Anda di halaman 1dari 17

Gambar 2.

1 Simbol simbol pada sistem pemipaan

Pipa menurut standar SNI (Standar Nasional Indonesia)

Tabel 2.1 Standar SNI

Pipa standar menurut JIS (japan industrial standard)

Tabel 2.2 Standar JIS

2.3 Klasifikasi Pipa

2.3.1. Klasifikasi pipa berdasarkan jenis materialnya

1. Pipa GIP (Galvanized Iron Pipe)

Pipa galvanis adalah semacam pipa besi yang ditutupi dengan lapisan pelindung seng yang
dapat sangat mengurangi kecenderungan pipa untuk menimbulkan korosi serta memperpanjang
harapan hidup tabung agar awet. Pipa galvanis ini terbuat dari baja karbon rendah dengan
lapisan galvanis, yang mengandung berbagai macam unsur di dalamnya: - unsur seng (Zn) 99,7% dan
biasanya di aplikasikan untuk pipa pada air minum. - unsur karbon sebesar 0,091% sehingga tergolong
dalam baja karbon rendah. Sehingga bisa di jelaskan bahwa Pipa galvanis ini terbuat dari unsur
utamanya adalah seng. Pipa GIP atau pipa besi galvanis digunakan untuk intalasi air bersih dingin saja,
tidak dianjurkan untuk pipa air panas.

Pipa galvanis diproduksi dengan berbagai ukuran maupun ketebalan dindingnya, disesuaikan
dengan kegunaannya ukuran panjang standar adalah 6 m.Bahan galvanis tidak hanya berbentuk pipa,
tabung, akan tetapi dapat berupa plat lembaran maupun bentuk lain seperti: siku, U, H, C dan
sebagainya.

Baja galvanis berasal dari kata galvanized steel yaitu pelapisan bahan anti karat pada baja dengan cara
bahan baja tersebut dicelupkan ke bak cairan timah dan aluminium panas di pabrik (produsen) khusus
baja. Pembuatan lapisan galvanis tersebut berguna agar bahan baja dapat lebih tahan dan kuat dalam
jangka waktu sangat lama atau terhindar dari terjadinya pengaruh karat.

Fungsinya

Baja galvanis mempunyai banyak manfaat, tergantung keperluannya, misalnya bila membahas
bahan pipa, tentu bahan pipa galvanis dibuat sebagai penyalur utama bahan gas, air, minyak, uap atau
gas agar instalasinya kuat, aman dan tahan lama. Pada beberapa keperluan lain, bahan ini juga
digunakan sebagai konstruksi: misalnya penopang/ tiang dan sebagainya, tergantung kebutuhan
penggunanya.

Keuntungan pipa galvanis :

1. Tahan pecah
2. Tahan lama

3. Sambungannya menggunakan ulir

4. Permukaannya kuat

2. Pipa Plastik PVC

Gambar 2.3 Pipa PVC

Terbuat dari gabungan material vinyl plastik yang menghasilkan pipa yang kuat, ringan, tidak berkarat
serta tahan lama. PVC diproduksi dengan cara polimerisasi monomer vinil klorida (CH2=CHCl). Karena
57% massanya adalah klor, PVC adalah polimer yang menggunakan bahan baku minyak bumi terendah
di antara polimer lainnya. Berdasarkan tingkat ketebalannya, pipa peralon bisa dibagi menjadi 3 macam
yaitu :

Tipe C : Ini adalah pipa yang paling tipis. Ukuran diameter yang ada di pasaran mulai dari yang 5/8
inci, 1/2 inci, 3/4 inci, 1 inci, 1 1/4 inci, 1 /2 inci, 2 inci, 2 1/2 inci, 3 inci, 4 inci sampai dengan 5 inci. Pipa
jenis ini biasanya digunakan saat membangun saluran pembuangan air dengan tekanan yang lemah dan
sebagai pelindung kabel listrik.

