Anda di halaman 1dari 8

BAB III

PEMBAHASAN

I. Latar belakang usaha

Usaha keperawatan mandiri adalah praktik perawat yang dilakukan secara individu atau
kelompok yang berdiri diluar pelayanan kesehatan yang ada. Praktik keperawatan mandiri
diberikan dalam bentuk asuhan keperawatan dan diberikan untuk mendekatkan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat. Praktik mandiri keperawatan ini tertera dalam Undang-undang
No.38 Tahun 2014 dimana disebutkan bahwa praktik keperawatan merupakan pelayanan yang
diberikan perawat dalam bentuk asuhan keperawatan. Berdasarkan undang-undang tersebut
perawat dapat melakukan praktik secara mandiri dan mengembangkan kemampuanya dalam
berbisnis. Salah satu usaha keperawatan mandiri akan dibahas pada makalah ini. Usaha ini
didirikan oleh seorang perawat bernama Dadang Suharto, S.Kp, WOCN, RN. Beliau telah
mendirikan usaha nya kurang lebih selama 7 tahun. Beliau menempuh pendidikan formal sebagai
mahasiswa D3 AKPER Lampung dan S1 Keperawatan Universitas Indonesia. Setelah
menempuh pendidikan formal, beliau bekerja sebagai dosen keperawatan jiwa di AKPER Bani
Saleh selama beberapa tahun dan kemudian mendirikan usaha keperawatan mandiri pada tahun
2007. Saat ini beliau sudah tidak aktif sebagai pengajar, namun beliau aktif sebagai alumni FIK
di Universitas Indonesia dan sebagai narasumber di berbagai seminar dan workshop mengenai
dunia keperawatan.

Usaha ini berawal dari kejenuhan pemilik usaha terhadap profesinya sebagai seorang
perawat, dimana beliau berpendapat bahwa perawat selalu berada dalam zona nyaman dan aman
serta tidak berani untuk mengeksplor kemampuannya dalam usaha mandiri di bidang
keperawatan, sehingga beliau berpikir untuk menyalurkan keahliannya dalam usaha mandiri ini.
Disamping itu, beliau juga melihat bahwa penderita diabetes di Indonesia terus meningkat setiap
tahunnya dan berdasarkan survey penyakit ini akan mencapai angka 21,3 juta orang pada tahun
2030. Dari seluruh penderita diabetes 85% beresiko mengalami neuropati sehingga
meningkatkan resiko terjdinya luka pada bagian tubuh tertentu, terutama kaki. Berdasarkan latar
belakang dan data yang ada, beliau membuka usaha mandiri dalam bidang keperawatan
khususnya perawatan luka diabetes yang diberi nama RUMAT.

RUMAT ini didirikan pertama kali pada bulan Agustus tahun 2010 di Cikarang Jawa
Barat. Dalam menjalankan usahanya, beliau berpendapat bahwa modal atau uang yang besar
bukanlah hal yang utama dalam membuka usaha, melainkan keterampilan komunikasi dan
hubungan intrapersonal lah yang penting. Dalam mendirikan usaha ini, beliau menggunakan
kemampuan komunikasi dan hubungan intrapersonal nya sehingga tidak mengeluarkan modal
sama sekali. Beliau mengatakan bahwa ia mencari rekan bisnis yang memiliki kesamaan visi dan
mampu memberikan investasinya dalam menjalankan usahanya. Beliau menawarkan keahlian
yang dimiliki dengan didukung oleh data mengenai penyakit diabetes mellitus di Indonesia dan
kemungkinan usaha mandiri ini berkembang di masyarakat. Awalnya usaha ini masih sangat
minim dan sulit berkembang, namun dengan kerja keras dan kemauan yang kuat, usaha ini
kemudian diminati oleh masyarakat hingga dua tahun pertama usaha ini mengalami
perkembangan yang baik di daerah Cikarang. Pada tahun 2012, klien mulai memikirkan bahwa
pelayanan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia, maka beliau memutuskan
untuk mulai membuka beberapa cabang di berbagai wilayah di Indonesia dengan bekerjasama
oleh beberapa pihak seperti Apotek atau Klinik kesehatan yang ada di suatu daerah.

