Anda di halaman 1dari 17

Kata Krokodil sendiri masih asing ditelinga orang Indonesia.

Kata Krokodil merupakan


bahasa Rusia, sedang dalam bahasa Inggrisnya berati crocodile atau buaya. Namun
nama lain narkotika ini adalah moonshine. Jenis narkotika baru yang sekarang
sedang membuat heboh jagad Amerika Serikat beredar dengan luas dan
membahayakan.

Krokodil ini merupakan jenis heroin baru yang kini sedang merambah kalangan orang
muda. Krokodil ini juga memiliki sebutan lain yang cukup seram cannibal heroin.

Quote:

Krokodil merupakan campuran koktail beracun dari kodein, gasoline, thinner car,
hydrochloric acid, dan fosfor merah. Dikonsumsi dengan disuntik, Krokodil dikenal
sebagai obat yang memakan para pecandu karena kemampuannya menghancurkan
daging manusia.

Mengapa disebut juga cannibal heroin? Karena pil narkoba yang berasal dari Rusia 10
tahun lalu itu, membuat penggunanya bisa seperti zombie. Salah satu efek Krokodil
adalah menggerogoti daging pengguna dari dalam.

Krododil sebenarnya sudah ada sejak satu dekade silam dan berkembang di Rusia.
Karakternya memiliki kesamaan dengan morfin ataupun heroin, dan terbuat dari
campuran bahan bakar, cat thinner, minyak, atau alkohol.

Krokodil sudah beredar di beberapa negara di Eropa, dan memakan korban yang
semakin banyak dan mengkhawatirkan.

Krokodil, merupakan obat baru yang bermutu sangat rendah. Akan tetapi
kandungannya merupakan sama atau serupa dengan derivasi narkotika sintetik lain
yang telah ada seperti codeine. Pihak DEA (Drug Enforcement Administration) belum
bisa mengkategorikan Krokodil, walaupun ini adalah derivatif dari kandungan
codeine.

Penggunaan jangka pendek, Krokodil bisa membuat pengguna mengalami kerusakan


saraf, otot, kelenjar tiroid, kerusakan tulang rawan, dan tulang keras. Pemakaian
Krokodil jangka panjang bisa mengakibatkan infeksi akut di hati, otak, tulang
belakang, ataupun paru-paru. Kerusakan secara fisik dapat terlihat dengan adanya
necrosis, dimana kulit menjadi berubah menjadi hijau tua dan kadang berlubang
mirip seperti zombie, terutama ditempat dimana obat ini disuntikkan.

Sebelum digunakan, obat yang secara medis disebut desomorphine ini dimasak
selama 30 menit. Narkoba ini dinilai mirip dengan heroin. Sedangkan, harganya lebih
murah dibanding heroin, sehingga pelanggannya juga semakin banyak.

Penggunaan yang terus menerus akan menyebabkan pembuluh darah pecah. Kulit
pun bakal menjadi hijau. Lalu, daging akan membusuk. Di Rusia, setidaknya ada
sekitar 30.000 orang meninggal setiap tahun akibat Krokodil. Diperkirakan,
seperempat juta orang Rusia sudah kecanduan Krokodil.

Penyebaran narkoba jenis ini biasanya di kalangan anak muda. Mereka yang berusaha
berhenti pun tak bisa lepas dari efeknya. Seperti yang dialami Margarita Schelkunova
(28) dan suaminya kecanduan obat ini tujuh tahun lalu.

Meski Schelkunova sekarang sudah bersih dan tak kecanduan, namun ia kehilangan
penglihatannya dan didiagnosis terkena kanker serta HIV. Hidupnya diperkirakan
hanya tinggal beberapa pekan lagi. Sementara suaminya sudah lama meninggal
akibat obat ini.

Selain beberapa negara di Eropa, Krokodil diperkirakan juga sudah masuk ke negara
Amerika Serikat, dan tidak tertutup kemungkinan narkoba jenis ini juga akan
menyebar ke negara lain jika tidak ada langkah pencegahan.
Krokodil drugs ini hanya menghabiskan biaya 6 sampai 8 dolar (Rp 50ribu-70ribu) per
injeksi yang jauh lebih murah dari heroin, dan salah satu zat aktif dalam obat ini yaitu
desomorphine, yang mana efeknya 8 sampai 10 kali lebih kuat daripada morfin (zat
sama yang digunakan dalam heroin).

