Anda di halaman 1dari 4

Sejarah

Cryptosporidium pertama kali ditemukan oleh Ernest Edward Tyzzer pada tahun 1907. Ditemukan

pertama kali pada kelenjar lambung tikus di laboratorium yang dinamai Cryptosporidium muris.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1910, Tyzzer mempublikasikan morfologi lengkap

dan siklus hidup Cryotosporidium. Pada tahun 1912 dia melaporkan spesies kedua yaitu

Cryptosporidium parvum yang membedakannya dengan spesies lain dari segi tipe lokasi infeksi,

oosit dan perkembangan morfologi. Pada tahun 1929 Tyzzer kembali mempublikasikan temuan

Cryptosporidium pada daging ayam, spesies ini kemudian dinamai Cryptosporidium Tyzzeri oleh

Levine pada tahun 1961, namun pada tahun 1986 sesuai dengan nomen nodum, parasite ini

berubah nama menjadi Cryptosporidium bailey dan sudah mendapat izin dari komite internasional

Code of Zoologcal Nomenclature.(Upton, 2003)

Filogeni dan Taksonomi

Kingdom : Protista
Filum : Apicomplexa
Kelas : Conoidasida
Subkelas : Coccidiasina
Ordo : Eucoccidiorida
Subordo : Eimeriorina
Famili : Cryptosporidiidae
Genus : Cryptosporidium (Caccio, 2014)
Teknik Diagnostik Cryptosporidium parvum

No Jenis teknik Tipe teknik

1 Teknik Mikroskopik I. Teknik Konsentrasi

a) Metode flotasi: Sheathers sugar solution, Zinc

sulfat, Saturated salt solution

b) Metode sedimentasi: Formalin ether, Formalin etil

asetat

II. Iodine-Saline Wet Mount

III. Metode Pewarnaan

a) H&E staining

b) Romanowsky stain

c) Modified acid-fast staining

d) Safranine methylene blue staining

e) Negative staining

f) DMSO modified acid-fast staining

2 Teknik Serologis I. Metode deteksi Antigen

a) Immunochromatographic dipstick test(ICT)

b) Enzyme Immunoassay (EIAs)

c) Reverse Passive Hemeaglutination

technique(RPHA)

II. Deteksi Antibodi: ELISA

3 Flowcytometry
4 Teknik Molekuler I. PCR, Real time PCR, Nested PCR, PCR-RFLP,

PCR-SSCP dan direct sequencing

II. FISH

III. LAMP

Teknik Mikroskopik untuk mendeteksi ookist Cryptosporidum

Pengenalan morfologi ookist lewat mikroskop setelah pewarnaan ZN merupakan diadnosis

nonvensional krisptosporidiosis, namun teknik ini kurang sensitive dan dapat terjadi kesalahan

pemeriksaan, ookist cryptosporidium sangat tipis dan akan sulit dibedakan dengan debris feses

sebagai artifak. Dia juga sulit dibedakan dengan ookist protozoa lain seperti Cylospora dan sel

Candida. Teknik mikroskopik juga tidak dapat membedakan spesies Cryptosporidium kaena

warnanya sama merah pink. Namun harga pemeriksaannya sangat murah dan masih menjadi

favorit terutama di negara miskin.

Teknik ELISA