Anda di halaman 1dari 21

1.

Pengertian Halogen

Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VII A ditabel
periodik. Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I),astatin (At),
dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Halogen menandakan unsur-unsur
yang menghasilkan garam jika bereaksi dengan logam.Unsur golongan VIIA ini merupakan
unsur nonlogam paling reaktif. Unsur-unsur initidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas,
melainkan dalam bentuk garamnya. Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk
mengisi orbit elektron terluarnya,sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu.
Ion negatif ini disebution halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut
halida.Keberadaan Unsur Unsur Halogen Unsur-unsur halogen di alam, semuanya
ditemukan dalam keadaan diatomik.Hal ini terjadi karena unsur-unsur halogen tidak stabil
jika berdiri sendiri. Oleh karenaitu, unsur halogen harus berikatan agar stabil.Unsur-unsur
halogen dapat ditemukan di beberapa tempat. Fluorin dapatditemukan di atas permukaan
tanah. Klorin dapat ditemukan di dalam air laut. Bromin juga dapat ditemukan di dalam air
laut. Begitu juga dengan iodin, yang dapatditemukan di dalam air laut. Astatin dapat
ditemukan dari pemboman bismuth dengan partikel alfa.
2. Sifat-Sifat Unsur Halogen
Unsur halogen memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Sifat fisis halogen.
Sifat F Cl Br I
Nomor atom 9 17 35 53
[Kr] 4d10 5s2
Konfigurasi elektron [He] 2s2 2p5 [Ne] 3s2 3p5 [Ar] 3d10 4s2 4p5
5p5
Jari-jari kovalen (Ao) 0,64 0,99 1,14 1,33
Jari-jari ion X- (Ao) 1,19 1,67 1,82 2,06
Energi ionosasi
1681 1251 1140 1008
tingkat I (kJ/mol)
Afinitas elektron -328 -349 -325 -295
Potensial reduksi
2,87 1,36 1,06 0,54
standar, Eo (volt)
Energi ikatan X-X
155 242 193 151
(kJ/mol)
Energi ikatan H-X
562 431 366 299 1[1]
(kJ/mol)
Keelektronegatifan 4,0 3,0 2,8 2,5
Titik didih (oC) -233 -103 -7,2 113,5
Titik beku (oC) -188 -34,5 58,8 184,4
Gas (kuning Gas (biru Padat (metalik
Wujud pada 25oC Cair (merah)
pucat) pucat) gelap) 2[2]

Penjelasan :

1. Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin,demikian juga
dengan jari-jari ion negatifnya. Semakin ke bawah kulit elektron semakin banyak
sehingga dalam sistem periodik semakin ke bawah maka jari-jari atom tambah besar.
Golongan halogen atau golongan 17 (VII A) adalah unsur-unsur yang memiliki tujuh
elektron valensi dengan konfigurasi elekton terluar ns2 ns5
1

2
2. Titik didih dan titik leleh dari fluorin sampai iodin bertambah besar,karena ikatan antar
molekulnya juga makin besar. Kenaikan titik didih dn titik lebur halogen sebanding
dengan naiknya nomor atom.
3. Hal ini berhubungan dengan banyaknya energy yang harus dipakai untuk mengatasi
gaya tarik-menarik antara molekul-molekul zat, contohnya gaya van der waals yang
menarik molekul-molekul berdekatan satu sama lain. Gaya ini makin tinggi untuk
molekul-molekul kompleks yang memiliki banyak elektron.
4. Wujud fluorin dan klorin pada temperatur kamar adalah gas,bromin berwujud cair dan
mudah menguap,dan iodin berwujud padat dan mudah menyublim.
5. Warna gas fluorin adalah kuning muda,gas klorin berwarna kuning hijau.Cairan bromin
berwarna merah coklat,dan zat padat iodin berwarna hitam,sedangkan uap iodin
berwarna ungu.
6. Kelarutan fluorin,klorin,dan bromin dalam air besar atau mudah sekali larut,sedangkan
kelarutan iodin dalam air sangat kecil(sukar larut).
7. Golongan halogen atau golongan 17 (VII A) adalah unsur-unsur yang memiliki tujuh
electron valensi dengan konfigurasi elekton terluar ns2 ns5 . Ini berarti halogen
mempunyai sebuah elekron yang belum berpasangan. Elekron tersebut dapat
membentuk pasangan elektron bersama dari masing-masing sebuah elektron pada
subkulit p tersebut, akibatnya halogen dalam keadaan bebas merupakan molekul
diatomik ( X 2 ).
8. Afinitas elektronnya yang tinggi ( H berharga negatif berarti pada saat menangkap
elektron dilepaskan energi) menyebabkan halogen sangat mudah menangkap elektron
untuk menjadi ion negatif
9. Energi disosiasi ikatan X-X dalam suatu golonga dari atas ke bawah menunjukkan
perubahan yang cenderung semakin kecil. Hal ini berkaitan dengan jari-jari atom unsur-
unsur halogen yang semakin panjang, sehingga gaya tarik inti atom terhadap
pasangannya elektron semakin lemah. Namun terdapat penimpangan dimana energi
disosiasi F2 lebih rendah dari pada Cl2 . Hal itu disebabkan ukuran atom F yang

kecil menyebabkan kerapatan pada molekul F2 sangat tinggi, akibatnya pengaruh


gaya tolak menolak antara pasangan elektron bebas dari kedua atom pada F2
menyebabkan gaya tarik inti terhadap pasangan elektron ikatan menjadi berkurang.
10. Energi ionisasinya yang tinggi mengakibatkan unsur halogen sukar melepaskan
elektronnya untuk menjadi ion positif. Kecenderungan perubahan energi ionisasi dari
atas ke bawah dalam sistem periodik unsur semakin rendah karena jari-jari atomnya
yang semakin panjang.
b. Sifat sifat kimia

