Anda di halaman 1dari 11

Laporan Pratikum

Uji Fermentasi Alkohol

OLEH:

1. Sumire Shiny Dartok


2. Jofan Tansia
3. Eldrick Leo
4. Kezia Claudia
5. Kokoh
6. Maryo
7. Kelvin Serasi
I. Judul:
Uji Fermentasi Alkohol

II. Tujuan:
Mengetahui dan mengamati proses fermentasi alcohol oleh khamir
Saccharomyces cerevisiae

III. Tinjauan Teoritis


3.1 Fermentasi
Respirasi anaerob (fermentasi) adalah respirasi yang terjadi dalam keadaan
ketidaktersediaan oksigen bebas.Asam piruvat yang merupakan produk
glikolisis jika dalam keadaan ketiadaan oksigen bebas akan diubah
menjadi alkohol atau asam laktat.
Pada manusia, kekurangan oksigen sering terjadi pada atlet-atlet yang
berlari jarah jauh dengan kencang. Atlet tersebut membutuhkan kadar
oksigen yang lebih banyak daripada yang diambil dari pernafasan. Dengan
kurangnya oksigen dalam tubuh, maka proses pembongkaran zat
dilakukan dengan cara anaerob, yang disebut dengan fermentasi.
Fermentasi tidak harus selalu dalam keadaan anaerob. Beberapa jenis
mikroorganisme mampu melakukan fermentasi dalam keadaan aerob.

3.2 Mikroba yang Berperan dalam Proses Fermentasi


1. Fermentasi Asam Asetat
Bakteri Acetobacter aceti merupakan baktei yang mula pertama diketahui
sebagai penghasil asam asetat dan merupakan jasad kontaminan pada
pembuatan wine. Saat ini bakeri Acetobacter aceti digunakan pada
produksi asam asetat karena kemampuanya mengoksidasi alkohol menjadi
asam asetat.
2. Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi asam laktat banyak terjadi pada susu. Jasa yang palingberperan
dalam fermentasi ini adalah Lacobacillus sp. Laktosa diubah menjadi asam
laktat. Kini asam laktat juga digunakan untuk produksi plastik dalam
bentuk PLA.
3. Fermentasi Asam Sitrat
Asam sitrat dihasilkan melalui fermentasi menggunakan jamur Aspergillus
niger. Meskipun beberapa bakteri mampu melakukan, namun yang paling
umum digunakan adalah jamur ini. Pada kondisi aerob jamur ini
mengubah gula atau pati menjadi asam sitrat melalui pengubahan pada
TCA.
4. Fermentasi Asam Glutamat
Asam glutamat digunakan untuk penyedap makanan sebagai penegas rasa.
Mula pertama dikembangkan di Jepang. Organisme yang kini banyak
digunakan adalah mutan dari Corynebacterium glutamicu.

3.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fermentasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi untuk menghasilkan


etanol adalah: sumber karbon, gas karbondioksida, pH substrat, nutrien,
temperatur, dan oksigen.

Untuk pertumbuhannya, yeast memerlukan energi yang berasal dari


karbon. Gula adalah substrat yang lebih disukai. Oleh karenanya
konsentrasi gula sangat mempengaruhi kuantitas alkohol yang dihasilkan.

Kandungan gas karbondioksida sebesar 15 gram per liter (kira-kira


7,2atm) akan menyebabkan terhentinya pertumbuhan yeast, tetapi tidak
menghentikan fermentasi alkohol. Pada tekanan lebih besar dari 30 atm,
fermentasi alcohol baru terhenti sama sekali.

1. pH
pH dari media sangat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme.
Setiap mikroorganisme mempunyai pH minimal, maksimal, dan optimal
untuk pertumbuhannya. Untuk yeast, pH optimal untuk pertumbuhannya
ialah berkisar antara 4,0sampai 4,5. Pada pH 3,0 atau lebih rendah lagi
fermentasi alcohol akan berjalan dengan lambat
2. Nutrien
Dalam pertumbuhannya mikroba memerlukan nutrient.Nutrien yang
dibutuhkan digolongkan menjadi dua yaitu nutrient makro dan nutrient
mikro. Nutrien makro meliputi unsur C, N, P, K. Unsur C didapat dari
substrat yang mengandung karbohidrat, unsur N didapat dari penambahan
urea, sedang unsur P dan K dari pupuk NPK. Unsur mikro meliputi
vitamin dan mineral-mineral lain yang disebut trace element seperti Ca,
Mg, Na, S, Cl, Fe, Mn, Cu, Co, Bo, Zn, Mo, dan Al.
3. Temperatur
Mikroorganisme mempunyai temperature maksimal, optimal, dan minimal
untuk pertumbuhannya. Temperatur optimal untuk yeast berkisarantara
25-30C dan temperature maksimal antara 35-47C. Beberapa jenis yeast
dapat hidup pada suhu 0C. Temperatur selama fermentasi perlu
mendapatkan perhatian, karena di samping temperature mempunyai efek
yang langsung terhadap pertumbuhan yeast juga mempengaruhi komposisi
produk akhir. Pada temperature yang terlalu tinggi akan menonaktifkan
yeast. Pada temperature yang terlalu rendah yeast akan menjadi tidak aktif.

