Anda di halaman 1dari 86

PENATALAKSANAAN

TRAUMA WAJAH

DR. IMAM SUSANTO SpBP


FKUI - RSCM
TRAUMA WAJAH

JARINGAN LUNAK ( SOFT TISSUE )


TULANG WAJAH ( FACIAL BONE )
JARINGAN LUNAK DAN TULANG
WAJAH
TRAUMA WAJAH
PENDAHULUAN

Trauma wajah :
Mempunyai dampak psikologis yg
penting
Mempunyai risiko hilangnya
kepercayaan diri
Harapan untuk penampilan wajah yg
kembali normal cukup besar
Suka tidak suka sering hasil akhir
dikaitkan dengan kemampuan dokter
bedah yang menangani trauma wajah
Pentingnya dibuat dokumentasi ( foto
) dan catatan yang benar sebelum
dilakukan tindakan operasi
PENYEBAB TRAUMA WAJAH
PENATALAKSANAAN

ABC : . Air way


. Breathing
. Circulation

Head injury ( GCS )


Cedera cervical
Thoraks
Abdomen
TRAUMA JARINGAN LUNAK PADA
WAJAH

KULIT : abrasi , laserasi dan avulsi


SARAF : . Sensorik
. Motorik
DUKTUS PAROTIKUS
DUKTUS NASOLAKRIMALIS
KELOPAK MATA
DAUN TELINGA
HIDUNG DAN BIBIR
TRAUMA PADA SARAF

MOTORIK ( N. VII ]
SENSORIK ( N. V )

. FACIAL DANGER ZONE


. DIAGNOSTIK
. TIMING TINDAKAN
. FOLLOW UP
TRAUMA PADA SARAF
RUPTUR DUKTUS PAROTIKUS

DIAGNOSTIK
TINDAKAN OPERATIF
KOMPLIKASI
DUKTUS PAROTIKUS
TRAUMA PADA BIBIR

PENTINGNYA PENGENALAN ANATOMI


TEHNIK REPAIR
KOMPLIKASI
TRAUMA PADA BIBIR
Timing dan tehnik operasi
Cedera jaringan lunak wajah

24 jam pertama
Ekskoriasi pada wajah
Tissue handling
Tehnik , material dan instrument
operasi
FRAKTUR TULANG WAJAH
Orbital anatomy
Orbital anatomy
Orbital anatomy
Gejala dan tanda-2
Perdarahan dari hidung dan mulut
Deformitas wajah ( asimetri )
Maloklusi
Open bite
Hypersalivasi
Gangguan gerakan bola mata ( Diplopia )
Exopthalmus / Enopthalmus
Gangguan sensibilitas
Gangguan motorik
Menjauhnya jarak intercantus medial
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Foto polos pada Fraktur tulang wajah


. 1/3 atas : . Caldwell dan modif
Caldwell
. Foto lateral
. 1/3 tengah : . Waters / reverse
Waters
. 1/3 bawah : . Mandibula
. Panoramic view
Foto kepala AP dan Lateral
CT SCAN ( 2 D atau 3 D )
Panoramic view
CT Scan ( 2 D )
CT Scan 3 D
FRAKTUR ZYGOMA

Hilangnya tonjolan pipi


Pada tripod fraktur disertai turunnya
lateral axis bola mata
Bisa terjadi maloklusi , trismus atau
open bite , exopthalmus atau
enopthalmus
Zygomatic fracture
Klasifikasi Fraktur Zygoma (Knight and North)
Group I :
Tidak ada displacement yang signifikan; fraktur terlihat pada foto
rontgen namun fragmen tetap segaris : 6%
Group II :
Fraktur arkus zygoma, dengan arkus melesak kedalam tanpa keterlibatan
orbita atau bagian anterior : 10%
Group III :
Fraktur korpus; bergeser ke bawah dan kedalam, namun tidak ada rotasi :
33%
Group IV :
Fraktur korpus dengan rotasi ke medial; bergeser ke bawah, ke dalam dan
ke belakang dengan rotasi medial : 11%
Group V :
Fraktur korpus dengan rotasi ke lateral; bergeser ke bawah, belakang dan
medial dengan rotasi zygoma ke lateral : 22%
Group VI :
Semua kasus dengan garis fraktur tambahan melewati fragmen utama :
18%
Lateral wall ( Orbitozygomatic )
fracture
FRAKTUR MAXILLA