Tipe D : Ini adalah jenis pipa dengan ketebalan yang sedang. Biasanya dipakai di dalam
saluran pembuangan air dengan tekanan yang normal. Adapun ukuran diameter yang dijual di
pasaran mulai dari 1 1/4 inci hingga 10 inci

Tipe AW : Ini adalah pipa PVC yang paling tebal. Ukuran diameternya mulai dari 1/2 inci sampai yang 1

inci. Adapun kegunaan dari pipa AW diperlukan saat membangun saluran air bertekanan tinggi, seperti
saluran pompa air tanah.

Fungsinya

Pipa PVC yaitu jenis pipa plastik, umumnya digunakan sebagai bahan penyalur air dingin dan air limbah
ringan dan berat, terutama cairan kimia sebab bahan pipa ini sangat baik untuk bahan cairan yang
sifatnya menimbulkan reaksi tertentu dengan ada tidaknya perubahan suhu. PVC memiliki banyak
keuntungan, yakni:

Penginstalannya mudah.

Tahan terhadap bahan kimia

Sangat kuat

Memiliki daya tahan korosi.

Daya konduksi panas yang rendah


Biaya instalasinya rendah

Hampir bebas pemeliharaan (virtually free maintenance)

3. Pipa HDPE (High Density Poly Ethylene)

Gambar 2.4 Pipa HDPE

Pipa HDPE (High-Density Poly Ethylene) adalah pipa yang terbuat dari bahan poly-ethylene yang
mempunyai kepadatan tinggi sehingga jenis pipa HDPE ini dapat menahan daya tekan yang lebih tinggi.
Adapun karakteristik pipa HDPE ini adalah kuat, lentur atau fleksibel dan tahan terhadap bahan kimia.

Pipa ini memiliki satuan ukuran tersendiri yaitu SDR (Standard Dimension Ratio). Satuan tersebut
berguna sebagai standar pengukuran tebal dan diameter (OD) pipa. Rumusnya yaitu diameter pipa
(OD) dibagi dengan tebal pipa, yang nantinya akan menghasilkan SDR. Contohnya jika OD 300 mm, dan
tebal pipa 15mm maka SDRnya yaitu 20.

Lambang untuk pipa HDPE

Fungsinya

Pipa H D P E dapat digunakan pada penyambungan zat cair (khususnya air bersih) atau bahan lain yang
sesuai.

Gambar 2.5 Instalasi Pipa HDPE

Pipa HDPE dipakai untuk Pipa air, Pipa gas, Pipa zat kimia, Pipa air kotor, Pipa biogas

Keuntungan Pipa HDPE :

Memiliki kemampuan dalam menahan benturan (Impact Strength).

Memiliki ketahanan akan temperatur rendah bahkan temperatur air beku.

Ringan (mengapung di air) dengan densitas = 0.94 gr/cm3, sehingga mudah

dalam penanganan dan transportasi.

Metode penyambungan yang cepat dan mudah.

Tahan terhadap korosi dan abrasi.

Permukaan halus, akan meminimalisasi hilangnya tekanan.

Sangat disarankan untuk distribusi air minum (bersahabat dengan

lingkungan).
Jangka waktu pemakaian 50 tahun

4. Pipa Baja (Steel Pipe)

Gambar 2.6 Pipa Baja


Pipa baja digunakan sebagai jalur pipa untuk pasokan energi, misalnya : air, gas, minyak, dan cairan
mudah terbakar lainnya. Dalam dunia industri, kegunaan pipa sangatlah dominan. Antara lain
sebagai sistem transportasi berbagai produk industri. Oleh karena itu pemilihan material sangatlah
penting mengingat fluida yang akan dialirkan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga
medianya (pipa) akan menyesuaikan.

a. Carbon Steel

Baja karbon adalah bahan pipa yang paling umum dalam industri power plant, kimia, proses,
hidrokarbon dan pipa industri. Spesifikasi pipa baja karbon umum digunakan dalam steam
operation, air atau udara termasuk ASTM A106 dan ASTM A53. Baja karbon yang umum untuk apliaksi
pipeline adalah pipa API 5L. Baja ringan adalah baja karbon dengan kandungan karbon kurang dari
0,30%. Baja karbon menengah memiliki 0,30% sampai 0,60% karbon. Baja karbon tinggi memiliki karbon
diatas 0,6%.

b. Alloy Steel (Baja Paduan)

Baja paduan adalah baja yang mengandung sejumlah elemen paduan, seperti 0,3% kromium (Cr), nikel
0,3% (Ni), molibdenum 0,08% (Mo), dll [ASTM A 941]. Baja natif karena lebih flexibel dan tidak
berkarat,selain juga tahan panas dan tekanan tinggi.pemasangan tidak perlu banyak sambungan
,sehinggga lebih praktis dan cepat.

