Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KABUPATEN PAMEKASAN

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PADEMAWU
Jalan Raya pademawu No. 200 Pamekasan 69381
Telp. ( 0324 ) 326348 Email : pkmpademawu007@gmail.com.

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS PADEMAWU
NOMOR :

TENTANG
PANDUAN AUDIT INTERNAL PUSKESMAS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA UPT PUSKESMAS PADEMAWU,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pembinaan peningkatan mutu dan kinerja


melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem
manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan
pelayanan dan program serta penerapan sistem manajemen
risiko maka perlu dilakukan perbaikan mutu puskesmas yang
dilakukan secara terus-menerus;
b. bahwa untuk menjamin terselenggaranya sistem manajemen
mutu puskesmas secara efektif dan efisien, maka dipandang
perlu menyusun Panduan Audit Internal Puskesmas melalui
Keputusan Kepala UPT Puskesmas pademawu.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 1999


tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 42);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009
tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 112);
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144);
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71
Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan
Kesehatan Nasional;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Puskesmas;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang
Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama dan Tempat Praktek
Mandiri.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS PADEMAWU


TENTANG PANDUAN AUDIT INTERNAL PUSKESMAS.

Kesatu : Panduan Audit Internal Puskesmas sebagaimana tercantum


dalam lampiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari keputusan ini;
Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila dikemudian hari ada kekeliruan akan diadakan
perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Pamekasan
Pada tanggal :

KEPALA UPT PUSKESMAS PADEMAWU

ACHMAD MUZZAMIL
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA UPT
PUSKESMAS PADEMAWU
NOMOR :
TENTANG : PANDUAN AUDIT
INTERNAL PUSKESMAS

PANDUAN AUDIT INTERNAL PUSKESMAS

A. Latar Belakang
Untuk menilai kinerja pelayanan di UPT Puskesmas Pademawu perlu
dilakukan audit internal. Dengan adanya audit internal akan dapat diidentifikasi
kesenjangan kinerja yang menjadi masukan untuk melakukan perbaikan dan
penyempurnaan baik pada sistem pelayanan maupun sistem manajemen.
Audit internal dilakukan oleh tim audit internal yang dibentuk oleh Kepala UPT
Puskesmas Pademawu dengan berdasarkan pada standar kinerja dan standar
akreditasi yang digunakan.

B. Pengertian Audit
Audit merupakan kegiatan mengumpulkan informasi faktual dan signifikan
melalui interaksi secara sistematis (pemeriksaan, pengukuran dan penilaian yang
berujung pada penarikan kesimpulan), objektif dan terdokumentasi yang
berorientasi pada azas penggalian nilai atau manfaat dengan cara
membandingkan antar standar yang telah disepakati bersama dengan apa yang
dilaksanakan/diterapkan di lapangan.
Audit merupakan proses yang sistematis, mandiri, dan terdokumentasi untuk
memperoleh bukti audit dan menilai secara objektif untuk menentukan sejauh
mana kriteria audit telah dipenuhi. Kriteria audit adalah kriteria yang digunakan
untuk melakukan audit berdasarkan standar yang digunakan dalam penilaian
audit.

C. Tujuan Audit Internal


Tujuan pelaksanaan audit intern adalah membantu para karyawan UPT
Puskesmas Pademawu agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya secara
efektif. Untuk hal tersebut, auditor internal akan memberikan berbagai analisis,
penilaian, rekomendasi, petunjuk dan informasi sehubungan dengan kegiatan
yang diperiksa.
Tujuan utama pengendalian intern menurut Hiro Tugiman (2006:44) adalah:
Meyakinkan keandalan (reliabilitas dan integritas) informasi; kesesuaian dengan
berbagai kebijaksanaan, rencana, prosedur, dan ketentuan perundang-undangan;
perlindungan terhadap harta organisasi; penggunaan sumber daya yang ekonomis
dan efisien, serta tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan

D. Pendekatan Audit Internal


Untuk mencapai tujuan dan memperoleh manfaat audit internal, maka audit
perlu dilaksanakan dengan pendekatan sebagai berikut:
1. Proses interaktif.
2. Kegiatan sistematis: direncanakan, dikoordinasikan, dilaksanakan dan
dikendalikan secara efisien.
3. Dilakukan dengan azas manfaat.
4. Dilakukan secara objektif.
5. Berpijak pada fakta dan kebenaran.
6. Melibatkan proses analisis/evaluasi/penilaian/pengujian.
7. Bermuara pada pengambilan keputusan.
8. Dilaksanakan berdasar azas/standar/kriteria tertentu.
9. Merupakan kegiatan berulang
10. Menghasilkan laporan.

