Anda di halaman 1dari 22

Sel Tubuh Manusia

Dasar satuan hidup tubuh manusia


adalah sel. Dalam organisasi tubuh, sel
merupakan bagian terkecil. Tiap-tiap sel
mempunyai spesialisasi sendiri sesuai
dengan fungsinya. Sel mengandung struktur
fisik yang sangat terorganisasi yang
dinamakan organel. Organel penting dalam
fungsi sel sebagai unsur kimia, misalnya
salah satu organel mitokondria lebih 95%
energy yang disediakan. Organel sel yang
penting adalah membrane sel, membrane
inti, reticulum endoplasma, mitokondria,
dan lisosom.

A. Struktur Sel

Sel mengandung struktur fisik yang sangat terorganisasi yang dinamakan organel. Struktur
penting dalam fungsi sel sebagai unsur-unsur kimia. Organel sel yng penting adalah membrane sel,
plasma sel, inti sel (nucleus), inti dari inti sel (nucleolus), dan kromatin. Di dalam sel terdapat tiga
komponen utama yaitu membrane sel, plasma sel (sitoplasma) dan mitokondria.

1. Membran Sel
Membrane sel merupakan struktur elastis yang sangat tipis, yaitu 7,5 10 nm. Hamper
seluruhnya terdiri dari keeping-keping halus yang merupakan gabungan protein dan lemak,
merupakan tempat lewatnya berbagai zat yang keluar dan masuk sel. Membrane ini bertugas untuk
mengatur hidupnya sel dan menerima segala bentuk rangsangan.
Susunan kimia membrane inti ternyata tidak terlalu sama, tetapi berbeda untuk sel-sel yang
berbeda jenisnya yaitu lapisan lipid di bagian tengah dilapisi oleh lapisan protein, di tengah-tengah
lapisan lipid terdapat cairan yang memisahkan lapisan lipid. Adanya lapisan protein dibagian luar
menjadikan lapisan sel. Adanya lapisan protein dibagian luar menjadikan lapisan sel bersifat hidrofil
(molekul air yang mudah menempel pada membrane).
Fungsi membrane sel:
a. Komunikasi antar-sel dengan sel lain: adanya transmitter, enzim-enzim, nutrient, dan
antibody dalam cairan ekstraselmemungkinkan adanya hubungan antar-sel.
b. Merangsang dan mengakibatkan potensial aksi serta banyak reseptor yang dapat mengenali
messenger kimia. Cairan intrasel memiliki muatan kation kalium (K +) anion PO4, dan asam
amino. Cairan ekstrasel memiliki kation utama natrium (Na +) dan anion utama klorida (Cl-)
c. Permeabilitas selektif sebagai filter yang selektif dan alat transport aktif nutrient dan
pengeluaran sisa metabolism yang bergantung pada:
Substansi lipid nonpolar dan hidrofobik lebih mudah melewati membrane.
Semakin besar molekul kimia semakin sulit melewati membrane sel seperti protein.
Substansi membrane sel permeable untuk substansi polar dan bermuatan listrik, ion
yang tidak melewati fosfolipid bilayer dengan bantuan protein.

Pergerakan dan substansi melewati membrane sel melalui cara:

a. Proses aktif: Terjadi jika suatu substansi yang melewati membrane membutuhkan energy
dari sel, yang termasuk dalam proses aktif.
Transport aktif primer, yaitu pergerakan ion/molekul melalui membrane permeabel dari
konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dengan menggunakan pompa protein dan
energy dari pemecahan ATP.
Transport aktif sekunder, yaitu pergerakan simultan dari dua substansi melalui
membrane dengan menggunakan energy yang disuplai dari perbedaan konsentrasi
natrium.
Transpor vesikuler, bergantung pada transpor zat dalam ikatan membrane vesikel dan
dapat dilalui molekul berukuran besar dan permeabelitas membrane menjadi lebih
rendah.
a. Proses pasif: Terjadi apabila substansi menembus membrane sel tanpa membutuhkan
energy dari sel termasuk dalam dalam proses ini adalah:
Difusi, yaitu pergerakan acak molekul dan ion dari lokasi dengan konsentrasi tinggi ke
lokasi lebih rendah. Kecepatan difusi dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi zat
terlarut.
Osmosis, yaitu difusi cairan ke membrane semipermeabel dari konsentrasi solute rendah
(konsentrasi air tinggi) ke bagian konsentrasi solut tinggi (konsentrasi air rendah).
Misalnya, pergerakan air menuju dinding plasma untuk mempertahankan keseimbangan
sel.

2. Plasma
Plasma (sitoplasma) berupa carina kol oil encer yang mengisi ruang di antara nucleus dan
membrane sel berisi 80-90% air dan mengandung berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Bahan-
bahan yang terdapat dalam plasma:
1. Bahan anorganis yaitu garam, mineral, air, oksigen, karbon dioksida, dan amoniak.
2. Bahan organis yaitu karbohidrat, lemak, protein, hormon, vitamin, dan asam nukleat berupa
ARN (asam ribosom nukleat).
3. Peralatan sel atau organel sel yang terdiri dari ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria,
sentrosom, alat golgi, dan lisosom.
Sitoplasma berfungsi sebagai tempat kegiatan metabolisme sel oleh organel-organel sitoplasma
yang peran utamanya sebagai produksi panas. Adanya ion-ion seperti kalium, magnesium, fosfat,
bikarbonat sangat menentukan kegiatan reaksi katalisator enzimatik untuk metabolisme.