1. Kereaktifan
Semua unsur golongan halogen merupakan unsur non logam. Halogen merupakan
unsur nonlogam yang paling reaktif. Hal itu didukung oleh beberapa faktor , antara lain
sebagai berikut :
a. Konfigurasi elektronnya. Dengan sebuah elektron tak berpasangan pada konfigurasi
elektronnya, memungkinkan halogen dengan mudah membentuk ikatan kovalen.
b. Afinitas elektronnya yang tinggi mengakibatkan halogen mudah membentuk ion negatif
dan membentuk senyawa yang berikatan ion.

Dengan melihat letaknya di dalam sistem periodik unsur, maka dari atas ke bawah (dari F
ke I) terdapat kecenderungan afinitas elektron halogen semakin kecil. Hal ini mengakibatkan
kereaktifannya berkurang. Meskipun afinitas elektron fluorin lebih rendah daripada klorin,
tetapi karena energi disosiasi ikatan fluorin lebih rendah daripada klorin, maka fluorin masih
lebih reaktif daripada klorin. Demikian pula bromine dan iodine masih cukup reaktif karena
energi disosiasi ikatannya yang lebih rendah.
Karena kereaktifan dari unsur halogen, maka halogen dapat bereaksi dengan banyak unsur
lain, seperti unsur logam, unsur golongan IVA, unsur golongan VA, unsur halogen itu sendiri,
air, gas hidrogen, basa kuat, dan dengan halida.

2. Kelarutan dalam air


Fluor, klor, dan brom larut dalam air sedangkan iod sukar larut. Iod lebih mudah
larut dalam KI dan pelarut organic seperti alkohol, eter, CHCl3, CCl4.

3. Daya oksidasi halogen dan Daya Reduksi Halida


Semua halogen mempunyai potensial reduksi standar positif. Hal ini menunjukkan
bahwa semua halogen merupakan oksidator dan mempunyai kecenderungan daya
oksidasi semakin lemah dari F ke I (F 2 > Cl2 > Br2 > I2). Menurunnya daya oksidasi
halogen, berarti menunjukkan semakin kuatnya daya reduksi halida dengan
kecenderungan daya reduksi I- > Br- > Cl- > F-. Dengan memperhatikan harga potensial
elektroda dari masing-masing halogen, maka halida akan dapat dioksidasi oleh halogen
yang mempunyai daya oksidasi lebih tinggi. Harga potensial reduksi standar halogen
adalah sebagai berikut:

F2(g) + 2e 2F-(aq) Eo = + 2,87 V


Cl2(g) + 2e 2 Cl- (aq) Eo = +1,36 V
Br2(l) + 2e 2 Br-(aq) Eo = + 1,07 V
I2(s) + 2e 2 I-(aq) Eo = +0,58 V

Dari harga potensial reduksi standar di atas, maka :


2Cl-(aq) + F2(g) 2 F-(aq) + Cl2(g) Eo = +1,51 V (reaksi spontan)
2Cl-(aq) + Br2(g) Cl2(g) + 2Br-(aq) Eo = -0,03 V ( reaksi tidak spontan)

Dari reaksi tersebut dapat disimpulkan dalam sistem periodik unsur, halogen dapat
mendesak halida di bawahnya dari suatu senyawa.

Unsur-unsur halogen :
Fluorine

Fluor Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru
padatahun 1886 Maisson berhasil mengisolasinya. Merupakan unsur paling
elektronegatif dan paling reaktif. Dalam bentuk gas merupakan molekul diatom (F2),
berbau pedas, berwarna kuning muda dan bersifat sangat korosif. Serbuk logam, glass,
keramik, bahkan air terbakar dalam fluorin dengan nyala terang. Adanya komponen
fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada
gigi. Terdapat dalam senyawa fluorspar CaF2, kriolit Na3AlF6, dan fluorapatit Ca(PO4)3F.
dengan penambahan asam sulfat ke dalam fluorspar maka akan diperoleh HF dan garam
Calsium sulfat. Selanjutnya lelehan asam florida di elektrolisis untuk menghasilkan gas
F2.
CaF2 + H2SO4 --> CaSO4 + 2HF
Klorin

