Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian


Rancangan penelitian adalah hasil akhir dari suatu tahap keputusan yang
dibuat oleh peneliti berhubungan dengan bagaimana suatu penelitian yang bisa
diterapkan ( Nursalam, 2009). Penelitian ini bersifat deskriptif analitik merupakan
metode yang bertujuan mendeskrifsikan atau memberikan gambaran terhadap
suatu obyek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang telah terkumpul
dan membuat kesimpulan yang berlaku umum ( Sogiyono, 2009).
Rancangan penelitian ini juga menggunakan metode korelasi dengan
pendekatan cross sectional dimana peneliti melakukan observasi atau pengukuran
variabel pada satu saat tertentu ( Sastroasmoro, 2011).

3.2 Kerangka Pemikiran


Variabel bebas Variabel terikat

Tingkat pengetahuan Pencegahan penyakit


pasien gastritis

Gambar 3.1 Kerangka Penelitian

3.3 Variabel Penelitian


Variabel adalah karakteristik yang melekat pada populasi, bervariasi
antara satu orang dengan yang lainnya dan diteliti dalam suatu penelitian ( Darma,
2012).
3.3.1 Variabel Independent (bebas) adalah faktor yang mempengaruhi variabel
lain atau variabel dependent yang terdapat dalam penelitian. Variabel
bebas pada peneliti ini adalah tingkat pengetahuan pasien.

39
40

3.3.2 Variabel Dependent (terikat) adalah variabel yang tergantung atau


dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel terikat pada penelitian ini
adalah pencegahan penyakit gastritis.

3.4 Definisi Operasional


Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu
variabel dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun
memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut
( Darma, 2012). Definisi operasional dapat dijelaskan sebagai beikut:
Tabel 3.1 Definisi Operasional
No. Variabel Definisi Alat ukur Hasil ukur Skal
operasional a
ukur
1. Tingkat Segala sesuatu kuesioner 1= baik jika Ordi
pengetahu yang penderita mendapat nal
an pasien ketahui tentang nilai 45-60
2= kurang
gastritis meliputi:
jika mendapat
1. Pengertian
nilai 32
gastritis
2. Penyebab
Gastritis
3. Faktor-
Faktor Yang
Mempengar
uhi Gastritis
4. Penanganan
Awal Pada
penyakit
Gastritis
41

2. Pencegaha Menjaga kondisi kuesioner skor : Ordi


17-24 pola
n gastritis kesehatan agar nal
makan baik
terhindar dari
12-16 pola
penyakit
makan kurang
pencernaan
baik
melalui jenis, 0-12: pola
jumlah dan makan buruk
frekuensi
makanan
3.5 Populasi dan Sampel
3.5.1 Populasi
Menurut Sastroasmoro (2011), sekelompok subyek dengan karakteristik
tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menderita penyakit
gastritis di BLUD yaitu 163 pasien.
3.5.2 Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang di teliti (Arikunto,
2006).
a. Jumlah sampel
Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa profesi ners Stikes
Rajawali Bandung yang berjumlah sesuai dengan perhitungan sampel. Besar
sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus Slovin (Riduwan, 2009):
N
n=
1+ N d 2
Keterangan:
n : Ukuran sampel
N: Populasi
d: Tingkat kesalahan 10%= 0,1
Dari rumus pengambilan sampel di atas, maka sampel minimal penelitian
ini adalah:
163
n= 2
1+163. 0,1
42

n = 61,9 dibulatkan menjadi 62 responden. Dalam penelitian ini


sampel yang diambil 62 responden.
b. Teknik sampling
Teknik sampling pada penelitian ini adalah dilakukan dengan
menggunakan teknik total sampling. Dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:
a) Krteria inklusi
Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi
oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel
( Notoatmodjo, 2010). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
(a) Pasien yang menderita penyakit gastritis.
(b) Pasien yang menderita gastritis > 1 tahun.
(c) Pasien yang bersedia menjadi responden.
b) Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi adalah keadaan yang menyebabkan subyek
yang memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikutsertakan dalam
penelitian ( Nursalam, 2008). Kriteria eksklusi dalam penelitian ini
yaitu :
(a) Pasien yang menderita gastritis kronis <1 tahun.
(b) Pasien yang tidak bersedia menjadi responden.
3.6 Tehnik Pengumpulan Data dan Prosedur Penelitian
3.6.1 Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan suatu proses pendekatan kepada
subyek dan proses pengumpulan karakteristik subyek yang diperlukan dalam
suatu penelitian ( Nursalam, 2009). Pengumpulan data dilakukan dengan cara
memberikan kuesioner kepada 62 pasien.
3.6.2 Instrumen Penelitian
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner
yang terdiri dari pertanyaan mengenai motivasi belajar dan tingkat kecemasan
mahasiswa Profesi Ners Stikes Rajawali Bandung dengan 30 pertanyaan tentang
motivasi dan 10 pertanyaan untuk tingkat kecemasan.
43