Ribosom, merupakan butiran halus yang melekat pada endoplasma yang tersebar mengapung
dalam plasma. Fungsinya sebagai tempat sintesis protein yang mengandung ARN. Ribosom
menghasilkan protein untuk bahan sel itu sendiri, nampak pada sel yang membelah dan
membentuk hemoglobin dalam eritroblas yang akan tumbuh menjadi eritrosit.
Retikulum endoplasma, yaitu saluran halus yang berbelok-belok dalam plasma. Kelok ini berupa
sekat-sekat yang membuat suatu zat atau menghasilkan energi untuk kegiatan sel yang
dimanfaatkan sektor plasma tertentu sehingga efisien dan efektif. Dalam saluran retikulum
endoplasma dilakukan sintesis protein. Setiap saluran retikulum endoplasma memproduksi
sejenis protein sendiri. Ribosom terkelompok atas jenis protein yang disintesis disebut polisom.
Zat yang dibentuk pada berbagai bagian sel masuk ke dalam ruang retikulum endoplasma,
kemudian diteruskan ke bagian-bagian sel yang lain. Sebagian besar permukaan retikulum
merupakan miosin.
Mitokondria, merupakan pusat tenaga bagi sel karena menyaring energi dan zat gizi. Bentuknya
lonjong dan merupakan tempat berlangsungnya pernapasan sel (pernapasan jaringan). Lemak
diubah menjadi karbohidrat sehingga timbul energi dalam bentuk ATP (adenotrifosfat).
Sedangkan pernapasan sel dalam bentuk anaerobis (tidak memakai oksigen) berlangsung dalam
plasma itu sendiri. Energi dalam bentuk ikatan kimia dipakai untuk beberapa kegiatan sel, seperti
untuk reaksi kimia proses persarafan dan pergerakan sel.
Sentrosom, adalah suatu badan yang terletak ditengah sel, mengandung sentriol yang berfungsi
untuk membelah sel. Dalam keadaan istirahat sel yang sudah dewasa tidak berfungsi sama
sekali. Pada waktu pembelahan sel, sentriol berfungsi membelah sel pada kedua sel, yang
terbelah membentuk kutub.
Alat golgi, terletak di dekat inti sel dan berhubungan dengan selaput sel. Bentuknya berupa
lempeng cembung tersusun atas gelembung-gelembung yang berdinding membran dan tidak
memiliki ribosom pada permukaannya. Fungsinya untuk mengatur pengetahuan suatu zat keluar
sel dan membantu sintesis karbohidrat, kemudian menggabungkannya dengan protein untuk
membentuk glikoprotein.
Lisosom, menghasilkan sistem pencernaan intrasel yang berfungsi membuang zat-zat dari
struktur yang rusak atau zat asing yang membahayakan, misalnya bakteri. Dalam keadaan tidak
aktif, lisosom berbentuk bulat atau lonjong dengan diameter 0,4u. Lisosom dibungkus oleh
membran yang halus. Dalam gelembung lisosom terdapat enzim hidrolisis (protease, nuklease,
glikodase, lipase, dan fosfatase). Membran sekitar lisosom mencegah enzim hidrolitik
berhubungan dengan zat lain dalam sel dan mencegah pengeluaran enzim.

3. Inti Sel
Inti sel (nucleus) sebagai pusat pengawasan sel berfungsi mengawasi reaksi kimia yang terjadi
dalam sel dan reproduksi sel. Tiap-tiap inti sel menerima satu dari dua pasang gen. Selaput inti sel
sama strukturnya dengan membrane sel, yaitu mengatur keluar masuknya zat. Plasma inti sel lebih
kental dari plsma sel sebagai tempat meredam anak inti sel (nucleolus) dan kromatin. Fungsi inti sel
mengatur pembelahan sel (pada sel yang sedang membelah diri) dan memproduksi ribosom
bersama asam nukleat yang disebut (ARN) ribosom. Pada inti sel terdapat kromatin yang terdiri dari
serat DNA yang bergabung dengan histon (protein sederhana yang mengandung banyak gugus basa
yang yang larut dalam air). Inti sel juga mengandung enzim berupa DNA polymerase (enzim dalam
sel darah putih) dan enzim yang digunakan dalam proses glikolisis.

4. Nukleolus
Nukleolus adalah suatu struktur protein sederhana yang mengandung ARN dalam jumlah yang
besar. Nucleolus akan membesar bila sel secara aktif menyintesis protein. Gen-gen dari suatu
pasangan kromosom menyintesis ribonukleat kemudian menyimpannya dalam nucleolus dimulai
dengan fibril ARN membentuk ribosom granular. ARN memegang peranan penting untuk
pembentukan protein.

5. Kromatin
Kromatin adalah jalinan benang-benang halus dalam plasma inti. Benang ini terpilin longgar
diselaputi oleh protein. Sel mengalami pembelahan, kromatin memendek dan membesar yang
disebut kromosom. Kromosom terdiri dari serat-serat (fibril) halus yang terbentuk oleh dua macam
molekul (AND dan histon).

B. Fisiologi Sel
Semua sel mempunyai karakteristik dasar tertentu yang mirip satu sama lain. Dalam seluruh sel,
oksigen bergabung dengan hasil pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein untuk melepaskan energy
yang dibutuhkan sebagai fungsi sel. Semua sel juga membawa hasil akhir dari reaksi kimianya kedalam
cairan yang mengelilinginya. Bila sel dalam keadaan hidup, tubuh sel harus mendapatkan zat gizi dan zat
lainnya dari cairan di sekitarnya, zat-zat yang dapat lewat melalui membrane sel dengan tiga cara:
a. Difusi, melalui pori-pori membrane dari matriks membrane itu sendiri.
b. Transport aktif, melalui membrane dengan mekanisme tempat suatu enzim dan zat
pembawa khusus zat-zat melalui membrane.
c. Endositosis, suatu mekanisme membrane yang menelan cairan eksternal dan isinya.
Transport zat-zat melalui membrane merupakan fungsi khusus sel, endositosis merupakan
fungsi khusus sel dengan dua cara:
Fagositosis, yaitu penelanan partikel besar oleh sel seperti bakteri, sel-sel lain dan
partikel degenerasi jaringan. Fagositosi terjadi bila objek tertentu kontak dengan
membrane sel, mempunyai muatan negative yang ditolak karena dalam keadaan normal
endositosis bermuatan negative.
Pinositosis, yaitu pengambilan tetesan cairan oleh sel yang terjadi akibat respon
terhadap zat tertentu yang bersentuhan dengan membrane sel. Dua zat yang paling
penting dalam hal ini adalah protein untuk dapat melalui membrane sel.