Klor Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai oleh Davy pada
tahun1810. Klor ditemukan di alam dalam keadaan kombinasi sebagai gas Cl2,
senyawadan mineral seperti kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning kehijauan, dapat
larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain. Klor dapat mengganggu pernafasan,
merusak selaput lender dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit. Terdapat dalam
senyawa NaCl, KCl, MgCl2, dan CaCl2. Senyawa klorida ditemukan di air laut dan garam
batu/endapan garam yang terbentuk akibat penguapan air laut di masa lalu. Setiap 1 kg air
laut mengandung sekitar 30 gram NaCl. Proses untuk mendapatkan unsure klorin adalah
melalui elektrolisis larutan NaCl pekat (brine) akan menghasilkan Cl 2 pada anode dan gas
H2, dan NaOH pada katode.
Bromin
Brom Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. merupakan zat cair berwarna
coklat kemerahan, agak mudah menguap pada temperature kamar, uapnya berwarna
merah, berbau tidak enak dan dapat menimbulkan efek iritasi pada mata dan
kerongkongan.Bromin mudah larut dalam air dan CS2 membentuk larutan berwarna
merah, bersifa tkurang aktif dibandingkan dengan klor tetapi lebih reaktif dari iodium.
Terdapat dalam senyawa logam bromide. Senyawa ini juga ditemukan di air laut, endapan
garam, dan air mineral. Ditemukan di perairan laut Mati dengan kadar 4500 - 5000 ppm.
Garam-garam bromine juga diperoleh dari Arkansas.

Iodine

Iodium Ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur


nonlogam.Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat menguap pada temperature
biasa membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam
ditemukandalam air laut (air asin) garam chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam
CHCl3,CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan
hanyasatu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam. Kristal iodin dapat melukai
kulit,sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir. Terdapat dalam senyawa
natrium iodat NaIO3, yang ditemukan dalam jumlah kecil pada deposit NaNO3 di Chili.
Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan Amerika dengan kadar sampai 100 ppm.
Untuk memperoleh iodine dari natrium iodat, dilakukan penambahan zat pereduksi
natrium bisulfit NaHSO3 dengan reaksi sebagai berikut :
2IO3- + 5HSO3- --> I2 + 3HSO4- + 2SO42- + H2O

Astatine

Astatin Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman
Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Corson,K.R.
Mackenzie dan E. Segre. Dikenal ada 20 isotop dari astatin, dan isotop
At(210)mempunyai waktu paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam
disbandingiodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa antar halogen
(AtI,AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul
diatomseperti unsur halogen lainnya. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt danCH
3At. Jumlah astatine di kerak bumi sangat sedikit kurang dari 30 gram.

3. Reaksi-Reaksi Halogen
a. Reaksi halogen dengan gas hidrogen ( H2 )
Halogen bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen halida. Secara umum reaksi
yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
X2(g) + H2(g) 2HX(g)
Reaksi F2 dan Cl2 dengan hidrogen disertai ledakan tetapi bromin dan iodin bereaks
dengan lambat.
b. Reaksi halogen dengan logam ( M )
Halogen bereaksi dengan kebanyakan logam. Bromin dan iodin tidak bereaksi
dengan emas, platinum atau beberapa logam mulia lainnya. Perhatikan contoh reaksi
fluorin dengan tembaga berikut.
F2(g) + Cu(s) CuF2(s)
2Na + Br2 2NaBr
2Fe + 3Cl2 2FeCl3
c. Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida
Halogen yang kereaktifannya lebih kuat dapat mengusir atau mendesak halida yang
lebih lemah dari senyawanya. kereaktifan F2 > Cl2 > Br2 > I2 sehingga :
F2 dapat mengusir X (Cl2, Br2, I2)
F2 + 2KX 2KF + X2
Cl2 dapat mengusir X (Br2, I2)
Cl2 + 2KX 2KCl + X2
Br2 dapat mengusir X (I2)
Br2 + KX 2KBr + X2
I2 tidak dapat mengusir F2, Cl2 dan Br2

ket : unsur K dapat diganti unsur logam yang lainnya (Na, Ca, Mg dll)
F2 + 2KCl 2KF + Cl2
Br2 + Cl- (tidak bereaksi)
Pada reaksi pertama di atas terlihat biloksnya F turun dari 0 menjadi -1 (reduksi)
sedangkan Cl naik dari -1 menjadi 0 (oksidasi) sehingga F disebut oksidator (penyebab zat
lain mengalami oksidasi). Sehingga kereaktifan senyawa halogen sebanding dengan
kekuatan oksidatornya yaitu F2 > Cl2 > Br2 > I2
d. Reaksi dengan basa
Klorin, bromin dan iodin dapat bereaksi dengan basa dan hasilnya tergantung pada
temperatur saat reaksi berlangsung. Dengan basa kuat (MOH) pada suhu 150 C (dingin)
halogen ( X2 ) bereaksi membentuk halida ( X- ) dan hipohalit ( XO-).
X2 + 2MOH MX + MXO + H2O
misalnya :
Cl2 + 2NaOH NaCl + NaClO + H2O
Cl2 + 2OH- Cl- + ClO- + H2O
Dengan basa kuat (MOH) pada suhu panas halogen ( X2 ) bereaksi membentukhalida (
X- ) dan perhalit ( XO3-).
3X2 + 6MOH 5MX + MXO3 + 3H2O
misalnya :
3Br2 + 6KOH 5KBr + KBrO3 + 3H2O
3Br2 + 6OH- 5Br- + BrO3- + H2O
e. Reaksi Halogen Dengan Non Logam dan Metaloid Tertentu
Halogen bereaksi secara langsung dengan sejumlah non logam dan metaloid. Unsur
nonlogam fosfor dan metaloid boron, arsen, dan stirium (misal Y) bereaksi dengan unsur
halogen (X), reaksi yang terjadi seperti berikut.
3X2 + 2Y 2YX3 (jika halogennya terbatas)
5X2 + 2Y 2YX5 (jika halogennya berlebihan)
Fluorin mudah bereaksi tetapi iodin sukar bereaksi.
Adapun nitrogen tidak langsung bersatu dengan halogen karena ketidakaktifannya.
f. Reaksi Halogen Dengan Hidrokarbon
Halogen umumnya bereaksi dengan hidrokarbon melalui reaksi substitusi atom
hidrogen. Klorin bereaksi sangat hebat, sedangkan iodin tidak bereaksi.
CH + Cl CHCl + HCl

