Anda di halaman 1dari 15
ADDENDUM KONTRAK PAYUNG Nomor: 65 Tahun 2015 ‘Atas Kontrak Payung Penyediaan Obat Nomor: 51 Tahun 2014 Sehubungan dengan Kontrak Payung Penyediaan Obat Nomor: 51 Tahun 2014, dan dalam rangka menjamin ketersediaan obat yang tercantum dalam e-Katalog Obat, perlu dilakukan addendum atas kontrak payung. ADDENDUM KONTRAK PAYUNG ini dibuat dan ditandatangani di Jakarta pada hari Rabu tanggal dua puluh delapan bulan Januari tahun dua ribu lima belas. Antara: 1. Ir. Agus Rahardjo, selaku Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang berkedudukan di SME Tower lantai 8 Jalan Jenderal Gatot ‘Soebroto Kav. 94 Jakarta, selanjutnya disebut “PIHAK PERTAMA”; dan 2. Iskandar Setiawan,VP Marketing Pharma, yang bertindak untuk dan atas PT. Galenium Pharmasia Laboratories, yang berkedudukan di JI. Kebayoran Lama No. 21, Jakarta, berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar No. 58 tanggal 6 Maret 2013, selanjutnya disebut “PIHAK KEDUA”. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA untuk selanjutnya secara bersama-sama disebut PARA PIHAK. Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA adalah PARA PIHAK dalam Kontrak Payung Penyediaan Obat Nomor: 51 Tahun 2014 (“Kontrak Payung”). Bahwa PARA PIHAK bersama-sama bermaksud mendokumenkan perubahan syarat- syarat dan ketentuan-ketentuan tertentu dari Kontrak Payung. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan pernyataan-pernyataan dan kesepakat-kesepakatan bersama yang terkandung dalam addendum Kontrak Payung ini, PARA PIHAK bersama-sama sepakat atas perubahan Kontrak Payung sebagai berikut: 1, Tethadap Kontrak Payung Penyediaan Obat yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 30 Juni 2015, PARA PIHAK sepakat untuk memperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2015. 2. Harga Satuan Obat tidak berubah sesuai dengan Kontrak Payung semula sepanjang nilai kurs tengah Bank Indonesia rupiah terhadap dolar mencapai rata-rata Rp13.500,00 dalam kurun waktu 1 (satu) bulan. 3. PIHAK KEDUA menyepakati komitmen untuk Penyedizan Obat tahun 2015 sebagaimana yang tercantum dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak addendum kontrak. Payung ini, PARA PIHAK bersama-sama sepakat atas perubahan Kontrak Payung sebagai berikut: 1. Terhadap Kontrak Payung Penyediaan Obat yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 30 Juni 2015, PARA PIHAK sepakat untuk memperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2015. 2. Harga Satuan Obat tidak berubah sesuai dengan Kontrak Payung semula sepanjang nilai kurs tengah Bank Indonesia rupiah terhadap dolar mencapai rata-rata Rp13.500,00 dalam kurun waktu 1 (satu) bulan. 3. PIHAK KEDUA menyepakati komitmen untuk Penyediaan Obat tahun 2015 sebagaimana yang tercantum dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak addendum kontrak. 4. Mengubah ketentuan angka 1 dalam naskah Kontrak Payung sehingga keseluruhan ketentuan angka 1 dalam naskah Kontrak Payung menjadi: 1. Harga dalam e-Katalog adalah harga satuan obat termasuk Pajak Pertambahani Nilai (PPN) sampai di Ibukota Kabupaten/Kota sebagaimana tersebut dalam Lampiran; 5. Mengubah ketentuan angka 5 dalam naskah Kontrak Payung mengenai Hak dan kewajiban timbal-balik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, sehingga keseluruhan ketentuan angka 5 dalam naskah Kontrak Payung mengenai Hak dan kewajiban timbal-balik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menjadi: 5. Hak dan kewajiban timbal-balik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya: a, PIHAK PERTAMA mempunyai hak dan kewajiban untuk: Hak 1) Menerima keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA. 2) Mendapatkan laporan/data yang diperlukan dalam —rangka monitoring evaluasi pengadaan obat melalui aplikasi_ pembelian secara elektronik (e-Purchasing); 3) Menghentikan penayangan produk PIHAK KEDUA pada e-Katalog, dalam hal PIHAK KEDUA dikenakan sanksi oleh pihak yang berwenang berupa penghentian/pelarangan produksi obat; 