Setelah fagositik dan pinositik terbentuk dalam sel, satu atau lebih lisosom melekat pada vesikel
tempat hidrolase mulai menghidrolisis protein, glukosa, lipid, asam nukleat mukopolisakarida, dan zat
lain dalam vesikel. Hasil pencernaan adalah molekul-molekul kecil asam amino, glukosa, asam lemak,
dan fosfat yang dapat berdifusi melalui membran vesikel ke dalam sitoplasma.
Sisa dalam vesikel digestif dinamakan badan residu yang merupakan zat yang tidak dapat
dicerna. Zat ini akhirnya diekskresikan melalui membran sel oleh proses eksositosis. Jaringan tubuh
sering mengalami regresi (kemunduran dalam perkembangan) ukuran semakin kecil, misalnya pengecilan
uterus setelah melahirkan, otot selama tidak aktif, dan kelenjar susu pada akhir masa laktasi.
Kurangnya aktivitas pada jaringan menyebabkan penurunan aktivitas lisosom. Peranan lisosom
adalah membuang sel-sel yang rusak dari jaringan, misalnya karena panas, dingin, trauma, zat kimia, dan
faktor lain. Kerusakan sel menyebabkan lisosom pecah dan hidrolase yang dikeluarkan mulai mencerna
zat-zat organik disekitarnya. Bila kerusakan ringan, hanya sebagian sel yang dibuang diikuti dengan
perbaikan sel. Jika kerusakan berat seluruh sel akan dicerna dan dinamakan autolisis.
Protein yang di sekresi oleh sel dibungkus oleh granula yang bergerak dari retikulum endoplasma
melalui kompleks golgi. Membran ini bergerak sepanjang mikro tubulus ke membran sel, kemudian
bersatu dan pecah sehingga isi granula keluar sel dan membran sel utuh kembali. Proses ini dinamakan
eksositosis.
Endositosis merupakan kebalikan eksositosis. Salah satu bentuk Endositosis adalah fagositosis
(sel makan) dan pinositosis (sel minum). Pengambilan tetesan cairan oleh sel, ketika bakteri (jaringan
mati) dan zat kecil lain yang dapat dilihat dibawah mikroskop ditelan oleh sel. Zat ya g berhubungan
dengan membran sel mengakibatkan membran sel mengalami invaginasi (masuknya suatu lipatan ke
bagian lain), meninggalkan zat yang tertelan berada dalam vakuola, yang diliputi membran sel dan dapat
utuh kembali. Zat yang dimakan oleh larutan dalam sel membran meliputi pinositik dan fagositik bersatu
dalam lisosom dan mengakibatkan campuran enzim, enzim pencernaan dalam lisosom dengan vakuola
dapat dicerna dan diendositosis dapat terjadi tanpa perantaraan reseptor.
Zat gizi utama tempat sel menyaring energi adalah oksigen dan bahan makanan (oksigen,
glukosa, asam lemak, dan asam amino) masuk ke dalam sel. Di dalam sel bahan makanan ini secara kimia
bereaksi dengan oksigen dibawah pengaruh berbagai enzim yang mengawasi kecepatan reaksi dan
menyalurkan energi yang dilepas dari zat gizi. Ikatan ini mengandung 8000 kalori/molekul. ATP disimpen
dalam ikatan kimia senyawa organik lainnya.
Bila ATP melepaskan energinya, rantai asam fosfat pecah dan membentuk ADP (adenosin di
fosfat) dan asam fosfat membentuk kembali ATP baru. proses ini ber langsung terus menerus, sebagai an
besar ATP di bentuk dalam sel. Berbagai makanan mula-mula dicerna dalam saluran pencernaan menjadi
glukosa, asam lemak, dan asam amino kemudian masuk ke dalam sel dan dirubah menjadi senyawa KoA
(keto asetat), dan selanjutnya pecah menjadi atom hidrogen dan karbon dioksida. Karbon dioksida
berdifusi keluar mitokondria kemudian akhirnya keluar sel. Atom hidrogen berikatan dengan zat
pembawa dan dibawa ke permukaan "rak" yang menonjol dalam mitokondria. Pada "rak" ini melekat
enzim oksidatif dan menonjolkan butir-butir ATP-ase (adenosin trifosfatase).
Enzim yang mengkatalis perubahan ADP menjadi ATP melalui serangkaian reaksi menyebabkan
atom hidrogen berkaitan dengan oksigen. Selama reaksi berlangsung, energi dikeluarkan dari ikatan
hidrogen dengan oksigen dan digunakan untuk mengaktifkan ATP-ase dan mengendalikan reaksi untuk
pembentukan ATP dalam jumlah besar. ATP ditranspor keluar mitokondria ke semua bagian sitoplasma,
dan nukleoplasma digunakan untuk memberikan tenaga pada fungsi sel. Berikut penggunaan ATP untuk
fungsi sel :

Mentranspor membran : transpor ion kalium, ion fosfat, ion klorida, ion hidrogen untuk
pertumbuhan sel.
Menyintesis senyawa kimia : sintesis di seluruh sel fosfolipid, kolessterol, purin, purimidin.
Semua sintesis kimia ini memerlukan energi. Misalnya, satu molekul protein dapat dibentuk dari
beberapa ribu asam amino yang satu sama lain terikat oleh ikatan peptida.
Kerja mekanik : setiap kontraksi fibril otot memerlukan ATP dalam jumlah besar, selain itu sel
juga melakukan gerakan silia dan gerakan amubid.

Pergerakan sel
Pergerakan sel yang paling penting adalah pergerakan khusus pada sel-sel otot lurik, otot
jantung, dan otot polos. Pergerakan amubid adalah pergerakan seluruh sel dalam hubungannya dengan
sekitarnya. Faktor yang mengawali gerakan amubid adalah timbulnya zat kimia (zat kemotaksis) tertentu
yang menyebabkan terjadinya gerakan.
Gerakan silia (bulu-bulu getar) adalah pembengkokan silia yang jumlahnya sangat banyak pada
permukaan membran sel dalam saluran pernapasan dan tuba falopii (saluran reproduksi). Mekanisme
gerakan silia merupakan kompleks protein yang mengadakan ikatan silang dan energi yang dilepaskan
dari ATP (adenosin trifosfat) yang berhubungan dengan lengan ATP-ase (adenosin trifosfatase)
menyebabkan lengan bergerak sepanjang permukaan tubulus yang berdekatan. Karena banyaknya silia
pada permukaan sel berkontraksi serentak seperti gelombang di atas permukaan sel dipindahkan dari
silia satu ke silia yang lainnya.