Harganya lebih mahal meskipun lebih murah ketimbang pipa besi

Fungsinya

Bahan pipa tembaga merupakan bahan tambang dari bumi sebagaimana layaknya bahan boksit,
monel, timah maupun besi, tetapi tembaga memiliki sifat istimewa: karena kuat, tahan karat, mudah
dibentuk dan dapat digunakan dalam berbagai keperluan seperti kebel elektrinika dan sebagainya.

6. Pipa Beton

Gambar 2.8 Pipa Beton

Pipa Beton adalah adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen atau
bahan perekat sejenisnya,air, batu koral dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang
tidak mengurangi mutu pipa beton itu. Digunakan untuk saluran limbah, terowongan, dan irigasi.

7. Pipa Kuningan

Kuningan adalah paduan logam tembaga dan logam seng dengan kadar tembaga antara 60-96% massa.
Warna kuningan bervariasi dari coklat kemerahan gelap hingga ke cahaya kuning keperakan tergantung
pada jumlah kadar seng. Seng lebih banyak mempengaruhi warna kuningan tersebut. Komponen
utama dari kuningan adalah Tembaga sehingga kuningan biasanya diklasifikasikan sebagai
paduan tembaga Kuningan sangat mudah untuk di bentuk ke dalam berbagai bentuk, sebuah
konduktor panas yang baik, dan umumnya tahan terhadap korosi dari air garam. Karena sifat-sifat
tersebut, kuningan kebanyakan digunakan untuk membuat pipa, assesoris plambing alat plambing,
tabung, sekrup, radiator, alat musik, aplikasi kapal laut, dan casing cartridge untuk senjata api. Kuningan
lebih kuat dan lebih keras daripada tembaga.

Dalam perdagangan dikenal 2 jenis kuningan, yaitu:

Kawat kuningan (brass wire) kadar tembaga antara 62-95%

Pipa kuningan (seamless brass tube) kadar tembaga antara 60-90% (Sumber: Dep.PU, 1985)

Plat kuningan (brass sheet) kadar tembaga antara 60-90%

8. Besi Tuang (Cast Iron)

Gambar 2.10 Pipa Besi tuang

Pipa besi tuang adalah jenis pipa yang sangat keras dibanding pipa besi sejenis karena dengan hasil cor,
karbon (Ca) sehingga mempunyai sifat carbon (sifat mengeras) dan tahan atas karat. Oleh karenanya
sangat sesuai digunakan sebagai penyaluran limbah industri pada proyek sanitasi (purification Plan).
Akan tetapi cukup banyak pengusaha menggunakan bahan pipa besi tuang ini pada proyek
kecil hingga sedang di gedung komersial

2.3.2. Berdasarkan Klasifikasi Pengguna (User)

Standar Pipe

Mechanical service pipe untuk kepentingan structural dan mekanikal. Berdasarkan ketebalan
dinding, dibagi menjadi 3 kelas, yaitu standard weight, extra strong, double extra strong. Ada dalam
bentuk seamless dan welded. Berdiameter sampai 12 in, OD.

Refrigeration pipe untuk membawa refrigerant, Berdiameter 3/+ - 2in.

Dry-kiln pipe Digunakan di industri kayu.

2. Pressure pipe

Digunakan untuk membawa fluida atau gas pada tekanan atau temperature normal, subzero/ atau
tinggi. Berukuran Ll8 in. nominal size sampai 36 in. actual OD dengan berbagai ketebalan dinding.

3. Line Pipe

Diproduksi dalam bentuk welded dan seamless. Berukuran 1/8 in. nominal OD sampai 36 in. actual OD.
Digunakan untuk membawa gas, minyak atau air.

