Anda di halaman 1dari 17
.N BEAS DAN PELABUHAN BERAS RATAM [BADAN PENGUSAMAAN KAWASAN PERDAGA\ PBRATURAN KEPALA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM NOMOR 19 TAHUN 2016 ‘TENTANG JENIS DAN TARIF LAYANAN PADA KANTOR PENGELOLAAN LAHAN BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM, Menimbang : a. behwa dalam —rangka — melaksanakan ketentuan Pasal 28 dan Pasal 29 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 148/PMK.05/2016 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, perl ‘mengatur petunjuk pelaksanaan jenis dan tarif layanan pada Kantor Pengelolaan Lahan, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan 'Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam; b. bahwa berdasarkan _pertimbangan sebegaimana dimaksud dalam huruf a, perl. menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebes Batam tentang Petunjuk Pelaksanaan Jenis dan Tarif Layanan padaKantor Pengeiolaan Lahan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam; [BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN ERAS DAN PELABUHAN HERAS RATAM 2 Mengingat_ : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bcbas Menjadi Undang- Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2000 Nomor 251, Tambahan Lembaran Negara Republike Indonesia Nomor 4033), sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 44 Tahun 2007 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang:Undang Nomor 1 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Menjadi Undang- Undang Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4773); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 9. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan [BADAN PENGUISAHLAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN es ABUHAN BERAS BATAM Layanan Umum (Lembaran Negara Republik. Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah diubsh dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan, Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5340); 5. PeraturanPemerintahNomor46 ‘Tahun2007tentangKawasan Bebas dan Pelabuhan Perdagangan Bebas Batam, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Noor 107,Tambahan Lembaran NegaraRepublikindonesia 4757)sebagaimana, Nomor telah diubahdenganPeraturanPemerintah — Nomor STahun2011 tentang Perubahan tas Peraturan Pemerintah Nomori6 ‘Tahun2007tentangkawasanPerdagangan Bebasdan BebasBatam(LembaranNegara Indonesia Tahun2011 ‘TambahanLembaran Indonesia Nomor5195); Pelabuhan Republile Nomor 16, NegaraRepublile 6. Peraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2008 tentang Dewan —_Nasional Kawasan, Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas; 7. Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2016 tentang Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuban Bebas Batam; [BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEIAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM. 10. u + Peraturan Menteri Keuangan Nomor 148/PMK.05/2016 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebes Batam (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1473); Peraturan Ketua Dewan —-Kawasan. Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 1 Tahun 2014 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja’ Badan, Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Ketua Dewan, Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 1 Tahun 2015 tentang, Perubahan atas Peraturan Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Rebas Batam Nomor 1 Tahun 2014 tentang ‘Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam; Keputusan Menteri Koordinator Bidang, Perekonomian Selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 43 Tahun 2016 tentang Pemberhentian dan Penetapan dan. Pengangkatan Kepala, Wakil Kepala, dan Anggota Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam; Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan [BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BERAS BATAM Menetapkan. = Bebas Batam: 12, Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 5 Tahun 2015 tentang, Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unit Kerja Dibawah Anggota/Deputi di Lingkungan. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan 'Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam; 13, Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bobas Batam Nomor 11 Tahun 2016 tentang, Tata Cara Pembatalan Alokasi_ Lahan Dikarenakan Hal Tertentu dan Pengalokasian tas Lahan yang Dibatalkan; MEMUTUSKAN: PERATURAN KEPALA BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS = BATAM —‘TENTANG. PETUNJUK PELAKSANAAN JENIS DAN TARIF LAYANAN PADA KANTOR PENGELOLAAN LAHAN BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM. BABI KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang selanjutnya discbut Badan Pengusahaan Batam, adalah lembaga/instanst pemerintah “ [BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN HEBAS DAN PELABUHAN BEBAS HATAM 10, 6 pusat non struktural yang dibentuk oleh Dewan Kawasan Batam dengan tugas dan wewenang melaksanakan ppengelolaan, pengembangan serta pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, sesuai dengan fungsi-fungsi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuban Bebas, Kepala adalah Kepala Badan Pengusahaan Batam, Uang Wajib Tahunan yang selanjutnya disingkat UWT, adalah uang sewa tanah yang harus dibayarkan oleh ppenerima alokasi lahan kepada Badan Pengusahaan Batam Hak Atas Tanah adalah berupa hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, dan hak pengelolaan, Hak Pengelolaan, yang selanjutnya disingkat HPL, adalah Hak menguasai dari Negara yang kewenangan pelaksanaan sebagian dilimpahkan kepada pemegangnya dalam hal