4) Menghentikan penayangan produk PIHAK KEDUA pada e-Katalog dalam hal PIHAK KEDUA telah memenuhi komitmen sesuai dengan kapasitas yang ditawarkan kecuali PIHAK KEDUA menyanggupi untuk melayani dan mengirimkan seluruh pesanan diluar komitmen; 5) Mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan SSUK. Kewaiiban 1) Memfasilitasi penayangan produk PIHAK KEDUA pada e-Katalog serta menyediakan aplikasi e-Purchasing; 2) Mempertimbangkan permintaan PIHAK KEDUA atas fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; 1k menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar- gambar, kecuali dengan ijn tertulis dari PIHAK KEDUA. 4) Meminimalisir terjadinya kendala operasional. Dalam hal kendala operasional tidak dapat dipungkiri terjadi, maka pemesanan manual tanpa e-Purchasing dilakukanberdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh PIHAK PERTAMA. 3) PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban untuk: Hak 1) Mendapat kesempatan untuk didampingi oleh penasehat hukum; 2) Mendapat kesempatan untuk membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 3) Mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kcntrak ini beserta semua fakta dan dan kondisi yang terkait; 4) Meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarane dan prasarana dari PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. Kewaiiban 1) Menanggapi pesanan melalui e-Purchasing paling lambat 7 (tujuh) hari kalender; 2) Melayani seluruh pesanan obat sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan transaksi melalui e-Purchasing sesuai dengan kapasitas yang didaftarkan; 3) Memastikan agar seluruh pesanan obat terkirim sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan transaksi melalui e-Purchasing sesuai dengan pesanan; 4) Memberikan penjelasan kepada pemesan dalam hal PIHAK KEDUA tidak dapat memenuhi pesanan; 5) Menjamin produk dan pelayanan purnajual sesuai dengan spesifikas|; 6) Mengganti produk obat yang berdasarkan hasil uji petik oleh Badan POM dinyatakan tidak layak; 7) Melaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam hal PIHAK KEDUA dikenakan sanksi oleh pihak yang berwenang —berupa penghentian/pelarangan produksi obat; 8) Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik setiap 3 (tiga) bulan paling lama setiap tanggal 5 (lima) pada bulan berjalan kepada PIHAK PERTAMA; 9) Melaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam hal PIHAK KEDUA telah memenuhi komitmen sesuai dengan kapasitas yang ditawarkan; 10)Membuat surat pernyataan dalam hal PIHAK KEDUA menyanggupi untuk melayani dan mengirimkan seluruh pesanan diluar komitmen untuk kemudian ditindaklanjuti dengan addendum Kontrak. 11)Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA; 12) Wajib melindungi PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh PIHAK KEDUA. 6. Menambahkan ketentuan pemberian Sanksi pada Syarat-Syarat Umum Kontrak, sehingga keseluruhan Syarat-Syarat Umum Kontrak sebagaimana tercantum pada Syarat-Syarat Umum Kontrak addendum kontrak. 7. Mengubah Ketentuan Syarat-Syarat Khusus Kontrak, sehingga keseluruhan Ketentuan Syarat-Syarat Khusus Kontrak sebagaimana tercantum pada Syarat- Syarat Khusus Kontrak addendum kontrak. Addendum Kontrak Payung ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap 2 (dua) asli, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan keseluruhannya adalah merupakan satu kesatuan dengan Kontrak Payung, DENGAN DEMIKIAN, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah bersepakat untuk menandatangani addendum Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik indonesia PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA jum SIA Agus Rahardjo Iskandar Setiawan Kepala LKpP VP Marketing Pharma PT. Galenium Pharmasia Laboratories 7) Melaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam hal PIHAK KEDUA dikenakan sanksi oleh pihak yang berwenang —_berupa penghentian/pelarangan produksi obat; 8) Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik setiap 3 (tiga) bulan paling lama setiap tanggal 5 (lima) pada bulan berjalan kepada PIHAK PERTAMA; 9) Melaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam hal PIHAK KEDUA telah ‘memenuhi komitmen sesuai dengan kapasitas yang ditawarkan; 10) Membuat surat pernyataan dalam hal PIHAK KEDUA menyanggupi untuk melayani dan mengirimkan seluruh pesanan diluar komitmen untuk kemudian ditindaklanjuti dengan addendum Kontrak. 