Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN MATERNITAS

HIPERBILIRUBIN

1. Pengertian
Hiperbilirubin adalah keadaan ikterus yang terjadi pada bayi baru lahir,
yang dimaksud dengan ikterus yang terjadi pada bayi baru lahir adalah
meningginya kadar bilirubin di dalam jaringan ekstravaskuler sehingga terjadi
perubahaan warna menjadi kuning pada kulit, konjungtiva, mukosa, dan bagian
tubuh lainnya. Nilai normal bilirubin indirek 0,3 1,1 mg/dl dan bilirubin direk
0,1 0,4 mg/dl (Ngastiyah, 2013) .
Hiperbilirubin adalah meningkatnya kadar bilirubin dalam darah yang
kadar nilainya lebih dari normal (Behrman, dkk. 2011). Menurut Suryanah, (2009)
hiperbilirubin merupakan suatu keadaan dimana konsentrasi bilirubin dalam darah
berlebihan sehingga menimbulkan joundis pada neonatus.
Hiperbilirubin adalah kondisi dimana terjadi akumulasi bilirubin dalam
darah yang mencapai kadar tertentu dan dapat menimbulkan efek patologis pada
neonatus ditandai joudince pada sclera mata, kulit, membrane mukosa dan cairan
tubuh (Leveno, dkk. 2009). Menurut Sinclair, 2009) hiperbilirubin adalah
peningkatan kadar bilirubin serum (hiperbilirubinemia) yang disebabkan oleh
kelainan bawaan, juga dapat menimbulkan ikterus.

2. Etiologi dan Faktor Predisposisi


Menurut ikatan dokter anak indonesia/IDAI (2011), Peningkatan kadar
bilirubin dalam darah neonatus tersebut dapat terjadi karena keadaan sebagai
berikut:
a. Polychetemia (Peningkatan jumlah sel darah merah).
b. Isoimmun Hemolytic Disease.
c. Kelainan struktur dan enzim sel darah merah.
d. Keracunan obat (hemolisis kimia; salisilat, kortikosteroid, kloramfenikol).
e. Hemolisis ekstravaskuler.
f. Cephalhematoma.
g. Ecchymosis.
h. Gangguan fungsi hati; defisiensi glukoronil transferase, obstruksi empedu
(atresia biliari), infeksi, masalah metabolik galaktosemia, hipotiroid jaundice
ASI.
i. Adanya komplikasi; asfiksia, hipotermi, hipoglikemi. Menurunnya ikatan
albumin; lahir prematur, asidosis.
Menurut Ngatisyah (2013) keadaan jaundice dan atau ikterus di pengaruhi
oleh :
a. Faktor produksi yang berlebihan melampaui pengeluaran nya terdapat pada
hemolisis yang meningkat seperti pada ketidakcocokan golongan darah (Rh,
ABO antagonis,defisiensi G-6-PD dan sebagai nya).
b. Gangguan dalam uptake dan konjugasi hepar di sebabkan imaturitas hepar,
kurangnya substrat untuk konjugasi (mengubah) bilirubin, gangguan fungsi
hepar akibat asidosis,hipoksia, dan infeksi atau tidak terdapat enzim
glukuronil transferase (G-6-PD).
c. Gangguan tranportasi bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian di
angkut oleh hepar. Ikatan ini dapat di pengaruhi oleh obat seperti salisilat dan
lain-lain. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak bilirubin indirek
yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak (terjadi krenikterus).
d. Gangguan dalam ekskresi akibat sumbatan dalam hepar atau di luar hepar.
Akibat kelainan bawaan atau infeksi, atau kerusakan hepar oleh penyebab
lain.
Menurut Leveno, ddk. (2009) Faktor resiko terjadinya hiperbilirubin
antara lain:
a. Faktor Maternal: Ras atau kelompok etnik tertentu (Asia, Native
American,Yunani), komplikasi kehamilan (DM, inkompatibilitas ABO dan
Rh), penggunaan infus oksitosin dalam larutan hipotonik.
b. Faktor Perinatal: Trauma lahir (sefalhematom, ekimosis), infeksi (bakteri,
virus, protozoa).
c. Faktor Neonatus: Prematuritas.
d. Faktor genetic: Polisitemia.
e. Faktor obat (streptomisin, kloramfenikol, benzyl-alkohol, sulfisoxazol.
f. Rendahnya asupan ASI.
g. Hipoglikemia.
h. Hipoalbuminemia