Kalo dibilang sih, Ga ada yang spesial dari krokodil ini, selain efek kecanduan dan
ngefly yang luar biasa ketika mengkonsumsi drugs ini. Di rusia sendiri kasus obat
krokodil ini sudah dimulai sejak 2010, dan bahan bahan pembuatannya pun mudah
sekali ditemukan karena menurut sumber, nakrotik ganas ini adalah home made.

Apa dan Mengapa Krokodil drugs ini ?

Drugs krokodil atau disebut crocodile tears, serta nama aslinya Desomorphine ini
sudah lama menyebar di rusia sejak 2010. Sekilas sejarah mengenai peredaran obat
mematikan ini dapat menjangkiti seluruh rusia yaitu karena di negara rusia, yang
merupakan sarangnya pecandu heroin pada masa itu mulai terjepit oleh tekanan dari
pemerintah yang memerangi peredaran heroin. Yang mengakibatkan peredaran
heroin semakin sulit untuk ditemui di Rusia.

Tentu saja bagi pecandu heroin akan sangat tersiksa karena tak bisa mendapatkan zat
addiktif tersebut, selain itu dikarenakan semakin langkanya dan melambungnya harga
heroin akhirnya penduduk rusia mencoba membuat alternatif lain pengganti krokodil.

Salah satunya yaitu dengan meracik obat terlarang buatan tangan bernama krokodil.
Harga obat ini murah sehingga krokodil drugs dengan cepat menjadi obat-obatan
populer di kalangan pemakai heroin. Mereka meraciknya dari berbagai campuran
bahan seperti kodein, bensin, thinner, asam klorida, dan fosfor merah. (sedikit info
bahwasanya asam klorida dapat menyebabkan kerusakan pada kulit tapi ini malah
dikonsumsi.)

Hingga kini telah diperkirakan ada lebih dari 100 ribu orang Rusia yang kecanduan
obat mengerikan ini. Padahal menurut data medis, para pengguna rata rata
meninggal dunia dalam jangka 1-3 tahun setelah mengkonsumsi obat berbahaya ini.

Mungkin kiamat kecil akan menghampiri rusia dan menjadikan rusia di beberapa
tahun ke depan seperti kota mati di serial the walking dead. asik kan ? eh... serem kan
?

Informasi tambahan mengenai krokodil / desomorphin kotor

Desomorphine menarik perhatian pada tahun 2010 di Rusia karena peningkatan


produksi klandestin, mungkin karena sintesis yang relatif sederhana dari kodein. Obat
ini mudah dibuat dari fosfor codeine, yodium dan merah, dalam proses yang sama
dengan pembuatan shabu dari pseudoefedrin, tetapi desomorphine dibuat dengan
cara ini sangat tidak murni dan terkontaminasi dengan produk sampingan beracun.

Cara orang orang Rusia menyebut desomorphine oplosan adalah "Krokodil"


(, buaya), dilaporkan karena penampilan seperti sisik kulit penggunanya dan
derivasi dari chlorocodide. Karena kesulitan dalam pengadaan heroin, dikombinasikan
dengan akses yang mudah dan murah untuk over-the-counter produk farmasi yang
mengandung kodein di Rusia, penggunaan "Krokodil" telah terus meningkat.

Karena campuran buatan secara rutin disuntikkan langsung dengan pemurnian lebih
lanjut sedikit atau tidak ada, "Krokodil" telah menjadi terkenal untuk memproduksi
kerusakan jaringan yang parah, flebitis dan gangren, kadang-kadang memerlukan
amputasi tungkai dalam jangka panjang pengguna.

Jumlah jaringan Kerusakan begitu tinggi sehingga harapan hidup pecandu 'dikatakan
serendah dua sampai tiga tahun, terutama karena mereka sering sangat rentan
terhadap infeksi dan gangren akibat infeksi HIV luas di kalangan pengguna narkoba
suntikan di Rusia (http://en.wikipedia.org/wiki/Desomorphine)

Krokodil, Narkotika Ganas Dari Rusia Yang Akan Merubah Pecandunya Menjadi
"Zombie"