g. Reaksi Halogen Dengan Air


Semua unsur halogen kecuali fluor berdisproporsionasi dalam air, artinya dalam
reaksi halogen dengan air maka sebagian zat teroksidasi dan sebagian lain tereduksi.
Fluorin bereaksi sempurna dengan air menghasilkan asam fluorida dan oksigen. Reaksi
yang terjadi seperti berikut.
2F2(g) + 2H2O(l) 4HF(aq) + O2(g)
Fluorin dengan larutan NaOH encer menghasilkan gas F2O, sedangkan dengan NaOH
pekat menghasilkan gas O2. Perhatikan reaksi berikut.
2F2(g) + 2NaOH(aq, encer) F2O(g) + 2NaF(aq) + H2O(l)
2F2(g) + 4NaOH(aq, pekat) 4NaF(aq) + 2H2O(l) + O2(g)
Cl2, Br2 dan I2 tidak melarut dengan baik dalam air, reaksinya lambat. Reaksi yang terjadi
adalah reaksi redoks. Jika klorin dan bromin dilarutkan dalam air yang mengandung
OH (basa) maka kelarutannya makin bertambah. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
Cl2(aq) + 2OH(aq) Cl(aq) + ClO(aq) + H2O(l)
Ion ClO merupakan bahan aktif zat pemutih. Senyawa NaClO digunakan sebagai zat
pemutih kertas, pulp, tekstil, dan bahan pakaian.
h. Reaksi Antarhalogen
Senyawa antar halogen paling mudah terbentuk dengan klorin reaksi antar halogen
yang terjadi.
X + nY 2XYn

Y merupakan halogen yang lebih elektronegatif dan N adalah 1, 3, 5, atau 7. Senyawa


yang mungkin terbentuk adalah IF, BrF, ClF dan lain-lain. Unsur Halogen adalah
unsur yang sangat reaktif sehingga halogen ditemukan di alam dalam bentuk senyawanya,
yakni:

1. Bentuk Garam

Garam dapat dibentuk dari:


a. Halogen + unsur logam garam
b. Contoh :
Br2 + 2 Na (s) 2 NaBr (s)
3 Cl2 + 2 Fe (s) 2 FeCl3(l)
c. Asam halida + basa Garam Halida + air
Contoh :
HCl + NaOH NaCl + H2O
HBr + NaOH NaBr + H2O

2. Bentuk Asam
a. Asam Halida (HX)
Terbentuk dari halogen yang bereaksi dengan hydrogen membentuk hidrogen
halida.
H2 + X2 2 HX
Contoh :
H2 + Cl2 2 HCl
H2 + I2 2 HI
Fluorin dan klorin bereaksi dengan cepat disertai ledakan, tetapi bromine dan
iodine bereaksi dengan lambat.

Data sifat hidrogen halida


Asam Halida % Disosiasi
HF Sangat kecil
HCl 0,0014
HBr 0,5
HI 33

Dari data % disosiasi hidrogen halida dapat diketahui urutan keasaman hidrogen halida
adalah HF < HCl < HBr < HI.

b. Asam Oksihalida (HXO)

Terbentuk hanya pada halogen yang mempunyai bilangan oksidasi positif


yang bereaksi dengan air.

Contoh reaksi oksida halogen dengan air:

Cl2O + H2O 2 HCl

Cl2O3 +H2O 2 HClO2

Cl2O5 +H2O 2 HClO3

Cl2O7 +H2O 2 HClO4

Kekuatan asam oksi bertambah dengan bertambahnya oksigen pada asam tersebut.

