Anda di halaman 1dari 3

Fuji Kurniawati

161710101045
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian/ Kelas A
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember

Sedimentasi merupakan suatu proses pemisahan solid-liquid menggunakan


pengendapan secara gravitasi untuk menyisihkan suspended solid. Sedimentasi
terjadi karena adanya gaya gravitasi. Gaya gravitasi bekerja terhadap partikel
sehingga partikel akan turun dan mengendap (Wirosoedarmo, dkk.2011).
Ketika partikel berada pada jarak yang jauh dari kondisi dinding dan
berjauhan dengan partikel lain sehingga gerak jatuhnya tidak terpengaruh maka
gerak jatuh pada kondisi tersebut di sebut dengan free settling. Free settling pada
umumnya berlangsung di awal proses sedimentasi dimana konsentrasi tumpukan
partikel masih rendah sekali. Sedangkan Hindered settling (pengendapan
terintangi) merupakan suatu keadaan dimana kecepatan jatuhnya semakin lambat
karena ada pengaruh dari partikel-partikel lain. Kecepatan sedimentasi akan
berkurang sejalan dengan waktu. Hindered settling mulai terjadi pada keadaan
akhir proses sedimentasi dimana sudah mulai terbentuk zona dengan tumpukan
partikel yang mengendap (sigit, 2008).

Pada umumnya, sedimentasi digunakan pada pengolahan air minum,


pengolahan air limbah, dan pada pengolahan air limbah tingkat lanjutan. Prinsip
sedimentasi pada pengolahan air minum dan air limbah yaitu sama, demikian
untuk metode dan peralatannya. Namun, prasedimentasi jarang digunakan pada
pengolahan air limbah, karena parameter dominan limbah adalah limbah organik,
bukan padatan tersuspensi seperti pada air baku pengolahan air bersih. Pada
pengolahan air limbah tingkat lanjutan, sedimentasi ditujukan untuk penyisihan
lumpur setelah koagulasi dan sebelum proses filtrasi. Selain itu, prinsip
sedimentasi juga digunakan dalam pengendalian partikel di udara (Racman,dkk,
2011).
Pada proses sedimentasi, untuk mengetahui kecepatan pengendapan dari
partikel bahan dapat dihitung dengan menggunakan rumus dari hukum Stokes
(hadi, 2012). Menurut hukum Stokes kecepatan pengendapan beranding lurus
dengan ukuran diameter partikel dimana jika diameter partikelnya kecil maka
kecepatan pengendapan juga kecil (lama). Sediaan suspensi yang baik
menggunakan sisi positif dari masing-masing sistem flokulasi dan deflokulasi
yaitu sediaan suspensi yang laju pengendapannya kecil namun dengan
penggojokan ringan sudah dapat tersuspensi kembali (budianto, 2008).

DAFTAR PUSTAKA
BUDIANTO, ANWAR.2008. METODE PENENTUAN KOEFISIEN
KEKENTALAN ZAT CAIR DENGAN MENGGUNAKAN REGRESI
LINEAR HUKUM STOKES. YOGYAKARTA: Sekolah Tinggi Teknologi
Nuklir-BATAN (SEMINAR NASIONAL IV SDM TEKNOLOGI
NUKLIR YOGYAKARTA, 25-26 AGUSTUS 2008 ISSN 1978-0176) .
Hadi, Danang Kumara. 2012. SEDIMENTASI. Jember: Fakultas Teknologi Hasil
Pertanian Universitas Jember.
Rachman ,Nesa Amelda,Puji Febriani, Putri Mayang Pramesti, dan Raden
Khoirun Nissa. 2011. LAPORAN PRAKTIKUM PERLAKUAN
MEKANIK SEDIMENTASI. Bandung: TEKNIK KIMIA PRODUKSI
BERSIH POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Sigit, Didit A. 2008.MODUL SEDIMENTASI. Banten: LABORATORIUM
OPERASI TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON BANTEN.
Wirosoedarmo,Ruslan, Alexander Tunggul Sutan Haji, dan Estin D. Kristanti.
2011. PERILAKU SEDIMENTASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP
KINERJA SALURAN PADA JARINGAN IRIGASI WARU-TURI
KANAN KEDIRI. Malang: Jurusan Keteknikan Pertanian-Fak. Teknologi
Pertanian-Universitas Brawijaya Jl. Veteran-Malang.
SKEMA KERJA

Penyiapan gelas ukur 100 ml


dan arloji

Pembuatan suspensi bubuk jagung dalam


berbagai konsentrasi

Pemasukan suspensi ke
dalam gelas ukur 50 ml
sampai tinggi

Pengadukan suspensi

Pengamatan endapan yang terbentuk dan


mencatat penurunan tinggi batas
benningan dengan slurrry setia 5