Anda di halaman 1dari 2

Pullulan merupakan polimer polisakarida yang tersusun atas unit maltotriosa.

Ikatan yang terdapat pada unit maltotriosa adalah -1,4-glikosidik, sedangkan unit-
unit maltorisa dihubungkan dengan ikatan -1,6-glikosidik. Penggunaan pullulan
yang paling dikenal adalah pada produk-produk yang berhubungan dengan penyegar
dan pembersih mulut (Raymond, 2009). Pullulan bisa diproduksi oleh yeast mirip
jamur Aureobasidium pullulans. Pullulan biasanya transparan, tidak berwarna, tidak
berbau, tidak berasa, lengket, tahan terhadap minyak dan lemak. Pullulan larut dalam
air panas dan air dingin dan larut dalam pelarut organik, kecuali dimethylformamide
dan dimethylsul-foxide (Thirumavalavan et al., 2009).
Substrat yang digunakan dalam fermentasi pullulan adalah air kelapa dan
santan. Air kelapa merupakan cairan yang secara alamiah terdapat di dalam kelapa.
Air kelapa merupakan sumber karbon utama yang digunakan dalam konstituen
seluler, sintesis sel-sel baru, produksi polisakarida, dan sebagai sumber energi. Selain
itu air kelapa juga mengandung gula seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, maltosa, pati,
atau malto oligosakarida produksi pullulan. Santan adalah cairan berwana putih
manis yang berasal dari daging kelapa (Thirumavalavan et al., 2009).
Inokulum yang digunakan dalam fermentasi pullulan adalah Aureobasidium
pullulans (Thirumavalavan et al., 2009). Aureobasidum pullulans adalah yeast hitam
yang terkenal dengan manfaatnya dalam bidang bioteknologi, sebagai penghasil
biodegradasi ekstraselular polisakarida (EPS) pullulan (poli--1,6-maltotriose).
Aureobasidum pullulans biasa ditemukan di lingkungan yang berfluktuasi dengan
aktivitas air (Zalar et al., 2008).
Pengaruh faktor lingkungan yang mempengaruhi produksi pullulan antara lain
pH, waktu fermentasi, dan nitrogen. Produksi pullulan yang tinggi dicapai pada
keadaan pH yang tinggi dan produksi pullulan yang rendah diperoleh pada tingkat
pH yang rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh pH asam pada karakter
morfologi mikroorganisme. Konsentrasi pullulan secara bertahap meningkat ketika
waktu fermentasi meningkat dan mencapai maksimum pada waktu fermentasi 144
jam. Setelah itu, produksi mulai menurun. Hal ini terjadi karena proses hidrolisis
pullulan oleh endogen glukoamilase-A, yang dirilis oleh mikrorganisme di tahap
terakhir dari fermentasi. Sumber-sumber nitrogen seperti sumber-sumber nitrogen
seperti, (NH4)2SO4, NH4Cl, NaNO3, NaNO2, ekstrak malt dan pepton mempengaruhi
pertumbuhan dan metabolisme kegiatan mikroorganisme (Thirumavalavan et al.,
2009).
Fermentor yang digunakan dalam fermentasi pullulan adalah fluidized bed reactor
(Anastassiadis dan Hans-Jurgen, 2006). Tipe fermentasi pada fermentasi
menggunakan A. pullulans adalah tipe batch fermentation, dimana proses fermentasi
ini menggunakan system tertutup dan merupakan system fermentasi anaerob (Youss
et al., 1999).

Youss, F., Loukas, T., & Biliaderis, C. G. 1999. Pullulans Production by A Non-
Pigment Strain Off Aureobasidium Pullulans Using Batch and Fed Batch Culture.
Process Biochemistry, 34(4), pp. 355-366.

Daftar Pustaka
Anastassiadis, S. & Hans-Jrgen, R. 2006. Continuous Gluconic Acid Production by
Aureobasidium Pullulans with and Without Biomass Retention. Electronic Journal
of Biotechnology, 9(5).