4. Water-well pipe
Diproduksi dalam bentuk welded atau seamless dengan bahan steel. Digunakan untuk
membawa air untuk digunakan diperkotaan maupun industri. Berukuran 1/8 - 96 in. dengan
berbagai ketebalan dinding.

5. Oil country goods

Casing digunakan sebagai structural retainer untuk dinding sumur minyak atau gas dan juga untuk
mengeluarkan fluida yang tidak diinginkan dan untuk melindungi dan mengalirkan minyak atau
gas dari sumber di bawah permukaan menuju permukaan tanah. Casing dihasilkan dalam ukuran 4 1/2 -
20 in OD.

2.5. KOMPONEN PERPIPAAN

Komponen perpipaan yg dimaksud disini meliputi :

1. Pipes (pipa-pipa)

2. Flanges ( flens-flens)

3. Fittings (sambungan)

4. Valves (katup-katup)

5. Boltings (baut-baut)

6. Gasket

7. Specials items

2.5.1. Pipa

Pipa merupakan komponen berbentuk silinder panjang berongga yang digunakan untuk
mengkonduksikan atau mentransfer fluida. Perbedaan antara pipa (pipe) dan tabung (tube) adalah
dimensi kritikal yang digunakan untuk mendeskripsikan ukurannya. Untuk pipa (pipe),
diameter internal (internal diameter/ID) digunakan untuk pengukuran standar ditambah
dengan ketebalan dindingnya, sedangkan untuk tabung (tube), diameter luar (outer
diameter/OD) merupakan nilai yang digunakan untuk standar ukuran tube. Terdapat tiga tipe
standard untuk ujung pipa (pipe ends) yang digunakan untuk industri, yaitu Plain Ends (PE), Threaded
Ends (TE), dan Beveled Ends (BE).

Gambar 2.11 Instalasi Perpipaan

Gambar 2.2 Transportasi Sistem Pemipaan

1. secara umum pipa yang diproduksi mempunyai 3 jenis bentuk ujung pipanya :

Plain Ends (PE) : yaitu ujung pipa yang dipotong persegi


Beveled Ends (BE) : yaitu bentuk ujung pipanya dipotong membentuk bevel

Threaded Ends (TE) : yaitu pipa yang dibuat mempunyai ulir pada ujungnya. disini jenis TE ada dua
pilihan :

1. berulir kedua sisi (TBE : Threaded Both Ends) dan

2. Hanya pada satu sisi (TOE : Threded One Ends)

2.5.2 Flanges (Flens)

Gambar 2.12 Flanges

Flange adalah sambungan baut di mana dua buah pipa, equipment, fitting atau valve dapat dihubungkan
bersama-sama.

Jenis-jenis flens (flanges) terdiri dari :

1. Blind flange (flens buta)

2. Weld neck flange (flens las di leher)

3. Weld neck orifice flange (flens orifis las di leher)

4. Slip on flange (flange sambungan langsung)

5. So. red flange (flens memperkecil sambungan sock)

6. SW red flange ( flens memperkecil sambungan sock di las)

7. Socket weld flange (flens sambungan sock di las)

8. Threaded flange (flens sambungan ulir)

9. Stub flange ( flens tonggak)

10. ST red flange (flens memperkecil ST)

11. LPA joint flange (flens sambungan LPA)

12. Socket type flange( flange tipe sock)

13. Weld neck red flange (flens memperkecil las dileher)

2.5.3 Fittings (Sambungan)


Pipe fittings merupakan suatu pelengkap yang terletak pada ujung pipa yang memberikan fleksibilitas
pada sitem perpipaan. Pipe fittings umunya digunakan untuk mengubah arah aliran, distrbusi,
meningkatkan atau mengurangi kapasitas aliran dan interkoneksi.

