Anda di halaman 1dari 11

Makalah

Puasa wajib dan puasa


sunnah

Nama kelompok; Bulan purnama

Ketua kelompok; Siti yuliana

Anggota ; 1. Siti narifah

2. Wahyuni

3. M. zamroni

4. Yudiyanto
5. M. rosik

Kata pengantar
Alhamdulillah Puji dan Syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt, zatYang Maha Indah dengan
segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengansegala kasih sayang-Nya, yang terlepas
dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya.Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan laporanini. Shalawat serta salam mahabbah semoga
senantiasa dilimpahkan kepada NabiMuhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir
dan penyempurna seluruhrisalah-Nya.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah saya untuk menyampaikan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa memberikan
motivasi dalam rangka menyelesaikan laporanini. Dan juga kepada semua pihak yang
terkait,yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga kebaikanyang
diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat
balasan dan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Subhana wa Taala.Amin.

Akhir kata, saya menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalamlaporan ini, untuk itu saran
dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulisharapk
Daftat isi

Kata Pengantar
. ii

Daftar isi
. iii

BAB I

PENDAHULUAN
. 4

1. Latar Belakang
. 4

2. Rumusan Masalah
. 4

3. Tujuan
..
.. 4

BAB II

PEMBAHASAN
5

1. Pengertian
puasa
.. 5

2. Macam macam puasa


.. 5

1. Macam macam puasa wajib


.. 5

2. Macam macam puasa sunnah


.. 6

BAB III
KETENTUAN PUASA
.. 7

1. Syarat wajib
puasa.. 7

2. Syarat sah
puasa 7

3. Hal yang membatalkan puasa


.. 8

4. Orang yang boleh tidak puasa .. .. 8

5. Hikmah dari puasa


. 8
BAB 1

PENDAHULUAN

1. latar belakang

Puasa merupakan salah satu rukun islam. Salah satu pilar penegak agama islam ini secara jelas
disebutkan dalam Al quran, misalnya dalam surat Al Baqarah ayat 183 yang kurang lebih
artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Puasa juga diperintahkan
kepada umat-umat sebelum umat Nabi Muhammad SAW Tujuan utama puasa ini adalah agar
kita bertaqwa, bertaqwa kepada Allah SWT. Puasa merupakan ibadah mahdhoh yang telah
ditentukan syarat, rukun dan ketentuannya. Puasa terbagi atas puasa wajib, sunnah, makruh dan
haram. Puasa yang diwajibkan misalnya, puasa pada bulan Ramadhan dan puasa nadzar. Tidak
seperti ibadah mahdhoh yang lain, dimana amalan ibadah mahdhoh seperti shalat adalah untuk
kita sendiri, akan tetapi ibadah puasa ini adalah milik Allah SWT.

Puasa juga sebagai sarana latihan bagi kita untuk menahan hawa nafsu yang timbul dalam diri
kita. Selain itu, puasa juga memberikan kesehatan jasmani bagi orang yang melaksanakannya
salah satunya adalah kesehatan pencernaan.

1. RUMUSAN MASALAH

2. Apa yang dimaksud dengan puasa ?

3. Macam macam puasa itu apa saja ?

4. Bagaimana ketentuan puasa itu ?

1. TUJUAN

Memperdalam ilmu

Memngetahui puasa
Untuk meningkatkan kesempurnaan dalam hal puasa

BAB 2

PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN PUASA

Menurut bahasa Shiyam/ puasa berarti menahan diri. aku bernadzar kepada tuhan yang maha
pengasih akan berpuasa.(QS Maryam : 26)

Menurut syara ialah : menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya dari mulai terbit
fajar hingga terbenam matahari, karena perintah Allah semata mata, dengan disertai niat dan
syarat-syarat tertentu.

Telah berfirman Allah azza wajalla: semua amalaan manusia adalah untuk dirinya, kecuali
puasa, maka itu hendaklah untukKu1 dan Aku akan memberinya ganjaran2. Dan puasa itu
merupakaan benteng3, maka ketika datang saat puasa, janganlah seseorang berkata keji,
berteriak atau mencaci-maki! Dan seandainya dicaci maki oleh seseorang, atau diajak
berkelahi, maka jawablah : saya ini berpuasa sampai dua kali. Demi Tuhan yang nyawa
Muhammad ada dalam genggaamannya, bau mulut orang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah
pada haari kiamat daripada kasturi. Dan orang berpuasa itu akan beroleh kegembiraan yang
menyenangkan hati: Di kala berbuka, dia akan gembiira dengan berbuka itu, dan di saat ia
menemui Tuhannya nanti, ia akan gembira karena puasanya.(HR. Ahmad, Muslim dan Nasai),
jadi secara garis besar puasa adalah sebagai berikut :

1. Menurut bahasa, puasa artinya menahan diri.

2. Menurut istilah, puasa artinya menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan
puasa mulai terbit fajar (shubuh) sampai terbenam matahari (maghrib) dengan niat
tertentu.

3. Puasa wajib berarti puasa yang harus dilakukan. Jika dilakukan mendapat pahala dan jika
tidak dilakukan berdosa.
4. Puasa sunnah berarti puasa yang dianjurkan untuk dilakukan. Jika dilakukan mendapat
pahala dan jika tidak dilakukan tidak berdosa.