Pembelahan sel
Pembelahan sel (reproduksi sel) berhubungan dengan keperluan pertumbuhan dan penggantian
di dalam jaringan. Pembelahn sel bertalian dengan kebutuhan penggantian di dalam jaringan. Ada tiga
macam populasi sel yaitu :
1. Populasi sel bersifat statis, tidak mengalami sintesis DNA dan pembelahan.
2. Populasi sel berkembang, sebagian kecil sel mengalami sintesis DNA dan pembelahan sel
memungkinkan pertumbuhan.
3. Populasi sel dengan masa hidup tertentu, dalam populasi ini harus ada pembelahan sel secara
terus menerus untuk mengganti sel yang mati
Pembelahan sel, baik pembelahan sitoplasma maupun pembelahan inti sel, pada umumnya
terjadi bersamaan dan menghasilkan sel berinti ganda. Pada sel somatik, pembelahan inti terjadi dengan
mitosis di dahului oleh replika DNA untuk menjamin agar masing-masing sel anak mengandung DNA
yang identik dengan sel induk. Ada dua cara pembelahan sel :
1. Pembelahan sel secara langsung (amitosis) yaitu pembelahan sel secara langsung dengan cara
satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, dst. Proses ini terjadi karena :
terjadi penggentingan di tengah-tengah sel, kemudian terjadi pembelahan sampai pada inti sel
dan inti sel berbenah, dan dapat juga terjadi karena dua buah sel dengan dua inti.
2. Pembelahan sel secara tidak langsung (mitosis) yaitu proses pembelahan sel somatik menjadi
dua sel anak identik dengan sel induk. Hal ini terjadi karena kandungan DNA diikuti oleh
pembuangan bahan genetik di antara kedua sel anak secara rata melalui tahapan (fase) sebagai
berikut:
o Profase
o Metafase
o Anafase
o Telofase
3. Pembelahan sel miosis. Jumlah kromosom semua sel adalah dipolitisasi 46 (23 pasang homolog).
Tetapi sel kelamin atau gamet mempunyai jumlah haploid (satu set kromosom yang terkandung
dalam gamet berjumlah 23 yang harus mengandung dalam gamet berjumlah 23) yang hanya
mengandung satu belahan dari masing-masing pasangan kromosom. Ada dua proses peristiwa
pembelahan sel, yaitu :
o Pembelahan pertama hanya satu kromosom dari setiap pasangan pergi ke masing-
masing sel anak membagi dua jumlah kromosom menjadi 23 kromosom saling
mendekati dan berpasangan berasal dari ayah dan ibu.
o Pembelahan kedua kromatik pada masing-masing kromosom dipisahkan dan akhirnya
diperoleh empat inti masing-masing dengan jumlah kromosom haploid (satu set
kromosom yang terkandung dalam gamet).
Jika gamet pria dan wanita bersatu, jumlah diploid diperoleh kembali. Pada miosis sel benih pria
sitokinase (pembelahan sitoplasma) menghasilkan sitoplasma yang rata pada keempat sel (2 sel
mengandung 22 kromosom + X dan 2 sel lainnya mengandung 22 kromosom + Y ). Pada wanita
semua semua mengandung 22Y, variasi genetik dapat terjadi pada miosis dengan tertukar ya
segmen-segmen kromosom homolog selama pembelahan reduksi.

Diferensiasi sel
Perubahan sifat fisik dan fungsi sel sewaktu sel berproliferasi (mengubah bentuk) dari embrio
untuk membentuk struktur tubuh yang berbeda-beda. Komposisi genetik nukleus mengalami perubahan
selama generasi sel berikutnya dengan cara sedemikian rupa sehingga satu sel. Sebagian besar
perkembangan embrio merupakan hasil dari induksi satu bagian tubuh yang memengaruhi bagian tubuh
yang lain.

Jaringan Dasar Tubuh Manusia


Histologi (histo = jaringan, logos = ilmu ) adalah ilmu yang mempelajari tentang jaringan tubuh.
Tubuh manusia terdiri atas jutaan sel. Jaringan adalah kumpulan sel-sel dengan sifat struktur yang sama
dan mempunyai fungsi tertentu. Sel-sel yang tersusun pada jaringan tubuh, satu sama lainnya melekat
dan terikat menjadi satu sehingga sel tidak bergerak sama sekali. Kecuali ada dua macam sel satu sama
lainnya tidak melekat melainkan masing-masing terlepas. Jaringan dikelompokkan menjadi jaringan
penutup (jaringan epitel, jaringan endotel), jaringan penunjang (jaringan ikat, jaringan rawan, jaringan
tulang), jaringan cairan (jaringan ikat khusus), jaringan otot, dan jaringan saraf.

1. Jaringan penutup, jaringan penutup adalah jaringan yang menutupi tubuh bagian luar dan
bagian dalam yang tidak berhubungan dengan udara. Bentuk dan susunannya hampir sama
dengan jaringan epitel. Kebanyakan sebagai jaringan epitel sederhana berbentuk gepeng
(skuamosa). Terdapat pada permukaan dalam dinding pembuluh darah, pembuluh limfa, dan
dinding jantung bagian dalam. Jaringan epitel adalah jaringan yang menutupi tubuh bagian luar
dan bagian dalam yang berhubungan dengan udara. Sedangkan jaringan endotel adalah jaringan
tubuh yang menutupi tubuh bagian dalam yang tidak berhubungan dengan udara,
Jaringan Epitel
Permukaan sel epitel mempunyai kekhususan pada permukaan sel sesuai dengan
peranannya.

Bagian dari permukaan sel epitel adalah :


a. Mikrofili : tonjolan sel yang banyak terdapat pada sel tunggal terdiri dari mikrofilamen
untuk mengabsorpsi zat dan perluasan permukaan sel.
b. Silia : tonjolan sel banyak pada sel tunggal, setiap silium melekat ke badan dasar untuk
pergerakan transpor zat.
c. Stereosilia : semacam mikrofili yang besar dan panjang, terdapat satu pada tiap sel,
melapisi rongga saluran alat kemih untuk mengabsorpsi zat dan memperluas permukaan
sel.
d. Flagela : tonjolan sel hanya meipmiliki satu sel terdapat pada sel spermatogenik yang
sudah selesai bermiosis (berkontraksi), juga sedikit terdapat pada lapisan dalam saluran
kelamin jantan.

Macam-macam jaringan epitel :


1) Jaringan berselaput, terdiri dari :
a. Epitel selapis gepeng (skuamosa) : jaringan yang selnya sangat tipis, tidak teratur,
saling berhimpitan, berbentuk lembaran yang sempurna. Terdapat pada pembuluh
darah, selaput rongga alveolus paru, dinding luar kapsula Bowman, telinga tengah
dan telinga dalam.
b. Epitel selapis kubus (kuboid) : terdapat pada selaput luar ovarium, saluran kemih,
saluran kelamin laki-laki, dan kelenjar prostat.
c. Epitel selapis batang (kolumnar) : terdapat pada lapisan mukosa lambung, usus,
dan saluran pernapasan mulai dari hidung sampai bronkus dan saluran kelamin
wanita (tuba dan eterus).
Fungsi jaringan epitel :
a. Perlindungan fisik terhadap trauma, radiasi, dehidrasi, dan zat kimia pada epitel kulit.
b. Absorpsi dan sekresi pencernaan seperti pada epitel yang melapisi saluran pencernaan.
c. Epitel kelenjar endokrin dan eksokrin berfungsi menyekresi hormon, cairan, enzim, dan
saliva.
d. Epitel yang berada di ginjal berfungsi sebagai filtrasi.
e. Pada saluran pernapasan, paru berfungsi untuk difusi.