Narkoba memang sudah terbukti mengakibatkan berbagai efek mematikan


bagi pecandunya, tapi mungkin tidak ada yang seganas narkoba asal rusia ini,
Krokodil adalah zat adiktif mengerikan yang akan merubah pecandunya menjadi
mayat hidup yang berjalan.
Sebagai negara yang memiliki pengguna heroin terbanyak di dunia, Rusia
dapat dibilang cukup berhasil dalam memerangi peredaran heroin yang biasanya
berasal dari Afghanistan. Berkat operasi yang intensif dan usaha yang serius dari
pemerintah, kini obat-obatan terlarang itu semakin sulit untuk ditemui di Rusia, dan
itu tentu saja hal yang baik, tapi di balik itu semua, para pecandu yang semakin
kesulitan mendapatkan heroin -karena semakin langkanya dan juga semakin
melambungnya harga heroin- berupaya mencari pengganti bubuk putih itu.
Dari sinilah kebanyakan dari mereka lalu berkenalan dengan obat terlarang
home-made bernama krokodil. Harganya yang murah menjadikan krokodil sebagai
obat-obatan populer di kalangan para junkies, terutama mereka dengan kondisi fiskal
yang minim.
Nama krokodil diambil dari reptil besar yang dalam bahasa Inggrisnya bernama
crocodile, atau dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan buaya. Mengapa
dinamakan demikian? Hal ini dikarenakan para pecandu yang menggunakan krokodil
pada kulitnya akan ditemukan sisik-sisik seperti buaya, bahkan pecandu yang belum
lama menggunakan obat inipun sudah dapat dicirikan dengan tanda berupa bagian-
bagian tubuh yang bersisik dan membusuk.
Obat ini keras, sangat-sangat keras, jika pecandu menyuntikan jarum suntik
berisi krokodil dan cairan tersebut tidak masuk ke pembuluh darah, bengkak berisi
nanah akan segera terlihat.
Jika hal itu masih belum cukup mengerikan buatmu, maka perlu kamu ketahui
bahwa penggunanya yang sudah parah akan mengalami sebuah kejadian yang akan
membuat orang lain bergidik melihat kondisinya. Daging beserta kulitnya akan jatuh
bagaikan meleleh dari tubuhnya, menyisakan lobang besar menganga di bagian-
bagian tubuh yang membusuk. Tulang putih penderitanya dapat terlihat dengan jelas
di tengah luka yang lebih tampak seperti telah dicabik atau digigit oleh hewan buas.
Mereka, pada dasarnya adalah jasad manusia yang masih hidup namun telah
membusuk. Tubuhnya akan terus membusuk hingga mereka tidak dapat bergerak
lagi dan mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Fotografi dari pecandu krokodil akan memperlihatkan pemandangan yang
dapat membuat kamu mual karena begitu ekstrimnya keadaan mereka. Kamu bisa
melakukan search di Google dengan keyword: krokodil drug untuk melihat berbagai
gambar mengenaskan para pecandunya.
Para pecandu krokodil juga dapat dikenali dengan bau khasnya. Tubuh mereka
akan memancarkan bau Iodine yang kuat, bahkan dokter penanggulangan obat-
obatan berbahaya di Rusia mengatakan tak ada cara untuk menyingkirkan bau
tersebut selain dengan membakar baju yang telah mereka gunakan.
Hal yang paling memprihatinkan adalah tingkat perkembangan pecandu obat
ini di masyarakat. Diperkirakan ada 100 ribu orang Rusia yang kecanduan obat
mengerikan ini. Dan itu artinya Rusia akan memiliki 100 ribu mayat hidup dan akan
terus bertambah apabila peredaran obat ini tidak segera dihentikan.

Apa dan Mengapa Krokodil drugs ini ?

Drugs krokodil atau disebut crocodile tears, serta nama aslinya Desomorphine
ini sudah lama menyebar di rusia sejak 2010. Sekilas sejarah mengenai peredaran obat
mematikan ini dapat menjangkiti seluruh rusia yaitu karena di negara rusia, yang
merupakan sarangnya pecandu heroin pada masa itu mulai terjepit oleh tekanan dari
pemerintah yang memerangi peredaran heroin. Yang mengakibatkan peredaran
heroin semakin sulit untuk ditemui di Rusia.
Tentu saja bagi pecandu heroin akan sangat tersiksa karena tak bisa
mendapatkan zat addiktif tersebut, selain itu dikarenakan semakin langkanya dan
melambungnya harga heroin akhirnya penduduk rusia mencoba membuat alternatif
lain pengganti krokodil.
Salah satunya yaitu dengan meracik obat terlarang buatan tangan bernama
krokodil. Harga obat ini murah sehingga krokodil drugs dengan cepat menjadi obat-
obatan populer di kalangan pemakai heroin. Mereka meraciknya dari berbagai
campuran bahan seperti kodein, bensin, thinner, asam klorida, dan fosfor merah.
(sedikit info bahwasanya asam klorida dapat menyebabkan kerusakan pada kulit tapi
ini malah dikonsumsi.)
Hingga kini telah diperkirakan ada lebih dari 100 ribu orang Rusia yang
kecanduan obat mengerikan ini. Padahal menurut data medis, para pengguna rata
rata meninggal dunia dalam jangka 1-3 tahun setelah mengkonsumsi obat berbahaya
ini.
Mungkin kiamat kecil akan menghampiri rusia dan menjadikan rusia di
beberapa tahun ke depan seperti kota mati di serial the walking dead. asik kan ? eh...
serem kan ?

