Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN TIPE KEPRIBADIAN ISTP

ISTP
Introverted Thinking With Extraverted Sensing
Extravert Intravert
E I
Fokus
perhatian
Cenderung memperoleh Cenderung memperoleh
kekuatan dari luar dirinya kekuatan dari dalam diri
(berinteraksi dengan orang lain, (perenungan, berpikir dan
beraktivitas, dan kepuasan dari berpandangan, introspeksi,
benda). merasakan dan mengolah
emosi).
Cara Sensing Intuition
memperoleh S N
informasi Cenderung mengandalkan Cenderung mengandalkan
informasi berdasarkan informasi berdasarkan intuisi
pancaindera, bersifat aktual. (indera ke-6), mementingkan
apa yang dirasa dan melihat
kemungkinan-kemungkinan
yang muncul atau akan terjadi.
Thinking Feeling
T F
Cara
membuat
keputusan Cenderung mengorganisir dan Cenderung mengorganisir dan
men-struktur-kan informasi men-struktur-kan informasi
yang diperoleh sehingga dapat yang diperoleh dan
menyusun keputusan yang menghasilkan keputusan
logis, faktual, dan obyektif. berdasarkan nilai pribadi dan
kemanusiaan.
Judging Perceiving
J P
Orientasi
terhadap
dunia luar Cenderung memiliki kehidupan Cenderung memiliki kehidupan
yang teratur dan berstruktur. yang fleksibel dan spontan.

Dinamika preferensi ISTP

ISTJ ISFJ INFJ INTJ Pola Preferensi :