3. Tanda dan Gejala


Menurut Potter, Patricia A.P., dan Anne, G (2008) tanda dan gejala yang
jelas pada anak yang menderita hiperbilirubin adalah:
a. Tampak ikterus pada sklera, kuku atau kulit dan membran mukosa.
b. Jaundice yang tampak dalam 24 jam pertama disebabkan oleh penyakit
hemolitik pada bayi baru lahir, sepsis, atau ibu dengan diabetik atau infeksi.
c. Jaundice yang tampak pada hari ke dua atau hari ke tiga, dan mencapai
puncak pada hari ke tiga sampai hari ke empat dan menurun pada hari ke lima
sampai hari ke tujuh yang biasanya merupakan jaundice fisiologis.
d. Ikterus adalah akibat pengendapan bilirubin indirek pada kulit yang
cenderung tampak kuning terang atau orange, ikterus pada tipe obstruksi
(bilirubin direk) kulit tampak berwarna kuning kehijauan atau keruh.
Perbedaan ini hanya dapat dilihat pada ikterus yang berat.
e. Muntah, anoksia, fatigue, warna urin gelap dan warna tinja pucat, seperti
dempul.
f. Perut membuncit dan pembesaran pada hati.
g. Pada permulaan tidak jelas, yang tampak mata berputar-putar.
h. Letargik (lemas), kejang, tidak mau menghisap.
i. Bila bayi hidup pada umur lebih lanjut dapat disertai spasme otot,
epistotonus, kejang, stenosis yang disertai ketegangan otot.
j. Dapat disertasi anemia.

4. Patofisiologi
Corwin, J.E. (2009)

5. Referensi
Behrman, dkk. (2011). Ilmu Kesehatan Anak. Edisi 15. Volume 1. Jakarta: EGC.
[Online]. https://books.google.co.id/books?
id=0dRhHnfPpBgC&pg=PA611&dq=hiperbilirubinemia&hl=id&sa=X&
ved=0ahUKEwilt8W_hpDWAhXKk5QKHetTB8UQ6AEILjAC#v=onep
age&q=hiperbilirubinemia&f=false. [28 Agustus 2018].
Corwin, J.E. (2009). Buku Saku Patofisiologi.Edisi 3. Jakarta: EGC.
Leveno, J., K., dkk. (2009). Obstetri Williams. Jakarta: EGC. [Online].
https://books.google.co.id/books?
id=mPwa0ARtMtIC&pg=PA670&dq=hiperbilirubinemia&hl=id&sa=X
&ved=0ahUKEwilt8W_hpDWAhXKk5QKHetTB8UQ6AEINzAE#v=on
epage&q=hiperbilirubinemia&f=false. [28 Agustus 2018].
Ngatisyah. (2013). Perawatan Anak Sakit. Edisi 2. Revisi. Jakarta: EGC.
Potter, Patricia A.P., dan Anne, G. (2008). Buku Ajar Fudamental Keperawatan :
Konsep, Proses dan Praktis. Volume 2. Edisi Revisi. EGC :Jakarta
Sinclair, C. (2009). Buku Saku Kebidanan. [Online].
https://books.google.co.id/books?id=NL-
RVR1nywYC&pg=PA786&dq=hiperbilirubinemia+PADA+BAYI+BAR
U+LAHIR&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjA0uSviJDWAhVBlZQKHcLf
AF8Q6AEIMzAD#v=onepage&q=hiperbilirubinemia%20PADA
%20BAYI%20BARU%20LAHIR&f=false. [28 Agustus 2018].
Suryanah. (2009). Keperawaratan Anak untuk Siswa SPK. Jakarta: EGC.
[Online]. https://books.google.co.id/books?
id=i7iF6JaezwgC&pg=PA128&dq=HIPERBILIRUBIN&hl=id&sa=X&r
edir_esc=y#v=onepage&q=HIPERBILIRUBIN&f=false. [28 Agustus
2018].