3.4 Fermentasi Alkohol


Fermentasi adalah proses produksi energy dalam sel dalam
keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah
satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi terdapat definisi yang lebih
jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan
anaerobik dengan tanpa akseptor electron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil
fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa
komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam
butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan
dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan
minuman beralkohol lainnya. Pada beberapa mikroba peristiwa
pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam
asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol.
Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat
menghasilkan 2 molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu
molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP.

Reaksinya :

1. Glikolisis

Glukosa (C6H12O6) asam piruvat (glikolisis)

2. Dekarboksilasi asam piruvat.


Asampiruvat asetaldehid + CO2
Piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol (etanol).
2 CH3CHO + 2 NADH2 2 C2HsOH + 2 NAD. alkohol dehidrogenase enzim

Ringkasan reaksi : C6H12O6 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + ATP

Pereaksian karbondioksida dengan air kapur menhasilkan endapan kapur dan air.
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut : Ca(OH)2 + CO2 CaCO3 + H2O
IV. Alat dan Bahan
4.1 Alat
Tabung Erlenmeyer
Gelas Ukur
Pipa Plastik/ Pipa Kaca Bentuk U
Termometer
Plastisin
Timbangan
Pipet Tetes

4.2 Bahan
Gula/Glukosa
Ragi Roti (yeast)
Larutan Fenolftalein (PP)
Air Kapur
Air

V. Cara Kerja
1. Sisipkan dua buah tabung Erlemenyer lalu beri tanda tabung A dan B
2. Masukkan ke dalam tabung A 10 gram glukosa, lalu tambahkan 40 ml air
suling dan aduk hingga larut, kemudian tambahkan 2 gram ragi.
3. Masukkan ke dalam tabung B air kapur sebanyak 50 ml, kemudian tetesi
dengan larutan fenolftalein beberapa tetes hingga larutan menjadi berwarna
merah jambu.
4. Hubungkan kedua tabung menggunakan pipa U atau selang plastic dan
pasanglah thermometer pada tabung A. Rapatkan setiap sambungan
menggunakan plastisin.
5. Amatilah apa yang terjadi pada kedua tabung setelah percobaan selama 30
menit.
6. Catatlah perubahan yang terjadi dalam table pengamatan.
VII. Hasil dan Pembahasan
7.1 Hasil
Tabung A Tabung B
Yang Diamati Sebelum Setelah Sebelum Setelah
Percobaan Percobaan Percobaan Percobaan
Warna
Gelembung
Gas
Suhu (C)
Aroma

7.2 Pembahasan
Fermentasi alkohol menghasilkan etanol dibuktikan dengan bau tabung A
setelah reaksi yang seperti bau tape namun lebih menyengat. Bau tersebut
adalah bau etanol.
Fermentasi alkohol menghasilkan ATP dibuktikan dengan adanya
peningkatan suhu dari 30 oC menjadi 31 oC.
Fermentasi alkohol juga menghasilkan CO2. Hal ini terbukti dari tabung
B yang berisi air kapur semula berwana merah muda namun lama-
kelamaan berubah menjadi bening. Perubahan tersebut dikarenakan air
kapur dapat mengikat CO2. Pengikatan ini kemudian menghasilkan H2O
yang terbukti dengan adanya gelembung pada tabung B dan juga endapan
CaCO3. Perubahan ini sesuai dengan reaksi berikut:
Ca(OH)2 + CO2 CaCO3 + H2O

Perubahan yang terjadi pada tabung A adalah perubahan warna dari coklat
muda menjadi coklat muda keruh, perubahan suhu sebesar 28 menjadi
29,5 derajat, berbau alkohol yang menyengat, terdapat busa di permukaan
larutan, serta terjadi fermentasi alcohol
Perubahan yang terjadi pada tabung B adalah perubahan warna yang
menjadi semakin keruh, terdapat endapan dari tabung akhir berwarna
kuning.
Percobaan ini adalah percobaan fermentasi alkohol yang memakai
fermipan dan tepung yang mengandung glukosa di dalamnya, sehingga
memungkinkan proses fermetasi alkohol yang berasal dari respirasi
anaerob glukosa yang menyebabkan aroma alkohol yang menyengat pada
tabung B.
Perubahan warna terjadi karena sifat basa dalam larutan berkurang
dikarenakan oleh reaksi antara larutan kapur (Ca(OH)2) dan gas karbon
dioksida (CO2).
Reaksi : Ca(OH)2 + CO2 CaCO3 + H2O
Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi
etanol (etil alkohol) dan karbon dioksida. Organisme yang berperan yaitu
Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman
keras. Reaksi Kimia:
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP
Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula
yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan
bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme.
Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.
Fermentasi diperkirakan menjadi cara untuk menghasilkan energi pada
organisme purba sebelum oksigen berada pada konsentrasi tinggi di
atmosfer seperti saat ini, sehingga fermentasi merupakan bentuk purba
dari produksi energi sel.

