Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah

Penelitian ini menganalisis isu mengenai pengaruh proporsi kepemilikan saham terhadap kinerja dan nilai perusahaan
Penelitian
ini
menganalisis
isu
mengenai
pengaruh
proporsi
kepemilikan saham terhadap kinerja dan nilai perusahaan pada emiten
perbankan. Analisis terhadap isu ini penting karena pentingnya hubungan
antara pemilik dengan manajemen suatu bank maka perlu dilihat lebih
mendalam lagi bagaimana hubungan tersebut apabila pemilik bank tersebut
beragam jenis dan latar belakangnya. Dengan kepemilikan bank yang cukup
beragam jenisnya baik itu pemerintah maupun asing, perlu dilihat lebih jauh
lagi pengaruhnya terhadap kinerja masing-masing bank (Hadad dkk, 2003).
Keterlibatan asing dalam sistem perbankan di Indonesia sudah ada
sejak awal. Pada mulanya kehadiran bank asing di Indonesia hanyalah dalam
bentuk kantor cabang. Keikutsertaan pihak asing dalam perbankan nasional
menjadi lebih besar dengan diperkenalkannya bank campuran oleh paket
kebijakan Oktober 1988 (PAKTO 1988). Beberapa bank yang dahulunya
bank nasional yang berbadan hukum Indonesia sekarang bahkan sudah
dimiliki asing secara mayoritas. Fenomena dominannya kepemilikan bank

asing ini memberi implikasi positif dalam industri perbankan di Indonesia.

Hadirnya asing diharapkan dapat memperbaiki bank dari sisi efisiensi dan

tata kelola sehingga meningkatkan stabilitas dan daya saing perbankan

nasional (Putri, 2009).

2

Penerapan good corporate governance (GCG) merupakan usaha

untuk

meningkatkan

kepercayaan

terhadap

dunia

perbankan

Indonesia.

Pelaksanaan

GCG

sangat

diperlukan

untuk

membangun

kepercayaan

masyarakat dan dunia internasional sebagai syarat mutlak bagi dunia perbankan untuk berkembang dengan baik dan
masyarakat
dan
dunia
internasional
sebagai
syarat
mutlak
bagi
dunia
perbankan untuk berkembang dengan baik dan sehat. Selain itu, sumber
daya yang dimiliki oleh stakeholder harus dialokasikan secara efektif untuk
meningkatkan efisiensi dan kompetisi perusahaan dalam jangka panjang.
Alokasi
yang
efektif
dapat
dilakukan
dengan
cara
memelihara
dan
mengoptimalkan
kerjasama
para
stakeholder
dengan
perusahaan.
Hal
tersebut dapat tercapai dengan penerapan corporate governance dalam
pengelolaan
perusahaan
yaitu
dengan
adanya
jaminan dari
perusahaan
tentang perlindungan kepentingan para pemangku kepentingan tersebut.
Salah
satu
prinsip
corporate
governance
menekankan
perlunya
persamaan perlakuan kepada seluruh pemegang saham termasuk pemegang
saham minoritas dan pemegang saham asing. Pada praktiknya pemegang
saham utama perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk
memberikan
pengaruhnya
dalam
kegiatan
operasional
perusahaan.
Berdasarkan praktik ini, seringkali transaksi yang terjadi hanya memberikan
manfaat kepada pemegang saham utama. Dikarenakan adanya kemungkinan

terjadi usaha-usaha yang dapat merugikan kepentingan investor, baik lokal

maupun asing, maka prinsip good corporate governance menyatakan bahwa

untuk melindungi investor, perlu suatu informasi yang jelas mengenai hak

dari pemegang saham.

