Anda di halaman 1dari 4

III.

Autokorelasi

Autokorelasi CV

Autokorelasi AC
Cross Corelasi CV dengan AC

Cross Corelasi Thickness dengan CV

ANALISA

Pada subbab ini, perhitungan dilakukan untuk mencari nilai korelasi antara Calorific Value (CV) dan Ash
Content (AC) dengan dirinya masing-masing serta mencari nilai korelasi silang antara data CV dengan AC
serta Thickness of Seam dengan CV.
Secara umum, perhitungan korelasi bertujuan untuk mengetahui tingkat keterkaitan/hubungan antara
suatu sekuen data dengan dirinya sendiri (auto korelasi) atau antara dua sekuen data yang berbeda (cross
korelasi). Berikut merupakan grafik hasil perhitungan auto korelasi data CV dan AC.

Figure Autokorelasi CV Figure Autokorelasi AC

Dari grafik di atas terlihat bahwa nilai autokorelasi CV maupun AC bernilai 1 ketika belum mengalami
shifting. Angka satu itu menunjukkan bahwa kedua buah sekuen data sama persis, hal ini merupakan sifat
autokorelasi dimana sebelum shifting dimulai hasil autokorelasinya pasti bernilai 1. Selanjutnya, nilai
autokorelasi antara masing-masing data mengalami fluktuasi (kenaikan dan penurunan) sepanjang
shifting hingga mencapai shifting terakhir (n-1). Berikut merupakan grafik hasil perhitungan cross korelasi
antara data Thickness of Seam dengan CV dan antara CV dengan AC

Cross korelasi TS dengan CV Cross korelasi CV dengan AC


Kedua grafik sebelumnya menunjukkan bahwa kedua sekuen data yang dikorelasikan memiliki nilai
korekasi tertinggi (korelasi mendekati nilai 1) pada akhir shifting (pergeseran ke n-1). Hasil tersebut
menunjukkan bahwa baik TS dengan CV maupun CV dengan AC memiliki keterkaitan yang tinggi pada
shifting yang mendekati ke n-1.

Jika kita tinjau kembali definisi CV dan AC yang sudah dijelaskan di subbab sebelumnya. Yakni, calorific
value merupakan total panas yang diproduksi oleh pembakarannya pada tekanan tetap dan kondisi
standar (i.e. to 0oC and under a pressure of 1,013 mbar) sedangkan Ash Content (kandungan/kadar abu)
merupakan pengukuran kadar abu untuk mengetahui kualitas dari batubara dan efisiensi proses
pembersihan. Sementara itu, Thickness of seam merupakan suatu ukuran dari ketebalan lapisan batubara.

Berdasarkan grafik korelasi yang diperoleh, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Thickness of seam
tidak memiliki kaitan dengan nilai kalor batubara yang diobservasi. Pun dengan nilai kalor yang tidak
memiliki hubungan (keterkaitan) dengan kadar abu (ash content).