HClO < HClO2 < HClO3 < HClO4

Bilangan oksidasi halogen, oksi halogen dan asam oksi halogen

Bilangan Oksidasi halogen Asam oksi halogen Nama umum


oksidasi
F Cl Br I Cl Br I

+1 - Cl2O Br 2O I 2O HClO* HBrO* HIO* Asam hipohalit


+3 - Cl2O3 Br 2O3 I 2O3 HClO2* HBrO2* HIO2* Asam halit

+5 - Cl2O5 Br 2O5 I 2O5 HClO3* HBrO3* HIO3* Asam halat

+7 - Cl2O7 Br 2O7 I 2O7 HClO4* HBrO4* HIO4* Asam perhalat

hanya terdapat sebagian larutan encer dan tidak stabil

3. Senyawa Antarhalogen

Halogen dengan keelektronegatifan besar + Halogen dengan Keeloktronegatiafan kecil

Contoh senyawa antar halogen :

Fluor lebih negative dibandingkan dengan Iodium

F- + I+ IF

3F- + I3+ IF3

Contoh lain :

IF5, BrCl, BrCl3, CIF3, CIF, IF7

4. Oksida halogen

Semua halogen dapat membentuk senyawa oksida. Fluorin dapat membentuk oksida
OF2 dan O2F2 yang dikenal sebagai oksigen fluoride. Senyawa O2F2 dibuat dengan
mengalirkan gas F2 secara cepat melalui larutan NaOH 2%. Senyawa O 2F2 merupakan zat
padat kuning jingga yang digunakan sebagai bahan bakar roket.
Oksida klorin lebih banyak jenisnya, yaitu Cl2O, Cl2O3, ClO2, Cl2O4, Cl2O6, dan Cl2O7.
Oksida klorin tidak stabil dan cenderung meledak. ClO 2 merupakan oksidator sangat kuat dan
digunakan untuk pemutih bubur kertas (pulp). ClO 2 dibuat sesaat akan digunakan dengan
reaksi :

2NaClO3 + SO2 + H2SO4 2ClO2 + 2NaHSO4

Iodin dapat membentuk I2O5 dengan memanaskan asam iodat pada suhu 2400 C menurut
reaksi :

2HIO3 I2O5 + H2O

5. Senyawa Halida

Senyawa halida merupakan senyawa halogen dengan bilangan oksidasi -1, dan
merupakan senyawa yang paling banyak di antara senyawa halogen. Secara umum dapat
dikelompokkan menjadi senyawa hidrogen halida dan garam halida.
a. Hidrogen halida
Hidrogen halida (HX) pada suhu kamar merupakan gas yang mudah larut
dalam air. Larutannya dalam air bersifat asam, sehingga sering disebut asam
halide. HF dikelompokkan sebagai asam lemah, sedangkan HCl, HBr, dan HI
merupakan asam kuat, dan kekuatan asamnya meningkat dari HF ke HI.
Peningkatan kekuatan asam ini berhubungan dengan jari-jari atom yang semakin
panjang, sehingga kekuatan ikatan H-X semakin lemah. Semakin lemahnya
kekuatan ikatan tersebut mengakibatkan ion H+ semakin mudah terlepas bila
berinteraksi dengan H2O dalam larutan.
Titik didih dan titik lebur HX semakin besar dari HCl ke HI. Hal itu
disebabkan semakin kuatnya gaya Van der Waals, sedangkan titik didih HF paling
tinggi di antara hidrogen halide yang lain karena pada HF bekerja gaya ikatan
hidrogen.
b. Garam halida
Garam halida dapat terbentuk dari interaksi langsung antara logam dengan
halogen. Semua garam halide mudah larut dalam air, kecuali garam halide dari
perak (I), timbal (II), raksa (I), dan tembaga (I). Warna endapan perak halida dan
timbal (II) halide dari reaksiion halide dengan ion perak dan ion timbal (II)
digunakan untuk identifikasi adanya ion halide di dalam suatu larutan.
Larutan perak klorida dapat larut dalam ammonia encer. Perak bromida tidak
larut dalam ammonia encer, tetapi larut dalam ammonia pekat, sedangkan perak
iodide tidak dapat larut dalam ammonia encer pekat. Perak klorida dan perak
bromida dapat larut dalam ammonia dikarenakan membentuk ion kompleks
dengan reaksi sebagai berikut.

AgCl(s) + NH3(aq) [Ag(NH3)2]+(aq) + Cl-(aq)


Untuk mengidentifikasi adanya ion halida dapat dilakukan dengan
menambahkan larutan Pb2+ (misalnya sebagai Pb(NO2)2). Apabila terjadi endapan
putih maka kemungkinan ion halidanya adalah F - atau Cl--, tetapi bila endapannya
berwarna kuning yang berarti yang ada Br- atau I-, dan bila tidak ada endapan
berarti tidak ada ion halide dalam larutan.
Untuk membedakan ion F- atau Cl- maka larutan ditambahkan Ag+ (misalnya
AgNO3). Apabila tidak ada endapan, berarti halidanya adlah F - dan bila ada
endapan putih berarti Cl-. Untuk membedakan ion Br- dan I- maka larutan
direaksikan dengan Ag+ dan endapan didekantasi kemudian ditambahkan NH3
pekat, bila larut berarti yang ada dalam larutan Br - dan bila tidak larut berarti yang
ada dalam larutan ion F-.
Halide padat dapat dioksidasi oleh oksidator kuat (misalnya MnO 2, KMnO4,
K2Cr2O7, dalam H2SO4 pekat) menghasilkan gas halogen, kecuali fluoride.