E. Instrumen Audit Internal


Instrumen yang dipergunakan oleh Tim Audit Internal Puskesmas terdiri dari:
1. Telaah dokumen
2. Observasi
3. Meminta penjelasan dari auditee (yang di-audit)
4. Meminta peragaan dilakukan oleh auditee
5. Membandingkan kenyataan dengan standar/kriteria
6. Meminta bukti atas suatu kegiatan/transaksi
7. Pemeriksaan secara fisik terhadap fasilitas
8. Pemeriksaan silang (cross-check)
9. Mengakses catatan yang disimpan auditee
10. Mewawancarai auditee
11. Menyampaikan angket survey
12. Menganalisis data
F. Tahapan Audit Internal
Audit internal dilaksanakan mengikuti empat tahapan sebagai berikut:
1. Penyusunan rencana audit
Menentukan unit-unit kerja yang akan diaudit, tujuan audit, jadwal audit, dan
menyiapkan instrumen audit.
2. Pengumpulan data
Dengan menggunakan instrumen audit yang disusun berdasarkan standar
tertentu (misalnya standar akreditasi, standar/pedoman program, standar
pelayanan minimal, standar/indikator kinerja) untuk mengukur tingkat
kesesuaian terhadap standar tersebut.
3. Analisis data audit, perumusan masalah, prioritas masalah, dan rencana
tindak lanjut audit.
4. Pelaporan dan diseminasi hasil audit.

G. Pelaksanaan audit internal


1. Penyusunan rencana audit
Dalam menerencanakan audit harus ditetapkan :
a. Tujuan audit : untuk melakukan penilaian kinerja dibandingkan dengan
standar tertentu.
b. Lingkup audit : menjelaskan unit kerja yang akan diaudit.
c. Objek audit: menjelaskan apa saja yang akan diaudit.
d. Alokasi waktu: menjelaskan berapa lama audit akan dilakukan dan
penjadualannya.
e. Metoda audit : metoda yang akan digunakan pada saat melakukan audit
f. Persiapan audit : persiapan auditor, penetapkan kriteria audit, dan
penyusunan instrumen audit.
2. Pengumpulan data
Pengumpulan data pada pelaksanakan audit dilakukan dengan berbagai
metode, antara lain:
a. Mengamati proses pelaksanakan kegiatan.
b. Meminta penjelasan kepada auditee.
c. Meminta peragaan oleh auditee.
d. Memeriksa dan menelaah dokumen.
e. Memeriksa dengan menggunakan instrumen daftar tilik.
f. Mencari bukti-bukti.
g. Melakukan pemeriksaan silang.
h. Mewawancarai auditee.
i. Mencari informasi dari sumber luar.
j. Menganalisis data dan informasi.
k. Menarik kesimpulan.
3. Analisis data
Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan fakta yang diperoleh
pada waktu proses pengumpulan data dengan kriteria audit yang telah
ditetapkan. Bila ditemukan kesenjangan antara fakta dengan kriteria audit,
maka auditor bersama auditee melakukan analisis lebih lanjut untuk mengenal
penyebab timbulnya kesenjangan.
4. Pelaporan dan diseminasi
Hasil audit juga dilaporkan pada saat rapat tinjauan manajemen untuk
melaporkan hasil audit, tindak lanjut yang telah dilakukan, kendala dalam
perbaikan sehingga dapat memperoleh dukungan manajemen dalam upaya
perbaikan kinerja maupun perbaikan sistem manajemen/pelayanan.

H. Laporan audit internal


Hasil audit perlu dilaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas Pademawu dan
kepada unit yang diaudit. Dalam laporan audit harus memuat:
1. Latar belakang dilakukan audit: menjelaskan mengapa perlu dilakukan audit.
2. Tujuan audit : menjelaskan tujuan dilaksanakan audit.
3. Lingkup audit : menjelaskan unit yang diaudit.
4. Objek audit : menjelaskan apa saja yang diaudit.
5. Standar/kriteria yang digunakan untuk melakukan audit.
6. Auditor : menjelaskan siapa yang melaksanakan kegiatan audit.
7. Proses audit : menjelaskan metoda, proses pelaksanaan audit dan jadual
pelaksanaan audit.
8. Hasil dan analisis hasil audit: menjelaskan temuan audit dan analisis mengapa
terjadi kesenjangan terhadap standar/kriteria yang ditetapkan.
9. Rekomendasi dan batas waktu penyelesaian yang disepakati oleh auditee:
berdasarkan hasil audit, auditor diwajibkan untuk memberikan rekomendasi
perbaikan dengan adanya kesepatan dari pihak auditee untuk
menyelesaikannya.
I. Tindak lanjut hasil temuan audit
Hasil temuan audit dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen untuk
mendapatkan rekomendasi perbaikan. Berdasarkan rekomendasi yang diberikan,
unit kerja yang diaudit wajib melakukan tindak lanjut terhadap temuan audit dalam
bentuk upaya-upaya perbaikan.
Setelah memperoleh laporan hasil audit, auditee harus mempelajari
laporan audit tersebut, untuk kemudian menyusun rencana perbaikan. Rencana
perbaikan disusun dengan batas waktu yang jelas, sehingga pelaksanaan
perbaikan dapat dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan atau
disepakati bersama dengan auditor.
Pada saat pelaksanaan kegiatan perbaikan, auditor dapat melakukan
monitoring kegiatan-kegiatan tindak lanjut yang dilakukan oleh auditee dan
memberikan arahan atau bimbingan jika diperlukan.
Hasil perbaikan wajib dilaporkan oleh auditee kepada pucuk pimpinan dan
disampaikan tembusan kepada auditor internal.

KEPALA UPT PUSKESMAS PADEMAWU

ACHMAD MUZZAMIL