ISTP ISFP INFP INTP INTROVERT


SENSING
ESTP ESFP ENFP ENTP THINKING
PERCEIVING
ESTJ ESFJ ENFJ ENTJ
ISTP selalu ingin menganalisa hal-hal internal yang menarik dirinya. Dia ingin tahu apa
yang membuat sesuatu bergerak/bekerja. Analisa logisnya dipusatkan pada hal-hal yang praktis
dan kongkrit, bukan pada masalah yang tidak dapat diterapkan. Sebuah mesin diuraikan
menjadi bagian-bagian untuk mengetahui apa yang menyebabkan dia bekerja.
ISTP akan lebih mudah berpikir disaat sendirian, sehingga dapat diperoleh penilaian
yang jelas dan logis tentang apa saja yang menarik perhatiannya.
Terhadap orang lain, dia membicarakan informasi, khususnya yang spesifik dan
kongkrit. Dia banyak menyerap fakta yang impersonal. Dia akan merasa senang bila dia dapat
pergi sendiri dan membuat penilaian-penilaian tentang fakta yang ada, dengan menggunakan
kerangka berpikir yang logis dan menggunakan kategori-kategori. Dia bisa menjadi ahli
statistik atau peneliti. Bila bekerja dalam suatu proyek, dia akan mencari kejelasan dan
konsistensi yang logis. Dia akan bekerja keras untuk menghubungkan kembali alur yang
terputus.
Walaupun dia bisa terlibat dengan hal-hal yang teoritis, tetapi dia tetap harus melihat
adanya nilai yang praktis dan bermanfaat. Fokus enerjinya adalah membuat sesuatu dapat
bekerja. Sedangkan untuk hal-hal teoritis yang dianggapnya tidak mempunyai nilai praktis, dia
akan mudah merasa tidak sabar.
Dalam kehidupan sehari-harinya, dia tampak luwes, spontan dan adaptif. Orientasinya
pada saat ini. Dia tertarik pada detil dan ingin tahu hal-hal yang praktis dan pragmatis. Dia
terlihat cepat, menentukan, logis dan impersonal.
Sebagaimana temperamen SP lainnya, ISTP mempunyai koordinasi sensomotorik yang
baik sehingga handal dalam olah raga dan aktifitas fisik lainnya. Bila terlibat dalam olah raga,
biasanya dia akan ingat jadwal kelompok, skor permainan dan segala sesuatu tentang catatan
kelompok dan individu. Dia tertarik pada perkakas dan ahli dalam menggunakannya.
ISTP berorientasi pada tindakan. Dia berespon terhadap apa yang datang padanya.
Biasanya dia ahli dalam hal-hal teknis, atasan yang mempunyai kemampuan teknis yang
efektif, khususnya dalam situasi krisis. Dia selalu ingin bergerak, terlibat, berinteraksi dengan
mesin, peralatan dan manusia. Membuat perencanaan jangka panjang, membuat kebijakan,
prosedur serta mematuhinya, tidak menarik buat dia.
Sisi intuisi dari ISTP relatif tidak berkembang. Bila dia membuat loncatan intuitif yang
efektif, bisa jadi karena dia telah membangun fondasi yang kuat dari fakta-fakta yang ada. Di
sisi lain, dia menghargai orang-orang yang punya banyak kemungkinan.
Beberapa orang dengan tipe ini cukup menikmati pemahaman intuitif orang lain dan
coba untuk mengecek apakah hal tersebut berdasarkan fakta atau tidak Dia menggunakan
kekuatan analisa logisnya untuk menemukan manfaat yang utama.
ISTP menghindari untuk membuat keputusan berdasarkan 'nilai-nilai'. Pada umumnya
mereka tidak peka terhadap orang lain dan emosinya. Dia sibuk mengkoleksi dan menganalisa
detil-detil impersonal yang tidak mereka hiraukan dampaknya terhadap orang lain. Dia
meragukan emosinya sendiri, sulit membedakan reaksi emosional dengan penilaian-penilaian
dan berusaha untuk mengabaikan/menekan sisi pribadinya.
Dalam situasi tertekan, dia mudah 'meledak'. Disisi lain, dia bisa juga merasa dihujani
dengan perasaan sentimentil, sangat bergairah dan merasa harus berbagi rasa dengan orang lain,
terlepas dari pantas atau tidaknya hal tersebut dilakukan. Selain itu dia juga cenderung
membuat penilaian yang negatif tentang dirinya. Akibatnya dia akan menyelesaikan tugasnya
dengan sangat emosional dan merasa hal yang terburuk akan terjadi.
Pada umumnya ISTP agak pemalu, khususnya dalam menghadapi situasi baru.
Terkecuali bila ada situasi krisis dimana dia harus segera bertindak atau ada hal-hal yang
memang dia sukai, dia akan bertindak dan merasa bahwa apa yang dilakukan itu berguna bagi
orang lain. Bila ISTP sedikit berusaha untuk lebih bersikap ekstravert, hal ini akan
menguntungkan orang lain dan ISTP akan merasa bahwa hidup menjadi lebih berarti.

Ciri-Ciri Umum ISTP


Mahir dalam mengatasi masalah, sadar akan fakta, realistis, melihat kesempatan, hanya bisa
diyakinkan dengan alas anyang masuk akal.

Preferensi (kecenderungan) ISTP meliputi:

Logis, analitis dan kritis secara obyektif


Kesenangan mengorganisir fakta dan data
Keinginan tahu yang besar namun secara diam-diam
Pemalu secara sosial kecuali bila salah satu prinsip penting dilanggar
Mudah beradaptasi kecuali bila salah satu prinsip penting dilanggar
Terampil dengan tangannya
Menyukai olah raga dan kegiatan luar rumah (outdoor)
Menyukai segala sesuatu yang memberikan banyak informasi bagi indera
Tertarik pada bagaimana dan mengapa hal-hal bekerja
Biasanya gampangan (easy-going), menyukai kesenangan (fun) dan mudah beradaptasi
Kemampuan berorganisasi

ISTP merindukan suatu lingkungan yang mencakup:


Kesempatan untuk memahami rahasiacara kerja hal-hal konkrit: mesin, peralatan,
hukum, program komputer
Mencari solusi terhadap masalah-masalah saat ini

ISTP lebih seimbang bila:

Tidak mengharapkan orang-orang lain sama logis dan analitisnya seperti mereka
Mengembangkan PERASAAN mereka
Membagikan dunia batiniah tentang hal-hal detil dan informasi dengan orang-orang lain
Mengijinkan beberapa perasaan atau emosi memiliki kepentingan, baik dari diri sendiri
dan orang-orang lain
Tidak menghabiskan terlalu banyak waktu ekstrovert karena hal itu menyebabkan
mereka menjadi tidak konsisten dan tak dapat diandalkan, tak mampu mengikuti
Tidak menghabiskan terlalu banyak waktu introvert karena hal itu menyebabkan mereka
memiliki penilaian yang rapuh

Bidang karir yang cocok untuk seorang ISTP:

Auditor
Carpenter
Coach or trainer
Computer programmer
Construction worker
Dental or medical assistant
Economist
Electrical technician
Engineer
Farmer
Firefighter
Marine biologist
Mechanic
Military personnel
Paralegal
Paramedic
Police officer
Private investigator
repairman
securities analyst
steelworker
surveyor
technician
transportation operator
KONTRIBUSI TIM

ISTP PEMIKIR YANG INTROVERT DENGAN INDERA

Berfokus pada data yang dikumpulkan dengan indera


Menganalisa data secara objektif untuk mencari alasan logis mengenai sebab akibat

Memimpin dengan cara:

Bersikap pragmatis (memandang sesuatu menurut kegunaannya) dan rendah hati


Mengevaluasi semua segi dan sudut pandang sebelum bertindak
Menggunakan wewenang secara tenang dan tidak langsung

Memberi kontribusi dalam tim dengan cara:

Menyediakan fakta, rincian dan berbagai perspektif


Bersikap reflektif, mau mendengarkan, dan tekun
Menggunakan ketrampilan analisa untuk mengatur tugas secara efisien
Menggerakkan tim untuk bertindak

Menjengkelkan anggota tim dengan:

Tidak menyelesaikan tugas yang ada sebelum memulai yang lain


Terlalu pilih-pilih
Kelihatan tidak tertarik dan tidak terorganisir

Dapat memaksimalkan efektivitas dengan:

Menangani krisis satu demi satu, tidak sekaligus


Membangun struktur yang lebih ketat dengan lebih sedikit pilihan
Menyusun jadwal dan melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan sebelumnya

Mempengaruhi anggota tim dengan:

Mengetahui dimana harus mendapatkan informasi yang diperlukan


Membagikan pendapat dan pengalaman bila diminta
Tekun

Merasa terganggu dengan anggota tim yang:


Terlalu emosional
Suka menentang dan sok tahu
Membuang-buang tenaga dengan tugas-tugas yang berada diluar jangkauan tim
Mengadakan pertemuan-pertemuan tanpa tujuan yang praktis

Gaya Komunikasi ISTP

Tipe Introvert
Kekuatan dalam berkomunikasi (communication strength)
Sangat tenang dan memperhatikan
Memberi tanggapan dengan hati-hati dan penuh refleksi
Ingin mengenal sesedikit mungkin orang tapi lebih mendalam
Memiliki perhatian yang mendalam pada sesuatu topik yang diminati
Mendengarkan siapa saja tanpa banyak menginterupsi

Tipe Sensing
Kekuatan dalam berkomunikasi (communication strength)
Berpusat pada kenyataan sekarang dan fakta-fakta aktual
Praktis dan Realistik
Suka mengobservasi dan memperhatikan detail
Belajar lebih baik melalui pengalaman
Mengaplikasikan langsung apa yang dikomunikasikan

Tipe Thinking
Kekuatan dalam berkomunikasi (communication strength)
Tenang, menalar dengan baik dan di bawah control
Memberikan feedback yang tulus dan terus-terang
Menganalisa, mengevaluasi, dan mengkritik
Obyektif dan bekerja menurut prinsip
Memiliki proses berpikir yang jelas dan mendefenisikan kriteria

Tipe Perceiving
Kekuatan dalam berkomunikasi (communication strength)
Sangat fleksibel dan adaptable (mudah melakukan penyesuaian)
Memberikan tanggapan sesuai dengan situasi yang berubah
Sangat terbuka terhadap informasi baru dan perubahan
Menciptakan banyak kemungkinan baru dan pilihan-pilihan baru
Mengganggap perubahan itu sebagai sesuatu yang sangat mudah dan gampang
dilakukan