1. Soket Pipa Galvanize digunakan untuk menyambung pipa lurus yang satu dengan pipa lainnya

2. Tee Pipa Galvanize digunakan untuk menyambung pipa lurus bercabang satu dengan pipa lainnya

3. Reducing soket (Flock sock) digunakan untuk menyambung pipa yang berdiameter besar ke pipa yang
berdiameter kecil

4. Bareel union untuk menyambung pipa yang satu dengan pipa lainnya dan berguna sebagai
sambungan akhir pada suatu instalasi pipa besar ke pipa yang berdiameter kecil

5. Bushes Galvanize (Pleuring) untuk menyambung pipa yang satu dengan pipa lainnya dari pipa
berdiameter besar ke pipa berdiameter kecil

6. Elbow dart luar untuk menyambung perubahan arah aliran/belokan, ujung yang satu berulir luar dan
satunya lagi berulir dalam.

7. Cros untuk menyambung pipa bercabang empat

8. Double Nipple yaitu sambungan yang berurir luar

9. Lock nut untuk menguatkan sambungan-sambungan yang longgar pada ulir panjang

10. Plug yaitu sambungan penutup yang berulir luar

11. Cup adalah sambungan penutup yang berulir dalam

2.5.4. Katup (Valve)

Katup atau valve, adalah sebuah alat untuk mengatur aliran suatu fluida dengan menutup, membuka
atau menghambat sebagian dari jalannya aliran. Contoh yang mudah adalah keran air. Adalah
kewajiban bagi seorang insinyur pipa untuk mengetahui setidaknya dasar-dasar dari valve ini.
Bebeberapa macam katup yang sering digunakan adalah sebagai berikut :

1. Gate Valve Bentuk penyekatnya adalah piringan, atau sering disebut wedge, yang digerakkan ke atas
bawah untuk membuka dan menutup. Biasa digunakan untuk posisi buka atau tutup sempurna dan tidak
disarankan untuk posisi sebagian terbuka

2. Globe Valve digunakan biasanya untuk mengatur banyaknya aliran fluida.

Gambar 2.15 Globe valve

3. Butterfly Valve
Bentuk penyekatnya adalah piringan yang mempunyai sumbu putar di tengahnya. Menurut
disainnya, dapat dibagi menjadi concentric dan eccentric. Eccentric memiliki disain yang lebih sulit
tetapi memiliki fungsi yang lebih baik dari concentric. Bentuknya yang sederhana membuat lebih ringan
dibandingkan valve lainnya.

Gambar 2.16 Butterfly valve

4. Ball Valve

Bentuk penyekatnya berbentuk bola yang mempunyai lubang menerobos ditengahnya.

Gambar 2.17 Ball Valve

5. Plug Valve

Seperti ball valve, tetapi bagian dalamnya bukan berbentuk bola, melainkan silinder. Karena
tidak ada ruangan kosong di dalam badan valve, maka cocok untuk fluida yang berat atau mengandung
unsur padat seperti lumpur.

Gambar 2.18 Plug valve

6. Check Valve atau Non-Return Valve

Mempunyai fungsi untuk mengalirkan fluida hanya ke satu arah dan mencegah aliran ke arah
sebaliknya. Mempunyai beberapa tipe lagi berdasarkan bagian dalamnya seperti double-plate,
swing, tilting, dan axial.

2.5.5. Bolting

Dalam industri perpipaan, pada sebuah sambungan flange digunakan stud bolts dan machine bolts. Stud
bolt memiliki batang yang berulir dengan dua mur segienam yang berat, sedangkan machine bolt
memiliki saut kepala dengan satu mur. Pemilihan keduanya bergantung pada material flange yang
cocok, kondisi servis, properti mekanis, dan karakteristik temperatur.

Gambar 2.20 Bolting (Baut)

2.5.6. Gasket

Gambar 2.21 Gasket

Jenis gasket sebagai kelengkapan dari sambungan pipa yang perlu diketahui karena berfsi sebagai
bahan /alat kelengkapan sambungan agar sambungan tidak bocor. adalah sebagai berikut 1. Ring
gasket 2. Oval ring gasket 3. Full face gasket 4. Flat ring gasket 5. Spiral gasket

2.6. Sambungan Pipa

Sambungan pipa atau fitting ini secara garis besar terbagi menjadi 2 jenis, adapun jenis jenis sambungan
pipa tersebut yaitu:
1. Welded Component yaitu fitting yang digunakan bersifat tetap. Artinya pipa disambung
dengan di las, sehingga sambungannya menjadi tetap dan tidak dapat dibuka. Fitting jenis ini terbagi lagi
menjadi 2, yaitu:

Butt welded component, proses pengelasannya langsung pada bagian butt dari pipa dan fitting.

