Anda di halaman 1dari 11

Judul : Metamorfosis Katak

Tujuan :
- Mengetahui tahap-tahap metamorfosis katak (Rana sp)
Alat dan Bahan
Alat Bahan
- Alat tulis - Preparat awetan basah
- Kamera metamorfosis katak

Prinsip kerja
Praktikum dimulai dengan mempersiapkan preparat awetan metamorphosis
katak kemudian mengamatinya secara langsung. Praktikan menggambar hasil
pengamatan pada logbook, kemudian mendokumentasikan preparat awetan
metamorphosis katak dengan kamera.
Data pengamatan

No Gambar Hasil Pengamatan Keterangan


Telur dibuahi

Telur dibuahi 3-7 jam

Telur dibuahi 10 jam

Telur dibuahi 13 jam

Telur dibuahi 14 jam

2
Telur dibuahi 15 jam

Telur dibuahi 16 jam

Telur dibuahi 24 jam

Fase Pembentukan Tutup Ingsang

Fase Pembentukan Kaki Depan

10

11 Fase Pembentukan Kaki Belakang

3
Fase Katak Berekor

12

Fase Tail Bud

13

Fase Tail Bud 5 Hari

14

15 Fase ekor memendek

4
Fase ekor katak mulai menghilang

16

Fase Katak Muda

17

Fase Katak Dewasa

18

19 Fase Permulaan Peredaran Darah

5
Fase Rotasi

20

6
Fase : Telur katak yang dibuahi

Hasil Pengamatan Referensi

4
1
2 2

Sumber:
Keterangan Keterangan
1. Kutub Animal
1. Telur katak 2. Kutub Vegetal
2. Gelatin 3. Grey crescent
4. Gelatin
Pembahasan
Terbentuk membran pembuahan berbentuk bulan sabit dan berwarna abu-abu
(gray crescent) pada bagian permukaan telur yang menjadi tempat masuk
spermatozoon. Setelah mengalami pembuahan, metabolisme sel telur akan
meningkat, sementara permiabilitas dinding sel telur berkurang.
Pada pengamatan telur katak yang sudah difertilisasi bagian- bagian yang nampak
yaitu berupa polus animalis yaitu berwarna hitam dan polus vegetativus yakni yang
berwarna putih kelabu.
Telur terbungkus oleh lapisan gelatin. Bagian telur dapat dibedakan menjadi polus
animalis dan polus vegetativus berdasarkan tingkat pigmentasinya.

Hasil Pengamatan Referensi

1
1 3

5
2
4
6
2
Sumber:
Keterangan Keterangan
1. Telur katak 1. Kutub Animal
2. Gelatin 2. Kutub Vegetal
3. Grey crescent
4. Gelatin
5. Bidang pembelahan

7
6. Sel blastomer

Pembahasan
Pada telur katak 3-7 jam setelah fertilisasi terjadi pembelahan sel telur katak pada
tahap morula. Tahapan pembelahan sel telur dimulai sesaat setelah sperma membuahi
sel. Pembelahan pada embrio katak merupakan pembelahan radial holoblastik. Telur
katak mengandung jumlah yolk yang relative banyak dan terkonsentrasi pada kutub
vegetatif.
Pada tahap morula terbentuk batas antara kutub animal dan kutub vegetal di
bagian marginal disebut marginal zone. Terjadi invaginasi yang menyebabkan
blastosoel mulai terdesak yang diikuti oleh invasi sel-sel di daerah marginal yang
akan membentuk dorsal balsto yang kemudian akan membentuk celah blastopora.
Bentuk seperti bola dan membentuk celah blastosoel. Setiap 1 sel penyusun
mempunyai 1 nukleus disebut blastoderm dimana menyusun dari membentuk yolk
dan embrio. Pada lapisan blastoderm ini sel-selnya kecil dan padat. Pada bagian
ventral pada embrio, blastoderm membentuk penebalan dimana akan membentuk
bakal embrio. (Rough, R. 1971). Terjadi pengkutuban sejumlah 32 sel, dimana
pengkutuban berlangsung progresif geometris (12 8 16 32). Terbentuk pula
rongga-rongga (segmentasi cavity) dan perluasan pembelahan sel-sel (epiboli).
Namun, pembelahan sel-sel masih berjalan lambat karena adanya vitelus. Yang perlu
diperhatikan, sel-sel yang mengalami pembelahan hanyalah yang ada di kutub animal.
(Sugiyarto, 1996).

8
Kesimpulan

9
Daftar pustaka

Campbell, Neil A et al. (1999). Biology. Erlangga. Jakarta.


Harlita. (2000). SPH 3. Surakarta: UNS Press
Nurhayati, A.P.D. (2004). Diktat Perkembangan Hewan. Prodi Biologi FMIPA ITS.
Surabaya.
Ramdhina Irsanti Putri, Ardyah, et al. (2013). Pengaruh Hormon Hipofisa Dan Ovaprim
Terhadap Ovulasi Katak Serta Perbedaan Pakan Terhadap Pertumbuhan Berudu
Katak Fejervarya cancrivora. Jurnal Biotropika. Vol 1 No 5
Sastry K. V. & Dr. Shukal. (2007). Developmental Biology. Rastogi Publication India.
Rough, R. (1971). A guide to Vertebrae Development. M : B Publishing
Sugiyarto. (1996). Perkembangan Hewan. Jakarta: Depdikbud
Sudarwati. (1996). Perkembangan Hewan. Bandung: FMIPA ITB
Yatim, Wildan. (1990). Reproduksi dan Embriologi. Bandung: Tarsito

Surakarta, 18 Mei 2016


Mengetahui
Asisten, Praktikan

(Yunita Nur A) (Ahadia Busyaroh A)

10
Lampiran

- Dokumentasi praktikum

- Laporan praktikum sementara

11