6. Senyawa Oksihalogen

Selain membentuk oksida dan halide, halogen dapat membentuk senyawa-senyawa


oksihalida. Garam oksihalogen lebih stabil daripada asamnya. Asam oksihalogen sedikit larut
dalam air.
Asam oksi mempunyai struktur umum: H-O-X
Kekuatan asam oksi halogen ditentukan oleh kekuatan ikatan H-O dan ikatan O-X. jika
ikatan O-X kuat maka ikatan H-O lemah. Semakin lemah ikatan H-O semakin mudah asam
tersebut terionisasi,dan berarti semakin kuat asamnya.
Kekuatan ikatan X-O dipengaruhi oleh dua factor, pertama keelektronegatifan dari X dan
banyak sedikitnya atom oksigen yang mengelilingi X.
Semua halogen dapat membentuk senyawa oksihalogenida, kecuali fluorin. Larutan ion
oksihalogenida dapat diperoleh dengan meraksikan halogen dengan basa.

i. Unsur Halogen
A. Pembuatan Dalam Industri
1) Flour (F2)
Flourin diperoleh melalui metode Moisson yaitu proses elektrolisis garam
kalium hydrogen flourida (KHF2) dilarutkan dalam HF cair, ditambahkan LiF 3%
untuk menurunkan suhu sampai 100oC. Elektrolisis dilaksanakan dalam wadah baja
dengan katode baja dan anode karbon. Campuran tersebut tidak boleh mengandung air
karena F2 yang terbentuk akan menoksidasinya.
elektrolisis
2 HF(l) H2 (g) + F2 (g)
Katode (baja) : 2H+ (aq) + 2e- H2(g)
Anode (karbon) : 2F-(aq) F2(g) + 2e-
Klor (Cl2)
Proses Downs yaitu elektrolisis leburan NaCl (NaCl cair). Sebelum dicairkan,
NaCl dicampurkan dahulu dengan sedikit NaF agar titik lebur turun dari 800oC
menjadi 600oC.
Katode : Na+ 2e- Na
Anode : 2Cl- Cl2 + 2e-
Untuk mencegah kontak (reaksi) antara logam Na dan Cl2 yang tebentuk,
digunakan diafragma lapis dan besi tipis.
Proses Gibbs (proses klor-alkali) yaitu elektrolisis larutan NaCl.
Anoda: karbon, katoda: baja berpori, dan dinding pemisah diafragma dari asbes.
Disebut sel Nelson.
2 NaCl 2 Na+ + 2 Cl-
Kat (baja berpori) : 2H2O(l) + 2e- 2OH-(aq) + H2(g)
Anoda (karbon): 2Cl-(aq) Cl2(g) + 2e- + 2 NaCl + 2H2O 2 NaOH + H2 + Cl2(g)
Proses Deacon
Oksidasi gas HCl yang mengandung udara dengan menggunakan katalis tembaga.
Reaksi :4HCl (aq) + O2(g) 2H2O(aq)+ 4Cl-(g)
Berlangsung pada suhu 430oC dan tekanan 200 atm. Hasil reaksinya tercampur
44% N2.

2) Brom (Br2)
Dalam proses industri, bromine dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam
larutan bromide.
Reaksi : Cl2(g) + 2Br- (aq) Br2(aq) + 2Cl-(g)
Dalam ekstra KCl dan MgCl2 dari carnalite terdapat MgBr2 0,2%
MgBr2 + Cl2 MgCl2 + Br2
Air laut diasamakan dengan H2SO4 encer dan direaksikan dengan klor, penambahan
asam dilakukan agar tidak terjadi hidrolisis. Dengan penghembusan udara diperoleh
volume yang cukup besar yang mengandung brom kemudian dicampur dengan SO2 dan
uap air.
SO2 + Br2 + H2O 2 HBr + H2SO4
Kemudian direaksikan dengan Cl2
2 HBr + Cl2 2 HCl + Br2
Penyulingan dengan KBr dapat menghilangkan klor dan dengan penambahan KOH
dapat menghilangkan I2.
Cl2 + 2 KBr 2 KCl + Br2
I2 + OH- I- + OI- + H2O
Air laut mengandung ion bromida (Br-) dengan kadar 8 x 10-4.dalam 1 liter air laut

dapat diperoleh 3 kilogram bromin (Br2). Campuran udara dan gas Cl2 dialirkan melalui
air laut. Cl2 akan mengoksidasi Br- menjadi Br. Udara mendesak Br2 untuk keluar dari
larutan.
2Br-(aq) + Cl2(g) Br2(l) + 2 Cl- (aq)
Br2 dalam air dapat mengalami hidrolisis sesuai reaksi.
Br2(aq) + H2O(aq) 2 H+(aq) + Br-(g) + BrO-(aq)
Untuk mencegah hidrolisis, kesetimbangan akan digeser ke kiri dengan penambahan H+
Dibuat dari air laut atau air yang mengandung garam-garan bromida. Pada pH 3,5.