Socketwelded component, proses pengelasannya dilakukan pada bagian fillet dari pertemuan antara
pipa dan fitting. Hal ini dikarenakan sebelum di las pipa dimasukkan terlebih dahulu ke bagian socket
dari fitting tersebut.

Gambar 2.22 Sambungan Pipa

Jenis pengelasan yang dilakukan adalah tergantung jenis pipa dan penggunaannya, misalnya pengelasan
untuk bahan stainless steel menggunakan las busur wolfram, dan untuk pipa baja karbon digunakan las
metal.

Kelebihan : Sambungan yang paling sempurna jika dilihat dari sisi pencegahan bocor dan ketahanan
akan tekanan fluida yang mengalir adalah menyambung langsung dengan las.

Kekurangan : Tetapi dengan las membuat sambungan itu bersifatpermanen yang bukan merupakan hal
baik jika sambungan itu butuh dilepas untuk perawatan atau perbaikan. Las juga tidak bisa diaplikasikan
jika ada bagian dalam yang tidak tahan akan suhu tinggi yang dihasilkan proses las.

2. Threaded Component atau fitting yang berulir. Dengan menggunakan fitting jenis ini pipa yang
disambung dapat di buka kembali. Dan ini memudahkan untuk proses maintenance

2.6.1 Sambungan Soket (socket weld pipe joint)

Sambungan tipe ini mengunakan soket, artinya pipa yang satu lebih besar dari pipa yang lain, kemudian
pipa yang kecil di masukan ke pipa yang diameternya lebih besar. Kalau anda pernah melihat
sambungan atar pipa paralon, mirip seperti itulah sambungannya. Untuk metal, biasanya seperti
sambungan pada pipa AC

Keuntungan sambungan soket adalah lebih mudah di paskan (alighment) daripada yang welding, karena
tinggal memasukan pipa ke pipa yang lain. Lalu keuntungan kedua, tidak ada material dari las di dalam
pipa, jadi pipa ini bersih.

Kelemahannya, karena pemasangan ini dimasukan dari pipa satu ke yang lain, jadi bisa terjadi celah
diantara pipa. Hal ini dapat menyebabkan korosi, jadi untuk pengunaan pipa yang korosif tidak dapat
memanfaatkan sambungan jenis ini.

Kelemahannya, karena pemasangan ini dimasukan dari pipa satu ke yang lain, jadi bisa terjadi celah
diantara pipa. Hal ini dapat menyebabkan korosi, jadi untuk pengunaan pipa yang korosif tidak dapat
memanfaatkan sambungan jenis ini.
Gambar 2.23 Sambungan Socket

Sambungan socket dapat juga diberi tambahan penyambung atau biasa dinamakan fitting. Jenis jenis
fitting bermacam macam tergantung dengan kebutuhan sambungan.

Berikut adalah macam macam fitting, antara lain :

Tee

Reducer

Ada hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan reducer. Reducer dibagi menjadi
dua,eccentric dan concentric. Jika dipasang pada pipa vertikal, apapun yang dipakai
tidak masalah, walaupun concentric reducer lebih sering dipakai. Tetapi jika dipasang di pipa
horizontal jika dengan fluida cairan, eccentric reducer dengan bagian yang datar dibawah adalah
desain yang baik. Jika fluida gas, eccentric reducer dengan bagian datar dibagian atas
merupakan desain yang baik. Keduanya adalah untuk mencegah terakumulasinya fluida.

Cap

Cross

2.6.2 Sambungan ulir (screwed pipe joint)

Sambungan jenis ulir ini, seperti halnya pada pipa pipa ledeng. Ia mengunakan ulir untuk merekatkan
dua pipa. keuntugan mengunakan sambungan ulir ini, ia mudah di aplikasikan di lapangan dan
ia bisa di aplikasikan manakala pengelasan tidak di ijinkan karena dapat menimbulkan bahaya kebakaran
misalnya.