2) Jaringan epitel berlapis banyak, disusun oleh lebih dari satu macam sel dengan inti yang
terletak pada ketinggian berbeda dengan potongan Tegal lurus , sehingga memberi
kesan lebih dari satu lapis. Sebagian puncaknya tidak mempunyai lumen, walaupun
semua sel terletak di atas membran. Epitel berlapis banyak terdiri dari :
a. Epitel berlapis semu (palsu): semua melekat pada dasar yang sama (lamina
basalis) tetapi puncaknya ada yang tidak mencapai rongga, dilapisi oleh sel pendek
yang disebut sel dasar (basal)
b. Epitel berlapis sempurna (stratified): setiap lapisan dari sel dapat dipisahkan
sehingga setiap lapisan antara satu dan yang lain tidak menyatu. Epitel berlapis
sempurna terdiri dari :
Epitel berlapis tanduk, terdiri dari banyak lapisan sel, terbawah berbentuk
kubus, lapisan sebelah luar yang sudah kering berbentuk sisik mati yang
terkelupas, dan sel dasar bermitosis mengganti sel yang terkelupas (terdapat
pada kulit [epidermis]).
Epitel berlapis lendir, terdiri dari banyak lapisan sel makin ke atas makin gepeng
tetapi tidak bertanduk, bagian atas terkelupas. Suatu ketika terlepas melapisi
saluran yang selalu basah, disebut lapisan lendir (mukosa). Saluran sel epitel ini
membentuk kelenjar yang disebut lendir/mulus.

3) Epitel kelenjar, terdapat suatu sistem kelenjar yang multiselular. Hasil sekresi ini
disalurkan ke suatu permukaan. Skrng kelenjar terdiri dari cair arang encer yang
mengandung hasil-hasil sekresi seperti enzim. Epitel kelenjar terdiri dari :
a. Kelenjar eksokrin: kelenjar ber saluran, getahnya dialirkan lewat saluran sendiri
dan zat yang dihasilkan mengandung enzim, garam, minyak, dan racun. Kelenjar
ini berhubungan dengan sekresi sel kelenjar yang masih utuh. Sekresi keluar
tanpa ada bagian sel yang lepas. Kelenjar ini terdiri dari :
Kelenjar uniselular : berupa sel yang tersebar dalam lapisan lendir,
saluran pencernaan, dan saluran pernapasan.
Kelenjar tabung : satuan bentuk tabung sederhana tanpa bercabang,
terdapat pada kelenjar keringat bagian pangkal melingkar dan bertindak
sebagai kelenjar sendiri, bagian yang lurus dipakai sebagai saluran.
Kelenjar tabung yang kompleks dan bercabang terdapat pada kelenjar
air mata, lambung, kelenjara bruner di usus dan rahim.
Kelenjar acini : kelenjar gabungan sederhana tanpa bercabang terdapat
pada kelenjar parotis dijumpai di bawah lidah, pankreas, prostat, dan
kelenjar susu.
Kelenjar retikulosa : sel kelenjar yang tersusun dalam bentuk batang,
bercabang dan terjalin, disebut dengan kelenjar retikulos, terdapat pada
hati, kelenjar yang dihasilkan adalah empedu.

b. Kelenjar endokrin : kelenjar ini menghasilkan polipeptida atau protein, yaitu


kelenjar hipofise, tiroid, paratiroid, dan pankreas. Ciri ultra struktur sel-selnya
yaitu sedikit kelenjar, banyak hormon, ribosom, banyak butiran granula,
getahnya tersebar dalam sitoplasma, mitokondria berkrista, lempengan alat
golgi relatif kecil dibandingkan sel eksokrin. Kelenjar endokrin terdiri dari :
Kelenjar endokrin steroid : kelenjar buntu yang menghasilkan hormon
steroid, kelenjar adrenal, dan gonand. Ciri ultra struktur selnya yaitu
banyak sekali hormon, banyak butiran lemak, mitokondria, berkrista
pembuluh tubuler, alat golgi relatif kecil daripada sel sekunder
polipeptida
Epitel persarafan : disebut juga neuroepitel. Sel epitel ini memiliki
bentuk dan peranan khusus untuk persarafan yaitu sebagai sel indra,
terdapat pada puting pengecap yang ada pada lidah
Epitel pergerakan : terdapat pada berbagai kelenjar keringat, kelenjar
susu, dan kelenjar liur. Kelenjar epitel ini dapat berkerut seperti sel otot
yang disebut dengan mioepitel. Pada selaput tubulus seminiferus testis
(sel jantan) terdapat sejenis sel epitel yang dapat berkerut, disebut sel
mioid
c. Kelenjar Ganda. Banyak kelenjar yang bersifat ganda yaitu mempunyai fungsi
eksokrin dan endokrin. Sel hati tidak hanya membentuk empedu sebagai sekret
eksokrin, tetapi juga mengeluarkan sekresi interna langsung ke dalam sistem
darah. Kelenjar ganda lainnya adalah pankreas, testis, ovarium. Sekelompok sel
bersekresi ke dalam sistem saluran dan kelompok lain mencurahkan sekretnya
langsung ke sistem darah.
Jaringan endotel
Jaringan endotel adalah jaringan yang menutupi tubuh bagian luar dan bagian dalam
yang tidak berhubungan dengan udara. Bentuk dan susunannya hampir sama dengan jaringan
epitel. Kebanyakan sebagai jaringan epitel sederhana berbentuk gepeng (skuamosa), terdapat
pada permukaan dalam dinding pembuluh darah, pembuluh limfe, dan dinding jantung bagian
dalam.

2. Jaringan penunjang, adalah jaringan yang berada di antara jaringan lainnya, sekumpulan sel
khusus yang serupa bentuk, besar dan pekerjaannya, yang berfungsi untuk menunjang dan
menyokong berbagai susunan tubuh sekitarnya. Jaringan penunjang terdiri dari jaringan ikat,
jaringan rawan, jaringan tulang, dan jaringan ikat khusus (darah).
Jaringan ikat
Jaringan ikat di antara selnya banyak terdapat intraseluler yang terdiri dari serabut-
serabut kenyal dan kolagen. Substansi intersel tidak hidup, membentuk matrik, memberi
kekuatan, dan menyokong jaringan yang berfungsi sebagai perembesan cairan jaringan antara
kapiler darah dan sel-sel. Substansi tersebut terdiri dari :
1) Substansi intersel amorf, yang meliputi glikosaminoglikans (mukopolisakarida) dan
glikoprotein (senyawa protein dengan gugusan karbohidrat).
2) Substansi intersel fibrosa, memberi kekuatan untuk jaringan, yang terutama
dilaksanakan oleh substansi intersel fibrosa yang terdiri dari :
a. Serat kolagen : terdiri dari protein kolagen, seratnya sangat liat dan ulet, dalam
keadaan segar tampak putih, dan disusun oleh satuan yang lebih kecil (mikrofibril)
yang hanya terlihat pada mikroskop elektron.
b. Serat retikulin : serat kolagen yang sangat halus tersusun membentuk kerangka
penyokong seperti jala (retikulum), serat ini tidak mudah terlihat.
c. Serat elastin : berbeda dengan cahaya serat elastin tampak homogen dan tidak fibril
(mengandung benang-benang), dalam keadaan segar jaringan elastin terlihat
berwarna kekuning-Kuningan. Serat ini mudah diregangkan dan kembali ke bentuk
semula.