Dalam proses mendirikan usaha ini, beliau mengatakan terdapat beberapa kesulitan
seperti pemasaran awal jasa perawatan luka dan kepercayaan masyarakat terhadap usaha yang
didirkan oleh perawat. Seiring berjalannya waktu, beliau merasakan kesulitan berkurang dan
dianggap sebagai suatu tantangan yang menarik.tantangan tersbeut pun terjawab dan usaha ini
mampu berkembang dengan cepat. Kelebihan dari usaha ini yaitu belum banyaknya usaha serupa
di Indonesia, sehingga persaingan usaha masih sangat minim. Selain itu, banyaknya penderita
diabetes mellitus dengan luka ulkus yang membutuhkan perawatan lanjut pasca hospitalisasi.
Melalui kerjasama dan rencana yang disusun oleh perusahaan, akhirnya usaha ini mampu
menarik peminat dan pelanggan sehingga kepercayaan terhadap kemampuan perawat juga
meningkat.
II. Visi dan misi usaha

Visi yang dimiliki usaha ini yaitu :

1. Membebaskan penderita diabetes dari pilihan amputasi


2. Menjadi sumber rujukan studi luka diabetes dengan data kasus besar
3. Menjadi panutan layanan keperawatan mandiri.

Misi yang dimiliki usaha ini yaitu :

1. Misi dari usaha ini adalah mendirikan 250 unit layanan perawatan luka diabetes
2. Menyediakan data kasus bagi peminat studi luka diabetes
3. Memberdayakan 400 orang perawat mandiri.

Namun hingga saat ini, visi dan misi dari rumat tersebut belum terpenuhi secara
menyeluruh. Dapat dilihat dari jumlah unit yang ada sekarang yaitu sebanyak kurang lebih 60
unit yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dengan total pegawai.

III. Strategi perencanaan

A. Strategi usaha

Rumat adalah jaringan perawatan luka yang direncanakan berada tersebar di seluruh
Indonesia. Didirikan atas kepedulian dan keprihatinan terhadap banyakanya penderita diabetes
meliitus yang harus diamputasi, seolah-olah hanya amputasi satu-satunya cara agar luka tidak
menyebar ke organ tubuh lain. Berdasarkan persepsi tersebut, usaha ini didirikan dengan tujuan
untuk mengurangi dan mencegah kejadian amputasi pada penderita diabetes mellitus dengan
ulkus. Usaha yang didirikan pada tahun 2010 ini semakin berkembang setiap tahunnya. Saat ini
terdapat 60 unit cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam mengembangkan usahanya,
pemilik usaha bekerjasama dengan beberapa multi profesi. Sang pemilik usaha memiliki tim
yang terdiri dari orang-orang yang bekerja di bidang manajemen, hukum, marketing dan
pemasaran, IT, dan penanggungjawab unit. Tim yang terdiri dari beberapa multi profesi ini
memiliki tugas masing-masing yaitu :
1. Bidang manajemen :

Bidang ini memiliki tugas dalam menyusun rencana strategis dalam membuka cabang baru di
beberapa daerah di Indonesia. Bidang manejemen ini menjalani survey area usaha yang akan
menjadi tempat cabang yang baru dan mempresentasikan area usaha yang akan dibuka
berdasarkan analisa swot. Selain itu, tim manejemen juga bertugas sebagai pengawas pada
setiap cabang yang ada dan mengontrol jalannya usaha.

2. Bidang hukum :

Bidang ini terdiri dari beberapa pengacara yang memiliki tugas sebagai pelindung usaha,
menangani perizinan dan dokumentasi, melakukan penyesuaian terhadap peraturan-peraturan
baru yang berkaitan dengan operasional perusahaan, dan menangani permasalahn hukum
internal dan eksternal yang terkait dengan usaha dan kepegawaian.

3. Bidang marketing dan pemasaran :

Bidang ini memiliki tugas dalam rencana pemasaran meliputi menganalisa data keuangan dan
modal, merekomendasi strategi investasi, mempertahankan pelanggan yang telah ada,
memastikan pencapaian target usaha dan pelayanan, dan memperkenalkan produk atau jasa
usaha pelayanan kepada masyarakat.

4. Bidang IT :

Bidang ini memiliki tugas utama sebagai penyusun sistem komputerisasi pada usaha yang
meliputi absensi kepegawaian

5. Bidang penanggungjawab area :

Bidang ini bertanggungjawab mengontrol dan memantau jalannya usaha di area yang telah
ditentukan. Penanggungjawab area ini dibagi menjadi 3 yaitu daerah jabodetabek 1, jabodetabek
2, dan jawa barat. Penanggungjawab area ini juga bertugas memantau kerja karyawan di satu
unit dan melakukan supervise saat melakukan tindakan.
6. Bidang penanggungjawab unit :

Bidang ini bertanggungjawab dalam pengelolaan unit RUMAT. Penanggungjawab unit ini
bertanggungjawab terhadap penanggungjawab area.