Kerugiannya, sambungan bisa saja bocor kalau seal (perapat) yang digunakan tidak baik. Tidak dapat di
gunakan untuk service yang korosif. Kekuatan pipa turun karena ulir sudah memakan ketebalan pipa.
Penyambungan ini dilakukan pada pipa bertekanan tak terlalu tinggi. Umumnya pipa dengan
sambungan ulir digunakan pada pipa dengan uliran (threaded joint), seperti menyambung
baut dengan mur.

Kelebihan : Sambungan dengan threaded joint dapat dibongkar pasang.

Kekurangan : tidak bisa diaplikasikan untuk sambungan dengan ukuran besar dan bertekanan tinggi

Gambar 2.28 Sambungan Ulir

2.6.3 Sambungan flange (flanged pipe joints)


Sambungan dengan mengunakan flange juga banyak digunakan dalam system pemipaan.
Sambungan flange adalah sambungan yang mengunakan flange sebagai koneksi yang menghubungan
atar pipa satu dengan pipa yang lain. Lalu kenapa digunakan flange?

Flange adalah mekanisme pengencangan yang tidak permanen, ia bisa di bongkar dan dipasang dengan
memanfaatkan baut sebagai media pengencang. Pipa yang mengunakan flange sebagai sambungannya,
biasanya pipa tersebut nantinya akan dilakukan maintenance, jadi agar mudah di bongkar dan dipasang
kembali.

Flange adalah istilah untuk salah satu jenis sambungan yang digunakan saat menyambung
antara pipa dan elemennya dengan katup, bejana, pompa dan lainnya. Kedua ini adalah ia hanya mampu
untuk menahan pressure yang rendah.

Gambar 2.30 Sambungan Spigot

2.6.5 Sambungan buttress end (buttress end pipe joints)

Buttress biasanya digunakan untuk pipa non metal, jenis sambungan ini memanfaatkan flange namun
tidak di las, jadi semacam slip-on jenis flangenya. pertanyaannya, kenapa di gunakan pipa non metal?
karena bisa jadi fluida yang di gunakan sangat korosif, sehingga kalau di gunakan metal akan banyak
mengikis.

Berdasarkan bahannya

1) Pipa kayu

Merupakan jenis pipa tertua didunia, pipa kayu telah dikenal jauh sebelum

masehi. Sampai kini pipa tersebut masih sering terlihat dipakai terutama untuk konstruksi tepat
guna di pedesaan dimana penggunaan bahan lainnya belum

memungkinkan.

2) Pipa besi Cor

Pipa besi cor mulai dikembangkan menggantikan pipa kayu menjelang tahuntahun

hitungan masehi. Sesuai dengan namanya pipa besi cor terbuat dari besi cor

dengan kandungan Fe (ferro) dan C (carbon) yang domain.

3) Pipa Logam Non Ferro


Yang dimaksud dengan non ferro adalah paduan logam yang tidak mempunyai

paduan besi (ferro). Contoh jenis paduan ini antara lain paduan tembaga, paduan

alumunium, paduan magnesium, paduan titanium dan sebagainya.

4) Pipa Baja.

Pipa baja merupakan paduan Fe dengan unsur-unsur lain seperti Karbon,

Magnesium dan sebagainya. Dapat diperlakukan panas dan dibentuk dengan

berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, Pipa Baja dikelompokan

menjadi :

a) Pipa baja karbon (carbon steel pipe)

b) Pipa baja tahan karat (stainlees steel pipe)

1) Pipa Gelas.

Pipa gelas dipergunakan untuk tujuan khusus misalnya ketahanan kimianya,

kebersihannya, dan tembus pandangnya. Sifat gelas sangat tidak tahan terhadap

tegangan mekanik, tegangan termal, dan benturan.

2) Pipa Plastik.

