,
Industrial Ventilation a manual of recommended practice. 22 ed. 5,. ACGIH Industri Ventilasi manual
praktek yang disarankan. 22 ed. ACGIH; 1995.

Agency USEP National Center for Environmental Assessment Office of Research and Development. Washington,
DC: US 1997,
Environmental Protection Agency; 1997. 13

Elskamp CJ. OSHA 1980,


Sampling and Analytical Methods, Method no: 12, September 1979, August 1980, Revised, Organic
Methods Evaluation Branch OSHA Analytical Laboratory.

NIOSH, Occupational Diseases 1977,


A Guide to their Recognition, in Publication No 77-181. 1977. 2,.

Williams PR, Knutsen JS, Atkinson C, Madl AK, Paustenbach DJ. 3. Williams PR, JS Knutsen, C Atkinson, AK
Madl, Paustenbach DJ. 2007
Airborne concentrations of benzene associated with the historical use of some formulations of liquid
wrench. J Occup Environ Hyg. 2007; 4 (8):547561.
.
Kang SK, Lee MY, Kim TK, Lee JO, Ahn YS. 72005
Kang SK Lee MY, TK Kim, Lee JO, YS Ahn. Occupational exposure to benzene in South Korea. Chem
Biol Interact. 2005:1534.

Paik NW, Yoon CS, Zoh KE, Chung HM. 9, Paik. NW CS Yoon Zoh EK,, Chung HM.1998,
A study of component of thinners using in Korea. J Korean Soc Occup Environ Hyg. 1998; 8 :10514.

. Swaen GM, Meijers JM. 11, Swaen. GM Meijers JM. 1989,


Risk assessment of leukemia and occupational exposure to benzene. Br J Ind Med. 1989; 46 :82630.

Aksoy M, Erdem S, Dincol G. 1976,


Types of leukemia in chronic benzene poisoning: A study in thirty-four patients. Acta Haematol. 1976; 55 :
6572.

Halaman 4-39