Informasi tambahan mengenai krokodil / desomorphin kotor

Desomorphine menarik perhatian pada tahun 2010 di Rusia karena


peningkatan produksi klandestin, mungkin karena sintesis yang relatif sederhana dari
kodein. Obat ini mudah dibuat dari fosfor codeine, yodium dan merah, dalam proses
yang sama dengan pembuatan shabu dari pseudoefedrin, tetapi desomorphine
dibuat dengan cara ini sangat tidak murni dan terkontaminasi dengan produk
sampingan beracun.
Cara orang orang Rusia menyebut desomorphine oplosan adalah "Krokodil"
(, buaya), dilaporkan karena penampilan seperti sisik kulit penggunanya dan
derivasi dari chlorocodide. Karena kesulitan dalam pengadaan heroin, dikombinasikan
dengan akses yang mudah dan murah untuk over-the-counter produk farmasi yang
mengandung kodein di Rusia, penggunaan "Krokodil" telah terus meningkat.
Karena campuran buatan secara rutin disuntikkan langsung dengan pemurnian
lebih lanjut sedikit atau tidak ada, "Krokodil" telah menjadi terkenal untuk
memproduksi kerusakan jaringan yang parah, flebitis dan gangren, kadang-kadang
memerlukan amputasi tungkai dalam jangka panjang pengguna.
Jumlah jaringan Kerusakan begitu tinggi sehingga harapan hidup pecandu
'dikatakan serendah dua sampai tiga tahun, terutama karena mereka sering sangat
rentan terhadap infeksi dan gangren akibat infeksi HIV luas di kalangan pengguna
narkoba suntikan di Rusia

Kenapa kita perlu waspada ?

Kabarnya obat berbahaya yang bisa menhancurkan daging ini kini mulai
menyebar ke asia bahkan ke Indonesia, dan tentu akan sangat berbahaya jika sampai
teman atau kerabat kita sampai terjerumus mengkonsumsi obat ini. Karena zat ini 8
kali lebih kuat dari heroin, tentu akan sangat sulit melepaskan diri dari kecanduan zat
krokodil ini.

Jika kamu mengkonsumsi Krokodil Drugs ini sekali saja, then whats happen?

Kecanduan krokodil sering mengikuti dosis pertama. Krokodil begitu adiktif


yang kebanyakan orang tidak pernah sembuh. Menurut laporan orang yang
kecanduan akan terus mengkonsumsi sampai daging mereka telah sepenuhnya
membusuk lepas dari bagian tubuh, sampai mereka bahkan tidak bisa lagi bergerak,
sampai kematian, yang tidak biasa. Pecandu Krokodil rata-rata hidup hanya 1-2 tahun
karena kerusakan parah daging dan organ internal, termasuk otak.

Kerusakan organ pada pengguna krokodil

Pengguna Desomorphine menderita kerusakan akut pada kesehatan umum


mereka, termasuk sistem kekebalan tubuh yang lemah dan hati gagal.
bisul yang tak nbisa disembuhkan mulai muncul di tubuh
seseorang secara harfiah membusuk atau menjadi mayat hidup.
Vena terletak dekat situs injeksi "membakar."
Mereka yang kecanduan desomorphine tidak bertahan selama lebih dari satu
tahun ( pecandu heroin saja memiliki tingkat kelangsungan hidup hingga lima tahun)
Sekitar 33% dari para pecandu krokodil dilaporkan mengidap hepatitis C rentan
terhadap infeksi dan gangren.
Karena sifat kimia desomorphine, mereka yang kecanduan obat tidak pernah
pergi ke remisi. Setengah pasien kembali untuk mengambil obat atau mulai
mengambil pil kodein.

Siapa yang menemukan desomorphine ?