Sel jaringan ikat terdiri dari tujuh macam, yaitu :


a. Fibroblas, membentuk serat-serat dan sebagian besar unsur amorf matriks fibrosa
merupakan sel besar, gepeng, dan bercabang-cabang mempunyai inti lonjong dengan
satu atau dua anak inti.
b. Makrofag, merupakan sel yang tidak beraturan dan bercabang. Bila dirangsang sel dapat
melakukan gerakan amubid. Sel ini mempunyai inti lonjong. Makrofag merupakan
tempat penting untuk pertukaran karena dapat bergerak dan berdaya fagosit (memakan
bakteri yang masuk ke dalam tubuh) dan bertindak sebagai pembersih. Di samping itu
bertindak sebagai imunologi. Bila makrofag berhadapan dengan benda asing yang besar
maka akan membentuk sel raksasa.
c. Sel lemak, sel jaringan ikat yang berfungsi untuk menyaring lemak.
d. Sel mest, sel ini cenderung mengelompok kecil-kecil dekat pembuluh darah,
menghasilkan heparin dan histamin yang mengakibatkan vesodilatasi.
e. Sel plasma, sel jaringan yang berbentuk bola dan nukleus nya seperti roda.
f. Sel mesenkim, sel yang bersifat muda, dari sel jaringan embrional membentuk
bermacam-macam alat dalam seperti kelenjar limpa dan pembuluh darah jantung.
g. Sel melanosit (sel pigmen), mengandung dan menghasilkan melanin yang banyak
terdapat pada kulit.
Dalam penggolongannta jaringan ikat ditentukan oleh banyaknya serat, ditandai dengan
susunan serat jarang-jarang yang disebut dengan jaringan ikat longgar. Serat ini berupa berkas
anyaman tanpa arah tertentu.
1) Jaringan ikat longgar terdiri dari :
a. Jaringan ikat mesenkim : terdiri dari sel mesenkim yang cabangnya saling bersentuhan
dan substansi dasar pada tahap awal adalah cairan yang mengandung serabut halus.
Jaringan ini terdapat pada embrio dan sekeliling tali pusat.
b. Jaringan ikat mukosa : jaringan ikat yang muncul pada pembentukan dan perkembangan
normal. Jaringan ini terdapat pada tali pusat. Selnya berupa fibrosa besar bercabang. Zat
dasarnya mengandung serat kolagen halus.
c. Jaringan ikat longgar (areolar) : sel-selnya dipisahkan oleh zat sela yang banyak
mengandung serabut sperti jala, terdapat hampir disemua bagian mikroskopis tubuh
karena merupakan materi pembungkus, termasuk pembuluh darah dan saraf.
d. Jaringan ikat gembur (ikat lemak) : jaringan ikat yang hubungan sel-selnya longgar
karena di antara jaringan banyak terdapat lubang-lubang kecil yang dipisahkan oleh
fibrosa.
e. Jaringan ikat retikular : ditandai dengan adanya jaringan-jaringan serat retikular,
membentuk kerangka organ-organ limfoid, susunan tulang dan hati. Jaringan retikular
membentuk kerangka organ-organ limfoid, sumsum tulang, dan hati.
2) Jaringan ikat padat :
a. tersusun tidak beraturan : kebanyakan pada fasia, dermis kulit, kapsul fibrosa, testis,
hati, limfonodus, dan fibrosa tulang periostium perikondrium tulang rawan.
b. Tersusun beraturan : pada bangunan tubuh yang menghadapi tegangan dalam satu
jurusan. Serat-serat tersusun teratur paralel membentuk bangunan yang sangat kuat.
Termasuk kelompok ini adalah tendo, ligamentum, dan aponerosis.
Jaringan rawan adalah jaringan penunjang yang liat dan lentur, bahan dasar dan
kandungannya terdiri dari bahan yang kental dan bening, mengandung glikosaminoglikans.
Pertumbuhan tulang :
a. Kondrosit muda berfoliferasi : melekatkan matriks baru dan perkembangan dari dalam
disebut penumbuhan interstisial, hanya terjadi pada tulang rawan yang masih muda.
b. Pertumbuhan epifisional : merupakan proses peletakan lapisan-lapisan tulang rawan
pada permukaan oleh aktivitas lapis dalam epikondrium. Fungsi tulang rawan ini sebagai
penunjang dan pelindung tubuh, mempunyai struktur perlengketan otot yang mengubah
kontraksi otot menjadi gerakan yang bertujuan, menunjang fleksibel mobilitas tulang
rawan untuk hemopoiesis.
Jaringan rawan ada tiga macam, yaitu :
1. Tulang rawan hialin : tampak sebagai massa bening putih kebiruan, membentuk premuk
akan sendi pada tulang keras. Misalnya, rawan iga, rawan hidung, laring, trakea, dan
bronkus. Hampir seluruh kerangka cetus pada awalnya dibentuk oleh tulang rawan hialin
yang kemudian diganti oleh tulang keras. Regenerasi tulang rawan yang telah hilang atau
rusak sebagian sangat rendah.
2. Tulang rawan elastis : warnanya kekuning-kuningan. Kandungannnya selain serat kolagen
banyak terdapat serat elastis, sehingga lebih kenyal dari tulang rawan lain. Jaringan
rawan ini terdapat pada tempat-tempat yang memerlukan penyokong dengan
fleksibelitas daun telinga, tuba auditiva eustakius, epiglotis, dan laring.
3. Tulang rawan fibrosa : mengandung jalinan serat kolagen padat dan keras, sebagai
perantara antara jaringan pengikat rapat dari tulang rawan hialin. Pertumbuhan berasal
dari jaringan pengikat rapat tempat fibroblas berdiferensiasi menjadi kondroblas dan
selanjutnya menjadi kondrosit. Fibrokartilago terdiri dari berkas-berkas jaringan ikat
pada kolagen dan di antaranya terdapat daerah-daerah kecil dengan matriks tulang
rawan hialin yang tidak mempunyai perikondrium. Jaringan ini terdapat pada ruas tulang
belakang dan simfisis.

3. Jaringan cairan (jaringan ikat khusus)


Darah merupakan jaringan ikat khusus yang terdiri dari elemen berbentuk sel-sel darah,
trombosit, dan plasma darah. Volume darah pada manusia dewasa yang sehat lebih dari 5 liter,
sekitar 8% berat badan. Oleh karena sifat plasma cair, maka diantara sel darah tidak di dapati
hubungan ruang yang pasti.

