Anda di halaman 1dari 5

NAMA : NARTI RAJAK

NPM : 1102015158

1. Aterosklerosis
Aterosklerosis merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia
termasuk Indonesia. Menurut Departemen Kesehatan Republik
Indonesia (2010), Indonesia memiliki angka kematian akibat
aterosklerosis hampir sebanyak 50%. Pada tahun 2030, diperkirakan
hampir 23,6 juta orang akan meninggal karena aterosklerosis (WHO,
2011).
2. Hipertensi
Prevalensi hipertensi pada penduduk berumur 18 tahunke atas di
Indonesia tahun 2013berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar
9,4%, dan pengukuran tekanan darah sebesar 25,8%. Berdasarkan
diagnosis tenaga kesehatan, prevalensi tertinggi terdapat pada Provinsi
Sulawesi Utara, sementara itu berdasarkan pengukuran, prevalensi
tertinggi terdapat pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar
30,9%. Prevalensi terendah berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan
maupun pengukuranterdapat pada Provinsi Papua, yaitu sebesar 16,8%.
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler.
Provinsi di Pulau Sulawesi dan Kalimantan merupakan provinsi dengan
prevalensi hipertensi cukup tinggi , sementara ituprevalensi penyakit
jantung koroner, gagal jantung dan stroke di beberapa provinsi di Pulau
Sulawesi dan Kalimantan juga cukup tinggi.
3. STROKE
Jumlah penderita penyakit stroke di Indonesia tahun 2013 berdasarkan
diagnosis tenaga kesehatan (Nakes) diperkirakan sebanyak 1.236.825
orang (7,0), sedangkan berdasarkan diagnosis Nakes/gejala di-
perkirakan sebanyak 2.137.941 orang (12,1).
Berdasarkan diagnosis Nakes maupun diagnosis/gejala, Provinsi Jawa
Barat memiliki estimasi jumlah pen-derita terbanyak yaitu sebanyak
238.001 orang (7,4) dan 533.895 orang (16,6), se-dangkan Provinsi
Papua Barat memiliki jumlah penderita pal-ing sedikit yaitu sebanyak
2.007 orang (3,6) dan 2.955 orang (5,3).

4. Kor Pulmonal
Menurut Boedhi-Darmojo (2001) di Indonesia angka prevalensi
hipertensi pulmonal penyebab kor-pulmonal berkisar antara 0,65-28,6%.
Biasanya kasus terbanyak ada pada daerah perkotaan. Angka tertinggi
tercatat di daerah Sukabumi, diikuti daerah Silungkang, Sumatera barat
(19,4%) serta yang terendah di daerah lembah Bariem, Irian Jaya. Secara
global, insidensi cor pulmonale bervariasi antar tiap negara, tergantung
pada prevalensi merokok, polusi udara, dan factor resiko lain untuk
penyakit paru-paru yang bervariasi.

5. Penyakit Jantung Koroner


PJK tidak hanya menyerang laki-laki saja, wanita juga berisiko terkena
PJK meskipun kasusnya tidak sebesar pada laki-laki. Pada orang yang
berumur 65 tahun ke atas, ditemukan 20 % PJK pada laki-laki dan 12 %
pada wanita. Pada tahun 2002, WHO memperkirakan bahwa sekitar 17
juta orang meninggal tiap akibat penyakit kardiovaskuler, terutama PJK
(7,2 juta) dan stroke (5,5 juta). (WHO, 2002)

6. Penyakit Jantung Rematik


Dalam laporan WHO Expert Consultation Geneva, 29 Oktober1
November 2001 yang diterbitkan tahun 2004 angka mortalitas untuk PJR
0,5 per 100.000 penduduk di negara maju hingga 8,2 per 100.000
penduduk di negara berkembang dan di daerah Asia Tenggara
diperkirakan 7,6 per 100.000. Diperkirakan sekitar 2000-332.000 yang
meninggal diseluruh dunia karena penyakit tersebut. Angka disabilitas
pertahun (The disability-adjusted life years (DALYs)1 lost) akibat PJR
diperkirakan sekitar 27,4 per 100.000 di negara maju hingga 173,4 per
100.000 di negara berkembang yang secara ekonomis sangat merugikan.
Insidens per tahunnya cenderung menurun dinegara maju, tetapi di
negara berkembang tercatat berkisar antara 1 di Amerika Tengah 150 per
100.000 di China. Sayangnya dalam laporan WHO yang diterbitkan
tahun 2004 data mengenai DR dan PJR Indonesia tidak dinyatakan (Afif.
A, 2008 & WHO, 2004)

7. Infark Miokard Akut


Data dari WHO tahun 2004 menyatakan penyakit infark miokard akut
merupakan penyebab kematian utama di dunia. Terhitung sebanyak
7.200.000 (12,2%) kematian terjadi akibat penyakit ini di seluruh
dunia.1 Satu juta orang di Amerika Serikat diperkirakan menderita
infark miokard akut tiap tahunnya dan 300.000 orang meninggal karena
infark miokard akut sebelum sampai ke rumah sakit.
8. Gagal Jantung Kronis
Berdasarkan diagnosis dokter prevalensi penyakit gagal jantung di
Indonesia tahun 2013 sebesar 0,13% atau diperkirakan sekitar 229.696
orang, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/ gejala sebesar 0,3%
atau diperkirakan sekitar 530.068 orang.
Berdasarkan diagnosis dokter, estimasi jumlah penderita penyakit gagal
jantung terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Timur sebanyak 54.826
orang (0,19%), sedangkan Provinsi Maluku Utara memiliki jumlah
penderita paling sedikit, yaitu sebanyak 144 orang (0,02%).
Berdasarkan diagnosis/gejala, estimasi jumlah penderita penyakit gagal
jantung terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Barat sebanyak 96.487
orang (0,3%), sedangkan jumlah penderita paling sedikit ditemukan di
Provinsi Kep. Bangka Belitung, yaitu sebanyak 945 orang (0,1%).
9. Jantung Kongenital
Di Indonesia, diperkirakan bahwa ada 40.000 sampai 50.000 bayi lahir
dengan cacat jantung bawaan setiap tahunnya,ujarMenkes.
Angka ini konsisten dengan angka kelainan jantung dewasa yang
dilaporkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 oleh Kemenkes
menunjukkan bahwa penyebab utama kematian di Indonesia adalah
penyakit pernapasan (kebanyakan tuberculosis) dan penyakit
kardiovaskular (sebagian besar serangan jantung atau stroke).

10. Kardiomiopati
Insidens kardiomiopati semakin meningkat frekuensinya dalam
beberapatahun terakhir ini. Dengan bertambah majunya teknik
diagnostik, ternyata kardiomiopati idiopatik merupakan penyebab
morbiditas dan mortalitas yang utama. Di beberapa negara penyakit ini
bahkan merupakan penyebab kematian sebesar 30% atau lebih daripada
semua kematian akibat penyakit jantung.
Di Indonesia sendiri laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2008
diketahui bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian ke 11
dengan proporsikematian 4,6%.