Desomorphine merupakan turunan dari morfin pertama kali disintesis di
Amerika Serikat pada awal 1930-an. Awalnya dipandang sebagai alternatif yang
potensial untuk morfin, senyawa itu ditemukan memiliki waktu paruh pendek secara
signifikan (efek terakhir empat jam paling banyak), dan begitu juga untuk sebagian
besar diabaikan oleh komunitas medis.

Pada awal abad ke-20, para ilmuwan AS mencoba untuk menurunkan jenis
morfin baru berbasis obat dengan efek analgesik yang kuat yang tidak menyebabkan
ketergantungan kimia. Akibatnya, para ilmuwan menetap pada zat aktif farmakologi.
Hewan percobaan desomorphine menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan
morfin, efek analgesik yang lebih kuat dan lebih cepat. Ia kemudian ditemukan,
bagaimanapun, bahwa efek berlangsung rata-rata sekitar empat jam, menyebabkan
kecanduan lebih cepat.

Awal Mula Desomorphine dijadikan Narkotika dan Penyebab Ia Berbahaya

Dari sejarah desomorphin dapat diketahui bahwa sebenarnya zat tersebut


adalah zat yang dibuat untuk mengobati para pecandu heroin, namun kemudian saat
sampai di tangan rusia. Bahan bahan desomorphine tersebut mulai diracik secara
sembarangan dan semua bahan yang dianggap dapat menguatkan efek
desomorphine ikut diramu menjadi krokodil drugs.
Beberapa tahun terakhir telah melihat minat baru dalam desomorphine sebagai
narkotika. Efeknya sangat mirip dengan heroin. Kedua zat menyebabkan
ketergantungan yang kuat yang sama dan mengakibatkan kerusakan ireversibel
organisme.
Desomorphine tidak tersedia sebagai obat. Hal ini berasal dari campuran
serampangan kodein berbasis obat-obatan dan bahan kimia rumah tangga. Di Rusia,
kebanyakan kodein berbasis obat yang tersedia tanpa resep, sehingga cukup mudah
untuk menghasilkan desomorphine di rumah.
Hasilnya adalah "zat desomorphine kotor", dengan akibatnya sangat berbahaya
bagi tubuh, obat. Sejumlah zat kimia yang digunakan dalam produksi buatan sendiri
desomorphine. Ini termasuk asam industri, alkali, dan pelarut organik (bensin, dll).
Dalam kebanyakan kasus kimia kualitas industri yang digunakan, daripada dimurnikan
bentuk dimaksudkan untuk konsumsi.

Yang Paling berbahaya dari krokodil


Krokodil Ini merupakan campuran senyawa, yang digunakan dalam proses
pembuatan desomorphine, dan tidak disaring, sering mengandung konsentrasi tinggi
yodium, yang dapat mengganggu sistem endokrin dan menyebabkan gangguan otot,
fosfor, yang menyerang jaringan tulang, dan admixtures berbahaya logam berat
seperti seperti besi, seng, timah dan antimony, yang menyebabkan gangguan sistem
saraf, ketidakseimbangan mineral, dan radang hati dan ginjal.

Inilah yang terjadi pada pengguna krokodil


wanita ini nampak segar bugar, namun kakinya mulai membusuk.

Jika anda bergidik melihat foto foto di atas, berarti anda pun pasti sudah tau untuk
tidak mengkonsumsi krokodil ini.
bahaya Krokodil Drug

Bahaya Krokodil Drug Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Sekolah
akan share informasi mengenai krokodil drug dan bahayanya. Krokodil Drug juga
dengan nama lain desomorphine merupakan obat yang diracik dari senyawa Iodine,
Codien, asam klorida, fosfor merah dan bensin. Krokodil Drug atau Narkotik buaya ini
juga dikenal sebagai Crocodile drugs , Krokodile, Krokodil, crocodile tears, opioids
a.k.a narkotika ganas penggerogot daging pecandunya.

Krokodil Drug Termasuk zat Narkotik, karna punya efek Halusinogen, depresan,
Stimulan, dan adiktif sekaligus. Nah ini sama jika konsumsi putauw, ganja, sama Inex
dalam sekali pakai. Awalnya obat buaya ini tidak ada namanya, nama krokodil drug
berasal dari Crocodile atau dalam bahasa Indonesia artinya buaya. Efek drug yang
satu ini secara memang mirip kaya namanya, membuat si pemakai bakal kaya reptil
alias punya sisik dan kontur kulit yang ga mulus, karna kerusakan jaringan kulit secara
bertahap dan kelakuan si pemakai juga.