11)Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA; 12) Wajib melindungi PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh PIHAK KEDUA. 6. Menambahkan ketentuan pemberian Sanksi pada Syarat-Syarat_ Umum Kontrak, sehingga keseluruhan Syarat-Syarat Umum Kontrak sebagaimana tercantum pada Syarat-Syarat Umum Kontrak addendum kontrak. 7. Mengubah Ketentuan Syarat-Syarat Khusus Kontrak, sehingga keseluruhan Ketentuan Syarat-Syarat Khusus Kontrak sebagaimana tercantum pada Syarat- Syarat Khusus Kontrak addendum kontrak. Addendum Kontrak Payung ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap 2 (dua) asii, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan keseluruhannya adalah merupakan satu kesatuan dengan Kontrak Payung DENGAN DEMIKIAN, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah bersepakat untuk menandatangani addendum Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA Agushahardia Iskandar Setiawan Kepala LKPP “*” vP Marketing Pharma PT. Galenium Pharmasia Laboratories SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. KETENTUAN UMUM 1. Definisi 2. Penerapan 3. Bahasa dan Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1a 12 13 14 15 16 17 Katalog elektronik atau e-Katalog adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga. PIHAK PERTAMA adalah Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dalam hal ini mewakili Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan perikatan kontrak payung penyediaan obat. PIHAK KEDUA adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan obat. Kontrak Payung yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA beserta_seluruh addendumnya dan mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak. Pembeli adalah Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/institusi atau pihak lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya kontrak ini terhitung —sejak —_tanggal penandatanganan kontrak. SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan pekerjaan Penyediaan Obat ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Kontrak. 34 Bahasa kontrak dalam Bahasa Indonesia ea Hukum 32 4. Larangan 4a Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 42 43 4a 5. Korespondensi 5.1 52 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan etika_- pengadaan _barang/jasa pemerintah, para pihak dilarang untuk: a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini. PIHAK KEDUA menjamin bahwa yang bersangkutan tidak akan melakukan tindakan yang dilarang diatas. PIHAK KEDUA yang menurut penilaian PIHAK PERTAMA terbukti melakukan larangan-larangan diatas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif sebagai berikut: a. Pemutusan Kontrak; b.Sanksi denda sebagaimana diatur dalam SSUK; dan/atau c. dimasukkan dalam daftar hitam. PIHAK PERTAMA yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSK. Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan, secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e-mail, dan/atau faksimili yang ditujukan ke alamat wo 6. Wakil Sah Para Pihak PERUBAHAN, KONTRAK, SERTA SANKSI yang tercantum dalam SSKK. Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA hanya dapat kkukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk PIHAK KEDUA perseorangan, PIHAK KEDUA tidak boleh diwakilkan. KEADAAN KAHAR, PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN B.1 Perubahan Kontrak 7. Perubahan Kontrak B.2 Keadaan Kahar Keadaan Kahar 71 72 73 82 83 Kontrak hanya dapat diubah melalui addendum kontrak berdasarkan kesepakatan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. Perubahan kontrak dilakukan apabila_terjadi perubahan masa berlaku kontrak atau perubahan naskah kontrak. Perubahan kontrak tidak diperlukan dalam hal perubahan terkait harga satuan, spesifikasi, dan penambahan/pengurangan produk. Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat _diperkirakan. sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka PIHAK KEDUA memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir. oo B.3 Penghenti 9. Penghentian Kontrak 10. Pemutusan Kontrak 11. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK PERTAMA, 12. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK KEDUA dan Pemutusan Kontrak Penghentian kontrak dilakukan apabila masa berlaku kontrak telah berakhir atau terjadi keadaan kahar. Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak PIHAK PERTAMA atau pihak PIHAK KEDUA. qa 112 12.1 12.2 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PIHAK PERTAMA, dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada PIHAK KEDUA setelah terjadinya hal- hal sebagai berikut: a. PIHAK —KEDUA alai/cidera_janji_ dalam. melaksanakan —kewajibannya dan _ tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; b, PIHAK KEDUA berada dalam keadaan pailit; ©. PIHAK KEDUA terbukti_melakukan KN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau d. Pengaduan tentang penyimpangan_prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA memasukkan PIHAK KEDUA dalam Daftar Hitam, PIHAK KEDUA dapat memutuskan Kontrak apabila PIHAK PERTAMA gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan. Dalam hal ini pemutusan Kontrak dilakukan sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah PIHAK KEDUA menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan Kontrak secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA. Kejadian sebagaimana dimaksud angka 12.1 adalah: a. akibat keadaan kahar sehingga PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; b. PIHAK PERTAMA gagal mematuhi keputusan a B.4 Sanksi 13. Pemberian Sanksi 13.1 13.2 akhir penyelesaian perselisihan. PIHAK PERTAMA dapat memberikan sanksi kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDUA tidak melakukan kewajiban sebagaimana_tercantum dalam Kontrak/Addendum Kontrak Sanksi sebagaimana tersebut dalam klausul 13.1 ‘meliputi a. Peringatan tertulis dalam hal PIHAK KEDUA: 1) Tidak memberikan penjelasan kepada pemesan dalam hal PIHAK KEDUA tidak dapat memenuhi pesanan; 2) Tidak menjamin produk dan pelayanan purnajual sesuai dengan spesifikas|; 3) Tidak melaporkan pelaksanaan_ pekerjaan secara periodik setiap 3 (tiga) bulan paling lama setiap tanggal 5 (lima) pada bulan berjalan kepada PIHAK PERTAMA; 4) Tidak melaporkan kepada PIHAK PERTAMA. dalam hal PIHAK KEDUA telah memenuhi komitmen sesuai dengan kapasitas yang ditawarkan; 5) Tidak memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA; b. Penghentian penayangan sementara dalam hal PIHAK KEDUA: 1), Mengabaikan peringatan tertulis sebagaimana diatur dalam huruf a 2) Belum mengganti produk obat yang berdasarkan hasil uji petik oleh Badan POM dinyatakan tidak layak; 3) Tidak melaporkan kepada PIHAK PERTAMA dalam hal PIHAK KEDUA dikenakan sanksi oleh pihak yang berwenang berupa penghentian/pelarangan produksi obat; ¢.Pengenaan denda sebesar lima kali lipat (500%) dan disetor ke kas Negara dalam hal PIHAK KEDUA: 1) Tidak menanggapi pesanan melalui e- C. PENGAWASAN MUTU Purchasing sebanyak 3 (tiga) kali berturut- turut; 2) Tidak melayani seluruh atau sebagian pesanan obat sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan transaksi melalui e- Purchasing sesuai dengan kapasitas yang jidaftarkan; 3) Tidak mengirimkan seluruh atau sebagian pesanan obat sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan_transaks)_ melalui Purchasing sesuai dengan pesanan. Pemutusan kontrak sebagaimana diatur dalam ktausul 11. 14, Pengawasan dan PIHAK PERTAMA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan_pekerjaan_ yang Pemeriksaan ilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. Apabila diperlukan, PIHAK PERTAMA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA. D. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 15. Penyelesaian Perselisihan 15.1 15.2 Para Pihak sepakat bahwa setiap perselisihan yang timbul karena perbedaan penafsiran dan atau pelaksanaan Perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat oleh Para Pihak. Setiap perbedaan penafsiran yang timbul Wajib diberitahukan secara tertulis oleh salah satu Pihak kepada Pihak lainnya untuk kemudian dicarikan penyelesaian yang baik berdasarkan data dan fakta yang dimiliki oleh Para Pihak. Jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender tidak didapat penyelesaian secara musyawarah untuk ‘mencapai mufakat, maka penyelesaian perselisihan tersebut dapat dilakukan melalui a. Arbitrase, b. Alternatif penyelesaian sengketa, atau c. Pengadilan sesuai ketentuan _perundang- undangan. wa 10 16. Itikad Baik 16.1 Para pihak bertindak berdasarkan sas. saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. 16.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjokan kepentingan masing-masing pihak. 16.3 Apabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. ao cv SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. Korespondensi B. Tanggal_Berlaku Kontrak Payung C. Harga Kontrak D. Komitmen Nasional E, Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan F. Distributor Alamat Para Pihak sebagai berikut: PIHAK PERTAMA: Nama: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Alamat : SME Tower Lantai 8, Jalan Jenderal Gatot Soebroto Kav. 94 Jakarta Telepon : (021) 7991025 Website: http://www. Ikpp.go.id Faksimili : (021) 7991125 PIHAK KEDUA: Nama: PT. Galenium Pharmasia Alamat —: JI. Kebayoran Lama No. 21, Jakarta Telepon : (021) 7228601 Website : http://www.galenium.com Faksimili : (021) 7257803) e-mail: ksetiawan@galenium.com e.trinanda@galenium.com windu.s@galenium.com Kontrak berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 Harga dalam kontrak = merupakan acuan untuk penandatanganan Perjanjian Pembelian sampai dengan tanggal 31 Desember 2015. PIHAK KEDUA bersedia menyediakan obat untuk masing- ‘masing jenis obat sebagaimana terlampir PIHAK KEOUA wajib menyediakan obat sesuai dengan jangka waktu berdasarkan perjanjian pembelian yang dilaksanakan dengan satker pembeli. 1. PIHAK KEDUA dapat melakukan distribusi sendiri atau dapat menunjuk distributor untuk — melakukan perikatan, pengiriman barang, dan menerima pembayaran. 2. Apabila PIHAK KEDUA menunjuk distributor, maka identitas distributor tersebut ditayangkan pada 12 G. Pengiriman H. Penyelesaian barang Perselisihan Pembayaran Sanksi Katalog. 3. PIHAK KEDUA menunjuk satu distributor untuk satu jenis obat dalam satu pro 4. Setiap wanprestasi yang dilakukan oleh distributor dan dapat dibuktikan oleh PIHAK PERTAMA dan/atau satker pembeli, menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. Dalam pelaksanaan perjanjian pembelian dengan Pembeli, PIHAK KEDUA menunjuk distributor atau perwakilan PIHAK KEDUA (bila PIHAK KEDUA mendistribusikan sendiri) untuk melakukan distribusi sampai dengan serah terima barang. Jika perselisihan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara. musyawarah, mediasi, konsiliasi, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA untuk memilih Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai lembaga_penyelesaian sengketa, Sanksi yang dikenakan kepada PIHAK KEDUA dibayarkan ke Kas Negara sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku. 13 Lampiran Addendum Kontrak Payung Nomor Tanggal 51 Tahun 2014 29 Januari 2015 KOMITMEN NASIONAL PENYEDIAAN OBAT TAHUN 2015, Nama Industri Farmasi = FT. Galenium Pharmasia Laboratories Komitmen No Nama Gener Nama Dagang | RKONasional | athe) 1 | Kombinasi suspense-Parafin | Laxadine Emulsi aes notftalein 60 ml : im 5% Scabimite 8.3 7505 Cream 10 | 3. | Urea krim 10% ‘Sof U Derm 75368 75369 PT. Galenium Pharmasia Laboratories 14 “jopateniun RMASIA Iskandar Setiowan VP Marketing Pharma