VIII. Pertanyaan dan Jawaban


8.1 Pertanyaan
1. Apa yang terjadi pada tabung Erlenmeyer A?
2. Apa yang terjadi pada tabung Erlemenyer B?
3. Mengapa terbentuk aroma di tabung Erlenmeyer A? Jelaskan!
4. Mengapa terjadi perubahan warna di tabung Erlenmeyer B?
Jelaskan reaksinya!
5. Apa yang dimaksud dengan fermentasi alcohol? Tuliskan
reaksinya!
6. Jelaskan ciri-ciri fermentasi!
8.2 Jawaban
1. Berbau alkohol yang menyengat
Perubahan warna dari coklat muda menjadi coklat muda keruh
Perubahan suhu sebesar 26 menjadi 27,5 derajat
Terdapat busa di permukaan larutan, serta
Terjadi fermentasi alkohol.

2. Perubahan warna yang menjadi semakin keruh


Terdapat endapan dari tabung akhir berwarna kuning.
Larutan menjadi asam (sifat basa berkurang)

3. Percobaan ini adalah percobaan fermentasi alkohol yang memakai


fermipan dan tepunng yang mengandung glukosa di dalamnya,
sehingga memungkinkan proses fermetasi alkohol yang berasal dari
respirasi anaerob glukosa yang menyebabkan aroma alkohol yang
menyengat pada tabung A. Karena terbentuk alcohol, dari reaksi yang
didapat dari respirasi anaerob glukosa oleh fermipan (fermipan
merupakan bibit jamur atau bibit saccharomyces)

4. Perubahan warna terjadi karena sifat basa dalam larutan berkurang


dikarenakan oleh reaksi antara larutan kapur (Ca(OH)2) dan gas
karbon dioksida (CO2).

Reaksi : Ca(OH)2 + CO2 --- CaCO3 + H2O

5. Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa


menjadi etanol (etil alkohol) dan karbon dioksida. Organisme yang
berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape,
roti atau minuman keras. Reaksi Kimia:
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

6. 1. Terjadi pada organisme yang tidak membutuhkan oksigen bebas


2. terjadi proses glikolisis
3. tidak terjadi penyaluran elektron ke Siklus Krebs dan Transpor
Elektron
4. energi (ATP) yang terbentuk lebih sedikit jika dibandingkan dengan
Respirasi aerob
5. Menghasilkan alcohol
6. Proses dibantu oleh organisme bibit jamur (Saccharomyces)

IX. Kesimpulan dan Saran


9.1 Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Fermentasi adalah proses peragian atau proses penguraian


makanan oleh mikroorganisme yang berlangsung dalam keadaan anaerob
yang tidak memerlukan oksigen dari udara bebas. Selain itu fermentasi
juga berarti pemecahan senyawa organik oleh mikroba yang berlangsung
dalam suasana anaerob dengan menghasilkan energi.
2. Fermentasi alkohol terjadi dari perubahan glukosa menjadi alkohol
dankarbondioksida.
3. Fermentasi alkohol menghasilkan etanol (C2H5OH), CO2, dan ATP.
Hal ini sesuai dengan reaksi sebagai berikut:C6H12O6 2C2H5OH
+2CO2 + 2ATP
4. Asam piruvat (3C) diubah menjadi Asetal dehid (2C) sehingga
dilepaskan molekul CO2 (1C).
5. Asetaldehide segera mengikat ion H+ dari penguraian NADH
menjadi NAD maka sebagai akseptor ion H+ dalam proses fermentasi
etanol ini adalah Asetal dehide
6. Pengikatan ion H+ oleh Asetaldehide akan membentuk senyawa
Etil alkohol ( Etanol),
7. Produk fermentasi ini adalah 2 ETANOL , 2 CO2 , 2 ATP ,
8. Bahan fermentasi alkohol tetap menggunakan Glukosa , jika
bahannya Glukosa anggur maka akan menjadi alcohol
9. Mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi
adalahSacharomycescerevisiaedan fungsi sebagai pembantu pembuatan
alkohol.
10. Fungsi dari larutan fenolptalin sebagai indikator basa.3.
11. Selama berlangsungnya fermentasi terjadi peningkatan suhu
dikarenakan adanyaenergi (ATP) yang terbentuk.
12. Cepat atau lamanya Fermentasi dipengaruhi oleh banyaknya
fermipan / saccharomyces
13. Saat reaksi fermentasi terjadi pembentukan energy, menghasilkan
gas CO2 dan terjadi di keadaan anaerob serta menghasilkan alcohol.

9.2 Saran
1. Lebih berhati-hati pada saat praktek
2. Fokus dan teliti

X. Daftar Pustaka
http://gudang-laprak.blogspot.co.id/2014/05/laporan-praktikum-biologi-
fermentasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi
http://tulkafa.blogspot.co.id/2015/02/laporan-praktikum-biologi-
fermentasi_12.html