Asal Krokodil Drug

Narkoba Krokodil berasal dari negara Russia. Negara Russia merupakan Negara
pengguna Narkob Terbanyak di dunia. Namun pemerintah Russia berhasil menekan
pertumbuhan dan pengedaran narkoba. Kini barkoba, jenis Heroin sangat sulit
ditemui, kalau ada pun, harganya sangat mahal. Nah, untuk itu timbullah ide dari para
Junkers atau pecandu narkoba untuk meracik obat berbahaya tersebut. Krokodil
diambil dari nama jalanan di desomorfin. Krokodil merupakan zat adiktif pengganti
heroin yang sangat terkenal di Rusia. Efeknya yang 8-10 kali lebih kuat dari morfin (zat
sama yang digunakan dalam heroin). Namun, harganya jauh lebih murah
dibandingkan heroin karena bahan-bahannya mudah didapat.

Krokodil adalah narkoba yang terbuat dari campuran senyawa, yang digunakan dalam
proses pembuatan desomorphine. Narkoba itu tidak disaring, sering mengandung
konsentrasi tinggi yodium, yang dapat mengganggu sistem endokrin. Narkoba jenis
ini menyebabkan gangguan otot, fosfor, yang menyerang jaringan tulang, dan
admixtures berbahaya logam berat seperti seperti besi, seng, timah dan antimony.
Hasilnya, sistem saraf, ketidakseimbangan mineral, dan radang hati dan ginjal
terganggu. Obat ini selanjutnya dibuat secara rumahan, karena mudahnya
memperoleh bahan-bahan pembuatan krokodil. Selain bahannya mudah, harga yang
ditawarkan krokodil juga cukup murah daripada heroin. Cukup merogoh kocek sekitar
2 poundsterling per bungkus untuk mendapat krokodil. Jika Anda menyuntikan obat
ini, kulit akan berubah menjadi kehijauan dan bersisik seperti buaya. Ini terjadi karena
pecahnya pembuluh darah dan kematian jaringan di sekitarnya. Jika sudah begitu,
cara satu-satunya untuk mengatasi ini adalah amputasi. Jika pecandu narkoba ini
sudah sangat kecanduan, maka daging beserta kulit pengguna akan jatuh seperti
meleleh dari tubuh. Tak hanya itu, narkoba ini juga menyebabkan pneumonia,
keracunan darah, kerusakan arteri bahkan meningitis.
Kecanduan krokodil sering mengikuti dosis pertama. Krokodil begitu adiktif yang
kebanyakan orang tidak pernah sembuh. Menurut laporan orang yang kecanduan
akan terus mengkonsumsi sampai daging mereka telah sepenuhnya membusuk lepas
dari bagian tubuh, sampai mereka bahkan tidak bisa lagi bergerak, sampai kematian,
yang tidak biasa. Pecandu Krokodil rata-rata hidup hanya 1-2 tahun karena kerusakan
parah daging dan organ internal, termasuk otak.

Kerusakan organ pada pengguna krokodil

Pengguna Desomorphine menderita kerusakan akut pada kesehatan umum


mereka, termasuk sistem kekebalan tubuh yang lemah dan hati gagal.
bisul yang tak bisa disembuhkan mulai muncul di tubuh
seseorang secara harfiah membusuk atau menjadi mayat hidup.
Vena terletak dekat situs injeksi membakar.
Mereka yang kecanduan desomorphine tidak bertahan selama lebih dari satu
tahun
( pecandu heroin saja memiliki tingkat kelangsungan hidup hingga lima tahun)
Sekitar 33% dari para pecandu krokodil dilaporkan mengidap hepatitis C.
rentan terhadap infeksi dan gangren.

Karena sifat kimia desomorphine, mereka yang kecanduan obat tidak pernah pergi ke
remisi. Setengah pasien kembali untuk mengambil obat atau mulai mengambil pil
kodein.

Narkoba Krokodil ini kenikmatannya hanya 1- 2 jam. Selebihnya para pecandu akan
kembali meracik obat ini kembali, meracik narkoba krokodil membutuhkan waktu
sekitar 1 1,5 jam, jadi para pecandu akan menghabiskan waktunya untuk meracik
dan menikmati obat jahanam ini. Intinya Krokodil drug atau Desomorphine (bahasa
Rusia pengucapannya) adalah narkoba baru homemade yang mengerikan. Dipercaya
dia dibuat di Siberia Rusia. Dia menjadi wabah baru di Rusia sana karena korbannya
mengalami kulit membusuk dan copot satu satu mirip dengan efek gangren.