3.6.3 Uji Validitas Dan Reabilitas Instrumen Penelitian


Instrumen atau alat pengukuran data menggunakan kuesioner yang
digunakan harus memenuhi dua syarat yaitu valid dan reliabel. Untuk memenuhi
syarat tersebut maka intrumen harus diuji coba dengan cara:
a. Uji validitas
Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu benar-
benar mengukur apa yang diukur. Untuk mengetahui apakah
kuesioner yang kita susun tersebut mampu mengukur apa yang
hendak kita ukur, maka perlu diuji dengan uji kolerasi. Alat ukur
yang akan diuji validitas adalah motivasi belajar sebanyak 30
pertanyaan. Teknik korelasi yang dipakai adalah teknik korelasi
product moment.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah kemampuan kuesioner untuk mengukur secara
tepat. Pengujian reliabilitas instrument penelitian ini menggunakan
teknik alpha cronbach. Kuesioner dapat dikatakan reliabilitas tinggi
jika nilai alpha cronbach > 0,6 artinya reliabel tetapi jika nilai
alpha cronbach < 0,6 artinya tidak reliabel.
3.6.4 Prodesur Penelitian
a. Persiapan penelitian
a) Merumuskan masalah.
b) Mengajukan judul penelitian berdasarkan permasalahan yang
terjadi di lapangan kepada pembimbing.
c) Memilih lahan penelitian sesuai masalah yang akan diteliti.
d) Mengurus perizinan kepada institusi terkait untuk melaksanakan
studi pendahuluan.
e) Melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan data yang
diperlukan sebagai sumber penelitian pada Agustus 2015.
f) Merumuskan masalah yang terjadi berdasarkan hasil
wawancara.
44

g) Menentukan variabel dan sumber data untuk menentukan


variabel apa saja yang akan diteliti yang menjadi sumber
masalah.
h) Menyusun proposal.
b. Tahap pelaksanaan
a) Mendapatkan izin dari Kesbag, Dinkes untuk melakukan
penelitian.
b) Penjelasan maksud penelitian pada responden serta memperoleh
inform concent dari responden.
c) Menyebarkan kuesioner pada pasien yang merupakan sasaran
penelitian.
d) Mengumpulkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden.
e) Pengolahan data, analisis data dengan menggunakan program
SPSS.
c. Tahan akhir
a) Penyusunan laporan akhir.
b) Sidang atau presentasi hasil penelitian.
c) Pendokumentasian hasil penelitian.
3.7 Pengolahan dan Analisa Data
3.7.1 Pengolahan Data
Menurut ( Nursalam, 2009) tehnik pengolahan data dilakukan melalui
suatu proses dengan tahapan, adapun tahapan tersebut adalah :
a. Editing
Kegiatan dengan pengecekkan isian formulir atau kuesioner
yang telah diisi oleh responden berkaitan dengan kemungkinan
adanya kesalahan dan melihat kelengkapan, kejelasan dan
konsistensi jawaban.
b. Coding yaitu pengolahan data dengan cara memberi kode pada
setiap jawaban dari responden.
c. Tranfering yaitu tahap untuk memindahkan data kedalam tabel
pengolahan data.
45

d. Tabulating yaitu memasukkan data yang telah diperoleh


kedalam tabel.
e. Cleaning yaitu apabila semua data dari setiap sumber data atau
responden selesai dimasukkan, perlu dicek kembali untuk
melihat kemungkinankemungkinan dan kesalahan-kesalahan
kode, ketidaklengkapan dan sebagainya, kemudian dilakukan
pembetulan atau koneksi. Proses ini disebut pembersihan data
(data cleaning).
3.7.2 Analisa Data
Analisa data dilakukan dengan komputer menggunakan program
komputer, analisi data dilakukan secara statistik deskriptif dan analitik. Analisa
data dilakukan meliputi:
a. Analisa Univariat
Analisa data univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari peelitian.
Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi
frekuensi ( Notoatmodjo, 2010). Analisis univariat dilakukan untuk
memberikan gambaran atau diskripsi dari setiap variabel yang diteliti.
Dalam penelitian ini analisa univariat yang diteliti yaitu motivasi belajar
dan tingkat kecemasan mahasiswa. Analisis yang digunakan pada
penelitian ini akan menghasilkan distribusi frekuensi dan presentase dari
setiap variabel.
Data yang telah dimasukkan kedalam tabel distribusi frekuensi dilakukan
presentasi perolehan (P) untuk tiap-tiap kategori dengan menggunakan
rumus oleh Budiarto (2002) sebagai berikut :