2. Macam macam puasa

3. Macam-macam puasa wajib

1). Puasa Ramadhan

Puasa satu bulan di bulan Ramadhan. Puasa ini diwajibkan berdasarkan keterangan dalam surat
Al Baqoroh, ayat 183 :

Yaa Ayyuhal Ladziina Aamanuu Kutiba Alaikumush Shiyaam Kamaa Kutiba Alal Ladziina
Ming Qoblikum Laallakum Tattaquun.

Artinya : hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang orang sebelum kalian agar kamu bertaqwa

2). Qodho

Puasa sebagai pengganti puasa Ramadhan yang batal karena udzur, misalnya bepergian jauh,
sakit, haid atau nifas.

3). Kafarat

Puasa sebagai pengganti puasa Ramadhan yang batal karena sengaja, bukan karena udzur.
Misalnya, sengaja membatalkan puasa Ramadhan karena malas berpuasa, sengaja muntah atau
sengaja berhubungan suami-istri di siang hari.

4). Nadzar (janji)

Puasa yang diwajibkan oleh diri sendiri untuk memenuhi nadzar. Misalnya, Ali berjanji jika hasil
UAS tahun ini nilainya paling baik, Ali akan berpuasa 3 hari berturut-turut. Nah, puasa Ali
selama 3 hari berturut-turut itu disebut puasa nadzar.

1. Macam-macam puasa sunnah

1). Senin & Kamis

Puasa sunnah khusus di hari Senin dan Kamis. Rosulullah mencontohkan puasa Senin & Kamis
karena pada hari tersebut:

1) amal manusia ditunjukkan (dilaporkan) oleh malaikat kepada Allah


2) hari Senin merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad,

3) diangkatnya Muhammad menjadi nabi, dan

4) permulaan diturunkannya Al Quran.

2). Syawal

Puasa 6 hari di bulan Syawal. Orang yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti 6 hari di bulan
Syawal maka pahala puasanya sama dengan orang yang berpuasa selama 1 tahun. Puasa ini
boleh dilakukan secara berturut-turut atau tidak berurutan.

3). Arofah

Puasa pada tanggal 9 di bulan Dzulhijjah. Orang yang tidak menunaikan ibadah haji disunnahkan
untuk berpuasa Arofah. Pahala orang yang berpuasa Arofah ialah dihapuskan dosanya selama 2
tahun, yakni 1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang.

4). Daud

Puasa yang dicontohkan oleh Nabi Daud, yakni puasa setiap dua hari sekali (selang-seling,
maksudnya jika hari ini berpuasa, besoknya tidak, lusa puasa, besoknya lagi tidak, dan
seterusnya)
BAB 3

KETENTUAN PUASA

1.Syarat-syarat wajib puasa

Orang-orang yang diwajibkan untuk melaksanakan puasa wajib ialah:

1. Ba (laki-laki yang pernah mengalami mimpi basah atau berusia 15 tahun dan perempuan
yang sudah mengalami menstruasi).

2. Mus (orang non muslim tidak wajib berpuasa).

3. Tidaksedang bepergian jauh.

4. Mampuberpuasa (tidak lemah dan tidak sakit).

5. Berakal (tidak gila atau tidak sedang mabuk).

6. Sucidari haid dan nifas bagi perempuan.

2.Syarat-syarat sah puasa

Puasa seseorang dinyatakan sah apabila memenuhi syarat-syarat berikut:

a). Islam selama berpuasa.

b). Suci dari haid, nifas, dan wiladah.


c). Tamyiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk).

d). Pada waktunya (bukan pada hari-hari yang terlarang berpuasa).

e). Rukun puasa, Rukun puasa adalah hal-hal yang wajib dilakukan saat berpuasa, yakni:

1. Niat (nawaitu shouma ghodin, an adaa-i fardhi syahri Romadhoona, haadzihis sanati,
lillaahi taaala, artinya saya berniat puasa esok hari, untuk menunaikan kewajiban di
bulan Ramadhan, tahun ini, karena Allah taala).

2. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam
matahari.

3.Hal-hal yang membatalkan puasa

a.). Makan dan atau minum.

b). Memasukkan sesuatu ke dalam perut melalui kerongkongan atau yang lainnya meskipun
tidak mengenyangkan.

c). Muntah dengan sengaja.

d). Melihat bulan sebagai tanda tanggal 1 Syawal.

e).Datang bulan (haid) atau melahirkan.

f). Mengeluarkan mani dengan sengaja (masturbasi).

g). Berhubungan suami-istri.

4.Orang-orang yang dibolehkan untuk tidak berpuasa selama Ramadhan

a). Anak kecil yang belum baligh.

b). Musafir., Musafir ialah orang yang sedang bepergian jauh. Jika perjalanannya mengalami
kesulitan atau mendatangkan keletihan maka ia dibolehkan untuk tidak berpuasa.

c). Orang yang sakit. Jika ia khawatir sakitnya akan bertambah parah maka sebaiknya ia berbuka.

d). Wanita yang sedang hamil.

e). Wanita yang sedang menyusui.

f). Orang yang sudah sangat tua. Orang tua yang sudah tidak sanggup lagi berpuasa, boleh tidak
berpuasa dan ia tidak wajib mengqodho tapi harus membayar fidyah (memberi makan fakir
miskin).
5.Hikmah atau manfaat puasa

Beberapa manfaat puasa yang akan didapatkan oleh orang yang berpuasa ialah:

a). Menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani

b). Menyehatkan tubuh

c). Mendekatkan diri kepada Allah SWT.

d). Melatih mengendalikan nafsu

e). Meningkatkan kepedulian sosial