Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KELOMPOK

MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN

PROFIL PT SIANTAR TOP Tbk

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 7, dengan anggota:
No. Urut Daftar
No Nama Mahasiswa NPM Paraf
Hadir
1 Ega Gondolaksono 1401160053 11
2 Muhammad Afdhal Usman 1401160003 22
3 Sigit Tri Utomo 1401160059 34
4 Tria Novianti 1401160097 38

KELAS 7A
PRODI D-IV AKUNTANSI
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
SEPTEMBER 2016
PT SIANTAR TOP Tbk dan Entitas Anak
A. BIDANG USAHA DAN JENIS PRODUK

Pendirian Entitas PT Siantar Top Tbk didirikan berdasarkan akta No. 45, tanggal 12 Mei
1987 dari Ny. Endang Widjajanti, S.H., Notaris di Sidoarjo dan akta perubahannya No. 64,
tanggal 24 Maret 1988 dari notaris yang sama. Akta pendirian dan perubahan tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2
5873.HT.01.01.Th.88, tanggal 11 Juli 1988 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 104, tanggal 28 Desember 1993, Tambahan No. 6226. Anggaran Dasar Entitas
telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 28, tanggal 27 Juli
2015 dari Siti Nurul Yuliami, S.H., M.Kn., Notaris di Sidoarjo, mengenai Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan PT Siantar Top Tbk untuk mengubah susunan Dewan
Komisaris dan Dewan Direksi Entitas. Serta penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan nomor 32/POJK.04/2014 dan 33/POJK.04/2014. Akta perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusannya No. AHU-0939977.AH.01.02 Tahun 2015, tanggal 3 Agustus 2015.
Entitas berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur dengan pabrik berlokasi di Sidoarjo (Jawa
Timur), Medan (Sumatera Utara), Bekasi (Jawa Barat) dan Makassar (Sulawesi Selatan).
Kantor pusat Entitas beralamat di Jl. Tambak Sawah No. 21-23 Waru, Sidoarjo. Entitas mulai
beroperasi secara komersial pada bulan September 1989. Hasil produksi Entitas dipasarkan di
dalam dan di luar negeri, khususnya Asia.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Entitas, ruang lingkup kegiatan Entitas terutama
bergerak dalam bidang usaha manufaktur makanan ringan dengan jenis produk dan merk
sebagai berikut :

a. Kerupuk
1. French Fries 2000 2. Mister

3. Leanet 4. OPotato 2000

5. Twistko 6. Twistball
7. Ketagi

b. Snack Mie
1. Spix 2. Gemez

c. Biskuit
1. Goriorio 2. Go!
3. Superman 4. Best Choco

B. UNSUR-UNSUR BIAYA PRODUK


a. Biaya Produksi
Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan
jasa. Biaya produksi dapat diklasifikasikan lebih lanjut sebagai bahan baku langsung, tenaga
kerja langsung, serta overhead. Dalam Perusahaan Manufaktur PT Siantar Top (Tbk), biaya
produksi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bahan Langsung
Bahan langsung adalah bahan yang dapat ditelusuri secara langsung pada barang yang
sedang diproduksi. Bahan langsung dapat diamati secara fisik untuk mengukur banyaknya
bahan yang digunakan. Snack yang diproduksi PT Siantar Top salah satunya adalah Snack
Twistco. Untuk pembuatan snack tersebut, perusahaan menggunakan bahan baku seperti
tepung terigu, perisa jagung bakar, tepung tapioca, dan minyak nabati. Bahan baku tersebut
dapat dikategorikan sebagai bahan baku langsung karena dapat ditelusuri secara fisik dan
merupakan komponen utama pembuatan snack. Dalam rincian beban pokok penjualan
tersebut, dapat diketahui bahwa biaya pemakaian bahan baku langsung sebesar Rp
1.180.579.302.154,00.
2. Tenaga Kerja Langsung
Tenaga Kerja Langsung adalah tenaga kerja yang dapat ditelusuri secara langsung pada
barang yang sedang diproduksi. Tenaga kerja langsung dapat diamati secara fisik untuk
mengukur kuantitas karyawan yang terlibat dalam proses produksi snack. Untuk pembuatan
snack tersebut, perusahaan menggunakan tenaga kerja langsung yang bertugas mecampur
dan mengaduk bahan serta tugas lainnya yang terkait langsung dalam proses produksi snack.
Dalam rincian beban pokok penjualan tersebut, dapat diketahui bahwa biaya pemakaian tenaga
kerja langsung sebesar Rp 146.577.131.523,00.
3. Overhead
Biaya overhead adalah semua biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung. Dalam proses produksi, dibutuhkan biaya tambahan lainnya selain bahan baku
langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead terdiri dari banyak hal misalnya biaya
bahan baku tidak langsung, biaya listrik, biaya penyusutan pabrik, biaya asuransi, biaya
keamanan pabrik dan sebagainya. Dalam rincian beban pokok penjualan tersebut, dapat
diketahui bahwa biaya overhead yakni biaya bahan pembungkus sebesar Rp
425.513.045.888,00; biaya lain lain sebesar Rp 7.258.788.367,00 serta biaya pabrikasi sebesar
Rp 246.128.216.479,00.

b. Beban Pokok Produksi


Beban Pokok Produksi adalah total biaya produk yang diselesaikan selama periode berjalan.
Beban Pokok Produksi dapat dihitung dari Total biaya produksi (biaya bahan baku langsung,
biaya tenaga kerja langsung serta biaya overhead) ditambahkan dengan Barang Dalam Proses
awal ditambahkan dengan biaya lain-lain dalam Barang Dalam Proses Awal kemudian dikurangi
dengan Barang Dalam Proses Akhir. Dalam rincian beban pokok penjualan tersebut, dapat
diketahui bahwa beban pokok produksi sebesar Rp 2.000.049.107.380,00.

c. Beban Pokok Penjualan


Beban Pokok Penjualan adalah total beban pokok produksi yang ditambahkan dengan biaya
barang jadi awal tahun, biaya lain-lain dan biaya barang jadi akhir tahun. Dalam rincian beban
pokok penjualan tersebut, dapat diketahui bahwa beban pokok penjualan sebesar Rp
2.012.271.097.866,00.