KARENA TRAUMA LANGSUNG KE BAG


MEDIAL WAJAH
GANGGUAN GERAKAN BOLA MATA ,
GANGGUAN SENSIBILITAS PIPI,
MALOKLUSI , OPENBITE , FLOATING
MAXILLA , MUKA MEMANJANG
LEFORT I , II DAN III
LEFORT FRACTURES
Non Lefort fracture

Sagital fracture
Oblique maxillary fracture
Isolated maxillary fracture
Non Lefort fracture
Non Lefort fracture
Zygomaticomaxillary fractures
BLOW OUT FRACTURES
Panfacial fracture
Panfacial fracture

Fracktur yg melibatkan 3 level


tulang wajah ( upper face , mid face
dan lower face )
Fraktur melibatkan 2 daerah tulang
wajah yg dibatasi oleh fraktur
Lefort I
. Fraktur pada 2 level tulang wajah
dgn derajad keparahan yg berat
PANFACIAL FRACTURES
NASOETHMOID FRACTURES

FRAKTUR YG MELIBATKAN OS NASAL ,


ETHMOID DAN MAXILLA
BISA TERJADI GANGGUAN PADA
JARAK INTERCANTHUS
BISA TERJADI GANGGUAN PADA
VISUS
BISA TERJADI ANOSMIA
PENANGANAN SULIT
NASOETHMOID FRACTURES
Nasoethmoid fracture
FRAKTUR MANDIBULA

DEFORMITAS WAJAH 1/3 BAWAH


MALOKLUSI , OPEN BITE ATAU
TRISMUS
GANGGUAN SENSIBILITAS BIBIR
BWH
HYPER SALIVASI
KDG TERJADI BONE LOSS ATAU
AVULSI GIGI
LOKASI FRAKTUR MANDIBULA

Simpisis atau para simpisis mandibula


Korpus mandibula
Angulus mandibula
Ramus mandibula
Kondilus/subkondilus mandibula
MALOKLUSI
FRAKTUR PROCESUS ALVEOLARIS

BISA TERJADI PADA MANDIBULA


ATAU MAXILLA
UMUMNYA TERJADI MALOKLUSI DAN
NYERI ATAU PARESTHESI
TREATMENT

KONSERVATIF

OPERATIF : . TERTUTUP
. TERBUKA

. TIMING OPERASI : . EARLY


. IMMEDIATE
. LATE
KONSERVATIF

STABIL
TAK ADA GANGGUAN FUNGSI
SIMETRIS
PEMASANGAN IDW , IMW , ARCHBAR
OPERATIF
CLOSED REDUCTION :
. REPOSISI SECARA GILLIS,
. REPOSISI DGN WALSHAM / ASH FORCEP
OPEN REDUCTION
PRINSIP : . REPOSISI
. FIKSASI
. IMOBILISASI

SURGICAL APPROACH :
. BICORONAL
. SUPRA ORBITA
. INFRA CILLIAIR
. TRANSCONJUNCTIVA
. GINGGIVO BUCCALIS
. SUB MANDIBULA / SUBMENTAL
. PREAURICULAIR
Surgical approach
BICORONAL DAN TRANSCONJUNCTIVA
APPROACH
Surgical approach
REPOSISI FIKSASI DAN
IMOBILISASI
ELEVATOR DAN HOOK
IFW
MINIPLATE DAN MINISCREW
MIKROPLATE
OKLUSI
IMW
ARCH BAR DAN RUBBERING
KOMPLIKASI

AWAL
LANJUT
KOMPLIKASI AWAL

Perdarahan
Parese saraf facialis
Hypo/anesthesia wajah
Kebutaan
Diplopia
Masih maloklusi atau asimetris wajah
Infeksi
KOMPLIKASI LANJUT

Enopthalmus
Osteomyelitis
Malunion
Nekrose tulang
Asimetri wajah