Anda di halaman 1dari 3

Analisis Suku Bunga Menurut Cambridge dan Keynes

Nama Penyusun :

Adrian Bless D 155020101111024

Eva Agustina 155020101111081

Gagan Hermawan 155020107111036

Jurusan Ilmu Ekonomi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Brawijaya

2015/2016
MARSHALL PIGOU
(CAMBRIDGE)

Permintaan uang Cambridge menekankan pada perilaku individu dalam


mengalokasikan kekayaannya dalam berbagai kemungkinan bentuk
kekayaan (uang dan bentuk kekayaan lain).

Marshal memandang bahwa individu/masyarakat selalu menginginkan


sebagian (proporsi) tertentu dari pendapatannya diwujudkan dalam bentuk
uang kas.

Selain motif transaksi, dianggap bahwa permintaan uang secara potensial


dipengaruhi oleh tingkat kekayaan riil, suku bunga dan harapan tentang
kejadian di masa datang namun dalam jangka pendek dianggap tetap,
maka permintaan uang nominal dinyatakan dalam persamaan sebagai
berikut:

M = kPY

Dimana:

Y = Pendapatan nasional riil

KEYNES

Fungsi uang tidak hanya sebagai media pertukaran, tetapi juga sebagai
penyimpan nilai.

Pengembangan pendapat Cambridge tentang adanya ketidakpastian dan


harapan/ekspektasi hanya fokus pada variabel suku bunga (khususnya
untuk motif spekulasi).

Orang memegang uang karena 3 motif: motif transaksi, berjaga-jaga, dan


motif spekulasi.
Keynes membedakan antara motif transaksi (dan berjaga-jaga) serta
spekulasi mengakui adanya motif transaksi, tetapi motif spekulasi lebih
penting pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi.

Permintaan Uang untuk Spekulasi

Selain uang kas untuk keperluan transaksi, masyarakat juga menginginkan


untuk menyimpan kekayaannya dalam bentuk yang paling lancar, untuk
memenuhi fungsi uang sebagai alat penimbun kekayaan (store of value).

Permintaan uang untuk tujuan spekulasi ditentukan oleh tingkat bunga


makin tinggi tingkat bunga, makin rendah keinginan masyarakat akan
uang kas untuk tujuan spekulasi.

Berdasarkan hipotesis keynes, yang menganggap adanya tingkat bunga


normal berdasrkan pengalaman. Apabila tingkat bunga kenyataan lebih
tinggi dari tingkat bunga normal masyarakat mengharap bunga akan
turun kembali ke tingkat normal harga surat berharga naik membeli
surat berharga permintaan uang kas turun.