C. SISTEM AKUNTANSI BIAYA


Pelaksanaan Sistem Akuntansi biaya pada PT Siantar Top Tbk dan Entitas anak menurut
pengamatan kami menggunakan Sitem Functional Based Management (FBM). Sebelum
mengualas FBM pada PT Siantar Top TBK dan Entitas anak tulisan ini terlebih dahulu
memberikan gambaran umum terkait FBM.

a. . Gambaran Umum FBM


Pada pelaksanaan FBM digunakan metode Functional Based Costing (FBC) untuk
menentukan Biaya. Sistem FBC berfokus pada pengelolaan fungsi. Pada pelaksanan F
BC, tim manajemen melakukan penelusuran terkait proses produksi dalam menentukan biaya.
Penggerak (Driver) yang digunakan untuk menghitung biaya didasarkan pada bagian (Unit)
dengan metode penelusuran langsung (direct tarcing) maupun penelusuran penggerak (driver
tacing), yang berkaitan dengan proses produksi. Sehingga perhitungan harga pokok produk
(Cost of Goods Sold) dihitung secara intensif pada proses Produksi. Dengan diperolehnya
informasi tersebut makan Organisasi dapat menghitung biaya dengan lebih murah sehingga
dapat memaksimalkan penekanan beban pokok penjualan (COGS).

B. Pelaksanaan FBM pada PT Siantar Top dan Entitas Anak


Pada Laporan Keuangan PT Siantar Top dan Entitas Anak terdapat Catatan Atas Laporan
Keuangan (CALK) yang kurang dapat menunjukan Sistem Akuntansi Biaya apa yang
digunakan. Informasi yang didapat hanya sebatas penentuan elemen-elemen apa saja yang
terkait dalam penentuan Beban Pokok Penjualan (COGS). Elemen dalam Beban Pokok
Penjualan tersebut anatara lain sebagai berikut:
1. Pemakaian Bahan Baku (Material Used)
Dalam pemakaian bahan baku PT Siantar Top dan Entitas anak memasukan unsur-unsur
sebagai berikut:
1.a. Bahan Baku (Raw Material)
1.b. Bahan Baku Pembungkus (Packing)
2. Tenaga kerja langsung (Direct Labour)
3. Biaya Pabrikasi (Manufacturing overhead)
Beban Pokok Produksi
1. Persediaan Awal Tahun (Work In Process At Beginning of Year)
2. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods At Beginning of Year)

D. COST OBJECT, DIRECT COST, DAN INDIRECT COST

a. Cost Object
1. Pengertian
a) Objek biaya merupakan produk, kerja pesanan, kontrak, proyek, departemen (atau bagian
lain) organisasi, atau unit lainnya yang merupakan ruang lingkup atau tujuan dari
pengakumulasian dan pengukuran biaya atau
b) Objek biaya adalah item apapun berupa produk, pelanggan, projek, aktivitas, dan lain-lain
yang mana biayanya dapat diukur dan ditentukan
2. Objek Biaya
Pada Perusahaan PT. Siantar Top Tbk yang menjadi objek biaya adalah produknya.
Adapun jenis produknya secara umum dibagi dua yaitu
a) Pengolahan Makanan
a. Krupuk (Snack)
b. Mie
c. Biskuit
b) Pendukung Lainnya
a. Tepung Terigu
b. Direct Cost (Biaya Langsung)
1. Pengertian :
Biaya langsung adalah elemen biaya yang memiliki kaitan langsung dengan volume
pekerjaan yang tertera dalam item pembayaran atau menjadi komponen permanen hasil
akhir proyek. Komponen biaya langsung terdiri dari biaya upah pekerja, operasi
peralatan, material.
Biaya langsung adalah biaya yang dapat secara akurat ditelusuri ke objek biaya dengan
sedikit usaha.

2. Pada Perusahaan PT. Siantar Top Tbk yang menjadi biaya langsung dalam produk
selama tahun 2015 adalah :
a) Bahan baku sebesar Rp 1.180.579.302.154
b) Tenaga kerja langsung sebesar Rp 146.577.131.523

c. Indirect Cost (Biaya Tidak Langsung)


1. Pengertian
Biaya tidak langsung merupakan elemen biaya yang tidak terkait langsung dengan
besaran volume komponen fisik hasil akhir proyek, tetapi mempunyai kontribusi
terhadap penyelesaian kegiatan atau proyek. Yang termasuk dalam kategori biaya tidak
langsung antara lain adalah: biaya overhead, pajak, biaya umum (general conditions),
dan biaya risiko.
Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat secara akurat dikaitkan dengan
objek biaya tertentu. Contohnya biaya iklan dan pemasaran, biaya depresiasi, baiaya
asuransi, pajak dan lain-lain
2. Pada Perusahaan PT. Siantar Top Tbk yang menjadi biaya tidak langsung dalam produk
selama tahun 2015 adalah
a) Biaya pabrikasi sebesar Rp 246.128.216.479
b) Bahan pembungkus sebesar Rp 425.513.045.888
c) Biaya lain-lain sebesar Rp 7.258.788.367