Pipa plastik sering digunakan untuk mengalirkan fluida korosi aktif, khususnya

untuk gas-gas korosif, gas-gas berbahaya, dan asam mineral lemah. Pipa plastik

dipakai dalam bentuk :

a) Pipa plastik utuh seperti PVC dan sebagainya.

b) Pipa plastik diperkuat seperti glass fiber reinforced carbon filled dan

sebagainya.
c) Pipa dilapis plastik, seperti pipa baja tapi dilapisi plastik.

d) Pipa Karet.

Pipa karet selain sering digunakan untuk tujuan seperti pada pipa plastik juga

terutama digunakan sebagai pipa fleksibel. Sifat karet yang elastis sangat

menentukan pipa karet saluran elastis. Juga seperti halnya plastik, karet dapat

dipakai sebagai bahan pelapis pipa baja, teruatama diperlukan untuk melapisi pipa

agar tahan korosi, pipa karet tingkat elastisitasnya sangat baik.

3) Pipa Beton.

Pipa beton biasanya dipergunakan untuk saluran buangan (drainase). Pipa

beton ini terbuat dari campuran semen, pasir dan kerikil halus dengan perbandingan

tertentu dan dicetak secara statis. Pipa beton kebanyakan dipergunakan untuk

mengalirkan air bersih, air pengairan atau instalasi pembangkit tenaga dalam

terowongan-terowonggan air.

Jenis pipa pada umumnya:

Sumber : Gambar Google

Asbes Cement Pipe (ACP)

Jenis ini terbuat dari bahan asbes dengan permukaan bagian dalam

yang halus meskipun telah berusia lama, tahan terhadap korosi, bersifat

isolator, ringan, pemasangannya mudah, penyambungannya sederhana

dengan menggunakan coupling, ring tittle, danmechanical joint. Tetapi pipa ini

tidak elastis dan tidak tahan terhadap benturan dan beban berat. Tersedia
dalam ukuran 50-600 mm.

Cast Iron Pipe (CIP)

Terbuat dari bahan besi tuang dengan sifat tahan terhadap tekanan

yang besar, daya mekanis lebih baik, mampu menahan getaran, berat, dan

tahan lama. CIP mudah terkena korosi terutama pada bagian permukaan dan

sambungan, oleh karenanya ada jenis tertentu yang diberi lapisan anti korosif

seperti pada jenis DCIP. DCIP mudah dalam pemasangan, penyambungan

dapat dilakukan dengan flanged, bell dan spigot, danmechanical joint.

Tersedia dalam ukuran 75-1500 mm.

Sumber : Gambar Google

Ductile Iron Pipe (DIP)

Terbuat dari bahan besi tuang dengan sifat tahan terhadap tekanan

yang besar, daya mekanis lebih baik, mampu menahan getaran, berat, dan

tahan lama. CIP mudah terkena korosi terutama pada bagian permukaan dan

sambungan, oleh karenanya ada jenis tertentu yang diberi lapisan anti korosif

seperti pada jenis DCIP. DCIP mudah dalam pemasangan, penyambungan

dapat dilakukan dengan flanged, bell dan spigot, danmechanical joint.

Tersedia dalam ukuran 75-1500 mm.

Sumber : Gambar Google

Galvanized Iron Pipe (GIP)

Terbuat dari baja campuran atau besi tempa dengan sifat tahan
terhadap tekanan dari dalam pipa dan kesadahan yang tinggi, pengangkutan

dan pemasangan mudah, tetapi kurang tahan terhadap korosi dan harganya

relatif mahal. Tersedia dalam ukuran 75-1500 mm.

Sumber : Gambar Google

Polyvinyl Chloride (PVC)

Terbuat dari serat fiber dengan sifat tahan terhadap korosi dan tanah

yang agresif, isolator, menghambat pertumbuhan bakteri, tidak merubah sifat

air, ringan, pemasangannya mudah yaitu dengan sistem rubbering, dan

umumnya mudah didapat serta banyak tersedia di pasaran. Dengan sistem

pemasangan dengan menggunakanrubbering ini, pipa tidak perlu lagi dilem

dan sambungan antarpipa akan fleksibel terhadap gerakan pipa. Tetapi

kekuatan mekanisnya rendah, koefisian muai panasnya besar, dan tidak

tahan terhadap sinar matahari. Tersedia dengan diameter 50-400 mm.