1) Eritrosit
Sel darah merah atau yang juga disebut sebagai eritrosit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu
erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung/sel. Sel darah merah (eritrosit)
adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-
jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang. Bagian dalam eritrosit terdiri
dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan
mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit
melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna
hemoglobin yang unsur pembuatnya berasal dari zat besi. Pada manusia, sel darah merah
dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah
merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum
akhirnya dihancurka. Ciri ciri eritrosit, yaitu tidak bernukleus dengan eosin berwarna pink
(merah muda). Besarnya uniform, kira kira 7,6 m dan dapat digunakan sebagai ukuran
terhadap besar jenis sel yang lain.
2) Leukosit
Leukosit atau sel darah putih mengandung inti yang normalnya berjumlah 5000-9000
sel/mm3. Leukosit melakukan gerakan amubid untuk menerobos dinding pembuluh darah ke
dalam jaringan ikat. Ada dua golongan leukosit yaitu leukosit agranular dan leukosit granular.
Leukosit agranular mempunyai sitoplasma yang tampak homogen intinya, berbentuk bulat.
Leukosit agranular terbagi menjadi limfosit dan monosit
1. Leukosit agranular.
a) Limfosit, merupakan sel bulat, kecil, dan intinya relatif besar, dikeliligi oleh
sitoplasma, dan kromatin sangat padat.
b) Monosit, selnya agak besar, mengandung sitoplasma, lebih banyak intinya,
bahan kromatin dalam inti tersusun seperti jala-jala halus dan mengandung
sejumlah granula.
2. Leukosit granular
a) Neutrofil, termasuk leukosit polimorfonuklear, di dalam darah, intinya lonjong
dan tidak teratur, dihubungkan dengan benang-benang kromatin yang halus, dan
sitoplasmanya diisi oleh granula halus, bersifat miofibril, mengandung enzim
hidrolik.
b) Eosinofil, leukosit asidofil agak lebih besar dari neutrofil, intinya mempunyai dua
lobus. Ciri khas sitoplasma mengandung granula kasar dan mengandung
peroksida yaitu enzim yang memindahkan oksigen.
c) Basofil, batasnya sering tidak teratur, granula sitoplasmanya bulat, kasar, dengan
ukuran yang berbeda-beda menutupi inti sel sehingga mengamburkan batasnya.
3) Trombosit
Sel pembeku darah (trombosit) adalah keping-keping darah berwujud cakram
protoplasmanya kecil yang dalam peredaran darah tidak berwarna. Jumlahnya bervariasi
200.000-300.000/mm3 darah. Keping darah terlihat berbentuk lonjong atau seperti batang
dan tidak terdapat inti. Dalam trombosit terdapat dua jenis granula :
1. Granula berpusat padat, mengandung serotin , adenin difosfat (ADP), adenin trifosfat
(ATP), dan kalsium.
2. Granula alfa, bersifat lisosomal, mengandung bermacam-macam substansi dengan
bekuan darah, faktor yang menetralkan heparin, meningkatkan permeabilitas vaskuler,
dan bersifat kromatik bagi neutrofil.
Disamping itu trombosit menghasilkan enzim tromboplastin untuk membantu
mentransformasi protrombin menjadi trombin dan trombin mentransformasi fibrinogen
menjadi fibrin.
4) Plasma
Plasma adalah cairan yang membawa semua bahan-bahan nutritif yang berasal dari sistem
pencernaan, zat-zat tidak berguna yang dihasilkan dalam jaringan dan hormon.
5) Limfe
Limfe adalah cairan yang dikumpulkan dari jaringan-jaringan yang kembali ke aliran darah.

4. Jaringan otot
Strukur jaringan otot dikhususkan untuk melakukan gerakan, baik oleh badan secara keseluruhan
maupun oleh berbagai bagian tubuh yang satu terhadap yang lain. Pada jaringan otot, sel dan
serat-serat otot biasanya tergabung dalam berkas-berkas sehingga jaringan otot tidak hanya
terdiri dari serat otot saja. Oleh karena itu otot harus melakukan kerja mekanis, serat otot
memerlukan banyak kapiler darah untuk mendatangkan makanan dan oksigen.
a. Jaringan otot rangka
Jaringan otot rangka atau otot lurik yang terikat pada tulang atau fasia, membentuk
daging dari anggota badan dan dinding tubuh. Otot lurik atau disebut juga otot rangka karena
melekat pada rangka dan berfungsi menggerakkan rangka. Otot lurik disebut juga otot sadar
karena bekerjanya dikendalikan oleh kehendak kita. Kontraksinya cepat, tidak teratur, dan mudah
lelah. Otot lurik dapat bergerak karena rangsang berupa panas, dingin, arus listrik, dan rangsang
kimia.
Otot lurik atau otot rangka membentuk daging pada binatang. Dalam keadaan segar
berwarna merah muda, sebagian disebabkan pigmen di dalam serat-serat ototnya dan sebagian
lagi disebabkan kayanya jaringan itu akan pembuluh-pembuluh darah, tetapi ada variasi
warnanya dan dikenal otot merah dan otot putih. Tiap serat atau sel otot berbebtuk silindris
panjang dan berinti banyak. Ujung-ujungnya meruncing atau agak membulat pada perbatasan
otot dan tendo. Otot rangka berkontraksi lebih cepat daripada otot polos.
Tiap serabut otot diseputi oleh jaringan pengikat yang disebut endomisium. Beberapa
serabut otot bergabung membentuk berkas otot atau fasikulus, yang diseliputi oleh jaringan
pengikat pirimisium. Beberapa berkas otot bergabung membentuk gumpal otot, yang diselaputi
oleh jaringan pengikat epimisium. Dalam selaput otot terdapat serabut kolagen, serabut elastis
dan fibroblas dan pembuluh darah.
Otot lurik tersusun atas serabut-serabut otot atau miofibril yang berinti banyak. Miofibril
dalam plasma berwarna gelap dan terang, tersusun teratur, dan tampak bergaris sehingga
disebut otot seran lintang atau otot lurik. Miofibril membentuk kumpulan serabut yang disebut
otot atau daging. Tiap kumpulan serabut dilindungi oleh selaput yang disebut fasia propria,
sedangkan otot atau daging dilindungi oleh selaput fasia superfisialis. Miofibril yang terlihat
sebagai benang-benang panjang dengan diameter 1-3 mikrometer dibawah mikroskop cahaya,
terdiri satuan-satuan yang lebih kecil miofilamen. Ada dua macam ukuran yaitu:
a) Filamen yang lebih tebal, mengandung myosin, garis tengah sekitar 12-15 nm dengan
panjang 1,5 mikrometer dan menempati bagian tengah sarkomer membentuk pita A.
b) Filamen tipis, mengandung aktin, garis tengah 5 nm, dan panjang sekitar 1 mikrometer
dan terikat pada kedua belah garis.
c) Filamen menengah (intermediate) (10 nm) membentuk jarring-jaring luas. Filamen
tranversal, filamen berbebtuk kberkas halus menghubungkan miofibril-miofibril
berdekatan berjalan antara garis-garis 2 dan garis-garis M.
Macam-macam serabut serat otot
Serat serabut otot terdiri dari tiga macam yaitu:
a) Serat merah : bergaris tengah relativ kecil dengan banyak sarkosom besar yang penuh
Krista.
b) Serat putih : seratnya lebih besar dan sarkosom-sarkosomnay yang lebih kecil terdapat
berpasangan sekitar garis-garis.
c) Serat menengah: serat merah yang terdapat pada otot merah, tetapi sarkosom lebih
kecil dan garis-garis lebih tebal.