ini Badan Pengusahaan Batam dan diatas HPL dapat diterbitkan Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai. Perpanjangan Hak Atas Tanah adalah pemberian tambahan ‘waktu penggunean lahan yang telah diberikan selama 30 tahun kepada pemegang hak yang telah menyelesailcan kewajiban keuangan kepada Badan Pengusshaan Batam serta pada lokasi tersebut sudah dilakukan pembangunan fieile yang sempurna serta dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Pemohon adalah perorangan maupun badan hukum yang mengajukan permohonan alokasi lahan kepada Badan Pengusahaan Batam. Alokasi Lahan adalah penyerahan bagian-bagian dari tanah hak pengelolaanBadan Pengusahaan Batam kepada pihak ketiga yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan ‘yang berlaku, untuk dipergunakan dalam waktu tertentu ddan sesuai dengan peruntukan yang ditentukan. Pengukuran Lahan adalah kegiatan penentuan koordinat, bbatas dan Iuas Jahan yang ditandai dengan pemasangan patok di lahan yang diuleur Biaya Pengukuran adalah biaya atas jasa pengukuran Jahan yang diberikan oleh Badan Pengusahaan Batam yang ola rn 12, 13, 14, 15, 16 17 18, 19, \CUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN RERAS DAN PELABUHAN HEBAS BATAM - hharus dibayar oleh pihak ketiga. Formulir AT2 adalah formulir yang digunakan untuk mencatat hasil pengukuran lahan yang mencantumkan koordinat pengulkuran, Gambar Penctapan Lokasi, yang selanjutnya disingkat Gambar PL, adalah dokumen yang mencantumkan nama penerima alokasi, luas, peruntukan, batas wilayah pengembangan, titik koordinat serta catatan lain yang diperlukan yang diberikan kepada penerima alokasi. Pemecahan Gambar Penetapan Lokasi, yang selanjutnya isebut Pecah Gambar PL, adalah gambar pemisahan bbagian-bagian dari penetapan lokasi induk menjadi dua atau lebih gambar penetapan lokasi Penggabungan Gambar Penetapan Lokasi, yang selanjutnya disebut Gabung Gambar PL, adalah penggabungan gambar bbagian-bagian dari penetapan lokasi menjadi satu penetapan lokasi, Izin Peralihan Hak adalah pemberian persetujuan dari Badan Pengusahaan Batam kepada pihak ketiga selaku pemegang alokasi lahan untuk mengalihkan kewenangan penggunaan atas lahan yang diterima pihak ketiga dari Badan Pengusahaan Batam kepada pihak lain. Faktur adalah dokumen pernyataan tagihan yang harus dibayar oleh pihak ketiga kepada Badan Pengusahaan Batam sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Jaminan Pelaksanaan Pembangunan, yang selanjutnya disingkat JPP, adalah uang dalam jumlah tertentu yang harus disetorkan oleh pemohon kepada Badan Pengusahaan Batam sebagai jaminan akan. ilaksanekannya pembangunan hingga selesai_ dalam Jangka waktu yang telah diperjanjikan, Balik Nama Penerima Alokasi, adalah perubahan nama penerima alokasi lahan deri penerima alokasi lahan semula kepada penerima alokasi lahan yang baru didasarkan pada persetujuan peralihan hak atas tanah. ‘Surat Rekomendasi adalah persetujuan secara tertulis yang ditujukan kepada Badan Pertanahan Nasional guna [BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN FEBAS DAN PELABUHAN BEBAS HATAM “ penerbitan sertipiat atas tanah yang dimaksud dalam surat tersebut untuk jangka waktu sebagaimana diperjanjikan dalam Surat Perjanjian antara Badan Pengusahaan Batam dengan penerima alokasi lahan, 20. Lingkungan atau kawasan perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi eebsgai lingleungan tempat tinggal fatau Kingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. ‘Kawasan ini terdiri dari (1) Rusuna (Rumah Susun Sederhana) adalah Rumah Susun yang diperuntukkan bagi masyarakat, berpenghasilan menengah ke bawah menerima subsidi dari pemerintah dan luasnya tidak lebih dari 36 m2 per sunitnya. 2) Perumahan KSB adalah Rumah diatas Kavling Siap Bangun dengan luas tanah tidak lebih dari 60 m2. (3) Perumahan Sederhana adalah Rumah umum yang dibangun di atas tanah dengan luas tanah maksimal 72 m2. (4) Apartemen adalah tempat tinggal (Cerdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya) yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang beser dan mewah, dilengkapi dengan berbagai fasilitas (kolam renang, pusat kebugaran, tok, dan sebagainya). Harga jual per unit sd. 750 juta rrupiah atau luas lantai maksimal 70 m2 gross. Premium Apartemen adalah tempat tinggal (terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya) yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah, dilengkapi dengan berbagai fasilitas (kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan sebagainya). Harga jual per unit diatas 750 juta rrupiah atau Iuas lantai diatas 70 m2 gross 21, Kawasan peruntukan perdagangan dan jasa adalah kkawasan yang diperuntuklean untuk kegiatan perdagangan dan jasa, termasuk pergudangan, yang diharapkan mampu mendatangkan Kkeuntungan bagi pemiliknya dan 6 [BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEIAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM o ‘memberikan nilai tambah pada satu kawasan perkotaan. Kawasan ini terdiri dari (1) Toserba adalah bentuk toko yang menjual berbagai Jjenis barang secara eceran (2)Ruko / Rukan adalah bangunan bertingkat antara 2 hhingga 5 lantai, dimana lantai bawahnya digunakan untuk tempat berusaha, sementara lantai di atasnya dimanfaatkan untuk tempat tinggal. (@)Hotel (bintang 1 sd 5) dan adalah hotel yang berdasarkan ijin operasinya mendapatkan Kategori status bintang 3 yang dikeluarkan oleh (4) Mall adalah jenis dari pusat perbelanjaan dengan skala besar dan terintegrasi (6)Perkantoran strata tittle adalah perkantoran dengan kepemilikan bersama seeara horizontal maupun vertical tas bangunan, benda dan fasilitas pendukung lainnya. (6) Perkantoran non strata tittle adalah perkantoran yang