3

Penelitian

terkait

dengan

struktur

kepemilikan

dan

kinerja

perusahaan telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Choi dan Hasan (2005)

melakukan

penelitian

yang

menguji

tentang

pengaruh

kepemilikan,

governance, dan kinerja bank pada industri perbankan di Korea tahun 1998 sampai 2002. Penelitian tersebut
governance, dan kinerja bank pada industri perbankan di Korea tahun 1998
sampai 2002. Penelitian tersebut memeriksa apakah peningkatan investor
asing dalam struktur kepemilikan memiliki pengaruh terhadap kinerja bank.
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang positif
antara variabel kepemilikan asing dengan kinerja bank yang diukur dengan
menggunakan return dan risiko. Penelitian tersebut juga menunjukkan
bahwa kehadiran anggota direksi asing dalam perusahaan menunjukkan
return yang lebih baik dan risiko yang rendah pada perusahaan.
Shen et al. (2006) melakukan studi mengenai struktur kepemilikan
dan nilai perusahaan pada industri keuangan di Taiwan dengan sampel
sebanyak 67 perusahaan. Studi tersebut menggunakan analisis regresi untuk
menguji hubungan antara struktur kepemilikan, nilai perusahaan dan faktor
yang menentukan nilai perusahaan. Hasil studi menghasilkan beberapa
kesimpulan antara lain analisis regresi dari struktur kepemilikan dan nilai
buku per saham menunjukkan hubungan positif dengan rasio kepemilikan
dari jajaran direksi dan supervisor, yang mengindikasikan bahwa ketika

controlling shareholders mengoperasikan perusahaan akan menghasilkan

pengaruh positif. Hasil analisis penelitian tersebut menunjukkan variabel

yang membentuk nilai perusahaan adalah net present value per stock, harga

saham, dan nilai buku per rasio saham (book value per stock ratio). Hasil

4

penelitian Shen et al. (2006) juga menunjukkan bahwa rasio kepemilikan

memiliki hubungan yang positif dengan nilai perusahaan.

Chahine

(2007)

meneliti

pengaruh

corporate

governance

dan

perbedaan aktivitas yang dilakukan oleh commercial bank. Kesimpulan penelitian ini mengindikasikan adanya pengaruh
perbedaan aktivitas yang dilakukan oleh commercial bank. Kesimpulan
penelitian ini mengindikasikan adanya pengaruh corporate governance dan
karakteristik industri perbankan menentukan tingkat kinerja suatu bank.
Pengujian dalam penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan model
regresi berganda. Hasil pengujian membuktikan bahwa kepemilikan saham
asing
berkaitan
positif
dengan
penilaian
pasar
yang
diukur
dengan
menggunakan price earnings ratio dan price book value ratio.
Penelitian Belkhir (2005) tentang struktur kepemilikan dan kinerja
perusahaan
memberikan
hasil
bahwa
struktur
kepemilikan
memiliki
hubungan yang positif dengan kinerja perusahaan. Sedangkan Barth, et al.
(2002) menyimpulkan bahwa tidak terdapat keterkaitan antara struktur
kepemilikan bank dengan kinerjanya. Hadad, dkk (2003) melakukan kajian
mengenai struktur kepemilikan bank di Indonesia dengan menggunakan data
empiris
dari
131
bank
yang
ada
di
Indonesia.
Kajian
tersebut
juga
memberikan kesimpulan bahwa kinerja bank tidak memiliki kaitan erat
dengan siapa pemiliknya.

Sujoko dan Soebiantoro (2007) meneliti tentang pengaruh struktur

kepemilikan perusahaan, leverage, faktor intern dan faktor ekstern terhadap

nilai perusahaan menunjukkan bahwa struktur kepemilikan, faktor intern,

faktor ekstern, dan leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

5

Peneliti

menggunakan

mekanisme

good

corporate

governance

sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini karena mekanisme good

corporate

governance

diduga

ikut

memperkuat

atau

memperlemah

hubungan antara proporsi kepemilikan saham dengan kinerja dan nilai perusahaan. Hal ini terkait dengan tujuan
hubungan antara proporsi kepemilikan saham dengan kinerja dan nilai
perusahaan. Hal ini terkait dengan tujuan dari penerapan GCG adalah untuk
meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan sehingga menghasilkan kinerja
perusahaan yang lebih baik, efektif dan efisien, dengan kata lain, penerapan
good corporate governance juga merupakan usaha untuk meningkatkan
kepercayaan publik terhadap dunia perbankan Indonesia.
Beberapa penelitian terkait pengaruh mekanisme good corporate
governance terhadap kinerja dan nilai perusahaan antara lain dilakukan oleh
Pranata (2007) melakukan pengujian tentang pengaruh penerapan corporate
governance terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan sample perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Jakarta pada periode 2002 sampai dengan tahun 2005. Hasil dari pengujian
tersebut menunjukkan bahwa penerapan corporate governance berpengaruh
positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian Trinanda (2010)
mengenai
pengaruh
penerapan
corporate
governance
terhadap
kinerja
keuangan perusahaan yang termasuk dalam sektor perbankan menunjukkan

corporate

governance

berpengaruh

positif

terhadap

kinerja

perbankan,

artinya penerapan corporate governance yang baik akan mengakibatkan

kinerja keuangan juga menjadi baik sehingga dapat menjadikan perusahaan

tersebut menjadi perusahaan yang sehat.