B. Produk dan jasa

RUMAT merupakan usaha keperawatan mandiri di bidang perawatan luka diabetes. Dalam
usaha ini, produk dan jasa perawatan luka ulkus diberikan pada luka yang berada di seluruh
tubuh terutama di ekstremitas bawah. dalam melakukan perawatan luka, usaha ini menggunakan
Modern Dressing dimana luka ulkus yang diderita dibersihkan, dilakukan nekrotomi, dan ditutup
dengan menggunakan balutan khusus yang bervariasi sesuai dengan berat ringannya luka.
Modern Dressing ini sudah disesuaikan dengan standar internasional yang berlaku dan juga
sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada. Perawat yang bekerja di RUMAT ini juga
telah diberikan pelatihan khusus selama 1 bulan dan pengawasan kerja selama 3 bulan yang
diikuti oleh supervisi terlebih dahulu sebelum diizinkan langsung untuk merawat pasien secara
mandiri. Sementara itu alat-alat yang digunakan untuk melakukan perawatan luka didistribusikan
langsung dari RUMAT pusat ke seluruh cabang RUMAT yang tersedia.

Frekuensi perawatan luka dilakukan secara berbeda-beda pada setiap pasien, balutan luka
dapat diganti setiap hari hingga 2 hari sekali tergantung dari tingkat keparahan luka. Pada fase
awal pasien menjalani perawatan, pasien harus mengganti balutan luka setiap hari. Jika luka
berangsur membaik, maka perubahan frekuensi penggantian balutan dapat berubah. Perawatan
luka dilakukan selama kurang lebih 1 jam pada setiap pasien. Harga perawatan luka yang harus
dibayarkan oleh pasien yaitu Rp.250.000 Rp.410.000 dalam sekali perawatan. Besaran uang
jasa yang harus dibayarkan bergantung pada jenis luka, luas luka, dan balutan yang digunakan
untuk menutup luka.
C. Kepegawaian

Pegawai di rumat tersebut harus menempuh pendidikan minimal D3 keperawatan dan S1


keperawatan dengan Ners. Rumat juga mempunyai kriteria khusus untuk berbagai staf. Staf
dirumat ini dibagi menjadi lima bagian, yaitu :

a. Staf Perawat Senior

Persyaratan :

1. Pria/wanita
2. Usia minimal 35 tahun
3. Pendidikan minimal S1 dan sederajat
4. Tersertifikasi sebaga perawat luka
5. Berpengalaman kerja minimal 10 tahun di bidang keperawatan
6. Bekerja dalam tim dan menyukai tantangan
7. Lebih disukai berbahasa inggris aktif
8. Bersedia ditempatkan di seluruh unit pelayanan rumat

b. Staf Perawat Junior

Persyaratan :

1. Pria/wanita
2. Usia maksimal 27 tahun
3. Pendidikan minimal D3 Keperawatan
4. Diutamakan freshgraduate dan belum menikah
5. Bersedia ditempatkan di seluruh unit pelayanan rumat
6. Lebih di sukai pernah mengikuti pelatihan perawatan luka modern
c. Marketing Support

Persyaratan :

1. Pria/wanita
2. Usia maksimal 30 tahun
3. Pendidikan minimal D3
4. Berpenampilan menarik
5. Berpengalaman dibidang marketing keperawatan
6. Menyukai tantangan dan pekerja lapangan
7. Mempunyai kendaraan sendiri

d. Staf Customer Service

Persyaratan :

1. Pria/wanita
2. Usia minimal 27 tahun
3. Pendidikan minimal Sarjana Kesehatan Masyarakat atau Sarjana Keperawatan
4. Bersedia ditempatkan di kantor pusat

e. Staf Farmasi

Persyaratan :

1. Pria/wanita
2. Sarjana farmasi atau apoteker
3. Komunikatif, mampu bernegosiasi dan dapat bekerj dalam tim
4. Berpenampilan menarik

Seluruh perawat yang bekerja di RUMAT ini diberikan pelatihan khusus luka diabetes
selama 1 bulan. Setelah menjalani serangkaian pelatiha, seluruh perawat diizinkan bekerja
dengan pengawasan intensif selama 3 bulan pertama. Di dalam usaha ini seluruh pegawai bekerja
selama satu shift sejak pukul 8 pagi hingga 4 sore. Penghasilan yang didapat oleh setiap pegawai
di RUMAT ini berbeda-beda tergantung dari lama waktu bekerja dan penghargaan yang did
dapat. Penghasilan yang diterima berkisar 3-5 juta / bulan.

D. Strategi pemasaran

Penghasilan? Sama atau tidak di setiap cabang

Limbah klinik bekerjasama ke puskesms terdekat, tempat pengolahan limbah khusus,


atau dikumpulkan di tempat yang aman perbulan baru di suplai

Harapan : menambah luasan cabang di setiap kota di seluruh Indonesia,

Struktur organisasi