Br2 yang terbentuk diserap oleh larutan Na2CO3 sehingga dihasilkan campuran NaBr dan
NaBrO3. jika diasamkan dan didestilasi akan didapat Br2 yang larut dalam air
5 HBr(aq)+HBrO3(aq) 3Br2(g)+3H2O(l)
3) Yod (I2)
Garam chili mengandung NaIO3 0,2 %
Setelah mengkristalkan NaNO3, filtrat yang mengandung IO-3 di tambah NaHSO3 lalu
di asamkan.

2NaIO3(s) + 5NaHSO3(aq) 3NaHSO4(aq) + 2Na2SO4(s) + H2O(aq) + I2(g)


atau
2IO3- + 5HSO3- 5SO42- + 3H+ + H2O +I2
Endapan I2 yang terbentuk disaring dan dimurnikan dengan cara sublimasi.

Dari lumut laut dengan cara dikeringkan dan dibakar, selanjutnya diekstraksi
dengan air. Larutan yang mengandung iodida ini akan menghasilkan yod, bila ditambah
asam sulfat dan mangan dioksida serta didestilasi .
j. Kegunaan Unsur Halogen dan Senyawanya
Fluorin
1. Membuat senyawa klorofluoro karbon (CFC), yang dikenal dengan nama Freon.
2. Membuat Teflon
3. Memisahkan isotop U-235 dari U-238 melalui proses difusi gas.
Senyawa Fluorin
CFC (Freon) digunakan sebagai cairan pendingin pada mesin pendingin, seperti AC dan
kulkas. Freon juga digunakan sebagai propelena aerosol pada bahan-bahan semprot.
Penggunaan Freon dapat merusak lapisan ozon.
1. Teflon (polietrafluoroetilena). Monomernya CF2=CF2, yaitu sejenis plastik yang
tahan panas dan anti lengket serta tahan bahan kimia, digunakan untuk melapisi panci
atau alat rumah tangga yang tahan panas dan anti lengket.
2. Asam fluoride (HF) dapat melarutkan kaca, karena itu dapat digunakan untuk
membuat tulisan, lukisan, atau sketsa di atas kaca.
3. Garam fluoride ditambahkan pada pasta gigi atau air minum untuk mencegah
kerusakan gigi.
Klorin
1. Untuk klorinasi hidrokarbon sebagai bahan baku industri serta karet sintesis.
2. Untuk pembuatan tetrakloro metana (CCl4).
3. Untuk pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang digunakan pada pembuatan TEL (tetra
etillead) yaitu bahan adaptif pada bensin.
4. Untuk industri sebagai jenis pestisida.
5. Sebagai bahan desinfektans dalam air minum dan kolam renang.
6. Sebagai pemutih pada industri pulp (bahan baku pembuatan kertas) dan tekstil.
7. Gas klorin digunakan sebagai zat oksidator pada pembuatan bromin.
Senyawa Klorin
1. Senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dapat digunakan sebagai zat pemutih pada
pakaian.
2. Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai garam dapur, pembuatan klorin dan
NaOH, mengawetkan berbagai jenis makanan, dan mencairkan salju di jalan raya
daerah beriklim dingin.
3. Asam klorida (HCl) digunakan untuk membersihkan logam dari karat pada
elektroplanting, menetralkan sifat basa pada berbagai proses, serta bahan baku
pembuatan obat-obatan, plastik, dan zat warna.
4. Kapur klor (CaOCl2) dan kaporit (Ca(OCl2)) digunakan sebagai bahan pengelantang
atau pemutih pada kain
5. Polivinil klorida (PVC) untuk membuat paralon.
6. Dikloro difenil trikloroetana (DDT) untuk insektisida.
7. Kloroform (CHCl3) untuk obat bius dan pelarut.
8. Karbon tetraklorida (CCl4) untuk pelarut organik.
9. KCl untuk pembuatan pupuk.
10. KClO3 untuk bahan pembuatan korek api
Bromin
1. Untuk membuat etil bromida (C2H4Br2).
2. Untuk pembuatan AgBr.
3. Untuk pembuatan senyawa organik misalnya zat warna, obat-obatan dan pestisida
Senyawa Bromin
1. Etil bromida (C2H4Br2) suatu zat aditif yang dicampurkan kedalam bensin
bertimbal (TEL) untuk mengikat tibal, sehingga tidak melekat pada silinder atau
piston. Timbal tersebut akan membentuk PbBr2 yang mudah menguap dan keluar
bersama-sama dengan gas buangan dan akan mencemarkan udara.
2. AgBr merupakan bahan yang sensitif terhadap cahaya dan digunakan dalam film
fotografi.
3. Natrium bromide (NaBr) sebagai obat penenang saraf.
l. Iodin
1. Iodin Banyak digunakan untuk obat luka (larutan iodin dalam alkohol yang dikenal
dengan iodium tingtur)
2. Sebagai bahan untuk membuat perak iodida (AgI)
3. Untuk menguji adanya amilum dalam tepung tapioka.
m. Senyawa Iodin
1. KI digunakan sebagai obat anti jamur.
2. Iodoform (CHI3) digunakan sebagai zat antiseptik
3. AgI digunakan bersama-sama dengan AgBr dalam film fotografi
4. NaI dan NaIO3 atau KIO3 dicampur dengan NaCl untuk mencegah penyakit gondok.
Kekurangan iodium pada wanita hamil akan mempengaruhi tingkat kecerdasan pada
bayi yang dikandungnya.
k. Bahaya Unsur Halogen
1) Flour

Fluorida memiliki racun yang bersifat kumulatif dan sangat beracun, jika
dalam bentuk murni dia sangat berbahaya, dapat menyebabkan
pembakaran kimia parah bila bersentuhan langsung dengan kulit.