b. Jaringan otot jantung


Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini secara anatomis mempunyai ciri
seperti otot lurik, tetapi berinti banyak dan terletak di tengah. Otot jantung mempunyai cabang-
cabang yang menghubungkan sel satu dengan selsel lain disebut anastomosis. Batas antarselnya
tampak jelas dan disebut diskus interkalaris. Otot jantung tersusun dari sel-sel otot yang mirip
dengan otot lurik namun otot jantung mempunyai percabangan. Sel-sel otot jantung mempunyai
banyak inti dan terletak di tengah serabut. Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat dan
tidak mengikuti kehendak kita.
Otot jantung merupakan otot yang mempunyai keistemawaan yaitu bentuknya lurik
tetapi bekerja seperti otot polos yaitu di luar kesadaran atau di luar perintah otak.
Kerja otot ini dipengaruhi oleh saraf autonom. Otot jantung membentuk dinding jantung
sehingga jantung bekerja seumur hidup manusia. Kerja otot jantung tidak dipenaruhi kehendak
kita. Jadi seperti mengambil sifat-sifat terbaik dari kedua jenis tersebut,namun membuang
kejelekannya..

c. Jaringan otot polos


Sel-sel otot polos mempunyai bentuk seperti gelendong, berinti satu, dan terdapat di
tengah. Miofibril berwarna polos (tidak berwarna gelap dan terang). Kerja otot polos adalah
tidak sadar (tidak dipengaruhi kehendak), lambat, teratur, dan tidak mudah lelah. Otot polos
terdapat pada dinding saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan pembuluh darah sehingga
sering disebut otot alat-alat dalam.
Struktur jaringan otot dikhususkan untuk melakukan gerakan, baik oleh badan secara
keseluruhan gerakan, baik oleh badan secara keseluruhan maupun oleh berbagai bagian tubuh
yang satu terhadap yang lain. Sel-sel otot sangat berkembang dalam fungsi kontraktil dan tidak
begitu berkembang dalam hal konduktivitas. Kekhususan ini meliputi pemanjangan sel-selnya
sesuai sumbu kontroksi.
Jenis otot ini disebut juga sebagai otot tidak lurik atauotot involunter. Otot polos
terutama terdapat pada bagian visceral, membentuk bagian yang kontraktil pada dinding saluran
cerna sejak pertengahan esophagus sampai ke anus, termasuk saluran-saluran keluar kelenjar
yang berhubungan dengan sistem ini. Terdapat juga pada sistem pernafasan, sistem reproduksi,
pada arteri dan vena, pembuluh limfe, dan dari visera berongga. Seart otot polos dalam keadaan
relaksasi merupakan sel panjang, berbentuk gelondong, meruncing di kedua ujungnya dan
mempunyai bagian tengah yang lebih lebar, tempat letak intinya. Ukuran tergantung tempatnya
dari 20 micrometert pada pembuluh darah sampai 0,005 mm dalam rahim wanita hamil.

5. Jaringan saraf
Pada neuron terdapat dua sifat protoplasma yaing berkembang :
1. Responsibilitas, merupakan kapasitas untuk meberikan jawaban (respons) terhadap
rangsangan fisik, zat kimia, fisik dengan permulaan suatu impuls.
2. Koduktivitas, kemampuan untuk menghantarkan impuls tersebut.
Ada dua jenis cabang dari badan sel, yaitu :
1. Dendrit : bercabang banyak dengan perikarion membentuk darah utama untuk menerima
rangsangan.
2. Akson : lebih ramping daripada dendrit, hanya satu timbul dari setiap badan sel. Akson
dapat bercabang disebut dengan kolateral, yang dapat menyebar ke sel saraf lain atau ke
jaringan otot.
Secara fungsional neuron dapat diklasifikasikan sebagai neuron motorik yang mengawasi organ
efektor seperti otot dan kelenjar. Neutron sensorik yang menerima rangsangan dari luar masuk
ke pusat saraf.
a. Neuroglia
Jaringan ini berfungsi untuk menyatukan jaringan saraf susunan saraf pusat, neurolema
kapsula, dan sel satelit pada susunan saraf perifer (tepi).
b. Ependim
Keseluruhan sistem saraf pusat berkembang sebagai suatu silinder kosong ( tuba neuralis).
Rongga ini tetap ada pada orang dewasa sebagai ventrikel otak dan kanalis medulla spinalis.
Rongga ini dilapisi oleh ependim yang tetap mempertahankan sifat-sifat epitel pada
permulaan kehidupan embrio.
c. Ganglia
Ganglia adalah kumpulan badan sel saraf yang berlokasi diluar susunan saraf pusat.
d. Serat saraf
Semua serat saraf yaitu cabang sel saraf yang terdapat dalam susunan saraf pusat diluarnya
mempunyai satu selubung atau lebih. Di dalam susunan saraf pusat sebagian tertutup oleh
sel-sel ganglia. Selubung mielin pada susunan saraf pusat yang tidak bermielin sebagai
akson, lebih kecil dan pada susunan saraf tepi sebagai serabut yang halus. Sel schwann
membungkus semua serat saraf dari susunan saraf perifer.
e. Mielin
Serat-serat susunan saraf tepi dikelilingi oleh selubung mielin. Dalam keadaan segar
memberi warna putih pada substansi otak dan medulla spinalis.
f. Sinaps
Sinaps merupakan tempat transmisi suatu impuls (rangsangan) saraf.

Organ dan Sistem Organ Manusia


pengertian sistem organ adalah organ-organ yang bekerja sama melakukan fungsi tertentu pada
tubuh organisme. Organ adalah kumpulan beberapa macam jaringan yang bekerja sama untuk
melakukan tugas tertentu. Organ sering kali tersusun atas jaringan-jaringan yang berbeda. Misalnya,
jantung tersusun atas jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan darah. Struktur organ pada organisme
berbeda-berbeda. Semakin tinggi tingkat organisme, semakin sempurna dan kompleks organnya.
Gabungan dari organ-organ ini selanjutnya bergabung menjadi satu membentuk sistem organ.