6

Faqi,

dkk

(2012)

melakukan

penelitian

mengenai

pengaruh

mekanisme

good

corporate

governance

terhadap

nilai

perusahaan,

penelitian tersebut menunjukkan bahwa variabel yang digunakan untuk

mengukur mekanisme GCG berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Santoso (2012) melakukan penelitian terkait
mengukur mekanisme GCG berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Santoso (2012) melakukan penelitian terkait pengaruh corporate
governance
terhadap
kinerja
bank
merger.
Hasil
penelitian
tersebut
memberikan
kesimpulan
bahwa
ukuran
atau
jumlah
dewan
komisaris
berpengaruh
positif
signifikan
terhadap
kinerja
perusahaan,
sedangkan
proporsi
komite
audit
independen
berpengaruh
positif
meskipun
tidak
signifikan terhadap kinerja bank. Penelitian lain dilakukan oleh Susanti, dkk
(2010) mengenai pengaruh mekanisme corporate governance terhadap nilai
perusahaan.
Hasil
penelitian
tersebut
memberikan
kesimpulan
bahwa
keberadaan komite audit tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan,
sedangkan
kepemilikan
manajerial
dan
kepemilikan
institusional
berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Alasan
peneliti
menggunakan
sampel
emiten
perbankan
pada
penelitian
ini
adalah
karena
berdasarkan
pertimbangan
bahwa
industri
perbankan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
Perbankan berperan sebagai lembaga intermediasi antara pihak-pihak yang

memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana, oleh

karenanya diperlukan bank dengan kinerja yang sehat, sehingga fungsi

intermediasi dapat berjalan lancar (Febryani dan Zulfadin, 2003).

7

Dari penjelasan tersebut maka peneliti mengambil judul “Pengaruh

Proporsi Kepemilikan Saham terhadap Kinerja dan Nilai Perusahaan

dengan

Mekanisme

Good

Corporate

Governance

sebagai

Variabel

Pemoderasi: Studi Empiris pada Emiten Perbankan.” 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka
Pemoderasi: Studi Empiris pada Emiten Perbankan.”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pengaruh proporsi kepemilikan saham asing dan nasional
terhadap kinerja perusahaan?
2. pengaruh
Apakah
proporsi
kepemilikan
saham
asing
dan
nasional
terhadap
kinerja
perusahaan
diperkuat
dengan
mekanisme
Good
Corporate Governance yang diukur dengan kepemilikan manajerial,
komite audit independen, ukuran dewan komisaris, dan ukuran dewan
direksi.
3. Bagaimana pengaruh proporsi kepemilikan saham asing dan nasional
terhadap nilai perusahaan?
4. Apakah
pengaruh
proporsi
kepemilikan
saham
asing
dan
nasional
terhadap nilai perusahaan diperkuat dengan mekanisme Good Corporate

Governance yang diukur dengan kepemilikan manajerial, komite audit

independen, ukuran dewan komisaris, dan ukuran dewan direksi.

8

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan

latar

belakang

dan

rumusan

masalah

yang

telah

dipaparkan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk menguji pengaruh proporsi kepemilikan saham asing dan nasional terhadap kinerja perusahaan. 2. Untuk
1. Untuk menguji pengaruh proporsi kepemilikan saham asing dan nasional
terhadap kinerja perusahaan.
2. Untuk
menguji
pengaruh
mekanisme
Good
Corporate
Governance
terhadap
hubungan
antara
proporsi
kepemilikan
saham
asing
dan
nasional dengan kinerja perusahaan.
3. Untuk menguji pengaruh proporsi kepemilikan saham asing dan nasional
terhadap nilai perusahaan.
4. Untuk
menguji
pengaruh
mekanisme
Good
Corporate
Governance
terhadap
hubungan
antara
proporsi
kepemilikan
saham
asing
dan
nasional dengan nilai perusahaan.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
Secara teoritis, penelitian ini diharapkan mampu memberikan
bukti empiris mengenai pengaruh proporsi kepemilikan saham asing
dan nasional terhadap kinerja dan nilai perusahaan. Selain itu, secara
teoritis
dapat
memberikan
kontribusi
dalam
menambah
atau

melengkapi literatur sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan

empiris dalam penelitian selanjutnya.