Adanya komponen fluorin dalam air minum yang melebihi 2 ppm dapat
menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi.

Dalam bentuk fluorine, zat ini tidak langsung dihisap tanah tapi langsung
masuk ke dalam daun-daun sehingga menyebabkan daun berwarna
kuning kecoklatan. Jika daun tersebut dimakan oleh binatang maka bisa
menyebabkan penyakit gigi rontok.

2) Klor

Menurut para ahli, kalau klorin bersenyawa dengan zat organik, seperti air
seni atau keringat, maka akan menghasilkan senyawa sejenis nitrogen
triklorin yang dapat mengakibatkan iritasi hebat. Senyawa organik
tersebut selanjutnya dapat bereaksi menjadi gas di kolam tertutup dan
membawa dampak terhadap sel-sel tubuh yang melindungi paru-paru.

Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lendir dan dalam


wujud cahaya dapat membakar kulit dan bersifat sangat beracun.
CFC (Chloro Fluoro Carbon), yang terlepas ke udara dapat menimbulkan
kerusakan pada lapisan ozon.

Kloramina, NH4Cl zat ini sangat beracun terhadap kerang-kerang dan


binatang air lainnya.

Kloroform CHCl3, yang ditemukan dalam air terklorinasi, yang dianggap ,


mutagenik (dapat menimbulkan mutasi), tetraogenik (menimbulkan
kerusakan pada kelahiran) atau karsiogenik (menimbulkan kangker).

3) Brom

Dalam bentuk gas, brom bersifat toksik

Dalam bentuk cairan zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia
dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan.

Ketika brom tumpah ke kulit, akan menimbulkan rasa yang amat pedih.
Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, dan peralatan
keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya.

Timbal bromida yang terbentuk dalam mesin cenderung merusak mesin,


serta sifatnya yang mudah menguap yang lolos bersama gas-gas buangan
yang dapat mencemari atmosfer.

4) Iodin

Kristal iodin dapat melukai kulit

Uapnya dapat melukai mata dan selaput lender

Pada saat ini dikenal suatu jenis penyakit yang disebabkan dari kekurangan
yodium yaitu Gaky Gangguan Akibat Kekurangan Yodium merupakan
penyakit yang dapat menyebabkan retardasi mental. Penyakit ini bisa
disebut defisiensi yodium atau kekurangan yodium. Saat ini diperkirakan
1,6 miliar penduduk dunia mempunyai risiko kekurangan yodium, dan 300
juta menderita gangguan mental akibat kekurangan yodium. Kira-kira
30.000 bayi lahir mati setiap tahun, dan lebih dari 120.000 bayi kretin,
yakni retardasi mental, tubuh pendek, bisu tuli atau lumpuh.Di antara
mereka yang lahir normal, dengan konsumsi diet rendah yodium akan
menjadi anak yang kurang intelegensinya, bodoh, lesu dan apatis dalam
kehidupannya.

Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan yodium adalah gondok,
yakni pembesaran kelenjar tiroid di daerah leher.
Kesimpulan
Dalam Sistem Periodik Unsur, halogen merupakan golongan yang berada pada
golongan VII A, yang mempunyai elektron valensi 7 pada subkulit nsnp. Istilah halogen
berasal dari ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani.,
yaitu halo genes yang artinya pembentuk garam karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi
dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam yang
saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah bentuk molekulnya
diatomik. Golongan halogen merupakan golongan yang sangat reaktif menangkap elektron
(oksidator). Pada umumnya golongan halogen menangkap satu elektron untuk memenuhi
kulit terluarnya, karena kereaktifannya sangat tinggi sehingga halogen tidak mungkin ada
dalam keadaan bebas dialam, karema sifatnya yang sangat reaktif sehingga halogen selalu
bersenyawa dengan unsur-unsur yang lain.
Untuk mencapai keadaan stabil (struktur elektron gas mulia) atom-atom ini cenderung
menerima satu elektron dari atom lain atau dengan menggunakan pasangan elektron secara
bersama hingga membentuk ikatan kovalen. Atom unsur halogen sangat mudah menerima
elektron dan membentuk ion bermuatan negatif satu. Ion negatif disebut ion halida, dan
garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya
membentuk ion negatif. Golongan halogen terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F),
Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum
diketahui dengan jelas. Sifat keelektronegatifan halogen senantiasa berkurang seiring dengan
bertambahnya jari-jari atomnya.

Saran
Harus berhati-hati ketika menggunakan unsure halogen. karena unsur ini dapat
mengakibatkan pembakaran kimia parah jika bersentuhan langsung dengan kulit.