Anda di halaman 1dari 2

1. Why were fixists left behind? Mention the hypothesis that supported fixists and their deficiency.

2. Geosyncline and Undation Hypotesis

1.

Paham Fixist menyandarkan pada adanya gerakan vertikal pada kulit Bumi, menganggap bahwa
kerak Bumi (crust) menetap di suatu tempat (Seru, 2014). Beberapa hipotesis yang muncul dari
adanya faham ini diantaranya Kontraksi, Ekspansi Benua, Undasi dan Geosinklin. Sebelum paham
mobilist (kerak bumi yang terus bergerak) berkembang, paham fixist merupakan paham geologi
yang dominan. Munculnya teori mobilis, continental drift, dianggap terlalu sulit dipercaya dan
menimbulkan perdebatan antar geologis pendukung fixist dan mobilist. Namun teori fixist semakin
ditinggalkan dan pada tahun 1960-an teori mobilist sudah diterima kalangan luas.

Ide-ide tentang asal muasal pembentukan pegunungan menjadi dasar mengapa kaum fixist
mempercayai bahwa bumi menetap dan bergerak secara vertikal. Pertama, rentang pegunungan
diperkirakan terbentuk sebagai akibat dorongan vertikal (vertical push). Gerakan horizontal dinilai
tidak signifikan dan dianggap sebagai dampak dorongan vertical (Seru, 2014). Saat itu para ahli
geologi berspekulasi bahwa rentang pegunungan dan komponen strukturnya mencerminkan (teori)
kontaksi dari Bumi yang dihasilkan dari pengaruh pendinginan yang menerus (progressif). Pengikut
paham fixist juga berasumsi bahwa formasi cekungan yang terbentuk di laut merupakan hasil
subsidence atau penurunan kerak yang berubah dari kerak benua menjadi kerak samudra yang lebih
tipis. Hal ini ditentang oleh geologis kaum mobilis, dimana mereka berargumen bahwa formasi
cekungan laut terbentuk karena adanya pergerakan benua. Kelemahan dari teori fixist adalah
ketidakmampuan menjelaskan aktivitas vulkanis.

Paham fixist tertinggal karena munculnya teori mobilist yang dimulai dengan teori continental drift
atau pergerakan benua oleh Alfred Wegener (1912). Bukti-bukti seperti kesamaan garis pantai dan
adanya jejak fosil yang sama di berbagai benua, memunculkan debat antara geologist pendukung
fixist dan mobilist. Geologist asal Inggris Arthur Holmes mendukung teori Wegener dan
mengembangkan pendapat Wegener, bahwa benua bergerak karena adanya arus konveksi. Harry
Hess, geologist dari Amerika juga ikut mengembangkan teori ini, bahwa arus konveksi melaju
gerakan benua. Setelah continental drift, teori bahwa kerak bumi bersifat mobile pun terus
dikembangkan, seperti digagaskannya teori seafloor spreading, hingga teori yang paling diterima
saat ini --- teori tektonik lempeng.

http://www.academia.edu/9843479/Sejarah_Perkembangan_Ilmu_Geologi

Sejarah Perkembangan Ilmu Geologi, Imanuel Seru, 2014

https://publish.illinois.edu/platetectonics/continental-drift/

Continental Drift | The Emergence and Evolution of Plate Tectonics - University of Illinois at Urbana-
Champaign

Allan Krill, FIXISTS VS. MOBILISTS IN THE GEOLOGY CONTEST OF THE CENTURY, 1844-1969

2.

Teori Geosyncline adalah teori fixist. Geosyncline merupakan suatu cekungan dimana terakumulasi
sedimen dengan ketebalan ribuan meter, yang disertai penurunan lantai cekungan secara progresif
yang disebabkan oleh pembebanan sedimen (Leet, 1982). Secara umum teori ini adalah cekungan
yang terus menerus mendalam sepanjang batas benua yang kemudian terdefomasi menjadi bagian
dari pegunungan (Asmoro, 2015). Kelemahan terbesar dari teori geosyncline adalah fitur-fitur
tektonik diklasifikasikan tanpa memahami sumber atau asalnya .

Teori Undasi adalah teori fixist yang disusun oleh Van Bemmelen untuk menjelaskan proses
terbentuknya busur-busur pegunungan yang menjadi kerangka pokok pulau-pulau di Indonesia dan
sekitarnya.

Undasi adalah penggelombangan, sperti gelombang air yang terjadi apabila kita melemparkan batu
ke kolam. Ada dua macam penggelombangan yaitu Undasi dan Oscillasi. Undasi merupakan
penggelombangan yang agak teratur tetapi periodik/terputus-putus, artinya selang beberapa waktu
lamanya muncul baru muncul penggelombangan berikutnya. Istilah ini digunakan oleh Van
Bemmelen dan Stille. Oscillasi adalah pengelombangan yang teratur seperti getaran senar. Istilah ini
digunakan oleh Haarmann dan Bailys. (Asmoro, 2015)

Teori Undasi mengasumsi bahwa orogenesis terjadi karena adanya osilasi di bagian-bagian tertentu
di dunia. Osilasi ini merupakan penyebab utama orogenesis. Saat terjadi peristiwa ini, beberapa
bagian di bumi menjadi terelevasi dan bagian lainnya terturunkan. Bagian yang terelevasi ini
dinamakan geotumor, dan bagian yang terturunkan dinamakan geodepression.

Dr. Adrian E. Scheidegger Principles of Geodynamics