1.4.2 Manfaat Kebijakan

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sebagai

9

salah satu alternatif dalam menetapkan suatu kebijakan yang berkaitan

dengan proporsi kepemilikan saham asing dan nasional dalam suatu

perusahaan, khususnya pada emiten perbankan.

1.4.3 Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap praktik akuntansi yang terus
1.4.3 Manfaat Praktis
Penelitian
ini
diharapkan
mampu
memberikan
kontribusi
terhadap praktik akuntansi yang terus berkembang terkait dengan
pengaruh proporsi kepemilikan saham asing dan nasional terhadap
kinerja dan nilai perusahaan khususnya pada emiten perbankan.
1.5 Kerangka Pikir
Kinerja merupakan
hal
penting
yang harus dicapai
oleh setiap
perusahaan
di
manapun,
karena
kinerja
merupakan
cerminan
dari
kemampuan
perusahaan
dalam
mengelola
dan
mengalokasikan
sumber
dayanya. Selain itu tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi
karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar
perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan
hasil yang diharapkan (Febryani dan Zulfadin, 2003).
Berdasarkan gambar di bawah ini, dapat dilihat bahwa proporsi
kepemilikan saham merupakan variabel independen, sedangkan variabel

dependen

dalam

penelitian

ini

adalah

kinerja

perusahaan

dan

nilai

perusahaan. Mekanisme Good Corporate Governance digunakan sebagai

variabel moderasi dalam penelitian ini.

10

Gambar 1.1

Pengaruh Proporsi Kepemilikan Saham terhadap Kinerja dan Nilai

Perusahaan dengan Mekanisme Corporate Governance sebagai Variabel

Pemoderasi: Studi Empiris pada Emiten Perbankan. Laporan Tahunan Emiten Perbankan yang Terdaftar di BEI Proporsi
Pemoderasi: Studi Empiris pada Emiten Perbankan.
Laporan Tahunan
Emiten Perbankan yang
Terdaftar di BEI
Proporsi Kepemilikan Saham
Variabel Independen
Kepemilikan manajerial,
komite audit independen,
ukuran dewan komisaris,
ukuran dewan direksi
Variabel Moderasi
H 2a
H 1a
H 1b , H 1c , H 1d , H 1e
H 2b , H 2c , H 2d , H 2e
Kinerja Perusahaan (PER)
Nilai Perusahaan (PBVR)
Variabel Dependen
Variabel Dependen

11

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang digunakan dalam penelitian ini dibagi

dalam lima bab, yaitu:

Bab I PENDAHULUAN Bab ini merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan
Bab I
PENDAHULUAN
Bab
ini
merupakan
pendahuluan
yang
berisi
latar
belakang,
perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka pikir
penelitian, dan sistematika penulisan dalam penelitian ini.
Bab II
LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Bab
ini
menguraikan
berbagai
teori,
konsep,
dan
penelitian
sebelumnya yang relevan untuk mendukung penelitian sampai
dengan hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini.
Bab III
METODE PENELITIAN
Bab ini merupakan metode penelitian yang berisi mengenai sumber
dan jenis data yang akan digunakan, gambaran umum proyek
penelitian, definisi dan pengukuran variabel yang diperlukan dalam
penelitian ini, dan metode analisis data.
Bab IV
HASIL DAN ANALISIS
Bab
ini
berisi
tentang
hasil
dan
analisis
data
yang
akan
menguraikan
berbagai
perhitungan
yang
diperlukan
untuk

menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini.

Bab V

PENUTUP

Merupakan kesimpulan, keterbatasan, dan implikasi dari analisis

yang telah dilakukan pada bagian-bagian sebelumnya.