f
P= 100%
n

Keterangan :
P = Presentasi
f = Frekuensi
46

n = Jumlah responden = sampel


b. Analisa Bivariat
Analisis biariat adalah analisa yang dilakukan lebih dari dua variabel
( Notoatmodjo, 2005). Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara
motivasi belajar dengan tingkat kecemasan. Dalam analisis ini dilakukan secara
tahap, antara lain:
a) Analisis proporsi atau preentase, dengan membandingkan
distribusi silang antara dua variabel yang bersangkutan.
b) Analisis dari hasil uji chi square. Dengan melihat ini akan dapat
disimpulkan adanya hubungan dua variabel bermakna atau tidak
bermakna (Notoatmodjo, 2010). Untuk mengetahui
pengaruh/hubungan masing-masing variabel independent
terhadap variabel dependent dengan menggunakan uji statistik
chi square, dengan batas kemaknaan (=0.05) atau Confiden
Level (CL) = 95%. Diolah dengan komputer menggunakan
program SPSS. Data masing-masing variabel dimasukkan ke
dalam tabel contingency, kemudian tabel contingency tersebut
dianalisa untuk membandingkan antara nilai P value dengan
nilai (0.05). penilaian dilakukan sebagai berikut :
(a) Ditolak (Ho) : jika p value 0.05 maka dapat
disimpulkan bahwa tidak ada hubungan variabel
independent dengan variabel dependent.
(b) Diterima (Ha) : jika p value < 0.05 maka dapat
disimpulkan ada hubungan variabel independent
dengan variabel dependent. Menurut Hastono (2010),
untuk menentukan p-value Chi-Square Tes (X2) tabel,
memiliki ketentuan sebagai berikut :
1) Bila Chi-Square Tes (X2) tabel terdiri dari tabel
2x2 dijumpai nilai ekspansi (E) <5, maka p-
value yang digunakan adalah nilai yang
terdapat pada nilai Fisher Exact Test.
47

2) Bila Chi-Square Tes (X2) tabel terdiri dari tabel


2x2 tidak dijumpai nilai ekspansi (E) <5, maka
p-value yang digunakan nilai yang terdapat
pada nilai Continuity Correction.
3) Bila Chi-Square Tes (X2) tabel terdiri lebih dari
tabel 2x2, contohnya tabel 3x2, 3x3, 3x4,
dijumpai nilai ekspansitas (E) <5, maka harus
marger (digabungkan).
4) Bila Chi-Square Tes (X2) tabel terdiri lebih dari
tabel 2x2, contohnya tabel 3x2, 3x3, 3x4, tidak
dijumpai nilai ekspansitas (E) <5, maka pvalue
yang digunakan adalah nilai yang terdapat
pada nilai Pearson Chi-Square.
3.7.3 Etika Penelitian
Masalah etika penelitian yang menggunakan subyek manusia menjadi isu
sentral yang sedang berkembang. Secara umum prinsip etika dalam penelitian atau
pengumpulan data dapat dibedakan menjadi prinsip manfaat, prinsip menghargai
subyek, dan prinsip keadilan ( Nursalam, 2009). Kemudian dalam penelitian
menekankan pada masalah etika yang meliputi:
a. Informed Concent
Informed concent merupakan persetujuan antara peneliti dan responden
penelitian dengan memberikan lembar persetujuan sebelum dilakukan penelitian.
Tujuannya agar subyek mengerti maksud dan tujuan penelitian dan tidak ada
resiko untuk menjadi responden. Responden mempunyai hak untuk bebas
berpartisipasi atau menolak. Peneliti memberikan lembar persetujuan pada
responden yang bersedia maka responden menandatangani persetujuan menjadi
peserta penelitian. apabila responden menolak untuk menjadi peserta penelitian
maka peneliti tidak memaksakan dan tetap menghormati hak-hak sebagai
penelitian.
48

b. Anonymity ( Tanpa Nama)


Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak mencantumkan nama
responden, tetapi lembar tersebut diberi kode, peneliti dalam mengisi lembar
observasi tidak menggunakan nama tetapi menggunakan kode tertentu.
c. Confidentiality ( kerahasiaan)
Respoden mendapatkan jaminan kerahasiaan tentang data yang diambil
dengan cara tidak mencantumkan nama. Hal ini dilakukan untuk menjaga
kerahasiaan identitas responden.

3.8 Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di BLUD Palabuhanratu
Sukabumi pada blan Agustus 2015.